Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 11563

Sembilan Peserta SKB Gugur

0
PESERTA melihat hasil tes SKB CPNS Pemko Batam di Kantor Bersama Pemko Batam, Jumat (7/12). (Adiansyah/Batam Pos)

batampos.co.id – Sebanyak 200 peserta seleksi kompetensi bidang (SKB) bersaing untuk bisa menjadi yang terbaik agar bisa lolos menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS), Sabtu (8/12) di Gedung Bersama Pemko Batam, Batamcenter.

“Hari kedua pelaksanaan empat peserta tes tidak hadir tanpa keterangan. Total ada sembilan yang gugur,” kata Koordinator SKB Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kanreg Batam, Arif Affandhi usai pelaksanaan tes di Gedung Bersama Pemko Batam.

Ia mengungkapkan untuk sementara pelaksanaan tes berjalan dengan baik. Seluruh pesert bisa melalui tes dengan lancar. Tes direncanakan akan digelar hingga tanggal 10 Desember mendatang.

“Ya mudah- mudahan tidak ada masalah sampai akhir,” sebutnya.

Untuk soal yang diujikan, Arif menyebutkan sesuai dengan bidang yang dipilih peserta ujian. Saat ini rata-rata peserta berasal dari keguruan dan tenaga medis.

“Kalau sulit tentu ada. Namun yang saya lihat peserta cukup baik memanfaatkan 90 menit waktu yang disediakan untuk menyelesaikan 100 butir soal,” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDA) Batam, Syahir mengatakan selama dua hari digelar sembilan peserta tidak datang untuk menyelesaikan tahapan tes CPNS ini.

“Peserta otomatis gugur karena tak menyelesaikan rangkaian tes CPNS mereka,” ucapnya.

Ia menyebutkan tes SKB dilakukan berdasarkan lokasi yang dipilih oleh peserta. Syahir mencontohkan kebutuhan di salah satu sekolah tiga orang, jadi yang ikut tes sebanyak sembilan orang.

“Tiga peserta dengan nilai tertinggi akan lolos. Untuk nilainya 60 persen SKB dan 40 persen SKD. Nanti dikalkulasikan,” sebutnya.

Namun demikian untuk hasil akhir tetap menunggu keputusan dari Panitian Seleksi Nasional (Panselnas) pusat. “Hasil mereka juga langsung bisa lihat di layar yang disediakan panitia. Setidaknya mereka bisa tahu nilai mereka terlebih dahulu sebelum hasil akhir diumumkan,” lanjutnya.

Salah seorang peserta SKB Al Hilal mengatakan soal yang muncul 70 persen mengenai peradaban Islam dan 30 persen tentang pemecahan masalah di kelas.

“Alhamdulillah sudah lega bisa menyelesaikan tes. Hari ini SKB saya 294. Saya berharap di grup (sekolah pilihan, red) saya bisa mendapatkan nilai terbaik,” bebernya. (yui)

Cuaca Ekstrim Masih akan Berlangsung

0

batampos.co.id – Hujan deras yang mengguyur sejumlah derah di Jawa Timur telah memicu bencana. Seperti bencana tanah longsor dan banjir yang terjadi di Pacitan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan cuaca buruk berupa hujan lebat disertai angin kencang bakal terjadi hingga Senin (10/12).

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menuturkan BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini terkait hujan lebat dengan disertai angin kencang. ’’Ada beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dan disertai angin kencang sesaat,’’ katanya kemarin. Selain itu BMKG juga menyampaikan hujan lebat disertai dengan petir.

Daerah yang berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang adalah Pamekasan, Sumenep, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Bojonegoro, Jombang, dan Trenggalek. Kemudian Kabupaten dan Kota Madiun, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Kota Batu, Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Probolinggi, serta Bondowoso.

Lebih lanjut Hary menjelaskan cuaca ekstrim kerap terjadi di musim pancaroba. Fenomena putting beliung menjadi fenomena alamiah yang biasa terjadi. Indikasi hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Dia menuturkan sifat puting beliung tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 – 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda – tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 persen. “Hanya berasal dari awan Cumulonimbus, tetapi tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung,” paparnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan untuk secara bulan tidak bisa diprediksi, hanya bisa melalui tanda-tanda. Apabila terjadi saat musim hujan kondisi cuaca hampir mirip di transisi, artinya saat terik pada musim hujan, maka diindikasikan akan terjadi hujan dengan angin kencang. “Jika 1-3 hari berturut tidak ada hujan di masa transisi ada indikasi potensi hujan lebat dengan angin kencang,” terangnya.

Untuk wilayah DKI peta prakiraan daerah potensi banjir Desember 2018 sebagian besar berwarna hijau atau berpotensi rendah. Terkait banjir ia mengatakan potensinya apabila terjadi hujan seharian, bisa dimungkinkan peta hijau berubah jadi kuning dan yang kuning menjadi merah. “Banjir, longsor, bukan fenomena bulanan namun harian,” paparnya.

Sementara itu Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan informasi terkait banjir dan longsor di Pacitan. Dia menjelaskan akibat bencana banjir dan longsor itu ada 236 jiwa mengungsi dan 4 orang meninggal dunia.

Akibat bancir ratusan warga ikut terdampak. Terbanyak warga di Dusun Jelok, Desa Kayen, Kecamatan Kebonagung sebanyak 217 orang. Dalam penanganan darurat, BPBD Pacitan menjadi komando untuk melakukan upaya darurat bersama TNI, Polri, dan Basarnas. Kebutuhan logistic berupa makanan siap saji, beras, dan mi instan sudah disalurkan. (wan/nis/JPG)

Biaya Haji Tahun Depan Masih Dibahas

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan supaya biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun depan ditetapkan dalam dolar (USD). Namun, usulan tersebut sampai sekarang belum ditetapkan.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid mengatakan, sampai sekarang besaran BPIH masih dalam kajian. Termasuk mengenai usulan Kemenag supaya BPIH ditetapkan dalam mata uang dolar Amerika. ’’Masih digodok sampai sekarang,’’ katanya kemarin (8/12). Dia mengatakan, ketika BPIH ditetapkan dalam mata uang rupiah, ada konsekeunsi dari dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Saat nilai rupiah mengalami penurunan terhadap dolar, selisih itu akan menjadi beban pemerintah.

Tahun ini misalnya. Gara-gara dolar naik, harus ada kucuran dana haji tambahan sebesar Rp 550 miliar. Uang itu diperlukan untuk membayar selisih kurs rupiah terhadap dolar. Sebab, BPIH yang dibayarkan jamaah masih menggunakan rupiah. Meskipun uang tersebut diambilkan dari hasil pengelolaan dana haji, pencairannya harus melalui persetujuan DPR.

Jika dana haji ditetapkan dalam dolar AS, risiko adanya dana talangan seperti tahun ini hampir tidak ada. Sebab, ketika kurs rupiah terhadap dolar melemah, maka uang rupiah yang disetor jamaah saat pelunasan semakin besar. Jika nanti BPIH ditetapkan dalam mata uang dolar, secara teknis jamaah tetap membawa uang rupiah saat pelunasan. Tetapi rupiah yang harus dibawa saat pelunasan menyesuaikan dengan kurs dolar pada hari itu.

Politikus Gerindra itu mengatakan, biaya untuk penerbangan haji mulai dibahas. Dia mengungkapkan, usulan biaya penerbangan dari pihak maskapai mengalami kenaikan. ’’Tetapi kita nego,’’ tegasnya. Tahun ini rata-rata tarif penerbangan haji adalah Rp 27,5 juta setiap jamaah. Sedangkan tahun depan pihak maskapai mengusulkan Rp 30,5 juta atau naik Rp 3 juta. DPR berupaya supaya kalaupun ada kenaikan, maksimal Rp 1 juta saja.

Pengamat haji dari UIN Syarif Hidayatullah Dadi Darmadi menjelaskan, hampir seluruh pembiayaan haji menggunakan mata uang asing. Mulai penerbangan, hotel, serta layanan akomodasi lainnya di Arab Saudi. Dengan begitu, menurut dia, sangat wajar jika pemerintah kapok menetapkan BPIH dalam rupiah.

Namun, yang jadi pertanyaan bagi Dadi, kenapa tahun ini pemerintah dan DPR nekat menetapkan BPIH dalam mata uang rupiah. Padahal, sebelum-sebelumnya, BPIH selalu ditetapkan dalam mata uang dolar. Dadi menuturkan, yang terpenting dalam penetapan BPIH adalah transparansi.

’’Jangan lagi ada dalih pergantian (acuan mata uang BPIH, Red) ini agar biaya haji murah,’’ tuturnya. Dadi berharap pemerintah menjalankan komunikasi politik yang baik kepada masyarakat terkait penetapan BPIH. Sebab uang yang digunakan dalam penyelenggaraan ibadah haji adalah uang jamaah.

Terkait polemik BPIH 2019 menggunakan rupiah atau dolar, belum ada komentar dari Kemenag. Sebelumnya usulan supaya BPIH ditetapkan kembali dalam dolar disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin di Komisi VIII DPR. Alasannya Lukman saat itu supaya tidak ada lagi talangan dana yang sangat besar untuk membayar selisih kurs seperti tahun ini.

Penyampaikan itu sekaligus dalam rapat perdana pembahasan BPIH 2019. Pada saat itu Kemenag mengusulkan BPIH 2019 ditetapkan sebesar USD 2.675 per jamaah atau sekitar Rp 38,7 juta. Nominal ini lebih besar dibandingkan dengan rata-rata BPIH 2018 yang dipatok Rp 35,2 jutaan. (wan/oni/JPG)

Proyek Tak Taat Jadwal Kontraktor Diberi SP-2

0

batampos.co.id – Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam memberikan surat peringatan (SP) kedua kepada kontraktor terkait mangkraknya pengerjaan peningkatan drainase di lingkungan Grya Batuaji Asri tahap empat RW 20.

Kepala Disperkimtan Batam, Eryudhi mengatakan pengerjaan memang mengenai bagian dari rumah warga. Saat ini genangan air yang dikeluhkan oleh warga juga sudah diperbaiki.

“PPTKnya sudah turun tadi mengecek. Tinggal penyelesaiannya saja lagi,” ucapnya.

Baca: Drainase Rusak Rumah Warga Grya Batuaji Asri

Mengenai plang nama proyek yang tidak dipasang menurutnya memang tidak dibenarkan. Ia mengakui proyek ini sudah diawasi dari awal. “Kami awasi, cuman pelaksana tidak taat pada jadwal. Kami juga tidak tahu alasannya,” ujarnya.

Ia menyebutkan proyek ini tetap harus selesai hingga akhir tahun ini. Masih ada kurang lebih dua minggu untuk menyelesaikan proyek yang terbengkalai ini.

“Harus siap karena anggaran tahun ini. Saya kebetulan masih di luar kota tapi tim sudah saya utus memantau jalannya proyek ini,” tambah Yudhi.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyebutkan tidak ada proyek yang mangkrak karena semua masih dalam proses pengerjaan.

“Tak ada yang tak selesai semua jalan,” tegasnya.

Ia juga enggan mengomentari proyek yang jelas-jelas sudah dikeluhkan warga tersebut. “Saya ada acara lagi. Mana ada proyek yang mangkrak,” singkatnya.

Sebelumnya, proyek yang sudah sebulan mangkrak itu merusak bangunan rumah dan juga menghalangi aliran air keluar dari lingkungan perumahan. Ratusan kepala keluarga di sana resah sebab belum ada kepastian kapan proyek drainase itu dirampungkan.

Ardi tokoh masyarakat di RT 01 menuturkan, sebelum proyek tanpa plang tersebut masuk, lingkungan pemukiman mereka aman-aman saja. Meskipun hujan deras air tetap mengalir lancar ke drainase induk menuju sungai Seilangkai.

Namun semenjak masuk proyek tersebut dua bulan yang lalu, aliran air dalam pemukiman jadi tidak lancar. “Karena bangun drainase asal-asalan saja. Proyek ini dari perkim tapi yang melaksanakan di lapangan abal-abal. Pasang box culver saja miring-miring. Sudah begitu tak disemen sehingga tak rata. Yang dipinggiran (tujuan aliran air dari dalam perumahan) lebih tinggi dari yang di dalam perumahanm,” keluhnya. (yui)

Drainase Rusak Rumah Warga Grya Batuaji Asri

0

batampos.co.id – Proyek peningkatan drainase di lingkungan perumahan Grya Batuaji Asri tahap empat RW 20, kelurahan Seilangkai, Sagulung bermasalah. Proyek dari Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Batam itu terbengkalai.

Proyek yang sudah sebulan mangkrak itu merusak bangunan rumah dan juga menghalangi aliran air keluar dari lingkungan perumahan. Ratusan kepala keluarga di sana resah sebab belum ada kepastian kapan proyek drainase itu dirampungkan.

Baca: Proyek Tak Taat Jadwal Kontraktor Diberi SP-2

Ardi tokoh masyarakat di RT 01 menuturkan, sebelum proyek tanpa plang tersebut masuk, lingkungan pemukiman mereka aman-aman saja. Meskipun hujan deras air tetap mengalir lancar ke drainase induk menuju sungai Seilangkai. Namun semenjak masuk proyek tersebut dua bulan yang lalu, aliran air dalam pemukiman jadi tidak lancar.

“Karena bangun drainase asal-asalan saja. Proyek ini dari perkim tapi yang melaksanakan di lapangan abal-abal. Pasang box culver saja miring-miring. Sudah begitu tak disemen sehingga tak rata. Yang dipinggiran (tujuan aliran air dari dalam perumahan) lebih tinggi dari yang di dalam perumahan,” kata Ardi.

Tidak itu saja proyek yang sudah berhenti bekerja itu juga merusak banyak rumah warga. Pinggiran rumah warga dikeruk pakai alat berat (beko) sehingga banyak teras atau samping rumah yang rusak. Bahkan ada juga tembok teras rumah warga di blok yang roboh. “Masjid juga kena. Mereka gali pakai beko jadi hancur pinggiran rumah warga,” tutur Ardi.

Erianto warga di blok T juga mengeluhkan hal yang sama. Dia dan sejumlah tetangganya menilai proyek tersebut asal-asalan dan dipaksakan sebab tidak ada urgensi yang mengharuskan adanya pelebaran atauapun pemdalaman drainase.

“Aman-aman saja selama ini. Setelah masuk proyek ini jadi amburadul rumah kami. Jalanan jadi sempit karena material ditinggalkan begitu saja. Sudah sebulan ini ditinggalkan begini saja tanpa kepastian kapan akan dirampungkan. Teras rumah warga sudah dirusakin (dikeruk) dibiarkan begitu saja seperti ini,” kata Erianto.

Dampak lain dari proyek mangkrak itu sampah rumah tangga menumpuk di depan rumah warga. Truk pengangkut sampah sudah sebulan tak masuk karena akses jalan banyak yang terputus. “Jalan dari gang satu ke gang lain jadi terputus karena galian (pelebaran drainase) ditinggalkan begitu saja. Sudah sebulan mobil sampah tak masuk sini,” ujar Erianto.

Pantauan Batam Pos di lapangan, situasi proyek memang amburadul. Proyek baru sebetas penggalian dan peletakam bokx culver. Boks culver diletakan begitu saja dalam galian drainase tanpa semenisasi (penguatan) sehingga tidak rata dan sejajar satu sama lain. Saat hujan, air menggenangi seluruh drainase yang sudah dikeruk itu.

Aliran air yang keluar dari dalam lingkungan perumahan sangat sedikit dan itupun setelah seluruh drainase lingkungan tergenang air. “Genangan ini bisa sampai sebulan ke depan pak karena memang tak menglir keluar,” kata Suhartini, warga lain.

Lurah Seilangkai Chandra Hernawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya persoalan itu. Dia sudah turun cek ke lapangan dan memang bermasalah. “Iya sudah saya cek. Itu proyek Perkimta dan kami sudah surati mereka. Masih menunggu tindak lanjut dari Perkimta,” ujar Chandra. (eja)

Mengenal Thalasemia, Kelainan Sel Darah Merah

0
Pixabay.com

Tidak ada yang diminta untuk dilahirkan dengan penyakit turunan. Semua orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat. Lalu, seperti apakah thalasemia ini sebenarnya?

FEBBY ANGGIETA PRATIWI, Batam

Dokter Klinik Penyakit Dalam di RS Awal Bros Batam, dr.Ani Yeo,SpPD mengatakan thalasemia adalah kelainan darah yang diakibatkan faktor genetika dan menyebabkan protein dalam sel darah merah dalam hal ini hemoglobin tidak berfungsi.

Pada keadaan normal, zat besi yang diperoleh tubuh dari makanan digunakan oleh sumsum tulang untuk menghasilkan hemoglobin. Sementara penderita thalasemia kadar hemoglobin ini rendah, kadarnya lebih kecil.

Sebelum menjelaskan lebih lanjut, Ani menyebutkan thalasemia sendiri terbagi menjadi dua yakni alfa (ringan) dan beta (berat). Alfa (minor) adalah kondisi protein alfanya terganggu, begitu pula halnya beta (mayor).

Sekedar informasi, pembentukan hemoglobin memerlukan 2 protein alfa dan 2 protein beta. Kedua jenis ini memiliki kaitan gen yang menentukan kadar keparahan penyakit yang diturunkan.

Untuk thalasemia ringan gejalanya juga tidak berat, biasanya hanya anemia ringan dan butuh transfusi darahnya sesekali ketika infeksi atau terluka. “Thalasemia berat yang kasihan. Karena harus rutin transfusi darah, karena itu tadi waktu hidup eritrositnya yang rendah,” ujarnya.

Thalasemia ini mempengaruhi waktu hidup eritrosit. Normalnya eritrosit hidup 120 hari, namun pada penderita thalasemia 30-60 hari. “Inilah yang menyebabkan penderita thalasemia mengalami anemia,”terang dokter kelahiran Selat Panjang, 2 April 1977 itu.

Kenapa bisa terjadi? Menurut dokter berambut lurus ini, thalasemia murni faktor genetik, jelas tidak menular. Namun, karena itulah penderitanya banyak karena thalasemia diturunkan oleh orangtua.

Pada banyak kasus dengan kondisi angka hidup eritrositnya pendek, penderita biasanya harus meregang nyawa di usia muda. “Dengan majunya dunia kedokteran sekarang, mereka dapat bertahan hingga 20 tahun,” ucapnya.

Thalasemia mengakibatkan sumsum tulang bekerja keras membentuk eritrosit sehingga penderita thalasemia berat tulangnya cenderung pipih. “Tulang jadi over aktif untuk produksi darah,” sebut Ani.

Thalasemia pada anak bisa ketahuan dari wajahnya. Kulitnya cenderung hitam karena zat besinya yang tersisa pada organ tubuh. Protein penyimpan zat besi atau dalam bahasa medis Ferritin. Ferrifin ini tidak bisa keluar secara alami, protein ini menempel di jaringan, khususnya di hati dan jantung.

“Penderita thalasemia anak-anak biasanya perutnya buncit, karena hatinya membesar karena membantu produksi darah. Normalnya produksinya (eritrosit) dari sumsum tulang. Nah, penderita thalasemia mayor ini biasanya membuat organ lain yang bisa membantu pembentukan sel darah merah terpaksa ikut bekerja. Sangat bahaya karena harus ekstra hati-hati menjaga anak dengan perut buncit akibat thalasemia ini,” paparnya.

Thalasemia ringan cukup susah didiagnosa, jadi harus dibantu oleh pemeriksaan medis. Karena pertumbuhannya bagus, hingga hidup seperti biasa. Ia mengungkapkan Indonesia termasuk angka kejadian tertinggi.

“Indonesia juara satu di Asia. karena itu, butuh screening lengkap atau cek darah untuk melihat Hb normal apa rendah, duanya bisa terjadi. Jika jenis-jenis Hb-nya rendah, sel darahnya kecil kecil, kita melihat lagi jumlah sel darah merahnya. Barulah ambil kesimpulan, apakah ini anemia atau thalasemia,” jelasnya.

Untuk memastikan itu perlu dilakukan pemeriksaan selanjutnya dengan dokter patologi klinik. Biasanya dokter akan langsung membaca sel darah merahnya satu persatu. Barulah bisa menarik kesimpulan apakah pasien adalah suspect thalasemia atau bukan.

Selain transfusi darah, penanganan lainnya untuk thalasemia berat adalah pembuangan deposit ferrifin. “Kalau dulu harus disuntik, sekarang sudah ada obat minum yakni obat kelasi besi yang dapat membantu pembuangan ferrifin di organ,” katanya.

Pada intinya penanganannya adalah dengan mempertahankan kadar hemoglobin normal untuk mempertahankan pertumbuhannya yang bagus. Jangan sampai terjadi komplikasi pada hati, jantung hingga sistem endokrin.

“Orangtua yang memiliki anak thalasemia harus aware (sadar, red). Mereka harus punya grup sendiri atau komunitas, sehingga yang terdiagnosa bisa saling share (berbagi) pengalaman juga. Bagaimana mengasuh anak,” tegas dokter lulusan S2 Fakultas Kedokteran Sam Ratulangi Manado itu.

Paling penting adalah pencegahannya. Agar sesama pembawa sifat ini tidak bertemu, yakni dengan screening pra wedding. Di kota besar seperti Jakarta dan kota-kota lainya seperti di Provinsi Sulawesi dan Sumatera cukup tinggi. Pemerintah sudah melakukan screening massal untuk kelompok resiko thalasemia ini, kembali semua keputusan kepada penderita tersebut.

Penyakit genetik, saat ini belum bisa dicegah melalui tindakan medis, hanya keputusan dari penderita saja. Screening ini dilakukan untuk mengetahui individu yang sebagai pembawa sifat, agar tidak menghasilkan penderita baru dengan thalasemia yang lebih berat.

Sembari menghela nafas cukup panjang, Ani menjelaskan angka prediksi jika salah satu pasangan suspect thalasemia. Misalnya salah satu orangtua yang pembawa sifat, maka anaknya lahir 50 persen sehat dan 50 persen menderita thalasemia. Kemudian, jika kedua orangtuanya mengidap thalasemia, maka perbandingannya 25 persen anak sehat, 50 persen pembawa sifat dan 25 persen thalasemia berat.

“Kita tidak tahu anak keberapa yang terkena thalasemia. Tidak bisa diprediksi, ini hanya pembagian porsi secara kasarnya saja,” ucapnya.

Lagi, penyakit genetik tidak bisa dicegah hanya bisa dipantau. Belum selesai mengingatkan kembali, Ani teringat dan memotong kalimatnya sebelumnya. Ia mengatakan pengobatan thalasemia sekarang ini bisa dilakukan yakni dengan cangkok sumsum tulang.

Sayangnya hasilnya tidak bisa diyakinkan berhasil 100 persen. Ada yang cangkok sumsum via tali pusat, tapi akan lebih baik cangkok sumsum tulang karena kemungkinan keberhasilannya yang lebih besar.

“Pendonor harus dari keluarganya. Sudah cocok donornya belum tentu bisa terima sel darahnya. Pendonor selanjutnya harus tetap konsumsi obat dan melihat sistem imunnya menerima atau tidak,” tutupnya.***

Disduk Terapkan Tanda Tangan Digital

0

batampos.co.id – Tahun depan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) akan menerbitkan aplikasi baru untuk mempercepat penerbitan Kartu Keluarga (KK) milik warga.

Kepala Disdukcapil Batam Said Khaidar mengatakan tahun depan penerbitan KK akan menggunakan sistem tanda tangan elektrik. Cara ini dinilai cukup ampuh mempersingkat waktu penerbitan. Sebab selama ini, KK baru bisa diterbitkan setelah mendapatkan tanda tangan dari kepala dinas.

“Selama ini saya yang tandatangan manual. Jadi kalau saya ke luar kota kan jadi terkendala penerbitan KK,” kata Said, Jumat (7/12).

Saat ini, pihaknya tengah mempelajari pergantian tanda tangan manual ke sistem aplikasi ini. “Kemarin saya sudah utus untuk mengetahui penerapan sistem baru ini tahun depan. Mungkin besok (hari ini, red) sudah ada caranya,” ungkap mantan Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Kota Batam ini.

Said menyebutkan, pengajuan KK setiap harinya bisa mencapai ratusan. Sekali tanda tangan berkas, bisa mencapai ribuan berkas KK. “Kemarin saya baru tandatangan 2.500 KK warga. Dan itu manual semua,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sebenarnya tidak ada persoalan dengan tandatangan manual. Sebab itu sudah menjadi tugas dari pelayanan Disdukcapil kepada warga. Namun kalau menggunakan sistem tentu ada nilai tambah. Penerbitan tetap bisa dilakukan walaupun Kadis (Kepala Dinas) tidak berada di tempat atau dinas luar,” tambahnya.

Meskipun demikian, ia tetap akan mengawasi penerbitan berkas ke depannya. Semua operator yang akan bertugas di bidang legalitas harus bisa bekerja dan bertanggung jawab. “Nanti ada pelatihan juga bagi pegawai terkait penerapan tandatangan digital ini,” ucap mantan Camat Batuampar ini. (yui)

Perusahaan Pemasok Komponen iPhone Pindahkan Pabriknya ke Batam

0

batampos.co.id – Perusahaan dan pemasok komponen terbesar bagi iPhone, Pegatron, akan memindahkan pabriknya dari Taiwan ke Batam. Batam dipilih sebagai tujuan diversifikasi pertama manufakturnya keluar dari Taiwan menyusul perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hioeng membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut, Pegatron diproyeksikan sudah memulai aktivitas produksinya di Batam pada pertengahan tahun depan.

“Sebelumnya Pegatron sudah datang ke sejumlah kawasan industri (di Batam) untuk melakukan survei,” kata Tjaw Hioeng, Jumat (12/6).

Ia juga membenarkan, pemindahan pabrik produk non-iPhone ke Batam ini merupakan imbas dari ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Karena akibat perang dagang tersebut, Amerika mengenakan tarif tinggi kepada produk yang diimpor dari Tiongkok.

“Ini adalah kesempatan Batam melihat peluang. Contohnya Pegatron ini yang masuk ke Batam,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Ayung ini mengatakan, Pegatron mengalami tekanan berat dari perang dagang. Perang dagang membuat produsen terhimpit karena meningkatnya upah dan berkurangnya tenaga kerja. Sementara biaya produksi semakin tinggi.

Ayung mengatakan, pada awalnya Pegatron menyukai Vietnam. Namun akhirnya pilihan lokasi relokasi pabrik Pegatron jatuh ke Batam. “Penyebabnya adalah lokasi Batam yang strategis dekat dengan Singapura,” paparnya.

Ayung menambahkan, saat ini belum ada kepastian di mana Pegatron akan menempatkan pabriknya di Batam. Menurut Ayung, ada kemungkinan akan menempati lokasi di dalam kawasan industri di Batam.

“Masih dalam tahap negosiasi dulu,” katanya.

Investasi akan dilakukan mulai sebulan ini dan bakal produksi penuh pada pertengahan 2019. Chairman Pegatron Tung Tzu-hsien baru-baru ini juga mengatakan, perusahaan tengah meningkatkan kapasitas produksinya di Taiwan Utara, Taoyuan untuk memenuhi permintaan yang kuat pada produk yang terkena dampak tarif impor dari AS.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo sudah mengisyaratkan bahwa Batam memang akan kedatangan investor asing yang bergerak di sektor industri pemasok komponen smartphone.

Bahkan BP Batam akan membangun lokasi khusus untuk industri pemasok komponen smartphone. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem industri smartphone yang berkelanjutan di Batam.

“Jika pemasok komponen smartphone bangun pabrik di sini, akan lebih efektif,” katanya.

Lukita menyebut Batam memiliki lokasi strategis karena berada di Selat Malaka. Sedikitnya ada enam ribu pelayaran melewati Selat Malaka setiap tahunnya. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibanding arus pelayaran dari Terusan Suez dan Terusan Panama.

Infrastruktur juga cukup memadai untuk menunjang aktivitas industri, khususnya industri pemasok komponen smartphone. Sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang positif bagi industri smartphone untuk tumbuh.

Selain Pegatron, BP Batam dibantu para pengusaha tengah berusaha merayu 24 industri pemasok komponen smartphone agar mau membuka pabriknya di Batam. Dengan demikian, maka produksi bisa lebih cepat dan biaya produksi lebih murah karena jarak antara pabrik smartphone dan pemasok komponennya semakin dekat.

Selain itu, pasar Indonesia juga sangat luas. Hal ini dinilai dapat menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan perakit maupun pemasok komponen smartphone untuk mengembangkan bisnisnya di Batam. Pihaknya berharap banyaknya keunggulan yang ada di Batam ini bisa menjadi daya tarik perusahaan-perusahan pemasok komponen smartphone agar membangun pabriknya di Batam. (leo)

1.697 Rumah di Bogor Terdampak Puting Beliung

0
Warga Kelurahan Batu Tulis memperbaiki rumahnya setelah diterjang angin puting beliung. (Rangga/Metropolitan/Jawa Pos Group)

batampos.co.id – Lebih dari 1.600 rumah di 8 kelurahan di Kota Bogor terkena dampak terjangan puting beliung. Pemerintah setempat sudah menyiapkan anggaran Rp 6 miliar untuk tanggap darurat.

“Namun, penggunaannya akan dikoordinasikan terlebih dahulu,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya setelah memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, seperti dilansir Radar Bogor (grup batampos.co.id) kemarin (7/12).

Puting beliung itu terjadi Kamis sore (6/12). Data yang dikumpulkan Pemkot Bogor, 1.697 unit rumah terdampak. Tersebar di delapan kelurahan: Batu Tulis, Lawanggintung, Pamoyanan, Cipaku, Ranggamekar, Sukasari, Baranangsiang, dan Babakan Pasar.

Kelurahan Batu Tulis, menurut Bima, menjadi lokasi terparah. Tercatat 472 unit rumah rusak. Sebanyak 280 unit di antaranya rusak berat. Kemudian, di Pamoyanan 452 unit. Sebanyak 250 di antaranya rusak berat.

Diikuti Kelurahan Cipaku 224 unit, Babakan Pasar 178 unit, Sukasari 139 unit, Lawanggintung 112 unit, Ranggamekar 65 unit, dan Baranangsiang 55 unit.

“Saya instruksikan untuk rekan-rekan di wilayah mendata rumah tersebut sesuai kategori, yang mana rusak berat, sedang, dan ringan. Harus by name by address dan cek juga status kepemilikan tanah agar tidak terjadi masalah baru,” jelasnya.

Menurut Bima, yang menjadi prioritas saat ini adalah menyediakan kebutuhan sandang, pangan, kesehatan, dan kebutuhan air bersih warga. “Kami juga instruksikan dinsos dan BPBD untuk membuka dapur umum,” tuturnya.

Warga terdampak saat ini mulai mengisi posko-posko pengungsian. Pemkot Bogor sudah membuka beberapa posko. Di antaranya, posko di bekas PT IMI Cipaku untuk wilayah Bogor Selatan, kantor Kecamatan Bogor Timur untuk wilayah Bogor Timur, dan kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk wilayah Bogor Tengah.

Bima juga membuka partisipasi warga untuk meringankan beban keluarga korban bencana. Berupa pakaian, seragam sekolah, terpal, selimut, obat, pamper, pembalut, karpet, sembako, dan bantuan tunai melalui rekening Dinsos Kota Bogor yang akan segera diumumkan. (gal/c10/ttg)

Feri Antarpulau Segera Beroperasi

0
SB Anambas Bermadah dalam perjalanan dari Tanjungpinang ke Letung setelah selesai dikerjakan, Jumat (7/12). (Dokumentasi Humas Pemkab Anambas untuk Batam Pos)

batampos.co.id – Pengadaan feri antarpulau oleh Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas sudah selesai. Saat ini feri tersebut dalam perjalanan dari Tanjungpinang menuju Anambas.

”Tadi pagi sudah ditarik ke Anambas dengan kapal kargo. Setelah sampai Letung, feri akan berlayar ke Tarempa,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen Nurullah, Jumat (7/12).

Feri yang diberi nama SB Anambas Bermadah tersebut berukuran sedang dengan panjang sekitar 15 meter. Speed tersebut berbahan dasar aluminium de-ngan jumlah tempat duduk 24 kursi. Kapasitas mesin tiga kali 250 pk. Dengan kecepatan bisa sampai 25 hingga 26 knot dengan bahan bakar premium.

Feri tersebut dibuat PT Galaxy yang berlokasi di Tanjungpinang dengan nilai kontrak Rp 4,2 miliar.

”Panjangnya sekitar 15 meter kalau lebarnya belum tahu pasti,” katanya.

Dia memperkirakan hari ini, Sabtu (8/12), feri sudah sampai di Letung dan melanjutkan perjalanan ke Tarempa. Setelah sampai ke Tarempa baru akan diresmikan. ”Nanti kalau sudah sampai akan diresmikan,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai operasional feri apakah diope-rasikan pihak ketiga atau tidak, dia belum tahu pasti.

”Yang penting tiba di Tarempa dulu,” jelasnya.

Nurullah menyebut proyek pengadaan feri tersebut didampingi Tim Pengawal Pe-ngamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). ”Iya, ini masuk pengawasan TP4D,” tambahnya. (sya)