Kamis, 28 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11641

Bea Cukai Batam Terapkan Aplikasi CEISA untuk Permudah Proses Pengiriman Barang lewat Ekspedisi

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam akhirnya mengiplementasikan aplikasi Customs and Excise Information System and Automation (CEISA) untuk barang kiriman yang dititipkan melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) atau ekspedisi.

Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Kantor Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan, sistem aplikasi itu diluncurkan untuk tujuan otomasi penginputan data barang kiriman ke dalam aplikasi CEISA. Sehingga, memudahkan petugas BC dalam meneliti dokumen atas barang kiriman, memudahkan petugas BC dalam melakukan pemeriksaan barang kiriman dan mempercepat arus layanan kepabeanan atas barang kiriman.

”Uji coba penerapan sistem aplikasi CEISA PJT sejak 1 Januari 2019. Untuk piloting (uji coba) bagi beberapa perusahaan dilakukan pada 14 Januari 2019 dan selanjutnya mandatory system (wajib) CEISA PJT pada Jumat 1 Februari 2019,” kata Sumarna.

Sebanyak 26 PJT di Kota Batam seperti PT Pos Indonesia, TIKI, JNE, JNT dan sebagainya telah diberikan edukasi dan sosialisasi sebelum diimplementasikannya sistem tersebut. Namun, implementasinya masih terkendala, seperti masih terdapat dokumen yang belum bisa diberikan izin.

”Hal ini lebih disebabkan oleh sistem labeling (pelabelan) dari PJT yang belum memenuhi syarat, serta adanya kesalahan format dalam mengirim data-data ke sistem aplikasi CEISA PJT,” katanya.(egi)

Setahun, 348 Warga di Indonesia Terkena Kanker

0
ilustrasi

batampos.co.id – Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari. Pertahun, penderita kanker baru mencapai 348 orang di Indonesia. Data Globocan menyebutkan di tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian.  Data tersebut juga menyebutkan 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker.

Menurut data Kementerian Kesehatan, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia 136.2 per 100.000 penduduk. Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono mengatakan, Indonesia  berada pada urutan delapan di Asia Tenggara.

”Sedangkan di Asia urutan ke 23,” ucapnya.

Angka jenis kanker tertinggi di Indonesia untuk laki-laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk. Kedudukan kedua, kanker hati yang penderitanya mencapai 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk.

Anung menambahkan, angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Kanker leher rahim atau serviks berada pada urutan dua.

”Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1.000  penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018,” ujarnya.

Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta. Menurit survei Riskessaa jumlahnya mencapai 4,86 per 1.000 penduduk.

Belum ada penelitian kenapa Yogya memiliki penderita kanker tertinggi di Indonesia. Namun menurut Anung hal ini bisa disebabkan pemilihan makanan yang tidak tepat, angka harapan hidup tinggi, dan budaya merokoknya juga tinggi.

Dia menambahkan jika aksebilitas masyarakat terhadap layanan kesehatan tinggi. Hal ini menurutnya juga berpengaruh pada temuan kasus kanker yang juga naik.

Untuk menunjang pengobatan, maka Kemenkes mengoptimalkan agar meminimalisir waktu tunggu. Anung menjelaskan bahwa di 11 rumah sakit rujukan nasional sudah memiliki alat radioterapi.

”Namun kanker ini tidak hanya radioterapi,” ungkapnya.

Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional Prof dr Soehartati GW SpRad mengatakan bahwa setiap tahun ditemukan 348 kasus kanker baru. Bahkan pada 2040 diprediksi dalan 1 detik ada 1 orang tekena kanker.

”Dalam dua detik ada satu penderita kanker meninggal,” bebernya.

Berprilaku hidup sehat dan melakukan deteksi dini menurutnya merupakan langkah yang harus dilakukan. Sebab penyebab kanker belum ditemukan. Deteksi dini dapat mengurangi angka kesakitan penderita.

”43 persen risiko kankr dapat dicegah dengan pola hidup sehat,” bebernya. (lyn)

Polisi Minta Pemerintah Pasang Rambu-Rambu

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Jenazah M Rafly Kurnia, 18 akhirnya ditemukan jajaran polisi, basarnas dan marinir di dekat keramba budi daya ikan Setokok, Bulang, Senin (4/2/2019) pukul 06.35. Rafly dinyatakan hilang sejak Sabtu (2/2/2019) lalu, setelah terbawa arus saat berenang bersama rekan-rekannya di bawah Jembatan III Barelang.

Saat ini, jenazah Rafly sudah dibawa ke RS Bhayangkara guna keperluan otopsi. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga mengatakan dari hasil visum luar tidak ditemukan tindak kekerasan atau hal mencurigakan.

“Tidak ada yang aneh, sudah dibawa oleh keluarganya kembali ke rumah,” katanya, Senin (4/2/2019).

Terkait kejadian ini, Erlangga berharap orangtua lebih memberikan pengawasan lebih ke anak-anaknya. Ia meminta orangtua tidak memberikan izin bagi anak-anaknya untuk berenang, apabila anak tersebut tidak memiliki kemapuan berenang. Selain ke orangtua, Erlangga juga meminta peran serta dari pemerintah daerah.

“Ini pelajaran bagi kita semua, kami harap pemerintah daerah dapat membuat papan informasi atau pengumuman di titik atau lokasi yang membahayakan keselamatan bagi orang. Misalnya di Jembatan III itu, dibuat tulisan Awas Arus Deras, dilarang berenang. Jadi akan menyurutkan niat orang berenang,” ungkapnya.

Selain itu, Erlangga berharap pengelola lokasi wisata juga menyiapkan peralatan bantuan untuk menolong orang yang tenggelam.

“Harusnya di tempat wisata seperti dekat laut itu ada penjaganya. Orang ini bertugas memperingatkan dan memberikan bantua apabila ada yang sedang dalam keadaan bahaya,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Erlangga meminta harus lebih memperhatikan keselamatan diri. “Kalau gak bisa berenang, jangan memaksakan diri berenang. Hal-hal ini perlulah jadi perhatian kita bersama, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. (ska)

Warga Pilih Bongkar Sendiri

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Sejumlah warga yang berada disamping Masid Agung Tanjung uncang, Batuaji memilih membongkar sendiri rumah mereka. Pembongkaran dilakukan sebelum petugas membongkar paksa bangunan mereka.

Pembongkaran ini dilakukan mengingat posisi rumah warga yang terkena badan jalan. Tercatat ada 37 bangunan yang dibongkar sendiri oleh para pemiliknya. Umumnya bangunan berbentuk semi permanen ini dijadikan rumah tinggal dan tempat usaha oleh sejumlah warga seperti kedai dan bengkel.

“Dah siap mas. Dibongkar atas kesadaran sendiri,” ujar Kabid Trantib Pemko Batam, Imam Tohari, Senin (4/2/2019).

Diakuinya, sejauh ini masih banyak pemukiman liar yang berada di sekitar lokasi. Namun begitu pihaknya masih mengutamakan permukiman yang terkena dengan badan jalan. “Fokus kita masih yang di badan jalan,” sebut Imam.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah melayangkan surat peringatan ketiga kepada 37 pemilik bangunan tersebut. Imam menegaskan, masa berlaku surat peringatan ketiga ini diberikan selama tiga hari untuk selanjutnya dilakukan pembongkaran bangunan.

Imam menambahkan, tidak ada perlawanan dari pemilik bangunan. Bahkan diakuinya, sebelum surat peringatan tersebut diberikan, pemilik bangunan sudah mulai memindahkan barang sekaligus mengosongkan area tersebut.

“Mereka ngerti karena posisinya memang terkena badan jalan,” jelas Imam. (rng)

Setahun Lebih Tanpa Solusi Untuk PKL Jodoh Boulevard

0
Jodoh Boulevard
Foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Saban sore, eks Taman Jodoh Boulevard kembali dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal ini karena para pedagang bingung hendak berjualan di mana, sementara Pasar Induk Jodoh tak kunjung direvitalisasi.

“Kami mau jualan dimana, katanya pindah ke pasar tapikan belum ada pasarnya,” ucap seorang pedagang yang tak mau disebutkan namanya, Minggu (3/2) lalu.

Sementara, sebagai ‘orang kecil ‘ menurut dia para PKL juga butuh uang untuk keperluannya sehari-hari. “Mau tidak mau jualan dulu,” imbuhnya.

Camat Batuampar Tukijan, dikonfirmasi, Selasa (5/2) mengatakan, sejatinya pasca penertiban PKL dimulai sejak September 2017 lalu dan pembongkaran taman februari 2018 lalu, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin para PKL kembali berdagang.

“Bagi kami kecamatan, ibarat simalakama, kalau kami usir mereka mengaku butuh untuk keperluan sehari-hari, sementara dibiarkan kotor tempatnya,” imbuh dia.

Yang kini terjadi, para pedagang tersebut melakukan aktivitasnya sore hari sekitar pukul 16.00 WIB hingga pagi. “Paginya sudah bersih, malamnya jaga keamanan. Jelang mau diapakan itu Jodoh Boulevard,” kata dia.

Data yang kecamatan miliki dan sudah diserahkan ke Disperindag, ada sebanyak 430 PKL Jodoh Boulevard dan Maritim Square. Apakah, yang kembali berjualan ada pedagang baru? “Saya rasa ada juga,” ucapnya.

Dalam satu kesempatan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi pesimis penuntasan penataan lokasi ini tak terkejar pada masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad hingga 2020 mendatang.

“Dugaan saya tak keburu zaman saya atau periode ini, tapi yang penting kami bersihkan dulu,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, kalaulah Pasar Induk selesai dirombak tahun 2019 mendatang, sudah pasti pada tahun 2020 seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) Nagoya dan Jodoh harus direlokasi ke pasar. “Nah 2020 kan saya sudah habis juga (selesai jadi Wali Kota),” terangnya.

Namun demikian, ia mengatakan penataan tersebut akan dikunci dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam. Dengan demikian, penataan akan dilanjutkan oleh kepemimpinan selanjutnya.

Untuk diketahui, pasar induk jopdoh merupakan lokasi yang digadang-gadang menajdi tempat bagi para PKL tersebut. Pada Senin (4/2), Rudi menyampaikan, tahapan penertiban di Pasar Induk terkendala masih adanya para pedagang di dalam pasar.

“Kami tak bisa tertibkan sepihak. Tunggulah waktunya,” pungkasnya. ***

Walikota dan Gubernur Harus Patuhi Peraturan

0
ilustrasi pekerja di Batam.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Untuk meningkatkan pertumbuhan investasi dan kenyamanan investor, pemerintah harus tegas soal penetapan Upah Minimum Sektoral (UMS). Pasalnya karena tak kunjung menemui solusi, demo pun kerap terjadi sehingga menjadi tanda tanya bagi investor dalam menanamkan modalnya di Batam.

“Terkait dengan UMS yang dituntut untuk disahkan. Apindo imbau agar semua pihak hormati dan jalankan aturan Permenaker Nomor 15 Tahun 2018 tentang upah minimum,” kata Plt Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, Selasa (5/2/2019).

Dalam Permenaker tersebut sangat jelas diatur bahwa Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam harus meneliti dan mengajukan dulu apa yang menjadi sektor unggulan di Batam.

“Setelah ditentukan sektor unggulan, maka kemudian disampaikan kepada asosiasi dan serikat pekerja di sektor bersangkutan untuk dibahas angkanya,” ucapnya.

Angka ini tentu harus sesuai dengan kemampuan pengusaha di sektor bersangkutan dalam membayar upah. Jadi tanpa ada penetapan sektor unggulan maka UMS tidak dapat ditetapkan oleh Gubernur.

Selain itu tanpa adanya kesepakatan antara asosiasi pengusaha dan Serikat Pekerja di sektor bersangkutan, Gubernur juga tidak dapat menetapkan UMSK. Ini diatur tegas juga dalam Permenaker No 15 Tahun 2018 tersebut.

“Kita ingatkan juga bahwa saat ini ekonomi masih pemulihan. Kita harus menjaga kondisi ekonomi tetap berjalan baik untuk keperluan tenaga kerja juga,” paparnya.

Hal ini juga pernah disampaikan salah satu pengusaha kondang Batam, Abidin Hasibuan.

Ia mengatakan bahwa penetapan UMS harus bipartit. Walikota dan Gubernur Kepri harus mematuhinya sesuai dengan Permenaker 15/2018.

“Saat ini, UMK Batam lebih tinggi dari negara lain di Asean. Kalau bisa, wako dan Gubernur harus patuhi PP itu,” harapnya. (leo)

Polda Kepri Mengerahkan 883 Personel Amankan Perayaan Imlek hingga Cap Go Meh

0

batampos.co.id – Polda Kepri mengerahkan sebanyak 883 personel untuk mengamankan jalannya perayaan imlek hingga 11 Februari mendatang. Titik pengamanan dipusatkan di vihara, klenteng serta pusat-pusat keramaian di Kepri.

“Kami sudah memetakan beberapa titik perayaan imlek,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga, Selasa (5/2/2019).

Ia mengatakan untuk Batam terdapat sebanyak 20 vihara dan 3 klenteng. Lalu di Tanjungpinang sebanyak 10 Vihari, Bintan 11 Vihara dan 10 Klenteng.

“Sedangkan di Karimun itu ada 20 vihara dan 6 klenteng. Lalu di Lingga 3 Vihara dan 14 klenteng. Tak hanya tempat peribadatan ini saja, tapi juga pusat-pusat keramaian,” ungkap Erlangga.

Sesuai dengan budaya tionghoa, perayaan imlek ini terus berlanjut hingga berakhir di sembahyang cap go meh di pusat-pusat peribadatan.

“Makanya pengamanannya cukup panjang,” tuturnya.

Ia mengatakan strerilisasi tempat-tempat ibadah, sudah dilakukan jajaran Polda Kepri melalui satuan brimob. Dan strerilisasi ini dilakukan sehari menjelang imlek.

Erlangga berharap perayaan imlek ini bisa berjalan lancar. Pemanatauan imlek ini juga dilakukan dengan melakukan patroli, baik dari darat maupun udara.

“Hal ini demi lancarnya perayaan ini,” tuturnya. (ska)

Pas Imlek, Keberangkatan di Pelabuhan Punggur Sepi

0
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Saat libur imlek, biasanya arus lalu lintas di Pelabuhan Telagapunggur disibukan dengan penumpang yang lalu lalang untuk silaturahmi atau sekedar berlibur. Namun, Selasa (5/2/2019) KSOP Pelabuhan Telagapunggur, Komaruddi menuturkan tidak ada lonjakan penumpang.

“Biasa saja normal seperti biasanya,” katanya, Selasa (5/2/2019).

Komaruddin mengatakan lalu lintas penumpang yang terhitung cukup padat terjadi 2 Februari lalu. Namun setelah itu, tak terjadi lagi lonjakan penumpang.

“Hanya saat itu saja, setelah itu normal seperti biasa,” tuturnya.

Walaupun, tak ada lonjakan penumpang. Komaruddin mengatakan akan terus memberikan pengawasan dan memantau kondisi cuaca. Hingga kini, cuaca untuk pelayaran Batam menuju Ke Tanjunguban maupun Tanjungpinang masih aman untuk dilayari.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan BMKG, agar mendapatkan pembaharuan cuaca terbaru,” tuturnya.

Sementar aitu Supervisi ASDP Telagapunggr, Herbert Damanik mengatakan penumpang yang memadati di Kapal Roro tidak banyak.

“Sepi,” ucapnya.

Herbert mengatakan lebih banyak penumpang yang menggunakan transportasi saat libur akhir pekan, dibandingkan ketika libur imlek kali ini.

“Kalau prediksi saya yang ramai itu dari Bintan ke Batam. Kalau dari sini ke Bintan, tak banyak penumpangnya,” ujarnya.

Dari pantauan Batam Pos tidak banyak orang berlalu lalang di Pelabuhan Ferry maupun ASDP Telagapunggur. Di Pelabuhan ASDP, tidak banyak kendaraan yang mengantri untuk memasuki Kapal Roro. (ska)

Unjuk Rasa Ratusan Anggota SPMI Ke Pemko Batam, Minta SK UMS segera Diteken dan Perbaikan Layanan BPJS Kesehatan

0
foto: batampos.co.id / galih

batampos.co.id – Memperingati hari jadi FSPMI yang ke-20, ratusan pekerja yang tergabung dalam Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) Kota Batam berunjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Berbekal dua speaker yang diangkut menggunakan dua mobil, salah satu orator dari SPMI Batam, sekaligus Ketua SPMI Batam, Alvitoni langsung naik ke atas kap mobil berorasi menggunakan toa menghadap ke kantor Wali Kota Batam, Rabu (6/2/2019) siang.

Kali ini isu orasi yang disampaikan sangat beragam, seperti misalnya masalah BPJS Kesehatan, pengangguran, TKA serta permintaan agar SK tentang UMS segera diteken oleh Gubernur Kepri.

Seperti misalnya pelayanan rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, dinilai masih jauh dari layak.

“Banyak pekerja yang sudah nyata terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, nyatanya saat berobat masih juga dikenakan biaya, bahkan ditolak dalam mendapatkan perawatan karena rumah sakit beralasan ruang perawatan sudah penuh. Ini bagaimana pertanggungjawaban BPJS Kesehatan? Kami bukannya tak bayar, tiap bulan selalu bayar itu iuran BPJS Kesehatan,” teriak Alvitoni.

Bahkan ia mengancam apabila tahun ini masih banyak penolakan pasien BPJS Kesehatan berobat ke rumah sakit, SPMI akan menggeruduk kantor BPJS Kesehatan dengan jumlah massa yang besar.

Sementara soal masih banyaknya jumlah pengangguran di Batam, lanjutnya, tidak sesuai dengan janji pemerintah pusat yang akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

“Mana janji itu, bukan lapangan kerja yang dibuka, tapi pengangguran justru yang makin banyak dan meluas,” terangnya.

Alvitoni juga meminta Wali Kota Batam untuk mempertanyakan SK tentang UMS agar segera diteken dan disahkan oleh Gubernur Kepri.

Unjukrasa kali ini dilakukan serentak se-Indonesia. Khusus di Batam kemarin, aksi unjuk rasa ratusan pekerja dari beberapa perusahaan seperti dari Tanjunguncang maupun Batuampar di Pemko Batam dikawal oleh puluhan anggota kepolisian hingga aksi berjalan damai. (gas)

Libur Imlek, Warga Batam Serbu Wisata Pantai

0

batampos.co.id – Libur Imlek kali ini dimanfaatkan warga untuk mengunjungi wisata pantai Tanjungpinggir, Selasa (5/2/2019). Berdasarkan data dari pengelola hingga sekarang siang ini sedikitnya sudah 700 warga yang sudah berkunjung.

“Alhamdulillah, ramai dari pagi sudah pada datang. Mungkin siang agak panas jadi banyak yang datang sejak pagi,” kata Pengelola Pantai Tanjungpinggir, Dodi.

Ia mengatakan untuk libur kali ini warga dikenakan Rp 10 ribu untuk bisa menikmati libur di pantai. Selain itu untuk keamaan pengunjung pihaknya telah menyiapkan penjaga pantai di setiap sudut untuk memantau aktivitas warga saat berenang.

“Angin kan cukup kuat saat ini. Jadi kami sangat siaga dan membatasi jarak aman berenang bagi warga. Kalau bisa pengunjung aman dan selamat berenang di sini. Nanti kalau kejauhan langsung dipanggil untuk menepi,” jelasnya.

Pengamanan lain juga datang dari Polsek Sekupang, Polair Polda Kepri dan Basarnas. Menurut Dodi pengunjung akan terus bertambah hingga sore nanti.

Sementara itu Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji mengimbau warga yang akan libur ke pantai untuk bisa mengindahkan aturan yang diberikan pengelola. Seperti diketahui beberapa waktu lalu ada warga yang tenggelam di Jembatan Barelang karena terbawa arus.

“Pengunjung harus waspada juga. Perhatikan anak saat berenang karena cuaca lagi tidak bagus,” kata dia.

Ia juga telah menyiagakan personil di tempat wisata seperti Pantai Tanjungpinggir dan Dangas. Hal ini untuk membantu pengelola mengawasi pengunjung yang tengah berwisata.

“Setiap pantai ada dua personil yang kami siagakan. Untuk keselamatan bersama mari sama- sama saling waspada. Patuhi himbauan agar tetap aman selama berlibur,” imbaunya. (yui)