Sabtu, 20 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11898

Pasar Amerika Masih Potensial

0

batampos.co.id – Pasar Amerik­a menjadi tujuan utama pelaku usaha di Batam pada 2019. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 7 persen. Caranya adalah dengan menggenjot ekspor ke Negeri Paman Sam tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan mengatakan cara menggenjot ekspor adalah melalui strategi optimalisasi pemanfaatan surat keterangan asal (SKA) untuk mendapatkan generalized system of preferences (GSF) dari Amerika.

“SKA adalah dokumen pe-lengkap atau pendukung barang ekspor dan impor yang menunjukkan asal barang dengan ketentuan rules of origin (ROO). Manfaatnya antara lain mendapatkan keringanan tarif bea masuk,” kata Oke, Senin (10/12) di Batam.

“Sedangkan GSP adalah fasilitas tarif preferensi yang diberikan oleh Amerika kepada negara berkembang dengan syarat tertentu. GSP ini diberikan kepada 103 negara berkembang, termasuk Indonesia,” katanya lagi.

Dengan kata lain, Indonesia mendapatkan pemotongan bea masuk impor ketika mengekspor 3.500 produknya ke Amerika.

Produknya antara lain produk pertanian, produk tekstil, garmen dan kayu. GSP merupakan kebijakan perdagangan sepihak yang umumnya dimiliki negara maju dengan tujuan untuk membantu perekonomian negara berkembang, tetapi tidak bersifat mengikat bagi negara pemberi atau penerima. Indonesia telah menerimanya selama 40 tahun.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan, Indonesia merupakan penerima GSP nomor empat terbesar di dunia, setelah India, Thailand dan Brazil. Pada 2017, Indonesia mendapatkan pemotongan lewat fasilitas GSP sebanyak 1,95 miliar dolar Amerika. Sedangkan total ekspor Indonesia ke Amerika mencapai 9,44 dolar Amerika.

“Produk utama yang diekspor antara lain ban truk dan bis, perhiasan, kabel, alat musik, barang-barang travel dan polywood,” bebernya.

Sedangkan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra menga-takan, ide untuk memasuki pasar Amerika merupakan ide bagus karena dapat mendorong sektor ekspor yang tengah mengalami perlambatan.

”Ini bagus karena dapat mendorong kita di tengah perlambatan karena net ekspor itu negatif. Dan juga sebagai stimulan untuk menumbuhkan optimisme dari pelaku usaha di Batam,” paparnya.

Buruh pelabuhan Batu Ampar membongkar barang | Dalil Harahap/Batam Pos

Berdasarkan data yang dihimpun BI Perwakilan Kepri, total ekspor non migas Kepri ke Amerika hingga Oktober men­capai 674,97 juta dolar Am­erika atau 9,12 persen dari­ total ekspor Kepri ke Amerika dan 5,35 persen dari total ekspor Indonesia ke Amerika.

Adapun tiga komoditi utama ekspor non migas Kepri ke Amerika antara lain mesin dan peralatan listrik dengan nilai ekspor sebesar 194,749,606 dolar Amerika. Kemudian cokelat dengan nilai ekspor sebesar 116,333,065 dolar Amerika dan terakhir mesin dan pesawat mekanik dengan nilai ekspor sebesar 93,796,663 dolar Amerika.

”Sejak 2015, pertumbuhan ekspor non migas Kepri memiliki tren meningkat. Tahun 2015, nilai ekspor sebesar 597,10 juta dolar Amerika. Kemudian naik 2,15 persen di tahun 2016 mencapai 609,96 juta dolar Amerika. Naik lagi 11,83 persen di tahun 2017 menjadi 682,11 juta dolar Amerika,” papar Gusti.

Amerika juga menjadi negara peringkat kedua sebagai tujuan ekspor non migas Kepri dengan persentase 9,12 persen. Sedangkan untuk peringkat pertama masih Singapura dengan persentase 41,08 persen dan peringkat ketiga adalah Tiongkok dengan persentase 8,23 persen. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, BP akan terus mensosialisasikan bagaimana menangkap pasar Amerika sebagai sebuah peluang.

”Ini bagaimana manfaatkan pasar Amerika di tengah-tengah kondisi yang kurang baik. Kami akan bahas juga bagaimana peluang agar pintu ekspor ke Amerika tetap terbuka dengan pintu masuknya dari Batam.

Makanya, BP memberikan sejumlah insentif untuk mempermudah investor di Batam dalam meningkatkan ekspornya dan juga ekspansi usahanya.

“Industri masih oke meski ada tantangan dari harga gas. Tapi dengan OSS yang sudah berjalan, saya yakin dapat merang-sang investor datang ke Batam. Baru kemudahan mengimpor bahan baku saat ekspor keluar. Semua akan diurus bersama,” paparnya.

Sedangkan Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing mengatakan bahwa Amerika merupakan market ideal untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam di 2019. (leo)

Insentif bagi Guru Madrasah Bisa Cair Caranya …

0

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam Muhammad Yunus mengatakan insentif guru madrasah 2018 sebesar Rp 7,4 miliar masih bisa dica-irkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwako). Insentif diberikan bersamaan dengan bantuan hibah guru madrasah yang mulai disalurkan di 2019 mendatang.

”Karena uang itu ada, dan tidak bisa diberikan karena kesalahan administrasi. Maka kalau dibuat perwakonya, insentif ini masih bisa diberikan,” kata Yunus, Selasa (11/12).

Menurutnya, dalam perwako itu nantinya akan menje­laskan hubungan kesalahan administrasi di dalam pengang-garan insentif guru madrasah yang akhirnya menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Maka 2019 nanti, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan hibah guru mad-rasah sebesar Rp 14,8 miliar. Angka ini didapat dari insentif guru madrasah 2018 ditam-bah hibah guru madrasah 2019 yang sebesar Rp 7,4 miliar.

Selanjutnya Perwako juga mengatur hibah tahun 2020 diberikan sesuai jumlah yang sama yakni Rp 7,4 miliar kepada 717 guru madrasah atau sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

”Artinya tergantung niat baik pemerintah. Kalau saya melihatnya ada kekhawatiran pemerintah kalau dibuat Rp 14,8 miliar tahun 2019, maka di tahun 2020 guru akan meminta di angka yang sama. Makanya di sini juga diatur setelah ini diberikan, tahun berikutnya kembali ke angka lama yakni Rp 7,4 miliar,” terang politikus Demokrat itu.

Namun demikian, Yunus melihat, jika perwako ini bisa dibuat pencairan insentif yang sekarang berbentuk hibah itu, baru bisa dicairkan di APBD Perubahan 2019.

”Karena APBD 2019 sudah disahkan dan anggarannya sudah dibuat, maka baru bisa diubah di perubahan 2019. Saya pikir tak ada masalah kalau guru madrasah mau bersabar, karena ini juga merupakan hak mereka,” jelas Yunus.

ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman mengakui Pemko Batam telah mengangarkan insentif guru madrasah Rp 7,4 miliar melalui dana hibah tahun 2019.

”Memang tak ada jalan lain. Insentif guru madrasah ini harus melalui dana hibah dari Pemko Batam kepada Kementerian Agama (Kemenag),” ujar Aman.

Menurutnya, Pemko harus meyakini kebenaran data seluruh guru madrasah penerima insentif dengan melakukan verifikasi.

”Seluruh guru madrasah itu harus seperti calon penerima dana hibah yang lain. Kalau verifikasinya ini tidak berjalan dengan baik, tentu akan bermasalah di kemudian hari,” tutur dia.

Misalnya, guru madrasah yang akan diberikan insentif, minimal syaratnya sudah satu tahun mengajar. Peme-rintah harus bisa memastikan apakah guru yang bersangkutan masih aktif atau sudah tak aktif mengajar lagi.

”Ini harus berkoordinasi dengan Kemenag. Data detail itu bisa disampaikan dari Kemenag ke Pemko. Kemudian ke Kesra lalu lakukan koordinasi,” sebut Aman.

DPRD Kota Batam, lanjutnya, berpandangan pemberian insentif pada guru madrasah seperti guru-guru sekolah lainnya yang berada di bawah Pemko Batam tepatnya Dinas Pendidikan, tidak masalah.

”Hanya saja karena ini menjadi temuan BPK, maka kita harus patuhi dan jalankan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya. (rng)

Anak Diletak di Bagasi, Anjing di Kursi Belakang Mobil

0

SAYANG binatang itu baik. Tapi, ya jangan lantas sampai mengorbankan anak-anak seperti pasangan dari Tempe, Arizona, Amerika Serikat, ini.

Bayangkan, dengan alasan tak ada ruang yang cukup di mobil, Michael Fee, 62, dan Amber Freudenstein, 31, tega menaruh dua bocah berumur 6 dan 10 tahun di bagasi. Keduanya anak Amber.

Associated Press melansir, pasangan itu berkendara dari Tempe menuju Casper, Wyoming, untuk menjemput tiga anak Amber lain.

Mereka pun tertangkap karena melakukan perjalanan sepanjang 1.448 kilometer sambil mengurung dua anak di bagasi.

Sedangkan kursi belakang justru diduduki leluasa oleh dua anjing jenis german shepherds.

”Saya sudah mencoba membuat segalanya aman. Tidak ada niat buruk,” ujar Fee saat diinterogasi polisi.

Oleh hakim Pengadilan Natrona County Circuit Court, keduanya pun dijatuhi hukuman 30 hari. Di penjara tentu saja, bukan di bagasi.(bil/c10/ttg/jpg)

Global Wakaf Rangkai Kemanfaatan, Segerakan Kebaikan

0

Empat bulan lamanya Lombok dan Sumbawa berada dalam masa pemulihan, pascagempa hebat melanda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada akhir Juli lalu. Selama itu pula, rangkaian program wakaf yang digulirkan Global Wakaf hadir membersamai masyarakat Lombok dan Sumbawa di fase pemulihan ini. Perlahan, ekonomi umat mulai bangkit.

Bendera kebangkitan ekonomi pada momentum pemulihan pascabencana di NTB ini dikibarkan setinggi-tingginya. Global Wakaf secara resmi meluncurkan program-program wakaf unggulannya, Selasa (11/12). Mengusung tema “Rangkai Kemanfaatan, Segerakan Kebaikan”, acara tersebut diselenggarakan di Islamic Center, Kota Mataram, NTB.

Peluncuran resmi program-program Global Wakaf dihadiri oleh Ahyudin selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) sekaligus Presiden Global Islamic Philanthropy (GIP), N. Imam Akbari sebagai Presiden Global Wakaf Foundation (GWF), serta Insan Nurrochman selaku Presiden Direktur Global Wakaf Corporation (GWC). Hadir pula Hendry Soedijarto selaku Komisaris Utama PT Trihamas Syariah, perusahaan yang sebagian sahamnya diwakafkan dan dikelola oleh Global Wakaf Foundation melalui Global Wakaf Corporation. Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Raharjo dan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah.

Hadirnya rangkaian program wakaf di NTB dan wilayah lainnya di Indonesia tidak terlepas dari ikhtiar Global Wakaf dalam mengakselerasi laju pembangunan ekonomi umat. Hal ini disampaikan oleh N. Imam Akbari selaku Presiden Global Wakaf Foundation.

“Kehadiran seluruh program Global Wakaf membantu masyarakat Indonesia dengan basis unit wilayah terkecil selevel desa, baik di lokasi bencana alam maupun bencana kemanusiaan alias kemiskinan. Global Wakaf mengambil peran di sektor pangan karena secara strategis ini menyangkut hajat hidup dasar masyarakat. Indonesia adalah negeri agraris di mana kesuburan tanahnya amat bagus, bak tanah surga. Oleh karenanya, kami yakin mampu membangun kualitas hidup masyarakat Indonesia, dimulai dari sektor pangan ini, insyaAllah,” papar Imam.

Di sektor pangan, Global Wakaf menggulirkan rangkaian program seperti Sumur Pertanian Wakaf, Lumbung Pangan Wakaf (LPW), dan Lumbung Ternak Wakaf (LTW). Bersama dengan program wakaf berbasis bisnis ritel, yakni Warung Wakaf dan Ritel Wakaf, seluruh program membentuk rantai pangan dari hulu ke hilir. Rantai pangan ini bagian dari solusi total atas problematika umat di sektor pangan, baik dari sisi produksi, distribusi, hingga konsumsi.

“Global Wakaf Foundation beritikad menjamaahkan kemandirian ekonomi umat di sektor pangan dalam rangkaian siklus yang tak terputus,” imbuh Imam. Menurutnya, rantai pangan dari hulu ke hilir ini layaknya sebuah ekosistem yang menggerakkan produktivitas umat dengan pendekatan inovasi dan teknologi. Hal ini selaras dengan wakaf sebagai amanah Rabbaniyah di puncak piramida ekonomi Islam.

Dalam implementasinya, GWF menginisiasi Global Wakaf Corporation (GWC) yang mengelola aset wakaf berupa korporasi bisnis dan sosial dengan spirit Bring Your Asset to Jannah. “Amanah wakaf sebagai kunci kejayaan umat menuntut standar akuntabilitas yang berlipat dan kinerja kreativitas program berkualitas tinggi dibandingkan filantropi Islam lainnya. Inilah yang mendorong GWF menginisiasi GWC bisnis dikelolas secara profesional dengan prinsip itqonul amal. Dengan demikian, akselerasi ekosistem wakaf bisa segera terbangun agar berjuta kebaikan bisa segera dirasakan seluas-luasnya,” terang Insan Nurrochman selaku Presiden Direktur Global Wakaf Corporation.

Saat ini, sekitar 201 Sumur Wakaf/Sumur Pertanian Wakaf telah tersebar di 79 kabupaten/kota di Indonesia. Di Blora, Sumur Wakaf dimanfaatkan warga untuk konsumsi harian dan mengairi lahan pertanian mereka. Petani yang menggarap lahan pertanian tersebut turut dibina dan diberdayakan melalui program Lumbung Pangan Wakaf (LPW). Tidak hanya itu, rantai wakaf juga mengangkat kesejahteraan peternak lokal melalui Lumbung Ternak Wakaf (LTW).

Blora menjadi salah satu contoh sukses dari praktik wakaf produktif yang terintegrasi, mulai dari Sumur Pertanian Wakaf, LPW, dan LTW. “Alhamdulillah, di Blora kita bisa lihat bagaimana kesejahteraan jasmani dan rohani bertransformasi dengan pendekatan program wakaf komprehensif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan profit dan benefit. Insyaallah berkah dunia dan akhirat” ujar Insan.

Baik LPW dan LTW setidaknya sudah menjangkau 44 desa di 8 kabupaten/kota di Indonesia, memproduktifkan 3600 Ha lahan sawah dengan melibatkan lebih dari 12.000 petani/peternak. Sementara itu, penguatan sektor pangan ini diperluas dengan kehadiran 29 Warung Wakaf dan Ritel Wakaf di Lombok dan Jabodetabek. GWF menargetkan pendirian masing-masing 100 Warung Wakaf di Lombok, Palu, dan Jabodetabek, hingga Februari 2019 mendatang.

Imam T. Saptono selaku Wakil Ketua BWI yang turut hadir dalam acara tersebut, menyambut baik peluncuran resmi program-program Global Wakaf. Ia mengapresiasi tinggi ikhtiar Global Wakaf dalam membangun perekonomian dan kesejahteraan umat melalui sejumlah program wakaf yang produktif dan inovatif.

“Paradigma wakaf yang dibangun oleh Global Wakaf dengan memadukan para stakeholder wakaf dalam suatu network, yang memadukan sektor hulu dan hilir. Ini memberikan harapan baru bagi perwakafan nasional. Harapannya wakaf dapat kembali menjadi pilar ekonomi umat, yang membawa kesejahteraan dan kemartabatan umat,” tutur Imam T. Saptono.

Ekosistem wakaf yang tersebar di seluruh Indonesia ini telah meluaskan maslahat yang dirasakan oleh 281 ribu penerima manfaat. Wakaf terus merangkai manfaat, menyegerakan kebaikan untuk masyarakat luas. iInsya Allah, wakaf perlahan menggerakkan energi produktivitas umat, menuju masyarakat yang mandiri dan berdaya. (*)

Kontak Senjata, Pratu Budi dan Praka Aswad Terluka

0

batampos.co.id – Kontak senjata antara Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dengan petugas gabungan TNI–Polri kembali terjadi, Selasa (11/2) pagi. Insiden tersebut membuat dua prajurit TNI bernama Pratu Budi dan Praka Aswad terluka. Keduanya langsung dievakuasi ke Wamena untuk mendapat perawatan medis.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menjelaskan kontak tembak terjadi sekitar pukul 06.15 WIT. ”Korban atas nama Pratu Budi luka tembak di bahu dan Praka Aswad luka ri­ngan di pelipis karena rekoset amunisi,” terang Aidi.

Kedunya dibawa ke Wamena melalui jalur darat sampai Distrik Mbua. Kemudian diterbangkan memakai helikopter ke Wamena.

Aidi menyampaikan, kontak senjata terjadi pasca KKSB menyerang Pos TNI yang baru dibangun di Distrik Yigi. Serangan tersebut terdeteksi dari arah barat. Dengan pusat serangan berjarak 500 meter sampai 600 meter dari pos.

”Anggota TNI yang ada di pos berusaha membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak,” jelasnya. Dari laporan yang diterima oleh Aidi, prajurit TNI juga langsung mengejar KKSB itu.

Lettu Infanteri Ardan sebagai komandan pos memimpin langsung pengejaran. Mereka membuntuti jejak KKSB yang lari ke dalam hutan. Hanya saja kondisi medan secara umum membuat mereka kesulitan.

”Faktor kesulitan tentunya adalah kondisi geografis yang sangat ekstrem dan penguasaan medan,” terang Aidi. Namun pengejaran tetap berlanjut. Bersama aparat dari Polri, prajurit TNI masih berusaha menangkap kelompok tersebut.

Meski serangan itu membuat dua prajurit terluka, namun Distrik Yigi masih dalam kendali TNI-Polri. Sampai kemarin, masih ada empat orang hilang dari total 28 pekerja PT Istaka Karya yang bertugas di Yigi. Dua diduga sudah meninggal dunia. Dua lainnya diperkirakan masih hidup. Sedangkan 24 lainnya sudah ditemukan oleh petugas gabungan. Dari angka itu, 17 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan tujuh orang lainnya selamat.

Lebih lanjut, Aidi menjelaskan, masyarakat yang semula mengungsi di dalam hutan sudah mulai kembali. Mereka bersedia pulang setelah TNI membangun pos di sana. ”Sudah mulai berangsur-angsur kembali ke kampung,” ungkap perwira menengah TNI AD itu. Sejatinya, sambung dia, masyarakat Distrik Yigi mendukung pembangunan Jalan Trans Papua.

Termasuk jembatan yang dikerjakan oleh PT Istaka Karya.

Beberapa pendatang yang selamat dari eksekusi oleh KKSB mengakui sempat dilindungi oleh masyarakat setempat saat kelompok itu berakasi. ”Masyarakat asli Distrik Yigi berusaha mencegah KKSB melakukan tindakan keji tersebut,” imbuh Aidi. Masyarakat setempat pula yang meminta para pekerja yang tengah bertugas di sana melarikan diri saat KKSB melakukan peyisiran.

Dari Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto melaksanakan rapat koordinasi khusus (rakorsus) guna membahas perkembangan situasi dan kondisi di Distrik Yigi. Menurut dia, upaya TNI – Polri menyelamatkan korban tersisa belum berhenti.

”Baik di tempat kejadian maupun sekitar tempat kejadian,” ungkap mantan panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu.

PRAJURIT Batalyon 756/Wimane Sili mendengarkan
arahan dari komandannya sebelum diberangkatkan
ke Nduga, Papua, Selasa (11/12).

Pengajaran KKSB oleh TNI-Polri pun ditegaskan lagi oleh Wiranto. Dia menyebut, kelompok itu sudah melarikan diri. Tidak hanya personel organik TNI-Polri di Papua, tenaga tambahan juga dikirim dari luar daerah tersebut.

”Apakah itu Brimob dan Kopassus. Karena memang itu dibutuhkan untuk operasi pengejaran yang tidak mudah. Karena medannya sulit sekali,” kata dia menjelaskan.

Pejabat asal Yogyakarta itu pun membantah seluruh klaim KKSB. Termasuk di antaranya penggunaan bom.

”Nggak ada (TNI-Polri pakai bom). Tapi, kalau kami gunakan granat pelontar, iya,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, tidak akan berdiskusi dengan KKSB. ”Karena mereka melakukan suatu propaganda. Membuat masyarakat resah, membuat masyarakat menjadi sangat ketakutan,” tambah dia.

Sebagai salah satu upaya memusnahkan trauma akibat konflik, tahun depan Satgas Binmas Noken Polri akan masuk ke Nduga.

”Binmas Noken masuk ke sebuah area itu seperti di Nduga. Pasti anak ada yang stres, trauma. Nah, ada program trauma healing,” ungkap Kasatgas Binmas Noken Polri Kombes Eko Rudi Sudarto. Diakui Eko, insiden di Nduga awal bulan ini harus ditindaklanjuti dengan kehadiran Satgas Binmas Noken Polri di sana. (syn/JPG)

Pipa ATB di Simpang Sekolah Yos Sudarso Bocor, Air Muncrat

0

batampos.co.id – Ada “air mancur” dadakan di simpang sekolah Yos Sudarso.

Pipa ATB DCIP 300 mm mengalami kebocoran Rabu (12/12/2018) pagi, demikian penjelasan humas ATB Batam.

Untuk meminimalisir kebocoran, suplai air di kawasan tersebut dihentikan sementara waktu.

Anda yang tinggal di Sekolah Yos Sudarso, Perum Livia garden, Perum Centre Point, Pertokoan Mitra Raya 2 Batam centre dan sekitarnya akan terdampak.

Tim teknis ATB telah mengidentifikasi kebocoran untuk segera dilakukan perbaikan. (ptt)

25 Ribu e-KTP Belum Diambil

0

batampos.co.id – Jumlah KTP elektronik (e-KTP) milik warga Batam yang belum diambil pemiliknya ternyata cukup Banyak. Dinas Kependudukan dan Pencatata Sipil (Disdukcapil) Batam menyebut ada 25 ribu keping yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Batam.

Kepala Dinas Disdukcapil Kota Batam Said Khaidar mengaku tidak tahu persis mengapa ribuan e-KTP itu tak kunjung diambil oleh pemiliknya. Ada dugaan pemilik pindah keluar Batam. Namun Said belum bisa memastikan.

Ia hanya mengimbau agar warga yang merasa telah melakukan rekam dan pencetakan e-KTP untuk mengecek di kantor camat di wilayah masing-masing dan segera mengambilnya bagi yang sudah selesai dicetak.

“Itu kan banyak sekali yang belum diambil saya tidak tahu masalahnya apa. Padahal sudah kami cetak,” kata Said, Selasa (11/12).

Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan dalam mendistribusikan e-KTP yang sudah tercetak ini. Di antaranya dengan melimpahkan ke masing-masing kecamatan untuk memudahkan warga mengecek dan mengambilnya.

“Awal tahun lalu sudah kami minta kecamatan bantu. Karena waktu itu cukup banyak yang rampung dikerjakan. Hasilnya cukup baik meskipun belum semua,” jelas mantan Camat Batuampar ini.

Said mengakui sebagai dinas yang mengurusi admisnistrasi kependudukan tentu sangat membutuhkan keberadaan pemilik e-KTP tersebut.

Jika mereka pindah, ia berharap mengurus surat pindahnya di Disdukcapil, sekaligus mengambil e-KTP yang sudah selesai.

“Kami juga melayani pengambilan e-KTP oleh perwakilan dari yang bersangkutan. Tapi hingga saat ini nyatanya masih banyak yang belum diambil,” keluhnya.

Upaya lainnya, Disdukcapil menyurati pihak kecamatan untuk menginformasikan data e-KTP yang telah dicetak. Informasi itu diteruskan ke pihak kelurahan dan lanjut ke tingkat pengurus RT dan RW.

“Nanti kami usahakan sortir hingga tingkat RT agar bisa mereka bantu menginformasikan kepada warganya,” bebernya.

Petugas merapihkan KTP warga yang sudah jadi.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Kepala Bidang Informasi dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Batam Teddy M. Nuh mengatakan, jumlah e-KTP yang belum diambil mencapai 25 ribu keping dan itu tersebar di seluruh kecamatan.

“Jumlah per kecamatan saya kurang hafal. Namun jumlahnya sekitar 25 ribu,” sebutnya.
Teddy mengatakan proses pengambilan e-KTP terus berjalan hingga saat ini. Ia berharap penumpukan bisa berkurang hingga akhir tahun ini.

“Setiap hari kan ada yang ambil. Kami selalu mengimbau warga yang pernah mengurus tolong diambil. Karena kasihan juga kalau tercecer nanti. Sebab pencetakan terus berlangsung,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan Disdukcapil, kecamatan, hingga kelurahan juga sudah cukup baik. Walaupun respons warga untuk mengambil masih rendah, hal ini terbukti dengan banyaknya tumpukan e-KTP yang belum diambil.

Hingga saat ini seluruh e-KTP yang belum diambil pemiliknya itu masih berada di kecamatan. E-KTP itu tidak akan diserahkan ke Disdukcapil karena dikhawatirkan akan menyulitkan warga untuk mengecek dan mengambilnya.

“Masih di kecamatan saja dulu. Tak ada yang dikembalikan. Kami yakin kecamatan masih mampu menyimpan e-KTP tersebut.”

Camat Batam Kota Muhammad Fairuz Batubara mengakui memang ada e-KTP yang belum diambil warganya. Ia mengungkapkan banyak di antara mereka tengah berada di luar Batam.

“Seperti mereka yang tinggal di Sukajadi itu. Mereka dapat proyek di luar negeri dan kembali sekali setahun. Ini bisa jadi penyebab juga,” sebutnya.

Untuk jumlah e-KTP di Batam Kota yang belum diambil, Fairus mengaku masih merekapnya.

“Kami juga lagi prepare data untuk akhir tahun. Sekarang saya belum tahu persis totalnya,” katanya.

Berkas Permohonan Juga Menumpuk

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Tak hanya e-KTP tercetak yang menumpuk, berkas pengurusan e-KTP juga masih banyak menumpuk beberapa kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Sagulung. Berkas pengurusan e-KTP yang tertunda pada tahun 2017 lalu masih banyak yang belum selesai dicetak. Alasannya karena blanko e-KTP masih sering kosong.

“Berkas yang dulu belum selesai dicetak karena blangko masih belum lancar, kalaupun datang jumlahnya sedikit,” ujar Camat Sagulung Reza Khadafy, kemarin.

Dia mengatakan warga yang melakukan pengurusan e-KTP adalah pengurusan baru dan pergantian karena rusak atau pindah alamat. Karena banyaknya berkas yang masuk membuat blangko yang datang tidak cukup untuk mengakomodir semua pencetakan e-KTP.

“Tahun ini untuk pencetakan e-KTP lebih diutamakan bagi warga yang belum pernah memiliki e-KTP,” kata Reza.

Reza tidak merincikan berapa jumlah berkas e-KTP yang sempat tertunda yang belum bisa di cetak sampai saat ini. “Masih adalah, jumlahnya lumayan,” kata Reza.

Sementara untuk lambatnya pencetakan dikarenakan terbatasnya ketersediaan blangko.

“Kalau ada blangko kita juga siap lembur untuk melayani masyarakat,” ucapnya. (yui/une)

Polisi Tangkap Pencuri Sepeda Motor

0

batampos.co.id – Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor kembali dibekuk oleh aparat kepolisian di beberapa lokasi. Dua pelaku, Erizal dan Bayu diamankan oleh jajaran Satreskrim Polresta Barelang, Sabtu (8/12/2018) lalu. Dan satu pelaku lainnya, Winarko diamankan oleh jajaran Polsek Batamkota.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, Erizal dan Bayu diamankan setelah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di Pinggir Jalan dekat Cafe Kongkow, Batamcenter. Aksi itu ternyata diketahui oleh korban, sehingga korban bersama beberapa orang dilokasi menangkap Erizal.

“Sewaktu kejadian itu, pelaku Erizal ini berboncengan dengan pelaku atas nama Bayu. Yang membawa kabur motor korban adalah Bayu, sementara yang tertangkap warga Erizal,” katanya.

Dijelaskan Andri, saat kejadian itu sepeda motor yang dikemudikan oleh Erizal mengalami bocor ban. Warga yang mengetahui bahwa Erizal juga bersama dengan Bayu langsung diamankan di kios tambal ban yang tidak jauh dari lokasi kejadian dan langsung diamankan.

“Setelah diamankan oleh warga sekitar TKP, tersangka diserahkan kepada kami untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” tuturnya.

Tidak butuh waktu lama, setelah diamankan itu pihaknya berhasil mengamankan Bayu di rumahnya yang di kawasan Baloi Kolam. Saat diamankan, jajaran Satreskrim Polresta Barelang juga mengamankan kendaraan hasil curian itu dengan kondisi nomor polisi sudah dicopot dan ditutupi dengan kain.

“Dia sengaja menyembunyikan sepeda motor itu untuk menghilangkan jejak. Usai kita amankan, pelaku kami bawa ke Polresta Barelang untuk penyelidikan lebih lanjut,” bebernya.

Sementara untuk pelaku Winarko, Kapolsek Batamkota AKP Ricky Firmansyah mengatakan, pelaku diamankan oleh anggotanya di kawasan Sagulung. Ia diamankan pihaknya setelah pelaku melakukan aksi pencurian di Perumahan Legenda Malaka, Batamcenter.

“Pelaku sudah melakukan (Pencurian, red) dibanyak tempat di Batamkota. Kurang lebih hampir empat lokasi. Jadi kita kembangkan sampai saat ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait dengan satu pelaku lainnya berinisial Rd. Dimana Rd ini merupakan rekan Winarko dalam melakukan aksi pencurian. Modus dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku mengincar sepeda motor yang tengah terparkir di depan rumah.

“Untuk sepeda motornya, dia cari dulu baru kemudian dijualnya di Forum Jual Beli Facebook. Sepeda motor itu dia jual seharga Rp 1,9 juta dengan tidak dilengkapi dengan surat-surat,” bebernya.

Atas perbuatannya, Winarko dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 7 tahun penjara. (gie)

Kamulah Jodohku, Single Kedua Verdiani Ve

0

batampos.co.id – Verdiani Ve atau biasa disapa Ve, nama gadis yang sudah merilis full album solo berbahasa Mandarin di tahun 2017. Di awal tahun 2018 ini Ve kembali memperkenalkan single pop berbahasa Indonesia yang berjudul Menyesal ciptaan Ilham Idol.

Wanita kelahiran Bangka ini bukan hanya sebagai penyanyi saja. Tetapi gadis ini juga merupakan seorang make up artis dan studio. Kecintaannya terhadap dunia kecantikan dan fashion show menjadikan murid dari make up artis kondang Reza Azru ini sebagai profesional make up artis sampai saat ini.

“Nyanyi dan make up adalah dua dunia yang sangat berkaitan,” kata Ve saat berkunjung ke Redaksi Harian Batam Pos yang disambut langsung oleh Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan, Sekretaris Redaksi Umy Kalsum dan Wakil Pimpinan Redaksi Batam Pos Yusuf Hidayat, Selasa (11/12).

Diakuinya, seorang penyanyi bukan hanya dituntut baik dan bagus dalam menyanyikan sebuah lagu. Tetapi secara visual seorang penyanyi juga dituntut berpenampilan dengan fasion yang wajib menarik.

“Apalagi sekarang dunia industri hiburan bukan hanya sedekar industri audio saja, tetapi industri audio dan visual,” kata Ve.

Ve di dalam dunia hiburan tidak bisa dikatakan abaru, karena Ve sudah mulai bernyanyi sejak dia masih kecil. Sudah banyak panggung-panggung yang dia lewati. Dari acara pernikahan, gathering perusahaan sampai reguler di cafe sudah pernah ia jalani, baik di Indonesia atau pun diluar negeri.

“Untuk bisa nyanyi memakai bahasa Mandarin dan Inggis sendiri saya belajar otodidak. Dulunya pernah juga nyanyi di cafe,” kenang Ve.

Ki-Ka: Wapimred Batam Pos Yusuf Hidayat; Marketing Batam Pos, Angga; Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan; Verdiani Ve; Manajer Ve, Teti; Yunus Suchari, redakdur Batam Pos berfoto saat kunjungan ke Batam Pos, Selasa (11/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Di Bulan November 2018 ini, Ve kembali mengeluarkan single keduanya bergenre pop yang berjudul Kamulah Jodohku ciptaan Pika Iskandar. Berbeda dengan single pertamanya, kali ini Ve hadir dengan musik yang ceria.

Diungkapkan Ve, lagu ini merupakan ungkapan terima kasih kita kepada pasangan yang telah menerima kita apa adanya dan menemani kita dalam segala kondisi. Dibalut dengan argument musik yang simple dan easy listening membuat lagu ini enak untuk dinikmati dan dinyanyikan.

Di single kedua ini Ve memproduksi dan membentuk manajemen sendiri yang dikelola bersama dengan tim yang dibentuk yakni Ve Artist Management.

Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan mengatakan, promosi bukan hanya wisata melainkan manusianya juga. Untuk itulah Batam Pos memiliki misi menjaga pertumbuhan di semua sektor.

“Kalau Batam punya artis go national, kita juga berkewajiban mempromosikan. Apapun yang berhubungan dengan promosi yang mendukung wisata Batam kita prioritaskan,” kata Guntur. (rng)

Dukung Pariwisata, BP Batam Bangun Jalan Pintas Batam Center – Nongsa

0
Jembatan Lela untuk memepersingkat Batam Center – Nongsa

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 50 miliar untuk membangun jalan pintas dari Nongsa menuju Batamcentre pada tahun 2019.

“Titik jembatan nanti ada di Sambau, Nongsa. Dana pembangunannya senilai Rp 46 miliar hingga Rp 50 miliar untuk membangun jembatan 50 meter dengan bentangan jalan 100 meter,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Selasa (11/12).

Tujuan pembangunan jalan pintas ini adalah untuk mempersingkat waktu yang diperlukan dari Batamcentre ke Nongsa dan sebaliknya. Sebelumya butuh waktu sekitar 25 hingga 30 menit, namun setelah jalan pintas ini dibangun, maka bisa menghemat waktu 10 hingga 15 menit.

Saat ini, detail engineering of desaign (DED) telah selesai dikerjakan.

“DED ternyata sudah selesai. Dan perkiraan tahun depan mulai proses groundbreaking untuk jembatan 50 meter,” ucap Lukita.

Selain untuk mempercepat waktu perjalanan, jalan pintas ini merupakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk ikut mengembangkan kawasan Nongsa yang digadang-gadang akan menjadi kawasan industri digital dan pariwisata.

“Kami hanya ingin agar wisatawan mendapat akses yang mudah menuju ke Nongsa,” ucapnya.

Selain jalan pintas dan jembatan, BP juga akan membangun 12 ruas jalan di sekitar kawasan industri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses antara kawasan industri dan infrastruktrur seperti pelabuhan dan bandara.

“Pembangunan akan menelan dana sekitar Rp 120 miliar hingga Rp 130 miliar,” imbuhnya.

Proyek pembangunan jalan ini dilakukan untuk mengimbangi pengembangan Bandara Hang Nadim sebagai pusat logistik Batam. Sebelumnya, BP akan segera membuka lelang prakualifikasi peningkatan kapasitas bandara pada akhir tahun ini.

Sementara untuk pelabuhan, pihaknya sudah MoU dengan Pelindo. Pihaknya kini tinggal menunggu Perpres, agar Pelindo bisa mengelola Batuampar dengan baik.

“Agar Pelindo segera bekerja di Batuampar. Sehingga mengurangi biaya penanganan kontainer di Batuampar. Diharap selesai satu dan dua tahun, sehingga pelayanan arus barang lebih baik,” tuturnya.(leo)