Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 11563

Kementerian Agraria dan Tata Ruang BPN Terapkan Sistem e-Office

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) bakal mengembangkan sistem administrasi digital e-Office untuk mendukung admi­n­is­trasi pelayanan pertanahan.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil mengungkapkan bahwa penerapan e-Office pada kementerian ATR/BPN akan dilakukan pada tahun ini.

”Semua arsip pertanahan akan kami scan dan dimasukkan kedalam sebuah aplikasi e-Office, sehingga lebih mudah dalam penyimpanan dan pencariannya,” katanya sabtu (5/1/2019).

Sofyan mengatakan bahwa saat ini adalah era digital. Pengelolaan dokumen terlebih lagi arsip pertanahan akan menggunakan e-Office. Kementerian ATR/BPN nantinya tidak ak­an lagi menyimpan arsip per­tanahan dalam bentuk fisik kertas.

”Semuanya sudah digi­tal, arsip fisik kita serahkan sa­ja kepada pemilik tanah untu­k merawatnya, seperti kepolisian­ yang sudah tidak lagi menyim­pan faktur kendaraan,” ujar­nya­.

Sofyan menambahkan, selain e-Office, tahun ini pihaknya juga akan menggunakan aplikasi digital dalam program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yaitu Smart PTSL.

”Saya berharap dengan teknologi dan aplikasi yang modern, kerja kita semakin efektif dan efisien sehingga capaian tahun ini dapat melampaui target yang telah ditetapkan seperti tahun 2018 bahkan lebih,” pungkasnya.

Sekjend Kementerian ATR BPN  Himawan Arief Sugoto mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu penerapan e-Government. Aplikasi e-Office adalah produk dari e-Government yang bertujuan untuk mendukung kegiatan administrasi perkantoran.

”Di Indonesia e-Office saat ini lebih banyak digunakan oleh kalangan swasta. Sementara di kalangan pemerintahan e-Office baru saja dikembangkan,” katanya.

Sistem manual yang selama ini dijalankan oleh Pemerintah di­anggap tidak efektif dan efisie­n karena membutuhkan wak­t­u­ dan tenaga dalam proses pen­­distribusian dokumen.

Masala­h lainnya dalam sistem manual adalah penyimpanan dokumen yang membutuhkan ba­nyak ruangan di kantor yang me­njadikan ruangan kantor me­njadi semakin sempit dan be­rantakan. Sementara itu da­lam­ hal pencarian dokumen ju­ga sulit apabila dokumen tersebut tidak disimpan dengan teratur.

Hal tersebut kata Himawan juga dialami oleh Kementerian ATR/BPN yang dengan target pendaftaran tanah sedemikian besar juga akan menghasilkan dokumen arsip pertanahan yang banyak pula sehingga diperlukan pengelolaan arsip pertanahan yang modern. (tau)

 

Manifest Generasi III segera Dimulai

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Direktorat Jenderal dan Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan segera melakukan implementasi manifest generasi III.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, langkah ini dilakukan guna percepatan arus barang. Di sisi lain, upaya ini juga merupakan modernisasi dalam perkembangan perekonomian global.

“Manifest generasi III merupakan versi paling mutakhir yang mengedepankan prinsip otomasi dan simplifikasi sejalan dengan agenda program reformasi kepabeanan dan cukai dalam rangka membangun smart customs and excise system untuk menciptakan proses bisnis yang mudah, murah, cepat, transparan, efektif dan efisien,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Adapun perubahan dari manifest III ini mengedepankan advance manifest system 24 jam sebelum kedatangan untuk sarana pengangkut laut sehingga customs clearence bisa dilakukan lebih cepat. Kemudian, penambahan non-vessel operating common carrier (NVOCC)dan penyelenggaraan pos agar pengajuan manifest dapat lebih cepat oleh masing-masing penerbit dokumen.

“Bea cukai juga menerapkan prinsip manajemen risiko perubahan manifest, di mana perubahan dapat dilakukan secara online dan tidak semua perubahan wajib mendapat persetujuan dari kepala kantor, pencantuman NPWP, serta otomasi penurutpan pos manifest,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan jika penerapan manifest generasi III telah dilakukan secara bertahap yang dimulai pada 28 Desember 2017. Sampai dengan Agustus 2018, sistem ini telah diterapkan secara bertahap pada 12 kantor pabean utama di seluruh Indonesia yang meliputi 6 pelabuhan dan 7 bandara utama di mana secara statistik mewakili lebih dari 80 persen volume impor dan ekspor nasional.

“Pada 26 September 2018, sistem manifest generasi III diberlakukan di seluruh pelabuhan nasional dan bandara internasional yang diawasi oleh 104 kantor Pabean di seluruh Indonesia,” tandasnya. (JPG)

Harga Ayam Es Naik Rp 2 Ribu

0

batampos.co.id – Awal tahun 2019, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan, seperti harga ayam potong es atau beku mengalami kenaikan. Kenaikan harga ayam potong es bervariasi, tapi umumnya terjadi kenaikan sekitar Rp 2 ribu.

Misalnya di Pasar Botania I dan II, ayam potong es yang semula dijual Rp 33 ribu per kilogram (kg), saat ini dijual Rp 35 ribu per kg atau terjadi kenaikan sebesar Rp 2 ribu.

Kenaikan harga ayam potong es sendiri juga terjadi di tingkatan distributor, salah satunya distributor ayam potong es, PT Kartika Inti.

Acin, pemilik PT Kartika Inti selaku distributor ayam potong es menyebutkan, kenaikan harga ayam potong es sendiri sudah berlangsung pada awal tahun baru.

”Harga dari distributor di Jawa dan Medan sudah naik. Sebelumnya dari kami selaku distributor menjual Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu per kg, sekarang Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per kg,” jelasnya, Minggu (6/1) sore.

Kendati demikian, kata Acin, soal stok ayam potong es di gudangnya aman hingga beberapa minggu ke depan.

Rika, 28, membeli ayam potong segar di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. | Dalil Harahap/Batam Pos

Sementara itu, untuk harga daging sapi es di pasar masih tetap seperti semula atau sebelum tahun baru, yakni Rp 85 ribu hingga Rp 87 ribu per kg. Begitu juga di tingkatan distributor, harga daging sapi es juga tak mengalami kenaikan ataupun penurunan.

”Harga daging sapi beku tetap stabil, tak ada perubahan harga. Perkilogram harganya bervariasi. Seperti misalnya harga daging sapi beku yang kualitas bagus kami jual Rp 80 ribu perkilogram,” kata William, pemilik PT Batam Frozen Food selaku distributor daging sapi beku

Begitu juga harga daging sapi beku kualitas sedang, dilepas di pasaran sebesar Rp 75 ribu per kg. ”Kalau di pasar dijual Rp 85 ribu per kg, itu masih wajar dan normal,” ujarnya.

Soal stok daging sapi beku, kata William juga aman hingga dua bulan ke depan.

”Dua bulan setelah akhir tahun ini pun stok kami jamin tetap aman. Sebab, sebulan sebelumnya, beberapa distributor daging mendapatkan pasokan dalam jumlah banyak. Jadi untuk di Batam soal daging sapi, kami jamin aman,” ujarnya mengakhiri.

Sedangkan untuk harga ayam potong segar di Pasar Tos 3000 Jodoh dan Pujabahari berkisar Rp 34 ribu hingga Rp 36 ribu per kg. Harga ayam es Rp 33 ribu per kg. Begitu juga di Pasar Bengkong, ayam potong segar dijual Rp 37 ribu per kg. Sementara di sejumlah pasar tradisional di Batuaji dan Sagulung, harga ayam es juga naik Rp 2 ribu per kg, dari semula dijual Rp 33 ribu kini naik menjadi Rp 35 ribu per kg.(gas/she)

ACT: Bantuan Modal Usaha Untuk Keluarga Saeroji Penderita Gagal Ginjal

0

Apapun bentuknya, kebaikan harus selalu diupayakan. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kepri melalui program Mobile Social Rescue menengok kondisi Saeroji (48), seorang bapak yang menderita gagal ginjal. Kedatangan tim sekaligus menyerahkan bantuan usaha ternak ayam kampung rumahan untuk istrinya, Wasih (47).

Menurut laporan Tim MSR-ACT Kepri Intan Komalasari, tim sudah mendampingi Saeroji dan keluarga sejak awal November 2018 lalu. Tim melakukan pendampingan mulai dari pemeriksaan, pelaksanaan operasi, hingga sekarang pemulihan. Memberikan modal usaha adalah satu upaya tim untuk memulihkan ekonomi keluarga Saeroji.

“Pasalnya sejak sakit, Bapak Saeroji tidak lagi bekerja, sehingga mereka minim pendapatan. Istrinya, Ibu Wasih hanya bekerja sebagai tukang urut. Sebab itu, kami memberikan mereka modal usaha, jadi Ibu Wasih bisa berjualan sambil terus menjalani profesinya. Hasilnya diharapkan bisa untuk bantu pengobatan, juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Intan.

Merunut cerita dari awal pertemuan, tim mendapat informasi bahwa Saeroji menderita gagal ginjal sejak Meri 2018. Saeroji sempat melakukan cuci darah, juga mencoba pengobatan alternatif dengan harapan biayanya yang lebih murah. Namun, upayanya tidak membuahkan perubahan yang berarti, rasa sakit semakin membuat kondisi tubuhnya melemah.

“Suami malah jadi sering mengalami muntah darah, sesak napas, dan gatal-gatal. Suami juga sering pingsan,” jelas Wasih.

Besar rasa cintanya terhadap Saeroji, Wasih yang buta huruf memberanikan diri untuk mencari berbagai informasi. Kata Wasih, dirinya diberi rujukan untuk membuat Kartu Jaminan Kesehatan yang dikelola pemerintah agar memperoleh keringanan biaya ketika melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

Wasih pun membuat jaminan kesehatan itu. Setelah rampung, Wasih membawa sang Suami ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Otorita Batam. Di sana, Saeroji mendapat layanan pemeriksaan, lalu menjalani operasi sebanyak tiga kali. Operasi itu untuk memasang alat getar, berawal di leher, lalu terakhir di tangan.

“Sekarang suami harus menjalani cuci darah, dua kali seminggu di RSUD Embung Fatimah. Sayangnya biaya cuci darah tidak ditanggung jaminan kesehatan, saya sering minta ke pihak rumah sakit agar bisa membeli setengah atau seperempat dosis obat, saya tidak punya uang,” papar Wasih sedih.

Tercatat sejak mendampingi Saeroji pada pertengahan November 2018, kondisinya sempat menurun dan disarankan untuk diopname di rumah sakit karena darah tinggi. Menurut Wasih, Saeroji juga sempat sakit secara psikologis. Saeroji merasa gagal karena tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga, apalagi ia memiliki satu anak yang masih sekolah.

“Pemikiran seperti itu cukup mempengaruhi kondisi fisiknya, terutama pada tensi darah yang secara drastis naik-turun. Alhasil, suami harus dirawat selama sembilan hari, dari Selasa (22/12) hingga Kamis (31/12),” kata Wasih.

Setelah segala upaya dilakukan untuk kesembuhan Saeroji, Tim MSR-ACT Kepri memilih untuk sekaligus membantu pemulihan ekonomi keluarganya. Tim memberikan bantuan berupa modal usaha ternak ayam kampung rumahan dengan harapan, hasil usahanya dapat menopang kehidupan mereka sekeluarga dalam jangka waktu yang panjang.

Saeroji dan Wasih pun menuturkan syukurnya. “Terima kasih ACT dan semua sudah membantu kami sampai saat ini. Sedikit banyak Alhamdulillah ini bisa meringankan beban kami, keluarga ini. Semoga kebaikan kalian semua dibalas setimpal bahkan lebih oleh Allah,” tutur Wasih mewakili. [*]

Pemkab Natuna Terapkan Aplikasi Tambahan Penghasilan Pegawai

0
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menunjukkan sertifikat geopark nasional.

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, tahun ini pemerintah daerah mulai menerapkan aplikasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Aplikasi tersebut merupakan upaya meningkatkan produktivitas pegawai dan bertujuan agar pendapatan pegawai berbasis kinerja.

”Aturan ini untuk mendorong pegawai lebih kreatif dan fokus dalam pelaksanaan tugas harian, mendukung tugas Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” katanya Minggu (6/1/2019).

Aplikasi tersebut katanya, menetapkan waktu produktif jam kerja pegawai yang harus dipenuhi. Akan terdapat pemotongan jika target jam produktif tidak dapat dipenuhi dengan persentase tertentu.

Ngesti juga menerangkan, bahwa dalam pelaksanaan tugas, para pejabat Eselon IV sebagai pimpinan langsung berhubungan dengan staf teknis dibawahnya, harus terus memperhatikan pergerakan pelaksanaan tugas staf, pembagian tugas dan aktivitas serta melakukan evaluasi secara berkala.

Kepada para staf teknis sambungnya, diharapkan agar tidak menunggu arahan pimpinan, karena selama ini terdapat berbagai tugas rutin dapat dilakukan secara inisiatif tanpa menunggu arahan pimpinan.

”Kreatif ini penting untuk menambah data aktivitas yang akan berhubungan dengan nilai pendapatan dan penghasilan pegawai,” jelasnya.

Kepada seluruh aparatur pemerintah daerah katanya, agar berupaya meningkatkan profesionalisme kerja dan menjaga netralitas menyongsong pelaksanaan Pemilu 2019.

Tentu sikap netralitas dari seluruh aparatur akan memberikan dampak positif bagi menjamin terciptanya hak demokrasi rakyat. Hal ini juga akan sangat berpengaruh pada mutu pelayanan.

”Peringatan keras bagi seluruh aparatur, dalam berbagai praktek politik, berdasarkan regulasi Aparatur Sipil Negara, terdapat sanksi tegas mengikat, baik berupa peringatan bahkan sampai pemberhentian,” tegas Ngesti. (arn)

KPU Bocorkan Pertanyaan, Pemaparan Visi Misi Dibatalkan

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkan acara pradebat yang direncanakan digelar 9 Januari. Keputusan itu diambil KPU lantaran kedua pasangan calon (paslon) tidak mencapai kesepakatan soal acara pradebat sosialisasi visi dan misi tersebut.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ingin acara itu dihadiri paslon, sedangkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf tidak sepakat. TKN tetap menginginkan kegiatan tersebut dihadiri tim kampanye saja.

Karena tidak ada kesepakatan, KPU menyerahkan keputusan kepada tim paslon masing-masing untuk mengadakan sosialisasi sendiri-sendiri tanpa difasilitasi KPU. ”Mereka bisa mengadakan sekali atau dua kali,” kata Ketua KPU Arief Budiman.

Batalnya acara pradebat membuat kecewa kubu Prabowo-Sandi. Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyatakan, seharusnya KPU tetap pada rencana awal untuk menyediakan forum penyampaian visi dan misi.

”Saya sayangkan. Sebab, ini banyak ditunggu oleh masyarakat,” ujar Sandi.

Menurut dia, masyarakat ingin mendengar langsung visi dan misi yang disampaikan paslon.

”Sebagai penyelenggara pemilu, KPU mestinya memfasilitasi,” imbuhnya.

Sandi yakin, jika kegiatan tersebut difasilitasi KPU, masyarakat akan lebih menaruh perhatian. Sebab, dua pasangan calon hadir bersamaan untuk menyampaikan visi-misi dan program masing-masing. Jika penyampaian visi dan misi dilakukan sendiri-sendiri, justru hasilnya berbeda.

”Kalau kami tidak mendapat jangkauan yang sejauh dan seefektif itu. Jangankan visi-misi kami sebagai penantang, visi-misi petahana saja mereka (masyarakat, red) enggak mengerti,” ujarnya.

Meski begitu, Sandi memastikan pihaknya tetap memaksimalkan kesempatan yang masih ada. Berikutnya, dia bersama Prabowo akan melakukan persiapan untuk menghadapi debat pada 17 Januari. ”Kami akan dapat brief full dari BPN, juga dari Bapak SBY,” ucapnya.

Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari, menyayangkan keputusan KPU membatalkan pemaparan visi misi itu. Menurut Imelda, KPU seharusnya mengabulkan permintaan BPN. Sebab, superstar dalam sebuah pilpres adalah calon presiden.

“Kita ini milih presiden bukan timses. Superstar itu capres dan cawapres,” terangnya, kemarin.

Tugas KPU, kata dia, adalah menjadi fasilitator agar rakyat tahu apa yang akan dilakukan para capres jika menang.

“Agar visi misi paslon diketahui rakyat. Bukan malah dibatalkan acara visi misi tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, TKN Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Ma’ruf tidak mempersoalkan pembatalan pradebat oleh KPU. Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tetap melakukan sosialisasi.

Pria kelahiran Yogyakarta itu menyebutkan, yang dibatalkan hanya acara formal yang difasilitasi KPU. Sedangkan penyampaian visi dan misi kepada masyarakat tetap bisa dilakukan. ”Setiap saat akan kami sampaikan,” katanya.

Selain TKN, tim kampanye daerah (TKD) juga akan ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan, para caleg diharapkan menyampaikan visi dan misi Jokowi-Ma’ruf kepada publik.

Hasto menambahkan, saat ini pihaknya menyiapkan debat publik. Dia menegaskan, Jokowi-Ma’ruf sudah siap mengikuti agenda tersebut.

”Debat tidak menjadi persoalan karena problematika bangsa bisa dijawab Pak Jokowi,” paparnya.

Begitu juga Ma’ruf. Dia merupakan sosok ulama yang lahir dari bawah. Selalu bersentuhan dengan masyarakat dan mengetahui apa yang diinginkan rakyat. Jadi, Ma’ruf juga sangat berpengalaman dan paham betul tentang persoalan bangsa.

Setelah KPU membatalkan acara pemaparan visi-misi, muncul tagar #JKWTakutPaparkanVisiMisi di media sosial. Timses Joko Widodo-Ma’ruf Amin membantah capres dan cawapresnya itu tidak memaparkan visi misi karena takut.

“Tidak benar Pak Jokowi takut pemaparan visi dan misi,” kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, Minggu (6/1).

Menurut Ace, dalam proses pemaparan visi dan misi, sifatnya tidak ada interaksi dan dialog dengan panelis. Sehingga pihaknya ingin proses pemaparan visi dan misi itu dilakukan dengan debat sehingga semua pihak bisa mendalami secara lebih substansial program apa yang akan dilaksanakan para kandidat Capres tersebut.

Justru dengan debat, kata Ace, timses Jokowi menilai kualitas dan penguasaan visi-misi bisa terlihat dengan baik. Pemaparan visi dan misi tidak akan hanya jadi sekadar retorika dan jargon.

Ace balas menyerang kubu Prabowo-Sandiaga dengan menyebut dokumen visi misi yang diserahkan ke KPU sangat berantakan. Prabowo-Sandiaga dianggap tidak siap dengan visi misi mereka.

“Penjabaran bersifat sangat umum dan tidak tajam baik di bagian pilar maupun program aksi. Tidak ada tawaran dan langkah konkret yang akan dilakukan,” ungkap politikus Golkar ini.

Sementara itu, cawapres Ma’ruf Amin juga menepis batalnya pemaparan visi misi ini karena pihaknya takut. Menurut dia, jumlah debat yang disiapkan KPU sudah cukup.
“Itu kan katanya terlalu apa ya, terlalu banyak” ucap Ma’ruf di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin.

Daftar Pertanyaan Dibocorkan

Selain membatalkan penyampaian visi dan misi capres, KPU juga akan memberikan daftar pertanyaan debat pertama kepada pasangan capres-cawapres. Rencananya, daftar materi pertanyaan debat capres akan diserahkan pada 10 Januari. “Sebetulnya lebih cepat dari tanggal 10 Januari perkiraan saya. Tanggal 10 Januari itu (daftar pertanyaan) sudah diberikan paling lambat,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Sabtu lalu.

Daftar pertanyaan ini akan diserahkan setelah panelis menyusun pertanyaan. KPU mengupayakan daftar pertanyaan selesai lebih cepat dari jadwal.

“Para panelis ada semangat untuk bisa menyelesaikan lebih awal, kami memberikan waktu yang penting tanggal 10 Januari sudah terformula,” kata Arief.

Keputusan KPU membocorkan pertanyaan debat menuai kritik banyak kalangan. Gagasan otentik pasangan capres-cawapres akan hilang karena sudah mengetahui daftar pertanyaan. Debat hanya seperti hafalan belaka.

Hal itu diungkapkan Direktur Indonesian Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar, Minggu (6/1).

“Ya artinya dengan kisi-kisi itu, kita ini tidak memiliki gagasan otentik dari masing-masing paslon,” tambah Erwin.

Padahal, sambung Erwin, jika mengacu pada debat-debat capres di negara lain, gagasan otentik banyak keluar dari para kandidat.

Sehingga para panelis, kandidat lain maupun masyarakat bisa men-challenge gagasan tersebut. Hal ini seharusnya bisa menjadi catatan KPU

“Ruang orisinalitas sudah tidak ada, ini berarti KPU telah mengamputasi orisinalitas dari debat ini,” ujar Erwin.

Debat pasangan capres da cawapres bakal menjadi ilusif yang tak berguna nantinya.

“Menurut saya tidak usah ada debat, karena kalau para kandidat diberikan kisi-kisi itu jadi debat ilusif dan menurut saya itu diskusi palsu,” ungkap Erwin.

Erwin menambahkan, selain penyampaian visi-misi yang dibatalkan oleh KPU, adanya kisi-kisi itu juga semakin mengurangi makna debat dan perhelatan Pilpres saat ini.

“Ini membuat makna debat tak ada gunanya lagi. Ini kan debat akhirnya menjadi formalitas belaka,” kata Erwin. (bay/lum/c11/fim)

Imigrasi Tolak 392 WNA dan Cegah 193 WNI

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Sepanjang 2018, sebanyak 392 Warga Negara Asing (WNA) ditolak masuk Indonesia melalui daerah wilayah kerja Imigrasi Klas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Batam.

Tidak hanya itu, Imigrasi Batam juga menolak keberangkatan 193 orang WNI ke luar negeri dalam kurun waktu yang sama.

“Semua orang yang melintas (keluar masuk) ada yang boleh dan tidak boleh masuk, begitupun ada yang boleh dan tidak boleh keluar,” kata Kepala Kantor Imigrasi Klas I TPI Batam Lucky Agung, Kamis (3/1/2019).

Untuk penolakan WNA, Lucky tidak memberi alasan, termasuk dari negara mana saja mereka berasal.

Untuk WNI yang akan keluar negeri, ia mengaku karena diduga akan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) nonprosedural.

Menurut dia, hal ini dilakukan guna keamanan yang bersangkutan, seperti terhindar dari Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO).

“Waktu saya tugas di Singapura, pernah bawa pulang jenazah, sesampai di rumah duka ternyata keluarga bilang bukan anaknya, ternyata identitas yang dipakai bukan punya yang bersangkutan (korban),” kata dia.

Ia menegaskan, yang akan keluar tidak ada yang berkaitan dengan dugaan terorisme. Berbeda dengan penangkalan yang dilakukan Imigrasi tahun lalu.

Imigrasi, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk melakukan pencegahan terjadinya TKI nonprosedural. Karenanya keberangkatan mereka sudah ditangkal sejak hendak berangkat ke luar negeri.

Bahkan, dalam pembuatan paspor baru, Imigrasi sudah bisa melakukan pencegahan, dengan menolak pembuatan buku negara itu bagi WNI yang diduga akan menjadi TNI nonprosedural.

“Ini kewajiban moral, untuk melakukan pencegahan agar orang tidak menjadi korban TPPO,” kata dia.

Sementara data pelintas melalui Batam, imigrasi Batam mencatat keberangkatan mencapai 3.317.509 orang sedangkan kedatangan mencapai.

“Bayangkan, penduduk Batam sekitar 1 juta lebih. Angka ini (pelintasan) tiga kali lipat warga Batam,” pungkasnya. (iza)

Normalisasi Drainase Grya Batuaji Asri Bermasalah

0

batampos.co.id – Warga perumahan Grya Batuaji Asri tahap VI, kelurahan Seilangkai, Sagulung kecewa dengan proyek peningkatan drainase di lingkungan pemukiman mereka pada akhir tahun 2018 lalu. Pasalnya proyek dari Dinas Perkimta kota Batam yang dikerjakan oleh PT Raja Arthasuma Julio selaku kontraktor itu tidak sesuai harapan.

Pengerjaan drainase dinilai asal-asalan sebab setelah rampung air malah tergenang di dalam pemukiman warga. Padahal sebelum ada proyek tersebut air  mengalir lancar melalui drainase lama. Ini terjadi karena pemasangan box culver sebagai saluran drainase tidak rata dan asal-asalan saja.

Tidak itu saja yang lebih mengecewakan lagi adalah kerusakan dinding ataupun teras rumah warga dibiarkan begitu saja setelah pekerja ditarik dari lokasi kerja pada taggal 29 Desember lalu.

Rumah ibu Heni di blok S2 nomor 16 misalkan alami kerusakan pada bagian  samping rumah. Tembok samping rumah tepatnya di bagian teras rubuh karena penggalian drainase menggunakan alat berat. Kerusakan itu dibiarkan saja sampai, Senin (7/1) kemarin. “Sebelum tahun baru sudah tak ada lagi pekerja. Padahal jauh-jauh hari sebelumnya sudah protes kami. Ibu Heni sempat marah-marah karena teras rumahnya rusak. Orang proyek katanya mau ganti tapi sampai hari ini tak datang-datang lagi,” ujar Siti, warga di blok S, kemarin.

Ketidak puasan warga dengan proyek tersebut diakui warga sudah dirasakan sejak awal proyek berjalan. Penggalian dan pembongkaran drainase lama menggunakan alat berat dianggap tidak masuk akal sebab merusak bangunan rumah hingga masjid. “Dari awal sudah tak betul. Masa gali drainase kecil ini pakai alat berat. Protes memang kami tapi katanya mau dibenarin lagi kalau ada yang rusak,” kata Edi, warga lainnya.

Saat proyek berjalan, pengerjaan tidak berjalan maksimal. Dimulai dengan pemasangan box culver yang tidak rata sampai pada penempatan pekerja yang sangat sedikit hanya empat sampai enam orang saja. Proyek tanpa plang itupun sempat mangkrak sekitar sebulan.

“Sepertinya asal-asalan. Banyak tak beres. Sempat sebulan lebih mobil sampah tak masuk karena jalan jadi sempit karena proyek ini,” kata Atai, warga blok T.

Pantauan di lapangan, tak ada lagi aktifitas pengerjaan di lokasi proyek. Beberapa warga terlihat masih sibuk membersihkan ataupun membenahi halaman rumah mereka dari sisa-sisa tanah galian ataupun material yang ditinggalkan pekerja. “Beginilah kondisinya. Mau tak mau kami harus benahi sendiri karena pekerja sudah tak ada lagi,” ujar Atai.

Kadis Perkimta Kota Batam Eryudi Afriadi saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui keluhan warga tersebut. Pihaknya akan kembali koordinasi dengan pihak kontraktor untuk kembali membereskan proyek tersebut. “Rumah warga yang rusak akan diperbaiki kembali. Kami akan panggil kembali kontraktornya,” ujarnya, kemarin.

Proyek tersebut diakui Eryudi sudah rampung 100 persen namun adanya keluhan warga itu termasuk aliran air yang tersendat pihaknya akan tinjau kembali.

“Yang bermasalah tentu harus dibenahi lagi. Nanti kami cek kembali,” ujarnya. (eja)

Polda Kepri Amankan Jukir di Jembatan Barelang

0
Juru parkir (kenakan masker) yang diamankan polisi.

batampos.co.id – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum mengamankan dua orang juru parkir di Kawasan Jembatan Barelang, Minggu (6/1/2019) sore.

Tindakan ini merupakan respon dari Polisi atas laporan masyarakat yang mengunjungi kawasan tersebut. Dari penelusuran dilakukan polisi, jukir-jukir tersebut menarik pungli sebesar Rp 10 ribu setiap kali parkir.

Terkait penangkapan ini dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Hernowo.

“Iya, nanti akan kami serahkan ke Dishub ” katanya, Senin.

Ia mengatakan kasus ini merupakan atensi Kapolda Kepri. Karena adanya informasi masyarakat, adanya pungutan liar parkir melebihi batas kewajaran. “Kasusnya ditangani subdit jatanras,” ungkapnya.

Dari pantauan Batam Pos dua orang jukir Kawasan Jembatan Barelang diperiksa polisi di ruangan jatanras. Sekitar pukul 11.00 polisi membawanya kedua orang jukir tersebut untuk diserahkan ke Dishub Kota Batam. (ska)

Minta Dukungan Penuh BP Batam dan Pemko Batam

0

batampos.co.id – Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam semakin mantap untuk terlibat dalam penataan Batam. Di tahun ini perusahaan dan BUMN yang tergabung dalam TSP Kota Batam akan tetap berbuat untuk Batam lewat program CSRnya.

“Program TSP di tahun ini sudah ada. Dan beberapa perusahaan yang sudah gabung TSP akan tetap menyalurkan CSRnya. Karena memang mereka selama ini juga aktif kok,” kata ketua TSP Kota Batam, Johanes Kennedy, Senin (7/1).

Kennedy mengatakan, program TSP tahun ini akan tetap menggandeng pemerintah baik Bp Batam dan Pemko Batam. Di mana program TSP ini memang tak bisa lepas dari urusan kepemerintahan.

“Misalnya untuk pembangunan rest area atau penataan objek wisata, maka tetap pemerintah harus dilibatkan. Karena merekalah yang punya tanah dan wilayah,”katanya.

Menurutnya, penataan objek wisata dan pembangunan taman di Kota Batam memang menjadi fokus TSP. Selain meningkatkan kunjungan wisata, ini juga untuk memperindah estetika perkotaan di Batam.

“Misalnya pertamanan. Masih banyak titik atau pinggir jalan yang layak untuk ditata. Dan seperti PGN sudah ada taman yang dibangun di Batam Center,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan PGN Batam Amin Hidayat mengatakan, taman yang berada di sekitar simpang Rosedale itu sudah selesai dibangun. Bahkan saat ini menunggu taman tersebut diresmikan.

“Taman yang kita bangun di sana memang sudah selesai. Dan kemungkinan dalam waktu dekat akan diresmikan,” katanya beberapa waktu lalu.

Amin juga mengatakan, bahwa memang pembangunan taman itu dibuat untuk memperindah Batam. Dan ia berharap taman hijau di pinggir jalan semakin banyak di Batam. Ini untuk memperindah Batam sebagai daerah perbatasan. Untuk menambah kesan Batam yang hijau nan asri dan ramah lingkungan.

“Kita juga ingin Batam ini lebih indah dan lebih hijau. Tertata rapi dan akan terlihat lebih indah di mata masyarakat lokal terutama internasional,” katanya. (ian)