Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11782

Batam Turunkan 500 Atlet & Ofisial

0

batampos.co.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam menggelar rapat koordinasi akhir persiapan Kontingen Kota Batam, di ruang rapat Sekretariat KONI Kota Batam, Panbil, Selasa (20/11). Dalam rapat ini dibahas beberapa hal terkait kesiapan kontingen Batam menghadapi gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri IV, yang akan digelar mulai 25 November hingga 1 Desember mendatang di Tanjungpinang.

Ketua KONI Kota Batam Iskandar Alamsyah menjelaskan beberapa hal pen-ting terkait kesiapan kontingen Batam untuk menghadapi gelaran Porprov. Permasalahan penting tersebut adalah akomodasi, transportasi, dan konsumsi atlet dan ofisial.

”Kita akan memberangkatkan atlet dan ofisial yang jumlahnya mencapai 500-an orang. Tentunya ini membutuhkan persiapan yang khusus. Apalagi ini kontingen yang harus mempersiapkannya sendiri. Padahal, ini adalah tugas dari PB Porprov. Tetapi karena terkendala dengan minimnya anggaran, maka itu menjadi beban KONI kabupaten/kota sepenuhnya,” jelasnya.

Terkait akomodasi atlet Batam selama mengikuti Porprov, KONI Batam telah menyiapkan sebanyak enam hotel di Tanjungpinang. Enam hotel ini terbagi menjadi dua, lima hotel untuk atlet Batam, dan satu hotel diperuntukkan bagi Satuan Tugas Porprov Kepri IV.
Selain itu, pelepasan atlet Batam yang mengikuti gelaran Porprov akan dilaksanakan Sabtu (24/11) pagi di Dataran Engku Putri, Batam Center.

”Kontingen Kota Batam akan langsung dilepas oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Usai pelepasan, kontingen Batam langsung berangkat ke Tanjungpinang mengingat pembukaan Porprov akan dilaksanakan Minggu (25/11),” terangnya.

Hanya saja, Iskandar menjelaskan jika tidak semua atlet Batam akan berangkat seluruhnya ke Tanjungpinang. Untuk cabang olahraga (cabor) yang masih lama jadwal bertandingnya, atletnya tidak langsung berangkat ke Tanjungpinang.

”Dengan terbatasnya anggaran, cabor akan diberangkatkan secara estafet sesuai jadwal pertandingan yang disusun PB Porprov,” tegasnya.

Iskandar melihat dalam penyelenggaraan Porprov kali ini, kontingen Batam bisa dibilang yang paling siap untuk mengikuti gelaran ini. Bahkan beberapa daerah malah tidak bisa menyelenggarakan training center (TC).

”Kabupaten Natuna malah tidak ada persiapan perlengkapan atet dikarenakan anggarannya baru turun. Tidak ada lagi persiapan untuk menyediakan perlengkapan atlet. Apalagi TC. Kabupaten Lingga juga tidak menggelar TC,” bebernya.

Dia menjelaskan jika Porprov adalah komitmen bersama. ”Ini demi pembinaan atlet. Mereka telah mempersiapkan diri sekian lama menuju Porprov. Apapun yang terjadi, ini Porprov harus berjalan,” tegasnya.

”Kita harus fokus untuk membawa kontingen Batam meraih gelar juara umum. Dan rapat hari ini (kemarin, red) adalah evaluasi akhir untuk persiapan kontingen Kota Batam,” sambungnya.

Dalam Porprov Kepri IV ini, Kota Batam menargetkan bisa merebut 118 emas. Sebanyak 25 cabor akan dipertandingkan di Porprov nanti. Sementara untuk Kota Batam ada tiga cabor unggulan yang menjadi target dalam mendulang emas diajang Porprov.

”Tiga cabor itu adalag renang dengan target 18 emas, taek-wondo 15 emas, dan cabor karate 12 emas. Selain itu juga kita berharap dari cabor-cabor lain bisa memaksimalkan peluang juara umum,”beber Bidang Pertandingan, Rionando. (yan)

Berhaji dengan Naik Sepeda

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Adalah Ali Dzulfiqar dan Abdul Karim Masopa. Ayah – anak ini  menempuh perjalanan untuk ibadah haji tahun ini dengan mengayuh sepeda dari kota Pontianak, Kalimantan Barat, menuju Mekah, Arab Saudi.

Perjalanan ayah berusia 53 tahun dan putranya berusia 21 tahun inidi mulai pada 20 November 2018, lalu.

Mereka memperkirakan akan tiba di Mekah 7 bulan mendatang setelah mengarungi 9 negara.

Persiapannya sendiri butuh waktu setengah tahun untuk melengkapi rekomendasi perjalanan dari KONI Kota Pontianak, Polda Kalbar, Mabes Polri dan Kementerian Olahraga RI.

Ali Dzulfiqar dan putranya Abdul Karim yang berasal dari Jawa Barat ini mendapat dukungan dari perkumpulan masyarakat Sunda di Pontianak, termasuk warga sekitar di tempat tinggal mereka.

Muhammad Akib, mantan Sekda Kota Pontianak, selaku sesepuh masyarakat Sunda di Pontianak melepas keberangkatan mereka. Pelepasan tersebut dilakukan di Warung Bubur Ayam Maharasa.

“Alhamdulillah, merupakan suatu kebanggaan karena menjadi orang pertama dari Pontianak yang pergi haji dengan sepeda,” ujar Ali Dzulfiqar.

Perjalanan keduanya melalui Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Uni Emirat Arab, dan Saudi Arabia.

Keduanya berencana pulang dengan menggunakan pesawat terbang setelah menjalani ibadah haji.

Rabu, (21/11/2018) keduanya mampir ke Graha Pena Batam.

Keduanya menerima sumbangan dari Anda. Silakan mengirim ke rekening BRI Norek 3472-01-031385-53-6 A/N. Ali Dzufiqar (ali)

Pembangkit Listrik Bisa Dipindah-pindah

0

batampos.co.id – Guna menyuplai listrik di delapan daerah lainnya di Indonesia, PLN Batam mengembangkan Mobile Power Plant (MPP). Kelebihannya pembangkit tersebut bisa dipindah-pindahkan karena punya roda.

Salah satu MPP yang sudah beroperasi berada di Air Anyir, Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

”Di atas lahan dua hektare milik PLN Persero ini, kami membawa dua MPP ke sini dan beroperasi sejak 2016,” kata Supervisor Maintenance MPP bright PLN Batam Air Anyir Bangka, Arief, Jumat (16/11).

Dua MPP ini berkapasitas 25 MW dan menggunakan gas sebagai energi pembangkit.

”Beban puncaknya mencapai 150 megawatt untuk memenuhi kebutuhan Pulau Bangka,” ungkapnya.

Sebelum bright PLN Batam ikut menyuplai listrik, kondisi kelistrikan di Bangka sangat buruk. Setiap saat selalu terjadi blackout atau listrik padam. Sehingga PLN Persero menginstruksikan agar PLN Batam ikut membantu PLN Persero Wilayah Bangka untuk memenuhi kebutuhan listrik di sana.

”Dengan masuknya PLN Batam, MPP bertenaga gas ini ikut menyuplai 35 persen suplai listrik ke Bangka,” katanya.

Jika dihitung berdasarkan jumlah pelanggan rumah tangga, maka bright PLN Batam ini telah menerangi 22.727 rumah penduduk di Bangka.

Salah satu tantangan dalam menyuplai kebutuhan listrik di Bangka adalah intensitas petir yang tinggi.

”Tanah di Bangka ini tanah timah yang memancing petir untuk datang. Ini jadi tanta-ngan bagi kami. Solusinya kami banyak pasang grounding yang fungsinya untuk memproteksi pembangkit,” paparnya.

Dengan menambah grounding di tiang transmisi, maka jika terjadi gangguan, grounding akan mengisolasinya. Sehingga gangguan tersebut tidak berdampak pada jaringan kelistrikan yang lain.

Selain di Bangka, bright PLN Batam juga menyuplai kebutuhan listrik di tujuh lokasi lainnya yakni Paya Pasir Medan, Nias, Balai Pungut Duri Riau, Suge Belitung, Tarahan Lampung, Parit Baru Pontianak, dan Jeranjang Lombok.(leo)

Kinerja PT Hansol Dievaluasi

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mengevaluasi kinerja PT Hansol yang membangun jaringan pipa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bengkong Sadai. Penyebabnya adalah, koordinasi yang buruk dengan instansi lainnya sehingga proyek yang dikerjakan malah merusak pipa air milik PT Adhya Tirta Batam (ATB). Akibatnya, masyarakat pelanggan ATB dirugikan karena air tak me-ngalir ke rumah warga selama satu hingga dua hari.

”Kami akan mengevaluasi kinerja mereka setelah kemarin kami kirim surat peringatan pertama,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana.

Selain kepada Hansol yang bertindak sebagai kontraktor utama, surat peringatan juga ditujukan kepada PT Sunjin yang bertindak sebagai konsultan supervisi. ”Pecahnya pipa ATB beberapa waktu lalu akibat pengerjaan proyek yang berdampak besar (ke masyarakat). BP hanya ingin itu tak terjadi lagi,” paparnya.

Iyus mengatakan, seharusnya konsultan supervisi sudah menggelar survei dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Apalagi sebelum proyek dimulai, BP Batam juga sudah memberitahu pemilik jaringan utilitas seperti PLN, ATB, Telkom, agar Hansol mengetahui titik-titik lokasi utilitas berikut juga kedalamannya. Ternyata, konsultan supervisi ini tidak mengetahui hal tersebut.

”Seharusnya mereka sudah koordinasi karena subcon berada di bawah maincon. Tapi terkadang, di level atas sudah oke, tapi orang-orang di lapangannnya belum diberitahu,” kata Iyus.

Sementara itu, Komisi I DPRD Batam mengundang perwakilan PT Hansol dan PT ATB pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang pecahnya pipa PT ATB ukuran 800 milimeter akibat proyek pengerjaan yang dilakukan PT Hansol, Senin (19/11) sore. Selain dua pihak tersebut, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB) Fahri Agusta juga ikut hadir pada saat RDP.

Perwakilan PT Hansol pada rapat pimpinan Komisi I DPRD Batam, tak mau disalahkan begitu saja atas pecahnya pipa ATB akibat proyek pengerjaannya.

”Berdasarkan gambar denah yang kami terima dari ATB, letak posisi yang sedang kami kerjakan itu tak dilintasi pipa besar ATB. Gambar tersebut kami terima dari ATB sebelum kami melakukan pengerjaan,” ujar penerjemah dari PT Hansol. Mereka juga mengaku telah bertemu dengan semua pemangku kepentingan terkait di Batam. Berdasarkan hal tesebut, pihak Hansol menyatakan tidak mendapati pipa besar ATB tersebut.

”Makanya kami langsung saja lakukan pengerjaan. Tak tahunya alat berat kami menghantam pipa besar ATB,” katanya.

Tim teknis saat memperbaiki kebocoran pipa distribusi utama ATB diameter 800 mm terkena pekerjaan saluran limbah PT Hansol Jumat (16/11). Kebocoran mengakibatkan 30 ribu pelanggan ATB terkena dampak.

Apalagi, lanjutnya, saat pihak Hansol berkunjung ke kantor ATB, berdasarkan berita acara, pipa ATB yang ada di sekitar proyek pengerjaan PT Hansol hanya berdia-meter 500 sampai 600 milime-ter, bukan pipa besar.

”Kami juga berkunjung ke ATB untuk menjelaskan kembali di mana jalur utamanya, termasuk lokasi public station. ATB menunjukkan gambar di mana kami tidak menemukan adanya pipa besar tersebut, jadi, denah yang kami dapatkan itu dari ATB memberikan yang salah,” terangnya.

Atas pecahnya pipa besar ATB akibat proyek pengerjaan yang dilakukannya, pihak Hansol mengaku langsung membantu ATB untuk segera memperbaiki kerusakan pipa tersebut.

”Kami tak akan lari dari tanggung jawab untuk membantu ATB memperbaiki kerusakan pipa,” katanya.

Sedangkan pihak ATB yang diwakili Head of Corporate Secretary ATB, Maria Y Jacobus mengatakan, sudah hampir 1,5 tahun pihak PT Hansol tak berkoordinasi ke PT ATB dalam pengerjaan proyeknya.

”Apabila dari Hansol ingin meminta gambar atau denah secara rinci terkait letak perlintasan pipa air, sebenarnya bukan ke kami, tapi mintanya ke BP Batam. Karena pemetaan pipa itu yang membuat adalah BP Batam,” ujar Maria.

Malahan, Maria juga menu-ding PT Hansol bukan sekali atau dua kali ini saja melakukan kesalahan serupa.

”Proyeknya menghantam pipa air milik ATB sudah berkali-kali,” terang Maria kepada pimpinan RDP Komisi I, Budi Mardianto.

Sementara dari BP Batam yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana menegaskan, pihaknya akan segera mendudukkan kedua belah pihak yakni ATB dan Hansol untuk mencari solusinya agar ke depannya tak lagi terjadi pecah pipa atau salah koordinasi.

”Jujur ini sebenarnya permasalahannya kurang koordinasi kedua belah pihak. Yang satu menyalahkan ini, satu lagi menyalahkan ini. Kami dari BP Batam juga mengakui itu juga merupakan kesalahan kami kepada masyarakat Batam. Secepatnya kami akan menggelar rapat bersama,” terang Iyus.

(gas/leo)

Pengembang Optimis Pasar Properti Batam Bertumbuh

0

batampos.co.id – Maraknya proyek pembangunan hunian di Batam, baik vertikal maupun rumah tapak, menunjukkan kota ini masih menjadi primadona bagi investor di sektor properti. Kalangan developer meminta pemerintah terus memberikan insentif agar potensi bisnis di sektor ini bisa dikelola dengan optimal.

“Ini tentu merupakan gambaran baik bagi Batam, karena banyak investor percaya mena-namkan investasinya dalam bentuk properti di Batam,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Achyar Arfan, Selasa (20/11).

Ia menyebutkan, saat ini ada beberapa proyek properti prestisius yang sedang dikembangkan di Batam. Antara lain Pollux Habibie, Oxley Convention City, CitraPlaza Nagoya, Formosa Residence Nagoya, Orchard View, Puri Khayangan, Blitz Park, One Residence dan terakhir ada The Nove Residence yang dikembangkan oleh developer Nuvasa Bay.

Kemudian ada proyek Batam Damai Eco-City yang akan dibangun di Tanjungpiayu, Seibeduk, Batam. Kawasan terpadu ini rencananya akan dikembangkan oleh perusahaan BUMN milik Tiongkok.

Properti Batam

Belum lagi proyek rumah tapak (landed house) yang tersebar di sejumlah titik di Batam. Tak hanya rumah kelas menengah ke bawah, beberapa di antaranya merupakan hunian kelas atas.

“Maraknya pembangunan seperti ini lagi-lagi harus didukung oleh pemerintah,” ungkapnya.
Dukungan pemerintah itu, kata Achyar, antara lain berupa insentif bagi para developer. Ia menyebut, saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran uang muka pembelian rumah. Kata dia, kebijakan ini dinilai cukup mendukung bisnis properti.

Selain itu, khusus untuk Batam, Achyar mendorong agar pemerintah juga melonggarkan aturan kepemilikan properti oleh warga asing. Sehingga pasar properti di Batam akan terus tumbuh karena tidak hanya menyasar warga Kepri atau warga negara (WN) Indonesia.

Achyar menambahkan, selain melalui kebijakan dan kemudahan, pemerintah juga bisa ikut mendorong bisnis properti melalui percepatan pengembangan sektor industri dan pariwisata.

“Cara terbaik mendukung pembangunan properti adalah mengembangkan sektor industri dan sektor pariwisata,” katanya.

Jika sektor industri dan pariwisata berkembang, Achyar yakin penjualan properti di Batam juga akan ikut terkerek naik.

“Kalau keduanya dikembangkan dengan baik, maka pembelian properti akan meningkat,” ungkapnya.

Salah satu alasan mengapa ada banyak pembangunan properti seperti apartemen dan kondominium di Batam adalah faktor optimisme.

“Investor masih yakin Batam akan dapat berkembang sehingga tidak ragu menanamkan modalnya. Apalagi posisinya yang berbatasan dengan Singapura, itu menjadi nilai plus,” jelasnya.

Makanya, pariwisata dan industri harus didorong karena pasar properti di Batam memang menyasar pada pelaku di sektor-sektor tersebut.

Menurut Achyar, sejauh ini para developer di Batam juga masih optimistis pasar properti di Batam akan terus tumbuh. Sebab dengan lokasinya yang sangat strategis karena berbatasan dengan Singapura, properti di Batam akan memikat pembeli dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan pembeli asing.

Sedangkan GM Marketing Orchard Park Batam, Tedi Guswana, sebelumnya pernah mengatakan, potensi bisnis properti di Batam masih sangat menjanjikan.

“Sebagian besar konsumen kami adalah warga Batam. Artinya Batam masih sangat potensial,” katanya.

Orchard Park sendiri mengembangkan kawasan hunian terpadu yang dikembangkan di atas lahan seluas 42 hektare itu di Batam Center. Kini, realisasi pengerjaan proyek prestisius itu sudah mencapai 98 persen.(leo)

CPNS Lulus Pakai Sistem Ranking

0
Sejumlah Peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melihat hasil ujian usai mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) di Gedung Bersama Pemko Batam, Sabtu (3/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Rumusan kelulusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) akan menggunakan pemeringkatan atau ranking. Pemerintah memastikan bahwa pemeringkatan itu juga akan tetap memperhatikan nilai sesuai ambang batas atau passing grade.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syaf-ruddin mengatakan pihaknya tidak mungkin menurunkan nilai ambang batas. Karena ambang batas digunakan untuk menjaring calon-calon pelamar aparatur sipil negara (ASN) yang betul-betul punya kemampuan. Apalagi Indonesia sedang berhadapan dengan revolusi industri 4.0 dan punya visi Indonesia 2045.

”Jadi, kita harus kompetitif, harus dia profesional, harus dia betul-betul kredibel, punya kemampuan yang andal,” kata Syafruddin setelah meng-hadiri peluncuran Indonesiaan Islamic Youth Economic Forum (Isyef) di halaman Masjid Cut Meutia, Jakarta, Minggu (20/11).

Mantan Wakapolri itu menuturkan, mekanisme yang akan diambil untuk memenuhi kebutuhan formasi itu dengan cara perangkingan. Dia mencontohkan bila yang dibutuh-kan untuk tahap selanjutnya itu 10 orang. Maka, yang akan lulus adalah urutan pertama sampai sepuluh.

”Sebelas tidak boleh masuk. Jadi, kira-kira begitu gambarannya,” kata dia. Tapi perangkingan itu tidak akan menurunkan ambang batas.

”Grade-nya tetap. Akhirnya ya seleksi ketat diranking,” imbuh wakil ketua umum Dewan Masjid Indonesia itu.

Sesuai data Kementerian PAN-RB, jumlah peserta yang lolos seleksi administrasi dan mengikuti SKD ada 1.724.990 orang. Tapi, dari jumlah tersebut yang dinyatakan lolos ambang batas sebanyak 128.236 orang atau kurang dari 10 persen. Itu data per 12 November lalu.

Sedangkan untuk peserta seleksi kompetensi bidang (SKB) di tahap berikutnya harus diikuti maksimal tiga kali jumlah formasi yang tersedia. Total formasi 238.015 jabatan. Sehingga setidaknya ada ruang bagi 714.045 peserta SKB. Tapi, ternyata yang lulus SKD tidak sebanyak itu.

Syafruddin menuturkan, pada 2018 hingga awal 2019 tak kurang dari 200 ribuan PNS yang pensiun. Sehingga, perlu pengisian jabatan tersebut. ”Kalau tidak dipenuhi terus siapa yang mau kerja. Orang sudah pensiun, kosong tempatnya. Akhirnya diisi lagi oleh pegawai-pegawai, orang-orang yang dipekerjakan sementara itu kan tidak terseleksi dengan baik,” jelas dia.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan mengatakan pelaksanaan SKD bakal berlangsung hingga hari ini, Senin (21/11). Untuk itu, dia berharap peserta seleksi CPNS yang sudah mengikuti SKD untuk bersabar. Menunggu hingga pengu-muman resmi dikeluarkan oleh panitia atau BKN.

Dia menegaskan, hingga saat ini belum ada satupun instansi yang mengumumkan kelulusan SKD sekaligus maju ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB). ’’Tunggu pengumuman Panselnas dulu,’’ jelasnya.

Kemungkinan panselnas masih menunggu regulasi baru terkait kelulusan ambang batas SKD yang rendah. Ridwan kembali mengingatkan peserta yang lolos ambang batas SKD supaya tidak khawatir berlebihan.

Sebelumnya memang ada kekhawatiran dari pelamar yang memang telah lolos ambang batas SKD. Mereka bahkan membuat petisi yang telah ditandatangani hampir 3.000 akun hingga kemarin. Salah satu kekhawatiranya adalah kelulusan SKD murni dari jumlah nilai tes dan tidak memperhatikan ambang batas. Lantaran mereka yang telah melewati ambang batas bisa jadi kalah nilai totalnya dengan yang tak lulus ambang batas.(jun/wan/agm)

KPU Perketat Aturan Pindah Nyoblos

0
ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memperketat aturan dan mekanisme pengajuan pindah memilih pada Pemilu 2019 mendatang. Nantinya, tidak setiap orang bisa mengajukan pindah memilih. Mereka yang hendak pindah memilih harus lebih dahulu tercatat di daftar pemilih tetap (DPT) sebelum mengurus kepindahannya.
Selanjutnya, KPU di daerah tujuan akan mengeluarkan formulir A5 bagi yang bersang­kutan.

’’Setelah yang bersangkutan dipastikan pin­dah, da­ta pe­­milih di tem­pat asal­nya akan di­hapus,’’ terang komisioner KPU Viryan Azis, Selasa (20/11).

Pada saat bersamaan, setiap calon wakil rakyat ha­nya bisa dipilih oleh para pemilih yang ber­domisili di dapilnya.

’’Misal­nya, ada orang nyaleg di dapil A, kemudian dia me­ngajak ma­syarakat (dapil) B untuk pin­­dah, itu sudah dibatasi di ke­­tentuan pindah memilih,’’ lanjutnya.

Pemilih yang pindah ke da­pil berbeda tidak akan mendapatkan surat suara untuk ca­leg di dapil tujuan. Karena itu, modus mobilisasi pemilih dari luar dapil tidak akan ber­gu­na.

Petugas kelompok pe­­nye­lenggara pemungutan suara (KPPS) pasti akan me­ngecek formulir A5 yang dia bawa.

Bila berasal dari dapil berbeda, dia tidak akan bisa mendapatkan surat suara untuk pemilih dapil tujuan.

Sebagai gambaran, caleg DPR dapil Jatim I tidak akan bisa memobilisasi pemilih dari dapil Jatim II. Bila tetap nekat, keberadaan pemilih hasil mobilisasi itu juga tidak akan berpengaruh bagi perolehan suaranya. Sebab, pemilih Jatim II yang pindah memilih ke Jatim I hanya akan mendapatkan dua surat suara. Yakni, surat suara pilpres dan calon anggota DPD.

Sistem itu berbeda dengan 2014 yang masih dimungkinkan untuk pindah memilih antardapil dalam perhelatan pemilu legislatif. Kala itu, pemilih yang pindah itu masih bisa memilih caleg di luar dapil domisilinya.

Alhasil, tudingan mobilisasi pemilih pada pihak tertentu pun bermunculan di sejumlah daerah. KPU meyakinkan tudingan serupa tidak akan terjadi pada pemilu tahun depan.(byu/c5/sof/JPG)

Ngepit Lovers Ketagihan Gowes Malam

0

batampos.co.id – Ajang funbike night Batam Pos-BP Batam yang akan digelar pada Sabtu (24/11) ma­lam nanti menjadi acara wajib bagi komunitas Ngepit Lovers. Para anggotanya me­ngaku mulai ketagihan dengan kegiatan gowes malam hari, sehingga mereka memastikan akan ikut serta dalam acara ini.

“Kami biasa ikut event gowes, juga rutin latihan. Baru-baru ini coba gowes malam, ternyata bikin ketagihan,” ujar Winarto, Ketua Ngepit Lovers, Selasa (20/11).

Winarto mengatakan, Ngepit Lovers merupakan ko­mu­nitas pesepeda yang anggotanya merupakan warga Perumahan Pemda (Mukakuning Permai) Batuaji, Batam.
Klub sepeda ini terbentuk sejak 1,5 tahun silam.

Anggotanya saat ini sebanyak 23 orang. Kata Winarto, sebagian be­sar anggota Ngepit Lovers sudah mendaftarkan diri dalam ajang funbike night Batam Pos-BP Batam.

“Sudah mendaftar, tapi beberapa anggota tidak bisa ikut karena bertepatan dengan acara lain,” sebutnya.

Pegawai swasta ini mengharapkan, acara berlangsung dengan aman dan tertib. Ia juga berharap panitia memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada seluruh peserta.

“Kami rata-rata sudah bapak-bapak, jadi sedikit rentan bersepeda malam hari kalau tidak safety,” katanya.

Selain ingin meramaikan acara dan berkumpul dengan sesama pecinta olahraga sepeda, Winarto mengaku ikut funbike night ini dengan harapan bisa membawa pulang hadiah utama, yakni satu unit sepeda motor.

“Semoga ada hadiah yang bisa kami bawa pulang,” tuturnya.

Sesuai dengan namanya, funbike night Batam Pos-BP Ba­tam akan digelar pada ma­lah hari, yakni pada Sabtu (24/11) malam di Batam Cen­ter.

Pendaftaran masih dibuka dengan biaya Rp 75 ribu. Dengan pendaftaran tersebut peserta akan mendapatkan kaus, lampu LED, dan kupon undian berhadiah. Panitia menyediakan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.(nji)

Satu Jalan Tiga Tahun Anggaran

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Sejumlah ruas jalan yang kini sedang dibangun Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak bisa selesai dalam setahun. Setidaknya butuh tiga tahun anggaran hingga jalan-jalan itu terselesaikan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Batam Yumasnur menyebutkan, diantaranya jalan Raden Patah dari Apartemen Harmoni-Simpang Polsek Lubukbaja, Jalan Bunga Rayadari Simpang Baloi-Simpang Polsek Lubukbaja, jalan dari Simpang Patung Kuda Seipanas-Bengkong Seken serta jalan Ahmad yani dari Simpang Masjid Agung Batam-Simpang Kabil.

“Juga jalan (Baloi Taman Kota) dari Simpang Baloi hingga depan Kampung Nelayan,” sebut Yumasnur, Selasa (20/11) pagi.

Menurut dia, ada juga sejumlah titik lain, namun ia mengaku tidak hafal. Yang jelas, kata dia, pengerjaan jalan tersebut akan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Tergantung keuangan juga nanti, kalau kami maunya tiga tahun anggaran saja selesai. Keuangan pemerintah juga terbatas,” imbuhnya.

Artinya, jika jalan sudah dikerjakan tahun 2018 ini, paling cepat selesai yakni pada 2020 mendatang. Dari sekian jalan ini, ada beberapa yang dibangun dengan jumlah lajur yang banyak.

“Di jalan Ahmad Yani, depan kawasan industri Cammo, paling tidak lima lajur kanan dan lima lajur kiri,” sebut dia.

Dalam pengerjaan proyeknya, ia mengatakan tidak hanya sekedar membangun ruas jalan. Sarana penyerta lain seperti pedestrian, peninggian badabn jalan, hingga pembangunan pelintas air juga dikerjakan.

“Seperti yang di dekat Simpang Irinco dan depan Polsek Lubukbaja, kan rendah. Kami bangun pelintas airnya,” pungksanya. (iza)

Pelanggaran Tertinggi Pembawaan Uang Tunai Ada di Bali

0
Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae. (Ridwan/JawaPos.com)

batampos.co.id – Dirjen Bea dan Cukai kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, hingga September 2018 terjadi 304 pelanggaran pembawaan uang tunai yang terjadi di 19 lokasi pelaporan.

Berdasarkan lokasi terjadinya dugaan pelanggaran, sebagian besar terjadi di Ngurah Rai Denpasar, Bali. Adapun jumlahnya yakni sebanyak 137 pelanggaran (45,1 persen). Setelah Ngurah Rai, disusul Soekarno-Hatta sebanyak 60 laporan (19,7 persen), kemudian Batam 49 laporan (16,1 persen), Kuala Namu 13 laporan(4,3 persen) dan Pekanbaru 8 laporan (2,3 persen).

Menanggapi hal ini, Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rai membenarkan jika ‘Pulau Dewata’ tersebutu menjadi zona merah tertinggi perihal pelanggaran pembawaan uang tunai.

“Berdasarkan analisis PPATK pembawaan uang tunai Bandara Ngurah Rai memiliki resiko tertinggi. Sementara itu analisis berdasarkan angkutan’ pesawat udara, memiliki resiko tertinggi,” kata Dian kepada JawaPos.com, Rabu (21/11).

Menurut Dian, tingginya angka pelanggaran tersebut, disebabkan karena Bali merupakan kota wisata.” Bali merupakan daerah wisata manca negara, maka penyumbang terbesar adalah wisatawan manca negara itu,” jelasnya.

LPUT merupakan laporan atas pembawaan uang tunai ke dalam atau ke luar daerah kepabeanan Indonesia. Penyampaian LPUT dilakukan oleh Direktorat Jendral Bea dan Cukai RI kepada PPATK. Laporan ini mulai efektif per Januari 2006.

Selama September 2018, tidak terdapat LPUT yang disampaikan Direktorat Jendral Bea dan Cukai RI kepada PPATK.

Dengan tidak adanya penambahan LPUT selama September 2018, maka jumlah total LPUT yang diterima PPATK sejak Januari 2006- September 2018 tercatat tetap sebanyak 22.408 laporan dengan penerimaan laporan terbanyak berasal dari Soekarno Hatta (60,1 persen) dan Batam (34,2 persen). (wnd/rdw/JPC)