Jembatan Barelang. foto: batampos.co.id / putut ariyotejo
batampos.co.id – Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam mengajak semua pengusaha di Batam untuk bisa berkontribusi menata destinasi wisata di Batam. Terutama ikon Batam saat ini, jembatan satu Barelang. Di mana hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Batam akan mengunjungi tempat tersebut.
“Kita minta perusahaan-perusahaan besar untuk bisa ikut bergabung membangun pariwisata di Batam ini. Jembatan satu itu misalnya, masih harus terus ditata seindah mungkin,” kata ketua TSP Kota Batam Johanes Kennedy, Selasa (6/11).
Menurut Jhon, membangkitkan ekonomi di Batam tidak harus melalui industri manufaktur tetapi dari berbagai sektor, termasuk pariwisata. “Disinilah kita para pengusaha berupaya untuk menciptakan destinasi wisata yang aman dan nyaman untuk pengunjung,” tambahnya.
Khusus untuk jembatan satu Barelang, menurut Jhon masih belum tertata dengan rapi. Kios-kios yang berada di pinggir jalan sekitar jembatan belum tertata rapi. Padahal seharusnya, kios-kios tersebut bisa ditata rapi dan ditempatkan di bawah jembatan.
“Justru di bawah jembatan ini yang paling bagus tempatnya. Ini bisa ditata sebaik mungkin dan akan semakin banyak turis yang berkunjung ke sana,” katanya.
Di bawah jembatan bisa ditata pusat kuliner yang nyaman dan aman. Didukung dengan tempat bersantai bagi para wisatawan untuk menikmati indahnya pemandangan dari bawah jembatan.
“Jadi tak usah lagi ada yang jualan di atas jembatan. Parkir di sana juga tidak boleh lagi. Di atas jembatan itu harusnya hanya bisa jalan kaki untuk berfoto saja,” katanya.
Untuk membuat jembatan ini semakin indah, ia berharap rencana BP Batam untuk membuat lampu warna warni di jembatan akan segera terwujud.
“Intinya bagaimana membuat turis semakin betah di Batam. Harus kita upayakan mereka long stay di Batam,” katanya.
Sebelumnya, Forum Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP) akan membangun dua tempat peristrahatan atau rest area sepanjang jembatan satu sampai jembatan enam. Ini ditujukan untuk memanjakan para turis ke daerah galang yang sering kewalahan untuk mencari kamar mandi atau tempat bersantai sebelum sampai ke tempat tujuan.
Selain kamar mandi, nanti rest area ini akan dilengkapi dengan musolah, tempat makan, tempat bermain anak, dan parkir. Ini semua perlu dilakukan untuk membuat turis aman dan nyaman selama di Batam. (ian)
Dirnarkoba Polda Kepri Kombes Yani (kiri) bersama Kabid Humas Polda Kepri S. Erlangga menunjunkan barang bukti narkoba hasil tangkapan beserta sejumlah tersangka saat ekpos di Mapolda Kepri, Selasa (6/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Polda Kepri mengamankan sebanyak 2,9 kg sabu dan 2331 butir ekstasi dari tangan 6 orang tersangka selama Oktober dan November. Seluruh barang bukti itu hasil dari pengungkapan empat kasus dilakukan polisi dan Avsec Hang Nadim.
“Pengungkapan dilakukan hasil sinergi dan koordinasi semua pihak,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Yani Sudarto, Selasa (6/11).
Ia mengatakan kasus pertama tersebut bermula ditangkapnya Hz, selaku kurir sabu, 26 Oktober lalu. Dari tangan Hz diamankan sebanyak 1,7 kg sabu dan 2331 butir ekstasi. Dari pengakuan Hz, selama pengiriman barang haram ini dia dikoordinir oleh R, warga Batam.
“Kami lakukan pendalaman, akhirnya sehari kemudian kami bekuk R,” tuturnya.
R, kata Yani merupakan pemain lama yang telah malang melintang dalam pengiriman sabu. Dari R, diketahui pemilik sabu tersebut WN Malaysia.
“Mr x selaku pemilik ini, sedang di kejar dengan kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia,” ucapnya.
Selain mengungkap jaringan sabu internasional. Yani menuturkan jajaranya juga berhasil membekuk pengedar sabu di kawasan Kampung Aceh,Mukakuning.
“Di sana itu amankan dua pengedar, beda jaringan. Pengedar pertama dengan inisial A dengan barang bukto 84 gram sabu,” ucapnya.
Lalu, bandar kedua, Mk ditangkap dua hari kemudian di lokasi yang sama. Dari tangan Mk diamankan sebanyak 400gram sabu. Sabu tersebut rencananya akan diedarkan untuk pembeli yang mendatangi kawasan tersebut.
“Kasus kedua bandar yang kami amankan dikawasan Kampung Aceh ini sedang kami dalami,” ucapnya.
Yani mengatakan sebanyak 709 gram sabu didapat hasil dari pelimpahan dari Satuan Pengamanan Bandara Internasional Hang Nadim (AVSEC), 4 November lalu. Sabu itu diamankan dari dua orang kurir sabu yang berencana membawa sabu menuju Jakarta dan Jambi.
“Walaupun ditangkap saat bersamaan, tapi keduanya beda jaringan,” ungkap Yani.
Namun, keduanya memiliki modus yang sama dalam menyelundupkan sabu yakni memasukan ke dalam sepatu.
“Untungnya petugas Avsec sigap dan berhasil mengamankan mereka. Kasus ini juga dalam pengembangan kami,” tuturnya. (ska)
batampos.co.id – Aditya Saputra, 3, harus merasakan sakit akibat tumor ganas yang bersarang dipinggulnya selama dua tahun. Tumor yang bermula dari benjolan kecil ini, tak kunjung hilang walaupun sudah diobati. Abdullah selaku orangtua, pernah membawa Aditya ke Jakarta atas bantuan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri. Namun, karena keterbatasan biaya Abdullah terpaksa membawa pulang kembali anaknya.
“Pengobatan memang tidak bayar. Tapi biaya hidup kami di Jakarta tak ada lagi, makanya saya kembali pulang,” katanya, Selasa (6/11).
Sejak balik dari Jakarta, beberapa waktu lalu Aditya tak lagi mendapatkan pengobatan. Akibatnya, tumor ganas itu semakin membesar. Sehingga menyulitkan Aditya untuk bergerak.
“Saya cuman nelayan pak, gak punya uang dan pengetahuan untuk obatin anak,” tuturnya.
Namun, kini Abdullah merasa lega setelag Polda Kepri memboyong anaknya ke Rumah Sakit Bhayangkara. Tidak hanya itu saja, Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto meminta jajarannya membantu secara penuh proses pengobatan Aditya.
“Saya senang, pak polisi bisa membantu kami,” tuturnya.
Abdullah berharap dipengobatan kali ini, penyakit anaknya bisa terobati. “Saya harap tumor itu lagi ada dipantat anak kami,” ucapnya.
Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto mengatakan siap membantu kesembuhan Aditya. “Kami akan koordinasikan dengan jajaran yang ada untuk penyembuhan anak ini,” ujarnya.
Andap mengatensikan ke jajaranya untuk membantu semaksimal mungkin penyembuhan Aditya. Tidak hanya itu, Andap juga meminta jajaranya untuk melakulan koordinasi dengan instansi lain.
“Pengobatan tidak bisa dilakukan disini (RS Bhayangkara). Kami usahakan ke Rumah Sakit yang berwenang melakukan tindakan. Tapi hingga ada rumah sakit terkait yang bisa menampung, Aditya dan keluarganya boleh tinggal selama mungkin disini. Gratis,” ungkapnya.
Terkait penyakit Aditya, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Hartono mengatakan bahwa Rapdomiosarkoma sejenis tumor ganas yang ada diotot. Penindakan terhadap tumor ini dilakukan secara bertahap.
“Operasi, lalu kemoterapi. Proses penyembuhan tergantung pasien, bisa memakan waktu mulai 6 bulan hingga 1 tahun,” tuturnya. (ska)
Berdiri sejak tahun 1998, Jembatan Barelang merupakan jembatan cable stayed pertama di Indonesia. Kini, landmark Pulau Batam ini menjadi destinasi wisata favorit bagi pelancong lokal maupun mancanegara.
RIFKI SETIAWAN LUBIS, BATAM
Cuaca cerah menghiasi langit Kota Batam, Jumat (2/11) siang. Dari Kawasan Wisata Dendang Melayu, Jembatan Raja Haji Fisabilillah atau biasa dikenal sebagai Jembatan Barelang tampak terlihat gagah membentang dari Pulau Batam menuju Pulau Tonton.
Saat itu, Dendang Melayu dipadati ratusan wisatawan lokal dan mancanegara. Ikon bertuliskan Barelang Bridge di Dendang Melayu memang menjadi lokasi swafoto favorit karena berlatar belakang Jembatan Barelang.
Jembatan ini memang menjadi destinasi digital favorit karena memiliki panorama yang bagus. Baik siang maupun senja, dengan sedikit sentuhan fotografi, maka akan diperoleh foto yang menarik. Tiap tahun ada 1,5 juta wisatawan lokal dan mancanegara yang mengunjungi landmark Kota Batam ini dan mengabadikan momen disana.
Kemegahan jembatan yang juga dikenal sebagai Jembatan Satu dan Jembatan Habibie ini juga menyiratkan kekaguman bagi Eddy Sutrisno. Penulis ini tak henti-hentinya memandang takjub jembatan yang mulai dibangun pada tahun 1993 ini.
“Jembatan ini merupakan jembatan cable stayed pertama di Indonesia. Dan yang membangun merupakan insinyur-insinyur terbaik Indonesia saat itu,” ungkapnya Eddy yang juga merupakan Ketua Batam Heritage Society.
Eddy kelihatannya sudah tak sabar lagi untuk menceritakan sejarah pembangunan jembatan yang memiliki panjang 644 meter ini. Dari mimik wajahnya, ia kelihatan tidak akan menundanya barang sedetik pun.
“Jembatan ini dibangun bersama lima jembatan lainnnya untuk menghubungkan Pulau Batam hingga Pulau Rempang dan Galang,” tutur Eddy.
Kisah pembangunan dimulai pada tahun 1992. Saat itu wilayah kerja pengelola Pulau Batam yakni Otorita Batam diperluas lewat turunnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 28 Tahun 1992. Dari yang semula hanya Pulau Batam, ditambah lagi dengan Pulau Rempang dan Pulau Galang dengan terbitnya Keppres tersebut.
Jembatan Barelang kala senja. foto: Andi Mubestan – Humas BP Batam untuk batampos
Namun saat itu antara Pulau Batam dengan Pulau Rempang dan Galang belum ada koneksi sama sekali.
Ketua Otorita Batam saat itu yakni BJ Habibie kemudian menggagas ide pembangunan enam jembatan trans yang menghubungkan Pulau Batam hingga Pulau Galang di ujung.
“Kemudian pada tahun 1993 mulai mendesain master plan jembatan trans dengan melibatkan Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gajah Mada. Mereka membangun detail enggineering design (DED)-nya. Proyek ini disebut Proyek Trans Batam Rempang Galang (Barelang),” papar Eddy.
Bukan hanya jembatan saja yang dibangun, jalan raya juga dibangun. Total panjang jalan dan jembatan dari proyek Trans Barelang mencapai 54 kilometer, terdiri dari 52 kilometer jalan dan dua kilometer untuk enam jembatan. Total dana negara yang dikeluarkan untuk membangun proyek ini mencapai Rp 370 miliar saat itu.
“Selain itu, dasar dari pembangunan proyek ini yakni karena cetusan Teori Balon Habibie,” imbuhnya.
Teori Balon Habibie mengibaratkan perekonomian Singapura, Batam dan kawasan sekitarnya seperti sebuah sistem balon yang dihubungkan satu sama lain dengan katup.
Ketika salah satu balon terus menerus memuai, maka suatu saat tekanannya akan melebihi titik kritis sehingga bisa pecah. Untuk mencegah agar balon pertama tidak pecah, maka balon kedua dapat mengambil kelebihan tekanan melalui katup dan dapat membesar tanpa menyebabkan balon pertama kempes. Prosesnya akan terus berlanjut hingga balon ketiga, keempat dan seterusnya.
Balon pertama yakni Singapura akan terus membesar karena perekonomiannya memang maju pesat sehingga kemungkinan akan dialirkan ke Batam. Dan setelah Batam ikut membesar, kemudian diberi katup agar bisa dialirkan ke Rempang dan setelah membesar diberi katup lagi untuk dapat dialirkan ke Galang dan seterusnya.
“Menurut Habibie, balon-balon itu merupakan perekonomian suatu kawasan, akan mampu berkembang hingga tekanan kritisnya tanpa pecah atau dikempeskan balon lain,” ujarnya.
Proyek Trans Barelang akhirnya selesai pada tahun 1998. Dari enam jembatan hanya jembatan pertama yang menggunakan teknologi baru yakni jembatan cable stayed. “Untuk saat itu, jembatan ini merupakan sebuah prestasi luar biasa dari anak bangsa dan merupakan simbol keberhasilan Batam dari sisi teknologi,” ucap Eddy bangga.
Setelah selesai, maka jembatan pertama ini diberi nama Jembatan Raja Haji Fisabilillah. Nama ini merupakan figur legendaris Pahlawan Kerajaan Melayu yang menjabat sebagai Yang Dipertuan Muda Riau Keenam (1777-1784). Kalau dalam tata kelola pemerintahan, maka jabatan tersebut setara dengan perdana menteri.
Raja Haji Fisabilillah ini dikenal sebagai pribadi yang tegas, keras, berani dan cakap mengatur pemerintahan dan ekonomi. Ia juga ahli dalam siasat perang laut. Nama yang sangat cocok untuk menggambarkan kemegahan dari jembatan yang merangkai pulau-pulau ini.
Sekian dengan sejarahnya, Eddy kemudian mengungkapkan bahwa jembatan ini juga merupakan pintu gerbang menuju kawasan wisata lainnya di seputar Pulau Rempang dan Galang.
“Potensinya wisata di Rempang dan Galang itu besar, apalagi untuk mengembangkan wisata bahari berbasis ekologi. Contohnya snorkeling, fishing island, hopping, scuba diving dan potensi terbaru seperti yachting,” ungkapnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam saat ini masih mengembangkan gugusan Pulau Abang yang berada di sekitar Pulau Galang sebagai kawasan konservasi laut. Sehingga jalur jalan raya Trans Barelang akan menjadi jalur favorit bagi para pelancong untuk berwisata di Batam.
Apalagi jika membahas mengenai potensi wisata di Pulau Rempang dan Galang. Hingga saat ini, kawasan tersebut memiliki sejumlah pantai-pantai indah yang siap untuk dieksplorasi wisatawan, seperti Pantai Setokok, Pantai Melayu, Pantai Melur, Pantai Vio-Vio dan lainnya. Selain itu, masih ada destinasi wisata berbasis sejarah seperti Kampung Vietnam di ujung jembatan enam Pulau Galang.
Ia juga memberikan saran kepada Pemko Batam agar mengembangkan Dendang Melayu sebagai pusat informasi wisata. “Nanti di dalamnya juga bisa dimuat mengenai sejarah Jembatan Barelang dan kalau perlu ada videonya. Jadi semacam visitor centre berpadu dengan tourism information centre,” sarannya.
Eddy yakin jika destinasi wisata unggulan seperti Jembatan Barelang dan sekitarnya digarap secara profesional, maka pariwisata di Kepri, khususnya Batam akan meningkat. Sehingga target tahun 2019 untuk mendatangkan wisawatan sebanyak empat juta orang per tahun bukanlah mimpi lagi.
“Idealnya dengan segala infrastruktur yang dimiliki Batam itu bisa mengakomodir wisawatan sebanyak tujuh juta orang detik ini juga. Jadi ini soal pengembangan destinasi wisata,” ucap Eddy dengan penuh harap.
Lighting Akan Hiasi Jembatan Barelang
Jembatan Barelang merupakan salah satu destinasi wisata yang instagrammable. Panorama dari atas jembatan setinggi 38 meter ini sangat luar biasa, karena dapat melihat lautan luas dan pulau-pulau yang terhampar di sekitarnya.
Salah seorang wisatawan mancanegara asal Inggris, Arlene Rashford mengakui hal tersebut. Ia datang jauh-jauh dari belahan bumi barat untuk menikmati alam di Asia Tenggara. Lalu, wanita bule ini datang ke Batam karena merupakan pintu gerbang masuk menuju Indonesia.
Ia mencoba menghabiskan waktu selama seminggu di Batam. Baru setelah itu menuju Bali dan negara Asia Tenggara lainnya. Arlene sangat tertarik dengan Jembatan Barelang ini karena memiliki pemandangan yang indah.
“Laut di sekelilingnya. Ini pemandangan yang keren. Luar biasa,” ungkapnya dengan nada yang bersemangat.
Sebenarnya, target utama dia adalah mengunjungi Kampung Vietnam. Arlen menyukai destinasi wisata sejarah. Namun saat melewati jembatan ini, ia berhenti sebentar untuk menikmati pemandangan laut di depan mata.
“Jembatan bisa juga dikatakan sebagai destinasi wisata sejarah karena juga merupakan saksi tumbuhnya dari sebuah peradaban,” ungkapnya.
Setelah itu, ia mengambil beberapa foto dirinya berlatar belakang Jembatan Barelang sebagai kenang-kenangan. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya ke Kampung Vietnam.
Pemandangan yang bagus memang menjadi alasan mengapa banyak pelancong yang suka berswafoto di Jembatan Barelang. Jembatan Barelang memang menjadi destinasi wisata di Batam yang paling banyak diposting di Instagram.
Di Instagram, ada sekitar 24.500 foto dengan tagar Barelang Bridge. 9284 foto dengan tagar Jembatan Barelang dan 1659 foto dengan tagar Jembatan Barelang Batam.
Ini membuktikan bahwa jembatan kebanggaan masyarakat Batam ini memang instagrammable dan menjadi favorit wisatawan. Otorita Batam yang sekarang telah berganti nama menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pemilik aset Jembatan Barelang menyadari hal tersebut.
Pemandangan dan nilai historisnya memang menjadi sumber daya pikat yang mampu menarik minat wisatawan. Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan akan menyulap Jembatan Barelang menjadi lebih cantik lagi. Caranya adalah dengan memberikan pencahayaan kepada jembatan kebanggaan masyarakat Batam ini.
“Kami berencana dan mudah-mudahan terlaksana siapkan satu desain untuk Jembatan Barelang. Jembatan tersebut akan diberi pencahayaan (lighting),” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo belum lama ini.
Pencahayaan yang diberikan ke Jembatan yang memiliki nama lain yakni Jembatan Raja Haji Fisabilillah ini akan menciptakan ikon baru selain dari jembatan itu sendiri.
“Jembatan Barelang akan punya cahaya gemerlap dan akan jadi tambahan ikon. Dan kami usahakan desainnya segera selesai dan prosesnya bisa diselesaikan di akhir tahun 2018,” harapnya.
Tentunya dengan ditambahkan pencahayaan tersebut menjadikan Jembatan Barelang lebih terang dan penuh warna warni, sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun internasional saat mengunjunginya.(*)
batampos.co.id – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Hernowo menyebut kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di Batam akhir-akhir ini diakibatkan faktor ekonomi. Ia mengatakan pelaku pencurian melakukan tindakan kriminal, lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Tak dipungkiri, faktor ekonomi membuat pelaku melakukan perbuatan melanggar hukum,” katanya, Selasa (6/11).
Namun untuk memastikan hal itu, kata Hernowo membutuhkan pengakjian.
“Hingga kini, kami belum mengkaji lebih dalam terkait faktor ekonomi menimbulkan riak kriminal di Batam,” ungkapnya.
Ia mengatakan dalam bulan-bulan ini, jajaran polisi di Batam sering mengamankan pelaku pencurian sepeda motor.
“Data pastinya saya tidak pegang, karena banyaknya pengungkapan ini dilakukan jajaran di Batam,” tuturnya.
Hernowo berharap masyarakat selalu berhati-hati. Dan selalu menggunakan kunci ganda, ketika memarkir kendaraanya. “Segera laporkan bila kehilangan, agar bisa ditindak lanjuti,” pungkasnya. (ska).
batampos.co.id – SMK Penerbangan Angkasa Nasional (SPAN) Batam di Jalan Hang Tuah Komplek Ruko Odessa Blok A 16 nomor 15/16 Simpang Bandara Batamcentre menyelenggarakan program ekstrakurikuler olahraga seni bela diri Taekwondo.
Meski masih hitungan bulan, peminat olahraga seni bela diri yang berasal dari Korea ini cukup luar biasa di kalangan siswa SMK Penerbangan Angkasa Nasional (SPAN) Batam.
Bendahara SMK Penerbangan Angkasa Nasional (SPAN) Batam, Mentari Ayu menjelaskan, peserta yang mengikuti olahraga Taekwondo ini berasal dari seluruh siswa kelas 1 dan 2 SMK Penerbangan Angkasa Nasional Batam .
Tujuan dibukanya ekstrakurikuler seni bela diri ini untuk menciptakan atlet berprestasi dari sekolah, baik di tingkat daerah maupun Nasional dan bila memungkinkan hingga ke tingkat Internasional.
“Saya ingin siswa-siswi kami bisa mencintai olahraga ini. Dan kelak menjadi anak yang disiplin akan waktu dan ilmu yang telah diberikan,” ujar Ayu.
Ayu menambahkan, bahwa kegiatan ektrakurikuler ini bertujuan untuk menyediakan, memandu, dan membantu siswa dalam pengembangan minatnya agar mempunyai semangat baru untuk lebih giat belajar serta menanamkan rasa tanggung-jawabnya sebagai seorang manusia yang mandiri.
“Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ikut andil dalam menciptakan tingkat kecerdasan siswa. Biasanya, siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler akan terampil dalam berorganisasi, mengelola, memecahkan masalah sesuai karakteristik ekstrakurikuler yang digeluti,” terangnya.
Sabeum Soewito Trikusuman selaku pelatih taekwondo di SMK Penerbangan Angkasa Nasional (SPAN) Batam mengatakan, kegiatan ekstrakurikuler taekwondo ini menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kepribadian siswa.
“Setiap dojang pasti memiliki keunggulan tersendiri, begitu juga dengan dojang ini. Namun yang lebih penting adalah dengan mengikuti kegiatan ektrakurikuler taekwondo ini diharapkan akan terbentuk murid yang sehat dan kuat, baik itu fisik dan juga mentalnya,” terang pemegang sabuk Dan IV Kukkiwon itu. (cr11)
batampos.co.id – Karyawan PT Nagano masih bertahan menjaga aset perusahaan yang berada di kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Seibeduk. Seperti yang nampak Selasa (6/11/2018).
“Sampai hari ini belum dibayar sepeserpun,” ujar Hamida, seorang karyawan di lokasi perusahaan.
“Hamida dan puluhan karyawan lain memilih bertahan menjaga aset karena mereka sangat membutuhkan uang dari tunggakan gaji dan hak-hak mereka itu.
“Bukan sedikit angkanya. Yang kerja diatas sepuluh tahun diatas, Rp 100juta pasangonnya perorang,” ujar Hamida.
Seperti telah diberitakan, PT Nagano Drilube Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Batamindo, Batam. Bos perusahaan asal Jepang itu kabur tanpa membayar gaji 52 karyawannya.
Kaburnya bos PT Nagano ini membuat para pekerjanya cemas. Selasa (11/9/2018) mereka mendatangi pabrik dan berharap ada kejelasan soal gaji bulan terakhir mereka yang belum dibayar perusahaan.
Seorang karyawan PT Nagano, Nursani, mengatakan pihak perusahaan memang merumahkan seluruh karyawannya per Rabu (5/9) lalu. Namun sehari sebelumnya, atau pada Selasa (4/9), seluruh karyawan masih bekerja seperti biasa.
batampos.co.id – Polsek Dabo Singkep mengamankan lima anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dengan kondisi mabuk akibat meminum minuman keras jenis tuak di kafe remang-remang kawasan wisata pantai Sergang, Sabtu (3/11) malam.
Selain lima anak yang duduk di bangku SD tersebut, razia cipta kondisi oleh Polsek Dabo Singkep juga mengamankan 18 anak yang kmasih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keseluruhan anak diamankan Polsek Dabo Singkep karena kedapatan keluyuran pada malam hari.
“Total anak yang kami amankan 26 orang. Satu di antaranya perempuan yang duduk di bangku sekolah salah satu SMK di Dabo,” ujar Kapolsek Dabo Singkep Iptu Hanif Chanifa kepada Batam Pos, Senin (5/11) pagi.
Untuk delapan anak termasuk lima orang yang masih duduk di bangku SD Hanif memberikan hukuman wajib lapor setelah diserahkan kepada orang tuanya. Tujuannya untuk memberikan efek jera kepada mereka agar tidak mabuk-mabukan lagi.
Lebih lanjut Hanif mengatakan, sanksi yang diberikan kepada pengelola kafe di kawasan pantai Sergang juga dikenakan wajib lapor. Tindakan ini diambil karena terbukti memberikan peluang anak sekolah untuk melakukan tindakan yang semestinya belum mereka lakukan seperti mabuk-mabukan, keluar hingga larut malam dan lainnya.
Selain itu, kafe tersebut ditutup sementara waktu sampai adanya izin yang jelas dan resmi dari Pemkab Lingga. Sebab pemlik kafe, sambung Hanif, belum dapat menunjukkan izin usaha kafe tersebut. (wsa)
batampos.co.id – Kuota dari beberapa formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibuka Pemko Batam tahun ini terancam tak terisi. Sebab dari separoh lebih peserta yang ikut tes, hanya 90 orang yang lulus. Padahal kuota CPNS yang dibutuhkan sebanyak 363 kursi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kota Batam, M Syahir, menyebutkan sejak Jumat (26/11) hingga Senin (5/11) lalu, sudah ada 2.600 peserta yang masuk jadwal tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Namun dari jumlah itu, hanya 2.458 yang ikut tes. Sebanyak 142 lainnya absen atau tidak ikut tes.
“Dari 2.458 yang ikut tes, hanya 90 yang lulus,” kata Syahir, Senin (5/11).
Padahal, jumlah peserta yang ikut tes itu sudah mencapai lebih dari separoh dari total pelamar CPNS yang lolos seleksi administrasi, yakni sebanyak 5.399.
Melihat hasil tes sementara ini, Syahir mengaku bukan tidak mungkin nantinya akan ada formasi CPNS yang lowong karena tidak terpenuhi kuotanya. Terkait hal ini, Syahir mengaku akan melaporkannya ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB).
“Tentu itu akan dibahas nanti, belum ada keputusan. Sekarang kami fokus pada tahapan yang sedang berjalan,” imbuhnya.
Selain itu, Syahir juga menyebut lima formasi atau jatah untuk honorer kategori 2 (K2) sudah dipastikan akan lowong. Sebab dari tujuh kuota yang tersedia, formasi K2 ini hanya dilamar oleh dua orang saja.
Sejumlah Peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melihat hasil ujian usai mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) di Gedung Bersama Pemko Batam, Sabtu (3/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Sementara Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga mengaku akan menyampaikan kondisi rendahnya tingkat kelulusan peserta tes CPNS ini ke KemenPAN-RB. Selanjutnya, Pemko Batam akan meminta arahan dari pusat terkait langkah apa yang akan diambil jika hingga akhir tes nanti kuota CPNS tak terpenuhi.
“Misal kuota 250, lulus hanya enam orang, itu kan tak sampai lima persen. Kami akan laporkan ke Jakarta, apa solusi untuk ini. Prinsipnya, semua itu kewenangan pusat, saya hanya melaporkan,” kata Rudi di Kantor DPRD Batam, kemarin.
Namun, Rudi menilai kekosongan formasi CPNS nanti harus diusulkan kembali ke pusat.
“Kalau tidak begitu, nanti tak ada pegawai (baru). Sekarang masih proses tes SKD kan, belum tes yang lain, masih banyak,” ucapnya.
Selain itu, ke depannya Rudi mengaku akan mengevaluasi soal nilai batas minimal kelulusan atau passing grade. Jika memungkinkan, ia akan mengusulkan agar passing grade tes CPNS diturunkan agar tidak memberatkan peserta.
“Mungkin saja, misal hari ini passing grade 290, jadikan 200,” imbuhnya.
Seperti diketahui, ada 5.399 pelamar akan berebut 363 formasi CPNS di lingkungan Pemko Batam. Mereka akan mengikuti tes SKD secara bergelombang dengan jumlah peserta tes rata-rata 250 orang per hari, kecuali hari Jumat.
Tes SKD ini akan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 17 November mendatang. Tes akan digelar setiap hari, termasuk hari Sabtu dan Minggu. (iza)