Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11739

Referendum Sensitif

0

Kok tensinya memanas begini setelah Taiwan memutuskan sesuatu yang sensitif: akan mengadakan referendum. Tanggal 24 November nanti. Bersamaan dengan pilkada serentak di sana.

Persoalannya kira-kira begini: di Olimpiade 2020 nanti delegasi Taiwan akan berdiri sendiri sebagai satu negara. Pertanyaan referendumya: setuju atau tidak.

Taiwan sudah memutuskan untuk memasuki zona bahaya. Tiongkok menganggap referendum itu merupakan langkah awal. Menuju referendum final: Taiwan merdeka, setuju atau tidak.

Sikap Tiongkok jelas: Taiwan adalah salah satu provinsinya. Langkah memerdekakan Taiwan akan dilawan dengan risiko apa pun, biaya berapa pun, nyawa siapa pun.

Memang referendum itu kelihatannya ‘hanya’ soal olahraga. Yang selama ini delegasi Taiwan disebut sebagai ‘China Taipei’. Sejak tahun 1971. Sejak hampir 50 tahun lalu.

Komite Olimpiade Internasional juga sudah memutuskan Mei lalu tidak akan ada perubahan apa pun. Termasuk penamaan delegasi dari Taiwan.
Olimpiade 2020 akan diselenggarakan di Tokyo. Jepang sudah siap. Saat saya ke Tokyo dua minggu lalu getarannya sudah terlihat.

Referendum di Taiwan itu hasilnya sudah bisa dipastikan: setuju. Artinya Taiwan akan hadir seperti negara merdeka.

Itu pun kalau Tokyo menerimanya. Kalau IOC menyetujuinya.

Persyaratan di referendum Taiwan itu agak aneh. Referendum dianggap sah biar pun yang ikut hanya 25 persen. Dari yang memiliki hak pilih: sekitar 19 juta orang.

Itu bisa dilihat dari pernyataan dukungan. Sampai kemarin sudah lebih 400 ribu orang yang menyatakan mendukung referendum. Angka itu diungkap oleh South China Morning Post, Hongkong.

Rasa nasionalisme di Taiwan memang lagi pasang. Terutama sejak Yin-Wen terpilih sebagai presiden. Wanita lajang berumur 57 tahun itu memang keturunan suku asli Taiwan. Ibunya.

Rasa nasionalisme itu kian membara saat Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Yang terang-terangan berdiri di belakang Taiwan. Bahkan memusuhi Tiongkok. Lewat perang dagangnya. Yang kian meningkat.

Rasanya situasi baru ini sangat mengkhawatirkan. Tidak seperti ketegangan selama ini. Kali ini ketegangannya benar-benar tegang. (dis)

Mengenal Tjoa Kie Tjuan Kapiten Pertama di Palembang

0

batampos.co.id – Tjoa Kie Tjuan diangkat oleh Pemerintah Belanda menjadi kapten pertama pada tahun 1830. Itu berlanjut hingga keturunannya yakni Tjoa Ham Ling di tahun 1871.

Raut wajah yang tegas, membuatnya Tjoa Kie Tjuan terlihat sangat berwibawa sebagai pemimpin pertama etnis Tionghoa di Palembang. Apalagi disaat menggunakan pakaian khas kerajaan berwarna hitam dan bermotif ukiran disetiap sisi tangan dan bawah pakaiannya. Ditambah topi khas pemimpin serta bersarung tangan putih.

Pada masa itu, Pemerintah Belanda berhasil menguasai Bumi Sriwijaya ini. Dimasa pemerintahan Belanda masyarakat Tionghoa pun diakui perkembangannya hingga akhirnya dipercaya untuk memimpin pemerintahan khususnya di wilayah Seberang Ulu Palembang.

Maka dari itu, peradaban etnis Tionghoa di Palembang bukan lagi hal yang asing. Mereka sudah hadir sejak lama pasca runtuhnya kerajaan Sriwijaya pada abab ke XI. Masyarakat Tionghoa ini masuk untuk berdagang di daerah Seberang Ulu Palembang, tepatnya dipinggiran Sungai Musi hingga akhirnya menetap dan menikah dengan keturunan asli daerah Palembang.

“Tugas kapiten sendiri memimpin wilayah di Seberang Ulu Palembang untuk menjalankan pemerintahan Belanda dibagian Seberang Ulu,” kata Mulyadi yang merupakan keturunan Tjoa Ham Ling yang ke 14 saat ditemui di Kampung Kapitan, Minggu (11/11/2018).

Dalam melakukan pemerintahannya, sang Kapiten memiliki ruang khusus dengan dua jendela yang dapat langsung melihat kondisi perairan Sungai Musi. Sehingga, kapal yang masuk dari negara mana pun dapat dipantau langsung olehnya.

Hengkangnya Pemerintah Belanda membuat pengangkatan gelar Kapiten pun akhirnya terhenti pada Tjoa Ham Ling. Kini, gelar Kapiten terputus. Namun, generasi Kapiten tetap berlangsung hingga kini, termasuk dirinya Mulyadi.

Banyak peninggalan sejarah yang ditinggalkan para Kapiten. Salah satunya yaitu, Kampung Kapitan tempat bermukimnya etnis Tionghoa pertama di Kota Palembang; tempat pemerintahan pertama Kota Palembang dan seluruh petikan sejarah pada zaman kepemimpinannya seperti surat pengangkatan Kapiten Tjoa Ham Ling.

Foto Kapiten Tjoa Ham Ling penerus pemimpim pertama Tjoa Kie Tjuan yang menjadi kapiten terakhir yang diangkat oleh pemerintah Belanda di Palembang (Alwi Alim/JawaPos.com)

“Kini Kampung Kapitan masuk dalam cagar budaya karena sudah berusia lebih dari 50 tahunan,” ujarnya.

Sebagai keturunan dari Kapiten, dirinya menerima amanah untuk mengurus dan merawat rumah peninggalan yang berada di Kampung Kapitan. Untuk mengenang jasa para Kapiten, dirinya membuat ruangan khusus milik leluhurnya sedemikian rupa dan baju sang Kapiten.

Sang Kapiten yang tersohor pada masanya, dimakamkan terpisah. Tjoa Ham Ling dimakamkan di Kembang Manis Palembang. Sedangkan pendahulunya, dimakamkan di wilayah Seberang Ulu, Palembang. Ia mengaku tidak mengetahui pasti wafatnya para Kapiten ini.

“Sekarang tugas saya sebagai Kapiten yang baru untuk merawat peninggalan Kapiten terdahulu,” candanya.

(lim/JPC)

Disuruh Jual Ginjal di Batam Untuk Lunasi Pinjaman Online

0

batampos.co.id – Pinjaman online kian meresahkan. Terutama, akibat cara penagihan yang mengintimidasi dan mempermalukan para peminjam. Salah satu korban mengaku diintimidasi dengan disuruh menjual diri oleh debt collector. Korban lainnya ada yang berencana menjual ginjal untuk membayar utangnya.

Salah satu korban pinjaman online, May, menuturkan, debt collector pinjaman online begitu kasar dalam menagih utang. Salah satu yang paling diingatnya adanya debt collector bernama Niko yang melalui WhatsApp memintanya untuk menjual diri agar bisa membayar utang.

”Kita disuruh jadi pelacur,” ujarnya dengan geram.

Tidak hanya itu, debt collector juga menyebarkan pesan ke seluruh orang di kantornya. Pesan itu seakan-akan dirinya melakukan pencurian atau penggelapan uang sebuah perusahaan.

”Sampai atasan saya meminta saya mengundurkan diri. Tapi, saya akhirnya jelaskan semua,” ungkapnya dihubungi kemarin.

Berapa jumlah utangnya? Dia menjelaskan dirinya berutang pada tiga aplikasi pinjaman online. Salah satunya, WC (inisial perusahaan, red) dengan utang hanya Rp 1 juta, namun kini utangnya dihitung menjadi Rp 4,5 juta. ”Lalu DR (inisial perusahaan, red) berutang Rp 1,5 juta menjadi sekitar Rp 2 jutaan. Terakhir CW (inisial perusahaan, red) dengan utang Rp 1 juta menjadi Rp 2,3 juta,” jelasnya.

Sementara itu korban pinjaman online lainnya, warga Pasuruan, Leni Pujianti menuturkan dirinya ditagih dengan cara yang begitu kasar. Debt collector itu secara bertubi-tubi melakukan teror.

”Saya disuruh menjual anak saya,” tuturnya.

Teror ke kantor anaknya juga dilakukan debt collector. Akhirnya, karena terdesak, Leni memutuskan untuk menjual ginjalnya ke seseorang di Batam. ”Saya sudah mau berangkat ke Batam sekitar dua minggu lalu. Tapi dicegah Mbak Mey,” ungkapnya.

Berapa jumlah utangnya? Dia mengaku sudah tidak mengetahuinya. Sebab, sudah takut untuk melihat handphone. ”Saya takut lihat bunganya besar. Awalnya saya hanya utang sekitar Rp 2 juta ke dua aplikasi, tapi akhirnya terjerat utang ke 15 aplikasi. Karena saya tutup lubang gali lubang,” paparnya.

Sementara Kuasa Hukum Korban Pinjaman Online, Effendi Saman, mengatakan saat ini sesuai petunjuk dari Bareskrim, pihaknya masih mengumpulkan seluruh data korban. ”Yang kurang itu, soal ada yang sudah bayar. Tapi tetap ditagih. Nah, bayar-nya kemana itu yang perlu saya teliti,” ungkapnya.

Yang paling penting, lanjutnya, sebenarnya pinjaman online ini bisa jadi merugikan negara. Sebab, banyak transaksi pinjaman online ini banyak yang tidak dilaporkan ke negara.

”Padahal, seharusnya ada semacam pajak atau pendapatan negara dalam transaksi itu,” paparnya.(idr/JPG)

Batam Canggih

0

Perkembangan teknologi kian tak terbendung. Digitalisasi terus dilakukan. Baru-baru ini, Pemko Batam melalui Dinas Perhubungan (Dishub) membuat inovasi baru. Membayar parkir lewat aplikasi android. Benar-benar keren.

Tidak perlu bayar tunai. Bayar via elektronik saja. Bahkan, melibatkan langsung 100 juru parkir (jukir) di 100 titik. Katanya, semua jukir akan dilengkapi android.

Jujur. Ini terobosan yang luar biasa. Sangat keren. Dapat memudahkan pemilik kendaraan untuk menuntaskan kewajibannya membayar parkir. Mungkin, bisa jadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

Banyak positifnya. Salah satunya menghindari potensi bocornya pendapatan parkir. Kalau kebocoran berhasil dihindari, tentu saja akan berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dampak positif lainnya. Ada penyeragaman tarif parkir. Tidak jomplang antara satu tempat dengan tempat lainnya. Dengan parkir elektronik, kita juga bisa memonitor berapa sebenarnya biaya untuk memarkirkan kendaraan.

Sayangnya, masih dicoba di Batam Center dan Nagoya. Padahal, lebih bagus diterapkan serentak. Langsung di seluruh titik parkir.

Memang, terkadang memulai itu selalu diselimuti perasaan waswas. Takut gagal. Atau khawatir tidak berjalan efektif. Tapi selama niatnya baik, saya pikir tidak ada salahnya untuk dicoba.

Bicara digitalisasi memang rada-rada menarik. Hampir semua sektor dikolaborasikan dengan digital. Tidak usah jauh-jauh. Harian Pagi Batam Pos saja berkolaborasi dengan batampos.co.id. Meskipun dipayungi perusahaan berbeda.

Atau contoh saja transaksi jual-beli. Mereka sudah mulai beralih ke digital. Sudah banyak aplikasi berserakan di ponsel masing-masing dengan tema dan kegunaan sama.

Itulah. Arus perkembangan zaman tidak bisa kita lawan. Namun bisa diajak berkawan. Menggabungkan antara sistem lama dengan platform digital memang tidak mudah. Tapi kalau berhasil, hasilnya sangat-sangat baik.

Bagi saya, inovasi ini harus didukung. Tidak boleh tidak. Apalagi dijegal. Toh ini semua demi kebaikan bersama. Kalau PAD meningkat, yang untung adalah masyarakat Batam.

Kalaupun gagal dalam menerapkan parkir elektronik, wajar-wajar saja. Yang penting sudah ikhtiar. Sudah berupaya melakukan yang terbaik. Tujuannya pun juga baik untuk semuanya.

Kalau boleh menilai, apa yang dilakukan Pemko Batam ini lebih keren dari gawean pemerintah pusat. Mentang-mentang kartu identitas saya dari Kaltim, tidak bisa mengurus akta kelahiran anak ketiga. Katanya, harus diurus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) domisili saya. Lah, katanya sudah KTP elektronik. Katanya database tersimpan di pusat. Tapi urus akta kelahiran ribetnya bukan main.
Mestinya, akta kelahiran dikeluarkan berdasarkan lokasi si anak dilahirkan. Ini bagaimana ceritanya, disuruh urus di daerah asal. Ya mana sempat. Jauhnya luar biasa. Siapa yang jaga istri yang baru saja melahirkan. Benar-benar enggak masuk akal.

Mungkin kementerian terkait perlu instrospeksi diri. Gembar-gembor digitalisasi, tapi pakai gaya kuno. Tidak keren. Hahahahahaha…

Mungkin, pemerintah pusat harus belajar ke Pemko Batam biar tidak gagal paham apa itu makna dari digitalisasi. Atau belajar dengan Batam Pos tentang bagaimana cara berkolaborasi dengan digital. Kwakakakakak…

Yang pasti, saat ini Batam itu kian canggih.***

Perlu Roro Kepri-Malaysia

0

batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri, Isdianto menegaskan transportasi laut di Kepri sangat perlu ditingkatkan. Tak hanya antar pulau di Kepri atau domestik, namun juga antar negara.

“Geografis Kepri itu, 98 persennya laut dan 2 persen darat. Jadi transportasi laut harus ditingkatkan,” ujar Isdianto, akhir pekan lalu.

Jika transportasi laut lancar, maka sektor ekonomi di Kepri dipastikan meningkat. Pendapatan Kabupaten dan Kota di Kepri juga meningkat.

Apalagi selama beberapa tahun terakhir pendapatan di Kepri terus berkurang. Selain menurunnya sektor ekonomi, hal lainnya juga karena dikuranginya dana tunda salur dari pemerintah pusat.

“Kita butuh pelabuhan dan transportasi yang lancar, sehingga bisa mendorong peningkatan ekonomi. Sebab saat ini Kepri devisit,” tutur Isdianto.

Bahkan menurutnya, Kepri tak hanya butuh tambahan kapal roro antar domestik, namun juga antar negara. Apalagi, Kepri bersebelahan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

“Harapan kami, adanya Roro dari Kepri ke Malaysia. Masa adanya cuma di Dumai. Padahal, Kepri ke Malaysia lebih dekat dibandingkat Dumai-Malaysia,” imbuh Isdianto.

Sementara, Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal akan menyampaikan keinginan Isdianto kepada Menteri dan Dirjen. Ia berharap, hal itu juga dapat disetujui. Mengingat kondisi Kepri yang wilayahnya memang terdiri dari laut.

“Saya pribadi sangat mendukung. Permintaan pak Isdianto akan saya sampaikan,” imbuh Raisal. (she)

Wako Batam Kirim Dua Angka UMK ke Gubkepri

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi tetap mengirim dua angka hasil kesepakatan Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam soal Upah Minimum Kota (UMK) yang akan ditetapkan 21 November mendatang.

“Tidak ada yang berubah. Semua hasil keputusan saya kirim,” kata Rudi usai menghadiri acara di Sekupang, Senin (12/11).

Ia menjelaskan, kalau keputusan berada di tangan Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Sebab daerah hanya meneruskan saja hasil kesepakatan DPK Batam.

“Keputusan kan bukan di saya. Makanya saya kirim semua hasil rapat tersebut agar bisa menjadi pertimbangan untuk menetapkan,” ujar mantan anggota DPRD Batam ini.

Ia menyebutkan berdasarkan hasil rapat tersebut sudah jelas usulan dari pekerja dan pemerintah serta pertimbangan dan masukan dari pengusaha. Gubernur yang diberikan wewenang untuk menetapkan bisa memilih yang terbaik untuk ditetapkan.

“Kan sudah ada angka yang sesuai dengan pemerintah, serikat pekerja. Ya tinggal ditentukan saja,” imbuhnya.

Mengenai permintaan provinsi tentang tidak boleh usulan dua angka, Rudi mengungkapan hingga saat ini belum ada informasi yang resmi yang diterima.

“Yang penting sudah dikirim. Kalau dibalikin kita kirim lagi saja,” tambahnya.

Ia berharap saat waktu pembahasan dan penetapan UMK nanti semua bisa berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga angka yang dipilih dan ditetapkan bisa diterima semua pihak. “Kita tunggu saja keputusannya 21 November nanti,” lanjutnya.

Sementara itu berdasarkan hasil rapat DPK Batam ada dua usulan angka yang diteruskan kepada Wali Kota Batam untuk dilanjutkan kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Dua angka yang diusulkan yaitu pertama perhitungan yang sesuai dengan PP nomor 78 tahun 2015 yaitu sebesar Rp 3.806.358 dan kedua dari unsur buruh dengan usulan kenaikan sebesar 20 persen atau Rp 4.228.112. (yui)

Semua Wahana Bakal Dicek

0

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja kemarin (12/11) memutuskan menutup sementara wahana bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) yang berlokasi di Alun-Alun Utara Jogjakarta. Itu dilakukan setelah terjadi insiden yang menimpa pengguna sehari sebelumnya (11/11).

’’Untuk saat ini, kabin dalam wahana sudah dicopot dan sedang kami selidiki penyebabnya,’’ ujar Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja Evi Wahyuni kepada Jawa Pos Radar Jogja (grup batampos.co.id).

Insiden itu terjadi Minggu malam saat salah satu wahana bianglala yang berada di sisi tenggara Alun-Alun Utara Jogja rusak. Penumpangnya sampai terbalik.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat ketika masih berada di atas, ada beberapa gerbong bianglala yang terbalik. Bahkan, di salah satu gerbong terdapat balita. Beruntung, beberapa orang sigap memberikan pertolongan dengan menaiki rangka besi sehingga tak sampai jatuh korban.

Dikonfirmasi, pengelola Berkah Ria Mamad mengklaim insiden tersebut terjadi karena tidak seimbangnya beban pada bianglala. Dia juga mengatakan bahwa bianglala itu merupakan desain baru dan baru empat hari beroperasi.

Di sisi lain, Wakapolresta Jogjakarta AKBP Ardian Mustakim menyatakan akan melakukan investigasi terkait kejadian tersebut. Semua pengelola dan pemilik wahana yang ada di PMPS akan dimintai keterangan. Investigasi juga akan dilakukan kepolisian dengan mengajak pemkot untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Pengecekan tidak hanya dilakukan pada bianglala, tetapi juga seluruh wahana yang dinilai memiliki potensi bahaya. (cr5/c17/ttg/jpg)

Kartu Nikah Diprioritaskan Untuk Pasangan Nikah Baru

0
Buku Nikah akan dihapuskan dan diganti dengan Kartu Nikah.

batampos.co.id – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, penerbitan kartu nikah diprioritaskan hanya untuk pasangan nikah baru. Pada tahap pertama, menurutnya akan diluncurkan satu juta kartu nikah.

“Satu juta kartu ini untuk 500 ribu pasangan nikah baru,” ujar Lukman Hakim Saifuddin usai meluncurkan beasiswa untuk santri di Jakarta, Senin (12/11).

Lukman menyebutkan, pasangan baru adalah pasangan yang menikah setelah pemuncuran aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Wabsite (Simkah Web). Namun demikian Lukman menuturkan, pasangan nikah lama berkah memperoleh kartu nikah.

Namun, menurut Lukman tentu harus menyesuaikan dengan ketersediaan kartu yang sangat ditentukan oleh permintaan kartu nikah dari daerah.

“Kartu nikah kami prioritaskan untuk pasangan nikah setelah peluncuran aplikasi Simkah. Untuk pasangan nikah lama bisa mendapatkan kartu nikah dengan menunjukkan buku nikah atau dokumen nikah lain,” katanya. (nas/jpnn)

Guru Dibully, Malah Disanksi

0

batampos.co.id – Lima siswa SMK NU 03 Kaliwungu Kendal yang terlibat “pengeroyokan” terhadap gurunya di depan kelas ‘hanya’ mendapat sanksi membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Kelima siswa tersebut berinisial PMI, SNC, MM, AA dan AAM.

Nama terakhir adalah siswa yang merekam kejadian tersebut dengan kamera handphone hingga videonya viral di media sosial.

Ironisnya, sang guru, Joko Susilo, yang menjadi korban bully siswanya justru mendapatkan sanksi lebih berat. Selain dibina, ia juga dilakukan pengawasan oleh Pengawas SMK Kabupaten Kendal.

Pengawas SMK Kabupaten Kendal, Langgeng Budhiarso, mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan secara khusus kepada Joko Susilo. Terutama dalam hal pendampingan pengajaran di dalam kelas, kepribadian dan hubungan sosial. “Sehingga kejadian yang menjadi keprihatinan kita bersama ini tidak kembali terulang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang (grup batampos.co.id).

Ia berharap ada tindakan nyata dari kepala sekolah maupun Ketua Yayasan SMK NU 03 Kaliwungu terhadap Joko Susilo. “Terutama agar tidak menulari siswa lainnya di sekolah ini, sehingga pembinaan juga dilakukan kepada siswa agar menghormati dan menghargai guru,” tuturnya.

Saat ditemui Bupati Kendal Mirna Annisa yang datang ke SMK NU 03 Kaliwungu kemarin, Joko Susilo menjelaskan, sebelum terjadi aksi yang diduga pengeroyokan oleh siswanya itu, ia meminta kepada para siswa mengakui siapa yang melempar kertas ke dirinya saat jam pelajaran Gambar Mesin yang diampunya. “Jadi, saat itu saya sedang mengajar pelajaran Gambar Mesin pada jam akhir pelajaran sekolah. Pada saat menulis di papan tulis, para siswa saling lempar kertas,” katanya.

Ia kemudian memperingatkan agar para siswa jangan membuat kegaduhan dan memperhatikan pelajaran. Namun kejadian kembali berulang, bahkan ada siswa yang melempar kertas mengenai kepalanya. “Saya kemudian tegur dan bertanya siapa siswa yang sudah melempari saya kertas. Tapi tetap tidak ada yang mengaku. Akhirnya, lima siswa itu berdiri dan maju sembari guyonan, siswa itu meminta saya untuk tidak marah. Saya juga sudah memaafkan lima siswa itu,” katanya.

Joko mengatakan jika dirinya saat itu tidak marah. Tapi lima siswa itu maju akhirnya terjadilah seperti yang telah direkam dalam video. “Yang saya tangkap siswa itu mungkin maksudnya hanya bercanda, tidak serius. Saya sendiri juga menganggapnya bercandaan saja,” akunya dengan wajah seperti memendam perasaan yang berat.

Ia mengakui, kejadian seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya. Joko juga mengaku jika bercandanya para siswa itu sangat berlebihan dan tidak wajar. “Setelah itu ya biasa lagi, saya mengajar lagi. Dan tidak terjadi apa-apa,” paparnya.

Joko mengaku jika aksinya dan kelakuan lima siswanya tersebut bakal viral dan menuai banyak kritikan dari netizen. Pasalnya, ia tidak menyadari jika aksinya tersebut direkam oleh AAM, satu dari lima siswa yang mendekati dirinya. “Sebenarnya sudah mau melaporkan siswa tersebut ke guru Bimbingan Konseling (BK). Tapi ternyata sudah telanjur viral di media sosial,” katanya.

Salah satu siswa, PMI, mengatakan, jika aksinya dan empat temannya tersebut tidak ada maksud untuk mengeroyok, mempermalukan ataupun tidak patuh pada nasihat guru. “Ya, hanya bercanda saja, karena memang Pak Joko kalau mengajar di kelas orangnya suka bercanda,” akunya.

PMI, SNC, MM, AA dan AAM mengaku menyesali perbuatannya tersebut. Karena telah mencoreng nama guru, sekolah, dan yayasan, serta LP Maarif NU dan warga Kendal. Kelimanya sudah membuat pernyataan tidak akan mengulanginya lagi. Jika mengulanginya lagi, kelimanya siap mengundurkan diri dari sekolah.

Sementara itu, Bupati Kendal, Mirna Annisa, meminta sekolah membina para siswanya secara serius. “Sebab, tanggung jawab guru bukan hanya soal kecerdasan saja, tapi nilai pendidikan karakter. Salah satunya adalah dengan pendidikan budi pekerti dan moral. Ini menurut saya jika memang bercanda, maka bercandanya sudah sangat keterlaluan,” kata Mirna saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMK NU 03 Kaliwungu.

Menurutnya, tindakan yang telah dilakukan lima siswa kepada Joko Susilo sangatlah tidak pantas dilakukan. Apalagi di lingkungan sekolah dan di dalam ruang kelas yang disaksikan siswa-siswi lainnya. “Guru saat mengajar di jam pelajaran bukannya disimak malah bercanda lempar-lemparan kertas. Bahkan sampai terjadi atraksi saling tendang,” tandasnya.

Mirna mengaku, kedatangannya ke sekolah tersebut untuk menjaga nama baik Kendal. Sebab, Kendal dengan slogan Kendal Beribadat harusnya melahirkan generasi yang sopan dan bermoral. Karena itu, ia meminta kepada seluruh guru di Kendal, khusunya SMK NU 03 Kendal, untuk lebih mengedepankan pendidikan karakter. Terutama pendidikan budi pekerti kepada para siswa, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

Dalam sidak, Mirna sempat bertemu dengan lima siswa yang ada dalam adegan video yang viral di media sosial. Dalam pertemuan tersebut, bupati ingin mengetahui dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi. Ia menanyai satu persatu siswa yang terlibat dalam aksi pengeroyokan kepada Joko Susilo.

Namun yang didapat, baik siswa maupun pihak sekolah hanya mengatakan jika insiden itu hanya bercanda antara guru dan murid di ruang kelas. “Jika memang bercandaan, menurut saya ini bercanda yang tidak wajar. Saya sangat prihatin, ini menandakan etika dan moralnya kurang baik,” tandasnya.

Keprihatinan juga diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kendal, Supari. Ia mengatakan, SMK NU 03 Kaliwungu merupakan salah satu lembaga pendidikan di bawah binaan LP Maarif. “Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Dan kami akan memberikan pembinaan kepada sekolah dan guru-gurunya,” katanya.

Dikatakannya, LP Maarif NU Kendal akan memberikan pembinaan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran di kelas. “Kami juga akan melakukan pembinaan kesiswaan bersama satuan pendidikan, sehingga bisa ditingkatkan kedisiplinan,” ujarnya. (bud/aro/jpg)

Harris Hotel Sediakan Healthy Corner

0
Stand Juice di terminal feri Batam Centre. (Dokumentasi Harris Hotels)

batampos.co.id – Harris Hotel mengadakan program Healthy Corner di 23 jaringan hotelnya di seluruh Indonesia, Senin (12/11) hari ini. Program yang digelar sehari penuh tersebut dibuat untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional 2018. Tujuannya untuk memberikan inspirasi pada tamu untuk menyantap makanan sehat.

Disediakan berbagai macam hidangan dari buah dalam bentuk fruit bowl, fruit skewer, fruit pop, lalu canape salad serta jus buah yang sehat, di pojok Harris Cafe. Semuanya gratis dan bisa dikonsumsi tamu hotel.

Selain Harris healthy corner yang penuh warna, tim dari Harris Hotels juga bertugas untuk menyebarkan healthy buzz atau pesan mengenai gaya hidup sehat. Dilokasikan di Harris Cafe sepanjang hari, dengan menawarkan jus sehat khas Harris, fruit skewer dan canape salad. Diberikan berbagai informasi yang menarik mengenai bahan utama makanan sehat tersebut maupun resep cara membuatnya.

Harris Hotels Batam yang terdiri dari Harris Hotel Batam Center, Harris Resort Waterfront Batam dan Harris Resort Barelang Batam secara khusus membuka stand Juice Sehat di terminal feri Batam Center hari ini. Di stand tersebut, wisatawan yang datang ke Batam mendapatkan jus gratis.

“Hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada diri kita sendiri adalah tubuh yang sehat. Kami ingin menginspirasi para tamu melalui pilihan makanan mereka untuk memulai hari dengan baik dan menambah pilihan makanan sehat di makan siang maupun makan malam,” kata Stefano de Champeaux, Corporate Brand Harris Hotels.

Dia mengatakan, program tahunan ini sejalan dengan pesan konsisten dari Harris Hotels sesuai dengan semakin meningkatnya tren gaya hidup sehat di Indonesia.

Kami tentunya juga berharap bahwa Harris Healthy Corner ini bisa membawa keceriaan khas Harris serta membuat hari para tamu semakin cerah sesuai dengan motto kami Stay Bright di Hari Kesehatan Nasional ini,” tutupnya.(vin)