Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11753

Target PPJU Turun Rp 25 Miliar

0
Seorang pekerja mengganti bola lampu jalan di Jalan Brigjen Katamso arah ke Seibinti, Sagulung.. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Target pendapatan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) diturunkan. Jika semula di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni Kota Batam ditargetkan Rp 188,5 miliar di APBD Perubahan menjadi Rp 163 miliar. Atau turun sekitar Rp 25 miliar. Sementara capaian kini, baru Rp 117,32 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah menyebutkan, penyesuaian target ini menimbang penundaan kenaikan tarif PPJU.

“Target di APBD murni termasuk asumsi kenaikan tarif PPJU, karena ditunda makanya kami sesuaikan,” kata dia, Minggu (21/10).

Ia menerangkan, rencana kenaikan tarif PPJU tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 tahun 2017 tentang Pajak Daerah. Yakni, untuk sektor perumahan 6 persen naik jadi 7 persen dan sektor jasa (bisnis dan industri) dari 6 persen menjadi 8 persen. “Nah, rencana ini dipertengahan jalan dengan berbagai pertimbangan, ditunda dulu,” tambahnya.

Penundaan, lanjut dia, salah satunya menimbang aspirasi masyarakat akan ekonomi yang kini sedang lesu. “Kondisi ekonomi belum stabil, ini dasarnya. Makanya (aspirasi) patut pertimbangkan,” terangnya.

Pemberlakukan kembali tarif berdasarkan perda tersebut direncanakan akan dilakukan pada tahun 2019 mendatang. Namun demikian, perlu dibicarakan terlebih dahulu dengan DPRD Batam serta melihat indikator lain, seperti kondisi ekonomi dan penyesuaian sistem oleh PLN.

“Kemungkinan di triwulan pertama 2019 (antara Januari-Maret),” imbuhnya.

Bukankah tanpa kenaikan tarif PPJU, penerimaan pajak ini seharusnya naik jika merujuk pada peningakatn jumlah pelanggan dan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL)? soal ini, Raja menyebutkan semua sudah terhitung secara rinci, maka dari itu target pendapatan tahun 2018 lebih tinggi dibanding tahun 2017 lalu sebesar Rp 144 miliar.

“Artinya, target sudah pertimbangkan asumsi kenaikan jumlah pelanggan dan kenaikan TDL,” pungkasnya. (iza)

BLK Tanjungundap Dipastikan Batal Tahun Ini

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang berlokasi di Tanjungundap, dipastikan gagal di tahun ini. Belum adanya kejelasan penetapan lahan dari Badan Pengusahaan Batam menjadi salah satu penyebabnya.

“Tahun ini gak mungkin lagi dibangun,” kata Rudi, kemarin.

Diakuinya, saat ini masih proses penyerahan lahan dari masyarakat kepada Pemko Batam. Berdasarkan serah terima itu nantinya, BP Batam melakukan pembayaran ganti rugi lahan kepada masyarakat disana. Sedikitnya ada 5 kepala keluarga (KK) yang tinggal di lokasi itu untuk dibayar ganti rugi lahannya.

“Saya gak tahu pasti berapa biaya ganti ruginya. karena BP nanti yang menyediakan,” tutur Rudi.

Selain biaya ganti rugi, lanjutnya, masyarakat disana juga meminta beberapa hal lain seperti jaminan bagi anak-anak mereka bisa diterima belerja di BLK tersebut. “Ketika ini semuanya sudah clear, tanah tersebut selanjutnya diberikan BP Batam kepada Kementerian Tenaga Kerja, sekaligus pembangunan. Kita harapkan masalah lahan ini selesai tahun ini, dan tahun depan mulai fokus pembangunan,” jelas Rudi.

Sebelumnya, DPRD Kota Batam meminta pemerintah pusat merealisasikan rencananya membangun BLK di Batam. Tujuannya agar brmunculan tenaga kerja terampil menjawab tuntutan kebutuhan industri ke depan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam , Aman menilai harusnya Pemko dan BP Batam bisa cepat menangani permasalahan lahan BLK, sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan. Apalagi, Kementrian Tenaga Kerja telah melakukan lelang proyek pembangunan pada bulan November lalu.

“Koordinasi antar keduanya harus lebih cepat lagi. Pembangunan pun harusnya sudah dilakukan bulan ini (Januari), namun status lahan masih belum jelas. Sebagian lahan masih hutan lindung,”beber Aman.

Hal senada dikatakan Riki Indrakari yang juga Anggota Komisi IV DPRD Batam. Menurutnya, jangan sampai, rencana pembangunan itu batal hanya karena status lahan yang tak kunjung selesai. (rng)

Angin Sejuk dari Turki untuk Batam

0
Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzy (kiri). (Istimewa)

x.batampos.co.id – Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi membawa kabar baik bagi sektor pariwisata Kepri, dalam kunjungan kerjanya ke Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (21/10). Helmy memaparkan, Pemerintah Indonesia di Mesir tengah berupaya dalam menggaet turis untuk datang ke Indonesia, khususnya Kepri.

Adapun upaya yang dilakukan adalah, mengadakan travel fair dengan kerja sama Kementerian Pariwisata di Kedutaan Indonesia di Mesir. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Mesir diperkenalkan dengan potensi pariwisata Indonesia.

Selain itu, para turis yang berminat datang juga diarahkan untuk mengakses pintu masuk ke Indonesia melalui negara-negara tetangga yang sebelumnya sudah banyak dikunjungi masyarakat Mesir. Salah satunya adalah Singapura.

Melalui Singapura, turis Mesir diarahkan untuk singgah ke Kepri, dimana tawaran keunggulan pariwisata di Kepri diyakini bisa menarik minat wisatawan.

“Kita arahkan mereka (Wisatawan asal Mesir) untuk datang ke Kepri, bisa lewat Batam, kita punya keunggulan dari sisi harga dan destinasi yang bagus,” kata Helmy ketika ditemui di Radisson Hotel, Batam Centre, Batam.

Helmy melanjutkan, saat ini jumlah kunjungan wisatawan asing asal Mesir ke Indonesia baru berada di angka 15 ribu kunjungan setahun. Jumlah itu, masih kalah jauh dengan kunjungan turis Mesir ke negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Ia mengharapkan, dengan berbagai kebijakan yang dibuat, akan berimbas pada peningkatan turis asal Mesir melalui jalur Kepri. Dukungan Pemerintah Provinsi Kepri, melalui pembenahan fasilitas pariwisata, gelaran event dan sebagainya. Juga diharapkan mampu menyesuaikan dengan keinginan turis, sehingga menghadirkan keserasian.

“Selama ini, banyak turis Mesir datang ke Singapura. Kita arahkan nyeberang ke Kepri, tentu dengan tawaran pariwisata yang lebih baik,” jelas Helmy lagi.

(bbi/JPC)

Dua Ketua KONI Kunjungi Batam Pos

0
Foto: Poetut Aryotejo/x.batampos.co.id

Ketua KONI Kepri John Kennedy bertandang ke redaksi Batam Pos, Senin (22/10/2018). Ikut hadir Ketua KONI Kota Batam Iskandar Alamsyah.

Kedatangan mereka untuk mempromosikan Porprov Kepri. Mereka ingin Batam Pos sebagai media ternama di Batam untuk ikut serta meramaikan Porprov. (ptt)

Pembaca, Perkenalkan Printer EcoTank Persembahan Epson

0

Epson sebagai pemimpin global dalam teknologi pencetakan dan pemimpin pasar untuk printer tangki tinta, telah meluncurkan jajaran baru printer EcoTank yang menawarkan salah satu dari printer dengan total biaya kepemilikan paling rendah di pasar.

Dikenal sebelumnya sebagai printer Sistem Ink Tank L dan M-series, printer EcoTank hadir dengan desain baru yang disederhanakan dengan tangki tinta terintegrasi, dalam ukuran yang lebih ringkas dan dengan botol tinta bebas tumpah yang inovatif. Dengan line-up inovasi baru ini, Epson telah membawa desain tangki tinta terintegrasi ke printer tangki tinta entry-level untuk UKM dan perkantoranskala kecil.

Epson juga telah memperluas jajaran printer M-series-nya, yang sekarang dikenal sebagai printerMonokrom seri Ecotank yaitu printer EcoTank M2140. Printer M2140 sekarang menggunakan teknologi PrecisionCore pada printhead-nya, Epson dapat meningkatkan teknologi nozzle,peningkatan resolusi pada 1200 x 2400 dpi, dan kecepatan yang lebih cepat dari 20ipm. Seri EcoTank Monokrom multi-fungsi hadir dengan pencetakan auto-duplex dan fungsi pindai dan salin.

Seri Monokrom EcoTank mampu mengungguli printer laser monokrom dalam hal total biaya kepemilikan secara keseluruhan dan konsumsi listrik, dengan printer memiliki 27 kali konsumsi daya yang lebih rendah, dan membawa 27 kali lebih rendah biaya keseluruhan per cetak dibandingkan dengan printer laser di Indonesia.

Dalam hal menawarkan total biaya kepemilikan yang rendah, printer EcoTank L-series dengan satu set 4 botol tinta menghasilkan 4.500 halaman hitam dan putih dan 7.500 halaman warna, dan Seri Monokrom EcoTank menghasilkan 6.000 halaman hitam dan putih.

Printer tangki tinta Epson merupakan printer tangki tinta yang paling dapat diandalkan dibandingkan dengan merek lain. Dalam penelitian terbaru, 87% dealer multimerek menempatkan Epson sebagai pencetak tinta printer paling andal dibandingkan dengan merek lain.

Dalam hal kualitas secara keseluruhan, berdasarkan hasil riset, mayoritas dealer atas 77% puas dengan printer tinta Epson dan 63% lebih memilih untuk printer tinta Epson printer dibandingkan dengan merek printer lainnya.

“Dengan meluncurkan jajaran printerEcotank Monokrom Epson, kami percaya akan mampu memperluas pasar untuk printer inkjet dan mengalihkan pengguna printer laser entry-level untuk membeli printer inkjet monokrom. Dengan keuntungan luar biasa dalam hal total biaya kepemilikan dan penghematan konsumsi listrik yang lebih rendah dan peningkatan dampak yang lebih baik terhadap lingkungan, printer EcoTank dapat menawarkan pilihan utama yang lebih baik untuk printer laser untuk UKM dan segmen kantor rumah,”kata Shimizu Tomoya, Direktur PT Epson Indonesia.

Epson terus menjadi merek printer tangki tinta terkemuka di Asia Tenggara dengan pangsa pasar 70,1% pada 2017 di Asia Tenggara, menurut rilis terbaru Perilisan IDC Quarterly Hardcopy Peripherals Tracker 2018Q2 terbaru. Di Indonesia, Epson terus menjadi merek printer tangki tinta terkemuka, dengan pangsa pasar tangki tinta pada 86,6% pada tahun 2017, meningkat 25,1% dari tahun 2016.

Epson meluncurkan model printer tangki tinta pertama di Indonesia dan kemudian di Asia Tenggara pada tahun 2010. Printer tangki tinta telah menjual kumulatif 30 juta unit di seluruh dunia pada Juli 2018.

Printer EcoTank L3110 adalah model pengganti untuk printer L360 dan L380, dan printer L3150 adalah model pengganti untuk L405. L5190 adalah pengganti printer L565. Model M1100 dan M1120 adalah model pengganti untuk M100. (*)

Parkir Bisa Gratis, dengan Syarat …

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan Kota Batam, Alexander Banik mengatakan bagi pengusaha yang ingin memberikan fasilitas gratis parkir di tempat usahanya bisa menyampaikan pada Dishub Batam. Peraturan Daerah (Perda) No 3 Tahun 2018 tentang parkir, juga mengatur fasilitas gratis parkir ini.

“Dalam perda namanya wajib retribusi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan usahanya berkembang. Bagi pengusaha yang ingin memanfaatkan fasilitas ini,” katanya, Minggu (21/10).

Guna menetapkan besaran retribusi yang harus dibayar pengusaha disesuaikan dengan keramaian di lokasi tersebut. Akan ada tim dari khusus yang akan mensurvey titik parkir. Setelah ini disepakati seluruh pelanggan yang parkir di dibebaskan biaya parkir. Beberapa titik menggunakan fasilitas ini seperti Botania, Pasar Mega Legenda, dan Fanindo.

“Biasanya kalau sudah bebas parkir itu, harus ada tulisan diatasnya bebas parkir. Sehingga tak ada lagi Juru Parkir (Jukir) disana,” tuturnya.

Alex menegaskan jika masih ada Jukir yang tetap menagih biaya parkir, pelanggan bisa melaporkan langsung ke Dishub. Pihaknya akan segera menindaklanjuti Jukir yang melakukan pemungutan tersebut. “Namun yang jelas tidak melewati batas area usaha bisnis tersebut. Karena kalau sudah melewati fasilitas ini tetap dikenakan retribusi,” jelasnya.

Pedagang sembako di Pasar Fanindo Batuaji, Ahong sangat merasakan manfaat fasilitas ini. Menurutnya, bila masih dijaga petugas parkir, masyarakat yang datang ke tokonya menjadi sepi. Masyarakat enggan datang karena kutipan-kutipan retribusi.

“Berpengaruh. Makanya kita minta fasilitas ini, supaya masyarakat banyak datang,” kata Ahong.

Hal senada juga disampaikan pedagang buah di pasar tersebut. Hampir setiap hari pasar tidak pernah sepi pengunjung. Fasilitas gratis parkir ini dirasakan manfaat sekali, meskipun mereka harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar ke dishub.

“Namanya jualan kita harus beri pelayanan dan fasilitas kepada pelanggan,” kata Toto, pedagang buah.

Curhat ke Gubernur, Warga Cunting Minta Air Bersih

0
Kampung tua Cunting.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyambangi pemukiman kampung Cunting RT 01/ RW 02, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Sabtu (20/10) siang.

Kedatangan orang nomor satu di Kepri ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Beberapa antaranya adalah pasokan air bersih dalam hal ini yang dialirkan oleh PT ATB selaku pengelolah air bersih di Batam serta legalitas lahan yang mereka tempati.

Paulus, seroang warga menuturkan, bertahun-tahun sekitar 200 san kepala keluarga di sana kewalahan mendapatkan pasokan air bersih sebab air dari PT ATB belum bisa masuk ke pemukiman mereka.

“Padahal kampung di ujung bawa sudah masuk dan pipa air lewat depan rumah kami. Kami taat pajak, kami warga negara Indonesia kenapa kami tak dilayani,” ujar pria yang sapa diakrab Paul itu.

Persoalan yang paling dominan dihadapi masyarakatnya adalah legalitas lahan. Lahan perkampung yang merupakan wilayah perbatasan dengan tuguh kampung Tua Cunting hingga saat ini belum jelas statusnya. Warga berniat membayar UWTO namun belum bisa sebab belum ada kepastian apakah masuk kampung Tua ataupun Kaveling.”Sudah berpuluhan tahun kami tinggal disini tapi kami tidak tenang karena persoalan ini,” kata ketua RT 02 Ponce.

Kepada Nurdin, masyarakat berharap agar Pemerintah Provinsi Kepri siap menafasilitasi mereka baik untuk memperoleh pasokan air bersih ataupun memperjuangkan legalitas lahan pemukiman mereka itu.

Horjani Dewanti Hutagalung, perwakilan masyarakat lainnya yang menjembatani pertemuan dengan Gubernur berharap agar Gubernur bersedia menjadi bapak angkat masyarakat di sana khusus untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

“Yang paling diharapkan warga di sini adalah legalitas lahan. Kami berharap agar bapak Gubernur bersedia menfasilitasi masyarakat di sini untuk menyelesaikan persoalan ini. Sudah berpuluh tahun mereka disini namun belum ada kepastian,” ujar Horjani.

Menanggapi itu Nudrin Basirun mengaku akan koordinasi dengan intansi-instansi terkait agar segera memperhatikan persoalan-persoalan tersebut.

“Ini (legalitas lahan) persoalan yang umum di Batam. Pemerintah lagi berupaya untuk mempermudah urusan ini dengan berupaya menyatuhkan dualisme di Batam. Pemko Batam tentu akan menyelesaikan persoalan ini. Masyarakat harus dapat tempat tinggal yang layak. Saya belum bisa berbicara banyak terkait legalitas lahan ini tapi semaksimal mungkin kami akan upayakan supaya masyarakat di sini tenang dan nyaman,” kata Nurdin.

Untuk persoalan-persoalan lain Nurdin juga menanggapi dengan mengarahkan agar perwakilan masyarakat di sana untuk menghubungi kepala dinas-kepala dinas terkait.

“Mohon maaf saya tak bisa jawab satu persatu. Tapi pertanyaan bapak ibu akan dicatat ibu Horjani untuk diteruskan ke kepala-kepala dinas terkait. Saya akan rekomendasikan karena ini untuk kepentingan masyarakat banyak. Saol listrik, air dan lain sebagainya,” ujar Nurdin. (eja)

Mengubur Asa Honorer Tua

0

Ketatnya aturan pemerintah terkait batasan maksimal usia pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) memupuskan harapan ratusan honorer kategori 2 (K2) di Batam. Mereka yang usianya di atas 35 tahun harus rela mengubur dalam-dalam impiannya untuk menjadi pegawai negeri sipil atau PNS.

Pegawai honorer (seragam biru) Pemko Batam saat meninggalkan lapangan usai mengikuti apel gabungan jajaran Pemko Batam di Dataran Engku Putri Batamcenter.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

PRIA paruh baya itu tampak duduk di depan kelas. Ia fokus memerhatikan 40 anak didiknya yang tengah sibuk mengerjakan soal. Sesekali dia merapikan sarung yang melingkar di pinggangnya. Setiap hari Jumat, seluruh guru sekolah negeri di Batam diwajibkan mengenakan seragam Melayu. Ia menegur kala muridnya ribut dan terlihat mengganggu temannya. Dialah Muhammad Nur Zebua.

Sejak lulus dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Gunung Sitoli pada 1986, Nur langsung mengajar. Menjadi guru sekolah swasta di Nias. Pernah menganggur juga. Hingga pada 2001, ia memutuskan merantau ke Batam. Berbekal ijazah sekolah guru, membuatnya bertekad mengabdi menjadi pahlawan tanpa tanda jasa.

Sempat ia mengajar di sekolah swasta Al Muhajirin dengan status pegawai honorer sejak 2003. Namun pada tahun 2007 hingga sekarang, ia mengabdikan diri menjadi guru kelas enam dan guru ekstrakurikuler di SD Negeri 004, Tanjung Sengkuang, Batuampar.

Usianya kini 52 tahun. Namun statusnya masih pegawai honorer. “Sudah selama 11 tahun ini saya menunggu nasib. Menanti harap diangkat menjadi PNS,” ujar Nur sambil menatap jauh ke langit-langit ruang kantor kepala sekolah SDN 004 di Batuampar, Jumat (19/10) pagi lalu.

Suami dari Eliana ini menyebutkan, 11 tahun ia menjadi honorer daerah, selama itu pula dia bekerja sebagai guru di SDN 004 Tanjungsengkuang. Statusnya kini, honorer kategori 2 (K2). Awalnya, Nur pegawai honor yang diangkat lewat kebijakan komite sekolah. Kala itu gajinya hanya Rp 200 ribu per bulan. Selama 11 tahun berlalu, gajinya kini berada di angka Rp 2.575.000 per bulan. Sangat jauh di bawah UMK Batam saat ini yang mencapai Rp 3,5 juta.

Nur, bersama keluarganya tinggal di Kavling Bukit Makmur, Batuampar. Setiap hari, ia mengajar tiga shift untuk 193 murid kelas enam. Bahkan, ia juga diminta menjadi guru ekstrakurikuler les tambahan. Semua kegiatan itu ia jalankan secara ikhlas. “Gaji sedikit, kalau kita menikmati dan ikhlas, pasti dicukupkan sama Allah. Pasti,” ungkap ayah tiga anak ini bercerita.

Mendadak Nur diam. Dia mengenang ke masa 2014 lalu. Kala itu keinginannya sebagai CPNS hampir terlaksana. Saat itu pemerintah memang mengangkat tenaga honorer sebagai CPNS setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2012 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS.

PP Nomor 56 Tahun 2012 ini merupakan Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. PP baru tersebut mengatur tentang tata cara pengangkatan tenaga honorer K1 dan K2 menjadi CPNS.

Pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS itu menumbuhkan harapan Nur. Dia sudah melakukan pemberkasan dan sudah melalui proses akhir, pemeriksaan kesehatan. Namun, harapan itu pupus setelah keluarnya revisi Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satu ketentuan yang dianggap memberatkan bagi Nur adalah tenaga honorer K2 yang berhak mengikuti proses CPNS maksimal harus berusia 35 tahun. Saat itu, umur Nur sudah 48 tahun. Ketentuan ini pun kemudian diturunkan ke dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

“Ibaratnya 90 persen sudah pede diangkat menjadi PNS. Sudah menjalani proses akhir, tiba-tiba diputuskan. Sempat down saya berhari-hari. Menangis saya. Bayangkan seorang pria menangis. Pupus begitu saja,” kenangnya.

Namun ia tetap kembali mengajar. Ia memupuk semangat, bahwa guru adalah penentu masa depan bangsa, yang mengajari murid bukan hanya pelajaran akademik, tapi juga pendidikan budi pekerti dan moral demi generasi bangsa yang baik dan mandiri di masa depan.

Tahun 2018 tiba. Kabar penerimaan PNS kembali beredar. Kabarnya honorer K2 akan mendapat keistimewaan, membuat semangat Nur bangkit lagi. Ia mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Berkas-berkas pendukung apabila dibutuhkan pun sudah ia persiapkan.

Namun sekali lagi rasa kecewa yang ia dapat. Lagi-lagi UU Nomor 5/2014 itu memutuskan harapannya. Tidak ada keistimewaan kepada honorer K2. Semua wajib ikut seleksi sama seperti pendaftar umum. Menyakitkannya lagi, usia 35 tahun ke atas tidak diperbolehkan lagi mengikuti seleksi CPNS 2018.

“Hilang harapan. Sudah berapa ribu murid yang kami luluskan. Banyak yang sudah berhasil menjadi PNS, polisi, TNI AL, bahkan menjadi dokter. Sementara status saya, masih tetap. Honorer,” katanya.

Ia pun kini hanya berharap pengabdiannya dihargai. Ia hanya ingin ketika usianya memasuki masa pensiun nanti, negara hadir. “Sedih saya membayangkan nasib kami para honorer K2, ketika memasuki usia pensiun, berhenti, ya sudah tidak dapat gaji lagi. Saya hanya berharap dapat dana pensiun,” pintanya.

Menurut Nur, usianya kini pun kalau diangkat menjadi PNS, sudah tak lama lagi memasuki masa pensiun. Dari 41 pegawai dan guru di SDN 004 Tanjung Sengkuang, sebanyak 26 pegawai statusnya honorer. Bagaimana kalau ke-26 guru honorer itu mengundurkan diri?

“Kalau honorer semuanya mundur, mabuklah bu, timpanglah proses belajar-mengajar di sekolah ini,” ujar Kepala SDN 004 Tanjungsengkuang, Nur Aini kepada Batam Pos.

SDN 004 Tanjung Sengkuang memiliki 1.127 murid dengan 30 rombongan belajar. Di sekolah ini ada 41 pegawai yang terdiri dari satpam, penjaga sekolah, tata usaha, dan 35 guru. Dari 35 guru tersebut, 26 guru berstatus pegawai honorer, termasuk satu Guru Pendidikan Agama Kristen.

Kepada para guru, khususnya yang honorer, Nur Aini menyampaikan supaya tetap semangat bekerja sembari menunggu kepastian nasib mereka dari pemerintah pusat.

Pegawai Negeri Sipil dan Honorer Pemko Batam usai melaksanakan upacara di Dataran Engku Putri Batamcenter
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

“Pemerintah pusat masih merampungkan tentang nasib honorer K2 ini. Jadi pinta saya, tetaplah bekerja, mengabdi. Kami di sini mau honorer atau PNS, kompak semua bu. Ya mungkin hanya besaran gaji yang membedakan, tapi kami saling mengisi, supaya sekolah ini tetap berjalan dan berprestasi,” jelas Nur Aini.

Kepala Dinas Pendidikan Batam, Hendri Arulan mengatakan permasalahan usia menjadi kendala bagi mereka yang berstatus tenaga honorer. Batas usia 35 tahun membuat pegawai honorer tersebut tertolak secara sistematis saat mendaftarkan diri.

“Semua kan sudah online. Jadi misalnya batas usia 35 tahun tetap dijalankan mereka akan langsung tertolak oleh sistem,” jelas Hendri Arulan, beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan rata-rata guru yang berstatus tenaga honorer kategori dua (K2) sisa pengangkatan sebelumnya, kurang lebih 80 orang kebanyakan berusia 35 tahun. “Ini yang menyulitkan,” ujar Hendri.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menyebutkan, Peraturan UU Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), memang tidak mengizinkan lagi untuk penerimaan pegawai honorer di berbagai instansi pemerintahan. Alasannya, proses seleksi CPNS terkini hanya memberi kesempatan kepada warga negara yang kredibel dalam bidangnya, serta usia muda.

“Saya sebagai wakil rakyat hanya bisa berharap yang terbaik untuk menghargai pengabdian para honorer K2. Tapi kita di DPRD Kota juga tak bisa berbuat banyak, karena ini sudah keputusan pusat,” katanyanya.

Meski begitu, Udin menyebutkan, nasib honorer di Batam harus lebih diperhatikan. Sebab banyak honorer yang bergaji di bawah UMK. Besaran gaji umumnya ditetapkan berdasarkan lama perekrutan dan strata pendidikan si honorer itu sendiri.

“Kalau dia guru komite, SK dikeluarkan sendiri oleh kepala sekolah, gaji honor lulusan S1 mulai Rp 2,5-Rp 2,8 juta per bulan. Itu pun dibayar dari dana BOS, dan umumnya pembayarannya terlambat juga. Kadang sekali tiga bulan,” jelas Udin.

Sedangkan honorer daerah, gaji bulanan masing-masing dari mereka mendapat Rp 2,6 juta (lulusan SMA sederajat), Rp2,8 juta (setara D3), Rp 3-4 juta (S1), dan Rp 4,5 juta (lulusan S2).

Udin mengatakan, di 2018 ini, anggaran honorer pendidikan sebesar Rp 113.476.908. Ada juga insentif guru swasta dengan lama kerja lima tahun ke atas di mainland sebesar Rp 27,4 miliar, di bawah lima tahun anggaran sebesar Rp 14,68 miliar. Sedangkan untuk guru swasta di hinterland, anggaranya Rp 14,68 miliar.

Menurut Udin lagi, tenaga honorer di Batam, khususnya guru, boleh dikatakan belum termasuk kategori sejahtera. Bagaimana bisa sejahtera, seragam saja mereka bayar sendiri. Kemudian tidak ada tunjangan transportasi, tidak ada OT. Kemungkinan masing-masing bisa mendapat tambahan pendapatan kalau misalkan ada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), mereka diikutkan menjadi panitia.

“Honor ini lebih kepada pengabdian saja. Mereka perlu ekstra bekerja keras. Sering direpotkan juga kala PPDB tiba. Saya sering turun ke lapangan dan melihat ini,” ungkapnya.

Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) Setiawan Wangsaatamaja mengatakan, secara keseluruhan ada enam jalur pendaftaran CPNS. Ada beberapa formasi khusus yang disiapkan di mana sebelumnya formasi ini tidak pernah disediakan, salah satunya adalah formasi khusus untuk tenaga honorer K2.

Dibukanya formasi khusus K2 ini upaya untuk menjawab aspirasi dari masyarakat umum. Sebab, belakangan banyak sekali tenaga honorer K2 yang mengeluhkan mengenai pengangkatan sebagai PNS yang tak kunjung dilakukan pemerintah.

“Kita siapkan formasi untuk eks tenaga honorer K2,” ujarnya dalam acara Konfrensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (6/9).

Akan tetapi, lanjut Setiawan, tenaga honorer K2 ini juga dikhususkan untuk jabatan dua formasi prioritas. Dua formasi prioritas tersebut yakni guru dan juga tenaga kesehatan.”Khusus ini (K2) untuk jabatan guru dan tenaga kesehatan. Ini untuk guru dan tenaga kesehatan,” ucapnya.

Namun ada persyaratan atau kriteria yang diperuntukkan bagi tenaga honorer K2 ini. Kriteria-kriteria tenaga honorer K2 yang boleh mendaftar sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PAN-RB 36/2018. Di dalam regulasi itu dijelaskan bahwa tenaga honorer K2 harus masuk dalam database BKN. Kemudian usia pelamar maksimal 35 tahun pada 1 Agustus 2018.

“Dan masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai sekarang,” katanya.

Lalu bagi honorer K2 profesi guru wajib minimal berijazah S-1. Bagi tenaga kesehatan perawat dan bidan memiliki ijazah minimal Diploma III yang diperoleh sebelum 3 November 2013.

Pada tahap seleksi, para pelamar jalur tenaga honorer K2 tetap melewati seleksi kompetensi dasar (SKD). Kemudian para tenaga honorer K2 ini tidak melewati seleksi kompetensi bidang (SKB) layaknya pelamar CPNS baru jalur umum. Sebab pengalaman kerja mereka selama ini sudah bisa menggantikan keberadaan SKB.

Di lingkungan Pemko Batam saat ini masih ada 253 honorer K2. Jumlah tersebut jauh berkurang dari sebelumnya. Sebab pada 2013 lalu ada 737 honorer K2. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mencatat, saat itu, tenaga honorer yang ikut tes TKD 735 orang, karena dua orang mengundurkan diri. Dari 735 yang tes TKD, yang lulus hanya 482 orang. Sementara 253 orang yang tidak lulus itu semua berprofesi guru.

“Dari 482 lulus TKD, sebanyak 385 orang lulus mengikuti tes administrasi. Tes administrasi diadakan dua gelombang. Gelombang pertama 312 orang, dan gelombang kedua 73 orang. Sisanya 93 orang dinyatakan tak lulus administrasi karena berkas tak lengkap, dan 4 meninggal dunia,” ujar Sahir lewat pesan teks, Kamis (18/10) lalu.

Sebelumnya, Sahir mengatakan 253 orang tenaga honorer K2, sepanjang memenuhi syarat yang sangat umum serta memenuhi syarat-syarat lainnya dapat ikut tes CPNS tahun 2018. Syarat umum yang dimaksud yakni usia dibawah 35 tahun per 1 Agustus 2018.

“Jadi jika benar ada pengangkatan (CPNS), mereka inilah yang akan mengikuti seleksi pengangkatan CPNS nantinya,” ujarnya.

Secara kelengkapan dokumen, semua honorer K2 ini sudah memenuhi persyaratan dan sudah terdaftar di kepegawaian Pemko Batam. “Semua data sudah sesuai mulai dari nama, alamat hingga masa kerja mereka. Jadi tidak perlu khawatir atas pendataan yang dilakukan pusat,” jelasnya.

Dijanjikan Jadi Pegawai Kontrak

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menyebutkan seluruh honorer di Batam yang tidak punya harapan lagi menjadi PNS karena terhalang UU Nomor 5/2014 tentang ASN, tak perlu khawatir. Sebab pemerintah masih memberi mereka kesempatan untuk jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ribuan Pegawai Negeri Sipil Pemko Batam meninggalkan lapangan Engku Putri Batamcenter usai melaksanakan apel bersama. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Udin menyebutkan ikut tes PPPK menjadi pilihan yang terbaik bagi para honorer K2. Seleksi PPPK ini akan dilakukan setelah seleksi CPNS tahun 2018 selesai. Peluang ini terbuka bagi pelamar yang tidak lulus dalam seleksi CPNS untuk mengikuti tes PPPK juga khususnya bagi K2 yang bahkan usianya setahun sebelum batas usia pensiun juga diperbolehkan mengikuti tes.

“Hanya saja, setelah menjadi PPPK nanti juga wajib mengetahui hak dan kewajiban, tupoksi, dan ke depan tak menuntut fasilitas harus sama dengan PNS,” ujar Udin.

Setelah diangkat menjadi PPPK, lanjut Udin, para honorer ini nantinya akan mendapatkan gaji bulanan. Termasuk tunjangan, cuti, dana pembinaan tenaga teknis, dan juga perlindungan selama masa kerja. ” Ibaratnya, nasib mereka sudah jelas, sama seperti PNS,” kata Udin lagi.

Menurut Udin, pemerintah juga memerhatikan para honorer K2 yang telah berjasa dan berjuang cukup lama untuk negara dan menanti menjadi PNS. Solusinya ya melalui PPPK ini. Hanya saja, ada yang membedakan mereka dengan PNS. Perbedaannya adalah tidak adanya tunjangan pensiun.

“Itu saja. Padahal yang mereka butuhkan kan, ketika sudah memasuki batas usia kerja, ada dana pensiun yang mereka terima,” ujar Udin.

Dari data DPRD Batam, saat ini ada 5.356 tenaga honorer di Batam. Jumlah ini terbagi lagi, sebanyak 3.379 honorer guru, di antaranya sebanyak 56 guru TK, 1.457 guru SD, 564 guru SMP, dan 40 honorer tenaga teknis Dinas Pendidikan. Sedangkan sisanya adalah tenaga kesehatan seperti bidan, tenaga medis, dan tenaga teknis lainnya.

Meski begitu, Udin menyebutkan, Batam masih tetap kekurangan pegawai, khususnya tenaga guru. Khusus tenaga guru SD dan SMP, Batam membutuhkan 800 guru baru, termasuk guru-guru agama, khususnya guru Agama Kristen. Namun, pada penerimaan CPNS 2018 ini, kuota yang diberikan pusat hanya sekitar 25 persen atau 197 orang saja.

“Pemerintah kurang lobi ke pusat. Harusnya pemerintah kota punya argumen yang kuat bahwa Batam butuh 800 tenaga guru. Tapi ini lemah, ya jadinya cuma dapat segitu,” ungkap Udin. (cha/uma/yui/iza)

PDIP Batam Optimis Sumbang Suara Signifikan untuk Pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin

0
Jamsir

batampos.co.id – Ketua DPC PDIP Batam, Jamsir, dalam Rakercab Batam, di Aula Pusat Informasi Haji (PIH), Minggu (21/10/2018) menegaskan bisa menyumbang suara untuk Pilpres 2019 mendatang untuk pasangan calon presiden nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Jamsir menargetkan memperoleh 65 persen suara di Kota Batam.

Untuk mencapai target tersebut, para kader didorong untuk meningkatkan penguatan solidaritas. Berjuang mulai dari cabang, anak cabang, hingga ranting, untuk memenangkan Pilpres. Melihat kondisi yang ada, target 65 persen untuk Kota Batam dinilai realistis.

Kepercayaan masyarakat Batam terhadap kepemimpinan Jokowi masih terlihat kuat. Terlebih program-program yang dijalani selama empat tahun memimpin terlihat nyata memberi perubahan. Mulai dari pembangunan infrastruktur, hingga program pariwisata yang mulai menggeliat di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Batam.

“Kita sudah lihat sendiri bagaimana kepemimpinan beliau (Jokowi), jadi target tersebut sangat realistis untuk kita dapat,” kata Jamsir ketika ditemui di sela Rakercab.

Jamsir melanjutkan, PDI Perjuangan sebagai partai pengusung Jokowi-Ma’ruf menegaskan agar kadernya ikut memerangi hoax, disping menjaga soliditas. Penekanan itu menjadi rekomendasi DPC PDI Perjuangan kepada kader dan pengurus partai, dalam Rakercab ini.

Dengan upaya memberantas berita hoax ini, para kader diharapkan bisa menunjukan bagaimana pendidikan politik terhadap masyarakat. Sebaliknya, masyarakat juga diharapkan tidak terpancing dengan isu agama dalam Pilpres nanti.

“Pak Ma’ruf menjembatani dan menangkal isu yang selama ini digoreng. Sebagai umat islam, kita mempererat hubungan,” kata Jamsir lagi.

(bbi/JPC)

1.342 Pelamar CPNS Batam Gagal

0

batampos.co.id – Seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Batam telah rampung. Dari 6.741 pelamar, sebanyak 5.399 orang yang dinyatakan lulus. Artinya, ada 1.342 pelamar yang gagal pada tahapan seleksi administrasi ini.

Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi ini berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis computer assisted test (CAT) di UPT CAT Kanreg XII BKN di kantor gedung bersama Pemko Batam dari 26 Oktober sampai 17 November 2018, mulai pukul 08.00 WIB.

Selanjutnya, panitia penerimaan CPNS Kota Batam akan mengatur jadwal sesi ujian SKD untuk masing-masing pelamar yang lulus seleksi administrasi. Jadwal tersebut bisa dilihat di laman https://bkpsdm.batam.go.id dan https://mediacenter.batam.go.id mulai Kamis (25/10) mendatang.

“Bagi pelamar yang dinyatakan lulus (seleksi administrasi) dapat mencetak Kartu Peserta Ujian CPNS 2018 melalui portal SSCN di https://sscn.bkn.co.id,” kata wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam pengumumannya bernomor 250/BKPSDM/HK/X/2018.

Ia pada saat pelaksanaan SKD, peserta wajib berpakaian kemeja putih polos dan celana atau rok hitam dan memakai sepatu. Serta membawa KTP asli yang masih berlaku, kartu pendaftaran, dan kartu peserta ujian CPNS 2018.

“Peserta yang mengikuti SKD wajib datang sesuai jadwal yang ditetapkan. Dan apa bila ada peserta seleksi yang tidak mengikuti SKD sesuai jadwal yang ditetapkan, maka dinyatakan gugur atau dianggap mengunduran diri,” terangnya.

Menurutnya, keputusan hasil seleksi administrasi tersebut bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kota Batam M Sahir mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan pelamar CPNS gagal seleksi administrasi. Di antaranya soal tujuan surat pelamar. Harusnya surat ditujukan kepada Wali Kota Batam, tetapi tak sedikit surat yang ditujukan ke BKP-SDM Kota Batam.

Selain itu, banyak syarat indeks prestasi komulatif yang tak memenuhi syarat. Seperti diketahui, panitia penerimaan CPNS Batam menetapkan batas minimal IPK untuk pelamar warga Batam sebesar 2,50, sementara pelamar dari luar minimal 3,00.

“Ada juga akreditasi kampus yang tidak memenuhi syarat. Karena minimal akreditasi harus B,” kata dia.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan tes CPNS Kota Batam hanya digelar di Kantor UPT CAT Kanreg XII BKN di lantai 5 Gedung Bersama Pemko Batam.

“Tes yang di Batam cukup di UPT. Sudah kami perhitungkan, sehari bisa 250 orang” kata Kepala Regional (Kanreg) BKN XII BKN Pekanbaru, Andrayati.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi ASN (UPT) BKN Kepri Andri Febrian menjelaskan, jumlah peserta harian tersebut memperhitungkan jumlah komputer yang ada di UPT yakni 50 unit.

“Sehari ada lima sesi, makanya 250 per hari,” terangnya.

Tes CPNS di Batam, lanjut dia, tidak melayani peserta dari daerah lain. Karena kemampuan layanan di UPT sudah disesuikan dengan jumlah pelamar di Batam.

“Jumlah pelamar dan yang bisa dilayani cukup, tak bisa masuk dari daerah lain,” imbuhnya.

Berbeda dengan titik di Batam, ia mengungkapkan titik tes di Tanjungpinang akan diperuntukkan bagi tes bagi pelamar CPNS dari daerah lain. Seperti Bintan, Lingga, dan pelamar CPNS untuk Pemprov Kepri.

“Komputer di titik sana (Tanjungpinang) banyak, ada sekitar 250 an unit. Jadi bisa bergilir,” kata dia.

Ia mengatakan, di Kepri hanya dua titik tersebut yang pengadaan tes oleh BKN langsung. Artinya segala persiapan perlengakapan disediakan BKN.

Sementara Natuna dan Anambas dari awal sudah disiapkan untuk menyelenggarakan tes secara mandiri di daerah masing-masing. Artinya pemerintah daerah setempat menyiapkan laboratorium komputer sesuai standar BKN. Tetapi server dan penunjang lain akan dibawa tim BKN. (iza)