Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11632

Dari dalam Penjara Reza Berhasil Kibuli seorang Wanita

0

batampos.co.id -Reza P, 36, berada di balik jeruji penjara di Bandung. Meski demikian ia masih terkoneksi dengan dunia luar melalui jaringan internet.

Adalah KAM, 60, wanita yang tinggal di Batam menjalin hubungan erat dengan Reza.

Melalui jaringan pertemanan facebook keduanya berkenalan.

Dari perkenalan di Facebook itu, terjalin hubungan yang cukup intim. Sehingga keduanya bertukar nomor ponsel. Bermula telepon-teleponan, hingga akhirnya video call. Dalam suatu kesempatan, Reza meminta KAM membuka pakaiannya dan menujukan bagian intim korban.

Permintaan Reza itu disanggupi korban. Namun, korban tidak mengetahui bahwa itu hanya akal-akalan Reza untuk memerasnya.

“Setelah RP ini memegang video dan foto syur korban. Ia mengancam korbannya supaya memberikan sejumlah uang. Apabila permintaan itu tidak dipenuhi, maka foto dan video tersebut akan disebarkan,” kata Erlangga.

Karena ancaman itu, korban menuruti seluruh permintaan korban. Setelah tiga kali pengiriman, pelaku terus meminta korban mengirimkan uang.

Total KAM telah mengirim duit sebanyak Rp 32.300.000. KAM mengaku, sudah tiga kali mentransfer uang ke rekening yang diminta pelaku.

“Kejadian ini bermula di Juni 2018, ketika korban dan pelaku berkenalan melalui media sosia, Facebook,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga, Selasa (29/1/2019).

Karena tidak tahan dengan ancaman tersebut, korban melaporkan kasus ini ke Polda Kepri.

“Pelaku berhasil kami bekuk 16 Januari (di selnya),” ungkap Erlangga.

Saat ditanya kenapa korban bisa memiliki ponsel. Erlangga enggan menjawab itu.

“Kami hanya menangani kasus ini, kenapa dia punya ponsel. Jangan tanyakan ke kami,” ucapnya.

Kasubdit II Ditreskrimsus AKBP Ike Krisnadian menambahkan pengembangan dilakukan berdasarkan penelusuran yang dilakukan jajaranya melalui saluran telepon dan nomor rekening.

“Telepon itu milik pelaku, sedangkan nomor rekening bukan atas nama pelaku. Tapi orang lain, ini sedang kami kejar juga untuk TPPUnya,” ujarnya.

Ia menerangkan Reza Permana adalah penghuni Lapas Bandung dengan kasus pelecehan seksual terhadap anak. Reza divonis hukuman penjara selama 7 tahun dan sudah menjalani selama 2 tahun.

“Walaupun sudah di penjara, kami tetap melanjutkan proses hukumnya. Teknisnya, Rp (Reza) akan menjalani hukuman atas kasus yang lama. Namun setelah keluar, ia akan menjalani hukuman atas kasus keduanya,” ungkap Ike.

Ike mengatakan dari proses pemeriksaan sementara dilakukan, Reza baru sekali ini melakukan tindak pemerasan.

“Belajar melakukan tindak pidana ini di penjara,” ucap Ike.

Atas perbuatan Reza, polisi menjeratnya dengan pasal 45 ayat 4 UU RI no 19 tahun 2016. (ska)

 

 

 

Bandara Hang Nadim Menunggu Kepastian Aturan Taksi Online

0
Sejumlah penumpang pesawat saat menunggu dipintu kedatangan Bandara Hang Nadim Batam.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kesepakatan perwakilan taksi pangkalan dengan taksi online, memperbolehkan taksi online beroperasi. Namun, titiknya penjemputannya diatur dan tidak boleh sembarangan. Salah satu titik penjemputan taksi online yang disepakati kedua belah pihak yakni di depan gerbang Bandara Internasional Hang Nadim.

Dari pantauan Batam Pos Selasa (29/1/2019), tidak terlihat ada satu orangpun yang naik taksi online di kawasan yang telah ditetapkan tersebut. Dan juga tidak terlihat ada taksi online yang menunggu penumpang.

Terkait kesepakatan ini, Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso mengatakan mengetahui selentingan kabar tersebut.

“Saya dapat melalu selebaran saja. Tapi apakah ini resmi atau tidak, saya belum tahu,” ucapnya, Selasa (29/1/2019).

Ia mengatakan sudah menanyakan hal ini ke sopir-sopir taksi pangkalan di Hang Nadim. Namun, jawaban diberikan sopir taksi beragam.

“Ada yang tau, ada yang gak tau, ada yang setuju. Makanya bingung juga,” ujarnya.

Apakah Hang Nadim akan membuat aturan baru, setelah adanya kesepakatan taksi online dengan pangkalan? Suwarso mengatakan masih belum bisa memutuskan, karena belum ada surat resmi dari pihak manapun yang dikirim ke Hang Nadim.

“Kami butuh kepastian. Boleh atau tidak. Kalau boleh, dimana saja. Itu saja,” ungkapnya.

Suwarso mengatakan dirinya selama ini masih menanti aturan pasti terkait keberadaan taksi online. “Selama ini saya juga bolehkan kok taksi online antar penumpang ke bandara. Tapi menjemput yang tidak boleh. Yah kita tunggu saja aturannnya yang resmi,” pungkasnya. (ska)

RI Stop Program Kuliah-Magang di Taiwan

0

batampos.co.id – Pemerintah akhirnya mengambil keputusan tegas terkait persoalan mahasiswa Indonesia peserta program kuliah magang (Industry Academia Collaboration/IAC) di Taiwan. Setelah melakukan rapat lintas kementerian, akhirnya diputuskan untuk menghentikan sementara (moratorium) pengiriman dan rekrutmen mahasiswa program IAC. Moratorium diberlakukan sampai ada pembenahan.

Hal itu disampaikan Kabid Perlindungan WNI dan Penerangan Sosial Budaya Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Fajar Nurhadi.

’’Pilihan penghentian sementara tersebut dibahas dalam rapat interkem (inter kementerian, red) di Jakarta tanggal 14 Januari lalu,’’ kata dia saat dikonfirmasi Senin (28/1).

Fajar menuturkan, saat ini persoalan mahasiswa peserta program IAC ditangani pemerintah pusat di Jakarta. Antara lain, Biro Perencanaan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, dan Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri.
Dia menegaskan, pemerintah Indonesia sebatas menghentikan perekrutan dan pengiriman mahasiswa, bukan menghapus program tersebut.

’’Karena program tersebut milik Taiwan,’’ jelasnya.

Dari Taiwan, keputusan penghentian sementara pengiriman mahasiswa program IAC tersebut mendapat respons beragam. Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Dayeh Univeristy Taiwan Abu Bakar mengatakan, ada kelompok mahasiswa yang menerima dan menolak keputusan tersebut.

’’Yang menolak moratorium rata-rata karena sesuai dengan yang dijanjikan sebelum berangkat,’’ jelasnya.

Dia tidak memungkiri bahwa tidak semua program IAC berjalan dengan buruk. Ada beberapa implementasi program IAC yang berjalan dengan baik. Meskipun begitu, Abu juga tidak menampik bahwa ada persoalan yang dialami sebagian mahasiswa program IAC.

Antara lain, program magang tidak sesuai dengan bidang atau kompetensi kuliah yang diambil. Kemudian, jam magang melebihi ketentuan yang ditetapkan pemerintah Taiwan. Ada juga laporan bahwa mahasiswa program IAC tinggal di asrama bersama TKI.

Sedangkan kelompok mahasiswa yang menerima moratorium tersebut biasanya karena status kuliah dan magang mereka tidak jelas. Dia menjelaskan, saat ini ada mahasiswa program IAC yang menganggur selama dua hingga tiga bulan. Otomatis mereka tidak mendapatkan pemasukan untuk membayar kuliah maupun biaya hidup.Sementara itu, pengiriman mahasiswa Indonesia ke Taiwan juga dililit persoalan lain.

Fajar menceritakan, KDEI di Taipei menerima laporan dari kampus bahwa ada pengajuan visa belajar oleh WNI yang ditolak oleh Taiwan Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta. Visa belajar itu diajukan oleh 12 calon mahasiswa asal Malang. Mereka mengajukan visa belajar untuk mengikuti perkuliahan reguler dan mendapatkan beasiswa dari Dayeh Univeristy Taiwan. ’’Masalah ini sedang kami cek ke Kemenlu, Kemenristekdikti, dan TETO,’’ tutur Fajar.

Dia menjelaskan, kasus ditolaknya visa 12 calon mahasiswa tersebut di luar program IAC. Fajar menuturkan, KDEI sudah berkomunikasi dengan TETO di Jakarta. Dia berharap kasus tersebut bisa segera diselesaikan.

Jawa Pos sudah berusaha meminta konfirmasi dari pihak TETO di Jakarta. Namun, perwakilan TETO belum bisa memberikan keterangan resmi. Sebaliknya, mereka meminta data nama-nama 12 calon mahasiswa yang pengajuan visanya ditolak. Setelah diberikan nama-namanya, mereka tetap belum memberikan keterangan resmi. (wan/oni)

Pecinta Sepeda Lipat Batam Bentuk Komunitas

0

batampos.co.id – Keberadaan sepeda lipat (folding bike) memberikan dampak positif dalam menggairahkan budaya bersepeda. Di Batam, mulai digemari hingga para pecintanya membuat sebuah komunitas bernama Batam Folding Bike.

”Komunitas ini resmi terbentuk di acara kenduri sepeda lipat Batam, Minggu (27/1/2019) kemarin,” kata Ketua Batam Folding Bike terpilih, Indra Harianto, Senin (28/1/2019).

Acara tersebut diisi dengan aktivitas gowes sepeda lipat dari Dataran Engku Putri Batam Center menuju Pantai Tanjungbemban.

”Di sana (Tanjungbemban) kami membentuk komunitas ini dengan liwetan (makan nasi beralas daun) bersama dan lucky draw,” terang Indra.

Ia menjelaskan, terbentuknya komunitas Batam Folding Bike agar dapat merangkul para pecinta sepeda lipat dan menggairahkan tren bike to work.

”Menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi kerja dapat mengurangi polusi dari kendaraan bermotor. Sehingga keasrian lingkungan dapat terjaga,” ungkapnya.

Komunitas yang kini beranggotakan 90 orang tidak membatasi siapa saja yang ingin bergabung. Mulai dari anak-anak, pria maupun wanita dapat ikut dalam komunitas Batam Folding Bike. Ia mengimbau agar para pemilik sepeda lipat dapat bergabung di komunitas tersebut, dengan mengunjungi Sekretariat Batam Folding Bike di Saung Sunda Sawargi, Batam Center.

”Kami ingin menggairahkan semangat warga Batam untuk menggunakan sepeda yang aman dan nyaman di bawa kemana-mana, yakni sepeda lipat ini,” ujar Indra.

Dalam programnya, Batam Folding Bike bakal rutin menggelar kenduri sepeda lipat Batam sekali sebulan. Di samping itu, pihaknya juga mempersiapkan diri untuk bisa mengikuti Jambore Sepeda Lipat Nasional (Jamselinas) ke-9 di Palembang, September mendatang.

”Ditargetkan, Jamselinas juga bisa diadakan di Batam tahun-tahun berikutnya,” ucap Indra. (nji)

BP Batam Hitung Aset dan Profit Sharing

0
Dam Duriangkang tampak surut dilihat dari ketinggian. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan lelang pengelolaan air setelah konsesi dengan ATB berakhir akan tetap dijalankan. Kepala BP Batam yang baru, Eddy Putera Irawadi juga sudah menginstruksikan agar lelang tetap dilanjutkan karena berkaitan dengan ketersediaan air baku bagi masya-rakat Batam.

”Untuk melelang pengelolaan barang milik negara (BMN), BP harus menghitung dulu total nilai aset selama masa konsesi dengan ATB berlangsung,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Air BP Batam Tutu Witular, Senin (28/1).

Nilai aset ini akan dicatat oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), baru kemudian bisa dilakukan proses pengakhiran konsesi dengan ATB yang telah dilakoni selama 25 tahun. Aset ini nantinya akan kembali juga ke pemerintah pusat.

”Nilai asetnya harus dilaporkan ke DJKN dulu, baru bisa dilakukan persiapan pengakhiran. Kemudian lelang bisa dibuka. Dengan nilai aset diketahui, maka bisa dianalisis berapa profit sharing (PS) nanti,” tambahnya lagi.

Untuk kriteria peserta dan penentuan calon pemenang, BP masih berpegang pada peraturan sebelumnya. Bunyinya pemenang dari lelang ini harus berpengalaman dan punya kemampuan finansial yang baik. Untuk pengelolaan air berikutnya, tak sepenuhnya akan dilakukan swasta dari hulu ke hilirnya. Dua bagian itu akan dipisah. Dari tujuh instalasi pengolahan air (IPA) yang ada di Batam saat ini, diperkirakan akan dipilih satu atau dua pengelolanya.

Persentase kepemilikan investor lokal mesti lebih besar dibandingkan saham milik negara luar atau asing. Begitupun dengan sistem kerjanya.

Terpisah, Ketua Yayasan Lem baga Konsumen Indonesia (YLKI) Batam, Fachri Agusta mengatakan lelang pengelolaan air harus tetap berjalan karena menyangkut kepentingan masyarakat Batam terhadap kebutuhan air bersih. Ia menyarankan, lebih baik pengelola di masing-masing waduk atau dam dijalankan oleh perusahaan yang berbeda.

”Keuntungannya bisa dapat variasi harga karena situasi pengelolaan air di masing-masing dam kan berbeda tergantung kondisi alamnya,” katanya.

Dari variasi harga akan diperoleh harga yang relevan yang bersahabat bagi masya-rakat.

”Di samping itu, karena banyak pelaku usaha yang terlibat akan membuka lowongan kerja baru yang luas bagi masyarakat,” katanya.(leo)

SMA Maha Bodhi dan SMA Ananda ke Semifinal

0
foto: batampos.co.id / ryan

batampos.co.id – Tim basket putri SMA Maha Bodhi sukses melaju ke babak semifinal, setelah mengalahkan tim putri SMA Maitreyawira A pada pertandingan babak perempat final Batam Pos-Honda Student Basketball League (HSBL) IV 2019 yang berlangsung di GOR Sekolah Yos Sudarso, Batam Center, Senin (28/1/2019).

Pertadingan kedua tim sejatinya berlangsung seimbang. Saling kejar dalam perolehan poin terjadi sedari kuarter pertama hingga kuarter keempat. Tak heran, poin akhir dari duel kedua tim ini terpaut tipis, yakni 28-27 untuk kemenangan tim putri SMA Maha Bodhi.

Sedangkan di pertandingan lainnya, tim putri SMA Ananda juga lolos ke babak semifinal usai mengalahkan SMAN 17 dengan poin hasil akhir 39-17. Sementara tim putri SMA Yos Sudarso kontra SMAN I Batam yang masih menjalani babak penyisihan terakhir, laga berlangsung tak seimbang. SMA Yos Sudarso berhasil meraih tiket lolos ke babak perempat final usai menang dengan poin terpaut sangat jauh, 75-6.

Sementara itu, di sektor putra yang masih menjalani fase babak penyisihan menyajikan beberapa partai.

Di pertandingan partai pertama, tim putra SMA Ananda menyingkirkan SMAN 17 dengan poin 98-9. Sedangkan tim putra SMA Maitereyawita mengirim pulang tim SMA Bintan Utara usai bermain ketat yang berakhir dengan poin 48-42.

Selanjutnya di laga babak penyisihan putra lainnya, SMA Yehonala tidak mampu mengimbangi permainan tim SMK Kartini. Laga pun berlangsung timpang, dimana SMK Kartini berhasil menyudahi permainan dengan selisih poin cukup jauh, 56-10. Sedangkan laga SMA Immanuel kontra SMAN 14 juga berlangsung tak seimbang. SMA Immanuel berhasil menyudahi permainan dengan poin akhir 20-0. Namun pertarungan sengit tersaji antara tim SMA Djuwita versus SMKN 4. Namun laga dimenangkan SMA Djuwita dengan poin akhir 38-36.

Manajer Event Organizer Batam Pos yang juga Ketua Pelaksana Batam Pos-HSBL IV 2019 Herman Mangundap mengatakan, kompetisi basket antarpelajar tingkat SMA/SMK sederajat se-Provinsi Kepri, sebagai bentuk kepedulian perusahaan swasta terhadap para siswa-siswi sekolah di Batam dalam menyalurkan hobi dan bakat mereka.

”Melalui turnamen antarpelajar ini kami harapkan dapat memacu semangat pelajar, tidak hanya untuk olahraga saja tapi juga untuk cabang olahraga lain juga,” ujar Herman di sela-sela pertandingan antara tim putri SMA Maha Bodhi kontra tim putri SMA Maitreyawira A, kemarin sore.

Herman berharap, HSBL ini bisa menjadi olahraga bergengsi di Kepulauan Riau (Kepri), sehingga para pelajar menjadi termotivasi untuk terus berlatih agar bisa memenangkan pertandingan pada turnamen lainya.

”Itulah tujuan kita, agar nantinya para pelajar di Kepri memiliki prestasi di bidang olahraga pada kancah nasional bahkan internasional,” harapnya.

Ia mengatakan, pada hari keempat pelaksanaan Batam Pos-HSBL IV 2019 kemarin, menyajikan empat belas tim yang berlaga baik babak penyisihan tim putra dan partai perempat final di sektor putri. Pertandingan berlangsung hingga pukul 20.00 WIB.

”Yang terakhir berlaga adalah SMA Djuwita melawan SMK N 4 Batam,” sebutnya.

Pada babak ini sudah masuk pada tim-tim yang cukup kuat dan akan kita saksikan siapa yang akan menjadi juara HSBL untuk tahun 2019 ini.

”Semoga bagi tim yang menang nantinya bisa lebih giat berlatih agar bisa bertanding pada turnamen yang lebih bergengsi,” ujarnya.(yan)

41 Titik Jemput Taksi Online di Batam

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam akhirnya menetapkan 41 titik penjemputan penumpang taksi online di seluruh wilayah Pulau Batam. Ke-41 titik penjemputan itu merupakan hasil kesepakatan dari rapat yang digelar pada Jumat (25/1) lalu.

Rapat tersebut digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam bersama sejumlah pihak. Antara lain Sat Lantas Polresta Barelang, Organda Kota Batam, Jasa Raharja Batam, perwakilan asosiasi taksi konvensional Batam, dan taksi online di Batam.

Sebenarnya ada 47 titik yang dibahas dalam pertemuan itu. Namun, enam lainnya belum disepakati dan akan kembali dibahas dalam pertemuan berikutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Rustam Efendi mengatakan, sebagian besar titik pengambilan penumpang taksi berbasis aplikasi memang sudah disetujui.

Beberapa di antaranya merupakan lokasi strategis seperti pelabuhan di Sekupang, Harbourbay, maupun Bandara Hang Nadim.

“Ini atas kesepakatan bersama. Taksi online sudah bisa beroperasi dan badan usaha segera dilegalisasi,” kata Rus-tam, Senin (28/1/2019).

Sementara Sekretaris Forum Taksi Konvensional Batam Afdial mengatakan, dalam rapat itu memang ada kesepakatan titik penjemputan penumpang taksi online di beberapa hotel, pelabuhan, dan lainnya. Untuk titik penjemputan yang akan kembali dibahas di antaranya titik penjemputan di Pelabuhan Punggur, KTM Resort, Amir Hotel Harbourbay, Nagoya Hill Hotel, dan beberapa titik lainnya.

“Tapi Pak Kadis (Perhubungan Kota Batam Rustam Efendi, red) katanya, udahlah, yang sudah aja dulu. Nanti yang belum disepakati lagi di luar. Jadi yang belum akan rapat ulang antara forum dan taksi online,” katanya.

Kapan pertemuan lanjutan itu akan digelar, Afdial belum bisa memastikannya. Ia hanya menyebut pertemuan itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Kebetulan saya lagi di Padang ada acara keluarga. Nanti kalau ada akan kami kabari. Kami juga nanti akan sampaikan pres rilisnya sama media,” imbuhnya.

Pantauan Batam Pos, kesepakatan titik penjemputan penumpang taksi online ini membuat para pengemudi taksi berbasis aplikasi mulai bebas menjajakan layanan jasa tranportasi. Terutama di titik-titik yang telah disepakati. Di Sekupang, misalnya. Sejumlah kendaraan taksi online terlihat berjejer di sekitar Taman Kolam Sekupang. Ini merupakan titik penjemputan untuk penumpang di Pelabuhan Sekupang, baik pelabuhan domestik maupun internasional.

Seorang pengemudi taksi online, Doddy mengatakan informasi titik pengambilan penumpang sudah beredar di grup WhatsApp sesama penyedia angkutan daring tersebut. Ia bersama temannya langsung menunggu calon penumpang di tempat yang sudah ditentukan oleh Dishub Batam.

“Kemarin sudah dapat foto suratnya. Jadi kami nongkrong di sini sembari menunggu tamu yang datang dari pelabuhan,” kata dia.

Pria yang menggunakan mobil Avanza abu-abu ini mengungkapkan adanya titik pengambilan ini diharapkan sesama pengendara taksi saling menghormati. Sebab sudah ada aturannya. Calon penumpang bisa memilih sendiri mau menggunakan taksi online atau konvensional, atau dengan sarana transportasi lainnya.

“Selain kami kan ada bus Trans Batam juga. Jadi, terserah mereka mau naik apa. Yang penting kami stay di sini saja,” terangnya.

Mengenai kebijakan penentuan titik tersebut, menurutnya lebih memberikan kepastian hukum bagi para pengemudi taksi online.

“Yang penting kami tahu aturan dan tidak mau melanggar. Sudah ada titiknya berarti sudah jelas. Jadi tidak ada rasa khawatir lagi,” ujarnya.(egi/yui)

Minta Tagihan Air, Sopir Tanki Geruduk Perusahaan Galangan

0

batampos.co.id – Belasan sopir tanki air gelar aksi unjukrasa di depan sebuah perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang, Senin (28/1) pagi. Mereka menuntut agar tunggakan air yang belum dibayar sekitar Rp20 juta segera dibayar pihak perusahaan.

Aksi para sopir tanki ini berlangsung damai. Mereka hanya mempertanyakan kejelasan kapan tunggakan tagihan air itu dibayar dengan melakukan orasi dan memajang tulisan tuntutan mereka di depan perusahaan.

“Kami butuh uang. Harus kasih makan keluarga, bayar tagihan dan lain-lain. Kapan mau dibayar pak. Sudah setahun tunggakan ini,” tariak Sarjani Nababan, koordinator para sopir tanki.

Menurut Sarjani, kumpulan sopir tanki ini merupakan karyawan salah satu perusahaan penyalur air bersih ke perusahaan galangan. Sudah setahun mereka menyuplay air ke dalam perusahaan dengan total mencapai 20.250.000 liter atau senilai Rp 20 juta. Namun sampai siang kemarin pihak perusahaan penerima air tak kunjung bayar tagihan air tersebut. Imbasnya perusahaan tempat kerja tak bisa bayar gaji mereka.

“Kami yang jadi sengsara. Kerja tak bergaji karena tunggakan tagihan ini,” kata Sarjani.

Aksi para sopir tanki ini akhirnya ditanggapi pihak perusahaan. Pihak perusahaan akhirnya menemui para sopir tanki tersebut untuk mediasi.

Pihak perusahaan galangan, saat dicoba konformasi enggan memberika statemen dengan alasan manajemen sedang sibuk.

“Manajemen tak mau pak. Maaf ya,” ujar Firdaus, sekuriti depan gerbang perusahaan galangan tersebut. (eja)

Perekaman e-KTP Batuaji dan Sagulung Digabungkan

0

batampos.co.id – Perekaman data e KTP di Sagulung dan Batuaji digabungkan. Itu karena alat perekaman dari Disdukcapil kota Batam dipinjamkan secara bergilir untuk perekaman warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam.

Penggabungan ini sudah berlangsung sejak sepekan yang lalu yang didahului dari kecamatan Batuaji yang gabung di kantor camat Sagulung.

“Empat hari yang lalu dari Batuaji rekam di sini (kantor Camat Sagulung) karena alat mereka dipinjam ke Lapas. Sekarang giliran kami. Alat yang ada di kantor kami dipinjamkan ke Lapas maka perekaman di sini dialihkan sementara di kantor camat Batuaji,” ujar Camat Sagulung Reza Khadafi, Selasa (29/1/2019).

Peminjaman alat perekaman ini rencananya akan berlangsung hingga tiga atau hari kedepan sesuai dengan kebutuhan di Lapas. Selama alat perekam masih dipakai di Lapas, pelayanan perekaman e KTP masyarakat Sagulung dialihkan ke kantor Cama Batuaji.

“Secara teknis tak masalah. Karena data tetap untuk wilayah kecamatan Sagulung. Masalahnya mungkin hanya jauh atau antre karena gabungan masyarakat dua kecamatan,” kata Reza.

Camat Batuaji Ridwan juga menuturkan hal yang sama. Koordinasi yang baik antara dua kecamatan itu tidak menimbulka persoalan yang serius. Layanan perekaman e KTP tetap berjalan normal. “Cuman perekaman saja jadi tidak masalah. Pencetakan dan pembagian nanti tetap di kantor camat masing-masing,” ujar Ridwan.

Sejauh ini baik Reza maupun Kadafi permintaan perekaman data e KTP masih cukup banyak. Setiap hari rata-rata diatas belasan orang yang datang merekam. Ini disambut baik pihak kecamatan sebab target perekeman data e KTP harus rampung sebelum pemilihan umum nanti.(eja)

Pembangunan Museum Bahari Digesa

0
Gedung Museum Bahari Natuna yang berada di kompleks Masjid Agung masih proses pengerjaan. (Aulia Rahman)

batampos.co.id – Pembangunan Museum Bahari di kompleks Masjid Agung Natuna terus digesa. Pengerjaan proyek ini dimulai sejak 2016 lalu. Proses pembangunan yang dilakukan pemerintah pemerintah atas tiga tahap. Dimulai dari pengerasan lahan, pemancangan tiang, dan terakhir pengerjaan tiang dan lantai.

Museum bahari dua lantai dengan dimensi 187 meter persegi tersebut dibangun di atas lahan seluas 2 hektare lebih yang bersumber dari Kemendikbud. Menurut pegawas pengerjaan proyek, pengerjaan fisik bangunan yang dikerjakan 2018 lalu sudah selesai 50 persen.

“Bangunan museum sudah tiga tahap, kalau dilihat sekarang sudah 50 persen selesai. Tahun ini informasinya akan ada lanjutan tahap empat,” ujar Abdilah, pengawas proyek, Senin (28/1).

Pembangunan museum bahari yang diprogram kemendikbud tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan lembaga legislatif daerah, lantaran pengerjaan pemasangan tiang pancang pondasi bangunan mendapat laporan tidak se-suai kontrak di 2017 lalu. Namun, sorotan tersebut tidak berpengaruh pada pelaksanaan pembangunan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Pemkab Natuna Hadisun mengatakan, sejauh ini pemerintah daerah belum menerima laporan administrasi untuk lanjutan pembangunan fisik museum di tahun 2019. Saat ini pembangunan museum tersebut tidak lagi melibatkan teknis di daerah, sepenuhnya dikelola pusat.

“Mudah-mudahan saja tahun ini ada lanjutan, supaya museumnya cepat selesai,” kata Hadisun.

Dikatakan Hadisun, keberadaan museum tersebut nantinya untuk melengkapi sejarah Pulau Natuna dan peradabannya dimasa lampau. Lebih spesifik akan dijadikan museum perdagangan maritim, karena Natuna adalah jalur perdagangan dimasa abad silam. Dan banyaknya peninggalan pecah belah dari beberapa benua.

“Tapi kami belum menetapkan history line untuk museum. Termasuk belum membahas pengelolaan museum itu nantinya. Apakah dikelola dibawah pemerintah daerah atau langsung dibawah pengelolaan Kemendikbud,” ujarnya. (aulia rahman)