Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12120

Harga Bahan Pokok Mulai Turun

0

batampos.co.id – Harga beberapa komoditas bahan pokok yang ada di pasar tradisional seperti Pasar Puan Maimun mulai turun pada H+4 Lebaran atau Selasa (19/6). Harga bawang putih kemarin Rp 25 ribu per kg, bawang merah Rp 18 ribu per kg, kentang Rp 12 ribu per kg, cabai hijau Rp 36 ribu per v dan cabai merah Rp 40 ribu per kg.

”Sekarang harga sudah turun antara Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu per kg,” kata Bujang, pedagang sembako di Pasar Puan Maimun, Selasa (19/6).

Harga sayur-sayuran lokal juga ikut turun, seperti sawi Rp 15 ribu, bayam Rp 10 ribu dari sebelumnya mencapai Rp 20 ribu per kg. ”Kalau sayuran tergantung cuaca, tetapi rata-rata sayuran lokal dari sini. Kecuali wartel, kentang, bawang, dan cabai yang didatangkan dari luar Karimun,” ucap Bude pedagang sayuran yang setiap hari mangkal di Pasar Puan Maimun.

Dia mengatakan, khusus wortel dan telur ada kenaikan harga karena permintaan tinggi. Harga wortel saat ini Rp 25 ribu per kg, naik Rp 3 ribu. Telur juga mengalami kenaikan dari Rp 39 ribu per papan menjadi Rp 43 ribu per papan.

Sementara itu untuk harga ayam potong yang semula Rp 35 ribu per kg, turun menjadi Rp 33 ribu per kg. Harga jual ayam kampung bertahan Rp 80 ribu per kg. Stok daging sapi segar sudah kembali normal, dan harganya juga kembali normal Rp 150 ribu per kg setelah sempat melonjak di harga Rp 175 ribu per kg.

”Stok ayam potong cukup. Kita saja jualan terbatas, maklum suasana masih Lebaran. Tetapi harga sudah seperti semula lah, tidak ada kenaikan tinggi juga menjelang Lebaran kemarin,” jawab Uda, pedagang ayam potong.

Pantauan di lapangan, aktivitas para pedagang masih belum 100 persen. Ada beberapa lapak maupun kios yang masih tutup. Di antaranya penjual bumbu yang biasa menjajakan bumbu siap saji, belum memulai perdagangan.(tri)

Karimun Belum Dapat Kuota CPNS

0

batampos.co.id – Meski telah ada pengumuman dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) tentang penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Juli mendatang, namun Pemerintah Kabupaten Karimun mengaku belum mendapat kepastian kuota dari KemenPAN-RB.

”Kita sudah sampaikan analisa jabatan (Anjab) yang di dalamnya termasuk formasi kebutuhan ASN/PNS. Hanya saja, sampai saat ini formasi yang sudah kita sampaikan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum ada jawaban. Sehingga, apakah tahun ini ada penerimaan CPNS atau tidak untuk Kabupaten Karimun belum pasti,” ujar Sekda Kabupaten Karimun M Firmansyah, Selasa (19/6).

Pemerintah Kabupaten Karimun, katanya, memang membutuhkan PNS. Sebab sejak 9 tahun lalu atau tepatnya sejak 2009 tidak ada lagi penerimaan CPNS. Sehingga saat ini memang membutuhkan pegawai yang berstatus PNS. Sebab setiap tahun ada saja PNS yang pensiun. Sehingga PNS yang ada saat ini belum bisa mengisi kekosongan PNS yang pensiun.

”Berbicara penerimaan CPNS bukan sekadar kita membuka lowongan saja. Melainkan kaitannya dengan anggaran. Sehingga untuk penerimaan CPNS ini harus ada anggaran terlebih dulu. Karena biaya untuk gaji CPNS ini bersumber dari APBN. Kalau tidak ada anggaran, maka CPNS yang sudah diterima tidak bisa menerima gaji. Kecuali tunjangan kesejahteraan yang sumber dananya dari APBD,” paparnya.

Untuk formasi CPNS yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Karimun, Firman menyebutkan, sesuai dengan Anjab yang sudah dikirimkan ke BKN, kebutuhan PNS di daerah ini terdiri dari tenaga kesehatan.

”Kemudian juga ada tenaga pendidik atau guru dan tenaga teknis. Untuk persyaratan yang kita butuhkan kalau nanti seandainya ada penerimaan, lulusan minimal DIII,” ungkapnya.

Meski Firman belum menyebutkan angka, sebelumnya Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan setidaknya butuh 400 hingga 1.000 CPNS baru untuk mengisi berbagai posisi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah. Terutama untuk bidang kesehatan. (san)

Pembaca batampos.co.id, Bayi Terbakar Butuh Bantuan Kini Tergolek di RSBK

0

batampos.co.id – Anyssa Ramadani tergolek lemah di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam, Selasa (19/6). Tubuh bayi berusia satu tahun itu dipenuhi perban. Mulai dari kedua kaki, kedua tangan, dada, hingga sebagian besar wajahnya.

Putri pasangan Jamal, 32, dan Sarfiah, 23, itu mengalami luka bakar cukup serius di sekujur tubuhnya. Akibatnya, ia harus menjalani perawatan intensif di RSBK Batam, kemarin.

Kepada Batam Pos, Jamal menceritakan, putrinya itu terbakar saat ia dan istrinya hendak membuat kue bolu untuk Lebaran, Kamis (14/6) lalu di rumah mereka di Pulau Telunjuk, Kelurahan Kubang Emas, Kecamatan Galang.

“Saat itu istri saya meminta saya menghidupkan tungku untuk membuat bolu bakar,” kata Jamal, Selasa (19/6).

Mendengar permintaan istrinya itu, Jamal bergegas mendekat ke arah tungku. Sebelum menyalakan api, Jamal mencari minyak tanah di dapur. Namun karena tidak menemukan minyak tanah, Jamal menggunakan bensin.

Saat menyiramkan bensin ke tungku, api langsung menyambar botol berisi bensin di tangan Jamal. Secara spontan Jamal membuang botol bensin yang terbakar itu ke samping kirinya.

“Rupanya botol itu kena anak saya yang sedang duduk di kereta bayi,” kata Jamal.

Jamal baru sadar jika botol yang terbakar itu terlempar ke arah anaknya setelah mendengar tangisan Anyssa. Saat itu, Anyssa terlihat mencoba menutup wajahnya yang sudah terbakar.

“Melihat anak saya terbakar, langsung saya bawa ke kamar mandi dan memasukkannya ke dalam bak mandi yang berisi air,” bebernya.

Karena mengalami luka bakar yang cukup parah, Jamal langsung membawa anak bungsunya itu ke Punggur. Setelah sampai di Punggur, Anyssa langsung dibawa ke Puskesmas Kabil.

“Namun karena mengalami luka bakar sekitar 40 persen, anak saya dirujuk ke RSBK,” kata Jamal.

Kemarin, dokter di RSBK memperbolehkan Anyssa dibawa pulang. Namun ia masih harus menjalani rawat jalan.

“Sekarang Anyssa masih rawat jalan dan menginap di rumah abang saya,” kata Jamal lagi.

Sebagai nelayan, Jamal mengaku tak memiliki penghasilan tetap. Karenanya, ia bilang cukup berat menanggung beban biaya perawatan putri bungsunya itu.

Beruntung, selama berada di RSBK, banyak kerabat dan masyarakat yang memberikan sumbangan dana untuk biaya perawatan Anyssa. Dan sampai saat ini Jamal mengaku masih membutuhkan bantuan para dermawan, karena Anyssa masih harus menjalani rawat jalan di RSBK Batam.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu pengobatan anak saya di rumah sakit,” tuturnya. (gie)

‘Loyalis’ Bikin Bangkrut

0

MAKSUD pemilik restoran di Chengdu, Tiongkok, ini menjaring sebanyak-banyaknya pelanggan. Dengan cara menawarkan kartu keanggotaan loyal. Cukup membayar sekitar USD 25 (sekitar Rp 350 ribu) sebulan, pemegang kartu bisa makan apa saja di restoran tersebut selama sebulan penuh.

Mengutip Mirror.co.uk, karena dirasa murah, tawaran itu langsung disambar banyak orang. Teramat banyak ’’loyalis’’ bahkan. Kartu tersebut kerap dioper-operkan para pemegang ke istri, suami, anak, atau teman mereka.

Jebollah restoran itu. Pemasukan tak sebanding dengan pengeluaran. Si pemilik harus menanggung utang USD 100 ribu (sekitar Rp 1,4 miliar). Baru buka pada 1 Juni lalu, dua pekan kemudian restoran tersebut tutup. (*/c14/ttg/JPG)

Pesawat Sukhoi Mangkrak di Hang Nadim

0
foto: batampos.co.id/ juanda

batampos.co.id – Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sudah terparkir di Bandara Hang Nadim selama lima tahun akan segera diambil oleh pemiliknya.

“Pesawatnya tinggal satu yakni milik Sky Aviation dan akan segera diambil,” kata Direktur Bandar Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam Suwarso, Senin (18/6).

Suwarso mengatakan pesawat tersebut akan diambil Juli mendatang.”Dan kami masih menunggu komitmen dari pihak maskapai Sky Aviation,” terangnya lagi.

Sky Aviation sudah datang dua kali ke Batam sebelumnya. Kedatangannya adalah untuk menyampaikan niat untuk mengambil pesawat tersebut. Bahkan Sky juga meminta izin agar pesawat tersebut dimasukkan ke hanggar Lion untuk pengecekan.

“Sudah masuk ke hanggar Lion dan memang ada beberapa item yang perlu diganti,” jelasnya.

Sky merupakan satu-satunya maskapai di Indonesia yang membeli pesawat Sukhoi SSJ-100. Maskapai tersebut mempunya 3 unit Sukhoi yang basis operasinya di Batam dan Surabaya.

Suwarso kemudian menjelaskan Bandara Hang Nadim mengizinkan pesawat itu dibawa pergi pemiliknya. Namun pertama-tama harus menyelesaikan tunggakan biaya terlebih dahulu dari pesawat yang telah terparkir lebih dari lima tahun tersebut.

“Sekarang biayanya kurang lebih Rp 120-an juta. Itu untuk landing fee dan biaya parkir. Kami belum tahu setelah diambil lagi akan dipakai untuk kegiatan apa,” kata Suwarso.

Sebelumnya, pesawat jenis Sukhoi itu sudah tak mengudara sejak 2013 lalu. Penyebabnya kebijakan Menteri Perhubungan yang mewajibkan maskapai penerbangan memiliki lima pesawat.

“Kalau dulukan tiga pesawat yang dimiliki, dua sewa. Sekarang lima pesawat yang dimiliki. Kalau tidak, izin rute tak berkembang. Daripada diteruskan, merugi, dihentikan,” ujarnya.

Selain pesawat milik Sky Aviation, pesawat Boeing 737-300 milik New Jatayu Air juga parkir di kawasan bandara. Pesawat itu akhirnya terbang lagi baru beberapa bulan lalu, setelah melunasi biaya parkir senilai Rp 520 juta kepada pihak pengelola bandara.(leo)

Jalan Sebelum Simpang Seraya Atas Rusak

0
ilustrasi jalan berlubang.
F. Dalil harahap/batam Pos

batampos.co.id – Jalan berlubang menjadi salah satu faktor utama dari seringnya kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua. Salah satu kondisi jalan rusak yang menjadi perhatian lebih dari pemerintah di Jalan Yos Sudarso, sekitar 500 meter sebelum simpang antara Jalan Yos Sudarso dan Jalan Bengkong Harapan.

Pantauan Batam Pos, sedikitnya ada tiga tiga titik jalan berlubang dengan diameter 30 cm dan kedalaman sekitar 5 cm sebelum pertigaan tersebut. Selain berlubang, permukaan jalan itu juga bergelombang.

Akibatnya, jalan berlubang dan bergelombang yang terdapat di berada di sisi kanan, kiri hingga ditengah jalan itu menjadi pemicu kecelakaan tunggal. Hal itu terjadi karena banyaknya pengguna jalan yang tidak mengetahui adanya lubang, biasanya itu terjadi ketika pengendara sepeda motor berada di belakang mobil yang melintas.

Suhaimi, 45, warga bengkong mengatakan bahwa dijalan itu sering terjadi kecelakaan akibat jalan yang berlubang, namun sampai saat ini menurutnya belum ada perhatian dari pemerintah meski telah banyak memakan korban.

“Sudah sering kali kecelakaan disini. Apalagi pas malam yang kadang hanya mengandalkan lampu dari motor. Tapi sampai sekarang tidak juga diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, Mustafa, tukang ojek yang mangkal di Simpang Batam Motor Center membenarkan sering terjadinya kecelakaan di sana. Bahkan ia sendiri beberapa bulan yang lalu juga terjatuh akibat dari jalan rusak itu.

“Saya kemarin juga kenk, karena saya mengerem mendadak menghindari lubang dan terjatuh. Motor saya rusak dan saya luka-luka,” ujarnya sambil menunjukkan bekas luka dibagian siku kanannya.

Selain jalan yang rusak sebelum simpang tersebut, kerusakan jalan juga terdapat di depan Sekolah Pelita Utama dan Indah Industrial Park. Beberapa pengguna jalan terpaksa harus pelan saat melintasi, bahkan ada juga yang nekad tetap memacu laju kendaraannya hingga pengendara tersebut hampir terjatuh. (gie)

Destinasi Wisata di Batam Tak Tertata

0
Warga Batam memadati pantai pada libur lebaran hari ke tiga, Minggu (17/6). Liburan pantai menjadi alternatif untuk mengisi liburan bersama sanak keluarga. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Destinasi wisata pantai selalu ramai dikunjungi warga untuk menghabisakan liburan. Tetapi sangat sayang, masih banyak objek wisata yang tidak terurus. Fasilitas pendukung pun tidak memadai.

Misalkan di pantai Melayu, Galang. Pengunjung selalu ramai ke sana. Tidak hanya wisatawan dari Batam sendiri. Ada juga beberapa wisatawan manca negara yang berlibur ke sana. Tetapi sayang, fasilitas pendukung seperti kamar mandi di sana tidak mendukung.

“Di sini memang banyak kamar mandi. Tetapi sebagian besar kotor. Airnya pun kotor. Harusnya pengelola bersama dengan pemerintah harus memperhatikan masalah seperti ini,” kata Trimen, warga Kavling Baru Sagulung saat berlibur ke sana, Minggu (18/6).

Menurutnya, alam yang indah di sana harusnya bisa dimaksimalkan. Pantai berpasir sudah sangat mendukung pantai tersebut dikembangkan menjadi kelas dunia. “Tapi angkutan ke sini pun tak ada. Mungkin yang kenal pantai ini, hanya warga Batam saja. Promosinya harus didorong terus,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Lutfi, warga Batuaji yang berlibur ke Galang dua hari lalu. Beberapa tempat ia kunjungi bersama keluarganya. Tetapi tidak ada satu pun tempat tersebut yang berubah.

“Sebelum ke sini (pantai Melayu), kami dah ke eks Camp Pengungsi Vietnam, di sana sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada sentuhan sama sekali,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi II DPRD Kota Batam Mulia Rindo Purba mengatakan, pemerintah tidak boleh lepas tangan terhadap destinasi wisata yang ada di sekitar Rempang-Galang. Menurutnya, alam Batam yang sangat indah belum dikelola dengan baik.

“Pulau Abang begitu indahnya. Tidak semua daerah yang memiliki wisata bawah laut seperti Pulau Abang. Tetapi kurang tertata dan kurang akses ke sana. Menurut saya promosinya harus terus digencarkan,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah untuk bisa memberikan perhatian serius terhadap pariwisata Batam yang diprediksi bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Batam. “Kamar mandi adalah hal kecil. Tetapi ini sangat penting. Pemerintah harus bisa bersama pengelola menciptakan kenyamanan bagi pengunjung,” katanya.

Sebelumnya, kepala dinas pariwisata dan kebudayaan kota Batam Febrialin mengakui bahwa anggaran untuk penataan destinasi wisata memang sangat minim. Tetapi ia menegaskan bahwa promosi tetap dilakukan.

“Bahkan kita meminta pusat untuk membantu kita mempromosi objek pariwisata kita. Termasuk event-event yang akan kita gelar. Kita juga menggandeng swasta untuk promosi pariwisata kita,” katanya. (ian)

Jual Sembako di Pasar Murah, BUMD Ngaku Tidak Untung

0
Warga antri saat membeli beras di pasar Murah yang diselenggarakan oleh TPID pemko Batam di depan Kantor kecamatan Bengkong, Kamis (7/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – PT Pembangunan Batam, BUMD Batam tak mendapat untung dari penjualan sembako pada pasar murah yang digelar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam.

“Tak ada untung, kami hanya jual sebesar modal saja,” kata Koordinator pasar murah dari BUMD Batam, Imam Sonhaji, Senin (18/6) siang.

Ia mengatakan, pasar murah yang diikuti berbagai instansi seperti Bulog, BUMD Batamdan distributor memang ditujukan untuk membantu masyarakat. “Kami disuruh jual murah, karenakan buat bantu masyarakat,” kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya mendapat jatah menjual dua komoditi yakni bawang putih sebanyak 1 ton lebih dan cabai merah keriting yang terjual 700 kilogram. Pihaknya tak menjual komoditi lain, karena setiap instansi sudah mendapat tugas masing-masing menjual komoditi tertentu.

“Kalau TPID perlu lagi, kami akan turun, ini bagian dari tugas juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur BUMD Batam Hari Basuki mengatakan mengikuti gelaran pasar murah sudah dilakukan sejak tahun lalu. “Kami datangkan komoditi dari Jawa. Harganya murah sesusia dengan harga distributor,” imbuhnya.

Sebelumnya, Hari terkesan trauma fokus mengurus sembako. Ia menyampaikan, imbauan kepada pihaknya agar turut andil dalam pemenuhan bahan pokok harus terlebih dahulu melalui pembicaraan yang matang, dengan membentuk satu usaha khusus yang bergerak di bidang sembako.

Dengan dibentuk usaha khusus, ia menilai apapun yang terjadi kelak dapat dipertanggungjawabkan, termasuk ketika usaha ini mengalami kerugian.

“Harus duduk satu meja dengan pemerintah. Nanti kerugian bisa dipertanggungjawabkan, apalagi sudah disetujui pemegang saham dan DPRD Batam,” kata Hari.

Ia mengatakan, kini sembako akan sulit dikontrol oleh pemerintah karena dalam prakteknya diserahkan ke mekanisme pasar. Namun ia menilai, kini pemerintah pusat hadir dengan kebijakan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Itupun masih banyak pedagang nakal. Kalau pemerintah bisa mensubsidi beras dan gula serta tepung dan dikontrol maka akan bagus. Pertanyaannya apa iya? Kita (Batam) ini memiliki penduduk yang besar dan anggaran terbatas,” papar dia. (iza)

Pemko Batam Serius Kembangkan Subang Mas dan Kenon sebagai Lahan Khusus Pertanian

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sentra khusus pertanian tengah dipersiapkan di Pulau Subang Mas dan Pulau Kenon.

Khusus di Pulau Subang Mas, kini sudah memasuki tahap pengukuran lahan, sementara di pulau Kenon akan diukur tahun 2019 mendatang.

“Kami ukur persilnya, nanti akan ketahuan si A atau si B berapa luas lahannya,” kata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam Mardanis, Senin (18/6) pagi.

Ia menyampaikan pada 2019 mendatang juga pihaknya akan langsung mensosialisasikan hasil pengukuran pada warga. Pengukuran ini dimaksudkan selain untuk melakukan pemetaan juga untung menimbang berapa yang dana yang dipersiapkan untuk pembebasan lahan yang direncanakan tahun 2020 mendatang.

“Nanti pihak ketiga akan menghitung (ganti rugi). Penentuan harga akan ditentukan pemerintah, melalui SK akan ada harga per meternya,” terang mantan Kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam ini.

Sejatinya, rencana pulau khusus pertanian ini sudah lama direncakanan Pemko Batam. Ditanya apa kendala sehingga tak kunjung terealisasi, Mardanis menegaskan tidak ada kendala, hanya saja persiapan memang melewati persiapan yang matang.

“Butuh waktu, tak bisa sekaligus,” imbuhnya.

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melewati berbagai tahapan termasuk kajian kelayakan tanah untuk pertanian hingga mengukur pulau secara umum. “Makanya tak bisa langsung jadi, layak atau tidak harus dipertimbangkan dulu,” tambahnya.

Ke depan, jika pembebasan lahan lancar, pihaknya akan membhas kembali peruntukan detil mana titik yang akan jadi sentra pertanian dan peternakan. “Kalau gambaran kasarnya sudah ada, mana-mana saja lokasi pertanian dan peternakan, tapi memang harus dibicarakan lagi,” pungkasnya. (iza)

Penerimaan CPNS Juli Mendatang

0
ilustrasi

batampos.co.id – Bulan Juli nanti, pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan dibuka kembali.

Dalam penerimaan kali ini, Kementerian Aparatur dan Pemberdayaan Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menerapkan kebijakan baru.

Kebijakan tersebut yakni 10 persen dari formasi penerimaan CPNS nanti dikhususukan kepada pendaftar yang mendapat predikat cumlaude atau yang terbaik setelah kelulusannya dari universitas.

“10 persen dari formasi kita berikan ke anak-anak lulusan cumlaude,” kata Menpan-RB Asman Abnur di Tiban Centre, Sekupang, Senin (18/6).

Asman mengatakan kebijakan ini diterapkan agar pemerintah mendapatkan PNS berkualitas.

“Harapan kita yang jadi PNS nanti itu orang-orang pilihan sehingga kompetensinya lebih baik,” paparnya.

Ia juga menekankan bahwa penerimaan PNS nanti tidak bisa lagi melalui jalur-jalur ilegal.

“Masuk PNS gak bisa pakai beking-beking lagi atau menyogok lagi. Dan tak boleh mengatasnamakan pribadi lagi. Sekarang semuanya sudah online,” tegasnya.

Juli nanti, Kemenpan-RB memang membuka pendaftaran CPNS baru. Prioitas penerimaan adalah untuk mencari guru dan tenaga kesehatan. Penerimaan baru ini bertujuan untuk mengisi kekosongan setelah 220 ribu PNS dari seluruh Indonesia memasuki masa pensiun.

“Tapi kami akan menerima lebih kecil dari jumlah 220 ribu tersebut. Istilahnya minus growth,” jelasnya.

PNS-PNS baru ini merupakan rekomendasi dari 80 kementerian dan lembaga beserta pemerintah daerah yang membutuhkan tenaga baru.

Namun tentu saja ada sejumlah persyaratan yang harus diakomodir agar bisa mendapatkan jatah PNS. “Yang jadi pertimbangan pertama adalah jumlah PNS yang pensiun,” katanya.

Kemudian potensi daerahnya.

“Kalau daerahnya punya potensi pariwisata maka PNS barunya akan dicari yang ahli pariwisata. Begitu juga dengan yang di infrastruktur. Akan dicari ahlinya,” ujarnya.

Dan terakhir adalah anggaran daerahya.”Kemudian anggaran daerahnya berapa belanja pegawainya. Kalau belanjanya diatas 50 persen daripada APBD, maka gak boleh,” pungkasnya.(leo)