Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 11564

Ibu Rumah Tangga Banyak Tertular

0
Pixabay.com

Jumlah kasus HIV/AIDS di Batam terus naik setiap tahun seiring bertambahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan tes. Jumlah kasus yang relatif tinggi ini menempatkan Batam di urutan kedelapan di Indonesia. Namun bak fenomena gunung es, jumlah kasus yang sebenarnya diduga jauh lebih banyak dari angka yang terungkap.

Angka Penderita Naik

Dua wanita itu memarkir motornya di parkiran Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam, Rabu (5/12) siang lalu. Mengenakan masker, keduanya langsung bergegas menuju ruang Konseling dan Testing HIV/AIDS Kasper di Paviliun Anyelir.

Ruangan itu dipenuhi puluhan kursi dan beberapa sofa. Di dindingnya terpampang beberapa poster dan foto kegiatan pelayanan sosial, khususnya di bidang penanggulangan dan sosialisasi AIDS kepada warga Batam dari tahun ke tahun.

Di sebelah kiri pintu masuk, ada sebuah rak berisi buku-buku dan selebaran informasi mengenai HIV/AIDS. Begitu dua wanita masuk, dua petugas pun menyapa sambil meminta map yang mereka bawa untuk pendaftaran kembali.

“Tapi konselornya lagi tak di tempat. Tugas ke luar kota,” ujar salah satu staf wanita.

Konselor yang dimaksud tak lain adalah Konselor HIV/AIDS RSBK Batam, dokter Fransisca L Tanzil. Ia sedang mengikuti kegiatan di Jakarta selama sepekan. Mendengar jawaban itu, salah satu wanita tadi menuju sofa dan duduk di sana. Namanya Isti. “Mau tes (HIV) saja,” ungkapnya malu-malu.

Perempuan asal Riau ini menyebutkan sudah empat tahun merantau ke Batam. Usianya 28 tahun. Ia mengaku bekerja di salah satu tempat hiburan dan karaoke di kota ini.

Sebenarnya, ia mengaku malu untuk mengikuti tes Human Immuno Deviciency Virus (HIV) yang dapat menyebabkan orang terinfeksi terjangkit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). HIV/AIDS ini ia anggap momok yang menyeramkan, menjauhkannya dari kehidupan sosialnya, khususnya keluarga.

“Takut ketahuan teman-teman dan keluarga saja,” ungkapnya dengan suara lemah.

Ia lantas kembali mengenakan maskernya, lalu bergegas pulang. Saat ia pulang, dua pengunjung lainnya datang. Seorang perempuan berumur dan seorang pria mengenakan jaket coklat. Si pria tersebut kurus kering dan pucat. Perempuan yang datang menemani pria itu tampak memberikan kertas kecil kepada petugas klinik. “Kasih Aluvia dan Tenofoir Disoproxil saja,” ungkapnya.

Aluvia, Tenofoir Disoproxil, dan Fumarate merupakan tiga jenis obat penangkal HIV positif dengan dosis tinggi. Obat ini tidak dijual bebas di apotek.

Khusus di RSBK, pada Januari hingga Oktober 2018 ini, tercatat ada 4.333 warga yang mengikuti tes HIV atas kesadaran sendiri ke Klinik Kasper RSBK. Dari tes itu ditemukan 307 orang terjangkit HIV positif, 257 AIDS. Sebanyak 33 orang di antaranya belakangan diketahui meninggal dunia.

Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2017. Dimana ada 4.123 orang yang menjalani tes. Sebanyak 294 di antaranya HIV positif, dan 250 AIDS yang terdiri dari 175 laki-laki, 66 perempuan, dan 9 anak di bawah umur.

Di tempat terpisah, Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam Pieter P Pureklolong menyebutkan peningkatan jumlah kasus dan sebaran HIV/AIDS di Batam dari tahun ke tahun cukup tinggi.

“Lumayan signifikan. Setiap tahun peningkatan selalu ada,” ujarnya di Batam Center, Kamis (6/12) sore lalu.

Pieter lalu menunjukkan data dari Dinas Kesehatan Kota Batam. Menurutnya, melalui fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) HIV/AIDS di 26 voluntary counselling and testing (VCT) atau konseling dan tes HIV sukarela (KTS), 4 CST, dan 8 IMS di puskesmas rujukan, hingga Oktober ini ada 13.871 warga yang melakukan tes HIV. “Dari test itu, ada 587 yang HIV positif. Itu pasien baru,” ujar Pieter.

Pieter menambahkan, ada perubahan faktor risiko tertular tahun ini. Kalau tahun lalu didominasi pria pekerja seks (PPS) atau pria homoseks (gay), tahun 2018 ini penderita HIV berdasarkan pekerjaan justru lebih tinggi ditemukan pada kalangan karyawan atau buruh pabrik sebanyak 151 orang.

Lalu disusul ibu rumah tangga sebanyak 50 orang dan wanita penjaja seks (WPS) sebanyak 42 orang. Dari kalangan pria pekerja seks (PPS) atau gay justru menurun menjadi 15 orang.

“Tahun ini didominasi perilaku heteroseks. Risiko tertular dari lawan jenis tinggi. Banyak dari kalangan buruh atau karyawan. Hampir 40 persen. Disusul ibu rumah tangga yang juga menularkan ke anaknya, lalu WPS dan juga pengaruh narkoba dan jarum suntik,” jelas Pieter.

Namun Pieter menyebutkan, terus bertambahnya temuan kasus HIV/AIDS ini juga dikarenakan semakin banyaknya warga yang secara sadar memeriksakan diri. Baik ke rumah sakit, VCT, atau klinik rujukan.

Meningkatnya kesadaran ini menurut Pieter karena selama ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat terdampak. Demikian juga halnya dalam hal informasi, kini banyak aktivis-aktivis dan survivor yang bekerja sukarela dengan mengkampanyekan bahwa orang dengan HIV AIDS (ODHA) bukanlah musuh atau momok yang harus dikucilkan.

“Ada komunitas pendamping seperti Embun Pelangi. Ada juga Yayasan Lintas Nusa. Khusus Lintas Nusa ini, kami fokus kepada orang yang terjangkit narkoba dan perilaku seks menyimpang yang bisa terkena ke AIDS. Kami dampingi dan beri pemahaman,” ujarnya.

Tidak Semua Berani Ikuti Tes

Yayasan Embun Pelangi bergerak di bidang penyuluhan HIV/AIDS. Fokusnya pada pencegahan dengan sasaran para kaum gay dan waria. Ketua Pembina Yayasan Embun Pelangi, Efrizal, mengatakan upaya pencegahan yang mereka lakukan antara lain mengedukasi kelompok berisiko agar mengetahui tentang bahaya penularan HIV/AIDS. Kemudian dengan sukarela mereka melakukan tes HIV.

“Namun yang terpenting adalah mereka mau memeriksakan dirinya. Karena gay dan waria ini kan risiko penularannya lebih besar daripada hetero (heteroseksual),” ujar Efrizal di kantor Yayasan Embun Pelangi, Rabu (5/12).

Dalam angka persentase, penularan HIV melalui hubungan sesama jenis tingkat kerentanannya sekitar 30 persen. Lebih besar dari risiko hubungan seks dengan lawan jenis yang hanya 10-12 persen.

Selain karena berisiko, Embun Pelangi fokus mendampingi kelompok waria dan gay karena mereka cenderung tertutup. Penyebabnya, stigma dan diskriminasi yang masih terjadi di masyarakat hingga pemerintah. Kemudian akses layanan yang terkadang sulit, ditambah sikap malu, sehingga mereka semakin menutup diri.

“Walau sekarang akses layanan dari pemerintah daerah sudah lebih baik. Sudah gratis. Tetapi untuk membuat mereka mau datang melakukan pemeriksaan kan perlu edukasi. Nah itu yang kami lakukan,” jelas Efrizal.

Dalam dua tahun ini, lanjut Efrizal, pendampingan dan edukasi yang mereka lakukan berjalan cukup baik. Sebab, Embun Pelangi masuk ke komunitas-komunitas waria dan gay ini melalui pendekatan komunitas. Artinya, aktivis atau relawan yang mendampingi dari kalangan mereka sendiri.

“Kasarnya kalau kamu mencari pekerja atau relawan, dari kalangan mereka sendiri. Karena mereka yang akan lebih mudah menyampaikan dan bisa dipercayai oleh komunitas,” katanya.

Seorang relawan Embun Pelangi, DA mengatakan nyaris setiap hari mendatangi komunitasnya untuk melakukan penyuluhan tentang HIV/AIDS. Juga mendorong mereka melakukan tes HIV. Selama setahun menjadi relawan, DA tidak pernah mendapat penolakan dari anggota komunitas yang ia dampingi. Hanya saja, tidak semua aktif atau langsung bersedia melakukan tes HIV.

“Masih ada yang takut-takut. Mereka takut tahu hasilnya atau belum siap menerima hasil (tes HIV),” katanya.

Untuk akses layanan kesehatan, DA juga mengakui tidak begitu banyak kendala. Misalnya di PKM Lubukbaja, DA yang diketahui positif HIV empat tahun lalu itu bisa mendapatkan obat antiretroviral gratis. Prosedurnya tidak berbelit-belit dan petugasnya juga sudah memahami tugasnya sehingga tidak membuat ODHA tidak mendapat perlakukan diskriminatif.

“Hanya terkadang kalau di rumah sakit swasta, sangat sulit dan berbelit-belit kalau pakai BPJS Kesehatan. Kita harus punya penyakit lainnya agar bisa dilayani,” kata DA yang kini berusia 24 tahun itu.

Aktivis lainnya, Mayang, menyatakan hal senada. Sampai saat ini masih sering terjadi perilaku diskriminatif untuk ODHA.

“Kayak yang kemarin itu, ada yang dikeluarkan dari pekerjaannya karena menderita HIV,” ungkap Mayang.

Perlu Perda Khusus

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menyebutkan, jumlah kasus HIV/AIDS dan korban meninggal akibat penyakit mematikan itu terus bertambah dari tahun ke tahun. Para penderita HIV/AIDS itu umumnya didominasi kalangan usia produktif, antara 25 tahun hingga 49 tahun.

”Tim kami selalu turun. Menemukan penderita sedini mungkin itu upaya menghentikan penularan yang bisa dilakukan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan, Didi Kusmardjadi, Rabu (15/11) lalu.

Namun faktanya, selama tiga tahun sebelumnya, jumlah penderita HIV di Batam selalu meningkat. Pada 2015 ada 641 kasus baru. Lalu pada 2016 meningkat menjadi 694 kasus baru. Peningkatan juga terjadi pada 2017 dengan 768 kasus baru. Sementara tahun 2018 hingga bulan Oktober lalu telah ditemukan 587 penderita HIV baru di Kota Batam.

Pengungkapan jumlah kasus HIV/AIDS berbanding lurus dengan keberhasilan pihak-pihak terkait dalam mengupayakan kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan. Pada 2015 lalu, jumlah masyarakat yang diperiksa berjumlah 10.033 orang. Pada tahun 2016 naik menjadi 13.110 orang. Kemudian melonjak mencapai 20.392 orang pada 2017.

”Saat ini sudah tahap mengkhawatirkan, perlu menentukan dan menetapkan program dan kegiatan pencegahan,” kata Didi.

Didi menjelaskan, saat ini Batam menempati urutan kedelapan sebagai kota dengan jumlah penderita HIV/AIDS tertinggi di Indonesia. Karena itu, lanjutnya, sangat diperlukan adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur agar tes HIV wajib dilakukan.

“Sebab selama ini kita hanya bisa melakukan sosialisasi di tempat hiburan malam dengan cara persuasif saja, sehingga yang melakukan pemeriksaan hanya sedikit,” ujar Didi.

Didi menjelaskan, apabila ada Perda khusus yang mewajibkan untuk pemeriksaan, ini akan sangat memudahkan bagi Dinkes untuk mendata secara cepat dan bagi yang menolak untuk diperiksa maka akan diberi sanksi.

“Ini adalah langkah jitu menurut saya untuk penanganannya,” katanya.

Dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di daerah, maka Perda tentang penanggulangan HIV/AIDS yang diarahkan mendukung tujuan pencegahan dan penanggulangan. Sementara itu, untuk memenuhi fasilitas pencegahan HIV/AIDS diperlukan upaya yang menyeluruh yang melibatkan sektor pemerintahan, dunia usaha/swasta, dan masyarakat. Upaya pencegahan juga dibantu oleh penyuluhan dan penjangkauan oleh masyarakat yang peduli pada kasus HIV Kota Batam.

Saat ini sudah ada sejumlah lembaga, antara lain Forum Masyarakat Peduli HIV Batam (FOMPAB), Forum Warga Peduli HIV Batam (Forwaphi). Keduanya di-SK-kan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dan juga menjadi anggota KPA Batam. Kemudian ada Embun Pelangi yang fokus pada kalangan waria dan gay.

Untuk fasilitas layanan kesehatan, Dinkes menyalurkan obat antiretroviral secara gratis. Obat ARV ini disalurkan melalui Instalasi Farmasi Kota Batam. ”Obat antiretroviral baik pasien umum maupun BPJS sepenuhnya ditanggung oleh Kemenkes,” kata Didi Kusmarjadi.

Namun, Didi mengakui sering terjadi masalah bila pasien BPJS Kesehatan mengambil obat. BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya konsultasi ke dokter spesialis. Padahal sebelum mengambil obat per bulan, pasien wajib menemui dokter spesialis untuk mendapatkan resep dokter.

Didi juga menjelaskan, biaya rumah sakit (faskes lanjutan) yang ada pengobatan ARV berbeda-beda. Ada di RS Budi Kemuliaan, RS Elisabeth, dan RSUD Embung Fatimah. “Kalau di PKM Lubukbaja sepenuhnya gratis,” terang Didi.

Tidak hanya itu, Didi meminta kepada masyarakat turut serta dalam melakukan pencegahan penyebaran penyakit mematikan ini dengan cara setia pada pasangan. Sebab penyakit berbahaya ini sangat mudah menular melalui hubungan badan dengan pasangan yang sering gonta-ganti.

“Inilah cara yang dapat lakukan untuk pencegahan penyebarannya, sebab sampai hari ini obat untuk penyakit mematikan ini masih belum ditemukan,” ujarnya.

Selain itu, Dinas kesehatan saat ini juga melakukan pencegahan penyebaran HIV/AIDS pada ibu hamil agar tidak menyebar kepada bayi dengan program pemeriksaan kepada seluruh ibu hamil, walaupun sebetulnya penyebaran virus ini dari ibu kepada anak saat kehamilan memang tidak bisa akan tetapi dikhawatirkan akan menyebar saat proses kelahiran yang bisa menular kepada bayi, bagi yang terdeteksi virus HIV/AIDS-nya tinggi maka akan kita lakukan operasi untuk proses kelahiran.

Sementara Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto akan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) membuat kajian. Dari hasil kajian tentang HIV AIDS, dewan akan mengambil langkah-langkah untuk menyusun Perda.

Nuryanto mengaku miris mengetahui bahwa Batam ada di urutan kedelapan dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia untuk kasus HIV/AIDS. Ia meminta kajian yang dilakukan hendaknya segera dilaporkan sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

“Akan ada langkah-langkah membuat Perda untuk melindungi masyarakat,” tegas Nuryanto. (uma/cha/cr1/cr2)

Dorong Kunjungan Wisatawan ke Batam

0
Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Staf Kemenpora Cucu Sundara, didampingi Ketua IMI Kepri Usep RS dan Ketua KONI Batam Iskandar Alamsyah mengibarkan bendera start fun rally di Dataran Engku Putri, Batam Center, Minggu (9/12). (Ryan Agung/Batam Pos)

batampos.co.id – Sebanyak 50 peserta berlomba menjadi yang terbaik dalam kegiatan fun rally yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri di Dataran Engku Putri, Batam Center, Minggu (9/12). Event ini bagian dari acara Kenduri Otomotif yang digelar selama dua hari, Sabtu (8/12) dan Minggu (9/12).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya fun rally. Dalam sambutannya jelang pengibaran bendera start, Rudi meminta agar kegiatan ini menjadi ajang rutin yang diselenggarakan setiap tahun.

“Event ini harus mendapat dukungan dari semua pihak. Tak hanya dari Pemko Batam, tetapi juga dari pemerintah pusat seperti dari Kemenpora yang juga hadir untuk menyaksikan secara langsung kegiatan ini,” ujarnya.

Rudi mengatakan tahun depan secara keseluruhan jalan di seputar Kota Batam sudah selesai. Menurutnya selesainya perbaikan dan pembenahan jalan di seputar kota, membuat jalan di Batam lebih baik dari kota lain di Indonesia.

“Ini juga demi rasa cinta saya pada para pecinta otomotif di Batam. Nanti tak ada lagi jalan berlubang di seputar kota,” selorohnya.

Dia melihat dengan semakin sempurnanya jalanan di Batam akan memancing banyaknya wisatawan untuk datang ke Batam.
“Tentunya didukung dengan banyaknya gelaran event seperti Kenduri Otomotif dan fun rally,” terangnya.

Untuk itu, dia meminta para peserta menjaga keselamatan bersama. Tak hanya sesama peserta tetapi juga pengguna jalan lainnya. Tak hanya itu, Rudi berharap agar semua masyarakat bisa menjaga suasana keamanan dan kenyamanan Batam.

“Batam milik kita bersama. Maka mari kita jaga bersama-sama. Jaga keselamatan, semoga kegiatan ini berjalan sukses hingga finish,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Cucu Sundara mengapresiasi event yang digelar IMI Kepri ini. “Ke depan, IMI Kepri dan Kemenpora bisa bersinergi lebih baik, bertukar pikiran lebih banyak. Banyak yang bisa dilakukan, mengingat Kemenpora juga memiliki program yang terkait dengan pembinaan prestasi. Selamat dan sukses,” kata Sundara.

Sedangkan Ketua IMI Kepri, Usep RS yang juga ketua panitia mengatakan fun rally ini sebagai bagian dari event Kenduri Otomotif. Kenduri Otomotif sendiri digelar sebagai bagian peringatan HUT ke-189 Kota Batam.

“Banyak kegiatan otomotif yang digelar dalam Kenduri Otomotif. Di antaranya fun rally, slalom test, drift, dan juga free style,” sebutnya.

Kenduri Otomotif adalah event yang mempersatukan roda dua dan roda empat dalam satu wadah. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini mendapat dukungan penuh dari Kemenpora. “Tahun-tahun selanjutnya event ini akan terus dilaksanakan. Karenanya mohon agar Pemko Batam memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan acara ini,” pinta Usep.

Tak lupa Usep juga meminta agar para peserta bisa menjaga keselamatan selama mengikuti fun rally. “Tak hanya diri sendiri, tapi juga keselamatan pengguna jalan lainnya,” imbuhnya.

Fun rally ini terbagi dua etape. Etape pertama, peserta diajak menyusuri jalan menuju ke Jalan Sudirman, Laksama Bintan hingga ke Flyover Simpang Jam, Bundaran Madani. Sedang etape kedua, peserta diajak menuju ke lokasi yang berbeda seperti menuju ke Mitra Raya 2.

Tak hanya itu, event ini semakin menarik ketika peserta juga melakukan bakti sosial dengan melakukan pemberian sembako pada sejumlah panti asuhan yang telah ditunjuk oleh panitia.(yan)

Pesta Sweet Seventeen Persija Jakarta

0
Para pemain Persija Jakarta saat merayakan juara Liga I 2017/2018 setelah sukses mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 2-1, Minggu (9/12) di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. (Charlie/INDOPOS)

batampos.co.id – Butuh waktu 17 tahun untuk Persija Jakarta berpesta. Kemenangan itu dirayakan, setelah Macan Kemayoran mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (9/12) bersama 68.000 ribu The Jakmania.

Bambang Pamungkas dan kawan-kawan turun ke lapangan dengan semangat tinggi. Anak asuh Stefano Cugurra Teco pun langsung berinisiatif meneror lini pertahanan Mitra Kukar sejak menit pertama. ”Pertandingan ini sangat penting bagi kami. Semua pemain sudah bekerja keras sampai di titik ini. Kesempatan emas bagi kami merebut gelar juara, apalagi kami didukung penuh suporter The Jakmania,” ujar Teco dalam konferensi pers sebelum pertandingan kontra Mitra Kukar di Jakarta, Sabtu (8/12) lalu.

Naga Mekes-julukan Mitra Kukar- yang berada di posisi ke-17 klasemen tampil panik. Alhasil pada menit ke-14, lini belakang anak asuh Rahmad Darmawan membuat kesalahan. Marko Simic dilanggar di dalam kotak penalti. Wasit pun menunjuk titik putih. Hadiah tendangan 12 pas untuk Macan Kemayoran.

Marko Simic yang menjadi eksekutor tak mau melewatkan kesempatan itu. Bola ditendang mendatar di sisi kanan gawang. Kiper Mitra Kukar, Yoo Jae-hoon tak mampu menghalau bola. 1-0 untuk Persija. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai. Di babak kedua, Persija masih mendominasi jalan laga. 14 menit setelah peluit babak kedua ditiupkan, Simic lagi-lagi kembali mencatatkan nama di papan skor. Pesepakbola asal Krosia itu berhasil menyundul bola saat terjadi kemelut di mulut gawang. Skor 2-0. Jak Mania pun bergemuruh menyambut gol Simic.

Mitra Kukar yang terjebak di papan bawah tak mau pulang dengan tangan hampa. Anak asuh Rahmad Darmawan berkali-kali mencoba untuk terlepas dari tekanan. Pada menit ’71, Naga Mekes sempat mendapat penalti. Namun, kiper Persija Andritany Ardhiyasa mampu tampil gemilang dan menepis bola sepakan Fernando Rodriguez dari titik putih.

Mitra Kukar mampu memperkecil keunggulan melalui Aldino Herdianto pada menit ’88. Namun, skor 2-1 tak membuat Persija gagal berpesta. Kesebelasan ibu kota itu terakhir kali juara Liga Indonesia pada 2001 silam. ”Kami optimististis mengakhiri laga dengan kemenangan. Saya sangat menggebu ingin mendapatkan hasil terbaik. Kami ingin mendapatkan hasil yang kami idam-idamkan,” tutur kiper Persija Jakarta Andritany.

PSM Makassar yang menjadi pesaing Persija juga berhasil menang 5-1 melawan PSMS Medan. Namun, kemenangan itu tak cukup membuat Juku Eja juara. Dengan gelar ini, maka Macan Kemayoran telaih merah 11 piala pada kompetisi sepak bola tertinggi di Tanah Air. ”Sudah terlalu lama The Jakmania menunggu gelar juara,” kata Teco, Minggu (9/12).

Ribuan Jakmania yang memenuhi pintu 1 dan pintu 5, SUGBK langsung bersorak ketika mengetahui Persija mengalahkan Mitra Kukar. Mereka juga menari, sambil mengibarkan bendera besar bertuliskan Persija. The Jakmania pun bahkan menyalakan flare yang membuat asap tebal di sekitar SUGBK. ”Kami bangga Persija juara. Hidup Persija,” teriak Iwan, salah seorang Jakmania sembari mengibarkan bendera, kemarin.

Suasana serupa juga terjadi di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga yang berada di seberang SUGBK. Ribuan Jak,ania yang nobar di halaman Menpora langsung bersorak kegirangan begitu wasit meniup peluit akhir. ”Hidup Persija, hidup Jakmania,” teriak salah seorang suporter.

Keberhasilan Macan Kemayoran pun langsung mendapatkan apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Rencananya, Anies akan mengundang tim kebanggaan The Jakmania itu ke kantornya, di Balai Kota Jakarta. ”Besok (hari ini, Red.) kita akan rayakan sama-sama. Nanti akan diarak sampai ke Balai Kota,” kata Anies usai laga, kemarin.

Terkait rencana arak-arakan tim, Anies belum merincikan lebih detail. Menurut dia, perlu ada pembicaraan yang lebih matang sebelum proses perayaan juara Macan Kemayoran dilaksanakan. ”Belum tahu agendanya. Masih akan digodok,” tegas dia.

Gelar juara Persija Jakarta semakin lengkap setelah Rohit Chand berhasil menjadi pemain terbaik. Pemain asal Nepal tersebut mampu menyingkirkan dua nominasi lainnya, Wiljan Pluim asal PSM Makassar dan David da Silva dari Persebaya Surabaya.

Sebelumnya, Rohit sempat mengaku terkejut karena masuk dalam nominasi. Kini, dia tak hanya terkejut masuk nominasi, tapi justru bisa menjadi pemenang pemain terbaik. ”Saya terima kasih, ini gelar kejutan untuk saya. Ini adalah kerja keras tim, tanpa teman-teman kami tak akan bisa meraih gelar ini,” katanya.

Rohit dipilih oleh tim teknik dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang melakukan penilaian dari awal musim. Pemain 26 tahun itu masuk nominasi karena mampu konsisten tampil apik bersama Persija.

Sementara itu, Kapten Persija Ismed Sofyan yang berhasil membawa rekan-rekannya mengaku bersyukur bisa membawa Macan Kemayoran meraih gelar juara. Apalagi gelar juara ini diraihnya di usia yang telah 40 tahun. Namun, Ismed mengaku belum memikirkan untuk pensiun. ”Saya punya keinginan besar untuk bermain sepak bola. Jadi untuk terus bermain di Persija, mudah-mudahan, tahun depan (lanjut juara, Red) ya,” tandasnya kepada awak media. (bam/ant/jpg)

Kenalkan LRT Jadi PR Kemenhub di Palembang

0

batampos.co.id – Upaya memfamiliarkan angkutan light rapid transit (LRT) ke masyarakat terus digencarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT KAI Divre III. Itu supaya ke depan LRT bisa menjadi angkutan umum yang ramai dan masyarakat Metropolis pun terbiasa menjadikannya sebagai angkutan utama di Kota Palembang.

Tak heran, jika upaya pengenalan LRT pun sudah lakukan sejak dini lewat berbagai kegiatan seperti aktif gelar lomba mewarnai bagi anak-anak TK dan SD sebelumnya. “Ini cara pengenalan LRT dengan anak-anak supaya mereka aware sejak dini dan mau naik angkutan ini,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Perkeretaapian Kemenhub, Zulmafendi.

Program serupa direncanakan berlangsung selama satu bulan ke depan dengan berpindah-pindah lokasi di stasiun LRT di Palembang. “Jadi tiap stasiun akan ada kegiatan pengenalan LRT. Sebelumnya lomba itu sempat kita gelar di Stasiun LRT Punti Kayu,” bebernya.

Diakunya, antusias masyarakat Palembang menggunakan transportasi kekinian tersebut sudah cukup baik. Dengan dilakukannya sosialisasi LRT, dia berharap antusiasme masyarakat semakin meningkat dan menjadi LRT pertama kali di Indonesia ini sebagai tranportasi sehari-hari.

Manajer Humas PT KAI Divre III, Aida Suryanti, mengatakan, pengenalan LRT kepada siswa sekolah sebagai upaya edukasi perkeretaapian bagi anak-anak serta menanamkan rasa cinta dan peduli terhadap kereta api sejak usia dini. “Kita juga beri tahu pelajar bagaimana naik turun LRT dan fungsinya,” imbuhnya. (cj11/fad/ce1/JPG)

Polibatam Creative Pamerkan Karya Mahasiwa

0
Kampus Politeknik Negeri Batam. (Dokumentasi Batam Pos)

batampos.co.id – Politenik Batam akan menggelar Polibatam Creative dengan tema “Pahlawan” di Atrium Mega Mall Batam Center selama tiga hari, mulai Jumat (15/12) sampai Minggu (17/12). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan karya kreatif mahasiswa Polteknik Batam ke masyarakat umum.

Ketua pelaksana kegiatan, Liony Lumombo mengatakan Polibatam Creative adalah kegiatan rutin tahunan untuk menunjukan karya para mahasiswa.

Selama ini hasil karya para mahasiswa selalu dipamerkan di Kampus Politeknik Batam. Namun, kali ini, pihaknya membuat terobosan baru dengan memamerkan karya-karya mahasiswa di tempat umum.

“Kali ini kami buat beda, karya-karya mahasiswa di pamerkan di mal. Karya yang dipamerkan berupa fotografi dan desain kreatif,” ujar Liony, Sabtu (8/12). Menurut dia, sekitar 300 lebih mahasiswa dan mahasiswi yang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka akan memamerkan 200 lebih jenis karya. (she)

Pemerintah Belum Ambil Sikap

0

batampos.co.id – Pemerintah belum menentukan sikap atas usulan kontribusi 50 persen negara untuk pendanaan partai politik (parpol) yang kembali disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini. Pasalnya, tahun ini bantuan politik (banpol) sudah naik cukup signifikan. Yakni, dari sebelumnya Rp 108 per suara menjadi Rp 1.000 per suara di tingkat pusat.

Direktur Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kementerian Dalam Negeri Laode Ahmad Balombo menyatakan, pihaknya belum bisa berbicara banyak terkait usulan kenaikan banpol dari KPK. Wacana itu kembali menguat pasca penandatanganan komitmen 16 parpol tentang sistem integritas partai politik (SIPP).

Menurut Ahmad, usulan tersebut perlu kajian bersama. Juga kesepakatan bersama dari pihak-pihak terkait. ”Jadi kami belum bisa berkomentar terlalu jauh,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos, kemarin (9/12). Sebelumnya, KPK merekomendasikan negara berkontribusi 50 persen dalam pendanaan parpol. Hitungan KPK, kontribusi itu bisa tembus Rp 9 triliun untuk satu tahun anggaran.

Ahmad mengatakan, kenaikan dana bantuan partai baru saja dinaikkan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2018. Di mana besaran untuk tingkat pusat sebesar Rp. 1000 per suara, untuk provinsi Rp. 1200 per suara, dan kabupaten/kota sebesar Rp. 1500 per suara. Banpol itu, sesuai penelitian Perludem, banpol itu berkontribusi 13 persen dalam keuangan parpol.

Saat didesak apakah ada keinginan dari pemerintah untuk menaikkan kembali di tahun depan, dia belum bisa beranda-andai. ”Kami masih mengikuti PP tersebut,” kata mantan Direktur Ormas tersebut.

Disisi lain, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK Giri Suprapdiono menyatakan usulan agar negara berkontribusi lebih besar dalam pendanaan parpol merupakan upaya meminimalkan celah korupsi by need yang selama ini menjalar di kalangan politisi yang menjabat kepala daerah dan legislator.

Kebutuhan yang dimaksud diantaranya kebiasaan memanjakan konstituen dengan politik uang (money politic). Ada pula terkait dengan tradisi partai memotong gaji kepala daerah dan legislatif untuk mencukupi kebutuhan operasional parpol. ”Mereka (kepala daerah dan legislatif) seolah korupsi atas nama partai, tapi sebenarnya banyak yang dari dirinya sendiri,” ujarnya.

Nah, menutup celah korupsi dengan perbaikan sistem itu penting bagi pemberantasan korupsi. Karena itu, kata Giri, negara harus memberikan kontribusi yang lebih terhadap pendanaan parpol agar kebutuhan-kebutuhan yang “biasa” dipenuhi kepala daerah dan anggota dewan dari hasil korupsi tersebut dapat diminimalkan.

Giri menggambarkan suatu negara yang demokrasinya baik secara otomatis berpengaruh pada gerakan antikorupsi yang baik pula. Pun, negara yang memiliki sistem antikorupsi yang baik akan sejalan dengan demokrasi yang sehat. Gambaran itu bisa dilihat dari negara-negara dengan sistem demokrasi yang baik. ”Jadi ada korelasi yang kuat antara demokrasi dan antikorupsi itu sendiri,” paparnya.

KPK tidak dalam posisi memaksa pemerintah atau pihak terkait agar menjalankan rekomendasi tersebut. Namun, usulan itu merupakan keniscayaan yang harus direalisasikan untuk menuju sistem demokrasi dan antikorupsi yang baik. ”Saya pikir ini (kontribusi besar negara terhadap pendanaan politik, Red) salah satu konsep demokrasi kita,” imbuh dia. (far/tyo/JPG)

Harga Telur Rp 1.700 per Butir

0
Warga saat membeli telur. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.co.id – Harga telur ayam kembali merangkak naik. Jika sebelumnya masih dijual Rp 1.500 perbutir, sejak tiga hari terakhir sudah naik menjadi Rp 1.700 per butir. Sedangkan harga per papan dibandrol Rp 46 ribu hingga Rp 48 ribu.

Amri, pedagang kelontong di Pasar Bengkong mengatakan, harga telur ayam terjadi kenaikan sekitar Rp 200, dari Rp 1.500 perbutir naik menjadi Rp 1.700 per butir sejak tiga hari lalu. Sedangkan untuk per papannya naik dari Rp 44 ribu menjadi Rp 46 ribu hingga Rp 48 ribu per papan.

”Telur ayam ini didatangkan dari Barelang, harganya memang naik beberapa hari ini,” kata Amri, Minggu (9/12).

Dia menyebutkan, kenaikan harga telur ayam dipicu tingginya permintaan jelang Natal. ”Sama seperti tahun tahun sebelumnya, kalau mau hari besar harga-harga pasti naik, begitu juga untuk telur,” sebutnya.

Di Pasar Penuin, Lubukbaja harga telur ayam juga terpantau naik, bahkan hingga Rp 50 ribu per papan. Menurut Koko, harga telur per 10 butir dijual Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu, tergantung besar dan kecilnya. ”Kalau agak besar Rp 1.700 per butir, sementara per papan Rp 50 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, di Pasar Mita Raya, Batam Center, harga telur ayam dijual Rp 45 ribu-Rp 47 ribu per papan. Tapi untuk ukuran kecil masih dijual Rp 44 ribu per papan.

Di sejumlah pasar tradisional di wilayah Batuaji, harga telur juga terpantau naik. Harganya juga mulai Rp 46 ribu hingga Rp 47 ribu per papan atau Rp 1.700 per butir. ”Minggu lalu masih Rp 44 ribu. Sekarang naik sampai tiga ribu,” kata Samsuria, penjual telur ayam di Pasar Fanindo, Batuaji kemarin.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam kembali mensurvei harga-harga bahan kebutuhan di empat titik pasar di Batam. Hasilnya, Disperindag mengklaim harga masih dalam batasan normal dengan persedian stok mencukupi.

”Survei harga sembako ini rutin kita laksanakan dua kali seminggu, yakni setiap Selasa dan Jumat. Tujuannya untuk mengontrol harga dan stok sembako di pasar,” kata Kabid Perdagangan Disperindag Kota Batam, Adisthy, kemarin.(she/une/rng)

Traveling Tak Sekadar Refreshing

0
Turis asing dibawa keliling menikmati bakau di Bintan. (Dokumentasi Traveller Bintan)

batampos.co.id – Traveling bukan lagi sesuatu yang mewah, dimana hanya dinikmati kalangan tertentu saja. Paradigma tentang traveling sebagai kegiatan berfoya-foya pun mulai hilang.

Berdasarkan riset global yang dikeluarkan World Travel and Tourism Coucil pada 2018 menyatakan, Asia menjadi benua dengan pertumbuhan sektor travel dan tourism tercepat dibanding negara-negara lainnya. Indonesia termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan traveler tercepat (7,7 persen).

Tidak terkecuali bagi masyarakat di Batam. Hobi traveling juga tinggi terlebih untuk destinasi ke luar negeri. Ini seiring dengan letak strategis kota berjulukan Bandara Dunia Madani ini, yang dekat dengan Singapura dan Malaysia.

Seorang traveler Batam, Fransisca berpendapat, mulai minimnya hambatan untuk traveling menjadi faktor yang mendukung meluasnya mobilitas traveler ke berbagai negara. Sehingga traveling tak lagi hanya dinilai sebagai ajang refreshing.

”Seperti proses pengurusan paspor atau visa yang makin mudah, tersedianya beragam pilihan jasa angkut lintas negara dengan biaya terjangkau, adanya negara bebas visa, bahkan rute penerbangan langsung yang sudah banyak dibuka,” terangnya.

Di sisi lain, wanita 30 tahun itu mengaku menyukai dunia traveling untuk mencapai kepuasan tersendiri dalam memperoleh pengetahuan baru. ”Kita bisa mengenal tempat baru, budaya baru, bahkan kulinernya yang mungkin bisa jadi nilai lebih dalam traveling,” jelas pekerja swasta itu.

Apalagi, di era milenial saat ini yang aktif menggunakan media sosial, cukup memberi pengaruh dalam gaya bertraveling. ”Lebih nyaman traveling ramai sama teman biar bisa sharing cost, dan sama-sama bisa saling update foto atau video terbaru di tempat yang baru saja dikunjungi. Keseruannya dapat,” tutur mahasiswi Uniba, Stefani Sirait.

Ia menambahkan, tidak dipungkiri untuk traveling membutuhkan persiapan yang matang. Selain biaya yang cukup, stamina juga harus prima. ”Semua harus diatur, tak bisa dadakan juga apalagi sampai memakan waktu berhari-hari,” ucap Stefani.

Melihat tingginya mobilitas traveling ini, maka tak heran Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga gencar meningkatkan sektor pariwisata dalam penyediaan destinasi baru maupun berbagai event kepariwisataan. Pembenahan infrastruktur pun gencar dilakukan untuk menarik perhatian wisatawan. (nji)

KEK Galang Batang Garap Bauksit

0

batampos.co.id – Pemerintah meresmikan kawasan ekonomi khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (8/12). KEK Galang Batang diproyeksikan menjadi kawasan utama industri aluminium dan turunannya dengan nilai investasi Rp 36,25 triliun. ’’Akan menyerap tenaga kerja 23.200 orang,’’ ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Realisasi investasi itu meliputi pembangunan pelabuhan dan dermaga yang telah selesai dengan nilai Rp 951 miliar. Pembangunan yang sedang berjalan, yakni alumina refinery dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun, investasinya Rp 1,65 triliun.

Lalu, pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan nilai investasi Rp 1,93 triliun. PLTU tahap I berkapasitas 6×25 mw ditargetkan selesai 2021 dan pembangunan DAM Water Reservoir kapasitas 7.518.000 m³ dengan nilai investasi Rp 196 miliar.

’’Kemudian, pembangunan brick factory dan coal gas sekitar Rp 870 miliar. Semua investasi dan pembangunan itu dilakukan PT Bintan Alumina Indonesia selaku pengusul KEK Galang Batang,’’ tambahnya.

Darmin berharap masyarakat terlibat pada KEK Galang Batang untuk menjembatani kesenjangan. ’’Keterlibatan masyarakat atas dunia usaha di wilayah perlu ditingkatkan melalui link and match pendidikan dan kewirausahaan,’’ jelasnya.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menyampaikan, KEK Galang Batang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2017. Kegiatan utamanya adalah industri pengolahan bauksit dan logistik dengan luas lahan 2.333 hektare.

Saat ini telah terpasang daya 0.8 mVa dari PLN di kantor administrator KEK Galang Batang serta dalam tahap penyambungan listrik dengan kapasitas 2×1.3 mw dari PLN. Selanjutnya, listrik kawasan didukung power plant berkapasitas 6×25 mw yang ditargetkan terbangun pada 2021. (nis/c15/oki/JPG)

Menginap di Hotel Harus Bawa Kartu Nikah

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam akan menerapkan pemeriksaan kartu nikah di tempat-tempat penginapan maupun hotel di Batam.

Menurut Kepala Kemenag Kota Batam, Erizal Abdullah, pemeriksanaan kartu nikah tersebut untuk menjaga agar tempat-tempat penginapan atau hotel yang ada Kota Batam ini bebas dari prostitusi terselubung.

Erizal menyebutkan, rencana tersebut menyusul penggunaan kartu nikah yang baru saja diluncurkan sepekan lalu oleh Kemenag pusat.

”Jadi, setelah peluncuran kartu nikah ini berjalan baik, maka akan segera kita terapkan juga sistem pemeriksaan di tempat-tempat penginapan,” ujarnya, Minggu (9/12).

Dalam praktiknya nanti, kata Erizal, Kemenag Batam akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). ”Saat dilakukan barcode pada kartu nikah maka akan muncul data-data serta data pasangan pemilik kartu nikah tersebut. Pemeriksaannya dilakukan di resepsionis,” jelasnya.

”Jadi memang banyak kemudahan didapatkan dari kartu nikah ini. Bahkan dalam pemeriksaan kartu nikah tersebut, akan ketahuan apakah yang bersangkutan pasangan resmi atau bukan,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Erizal, tidak mudah untuk memalsukan kartu nikah tersebut karena sebagai dokumen resmi negara terdapat beberapa pengamanan yang dibuat Kemenag berupa hologram pengaman, sehingga tidak sembarangan dicetak.

”Maka ketika ada yang berniat membuat kartu nikah palsu untuk kegunaan lain, akan ketahuan,” tegasnya.(cr2)