Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 11719

Sampah di Drainase Batuaji

0
foto: batampos.co.id / eusebius

batampos.co.id – Kesadaran masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya masih minim. Drainase masih menjadi tempat favorit bagi sebagian warga disana untuk buang sampah.

Ini terlihat dengan jelas saat hujan turun. Hampir seluruh drainase di Batuaji tersumbat sampah rumah tangga yang terbawa arus air. Sumbatan sampah ini umumnya terlihat pada gorong-gorong yang menjadi jalur penyebrangan air ke wilayah Sagulung dibawa jalan utama R Suprapto Batuaji.

Inilah yang terjadi pada gorong-gorong simpang Kaveling Baru Sagulung. Meskipun sistem drainase sudah dilebarkan dan bahkan sudah dibangun jembatan yang lebih tinggi namun sampah rumah tangga menumpuk tinggi pada jalur masuk gorong-gorong dari wilayah Batuaji. Sampah yang menumpuk umumnya sampah rumah tangga seperti botol, plastik hingga sisa-sisa kayu material bangunan.

Kondisi yang sama juga terlihat pada gorong-gorong jalur penyebrangan depan kawasan SP Plaza. Sampah rumah tangga juga menyumbat jalur penyebrangan air dari wilayah Batuaji ke Sagulung tersebut.

Situasi yang kurang baik ini disayangkan sebagian masyarakat sebab drainase di lokasi-lokasi yang tersumbat sampah ini sudah diperbaiki sebelumnya.

“Baru dikerokin drainase ini tapi sudah begini kondisinya. Sampah semua yang menyumbat drainase ini,” ujar Imron, warga simpang MKGR, Batuaji, Minggu (2/9).

Pantauan di lapangan, saat hujan, lokasi-lokasi drainase yang tersumbat sampah itu digenangi air hingga bibir drainase. Meskipun tak menyebabkan banjir namun tumpukan sampah yang terbawa arus air itu merusak pemandangan jalan raya. Tumpukan sampah rumah tangga ikut meninggi bahkan lebih tinggi dari genangan air.

Air yang mengalir ke sisi sebelah gorong-gorong sangat kecil karena sumbatam sampah tadi. Andika seorang pedagang kaki lima di depan perumahan MKGR menuturkan, jika hujan lebat maka air akan meluap hingga ke jalan raya dan menyebabkan jalan depan kawasan SP Plaza terendam banjir. Jika ini dibiarkan maka upaya-upaya normalisasi drainase yang sudah dilakukan selama ini sia-sia.

Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi mengakui ada persoalan tersebut. Dia menghimbau agar masyarakat lebih peduli lagi kedepannya.

“Jangan lagi buang sampah di drainase. Kita sudah punya armada pengangkut sampah buanglah pada tempatnya,” imbau Ridwan. (eja)

Menikah Tanpa Pacaran, Delapan Pasangan Nikah Mubarokah Bahagia

0

batampos.co.id – Yayasan Hidayatullah Batam menikahkan delapan pasangan ustaz dan ustazah yang merupakan kader pondok pasantren Hidayatullah di Marsid Hidayatullah, Batuaji, Sabtu (1/9) pagi.

Uniknya pernikahan massal mubarokah ini para pengantin belum mengenal sama sekali pasangan mereka sebelumnya. Mereka menikah tanpa pacaran dan baru bertatap muka untuk pertama kali di prosesi pernikahan tersebut.

Pernikahan massal ini berlangsung khidmah. Meskipun diselimuti rasa penasaran seperti apa calon pengantin mereka, namun saat dipertemukan oleh ustad Yendra dari kantor urusan agama (KUA) Batuaji, pengantin pria atau wanita akhirnya tersenyum legah. Pasangan yang dipilihkan oleh ustaz dan ustaza pembina pasantren Hidayatullah ternyata pasangan yang seperti diidamkan oleh masing-masing pengantin.

“Penasaran tetap ada. Tapi kami yakin piliham ustaz pembina kami tak mungkin mengecewakan. Mereka sudah seperti orangtua kami jadi kami yakin saja,” M Hamka, seorang pengantin pria.

Dijelaskan Hamka sebelum pernikahan berlangsung mereka sudah dikasitahu seperti apa pasangan mereka. Begitu juga dengan kondisi fisik dan lain sebagainya sudah diterangkan sehingga mereka yakin bahwa pasangan yang dipasangkan oleh ustaz dan ustazah pembina Hidayatullah adalah jodoh mereka. “Tapi tak pernah lihat baik langsung ataupun lewat foto. Hanya diberitahu saja seperti apa orangnya (pasangan masing-masing),” ujarnya.

Delapan pasangan yang nikah tanpa kenal wajah sebelumnya itu diantaranya; Ahmad Habibullah dengan Witriani, Apriyadi dengan Esti Nurfajriah, Hajarul dengan Fadhilaturahmah, M Hamka dengan Auliah Riski, M Reza Tarmizi dengan Santini, Nasrullah dengan Mardiyah Syafudin, Suadi dengan Hidayah serta Yobi Satria dengan Ika Susanti.

Tokoh pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, Jamaludin Nur yang menjadi saksi pada acara sakral tersebut mengatakan, di antara tujuan kegiatan ini untuk menjalankan salah satu syariat Islam yaitu pernikahan. Dengan harapan, kelak dari pernikahan ini akan lahir kader- kader pembela Islam.

“Bahwa dengan menikah nantinya akan lahir generasi-generasi Islam yang taat yang terus membela, mengokohkan dan menyiarkan agama Allah, kiranya ini menjadi harapan kita bersama, aamiin,” ujar Jamaludin saat menyampaikan nasehat pernikahan.

Pasangan nikah massal mubarokah ini kata Jammaludin, merupakan ustaz dan ustazah kader Hidayatullah. Untuk pengantin pria merupakan ustad Hidayatullah Batam dan pasangan mereka ustaza Hidayatullah dari berbagai daerah di Indonesia.

“Allah yang mempertemukan mereka. Pernikahan massal Mubarokah ini sudah rutin kami lakukan tiap tahun. Alhamdulilah sejauh ini aman-aman saja malah awet rumah tangga mereka. Saya sendiri nikahnya sepert ini. 20 tahun berumah tangga aman-aman saja,” ujar Jamaluddin.

Tahun sebelumnya Hidayatullah Batam menikahkan tiga pasangan nikah serupa. Dan tahun ini bertambah jadi delapan. “Tak bisa dihitung lagi. Sudah sangat banyak yang dinikahkan seperti ini,” tuturnya.

Acara nikah massal mubarokah ini juga dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam dari Kemenag RI Muhamadiya Amin yang mengisi acara sarasehan pendiri dan perintis pasantren Hidyatullah. (eja)

Sri Tanjung, Produk Kencantikan Asli Riau

0

batampos.co.id – Berawal dari rasa prihatin akan Banyaknya produk skin care (perawatan kulit) yang ilegal dan berbahaya membuat

Sri Purwaningsih, 35, prihatin banyak produk perawatan kulit ilegal dan berbahaya.

Sri berpikir untuk membuat suatu produk yang murah namun berkhasiat. Pemikiran itu muncul tahun 2007 silam.

Meski mempunyai suami seorang wiraswasta, namun dari rasa khawatir dan melihat adanya peluang usaha yang belum banyak dibidik orang lain, Sri mulai menjalani bisnis kecilnya dengan modal Rp 250 ribu.

“Dari prihatin saya melihat di tiap salon atau spa memakai produk berdasarkan murah saja. Jadi saya berpikir, kenapa gak saya tangkap peluang ini. Selain itu, saya lihat banyak produk skin care yang dibeli sampai ke Bali. Jadi saya membuat produk yang harga murah, tapi kualitas tidak jauh berbeda,” kata Sri kepada JawaPos.com, pada Minggu (2/9).

Produk ini, dibuat perempuan yang kini berusia 46 tahun itu dengan bahan-bahan alami yang sangat mudah dicari. Seperti kacang hijau, bengkoang, kopi, pepaya, beras merah, teh hijau, minyak zaitun, minyak kelapa dan lainnya.

Awalnya memang sempat beberapa kali gagal. Namun berkat ketekunannya, akhirnya produk ini berhasil juga.

Meski berhasil, perjuangan Sri baru saja dimulai. Sebab, ia memutar otak agar bagaimana produk yang dihasilkannya sendiri itu bisa laku keras di pasaran. Sri pun memulainya dari pintu ke pintu di tiap salon dan spa di Pekanbaru.

“Awalnya mereka gak percaya dan gak mau. Tapi saya tetap berusaha keras. Akhirnya satu per satu produk saya digunakan di tiap salon dan tempat spa. Baik di hotel maupun di tempat lainnya,” ucap Sri.

Sembari menjualkan produknya, Sri juga berusaha keras membuat legalitas untuk usahanya itu. Ia mendaftarkan izin edar untuk produknya ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM).

“Legalitas tahun 2013 dan telah dapat sertifikat. Akhirnya produk saya dapat izin edar dan jadi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) pertama di Riau yang punya izin edar,” kata dia.

Kini, Sri Tanjung telah memiliki tiga jenis produk perawatan. Pertama body care (perawatan badan), facial care (perawatan wajah) dan feminine care (perawatan kewanitaan).

Harganya pun sangat terjangkau. Mulai dari Rp 19 ribu hingga Rp 84 ribu. Ukurannya ada yang 100 ml hingga 900 ml. Dengan ini, dalam sebulan Sri bisa mendapatkan omzet hingga Rp 40 juta.

“Hampir 50 persen di Pekanbaru sudah pakai produk kami. Untuk penjualan ke luar kota kita gunakan sistem online dan kita memanfaatkan sosial media. Produk kita juga sudah terjual sampai ke Lombok, Kalimantan dan Jawa. Mulai Agustus juga kita sudah pakai distributor,” tuturnya.

foto: instagram

Saat ini, Sri sudah tak sendirian menjalankan usahanya. Perempuan dengan dua anak ini, telah memperkerjakan tujuh orang karyawan yang semuanya berasal dari warga sekitar gerainya. Lokasinya di Jalan Sekuntum gg Mawar 5, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau.

“Mereka memang saya ambil dari warga sekitar. Sengaja karena ingin menciptakan lapangan pekerjaan juga. Mereka juga dibekali pelatihan. Pelatihannya itu saya berikan sendiri dan belajar bersama-sama,” kata dia.

Sri merasa sangat bahagia karena apa yang dirintisnya sejak awal sudah membuahkan hasil yang manis. Kebahagiaannya itu semakin bertambah setelah gerainya dikunjungi langsung oleh Kepala BBPOM RI, Penny K. Lukito, beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya, Penny memuji kepiawaian Sri mengolah bahan alami menjadi produk skin care tradisional yang telah diakui instansinya. Produk ini dinilai akan sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama perempuan, yang ingin tampil putih bersih namun dengan harga terjangkau.

“Produk dalam negeri yang dibawah binaan BPOM dan mendapatkan izin dari BPOM udah pasti aman. Karena tidak mengandung bahan berbahaya tersebut. Makanya kita fasilitasi,” ujarnya.

Sri Tanjung kata dia, sudah melalui beberapa tahap. Itu dinilai sudah baik dan terjamin. Penny pun berharap agar Sri Tanjung bisa lebih mengembangkan pasarnya lagi.

“Kenapa gak lebih mengembangkan lagi marketnya untuk mengekspor ke wilayah luar Riau. Saya kira produk potensial untuk dikembangkan. Kalau tidak diisi oleh produk ilegal,” pungkasnya.

(ica/JPC)

[batampos.co.id Channel] Yuk Cobain Menu Khas Makassar

0

Banyak menu khas Makassar disajikan di Resto Anging Mammiri. Mulai dari Coto Makassar, Sop Konro, Palu Butung, Pisang Hijau, Barongko, dan menu lezat lainnya. Sayang kalau tidak dicoba.

Rikako Ikee Dinobatkan sebagai Most Valuable Player, Asian Games 2018

0

Rikako Ikee, Atlet Jepang, dinobatkan sebagai atlet terbaik Asian Games 2018 (Isa Bustomi/JawaPos.com)

batampos.co.id – Perenang putri asal Jepang, Rikako Ikee dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MPV) atau atlet terbaik pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang yang berlangsung pada 18 Agustus-2 September. Atlet berusia 18 tahun itu tampil dominan di multi-event terbesar se-Asia tersebut.

Rikako berhasil meraih 6 medali emas dan dua medali perak. Atlet berparas cantik tersebut berhasil menggondol medali emas pada nomor 50 dan 100 meter gaya bebas, 50 dan 100 meter gaya kupu-kupu, estafet 4×100 meter gaya bebas, dan estafet 4 x 100m gaya ganti putri.

Selain medali emas, Rikako juga meraih dua medali perak bersama lima atlet Japang lainnya. Atlet yang memiliki tinggi 170 cm itu berhasil merebut medali kedua dari nomor nomor estafet 4×100 meter gaya bebas putri dan estafet 4×100 meter gaya ganti campuran.

“Saya sangat senang dengan capaian ini. Sesungguhnya saya terkejut saat pertama kali mendengar OCA (Olympic Council of Asia) akan memberi penghargaan ini kepada saya,” ungkap Rikako.

Rikako merupakan perenang keempat yang meraih penghargaan di Asian Games. Sebelumnya penghargaan ini diraih oleh atlet Jepang, Kosuke Hagino (2014), Park Tae-hwan (2006) dan Kosuke Kitajima (1998) pada kejuaraan yang sama.

Sang atlet sendiri tak menyangka mendapat penghargaan tersebut. Dia hanya berambisi untuk memberikan performa terbaik di setiap pertandingan yang diikutinya.

“Saya hanya ingin memberikan performa yang terbaik di setiap penampilan. Saya tidak menyangka dengan capaian ini,” tutupnya.

Berdasarkan catatan di Asian Games 2018, kontingen Jepang menduduki urutan kedua dengan 205 medali. Perinciannya 75 emas, 56 perak, dan 74 perunggu.

(isa/JPC)

Ekspor Kepri Naik 17,56 Persen

0
Dua orang pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kinerja Ekspor Kepri keluar negeri mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,56 persen pada akhir triwulan kedua. Nilai ini menunjukkan perbaikan signifikan dibanding sebelumnya tahun sebelumnya pada periode yang sama.

“Penguatan ini didorong oleh ekspor migas maupun non migas,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Sabtu (1/9).

Kenaikan ini didorong oleh kenaikan ekspor migas maupun non migas. “Pertumbuhan ekspor non migas bersumber dari peningkatan ekspor produk dari besi dan baja serta produk olahan CPO yang masing-masng tumbuh 232,27 persen dan 10,01 persen,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Juli 2018 mencapai 1.091,04 juta Dolar Amerika. Ekspor migas Juli 2018 mencapai 353,04 juta Dolar Amerika dan ekspor nonmigas mencapai 738.005,14 juta Dolar Amerika.

Untuk negara tujuan ekspor, maka ekspor ke Singapura pada bulan Juli 2018 mencapai nilai terbesar yaitu 567,86 juta Dolar Amerika, sedangkan secara kumulatif Januari-Juli
2018 mencapai sebesar 3.937,17 juta Dolar Amerika juta dengan kontribusinya mencapai 51,12 persen.

Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari-Juli 2018 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar 2.328,67 juta Dolar Amerika. Kemudian disusul Pelabuhan Terempa sebanyak 1.480,46 juta Dolar Amerika, Pelabuhan Sekupang sebanyak 1.273,81 juta Dolar Amerika, Pelabuhan Kabil senilai 936,90 juta Dolar Amerika dan Pelabuhan Belakang Padang senilai 836,37 juta Dolar Amerika.

“Kontribusi kelima pelabuhan terhadap komulatif ekspor Januari-Juli 2018 adalahsebesar 89,02 persen,” pungkasnya. (leo)

Pada Upacara Penutupan Asian Games Nanti malam akan Ada pengibaran Bendera Tiongkok, Sebab …

0

Kembang api diatas Stadion Utama Gelora Bung Karno saat pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta, Sabtu (18/8/18). FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

batampos.co.id – Pesta olahraga negara-nagara Asia, Asian Games 2018, telah usai. Untuk mengakhiri gelaran akbar empat tahunan ini, INASGOC telah menyiapkan serangkaian acara penutupan yang diyakini meriah. Closing ceremony dilakukan pada Minggu (2/9) malam.

Salah satu dari rangkaian closing ceremony adalah pengibaran bendera negara yang akan menjadi tuan rumah selanjutnya. Seperti diketahui, tuan rumah selanjutnya pada Asian Games 2022 adalah Tiongkok. Artinya, dalam acara nanti akan ada pengibaran bendera Tiongkok dan pemutaran lagu
kebangsaan Tiongkok.

Terkait hal itu, publik berharap prosesi tersebut jangan dipolitisasi. Bukan apa-apa, akhir-akhir ini kerap kali muncul sentimen negatif terhadap Tiongkok. Banyak yang mengaitkan Tiongkok dengan isu-isu politik di Indonesia. Bahkan tidak jarang hal ini bisa memicu beda pendapat.

Direktur Opening and Closing Ceremony Inasgoc, Hesti Purba meminta isu-isu tersebut tak berkembang. Dia sangat menyayangkan kalau closing ceremony Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dinodai dengan isu-isu politik. Sebab, tidak semestinya acara olahraga ditunggangi kepentingan satu pihak atau golongan tertentu.

“Di Asian Games, pengibaran bendera dan pemutaran lagu negara tuan rumah berikutnya adalah hal biasa. Memang ada penyerahan ke negara tuan rumah selanjutnya, dalam hal nanti adalah Tiongkok. Kita harus mengikuti aturan,” ungkapnya ketika dihubungi oleh JawaPos.com.

“Olahraga jangan dipolitisasi. Harus diingat ini adalah olahraga, kita berharap seharusnya damai,” lanjutnya.

Prosesi pengibaran bendera tuan rumah selanjutnya memang lumrah terjadi dalam event olahraga, termasuk Asian Games. Ditarik ke belakang, penutupan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, ketika itu bendera Indonesia juga dikibarkan bersamaan dengan lantunan lagu Indonesia Raya.

Jadi, sangat tidak etis olahraga justru dijadikan sebagai sarana politik. Hal tersebut sama saja dengan mencoreng kerja keras atlet yang telah berjuang mengharumkan nama negaranya.

Gelaran Asian Games 2022 akan digelar di Hangzhou, Tiongkok. Dengan begitu Tiongkok tercatat sudah menjadi tuan rumah Asian Games sebanyak tiga kali. Tiongkok kali pertama menjadi tuan rumah Asian Games pada 1990 dan dipusatkan di Beijing. Sementara yang kedua dilaksanakan di Guangzhou pada 2010.

(mat/JPC)

1 Orang Tewas dalam Kecelakan yang Melibatkan 3 Kendaraan

0
foto: viral

batampos.co.id – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan umum Trans Barelang sebelum pos pemadam kebakaran Jembatan Barelang, Minggu (2/9/2018). Satu orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Wakil Kasat Lantas Polresta Barelang AKP Kartijo menjelaskan, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan yang terdiri dari mobil Corona BP 1xx2 XN, mobil Cefiro BP 1xx5 ZG dan sepeda motor Honda Verza bernomor polisi BP 2xx2 JR.

Kecelakaan ini bermula dari mobil Corona yang dikemudikan Biman Sinaga, 48 melaju dari arah Simpang Tembesi menuju ke arah Jembatan Barelang. Sesampainya di tempat kejadian perkara, kendaraan yang membawa lima penumpang ini menyalip sepeda motor Verza BP 2062 JR yang dikemudikan Andra Yadi, 27.

Pada saat menyalip sepeda motor itu, dari arah berlawanan datang mobil Nissan Cefiro BP 1185 ZG yang dikemudikan Jusa, 62. Akibatnya tabrakan kedua mobil itu tidak dapat dihindarkan, kedua kendaraan tersebut berputar searah jarum jam. Tak sampai disitu, mobil Corona itu kembali menabrak sepeda motor Verza.

“Akibat kejadian ini, penegmudi sedan Corona Biman Sinaga meninggal dunia karena mengalami benturan keras di dada, dan diduga mengalami patah tulang dada sebelah kiri. Sementara, korban lainnya mengalami luka-luka,” kata Kartijo.

Dilanjutkan Kartijo, saat ini seluruh korban yang terlibat dalam kecelakaan ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Saat ini, kasus kecelakaan lalu lintas itu sudah ditangani oleh Unit Laka Lantas Polresta Barelang. Sementara, tiga kendaraan yang terlobat kecelakaan itu sudah dibawa sebagai barang bukti.

“Sampai saat ini Unit Laka Lantas Polresta Barelang masih melakukan penyelidikan kecelakaan lalu lintas tersebut,” imbuhnya. (gie)

Hasil Akhir Perolehan Medali Asian Games 2018

0
Lindswell Kwok, salah satu peraih medali emas bagi kontingen Indonesia. Indonesia total mengoleksi 31 medali emas di Asian Games
2018 (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Triathlon menjadi cabor terakhir yang dihelat pada Asian Games 2018.

Partai final cabor tersebut digelar pada Minggu (2/9) pagi WIB bertempat di Palembang. Tim Jepang berhasil meraih medali emas di cabor ini.

Seperti yang sudah diketahui, Tiongkok akhirnya menjadi juara umum dengan total 289 medali. Perinciannya adalah 132 emas, 92 perak, dan 65 perunggu. Tiongkok pun mengukuhkan dominasinya di pentas Asian Games. Dari 10 penyelenggaraan beruntun, Tiongkok selalu menjadi juara umum. Itu dilakukan sejak 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010, 2014, dan 2018.

Asian Games pun seolah hanya menjadi milik Tiongkok dan Jepang. Maklum saja, semenjak dihelat pertama kali pada 1951, hanya dua negara itu yang mampu menjadi juara umum. Jepang mendominasi dalam 8 gelaran secara beruntun pada 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1974, dan 1978.

Indonesia sendiri di Asian Games 2018 ini mampu mengukir sejarah
. Atlet-atlet kebanggaan Merah Putih mampu mempersembahkan total 98 medali dengan perincian 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Indonesia pun mantap berada di posisi keempat. Indonesia hanya kalah dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Bahkan, Indonesia mampu unggul jauh dari negara-negara Asia Tenggara lainnya. Pesaing terdekat adalah Thailand dengan koleksi 11 emas, 16 perak, dan 46 perunggu. Namun, posisi Thailand jauh di belakang Indonesia yakni peringkat 12. Bagaimana dengan Malaysia? Negara serumpun Indonesia itu berada di posisi 14 dengan koleksi 7 emas, 13 perak, dan 16 perunggu.

Indonesia mampu mencetak sejarah dengan berada di posisi 4 besar pertama kali sejak Asian Games 1966 di Bangkok. Koleksi 98 medali pun yang terbanyak dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games. Lebih hebat lagi, 31 medali emas yang diraih juga yang terbanyak sepanjang ikut di Asian Games.

Indonesia bisa dikatakan mengulang kejayaan 1962 saat menjadi tuan rumah Asian Games pertama kali. Kala itu, Indonesia mampu berada di posisi kedua dalam hal klasemen perolehan medali. Indonesia mengumpulkan 51 medali dengan perincian 11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu. Indonesia kalah dari Jepang yang mengoleksi 73 emas, 56 perak, dan 23 perunggu.

Cabor pencak silat menjadi ‘tambang emas’ bagi Indonesia di Asian Games 2018. Dari cabor ini Indonesia mampu mengoleksi 14 medali emas, hampir mencapai separuh dari total medali emas yang diraih.

 

Pariwisata Jadi “Periuk Nasi” Pemko Batam

0

Turis bersepeda melintas di Jalan Ahmat Yani, Simpang Panbil, Mukakuning, Seibeduk. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Wacana Biro Pariwisata yang pernah diusulkan Badan Pengusahaan (BP) Batam dulu kepada pemerintah pusat ternyata belum mendapat restu. Alasannya karena menghargai Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang memang bidang kerjanya mencakup pengembangan pariwisata di Batam.

“Memang BP Batam menganggap pariwisata dapat mengangkat ekonomi. Makanya supaya ada amunisi, dibuatlah restrukturisasi. Tapi usul itu tak kunjung datang, karena pariwisata jadi periuk nasinya Pemko,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti di Hotel Radison, Jumat (31/8).

Meskipun begitu, Kemenpar sangat mendukung sekali event-event pariwisata yang digelar BP Batam. Jika merujuk pada niatnya, maka event-event ini digelar untuk menggairahkan pariwisata di Kota Batam yang sempat lesu.

“BP Batam ini ikut menopang karena dana Pemko kecil. Ini agar pariwisata semakin bergairah,” jelasnya.

Ia menyarankan agar BP Batam dan Pemko saling bantu membantu karena tujuan pengembangan pariwisata itu sama yakni meningkatkan perekonomian Batam.

Sebelumnya, BP akan membentuk Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif. Tugasnya adalah mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Biro ini merupakan lanjutan dari Biro Pariwisata yang belum mendapat restu dari pemerintah pusat.

“Namanya Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif,” kata Deputi V BP Batam Bambang Purwanto belum lama ini.

Ia mengatakan alasan pembentukan biro baru ini adalah untuk memaksimalkan pengembangan pariwisata Batam.

“Jadi dinilai perlu membentuk unit khusus untuk menanganinya dan hal-hal yang punya potensi menggerakkan ekonomi Batam,” paparnya.

Biro ini akan mendukung Pemko Batam dalam mengembangkan pariwisata di Batam. Berikut juga memberdayakan potensi-potensi yang masih bisa digali dari Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjamur di Batam.

“Untuk saat ini, kami masih menunggu undangan dari Kemenpan RB terkait rapat berikutnya soal unit baru dan tugasnya,” jelasnya.

Nama Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif ini dianggap lebih tepat karena saran dari Kemenpan RB dalam rapat sebelumnya. Lebih mencakup keseluruhan dibanding Biro Pariwisata. (leo)