Kamis, 28 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11640

Ekonomi Kepri Tumbuh 5,34 Persen

0

batampos.co.id – Setelah sekian lama terpuruk, perekonomian Kepri mulai bangkit. Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 5,34 persen pada triwulan IV tahun 2018.

Sementara secara kumulatif (c-to-c), ekonomi Kepri pada 2018 tumbuh sebesar 4,56 persen. Angka pertumbuhan tersebut jauh lebih cepat dibandingkan tahun 2017 yang hanya tumbuh 2,00 persen.

Jika dibandingkan dengan triwulan IV-2017 (q-to-q), ekonomi Kepri pada triwulan IV-2018 tumbuh sebesar 3,07 persen. Dari sisi produksi, sebagian besar kategori lapangan usaha mengalami pertumbuhan. Tiga kategori yang memberikan andil pertumbuhan terbesar antara lain kategori pertambangan dan penggalian 1,52 persen; kategori industri pengolahan 0,46 persen; dan kategori administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 0,31persen.

“Dalam lingkup regional, PDRB Kepulauan Riau triwulan IV-2018 memberikan kontribusi sebesar 7,94 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera,” kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kepri, Zunadi, dalam rilisnya kepada Batam Pos, Rabu (6/2/2019).

Zunadi mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2018 tersebut lebih banyak didorong oleh pertumbuhan sektor industri pengo-lahan yang memberikan andil 1,80 persen.

Sedangkan dari sisi penge-luaran, komponen pembentukan modal tetap bruto memberikan kontribusi sebanyak 3,87 persen.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid mengatakan pertumbuhan ekonomi Kepri yang bagus ini bisa menjadi tolak ukur tanda kebangkitan ekonomi Provinsi Kepri.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa porsi perekonomian Kepri itu disumbang oleh perekonomian Batam sebesar 70 persen. Itu artinya kebangkitan ini bisa dipandang sebagai kebangkitan ekonomi Batam juga,” ungkap Rafki, Rabu (6/2/2019).

Menurut Rafki, pertumbuhan ekonomi ini merupakan kerja keras dari Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam selama setahun ini membenahi investasi dan perizinan di Batam. Terlihat dari porsi Pembentukan Modal Tetap Bruto yang mencapai pertumbuhan 3,87 persen di tahun 2018 lalu.

Kebangkitan ekonomi Batam baru akan benar-benar dirasakan tahun depan. Karena tahun ini masih tahap awal persiapan masuknya investasi baru ke Batam dan daerah lain di Kepri. Prosesnya bisa cukup lama. Sehingga dampak ekonominya baru akan terasa tahun depan.

Rafki berharap perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berlangsung lebih lama lagi. Sehingga diaharapkan akan lebih banyak lagi investor dari dua negara itu yang ekspansi atau relokasi ke Indonesia, terutama Batam.

“Prediksi saya perang dagang ini masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Sehingga Indonesia khususnya Kepri harus memanfaatkan peluang meraih investasi ini,” katanya.

Sedangkan Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hioeng mengatakan, pertumbuhan positif ini tidak lepas dr pertumbuhan industri pengolahan yang memberikan andil sekitar 1,8 persen. (leo)

Ada Lubang di Pedestrian

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Drainase yang bagian atasnya jadi area pejalan kaki di kawasan Nagoya ternyata tidak aman digunakan. Pasalnya, ada belasan lubang tempat masuk untuk membersihkan drainase jika tersumbat sampah tidak berpenutup. Kalaupun berpenutup, hanya menggunakan kayu bekas yang sudah rapuh.

Lebih mirisnya lagi, tak ada penanda atau pemberitahuan jika lubang drainase tersebut tanpa penutup. Sehingga sangat membahayakan warga, khususnya pejalan kaki. Terlebih jika malam hari.

Seperti terlihat di drainase pinggir Jalan Imam Bonjol, Jalan Teuku Umar dan Raja Ali Haji, dan lainnya. Ukuran lubang drainase pun beragam, mulai 2×1 meter, 1×1 meter. Namun, kedalaman lubang drainase tersebut diperkirakan sekitar 2 meter.

Aryo, karyawan rumah makan di kawasan Kampung Bule, Nagoya mengatakan lubang-lubang drainase tanpa penutup tersebut sudah dibiarkan menganga sejak lama. Bahkan, menurutnya sudah banyak pejalan kaki yang hampir jatuh. “Sudah banyak yang hampir kepeleset, bahkan ada yang sampai jatuh. Untungnya ada teman, jadi ada yang tahu kalau jatuh,” ujar Aryo, Rabu (6/2/2019).

Menurut dia, kondisi lubang drainase itu cukup berbahaya pada malam hari. Sebab, lampu jalan yang tertutup perpohonan membuat lubang-lubang drainase tersebut sulit terlihat. Apalagi kawasan Kampung Bule banyak dikunjungi warga asing yang ingin menikmati hiburan.

“Kalau orang mabuk yang lewat, selesai lah itu. Berharap cepat ditanggulangi,” terangnya.

Sementara beberapa pejalan kaki di Jalan Teuku Umar, tepatnya di depan Graha Sulaiman, Nagoya menyayangkan kondisi lubang drainase yang dibiarkan terbuka begitu saja. Ukuran lubang yang cukup besar dan dalam, cukup membahayakan pejalan kaki.

“Padahal jalan sudah bagus, eh ternyata ada lubang di tengah pedestrian. Jelas ini sangat membahayakan,” jelas Eka Risma yang siang kemarin sedang berjalan santai menuju Kompleks Bumi Indah.

Ia berharap, pemerintah segera memperbaiki atau menutup lubang-lubang drainase tersebut. Jangan sampai ada korban dulu, baru ditangani.

“Katanya kota wisata, namun akses untuk wisata seperti pedestrian ini dibiarkan terbuka begitu saja,” imbuh wanita 25 tahun itu. (she)

Parkir Tak Berbayar WTB Disambut Baik Pengunjung

0
foto: batampos.co.id / sapna

batampos.co.id – Warga menyambut baik penerapan parkir tanpa bayar di depan Welcome To Batam. Untuk diketahui, Dinas Perhubungan (Dishub) batam telah menerapkan parkir tanpa bayar untuk sementara waktu di lokasi tersebut.

“Syukurlah Dishub mau tertibkan, soalnya aneh saja, masa bayar parkir motor Rp 2 ribu, bayar duluan pula,” kata seorang warga, Romali, kemarin.

Warga lain, Mira menilai peniadaan tarif parkir di lokasi ini membuat pengunjung lega. Karena pemungutan parkir di lokasi ini tidak sesuai aturan. Bahkan, selama ia jalan-jalan dan memarkirkan kendaraan di area tersebut, petugas parkir tak ada yang memakai seragam.

“Minta karcisnya pun tak ada katanya. jadi sangsi juga uang kita kemana kan,” ucap dia.

Sementara setiap hari menurut hemat dia, ada banyak kendaraan yang memarkirkan kendaraannya di area ini.

“Kalau untuk kota (PAD Kota Batam, red), pasti banyak juga,” kata dia.

Kepala Dishub Batam Rustam Effendi mengatakan, peniadaan tarif parkir di lokasi ini sudah sejak awal tahun lalu. Apakah peniadaan tarif parkir ini permanen atau tidak, Rustam negatakan tunggu kebijakan lebih lanjut.

“Kami ingin tata dulu,” imbuhnya. (*)

Maret, Dermaga Curah Kabil Siap

0
Pelabuhan kargo internasional milik Kawasan Industri Kabil. F. Kabil Integrated Industrial Estate untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pengembangan Dermaga Curah kabil akan selesai tahun ini. Pelabuhan yang khusus melayani distribusi produk olahan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit ini akan dioperasikan mulai semester kedua 2019 nanti.

“Maret selesai. Pada semester kedua nanti mulai beroperasi,” kata General Manager (GM) Komersil dan Pengembangan Usaha Kantor Pelabuhan BP Batam, Johan Effendy, Selasa (5/2/2019).

Pengembangan Dermaga Curah kabil yang lebih kurang seluas 10 Hektar ini dimaksudkan untuk melayani lalu lintas dan bongkar muat CPO.

Pertama, pembangunan dermaga utama dengan panjang 273,6 meter, lebar 33 meter dengan kapasitas kapal 35.000 DWT, kedalaman alur kolam dermaga 12 mdpl.

Kedua, pembangunan sarana ponton atau dermaga wharf sepanjang 101 meter dengan kedalaman kolam 6 mdpl. Ketiga mempercepat waktu sandar dan bongkar muat operasional pelabuhan. Total dana APBN proyek multi tahunan sejak 2016 ini sekitar Rp 208 miliar.

Berbeda dengan pelabuhan lainnya, Dermaga Curah Kabil memiliki jaringan pipa yang terhubung langsung dengan pabrik-pabrik penyulingan CPO di Batam seperti Ecogreen, Musim Mas dan lain-lain. “Sehingga tidak ada lagi pengangkatan pakai truk. Untuk bahan bakar pesawat, Avtur juga diangkut dari Kabil ke bandara lewat pipa,” ucapnya.

Selain itu, BP akan menambah sejumlah gantry crane di pelabuhan ini. Pembangunan ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat akselerasi kebutuhan produksi dan operasional para pengguna jasa.

Pembangunan dermaga dianggap dapat memenuhi kebutuhan produksi pabrik-pabrik sehingga menjadikan Batam sebagai pintu gerbang pelabuhan internasional.

“Mudah-mudahan kedepan sesuai masterplan dapat melayani dan meningkatkan seluruh kegiatan ekspor dan impor,” ungkapnya. (leo)

Pacu Industri Kecil Jadi Pelengkap Industri Besar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Industri di Kepri memiliki potensi untuk menjadi motor ekspor Indonesia di masa depan. Syaratnya adalah pemerintah mau memberikan bantuan untuk memperbaiki kualitasnya dan mau mendorong industri kecil agar menjadi komplementer dari industri besar.

“Produk industri perlu didorong untuk yang tumbuh masuk ke pasar ekspor. Baik dari perbaikan kualitas, desain, packaging, ataupun diikusertakan di pameran,” kata guru besar Fakultas Ekonomi dan Binis Universitas Padjadjaran (Unpad), Ina Primiana, Selasa (5/2/2019).

Ina yang juga Sekretaris I PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini mengatakan perlu dilakukan survey untuk memasuki pasar yang sudah menjadi tujuan ekspor atau pasar lainnya.

Saat ini, produk industri yang ada di Kepri berbeda dengan lainnya karena bersifat untuk keperluan domestik dan terus mengalami ekspansi.

Tapi belakangan ini, gairah industri seperti Sat Nusapersada yang mulai ekspor ke Amerika dianggap sebagai langkah awal yang baik.

Pemerintah perlu mendorong agar industri kecil mampu menjadi pemasok bagi industri besar. “Hal ini berpeluang meningkatkan daya saing produk karena biaya bahan baku berasal dari lokal yang tentunya akan lebih murah daripada impor sehingga harga kompetitif,” paparnya.

“Selain itu, hilangkan berbagai hambatan yang terjadi pada rantai pasok untuk menekan biaya ekonomi tinggi. Mudahkan proses perizinan dan prosedur untuk ekspor dan mengembangkan sarana logistik terpadu untuk menekan biaya,” ucapnya.

Sedangkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) di Kepri pada triwulan terakhir 2018 tumbuh positif sebesar 3,79 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Begitu juga dengan industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) yang tumbuh 7,77 persen pada triwulan keempat 2018. (leo)

DP Besar Kredit Kendaraan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kendati Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membolehkan kredit kendaraan tanpa uang muka atau down payment (DP) nol persen, ketentuan itu tidak serta merta membuat perusahaan pembiayaan (leasing) ramai-ramai menerapkannya. Pada praktiknya, perusahaan pembiayaan tetap memberlakukan DP besar pada konsumen.

’’Sampai saat ini kami belum menerapkan itu (DP nol),” jelas Direktur Utama PT Mandiri Tunas Finance (MTF), Arya Suprihadi.

Padahal, perusahaan pembiayaan yang dia pimpin termasuk yang performanya bagus. MTF memiliki non performing loan (NPL) atau kredit macet rendah. Yakni, di bawah satu persen. Sesuai aturan, MTF boleh memberlakukan DP nol persen.

OJK memang tidak mengharuskan perusahaan pembiayaan menyalurkan kredit dengan DP nol persen. Mereka menyerahkan sepenuhnya kebijakan soal itu kepada tiap-tiap perusahaan. MTF yang memiliki NPL di bawah satu persen dalam portofolionya pun menerapkan DP di atas 20 persen dalam sekitar 70–80 persen transaksinya.

Menurut Arya, MTF masih berfokus pada pembiayaan dengan DP besar. Sebab, DP nol persen sangat berisiko. Untuk konsumen yang mengajukan pinjaman dengan DP nol persen, biasanya justru risiko kredit macetnya tinggi.

’’Perusahaan yang akan menerapkan tentu melihat dampaknya ke depan,” tegasnya.

Secara terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah, pun mengatakan hal yang sama. Menurut dia, DP rendah hingga nol persen memiliki dua risiko. Yakni, perubahan perilaku konsumen dan risiko gagal bayar karena nominal cicilan yang besar.

’’Karena tidak dipersiapkan secara matang, kendaraan yang dibeli tidak produktif dan membebani, peminjam tidak siap untuk mencicil, sehingga menjadi kredit macet,” kata Piter kemarin (5/2/2019). Sebaliknya, konsumen yang siap dengan DP besar punya kemampuan mengangsur yang lebih besar. Sebab, nominal angsurannya juga tidak terlalu besar.

Banyak perusahaan yang memang nekat menawarkan DP rendah. Mereka mengharapkan pemasukan dari bunga pinjaman yang tinggi. Perusahaan seperti itu menanggung risiko gagal bayar yang juga tinggi.

’’Dampaknya tentu akan mendorong penjualan yang diiringi kemungkinan naiknya NPL,” tandasnya. (nis/c7/hep)

Pihak Bandara Mencari Pemilik Pesawat yang Telah Bertahun-tahun Parkir, bila Tak Ada yang Ngaku akan Dilelang

0

LUPA punya makanan di kulkas atau mengambil kembalian di toko mungkin sudah biasa.

Tapi, yang terjadi di Spanyol ini tergolong tidak biasa. Ada orang yang lupa punya pesawat terbang, lalu meninggalkannya begitu saja di Bandara Adolfo Suarez-Madrid Barajas selama beberapa tahun. Harga pesawat jenis McDonnell Douglas MD-87 itu sekitar Rp 676 miliar.

Kini pihak bandara kelimpungan mencari si pemilik pesawat.

Kasus pesawat ditinggal di bandara yang masih beroperasi tersebut sangat jarang terjadi. Pengumuman resmi mencari pemilik pesawat yang memiliki daya tampung 172 orang itu telah dibuat. Jika tiga kali pengumuman dan ditunggu setahun tetap tidak ada yang mengklaim, pesawat tersebut akan dilelang dan uangnya masuk kas negara. (sha/c14/oni)

Bea Cukai Batam Terapkan Aplikasi CEISA untuk Permudah Proses Pengiriman Barang lewat Ekspedisi

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam akhirnya mengiplementasikan aplikasi Customs and Excise Information System and Automation (CEISA) untuk barang kiriman yang dititipkan melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) atau ekspedisi.

Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Kantor Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan, sistem aplikasi itu diluncurkan untuk tujuan otomasi penginputan data barang kiriman ke dalam aplikasi CEISA. Sehingga, memudahkan petugas BC dalam meneliti dokumen atas barang kiriman, memudahkan petugas BC dalam melakukan pemeriksaan barang kiriman dan mempercepat arus layanan kepabeanan atas barang kiriman.

”Uji coba penerapan sistem aplikasi CEISA PJT sejak 1 Januari 2019. Untuk piloting (uji coba) bagi beberapa perusahaan dilakukan pada 14 Januari 2019 dan selanjutnya mandatory system (wajib) CEISA PJT pada Jumat 1 Februari 2019,” kata Sumarna.

Sebanyak 26 PJT di Kota Batam seperti PT Pos Indonesia, TIKI, JNE, JNT dan sebagainya telah diberikan edukasi dan sosialisasi sebelum diimplementasikannya sistem tersebut. Namun, implementasinya masih terkendala, seperti masih terdapat dokumen yang belum bisa diberikan izin.

”Hal ini lebih disebabkan oleh sistem labeling (pelabelan) dari PJT yang belum memenuhi syarat, serta adanya kesalahan format dalam mengirim data-data ke sistem aplikasi CEISA PJT,” katanya.(egi)

Setahun, 348 Warga di Indonesia Terkena Kanker

0
ilustrasi

batampos.co.id – Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari. Pertahun, penderita kanker baru mencapai 348 orang di Indonesia. Data Globocan menyebutkan di tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian.  Data tersebut juga menyebutkan 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker.

Menurut data Kementerian Kesehatan, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia 136.2 per 100.000 penduduk. Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono mengatakan, Indonesia  berada pada urutan delapan di Asia Tenggara.

”Sedangkan di Asia urutan ke 23,” ucapnya.

Angka jenis kanker tertinggi di Indonesia untuk laki-laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk. Kedudukan kedua, kanker hati yang penderitanya mencapai 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk.

Anung menambahkan, angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Kanker leher rahim atau serviks berada pada urutan dua.

”Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1.000  penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018,” ujarnya.

Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta. Menurit survei Riskessaa jumlahnya mencapai 4,86 per 1.000 penduduk.

Belum ada penelitian kenapa Yogya memiliki penderita kanker tertinggi di Indonesia. Namun menurut Anung hal ini bisa disebabkan pemilihan makanan yang tidak tepat, angka harapan hidup tinggi, dan budaya merokoknya juga tinggi.

Dia menambahkan jika aksebilitas masyarakat terhadap layanan kesehatan tinggi. Hal ini menurutnya juga berpengaruh pada temuan kasus kanker yang juga naik.

Untuk menunjang pengobatan, maka Kemenkes mengoptimalkan agar meminimalisir waktu tunggu. Anung menjelaskan bahwa di 11 rumah sakit rujukan nasional sudah memiliki alat radioterapi.

”Namun kanker ini tidak hanya radioterapi,” ungkapnya.

Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional Prof dr Soehartati GW SpRad mengatakan bahwa setiap tahun ditemukan 348 kasus kanker baru. Bahkan pada 2040 diprediksi dalan 1 detik ada 1 orang tekena kanker.

”Dalam dua detik ada satu penderita kanker meninggal,” bebernya.

Berprilaku hidup sehat dan melakukan deteksi dini menurutnya merupakan langkah yang harus dilakukan. Sebab penyebab kanker belum ditemukan. Deteksi dini dapat mengurangi angka kesakitan penderita.

”43 persen risiko kankr dapat dicegah dengan pola hidup sehat,” bebernya. (lyn)

Polisi Minta Pemerintah Pasang Rambu-Rambu

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Jenazah M Rafly Kurnia, 18 akhirnya ditemukan jajaran polisi, basarnas dan marinir di dekat keramba budi daya ikan Setokok, Bulang, Senin (4/2/2019) pukul 06.35. Rafly dinyatakan hilang sejak Sabtu (2/2/2019) lalu, setelah terbawa arus saat berenang bersama rekan-rekannya di bawah Jembatan III Barelang.

Saat ini, jenazah Rafly sudah dibawa ke RS Bhayangkara guna keperluan otopsi. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga mengatakan dari hasil visum luar tidak ditemukan tindak kekerasan atau hal mencurigakan.

“Tidak ada yang aneh, sudah dibawa oleh keluarganya kembali ke rumah,” katanya, Senin (4/2/2019).

Terkait kejadian ini, Erlangga berharap orangtua lebih memberikan pengawasan lebih ke anak-anaknya. Ia meminta orangtua tidak memberikan izin bagi anak-anaknya untuk berenang, apabila anak tersebut tidak memiliki kemapuan berenang. Selain ke orangtua, Erlangga juga meminta peran serta dari pemerintah daerah.

“Ini pelajaran bagi kita semua, kami harap pemerintah daerah dapat membuat papan informasi atau pengumuman di titik atau lokasi yang membahayakan keselamatan bagi orang. Misalnya di Jembatan III itu, dibuat tulisan Awas Arus Deras, dilarang berenang. Jadi akan menyurutkan niat orang berenang,” ungkapnya.

Selain itu, Erlangga berharap pengelola lokasi wisata juga menyiapkan peralatan bantuan untuk menolong orang yang tenggelam.

“Harusnya di tempat wisata seperti dekat laut itu ada penjaganya. Orang ini bertugas memperingatkan dan memberikan bantua apabila ada yang sedang dalam keadaan bahaya,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Erlangga meminta harus lebih memperhatikan keselamatan diri. “Kalau gak bisa berenang, jangan memaksakan diri berenang. Hal-hal ini perlulah jadi perhatian kita bersama, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. (ska)