Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 11809

Bank Riau Kepri Sabet Platinum Award

0
Dirut Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari didampingi Pindiv Renstra, Tengkoe Irawan dan Pindesk Corsec, Winovri usai penyerahan Platinum Award di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Selasa (14/8). F. Bank Riau Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Bank Riau Kepri (BRK) kembali menorehkan prestasi dengan menggondol piala Platinum Award kinerja keuangan dengan predikat sangat bagus selama 10 tahun berturut-turut.

Penghargaan tersebut untuk kategori bank buku 2 dengan aset Rp 10 triliun sampai Rp 25 triliun pada ajang penghargaan tertinggi level nasional ”23Th Infobank Awards 2018”. Penghargaan tersebut diterima Dirut Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Selasa (14/8).

Pemimpin Infobank, Eko Supriyanto menyampaikan Biro Riset Infobank dalam menilai kinerja sebuah bank, mengukur komposit GCG dan manajemen risiko serta 12 risiko keuangan dan pertumbuhan yang tercakup dalam tujuh bagian besar yaitu, peringkat profil manajemen risiko, peringkat nilai komposit GCG, permodalan, kualitas aset, rentabiltas, likuiditas, dan efisiensi.

Irvandi mengatakan pencapaian prestasi merupakan wujud karya dari segenap insan Bank Riau Kepri. Baik komisaris, direksi, maupun seluruh pegawai Bank Riau Kepri.
”Ini hasil seluruh karyawan yang sudah komit untuk terus berkinerja bagus. Termasuk dukungan dari para pemegang saham dan para stakeholder dan insan media,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Bank Riau Kepri bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pelatihan pelaporan elektronik laporan harta kekayaan pejabat negara (E-LHKPN) dan komitmen anti gratifikasi bagi seluruh pegawainya, Selasa (14/8).
Wakil Gubernur Riau, Wan Tamrin Hasyim menyampaikan apresiasinya terhadap Bank Riau Kepri yang telah mewujudkan komitmennya mencegah tindak korupsi melalui E-LHKPN.

”Bank Riau Kepri sudah maju selangkah untuk tindakan pencegahan kasus korupsi,” ujarnya.

Wan Tamrin mengimbau, seluruh insan Bank Riau Kepri dapat memanfaatkan E-LHKPN ini sebaik-baiknya. Group Head Direktorat Anti Gratifikasi KPK, Andi Purwana menjelaskan tindakan pencegahan ini harus digalakkan untuk menekan tindakan korupsi. Penerapan E-LHKPN yang dilakukan Bank Riau Kepri kata Andi, merupakan salah satu bentuk dari pencegahan tindakan korupsi.

”E-LHKPN ini tujuannya untuk membentuk negara yang bersih dan anti korupsi. Sekaligus mengingatkan kepada pegawai Bank Riau Kepri tentang bahayanya gratifikasi dan tindakan korupsi,” bebernya. (cca)

Batam Bertekad Pecahkan Rekor MURI Kantungi 17.818 Kantong Darah

0
Regional President West II FGBMFI Frans Bambang (tengah) bersama Ketua PMI Sri Sudarsono, Ketua PSMTI Kota Batam , Kabid DokesPolda Kepri, Perwakilan Yonif raider 136, Yonif Marinir memberikan keterangan tentang aksi donor darah, di Hortel Nagoya Mansion Rabu (15/8).Aksi donor darah tersebut akan dilaksanakan sabtu di Megamall Batamcenter. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Full Gospel business Mens Fellowship International (FGBMFI) bersama PMI Batam serta instansi TNI-Polri bersama-sama menggelar bakti sosial berupa donor darah serentak se-Indonesia.

Kegiatan donor darah untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 ini ditargetkan mampu mengumpulkan darah sebanyak 17.818 kantong darah secara nasional.

Sementara untuk di Regional West 2 yakni Batam, Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun serta Pekanbaru ditargetkan mendapatkan 500 kantong darah dari kegiatan donor darah serentak nasional ini.

Khusus untuk di Batam sendiri akan digelar di Mega Mall pada hari Sabtu (18/8) nanti. Sedangkan di daerah Kepri lainnya akan digelar juga di Tanjungpinang serta Tanjungbalai Karimun.

Menurut Regional Presiden FGBMFI, Frans Bambang Suryono, saat ini sudah ada sebanyak 110 tempat yang tersebar dari Aceh sampai Merauke yang sudah konfirm akan menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan donor darah serentak yang digelar FGBMFI ini juga untuk memecahkan rekor MURI.

“Kami optimis rekor akan tercapai. Saat ini FGBMI terdapat 29 regional tersebar se-Indonesia yang akan mengupayakan agar kegiatan donor darah serentak bisa berjalan sukses,” terang Frans, Rabu (15/8).

Tujuan digelarnya donor darah serentak untuk memeperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73, lanjut Frans, untuk membantu juga program PMI akan kecukupannya stok darah bagi yang membutuhkan.

“Kami ingin program peringatan hari kemerdekaan ini yang kami gelar ini sangat bermanfaat bagi sesama. Kami pilihlah donor darah yang kami ingin nantinya mampu untuk bisa menyelamatkan warga yang membutuhkan darah,” ujar Frans mengakhiri. (gas)

Raibnya Aset Plat Baja Pemprov Rp 4,4 M, Andi Tantang Pemprov & Dewan Lapor Polisi

0
Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan I Dompak, Tanjungpinang, Kamis (2/8). F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Andi Cori Fathuddin menantang DPRD Kepri dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Pemprov Kepri untuk segera membuat laporan terkait raibnya plat baja ke pihak kepolisian. Menurut Cori, plat baja tersebut tidak tercatat dalam daftar aset Pemprov Kepri.

”Kami tidak melakukan pencurian, karena kami punya izin prinsip dari gubernur untuk membangun kawasan kuliner di lokasi terletaknya plat baja tersebut,” ujar Andi Cori dalam siaran pers-nya, Rabu (15/8) di Tanjungpinang.

Menurut Andi, plat baja tersebut punya historis yang panjang. Dimulai dari gagalnya pembangunan Jembatan I Dompak oleh PT Nindya Karya beberapa tahun lalu dan ber-akhir di meja pengadilan. Berdasarkan keputusan pengadilan, Pemprov Kepri harus membayar tuntutan PT Nindya Karya. Kemudian DPRD Kepri memberikan persetujuan untuk membayarkan utang ke PT Nindya Karya.

”Sebelum kami memindahkan plat baja yang ada di lokasi, kami sudah melakukan proses cek dan ricek. Kenyataannya barang tersebut tidak tercatat di dalam daftar aset Pemprov Kepri,” tegas Cori.

Berdasarkan hal itu, pihaknya merasa sangat dirugikan dengan tudingan yang dilayangkan kepada dirinya dan kawan-kawan. Bahkan pihaknya juga tidak mengetahui berapa jumlah sebenarnya plat tersebut. Karena sudah ada investasi yang masuk untuk pembangunan kawasan kuliner dan resort, pihaknya berinisiatif untuk memindahkan. Sebagian plat baja sempat dititipkan di tempat penampungan.

”Sekarang plat baja tersebut dalam pengawasan Satpol PP Provinsi Kepri. Kami juga melakukan kroscek kepada perusahaan yang lama. Informasinya ada 300 keping plat baja dengan berbagai ukuran,” papar Cori.

Disebutkan Cori, Dinas PUPR Kepri sudah mengajukan lelang untuk plat baja tersebut. Tetapi gubernur tidak berani melakukan persetujuan lelang, karena tidak masuk dalam daftar aset daerah. Bahkan, kata Cori, ada Organisasi Kepemudaan (OKP) yang sudah membayar ratusan juta untuk memenangkan lelang tersebut.

Karena pihaknya tidak merasa melakukan pencurian, tentu persoalan tersebut ditanggapi secara diplomasi. Menurut Cori, sebagian plat baja sudah diambil oleh oknum-oknum. Pihaknya punya bukti-bukti yang kuat, jika memang persoalan ini berakhir di meja pengadilan

”Kami ada bukti adanya oknum yang mengambil plat baja tersebut. Bahkan ada yang sudah mengakui dan membuat surat pernyataan,” paparnya lagi.

Lebih lanjut, Andi mengungkapkan jika persoalan ini ditelusuri lebih jauh, akan ada banyak fakta yang mencengangkan. Karena ada indikasi kontraktor Jembatan I Dompak juga menggunakan plat baja tersebut untuk kesejahteraan.

Pihaknya sangat terbuka, jika ada pihak lain yang ingin melaporkan perkara ini ke penegak hukum. ”Kami hadapi, karena Dinas PUPR sampai saat ini tidak bisa menunjukkan fakta otentik terkait plat baja tersebut,” tutup Cori.

Gubernur Kaget, Namanya Diseret
Gubernur Kepri Nurdin Basirun kaget namanya diseret terkait raibnya plat baja senilai Rp 4,4 miliar. Menurut Nurdin, ia sudah memerintahkan Dinas PUPR Pemprov Kepri untuk segera membuat laporan. ”Kita cari pelakunya. Tangkap. Nanti tahu siapa yang suruh,” tegas Gubernur Nurdin di Hotel Aston. (jpg)

Turki Naikkan Tarif Impor Mobil dan Alkohol AS

0
Erdogan berbincang dengan Trump

batampos.co.id – Ancaman Recep Tayyip Erdogan bukan sekedar isapan jempol. Presiden Turki itu merealisasikan janjinya untuk membalas sanksi AS. Rabu (15/8), Turki resmi menaikkan tarif impor produk-produk yang berasal dari AS. Bukan hanya sekedar memboikot barang-barang elektronik seperti janjinya sehari sebelumnya.

Tarif impor mobil dari sebelumnya 35 persen kini naik menjadi 120 persen. Alkohol naik lebih dari tiga kali lipat. Yaitu dari 40 persen menjadi 140 persen. Pun demikian dengan beras yang dulu hanya 20 persen kini sampai 50 persen. Produk-produk kecantikan juga terkena imbasnya. Kenaikannya dua kali lipat. Yaitu dari 30 persen kini menjadi 60 persen. Nilai kenaikan tarif itu mencapai USD 533 juta atau setara dengan Rp 7,8 triliun. Beberapa jenis kertas dan batu bara juga kena imbas meski tak besar.

”Pajaknya dinaikkan sebagai respon atas serangan yang disengaja dari pemerintah AS ke ekonomi kami,” cuit Wapres Turki Fuat Oktay di akun Twitternya.

Berbagai langkah yang diambil Turki terbukti membantu. Termasuk di antaranya optimispe pasar terhadap hubungan Turki dan Uni Eropa (UE). Itu karena pengadilan Turki telah memutuskan membebaskan dua tentara Yunani Letnan Aggelos Mitretodis dan Dimitros Kouklatzis. Mereka dipenjara lima bulan lalu dengan tudingan sebagai mata-mata. Kemarin, nilai turkar lira terhadap dollar AS naik 6 persen.

”Turki tidak senang dengan perang ekonomi, tapi kami tidak bisa diam saja jika ada yang menyerang kami,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin seperti dilansir CNN.

Beberapa pengamat menilai bahwa langkah yang diambil Turki ibarat menyiramkan minyak ke api. Setelah ini situasi akan kian memanas. Terlebih di hari yang sama pengadilan Izmir menolak banding yang diajukan oleh pendeta AS Andrew Brunson. Padahal sehari sebelumnya AS sudah melontarkan ancaman. Yaitu bahwa sanksi yang lebih besar akan dijatuhkan jika Brunson tak dibebaskan.

”Para investor bingung dengan geopolitik tarik ulur antara AS dan Turki,” ujar Artjom Hatsaturjants, analis penelitian di Accendo Markets.

Sementara itu di Inggris, beberapa tempat penukaran uang sempat kehabisan lira. Salah satunya adalah International Currency Exchange (ICE). Permintaan lira di ICE naik 24 ribu persen dibanding bulan lalu. Penduduk yang menginginkan lira bisa menukarkan di Bandara Luton, London dan bandara Doncaster.

Naiknya permintaan itu dikarenakan kini nilai tukar lira rendah. Satu poundsterling kini senilai 7,7 lira atau Rp 18 ribuan. Sepertinya penduduk Inggris ingin menghabiskan sisa liburnya di Turki. Dengan nilai tukar lira yang rendah itu, otomatis liburan mereka bakal jauh lebih murah.

Banyak negara terdampak perang ekonomi Turki-AS. Para investor menarik uangnya dari negara-negara yang perekonomiannya lemah. Mereka takut negara itu akan mengikuti jejak Turki. Dua negara yang terdampak adalah India dan Argentina. (sha/JPG)

RSUD Siap Tampung Caleg Stres

0
Instalasi Jiwa di RSUD Engku Haji Daud Kepri di Tanjunguban telah dioperasikan. F. Slamet Nofasusanto/batampos.co.id

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Engku Haji Daud Provinsi Kepri di Tanjunguban telah siap menampung pasien gangguan jiwa. Termasuk, jika nanti usai periode pemilihan legislatif ada calon legislatif (caleg) yang stres karena gagal duduk di kursi dewan.

Humas RSUD Engku Haji Daud Provinsi Kepri di Tanjunguban, Iranti menjelaskan instalasi jiwa baru dibuka 8 Agustus lalu. Terdiri dari dua lantai yang masing-masing lantai memiliki enam kamar. Dari 12 kamar, terdapat 1 kamar isolasi.

”Sebenarnya kalau pasien bisa tenang, satu kamar bisa dua pasien. Tapi kalau yang sedikit mengalami gangguan akibat traumanya atau ngelantur, sebaiknya sekamar sendiri,” katanya.

Pasien jiwa di rumah sakit ini akan langsung ditangani ahlinya. Seorang dokter spesialis kejiwaan telah ditempatkan di instalasi jiwa rumah sakit itu. Selain itu, juga ditugaskan satu dokter umum dan sembilan perawat yang akan merawat pasien di instalasi jiwa.

”Perawat yang di sini telah kami magangkan di beberapa rumah sakit jiwa termasuk RSJ di Aceh,” jelasnya.

Iranti mengatakan, saat ini terdapat tiga pasien jiwa yang dirawat di instalasi jiwa RSUD Engku Haji Daud. ”Jadi, sebelum mereka masuk, dianalisa. Pintu masuknya sama dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau poliklinik. Nanti setelah didiagnosa alami kejiwaan, akan ada lagi pemeriksaan di Instalasi Jiwa, baru kemudian dirawat,” katanya.

Karena minimnya sarana dan prasarana, pihaknya baru sebatas menerima pasien yang mengalami kejiwaan kategori ringan. ”Kalau berat belum karena sarana dan prasarana belum menunjang. Termasuk caleg jika mengalami gangguan jiwa, rumah sakit siap menampung,” jelasnya.

Saat ini pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota di Kepri untuk penanganan pasien jiwa. Sebab di Kepri, hanya di RSUD Engku Haji Daud yang memiliki instalasi kejiwaan. ”Di Kepri, satu-satunya di Tanjunguban,” tukasnya.(met)

Melihat Kondisi Rian, Balita Penderita Intususepsi di Batam

0

Rian Febrianto nama lengkapnya. Usianya baru 3 tahun 5 bulan 22 hari. Ia merupakan anak satu-satunya dari Yohanes Rikar, 30, dan Irma Sari Lubis, 23. Pasangan suami istri ini tak pernah menyangka anaknya yang dulu periang, di usianya yang masih balita, kini harus menanggung penyakit parah. Usus terlipat. Istilah medisnya Intususepsi.

JARUM jam baru menunjukkan pukul 10.31 WIB. Aktivitas warga di Kampung Nanas, Batam Centre terlihat sepi, Rabu (15/8). Hanya sesekali kendaraan bermotor lewat, meninggalkan sebaran abu yang membuat hidung terganggu. Jalan di kawasan tersebut memang 100 persen masih jalan tanah.

Irma Sari tampak mengipas menggunakan map merah muda ke arah anaknya, Rian yang terbaring lemah di kasur tipis berlapiskan seprei usang bermotif bendera Amerika Serikat di ruang tamu rumahnya. Sudah 1,5 tahun ia dan suaminya tinggal perumahan liar (Ruli) Kampung Nanas ini. Sebelumnya, mereka tinggal di Baloi Kebun. Sesekali, ia melirik tak tertarik ke televisi layar datar di sampingnya. Tak jarang pula ia mengangan sambil terus mengipaskan map itu.

Rian tak terlihat keringatan atau pun gerah. Hanya saja, kipasan itu, sang ibu lakukan untuk menghalau rasa sakit nan mencekit di luka bekas operasi bagian perutnya. “Dia sering menangis. Katanya perut bekas operasinya ini sakit kaya ditusuk-tusuk. Itu membuatnya nggak nyaman,” ujar Irma dengan suara lemah.

Ketika koran ini berkunjung, kondisi Rian memang sangat memprihatinkan. Dia hanya terbaring lemah di ranjang. Tubuhnya seperti tinggal tulang berbalut kulit. Sangat kurus. Tatapan matanya memelas lemah menahan sakit. Yang paling membuat emosional, kondisi perutnya yang berbalut perban dan di sisi perut kanan bawahnya, ada lubang yang terhubung ke plastik steril yang berfungsi sebagai pembuangan. Di dalamnya, masih terlihat tiga cm usus yang masih keluar, menyatu dengan kotorannya.

“Belum bisa kotoran dari anus. Masih dari usus yang dikeluarin ini. Ini mau dibersihkan dulu. Rian masih butuh operasi kedua untuk menyambung usus yang ke saluran pembuangannya. Tapi nantilah tunggu uang terkumpul dan kondisinya stabil,” ujar Irma.

Sebulan lalu, Rian masih ceria, dan sehat. Ia anak periang yang kerap bermain dengan para anak tetangga di lingkungan rumah kontrakan orang tuanya di Ruli Kampung Nanas, Nomor 98, RT 03/RW 09, Batam Center. Hingga tiba malam hari, tiba-tiba ia mengalami gangguan pencernaan. Karena dianggap diare biasa, orangtua-nya pun hanya mengobati di rumah saja.

Namun, bukannya malah sembuh, keesokan paginya tangis Rian makin menjadi. Dia mengeluhkan sakit perut dan mulai demam. Sang ayah, Rikar, beserta Irma langsung membawanya ke Rumah Sakit Elisabeth di Batam Center. “Tanpa pikir panjang lagi. Niatnya hanya untuk berobat biasa, nyatanya oleh rumah sakit, diminta harus segera opname karena katanya kondisinya sudah parah. Usus terlipat dan harus segera dioperasi,” kenang Rikar.

Pria kelahiran Flores, Nusa Tenggara Timur yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan toko bangunan di Mitra Raya ini mendadak pusing memikirkan biaya. “Duit dari mana? Cuma saya sendiri yang kerja. Istri di rumah jaga anak dan sebagai ibu rumah tangga,” ujarnya.

Di tengah kekalutannya, ia lalu menghubungi Ketua RT 03, Tohom Sinaga. Atas jaminan ketua RT ke rumah sakit, Rian pun menjalani tindakan operasi dan perawatan. “Dia datang menangis ke rumah saya. Hati siapa yang tak tahan melihat anaknya sakit? Akhirnya saya memberanikan diri menghubungi rumah sakit, menjamini anaknya untuk segera dioperasi,” ujar Tohom.

Masalah selesai? Tidak. Petaka lainnya muncul lagi. Beberapa minggu usai menjalani operasi dan perawatan, biaya pengobatan Rian membengkak hingga lebih dari Rp 39 juta. Rumah sakit menahan kepulangan Rian, dan tidak melanjutkan pengobatan sebelum biaya dilunasi.

Bahkan, Tohom yang menjamini balita Rian di rumah sakit diminta untuk bertanggung jawab mengenai pelunasan dana tersebut. Atas inisiatif Tohom Sinaga sebagai ketua RT, ia lantas meminta sumbangan kepada warga melalui take and list. “Saya minta take and list dari warga di sini. Terkumpullah Rp 2,7 juta. Sangat jauh dari biaya pengobatan,” ungkapnya sambil menahan haru.

Saat hampir putus harapan, mengingat kedua orangtua Rian bukan keluarga berada, ia pun meminta pertolongan Dinas Provinsi Kepri dan juga anggota DPD RI, Djasarmen Purba. Oleh mereka, biaya pun terlunaskan dan Rian diperbolehkan keluar tapi masih dalam kondisi belum sepenuhnya pulih.

Rian kini masih dalam kondisi butuh pengawasan dan perawatan. Luka bekas operasinya belum sepenuhnya pulih. Dia membutuhkan paling tidak sekali lagi operasi untuk memasukkan kembali usus yang masih keluar dan menyambungnya ke saluran pembuangan. Dia masih butuh perhatian dalam pemenuhan gizi ekstra mengingat tabung nasogastris masih menempel dalam perutnya.

Apalagi, ususnya sepanjang setengah ukuran jari telunjuk dewasa harus dibuang karena mengalami nekrosis atau kematian jaringan. Itu dilakukan supaya mencegah infeksi menyebar ke usus dan ke seluruh tubuhnya, dan membahayakan nyawanya.

Berangkat dari kepedulian itu, anggota Forum Batak Batam (FBB) langsung mengumpulkan sumbangan. Forum dalam grup WhatsApp yang baru terbentuk di 2017 ini, tidak sampai 24 jam setelah ketua RT 03 Kampung Nanas meminta sumbangan, terkumpul Rp 7,7 juta. Oleh admin yang juga pengusaha Batam, Wirya Putra Silalahi dan beberapa anggota langsung bergerak ke rumah orangtua Rian.

Rumah kontrakan Rian ini juga terbilang jauh dari rumah layak huni. Ukuran ruang tamu hanya sekitar 2,2 meter persegi. Meskipun sudah berlantaikan ubin, namun dinding rumahnya hanya bersekat triplek yang dicat biru seadanya. Pencahayaan dan sirkulasi udara kurang. “Biaya kontrakan Rp 500 ribu per bulan,” ujar Irma.

Wirya Putra Silalahi menyebutkan, bantuan yang mereka berikan hanya sebatas membantu meringankan beban pengobatan Rian tersebut. “Ini sudah kegiatan sosial ketiga yang telah kami lakukan sejak forum FBB terbentuk di WhatsApp. Puji Tuhan, kebersamaan grup ini tak sebatas bincang melalui chatting, tapi juga berguna, bekerjasama meringankan penderitaan orang lain. Khusus Rian semoga cepat sembuh dan ceria kembali,” ujar Rian.

Bacaleg Kepri dari Partai Nasdem ini menyebutkan, meski pun nama grupnya FBB, namun uluran tangan yang mereka berikan selama ini tidak berbatas untuk kelompok tertentu saja. “Sama seperti anggota yang ragam profesi, kami membantu juga tanpa melihat suku, agama, ras apa pun. Siapa pun mereka, kalau memang layak dibantu, pasti kami bantu seadanya. Dan terimakasih kepada Ketua RT yang begitu perhatiannya kepada warganya, sehingga kita tahu bahwa ada warga, keluarga Rian yang perlu ditolong,” jelas Wirya.

Sementara itu, dokter spesialis dalam Soritua Sarumpaet menyebutkan, intususepsi memang kerap terjadi kepada bayi atau balita. Umumnya kondisinya berupa benjolan non kanker. Terbentuknya benjolan karena usus yang terlipat dan menekan masuk ke bagian usus lainnya.

“Itu biasanya terjadi kalau bayi terlalu cepat dikasih makanan padat, sementara kondisi ususnya belum siap menerima makanan padat. Akibatnya, pergerakannya di usus melambat, terjadi pembusukan. Pencernaan otomatis terganggu,” jelas Soritua.

Penyebab lainnya dari penyakit ini adalah balita kekurangan asupan makanan bergizi sehingga mengakibatkan usus menjadi lemah, dan rentan terkena bakteri atau virus. Intususepsi, kalau gejala awalnya terdeteksi, sebenarnya tidak berbahaya. Hanya saja, kalau sudah terjadi infeksi, bisa menjadi sangat parah apabila tidak segera ditangani.

“Kalau sudah mengalami kematian jaringan, usus dipotong, ya itu butuh pengobatan lebih lagi. Harus dua kali operasi. Pemotongan, lalu penyambungan,” ujar Soritua.

Menurutnya, kalau penanganannya tepat, semakin bertambah usia anak, semakin berkurang risikonya untuk kambuh.

“Iya ini memang oleh dokter Elisabeth bilang harus ada operasi penyambungan lagi. Sebagian ususnya yang dipotong masih disimpan di rumah sakit,” jelas Rikar.

Apakah keluarga ini menggunakan BPJS? Rikar menyebutkan sampai saat ini masih belum terdaftar di BPJS karena terkendala administrasi kependudukan.

“Sedang kami bantu urus untuk mengurus KTP dan KK dengan status suami-istri di Kantor Kelurahan Teluk Tering. Saya sudah sampaikan ke lurah Faisal, bahwa ini pengurusannya darurat menyangkut hidup anak. Tapi sudah dua minggu kami masih menunggu belum ada tanda-tanda selesai,” ujar Ketua RT, Tohom.

Ia pun mengungkapkan, dari 1.800 KK warganya di Kampung Nanas, sebagian besar warganya belum mempunyai akta kependudukan.

“Semoga pemerintah memperhatikan ini. Melalui ini, saya juga ingin mempersaksikan saya sempat bingung sebagai yang bertanggung jawab menjamini anak kita Rian ini. Sempat saya mentok. Tuhan tolong saya, doaku. Hingga akhirnya saya diberikan jalan memberanikan diri meminta bantuan kepada FFB. Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak-bapak. Untuk keluarga saya buat seperti ini, tapi melihat kondisi keluarga ini, apalagi Rian ini. Semoga Tuhan menyembuhkannya dan memberkati forum ini terus menyebarkan kebaikan,” ungkap Tohom.

Rikar dan Irma pun memohon doa kepada semua pihak demi kesembuhan anak mereka satu-satunya itu. “Insyaallah, supaya ia riang dan sehat kembali,” ungkapnya. (CHAHAYA SIMANJUNTAK, Batam)

Jadikan Transmigrasi Pusat Ekonomi Baru

0
Dirjen PKTrans M. Nurdin (istimewa)

batampos.co.id – Direktorat Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tengah menggalakkan program revitalisasi yang bertema Wajah Baru Kawasan Transmigrasi.

Dengan begitu, transmigrasi tidak hanya menjadi suatu program perpindahan penduduk, tetapi juga mengubah sejumlah wilayah yang sebelumnya merupakan daerah terisolasi menjadi daerah berkembang seiring dengan kedatangan para transmigran.

Dirjen PKTrans M. Nurdin mengungkapkan, program transmigrasi dengan konsep baru ini diupayakan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemiskinan serta ketimpangan sosial dan spasial.

“Saat ini masih dirasakan sebaran penduduk Indonesia hanya terpusat di Pulau Jawa, Sumatera, dan sebagian ke-cil di Sulawesi. Karena itu, dengan skema atau konsep baru ini, sebarannya harus merata hingga ke wilayah Indonesia Timur,” ujar Nurdin saat ditemui di kantor Kemendes PDTT baru-baru ini.

Dia menjelaskan, dalam menjalankan konsep tersebut, Kemendes PDTT tentu tidak akan sendiri. Pihaknya akan bersinergi dengan berbagai program prioritas yang dimiliki kementerian dan lembaga lainnya. Dengan demikian, setiap kawasan transmigrasi mampu mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) hingga berskala ekonomi besar.

Kemendes PDTT juga akan memberikan penghargaan kategori Transmigran Teladan yang dipilih dari seluruh Indonesia. Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada transmigran yang mampu mengembangkan dan mendukung kawasan transmigrasi mandiri.

(srs/JPC)

Pocophone F1, Smartphone Pemain Baru yang Miliki Spesifikasi Kelas Wahid

0
Bocoran terkait Smartphone Poco F1. (FoneArena)

batampos.co.id – Pocophone F1, smartphone ini masih misterius.

Poco sejatinya adalah merk turunan baru dari Xiaomi, sementara F1 kemungkinan akan jadi namanya ketika melenggang di pasaran. Jadi Pocophone F1 nantinya akan menjadi Poco F1 dan 22 Agustus 2018 nanti kabarnya akan menjadi tanggal terkuaknya misteri Poco F1.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman NDTV, Rabu (15/8), kabar tersebut mulanya tersiar dari akun resmi brand Poco di India yang akan menjadi tempat Poco F1 lahir. Brand yang memiliki nama akun @IndiaPOCO itu bahkan selain mengungkap tanggal peluncuran Poco F1 juga mengungkap prosesor yang akan dibawa ponsel tersebut.

Dalam cuitannya di linimasa Twitter, brand tersebut juga mengungkap bahwa Poco F1 akan menjadi smartphone yang ‘ngebut’.

“Bukan hanya kinerja puncak sesaat. Rasakan tingkat baru kinerja berkelanjutan dengan Qualcomm Snapdragon 845 SoC di # POCOF1. #MasterOfSpeed diluncurkan pada 22 Agustus 2018. #GoPOCO,” tulis akun tersebut.

Tulisan tersebut tidak lain merupakan sebuah caption foto. Dalam unggahannya, terlihat bahwa Poco India memarkan sebuah gambar dengan logo Qualcomm Snapdragon dan angka 845 di bagian tengahnya. Terjawab sudah rumor yang beredar. Akhirnya terungkap bahwa si misterius Pocophone F1 benar hadir dengan chipset Snapdragon 845.

Omong-omong spesifikasi, selain hadirnya Snapdragon 845 dibalik kap mesin Poco F1 ini, kabar lain juga menyebut bahwa smartphone ini dikatakan debut dalam dua varian penyimpanan yang berbeda. Pertama Poco F1 akan hadir dengan RAM 6 GB dengan internal storage 64 GB dan RAM 8 GB dengan 128 GB penyimpanan onboard.

Sementara harga Poco F1 untuk varian 64 GB dispekulasikan untuk debut di Eropa Timur pada EUR 420 atau sekitar INR 33.300 atau berkisar Rp 6,9 jutaan untuk varian 64 GB. Sementara varian 128 GB-nya bisa mencapai EUR 460 sekitar INR 36.400 atau sekitar Rp 7,5 jutaan.

Harga tersebut merupakan harga yang mengacu pada rumor sebelumnya yang mengabarkan bahwa Poco F1 akan turut hadir pula di pasar Eropa. Sementara harga smartphone ini di India kemungkinan akan muncul pada saat peluncuran resmi akhir bulan ini dengan harga yang bisa jadi lebih murah atau bahkan lebih mahal.

Spesifikasi lain dari smartphone ini kemungkinan adalah layar Full HD Plus 6,18 inci yang akan memiliki aspek rasio 18,7:9 lengkap dengan poni di atas layarnya. Dari sisi kamera, Poco F1 akan membawa kamera 12 MP dipasangkan dengan sensor 5 MP sekunder untuk penginderaan kedalaman sementara yang pertama akan menampilkan piksel 1,4 mikron. Sementara bagian depan, terdapat sensor 20 MP yang sudah didukung teknologi Super Pixel.

Bocoran menarik lainnya adalah hadirnya teknologi pendinginan liquid atau cairan pada tubuh smartphone ini. Jika benar demikian, melihat spesifikasi lain seperti chipset dan kombinasi RAM dan ROM, maka Poco F1 tentu akan menjadi smartphone dengan performa kelas wahid dengan harga yang tak seberapa menguras kantong.

Sementara untuk pasar Indonesia, Poco F1 hampir bisa dipastikan melenggang di tanah air. Seba, pihak terkait dalam hal ini Kementerian Perindustrian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika lewat Ditjen Sumber daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) sudah menampilkan bocoran perangkat ini di masing-masing situs mereka.

Hal tersebut terkait dengan proses sertifkasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang wajib dipenuhi sebelum sebuah perangkat smartphone bisa di pasarkan. Adapun perangkat tersebut diajukan kepada otoritas terkait di Indonesia melalui Erajaya Swasembada yang tidak lain merupakan salah satu distributor gadget terbesar di Indonesia.

(ryn/JPC)

Nama Besar Berebut Empat Kursi DPR RI Dapil Kepri

0

batampos.co.id – Pertarungan calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kepri bakal sengit. Beberapa tokoh nasional dan tokoh masyarakat yang sudah lama di dunia politik di Provinsi Kepri bakal ikut bersaing memperebutkan kuota empat kursi di Senayan.

Dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ada nama Abdul Basith Has yang di nomor urut satu. Dia adalah Ketua DPW PKB Kepri. Sementara di Partai Gerindra ada nama Saleh Ramli dan Jamer Siden Purba yang masing-masing menempati nomor urut 1 dan 2. Periode lalu, Jamer Purba sudah pernah menjadi caleg DPR dari dapil Kepri. Tetapi saat itu ia tidak lolos. Meski demikian, jumlah suaranya termasuk signifikan.

Sementara PDI Perjuangan masih tetap menjagokan Dwi Ria Latifa, anggota DPR RI aktif periode 2014-2019. Ia akan maju bersama Mayjen TNI (Purn) Sturman Panjaitan asal Sidoarjo, Indiyati, dan Irwansyah Saleh Kusuma. Dwi Ria Latifa terpilih periode lalu dengan suara sekitar 48.500 suara.

Unggulan lain saat ini adalah ketua DPD Golkar Kepri, Ansar Ahmad. Mantan Bupati Bintan dua periode ini memiliki basis massa yang cukup kuat. Ia sempat maju menjadi calon wakil gubernur Kepri berpasangan dengan Soerya Respationo. Tetapi kalah dari pasangan HM Sani-Nurdin Basirun dengan selisih suara yang tipis.

Dari Golkar, Ansar Ahmad akan bersaing dengan Zulbahri, anggota DPD RI periode 2009-2014. Dan dalam pemilihan legislatif di 2014 lalu, ia tidak terpilih karena berada di urutan enam. Artinya, ia masih punya basis massa yang kuat. Pria kelahiran Bukittinggi 1953 silam ini optimistis akan menjadi calon yang diperhitungkan dalam pemilihan anggota DPR RI pada Pileg 2019 mendatang.

“Semua calon punya peluang yang sama. Dan semua calon punya basis massa. Ya, kita harus tetap optimistis,” kata Zulbahri, Selasa (14/8).

Zulbahri mengaku tertarik menjadi calon DPR karena memang sudah merasakan menjadi anggota DPD RI yang menurutnya, masih kurang kuat peranannya di pusat. Meski ia akui, lewat DPD pun aspirasi dari daerah tetap bisa disampaikan ke pusat.

“Saya masuk menjadi calon DPR RI karena memang saya masih ingin berjuang. DPR RI dan DPD masih ada perbedaan. DPR RI itu lebih kuat menurut saya,” katanya.

Yang tidak kalah menarik adalah sosok Asman Abnur. Pria yang baru mundur dari kursi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) ini akan kembali ikut bertarung memperebutkan kursi DPR dari dapil Kepri. Sebelum ditarik Presiden Jokowi masuk ke kabinet, Asman adalah anggota DPR. Untuk pemilihan periode 2014-2019, Asman Abnur terpilih dengan suara tertinggi 97.327 suara.

Asman Abnur kembali akan bertarung dengan Siti Sarwindah, yang menggantikan Asman Abnur di DPR RI. Meski bila berkaca dari pemilihan periode lalu, jumlah perolehan suara keduanya terpaut sangat jauh. Suara Siti Sarwindah tidak sampai 5.000 suara. Masih di PAN, dua nama baru yakni Derry Purnamasari dari Jakarta Pusat dan Indra Gobel asal Batam.

Yang tidak kalah sengit adalah pertarungan di Partai NasDem. Di sana ada nama Nyat Kadir di nomor urut satu, Riny Fitrianti anak almarhum HM Sani di nomor urut dua, Djasarmen Purba di nomor urut tiga, dan Syarifah Normawati di nomor urut empat.
Nyat Kadir adalah petahana yang kini duduk menjadi anggota Komisi VI DPR. Dalam pemilihan 2014 lalu, mantan wali kota Batam tersebut memperoleh suara sebanyak 55.384 suara.

“Saya akui, sekarang persaingan memang sangat ketat. Tetapi bagi saya itu tidak menjadi masalah. Makin banyak tokoh-tokoh hebat, maka semakin bagus,” kata Nyat Kadir saat dihubungi Batam Pos, kemarin.

Nyat Kadir mengaku semua calon DPR dapil Kepri mempunyai peluang yang sama. Baik tokoh yang populer di Kepri, maupun tokoh yang belum populer di Kepri. “Memang sengit, tetapi semua punya kesempatan sama. Tetapi yang penting bagaimana dari NasDem dapat kursi. Itu saja. Ya mudah-mudahan bisa dapat dua kursi. Tapi sangat berat,” katanya.

Pernyataan Nyat Kadir ini memang beralasan. Dia dapat lawan sebanding di NasDem yakni Djasarmen Purba. Ia terpilih menjadi anggota DPD dalam dua periode terakhir. Dalam Pileg 2014 lalu, Djasarmen terpilih sebagai anggota DPD RI dengan suara sah 83.748. Di mana basis massanya adalah golongan intelektual dan warga Batam yang berasal dari Sumatera Utara.

Terkait ketatnya persaingan ini, Djasarmen mengatakan dengan semakin banyaknya tokoh yang hebat untuk maju menjadi calon DPR menunjukkan semakin tingginya minat untuk memajukan Kepri. Dan untuk politik, menurut mantan anggota DPRD Batam itu, hal ini sangat bagus.

“Jujur saja, kalau banyak tokoh-tokoh atau orang-orang hebat dan sudah lama berkecimpung di dunia politik, maka itu akan membuat kita semakin bersemangat untuk bekerja,” katanya.

Dia menambahkan, dengan persaingan yang ketat, maka masyarakat akan bisa menilai program-program yang disampaikan masing-masing calon. “Selain adu strategi, maka bisa menjadi ajang beradu program. Program siapa paling bagus dan bisa diterima masyarakat,” katanya. Tetapi ia yakin, NasDem akan memperoleh satu kursi di DPR dari dapil Kepri.

Calon lainnya yang tidak boleh diabaikan di NasDem adalah Riny Fitrianti yang junga punya basis massa. Anak dari almarhum M Sani (mantan gubernur Kepri) ini juga punya basis massa yang besar.

Tokoh Kepri lainnya yang maju menjadi calon DPR RI adalah dari Partai Demokrat yakni Husnizar Hood di nomor urut satu, Mayjen (Purn) Moch Nasir di nomor urut dua, Aida Zulika Ismet di nomor urut tiga, dan Susilawati di nomor urut empat.

Husnizar adalah ketua DPC Demokrat Tanjungpinang selama dua periode sejak 2006 hingga 2016. Dia juga seorang budayawan yang sudah melahirkan banyak karya. Dan sekarang masih tercatat sebagai pimpinan di DPRD Kepri.

Sementara Aida Ismeth adalah tokoh yang masih diperhitungkan di Batam. Aida adalah mantan anggota DPD RI dua periode. Di mana setiap pemilihan suaranya selalu tinggi. Bahkan pernah mencapai 202 ribu suara. Sementara Susilawati adalah anggota DPRD Kepri dan mantan Ketua DPW NasDem Kepri.

Sementara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) empat calon legislatifnya dari luar Batam. Mereka adalah Andrei P Simanjuntak, Iswan Abdullah, Herlini Amran, dan Rita Fajriah. Sementara calon lainnya dari partai-partai baru merupakan kader-kader baru yang belum populer di kancah perpolitikan di Kepri. (ian)

PSM Rela Melepas Asnawi

0
Asnawi Mangkualam (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)

batampos.co.id – Sekretaris PSM, Andi Widya Syadzwina mengatakan, manajemen PSM telah menerima surat pemanggilan Asnawi Mangkualam Bahar.

Asnawi kembali dipanggil bergabung ke Timnas Indonesia U-19. Asnawi akan menjalani pemusatan latihan (TC) jelang Piala Asia U-19 2018.

“Pihak klub sudah memberi izin kepada Asnawi. Kami harap Asnawi bisa memberi kontribusi untuk Timnas U-19,” kata Wina, melalui keterangan resminya, Rabu (15/8).

TC Timnas U-19 kali ini kembali dipusatkan di Kompleks Kampus UNY, Jogjakarta. Mulai 11 Agustus hingga 16 Oktober mendatang. Panggilan ke Timnas U-19 ini memang bukan pertama kali untuk Asnawi.

Di beberapa turnamen sebelumnya, ia sudah menjadi bagian dari skuad Garuda Nusantara besutan Indra Sjafri. Bahkan di Piala AFF U-19 terakhir, Asnawi mendapat peran baru. Dia dimainkan sebagai bek kanan. Meski ia sering menempati pos gelandang bersama PSM.

Sementara Asnawi sudah sibuk berlatih bersama Timnas, pemain PSM yang lain masih diliburkan. Pasukan Ramang akan kembali berkumpul untuk berlatih pada akhir Agustus mendatang.

“Karena Liga juga diliburkan berkaitan perhelatan Asian Games 2018. Pemain sudah harus bergabung dengan tim pada 26 Agustus mendatang,” pungkas Wina.

(rul/JPC)