Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11628

Kala MT Eastern Glory Menubruk Jembatan 2 Barelang, Angin Berhembus 30 Kilometer per Jam

0

batampos.co.id – Insiden kapal menubruk Jembatan Barelang, Batam, kembali terulang. Rabu (23/1/2019) sekitar pukul 14.25 WIB kemarin kapal tanker Eastern Glory menghantam Jembatan II Barelang setelah sebelumnya hanyut terbawa arus.

Tanker itu awalnya sandar di dermaga depo penampungan BBM di Kampung Pulau Nipah yang terletak di ujung Jembatan II Barelang. Sesaat sebelum kejadian, kapal tersebut ditarik sebuah tugboat keluar dari dermaga. Sebab ada kapal lain yang akan masuk dan sandar di sana.

Seorang saksi mata, Muhammad, mengatakan saat itu arus laut memang cukup deras. Selain itu, angin juga bertiup kencang.

Kata Muhammad, saat bergerak sekitar 20 meter dari dermaga, tiba-tiba poisisi kapal mulai miring dan terseret arus ke arah Jembatan II Barelang yang memiliki nama Jembatan Nara Singa itu.

Melihat kondisi tersebut, satu tugboat lainnya datang untuk memberi bantuan.

“Tugboat yang satu dorong tanker ke arah tengah,” kata Muhammad yang mengaku sempat merekam peristiwa tersebut dengan ponselnya.

Penambang pancung itu menambahkan, upaya kedua tugboat untuk menarik dan mendorong kapal tanker Eastern Glory tidak membuahkan hasil. Posisi kapal semakin miring dan terseret ke arah Jembatan II Barelang. Pasrah, kedua tugboat itu kemudian melepaskan tanker tersebut dan membiarkannya hanyut hingga akhirnya menabrak jembatan.

“Tugboat-nya tak sanggup lagi (menahan). Makanya ditinggalin sampai tabrak jembatan,” sebut Syafaruddin, warga lainnya.

Saat tabrakan terjadi terde-ngar suara benturan yang cukup keras dan dilanjutkan dengan suara gesekan antara badan kapal dengan badan jembatan. Separuh badan kapal, khususnya di bagian kemudi dan kamar awak kapal, masuk ke kolong jembatan.

Sementara tiang utama kapal tersangkut di badan jembatan. Posisi jembatan yang ditabrak tanker ini di sebelah kanan dari arah Pulau Batam.

Secara kasat mata, tabrakan itu tidak menimbulkan kerusakan maupun retakan pada. Khususnya di bagian atas jembatan. Namun sejumlah petugas masih mengecek bagian bawah jembatan, apakah terjadi kerusakan atau tidak.

Sementara arus lalu lintas di jembatan tersebut juga tidak terganggu. Hanya saja, polisi melarang kendaraan apapun parkir di atas jembatan tersebut.

Kasat Pol Air Polresta Barelang AKP Syamsurizal dan Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe di lokasi kejadian hanya membenarkan adanya kejadian itu. Terkait penyebab pasti dan kerusakan jembatan belum bisa dipastikan sebab kapal belum bisa dievakuasi.

“Nanti sama KPLP dan pihak terkait lain. Saat ini fokus pengamanan di lokasi kejadian agar secepat dievakuasi,” kata Dalimunthe.

Informasi di lapangan, kapal tanker Eastern Glory merupakan kapal bermasalah. Tanker ini sebelumnya ditangkap TNI AL di lokasi yang sama, Selasa (4/9/2018). Kapal berbendara Mongolia ini dititipkan di lokasi kejadian untuk menguras isi BBM yang diselundupkan secara ilegal.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Sementara Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim mencatat dalam dua hari ini Batam memang mengalami angin kencang.

“Siang sekitar pukul 13.00, kami melihat kecepatan angin mencapai 30 kilometer per jam,” kata Forechaster Stamet Hang Nadim, Fitri Annisa, Rabu (23/1/2019).

Ia mengatakan angin yang berhembus dari utara hingga ke timur laut ini, termasuk dalam kategori sedang. Angin ini dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut.

“Ketinggian gelombang akibat angin ini 0,2 hingga 1 meter,” tuturnya.

Terkait angin kencang ini, Fitri meminta masyarakat berhati-hati. Karena juga berpotensi menimbulkan tumpukan awan cumulonimbus.

“Akan semakin meningkatkan tinggi gelombang,” ungkapnya.

Untuk wilayah Kepri, kondisi angin kencang ini paling tinggi terjadi di Natuna dan Anambas. Dari pantauan Stamet Hang Nadim, ketinggian gelombang laut di dua wilayah itu bisa mencapai hingga 3,5 meter. (eja/ska)

Informasi Rekrutmen P3K Harus Utuh

0

batampos.co.id – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin meminta informasi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dapat secara utuh disampaikan ke masyarakat.

Ini disampaikan Syafruddin di depan seluruh perwakilan daerah saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sosi-alisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK dan Rencana Pengadaan PPPK Tahap 1 Tahun 2019 di Swiss Belhotel, Harbour Bay, Batuampar, Rabu (23/1/2019).

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Aria, Gubernur Kepri Nurdin Basirun,

Menteri Pendayagunaan Aparatur Birokrasi (PANRB) Syafruddin (tengah); Walikota Batam, Rudi; (kiri); Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, saat sosialisasi manajemen PPPK di Hotel Swiss Bell Harbourbay, Rabu (23/1/2019). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Wali Kota Batam Muhammad Rudi Wali Kota Batam Amsakar Achmad, dan sejumlah kepala daerah lain dan perwakilan daerah se-Indonesia.

”Esensi utama rapat ini, bertujuan agar informasi tentang rekrutmen P3K dapat tersampaikan secara bulat dan utuh kepada masyakarat. Jangan setengah-setengah, diseminasi informasi harus terang,” tegas Syafruddin.

Tahun ini, pemerintah akan merekrut 150 ribu P3K. Proses rekrutmen akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama akan digelar Februari mendatang sebanyak 75 ribu orang.

Sementara tahap ke-dua akan direncanakan Mei mendatang dengan jumlah yang sama.

”Tahap satu difokuskan pada guru honorer, penyuluh pertanian, tenaga kesehatan seperti bidan maupun dokter. Tahap kedua untuk umum, namun untuk jabatan teknis dan spesialis profesional. Peserta (P3K) tanpa dibatasi umur,” terang dia.

Syafruddin mengatakan, rekrutmen P3K merupakan salah satu jalan yang disiapkan oleh pemerintah agar para honorer maupun umum yang terkendala umur agar dapat jadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

”Banyak yang telah mencurahkan tenaga bagi bangsa dan bercita-cita tinggi jadi ASN. Mereka tak bisa dilupakan begitu saja,” imbuhnya.

MenPAN-RB menilai, mempersiapkan ASN yang mumpuni adalah keharusan guna menyongsong visi Indonesia 2045, yang diprediksi akan menjadi lima besar negara dunia dari semua aspek. Rekrutmen ASN merupakan momentum penting membangun ASN yang berkualitas yang tangguh penyangga birokrasi pemerintahan.

”Dalam birokrasi, aset utama adalah ASN. Mereka yang akan memutar roda birokrasi, yang berpikir dan melahirkan ide. Organ vital pemerintahan dan bahkan kemajuan bangsa,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Batam, M Sahir menyebutkan sekarang terdapat sekitar lima ribuan tenaga honorer, dimana dua ribuan di antaranya merupakan guru honorer.

”Harapan kita (tenaga honorer, red) bisa diterima pada tahap pertama ini. Termasud untuk pertanian, karena kita butuh untuk membantu mendorong ketahanan pangan,” harap Sahir. (iza)

Waspadalah, Buang Sampah Sembarangan Langsung Dipidana

0
foto: thesun

batampos.co.id – Bagi warga Bengkong, hati-hati saat membuang sampah di sembarang tempat. Sebab, Camat Bengkong M Tahir sudah menyebar satuan tugas (satgas) kebersihan.

Bila ada warga kedapatan membuang sampah di sembarang tempat atau di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar, maka akan langsung ditindak melalui tindak pidana ringan (tipiring).

”Nah, saat ini ada beberapa Satgas Kebersihan yang mengintai. Kalau tertangkap langsung di Tipiring, biar ada efek jera,” tegas Tahir, Rabu (23/1/2019).

Dikatakannya, sekarang banyak muncul TPS-TPS liar di pingir-pinggir jalan besar, sehingga sangat menganggu. Khusus di Bengkong terdapat beberapa lokasi yang kerap menjadi sasaran TPS liar.

”Sudah kami bersihkan, muncul lagi di tempat lain. Ini yang membuat sampah di Bengkong selalu ada,” terang Tahir.

Tahir mengaku sedang mencari solusi untuk mengatasi permasalahaan sampah di Bengkong. Terutama terkait tidak adanya TPS resmi di kawasan Bengkong. Sebab TPS yang ada di masing-masing kelurahan sifatnya sementara. Seperti di Kelurahan Bengkong Sadai terletak di Pasir Putih, Kelurahan Bengkong Indah di Bengkong Harapan 2, Kelurahan Tanjungbuntung di Tanjungbuntung, Kelurahan Bengkong Laut di Perumahan Union.

”TPS dikembalikan ke masing-masing kelurahan. Jadi hanya ada empat TPS di Bengkong dan semua sifatnya sementara, bukan resmi,” tegasnya.

Karena itu, sambungnya, baru-baru ini ia telah menyurati Wali Kota Batam agar menyurati Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait ketiadaan TPS sampah di wilayah Bengkong.

Dalam isi surat itu, meminta agar BP Batam mau menghibahkan lima kavling atau lokasi lahan di Bengkong untuk dijadikan TPS. Masing-masing lokasi berukuran 8×10. Kelima lokasi itu nantinya digunakan untuk 4 TPS Induk Kelurahan dan 1 TPS Induk Kecamatan.

”Harusnya itu 30 (TPS sampah, red), mengingat jumlah masyarakat Bengkong yang sangat padat. Standar 1 TPS itu untuk 1.500 kepala keluarga. Nah ini malah lebih. Tak dapat 30, lima pun jadilah,” tuturnya.

Sampah Diangkut Sekali Seminggu

Sementara itu, persoalan sampah tidak hanya dialami Kecamatan Bengkong, tapi juga di wilayah Batuaji. Rendahnya kesadaran warga akan kebersihan, sehingga banyak ditemukan TPS liar di pinggir jalan. Seperti di jalan dekat permukiman Perumahan Putra Jaya Residence, Tanjung-uncang. Tumpukan sampah rumah tangga berserakan di pinggir jalan. Aroma tak sedap cukup menganggu saat melintas di jalan tersebut.

Nursalimah, warga setempat mengatakan jika sampah itu memang dibuang warga. Warga tak punya pilihan lantaran jadwal pengangkutan sampah di perumahan itu hanya satu kali dalam seminggu.

”Warga sini juga tak disediakan bak sampah. Jadinya kami dan warga ruli buangnya di pinggir jalan,” kata Nursalimah, Rabu (23/1)

Dia mengatakan di area tersebut terdapat tiga titik lokasi pembuangan sampah dan sudah ditutup petugas kebersihan. Namun belakangan dua titik lainnya kembali muncul dan digunakan warga untuk membuang sampah. ”TPS yang ada baknya cuman di Fanindo saja. Jauh kali harus ke sana,” sebutnya.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Faisal Novrieco tak menampik jika masih banyak TPS liar yang tersebar di Batam.

Ia sendiri mengakui kesulitan untuk menertibkannya. Meskipun sudah dipasang tulisan dilarang buang sampah, masyarakat tetap saja melakukannya. ”Ini selalu terjadi, ketika kami tutup tiga muncul TPS liar yang baru,” kata Faisal.

Dia mengatakan untuk sampah yang ada di pinggir jalan utama tetap diangkut setiap hari. Namun ia tak menampik jika lokasi yang tak terpantau memang banyak yang terlewat. ”Tapi kalau di jalan utama atau umum kami usahakan untuk membersihkannya. Contoh di jalan Baloi Kolam, di daerah Sagulung dan Tembesi, setiap hari kami bersihkan” klaimnya. (she)

Pak Menteri @kemenpar_ri , Pariwisata Batam Terpukul sebab Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar

0

batampos.co.id – Dunia pariwisata terancam dengan harga tiket yang tinggi serta penerapan bagasi berbayar. Bila kondisi ini dipertahankan, diperkirakan menyebabkan penurunan tingkat hunian hotel, restoran, penjulan suvenir dan mengurangi daya beli terhadap oleh-oleh.

Dari beberapa sektor penunjang pariwisata ini digerakan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Apabila roda-roda penggerak pariwisata ini terganggu, tentunya jalannya pariwisata bisa tersendat.

“Kami melihat ini dari dua sisi. Sisi bisnis (Maskapai), mungkin ini cara mereka bertahan ditengah besarnya biaya operasional. Namun disisi pariwisata, ini memberikan dampak (cukup besar). Multiplier efek,” kata Sekjen ASITA Kepri, Febriansyah, Rabu (23/1).

Ia mengatakan efek yang sudah terlihat saat ini yakni ada beberapa grup travel yang dibatalkan. Penyebabnya adalah, tidak relevannya biaya yang dikeluarkan agen travel.

“Tak hanya tiket mahal, agen harus menanggung biaya bagasi. Kalau grup tarvel itu tidak sama dengan backpacker. Grup travel pasti membawa banyak barang, kena bagasi. Beberapa teman saya di Batam, terpaksa membatalkan grup travelnya,” ucap Febriansyah.

Batalnya grup-grup travel wisatawan nusantara ini, dapat menyebabkan turunnya tingkat hunian hotel. Dari data yang didapatnya, saat ini tingkat hunian hotel di Batam kurang dari 50 persen.

“Rata-rata 35 persen,” ujarnya.

Check in di Hang Nadim.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Bila kondisi ini terus berlangsung, tidak dipungkiri okupansi hotel akan terus menurun.

Salah satu pendukung sektor pariwisata lainnya yakni penjualan suvenir dan oleh-oleh. Dua sektor yang digerakan oleh UMKM ini, menempati bagian paling depan yang dihantam kebijakan bagasi berbayar.

“Keduanya ini efeknya pasti sangat terasa. Orang tidak lagi mau membeli barang banyak berupa suvenir maupun oleh-oleh,” ungkapnya.

Febriansyah mengatakan apabila pemerintah tidak turun tangan, dan kondisi ini terus bertahan dalam jangka waktu lama. Tentunya mempengaruhi tingkat kedatangan wisatawan nusantara ke Batam atau Kepri.

“Untuk Kepri saja target Wisnusnya, kalau gak salah diatas 7 juta orang. Kondisi seperti ini, gimana mau tercapai,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata mengamini kondisi tiket mahal dan bagasi berbayar, memberikan dampak besar terhadap perkembangan pariwisata. “Memang adanya kebijakan maskapai penerbangan ini, berpotensi dan berefek kunjungan (wisnus) ke Batam,” ucapnya.

Apa langkah yang telah dilakukan Dinas Pariwisata Batam? Ardi mengatakan bahwa kebijakan ini datangnya dari pusat. “Kami hanya bisa menghimbau mereka, meminta agar kebijakan ini dipertimbangkan kembali,” ujarnya.

Kondisi ini, kata Ardi sudah dibahasnya dalam Focus Grup Diskusi beberapa waktu lalu dengan Bank Indonesia. “Solusinya, yah kami sedang menjalin korespodensi pihak-pihak terkait,” ungkapnya.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Suwarso menuturkan Maskapai Lion Air yang telah memberlakukan bagasi berbayar, memiliki rute dan penerbangan terbanyak di Batam.

“Mereka menguasai,” ucap Suwarso.

Walaupun maskapai berbiaya murah lainnya, seperti Citilink belum menerapkan bagasi berbayar. Tapi, efek yang penerapan bagasi berbayar Lion Air Grup ini cukup besar.

Suwarso mengatakan kondisi ini juga berdampak besar di Bandara Hang Nadim.

“Ada 50 porter di sini, menurunkan pendapatan mereka. Karena tidak banyak lagi yang membawa barang. Lalu petugas wrapping (pembungkus barang), tentunya akan sepi peminat. Pusat oleh-oleh di lantai dua, pasti ada penurunan nantinya,” ungkap Suwarso.

Saat ditanyakan, berapa persen penurunan tersebut. Suwarso mengungkapkan masih belum bisa menghitungnya. “Ini baru berjalan sehari. Kami akan memantau terus dalam seminggu ini. Nanti akan disampaikan,” ungkapnya.

Adanya protes di konter-konter Lion Air, dibenarkan oleh Suwarso. “Sejak kemarin, saya sudah meminta jajaran untuk memantau. Sejauh ini (protes) masih di konter cek in saja,” pungkasnya. (ska)

Raih Empat Penghargaan Bergengsi

0
Potong tumpeng oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi Owner BWP Panbil Johanes Kennedy
Aritonang, Senin (21/1) malam. (Lenni Julia/Batam Pos)

batampos.co.id – Best Western Premier (BWP) Panbil Hotel Batam, merayakan hari jadi keduanya di Ground Floor Hang Tuah BWP Hotel Panbil, Senin (21/1).
Turut hadir dalam perayaan ulang tahun yang kedua ini yaitu Chairman Panbil Group Johanes Kennedy Aritonang, Mahdian selaku Director Panbil Group, Monang Aritonang selaku Komisaris PT Harapan Jaya Sentosa, dan Lamasi Marbun selaku Direktur Hotel Panbil Sejahtera.

Kemudian, hadir pula Laura selaku Master Plan Director Panbil Group, Rudi DP selaku Residence Manager Panbil Apartment, Cahyanto Iman Murtiono General Manager Best Western Premier (BWP) Panbil, seluruh staf BWP Panbil serta rombongan awak media dan blogger Kepri yang turut serta menikmati kemeriahan pesta ulang tahun bertajuk “2nd Anniversary Rockers – Together We Can”.

Kemeriahan HUT BWP bertambah ketika Gubernur Kepri, Nurdin Basirun ikut hadir memberikan sambutan dan menyumbangkan dua tembang lagu malam itu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik profesional yang ada di sini karena telah memberikan pelayanan terbaik untuk turis dan tamu yang datang. Di umur yang ke-2 ini, mendapatkan empat penghargaan bukanlah main-main dan semoga ke depan dapat mempertahankan kualitas pelayanan dan dapat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Batam,” ujar Nurdin Basirun.

Tak hanya itu, Nurdin menjelaskan Pemprov Kepri juga mendukung investasi sektor pariwisata terutama perhotelan yang banyak menarik tamu dari luar negeri maupun dalam negeri yang bisa mendongkrak pendapatan daerah Kepri khususnya Batam.

Dia juga mengimbau untuk memajukan Kepri ini secara bersama agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat di 2019 ini.

“Pengusaha hotel didukung oleh Pemerintah Pusat, karena investasi di sektor pariwisata berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi yang dinilai menjanjikan,” terangnya.

Sementara itu, BWP Panbil yang telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun di Batam juga mendapatkan empat penghargaan bergengsi beberapa waktu lalu, yaitu The Best Growth Occupancy 2018 se-Best Western Indonesia, The Best Growth Revpar & Revenue 2018 se-Best Western Indonesia, Top Ten Best of Best Western Property in Asia Based on Guest Satisfactory Survey (Medallia) & Social Media Treshold Program yang merupakan penghargaan yang diberikan karena Best Western Premier Panbil masuk menjadi salah satu property terbaik se-Asia (10 besar), serta Guest Review Award dari Booking.com dengan point 8,8 di 2018 lalu.

“Seluruh keberhasilan yang kita raih selama dua tahun ini merupakan hasil kerja keras dan kerja tim bersama. Mulai dari housekeeping, reception, dan lain sebagainya. Tidak dimungkiri bahwa tantangan pasti ada dan salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan eksistensi hotel ini adalah dengan memperkuat bonding atau ikatan antara satu staf dengan staf yang lain supaya kita bisa semakin timbang rasa dan bekerja lebih baik lagi,” ujar Johanes.

Tak hanya itu untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pihaknya juga akan menambah destinasi baru. Nantinya, destinasi baru ini bisa dinikmati semua warga Batam. Rencananya, destinasi yang dihadirkan ini berupa track yang bisa dijelajahi dengan bersepeda, dan naik motor ATV.

“Tempatnya persis di belakang hotel BWP ini dan lagi progres. Ke depannya destinasi ini bukan hanya untuk tamu hotel, tetapi bisa juga dinikmati wisman yang tidak menginap di BWP Panbil. Jadi, kami berusaha, supaya turis lebih panjang long stay di sini. Biasanya hanya dua hari saja dengan adanya destinasi ini jadi lebih lama,” sebutnya.

Adapun tema “Rockers” ini diangkat oleh pihak panitia dengan tujuan supaya di 2019 ini, semangat Tim BWP Panbil dalam pelayanan dan kualitas produk hotel semakin meningkat seperti seorang rocker yang selalu antusias dan semangat dalam melantunkan tembang.
Keseruan acara bertambah ketika lucky draw bagi seluruh staf dibagikan, serta bermacam-macam games hingga di akhir acara.

Di umur yang baru ini, BWP Panbil telah siap dengan berbagai strategi untuk meningkatkan awareness di kalangan masyarakat, salah satunya dengan mengadakan kegiatan “Annual Photographer Gathering 2019” pada 30 Januari 2019 mendatang. Kegiatan ini bekerja sama dengan Momento.

Acara tahunan ini akan menghadirkan pakar photography khusus dalam bidang wedding yaitu Hendra Lesmana yang merupakan Nikon Ambassador Indonesia dan Ray Kho dari Axioo Bali.

Pendaftaran dan informasi lengkap dapat dilihat di social media Best Western Premier Panbil yaitu Facebook dan Instagram @bwpremierpanbil. (ocu)

104 WNI Dideportasi dari Malaysia

0
Sebanyak 104 orang WNI yang dideportasi oleh pemerintah Malaysia, karena melakukan berbagai kesalahan. (ENAL/RADAR NUNUKAN/Jawa Pos Group)

batampos.co.id – Pemerintah Malaysia kembali memulangkan warga negara Indonesia (WNI) dari Tawau, Malaysia. WNI yang dipulangkan tersebut telah melakukan berbagai kasus, seperti kasus narkoba, kriminal, masa tinggal telah habis serta masuk ke Malaysia secara ilegal.

Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka, Nasution mengatakan, pemerintah Malaysia telah mendeportasi sebanyak 104 WNI. Sebab, mereka telah melakukan berbagai kasus selama berada di Tawau, Malaysia.

“Deportasi ini yang kedua kalinya di 2019 dan jumlahnya cukup banyak,” kata Nasution dikutip dari Radar Tarakan (grup batampos.co.id), Kamis (24/1).

Ia menjelaskan, dari 98 WNI yang dideportasi terdiri dari 90 orang laki-laki dewasa. 14 perempuan dewasa. Kali ini tak ada anak-anak yang ikut di deportasi.

Para deportan telah menjalani masa hukumannya di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau, Malaysia. Para deportan ini dipulangkan ke Indonesia, karena telah menyelesaikan hukumannya.

Dari 104 WNI mayoritas melakukan pelanggaran keimigrasian. Ada juga kasus narkoba dan kasus kriminal lainnya yang ikut dideportasi.

“Kembali kasus keimigrasian menjadi yang terbanyak, seperti deportasi yang pertama. WNI yang dipulangkan pasti bermasalah dari dokumen yang tidak lengkap,” ujarnya.

Menurutnya, para WNI yang ikut banyak dipulangkan adalah kasus narkoba sebanyak 25 orang, kasus kriminal 6 orang, habis masa berlaku di Malaysia sebanyak 11 orang. Sementara yang lain adalah kasus ilegal, tak memiliki dokumen selama berada di Malaysia.

“Para WNI ini cukup berani, karena masih ingin masuk ke Malaysia tanpa dokumen resmi,” tuturnya.

Para WNI sangat nekad selama berada di Malaysia. Karena melakukan berbagai kasus seperti kasus narkoba. Salah seorang WNI, Arsid mengaku untuk mengonsumsi narkoba tidak membutuhkan biaya mahal. Serta mudah didapatkan.

“Ditangkap saat sedang berada di tempat kerja, waktu dilakukan tes urine,” kata Arsid.

Arsid setelah ini masih ingin masuk ke Tawau, Malaysia. Karena anak dan istrinya sedang berada di Tawau. Namun ingin melalui jalur resmi agar tidak ditahan lagi oleh aparat Malaysia.

“Saya memang tak punya paspor juga, jadi setelah ini mau buat paspor dulu baru kembali ke Malaysia,” ujarnya. (estu/JPG)

Ramjan Berjuang Menyambut Ahok Bebas Di Mako Brimob dengan Kursi Rodanya

0
Ramjan siap menyambut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok keluar dari penjara (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

batampos.co.id – Detik-detik menjelang bebasnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dinantikan banyak orang. Tak sedikit warga mengungkapkan kerinduan kepada Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Bupati Bangka Belitung tersebut.

Seperti dilakukan pria penyandang disabilitas bernama Ramjan, 49. Meski berjalan dengan kursi roda, dia rela menyempatkan diri ingin melihat sosok Ahok bisa kembali menghirup udara bebas.

Dia tiba di depan pintu masuk Mako Brimob Kelapa Dua Depok sejak pukul 01.30 WIB. Ramjan berangkat seorang diri dari rumahnya di Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Meski tertatih kesulitan menuju Mako Brimob, akhirnya keinginannya bisa terwujud menyambut Ahok bebas.

Bersama kursi rodanya, Ramjan tiba di lokasi depan Mako Brimob diantar dengan angkutan umum. Dia bersyukur bisa ikut menyambut Ahok keluar dari tahanan. Meskipun peluang bertemu Ahok sangat kecil.

“Ahok itu figur yang om sukai. Om kenal baik sama Ahok waktu jadi Gubernur DKI Jakarta,” ungkapnya kepada JawaPos.com (grup batampos.co.id), Kamis (24/1).

Ramjan mengaku beberapa kali sudah bertemu dengan Ahok. Dari saat menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga saat mencalonkan diri sebagai gubernur. Bahkan, Ramjan pun berkali-kali diterima oleh Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.

Dia menceritakan, kala itu dirinya tengah menyampaikan aspirasi. Aspirasinya diterima Ahok untuk memperjuangkan UU No. 8 tahun 2016 Tentang Penyandang disabilitas.

“Iya, om langsung diterima sama Ahok. Om ketemu Ahok waktu di rumahnya di Menteng, di Balai Kota, sama mencalonkan menjadi Gubernur,” katanya.

Di matanya, Ahok merupakan sosok pemimpin tegas dan berani. Tak hanya itu, selama menjabat pemerintahan Ahok merupakan pemimpin yang transparan dan akuntabel.

Ramjan pun berharap, usai keluar dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Ahok bisa kembali memperjuangkan nasib rakyat.

“Ahok orangnya berani membela rakyat, walaupun banyak orang yang nggak suka. Harapannya bisa memperjuangkan rakyat kembali,” tutup Ramjan.(bintang/JPG)

Wajib Bahasa Jawa, Transaksi Pakai Batok Kelapa

0
LURAH Pasar Kumandang, Asngari, saat memantau aktivitas para pedagang, Minggu (13/1) lalu. (Dimas Nur Apriyanto/Jawa Pos)

Di tengah hutan dan hanya buka sepekan sekali, Pasar Kumandang mengharamkan segala jenis plastik. Ada kandungan filosofis kenapa bahasa Jawa diwajibkan dan rupiah harus ditukar batok kelapa di sana.

DIMAS NUR APRIYANTO, Wonosobo

SI pembeli itu tampak bingung. Mukanya mengernyit. Lalu mengulangi kembali pertanyaannya kepada si penjual jamu.

’’Berapa, Bu?’’ tanya si pembeli.

’’Sekawan keping nggih, Cah Ayu,’’ jawab si penjual dengan agak menahan tawa.

’’Sekewan. Berapa itu, Bu?’’ tanya si pembeli lagi.

Bhaaa… si penjual pun akhirnya benar-benar tak bisa menahan tawa. ’’Sekawan itu artinya empat, Mbak. Kalau kewan, itu binatang,’’ jawabnya. Kali ini si pembeli dan kawan-kawannya yang giliran gerrr.

Kalau lost in translation kerap terjadi di pasar tengah hutan di Wonosobo itu, harap maklum. Sebab, hanya boso Jowo (bahasa Jawa) yang boleh digunakan di sana. Setidaknya oleh para penjual atau pedagang.

Para pembeli yang tak bisa boso Jowo tetap bisa menggunakan bahasa Indonesia. Namun, jawaban para pedagang bakal tetap dalam bahasa Jawa.

Dan, dari sanalah berbagai momen ger-geran itu bermula.

Ya, selamat datang di Pasar Kumandang, Dusun Bongkotan, Desa Bojosari, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Pasar yang tak hanya meng-haruskan Anda berpisah dari bahasa Indonesia begitu melewati plang di gerbang yang bertulisan ’’Wajib Boso Jowo’’. Tapi juga harus merelakan rupiah di kantong bersalin rupa jadi kepingan batok kelapa.

Ada dua ’’money changer’’ di pintu masuk pasar yang hanya buka tiap Minggu itu. Berupa dua meja yang dijaga karang taruna setempat. Sekeping batok kelapa bernilai Rp 2 ribu.

Dengan kepingan batok itulah Anda bisa jajan beragam makanan dan minuman di sana. Atau membelikan sang buah hati berbagai mainan tradisional.

’’Ada 70 pedagang di Pasar Kumandang. Yang satu sama lain tak boleh menjual makanan yang sama,’’ ujar Asngari, Lurah Pasar Kumandang, kepada Jawa Pos (grup batampos.co.id) pada Minggu (13/1) lalu.

Ada kandungan filosofis di balik kewajiban berbahasa Jawa dan menukar rupiah dengan batok kelapa di pasar tersebut. Yang pertama agar bahasa Jawa, bahasa keseharian warga di sana, tetap lestari. Untuk uang pengganti, tujuannya adalah memunculkan nuansa alam.

’’Kami di sini tidak hanya menjual barang. Tapi juga mengedukasi cinta terhadap alam,’’ tutur Asngari.

Karena itu pula, pasar seluas setengah hektare tersebut, sebagaimana juga tertulis di plang pintu masuk, nirplastik. Lapak berukuran sekitar 1×2 meter terbuat dari bambu, sedangkan kursi dan meja dari kayu.

Besek menjadi pengganti piring. Untuk melapisi besek, para pedagang menggunakan daun pisang. Untuk menyajikan minuman, para pedagang memakai gelas kaca.

Jadi, ya jangan harap bisa membungkus es teh, misalnya. Kecuali kalau pembeli membawa wadah sendiri.

Pasar yang terletak 17 kilometer dari pusat kota Wonosobo itu mulai buka pada Mei tahun lalu. Dilandasi sema-ngat untuk memberikan penghasilan tambahan bagi warga setempat yang mayoritas bekerja sebagai petani atau pekebun. Tidak langsung seramai sekarang, tentu saja. Penjual dan pembeli hanya datang dari desa sekitar.

Geliat Pasar Kumandang baru mulai terasa setelah dibuka resmi oleh Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagyo, tiga bulan setelah pasar berjalan. Eksposur dari pembukaan itu mengundang ketertarikan pada pasar dengan berbagai aturan langka tersebut.

Pembeli berdatangan dari berbagai penjuru, termasuk dari luar Wonosobo. Jumlah pedagang yang semua berasal dari Dusun Bongkotan bertambah. Hingga akhirnya mencapai 70 orang.

Muaranya adalah pasar yang menyajikan keanekaragaman makanan dan minuman. Maknyus dan murah-murah pula.

Jawa Pos sempat menjajal mi ongklok. Cuma dua keping alias Rp 4 ribu. Padahal, saat andok mi yang sama di Kota Wonosobo, dua hari kemudian, harganya hampir tiga kali lipat: Rp 10 ribu.

Lebih mahal, tapi tak lebih enak. Di Kumandang, tekstur minya lebih kenyal. Bumbunya sangat nendang. Terutama aroma bawang putihnya. Cuma kalah dari segi banyak-nya suwiran ayam.

Untuk melonggarkan tenggorokan, jamu temulawak yang manis dan segar bisa dinikmati hanya dengan satu keping batok kelapa atau Rp 2 ribu. Sebelum kemudian menjajal sego megono yang dicampur sama tempe kemul.

Tempe kemul ini persis tempe mendoan. Hanya penganan khas Wonosobo itulah yang boleh dijual di semua lapak di Kumandang. Kombinasi sego megono plus tempe kemul itu bisa dinikmati dengan hanya membayar tiga keping batok kelapa atau Rp 6 ribu. Coba, nikmat apa lagi yang kau dustakan?

Dari Kota Wonosobo, untuk menjangkau Pasar Kumandang, jika tak membawa kendaraan pribadi, harus dua kali berganti kendaraan umum. Pertama dengan minibus yang disebut ’’angkot atas’’ oleh warga setempat. Dilanjutkan ojek selama sekitar 7 menit.

Pasar Kumandang buka mulai pukul 07.00 sampai pukul 13.00. Sepanjang durasi itu, Umi, seorang penjual klepon, mengaku rata-rata bisa menjual 30 porsi. Dengan harga seporsi satu keping saja.

Di lapaknya, perempuan 48 tahun itu juga menjual sate telur puyuh dan ati ampela. ’’Yang paling cepat habis, ya sate puyuh ini, Mas,’’ ujarnya.

Menurut Asngari, tak ada biaya sewa untuk lapak. Melainkan iuran. Besarnya 12,5 persen dari hasil penjualan mereka pada hari tersebut. Misalnya, hari ini pedagang A mengantongi pendapatan Rp 200 ribu, dia harus membayar iuran Rp 25 ribu kepada pengurus pasar.

Iuran tersebut digunakan untuk kepentingan fasilitas para pedagang. Misalnya, perawatan lapak dan kebersihan area pasar. Setiap Jumat, para pedagang juga berkumpul di selasar dusun.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas berdagang sebelumnya. ’’Apa yang perlu diperbaiki, misalnya, kalau kursi yang rusak. Pada Minggu pagi ketika berdagang, kursi harus sudah benar,’’ ungkapnya.

Semua agar kenyamanan pembeli bisa tetap terjaga. Tapi, yang tetap tak bisa dijamin adalah lost in translation.

Saat antre menunggu makanan di lapak soto kuali, Jawa Pos mendapati Ratih, seorang pembeli dari Jambi, yang mengalami momen-momen membingungkan seperti pembeli jamu tadi.

’’Bu, soto kualinya, ya,’’ kata Ratih. ’’Sekedap nggih, Mbak,’’ jawab si ibu penjual.

Untunglah, Ratih bisa memahami sedikit-sedikit apa yang dimaksud si penjual. Kalau tidak, bisa-bisa dia malah ngamuk, ’’Ngapain saya beli soto saja disuruh sedekap…”.(*/c5/ttg)

Ratusan Orang Hilang, Korban Banjir di Sulsel

0
WARGA menggunakan perahu karet keluar dari permukiman yang terendam banjir di Blok 10, Perumnas Antang, Makassar, Rabu (23/1). (IDHAM AMA/FAJAR/JPG)

batampos.co.id – Bencana banjir di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus meluas. Sudah 31 korban tewas ditemukan. Di Jeneponto, 100 warga bahkan masih hilang.

Korban tewas ditemukan di Maros (4), Jeneponto (4), Gowa (22), dan Pangkep (1). Sementara warga hilang di Jeneponto dari beberapa kecamatan. Itu masih data sementara yang terdata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir menggenangi 53 kecamatan di sembilan kota/kabupaten. Yakni, Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, Pangkep, dan Kota Makassar. Sawah seluas 10.021 hektare juga terendam.

Sutopo mengatakan, banjir membuat beberapa sungai meluap. Yakni, Sungai Topa, Allu, Bululoe, Tamanroya, Kanawaya, dan Tarowang. Hingga kemarin, proses evakuasi masih berlangsung. Begitu pula pencarian, penyelamatan, dan pendistribusian bantuan. Banyak warga yang mengungsi sementara di atap rumah sambil menunggu dievakuasi. ”Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan, dan lainnya saat ini melakukan penanganan darurat,” kata Sutopo.

Sementara itu, harian Fajar melaporkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto merilis kondisi terakhir bencana banjir. Hingga tadi malam, seratus warga dilaporkan hilang. ”Kita belum perinci. Masih terus mengumpulkan data,” terang Kepala BPBD Jeneponto Anwaruddin.

Titik banjir terparah berada di Desa Sapanang, Kecamatan Binamu. Di desa yang terdiri atas lima dusun dengan penduduk 4.000 jiwa itu, hampir seluruh rumah tenggelam. Bahkan, berdasar pantauan Fajar, tidak sedikit rumah yang hanyut akibat luapan Sungai Sapanang.

Kepala Dusun Sapanang Basoddin menjelaskan, di dusun tersebut 132 rumah rusak parah. Tujuh orang hilang dan tujuh rumah hanyut.

Untuk empat dusun lainnya, belum ada informasi valid. Sebab, jalan masih terputus di Sapanang. Akses yang terputus itu membuat tiga lokasi belum tersentuh evakuasi. Yakni, Desa Jombe, Desa Bonto Matene, dan Desa Bulu Loe. Padahal, menurut BPBD, tiga lokasi tersebut termasuk titik terparah. ”Ratusan rumah di sana tenggelam,” kata Kasi Logistik BPBD Jeneponto Zulfikar.

Di titik parah lainnya, seperti banjir di Belokallong Binamu yang sempat memutuskan jalan Trans-Sulawesi, seluruh warga sudah terevakuasi. Namun, kemacetan masih terjadi akibat tingginya genangan air.

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menjelaskan, korban banjir kini menempati beberapa lokasi pengungsian. Di antaranya, di kantor satpol PP, Gedung Sipatagarri, dan masjid agung. Titik lainnya berada di masing-masing kecamatan dan desa.

Sementara itu, elevasi air di Bendungan Bilibili kemarin terus turun mendekati normal. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang T. Iskandar menyatakan, elevasi bendungan pada Rabu (23/1) menunjuk angka 100.17 dengan total air tertampung 269 juta meter kubik.

”Air yang masuk ke bendungan saat ini mencapai 792,02 meter kubik/detik. Air yang dikeluarkan 792,56 meter kubik per detik,” terangnya.

Akibat dibukanya pintu air di hilir bendungan, banjir menggenangi beberapa daerah di Gowa dan Makassar. Dua wilayah tersebut terhubung langsung dengan aliran Sungai Jeneberang. Sementara itu, banjir yang melumpuhkan akses darat di Kabupaten Maros, kata Iskandar, disebabkan meluapnya Sungai Maros yang tidak berhubungan dengan Bilibili.

Hingga kemarin, banjir meluas kendati hujan tidak lagi mengguyur Kota Makassar. Genangan terjadi di beberapa titik dan melumpuhkan akses transportasi.(ful/ans/gsa/rif/uk/tau/byu/c6/oni/JPG)

Bikin ‘Gunung’ Uang Rp 628 M

0
Sebuah perusahaan di Tiongkok menumpuk uang senilai Rp 628 miliar yang akan dibagikan sebagai bonus tahunan untuk karyawannya. (Dokumentasi Shanghaiist)

batampos.co.id – Warga Tiongkok sebentar lagi akan merayakan festival musim semi yang menandai datangnya Tahun Baru Cina. Masa-masa itu adalah saat dimana perusahaan-perusahaan di Tiongkok membagikan bonus akhir tahun kepada para karyawannya, biasanya dengan cara semegah mungkin.

Tahun ini, sebuah perusahaan produsen baja di Nanchang, Provinsi Jiangxi mungkin bisa digelari sebagai perusahaan yang melakukan “pamer bonus tahunan” dengan cara terbaik.

Bonus tahunan bagi para karyawan dipamerkan dengan membangun sebuah “gunung” dari tumpukan uang tunai yang jumlah totalnya mencapai 300 juta yuan atau sekira Rp 628 miliar.

Uang itu kemudian dibagikan kepada 5.000 karyawan pabrik, sehingga setiap pekerja mendapat bonus rata-rata 60.000 yuan (sekira Rp125 juta), dua kali lipat dari yang mereka terima tahun lalu. (dka/JPG)