Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12353

Dua Bocah Bobol Rumah Warga

0

batampos.co.id – Sat Reskrim Polres Tanjungpinang meringkus tiga pelaku pembobol sejumlah rumah warga di Tanjungpinang. Ketiga pelaku yakni BF, MR, dan NH diringkus beberapa jam setelah melakukan aksi nekatnya.

”Dua dari tiga pelaku anak di bawah umur,” jelas Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiroseno di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (27/4).

Ketiganya tidak hanya membobol di satu perumahan, namun ada beberapa perumahan lainnya seperti Perumahan Pondok Kelapa dan perumahan di Jalan Kuantan, Tanjungpinang. “Satu pelaku yakni NH merupakan residivis kasus yang sama,” kata Kasat.

Saat melakukan aksinya, kata Dwi, pelaku berhasil menggasak uang sebesar Rp 5 juta dan satu unit ponsel dari beberapa rumah yang dibobol. “Saat ini ketiga pelaku sudah ditahan untuk kepentingan penyidikan,” pungkasnya.(odi)

Disdik Tegur Oknum Guru Malas

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bintan langsung memanggil dua oknum guru yang jarang mengajar di Pulau Pejantan, Kecamatan Tambelan, Bintan. Akibatperbuatannya, kedua oknum guru SD ini diberi sanksi berupa teguran.

”Laporan yang kami terima hanya dua guru honor (yang jarang masuk,red),” kata Kadisdik Kabupaten Bintan Tamsir saat dihubungi Batam Pos, Jumat (27/4).

Tamsir menjelaskan, keduanya mengakui tidak mengajar karena persoalan transportasi. Pulau Pejantan, tempat mereka mengajar berjarak sekitar 7 jam dari Pulau Tambelan. ”Kapal pompong yang berlayar ke Pulau Pejantan cuma sekali,” katanya

Kedua oknum guru itu berkilah sering ketinggalan kapal yang menyebabkan mereka tak bisa bekerja. Namun pihak Dinas tak mau menerima begitu saja alasan dari anak buahnya. Ia meminta keduanya menunaikan kewajibannya dengan berbagai cara.

”Mereka sudah menandatangani surat pernyataan untuk tak melakukan lagi,” jelasnya.
Karena ini merupakan kesalahan yang kedua kalinya, ia meminta oknum guru tersebut meningkatkan kedisiplinan. Jika kembali melakukan kesalahan yang sama, pihaknya akan menganti kedua guru honorer tersebut. ”Ya kita putus, ganti dengan guru lainnya,” tegasnya.

Untuk memberikan semangat mengajar, ia menjanjikan untuk memperjuangkan insentif guru bagi pegawai yang mengajar di wilayah pulau-pulau terdepan. ”Biasanya besaran insentif guru khusus yang dialokasikan APBN sekitar Rp 1,5 juta per guru,” sebutnya.

Sedangkan insentif yang sudah diberikan Pemkab untuk tenaga honor sebesar Rp 1 juta per bulan. (met)

Gubernur Belum Bisa Proses Pengunduran Rahma

0
Pilwako Tanjungpinang

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun kembali menyurati Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, perihal pengunduran diri Calon Wakil Wali Kota (Cawako) Rahma sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungpinang.

”Kekurangannya hanya surat persetujuan dari Parpol yang bersangkutan (PDI Per-juangan, red). Jika itu ada, tentu akan segera diproses,” ujar Nurdin menjawab pertanyaan media, Jumat (27/4) di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Menurutnya, setiap orang punya hak untuk berpolitik. Kebebasan bagi seorang untuk berpolitik merupakan hak asasi bagi setiap individu di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Atas dasar itu, pihaknya tidak ada maksud untuk menghalang-halangi seseorang untuk berpolitik.

”Jika sudah sesuai dengan persyaratan, kita akan proses. Tidak akan ditunda-tunda. Berpolitik adalah hak mutlak bagi setiap orang,” tegasnya.

Disinggung mengenai adanya laporan Rahma ke Ombudsman Perwakilan Kepri, Gubernur Nurdin menghormati keputusan tersebut. Dalam hal ini, ia juga tidak ingin disebut-sebut sebagai kambing hitam.

”Saya akan membuat keputusan sesuai dengan kewenangan saja. Karena jika ada keputusan yang salah, berpotensi menimbulkan persoalan hukum,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ombudsman Perwakilan Kepri masih mengkaji laporan dugaan maladministrasi Pemko Tanjungpinang terkait pengunduran Rahma dari DPRD Tanjungpinang. Bila berkas dinyatakan lengkap, Ombudsman akan turun ke Tanjungpinang melakukan pemeriksaan pihak terkait. Baik itu Pemko Tanjungpinang maupun pelapor.

”Bu Rahma datang melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Kepri 24 April dengan laporan dugaan maladministrasi atau pelanggaran administrasi pemerintahan yang disampaikan secara langsung dan tertulis. Yang dilaporkan adalah Pemerintah Kota Tanjungpinang,” ujar Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Kepulauan Riau Achmad Irman Satria.

Irham mengatakan upaya yang akan dilakukan Ombudsman sesuai dengan Peraturan Ombudsman RI Nomor 26 tahun 2017 tentang Tata Cara Penerimaan, Pemeriksaan dan Penyelesaian Laporan. Atas dasar itu, pihaknya masih mendalami laporan tersebut.

”Kami akan periksa dokumen laporan dan substansi laporan, maka apabila lengkap dan sesuai kewenangan ombudsman, maka akan ditindaklanjuti dengan tahapan pemeriksaan,” papar Irham. (jpg)

Meizu M6 Hadir untuk Tantang Redmi 5A

0
Smartphone Meizu M6 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

batampos.co.id – Satu lagi merk ponsel yang meramaikan lapak-lapak ponsel di tanah air, Meizu M6.

Smartphone ini dibanderol murah meriah. Meizu M6 bahkan digadang-gadang menjadi penantang Xiaomi Redmi 5A.

Meizu Global Office CEO Guo Wannxi mengatakan, Meizu M6 merupakan produk yang tepat untuk pasar Indonesia saat ini.

“Dengan harga yang ditawarkan dan spesifikasi yang dibawanya, Meizu M6 merupakan produk yang tepat,” jelasnya di acara Peluncuran Smartphone Meizu bersama JD.ID di Jakarta, Jumat (27/4).

CEO Meizu Indonesia Deen menerangkan, Meizu M6 hadir dengan spesifikasi yang berada di atas vendor ponsel lainnya.

“Untuk pasar yang sama, Meizu M6 berada di atas vendor lainnya di kelas yang sama. Bisa dilihat, Meizu M6 berada di atas Xiaomi Redmi 5A,” kata Deen pada kesempatan yang sama.

Untuk spesifikasi, Meizu M6 hadir dengan chipset octa-core Mediatek 6750. Ruang penyimpanan eksternalnya tersedia RAM 2 GB dan penyimpanan internal sebesar 16 GB. Layarnya sendiri seluas 5,2 inci.

Untuk kebutuhan fotografi, ada kamera belakang dengan resolusi 13 MP dengan aperture f/2.2. Sementara untuk swafotonya tersedia kamera depan dengan resolusi 8 MP dengan aperture f/2.0.

Urusan daya, baterai dari Meizu M6 sendiri memiliki kapasitas sebesar 3.070 mAh. Meizu M6 berjalan pada sistem operasi Android Nougat 7.0 dengan user interface Flyme khas Meizu.

Untuk keamanannya, Meizu M6 sendiri terbilang lengkap. Selain unggul dari segi baterai dan kamera depan dibanding Xiaomi Redmi 5A. Meizu M6 juga memiliki fitur keamanan seperti fingerprint dan face unlock yang tidak dimiliki Xiaomi Redmi 5A.

Meizu M6 akan dijual mulai 2 Mei mendatang di platform belanja online JD.ID. Meizu M6 akan dibanderol dengan harga setara Xiaomi Redmi 5A ketika awal peluncurannya, yakni Rp 999 ribu. (ce1/ryn/JPC)

Bravo Pak Polisi, Tangkap Ibu yang nak Jual 2 Putrinya

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seorang ibu yang tidak disebutkan namanya tersebut tega menjual putrinya yang berusia 16 dan 19 tahun.

Masing-masing putrinya dihargai Rp 2 juta dan Rp 8,3 juta.

Kepolisian di Badra, India menangkapnya di sebuah restoran yang digunakan untuk transaksi. Menurut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat.

Seperti dilansir Indian Express, Kamis (26/4), perwira yang bertugas menginvestigasi kasus itu, Inspektur Jagdeo Kalapad mengatakan, pasukannya menyamar sebagai pelanggan. Mulanya, mereka tidak tahu kalau ibu tersebut adalah ibu kandung dari kedua anak gadis tersebut.

“Setelah ia menyuruh polisi yang menyamar untuk memilih, ia memohon agar kami tidak membawanya ke hotel karena anaknya masih dibawah umur,” kata Kalapad.

Wakil Komisaris Polisi Anil Kumbhare mengatakan, dua kakak-beradik itu dibawa ke Komite Kesejahteraan Anak setelah ibu mereka ditangkap.

“Kami memisahkan mereka dengan membawa ke tempat yang berbeda,” ujarnya.

Polisi sedang menyelidiki apakah ibu ini juga menjual anak gadis lainnya. Direktur Regional Misi Keadilan Sosial, Sanjay Macwan menyatakan, apa yang dilakukan ibu itu merupakan modus baru perdagangan anak di kawasan pinggiran.

“Biasanya, mereka memilih kafe, dan menggunakan keramaian untuk melindungi aksi mereka dari polisi. Modusnya, pelaku mengatur pertemuan via ponsel, dan juga dari mulut ke mulut,” pungkas Macwan.

(iml/trz/JPC)

Kenang Jasa Kartini, Bintan Resort Cakrawala Gelar Berbagai Lomba

0
Seorang karyawati PT. BRC beraksi dalam lomba peragaan busana tradisional yang diadakan di Kawasan Pariwisata Bintan Resorts Lagoi, Kamis (26/4). | Slamet/Batam Pos

batampos.co.id – PT. Bintan Resort Cakrawala (BRC) selaku pengelola Kawasan Pariwisata Bintan Resorts Lagoi mengelar serangkaian lomba dalam memperingati Hari Kartini.

Perlombaan yang digelar mulai sekitar pukul 08.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB ini dilaksanakan di Pujasera Lagoi, Kamis (26/4/2018).

Kegiatan ini dimulai karnaval dengan berjalan dari Wisma PT BRC menuju ke Pujasera Lagoi. Pelbagai perlombaan diikuti karyawan antar departemen yang berada di lingkungan PT. BRC.

Juga anak-anak PAUD, TK, SD Tunas Bangsa. Ketua panitia acara, Yulia Lewis menuturkan, untuk karyawati mengikuti lomba peragaan busana tradisional sedangkan untuk
karyawan dimeriahkan lomba menjahit kain berbagai pola.

Juga diperlombakan make up dan modern dance bagi anak-anak PAUD dan TK. Lalu lomba fashion show, sepeda hias bertemakan go green, tarian modern, pidato bahasa Inggris, tarian tradisional kreasi, menyanyikan lagu RA Kartini dan cerdas cemat.

Ia menjelaskan, serangkaian perlombaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini bertujuan untuk memupuk rasa persaudaraan sekaligus meningkatkan silaturahmi antar-karyawan di PT BRC. Juga sambungnya untuk memberikan edukasi bagi anak-anak karyawan.

Untuk tahun depan, PT BRC akan menggelar pencegahan dan pemeriksaan kanker payudara untuk kaum perempuan yang bekerja di Lagoi.

Sementara itu, GM Administrasi PT BRC, Aditya Laksamana menjelaskan tujuan digelarnya kegiatan ini untuk mengenang kembali jasa dan semangat perjuangan pahlawan wanita di Indonesia.

RA Kartini, menurutnya merupakan sosok perempuan yang memperjuangkan emansipasi wanita. Perjuangan itu, masih menurutnya, telah dirasakan perempuan sekarang.

Dimana, perempuan sekarang diberikan ruang untuk bisa bebas meluahkan ide dan pendapatnya. Namun, lanjutnya, perempuan harus peduli terhadap kesehatan dan keamanan dirinya.

“Jadi selain mengenang jasa RA Kartini, melalui acara ini kita ingin mengasah bakat, minat dan kreativitas para pelajar dan mahasiswa. Juga menjadi hiburan bagi wisatawan yang datang ke Lagoi,” tutupnya. (met)

Batam Takraw Open Tournament 2018 Ajang Menjaga dan Melestarikan Sepak Takraw

1
foto: ryan agung / batampos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi membuka secara langsung gelaran Batam Takraw Open Tournament 2018 yang digelar di GOR Raja Jakfar, Jumat (27/4) hingga Selasa (1/5). Kejuaraan ini diikuti sebanyak 33 tim mengikuti gelaran tersebut.

Selain membuka kejuaraan, Rudi meminta agar para peserta membantu untuk mempromosikan Batam.

“Bantu promosikan Batam di wilayah masing-masing setelah mengikuti kejuaraan ini. Batam akan berkembang menjadi kota pariwisata,” pintanya, Selasa (27/4).

“Selain itu Batam juga akan menjadi kota kedua yang memiliki jalan terbaik se-Indonesia. Karenanya kita berharap agar Batam menjadi salah satu kota destinasi atau tujuan dari semua kegiatan,” tegas Rudi.

Posisi strategis Batam, lanjutnya, yang berdekatan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia mendukung tujuan itu.

“Nanti kita juga akan sering menggelar turnamen-turnamen olahraga yang memancing atlet mancanegara untuk datang ke Batam,” tuturnya.

Selain itu, Rudi juga meminta agar para peserta untuk bisa menjaga semangat sportifitas dalam pertandingan.

“Jaga semangat sportifitas dalam bertanding, semoga nanti kejuaraan ini bisa menelurkan atlet-atlet yang bisa membawa nama Batam dan Kepri di tingkat nasional dan internasional. Selamat bertanding,” ucap Rudi.

Sementara itu, Kadispora Kota Batam Hendriana Gustini mengatakan jika tujuan diselenggarakannya turnamen ini dimaksudkan untuk menjaga dan melestarikan cabang olahraga Sepaktakraw.

“Selain itu juga dimaksudkan untuk menjaga silaturahmi antaratlet sepaktakraw,” jelasnya.

Ia berharap dengan gelaran turnamen yang baru dilaksanakan pertama kalinya ini akan membawa hasil positif bagi Batam dan Kepri di masa mendatang.

“Digelarnya kejuaraan ini diharapkan bisa memancing munculnya bibit-bibit atlet yang bisa memberikan prestasi bagi Batam dan Kepri,” ungkapnya.

“Selain itu juga dimaksudkan untuk memajukan cabor sepaktakraw di Batam dan Kepri,” tegasnya.

Hendiana juga menjelaskan total sebanyak 160 atlet dan ofisial mengikuti kejuaraan ini.

“Peserta dari luar negeri ada satu, yakni Rengit UTHM Johor. Sisanya dari Kepri dan beberapa daerah lain di Sumatera,” urainya.

“Jambi mengirimkan dua tim, Sumatera Utara satu tim, Riau tiga tim, dan sisanya adalah tim Kepri,” papar Hendriana.

Turnamen ini, lanjut Hendriana, menggunakan sistem gugur.

“Tim menang akan langsung melaju ke babak selanjutnya. 33 tim terbagi dalam dua pool,” jelasnya.

Kabid Olahraga Dispora Batam Aisrin mengatakan jika selain memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp 25 juta, juga akan memperebutkan trofi bergilir Wali Kota Batam.

“Event ini akan digelar rutin setiap tahunnya. Meski baru pertama kali digelar di Batam, pertandingan akan berjalan ketat,” katanya.

“Juara pertama akan menerima uang pembinaan sebesar Rp 10 juta, juara dua Rp 7 juta, juara tiga Rp 5 juta, dan juara empat meraih Rp 3 juta,” urai Aisrin.

Pool A Batam Takraw Open Tournament 2018 dihuni oleh PKS Muda Kundur, Syakinah Takraw Club A, PSTI Batang Hari, GTC, PPLP A Kepri, PGRI Batam, UTHM Johor, Berlian, Rangsang A, Polda Kepri, PPLD karimun, RBJ, PKDP A, Bagan, Bintan A, dan Komsetak Bas.

“Sementara untuk pool B, diisi oleh Combo Island, RHM Bengkong, Rangsang, STC, PPLD Karimun, Belian C, PKDP, GTC, PTSI Bintan, Belian, Tanjabar, TTC B, PSTI Anambas, PSTI Batam, Gema Minang, PSTI Karimun, dan PPLP Kepri,” beber Aisrin.

Sebanyak 16 pertandingan digelar di kejuaraan hari pertama ini. “pool A dan Pool B menggunaka lapangan yang berbeda, sehingga babak kualifikasi ini bisa berjalan secara langsung,” kata Aisrin.

“Yang berbeda hanya di Pool B, yang mana ada pertandingan terakhir babak penyisihan akan digelar Sabtu (28/4). Yaitu PPLP Kepri menghadapi pemenang antara gema minang melawan PSTI Karimun,” tutupnya. (yan)

Isi Akhir Pekan Anda di Batam dengan Sajian Musik Jazz, Live

0
ilustrasi

batampos.co.id – Paguyuban Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), menggelar Border Stage Festival atau pegelaran festival musik jazz perbatasan, Sabtu (28/4) malam.

Festival jazz ini akan digelar selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu di lapangan Welcome to Batam dan di Hotel Horison Ultima Kings Batam.

Event Director Border Stage Fetival, Steve Evans mengatakan, Border Stage Festival ini digelar di Batam karena Batam merupakan daerah perbatasan di Indonesia.

“Hal itu sesuai dengan misi kami untuk membuat satu festival di daerah perbatasan.pada Border Stage Festival ini, kami mengangkat tema music and culture in diversity (musik dan budaya dalam keberagaman),” ujar Steve, Jumat (27/4) sore.

Nantinya di pembukaan festival, akan digelar tari-tarian daerah, ada juga festival musik tapi tampilnya pada saat prime time sekitar pukul 20.00 WIB. Sedangkan musisi yang akan tampil ada yang dari Polandia dengan bandnya bernama Gregorz Formula yang merupakan salah satu musisi jaz terbaik di negaranya.

“Kami mendatangkan musisi jaz asal Polandia, karena bertepatan band tersebut sedang tour ke Asia. Jadi, Batam di acara Border Stage Festival ini masuk ke dalam salah satu tour Asianya. Ada juga musisi jaz Melayu asal Singapura yakni Rudy Djoe, band asal Malaysia yakni Slef Trio dan Field Players,” terangnya.

Sedangkan puncak festivalnya besok akan diisi penampilan musisi jaz nasional yakni Ivan Nestorman beserta beberapa band jaz lokal di Batam.

Steve mengatakan, digelarnya Border Stage Festival ini untuk membantu Pemerintah Kota Batam dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Batam dan mengenalkan Kota Batam kepada turis mancanegara.

“Ini juga kan bertepatan dengan International Jazz Day yang jatuh pada hari Seni (30/4) nanti,” katanya.

Tak hanya dari PAPPRI. Border Stage Festival ini juga didukung penuh oleh Dispar Batam dan Kepri.

Sedangkan untuk hari Minggu (29/4) malam, juga akan digelar Border Stage Festival, namun di ruang tertutup (indoor) di Hotel Horison Ultima Kings Batam.

“Kenapa kami gelar di Hotel Horison Ultima Kings Batam? Sebab di hotel ini adalah salah satu rekanan kami aviasi dengan PAPPRI. Kami juga akan mendatangkan musisi jazz dari Jerman bernama Matti Klein dengan bandnya bernama Matti Klein Soul Trio.

Border Stage Festival ini berlaku untuk umum dan gratis tanpa ada dipungut biaya bagi masyarakat yang ingin menikmati penampilan musisi jaz baik dari Indonesia maupun dari mancanegara. (gas)

RSUD Batam Gandeng Diskominfo dan Disdukcapil untuk Sempurnakan Aplikasi Daftar Online

0
RSUD Embung Fatimah, Batuaji | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam terus membenahi layanan pendaftaran online untuk pasien rawat jalan. Terakhir manajemen RSUD kembali berkoordinsi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk menginput data kependudukan warga Batam dan juga Badan Informasi dan Komunikasi (Kominfo) untuk mendukung jaringan dan aplikasi online tersebut.

“Semuanya dilakukan bertahap. Penyempurnaan tetap dilakukan secara bertahap dengan terus berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar Direktur RSUD Embung Fatimah Batam drg Ani Dewiyana.

Saat ini layanan pendaftaran online itu sudah berjalan. Pasien yang ingin berobat di RSUD sudah bisa menggunakan aplikasi online seperti Short Massage Service (SMS), WhatsApp (Wa) dan juga website RSUD Embung Fatimah. Namun demikian kendala-kendala teknis sebagai langka permulaan tetap ada. Misalkan belum banyak masyarakat yang mengetahui adanya aplikasi tersebut hingga pada belum sempurnanya aplikasi yang sudah diluncurkan itu.

“Itulah kenapa saya bilang akan terus dibenahi. Awal-awal tentu banyak tantangan tapi kami optimis ini akan berjalan dengan baik nantinya,” kata Ani.

Untuk awal pembukaan, layanan aplikasi daftar online itu hanya bisa dilayani di jam kerja saja karena sistem pembalasan pesan masih dilakukan secara manual oleh petugas. Kedepannya Ani mengatakan akan berupaya agar layanan aplikasi online itu berlangsung sepanjang hari atau 24 jam.

“Sekarang belum bisa karena operator masih terbatas. Kalau sudah lengkap semua akan layani 24 jam,” ujarnya.

Untuk membuka layanan pendaftaran 24 jam itu pihaknya juga butuh dukungan dari Kominfo untuk mendapatkan teknis yang tepat. Begitu juga dengan data kependudukan untuk mengetahui data kependudukan pasien manajemen RSUD juga meminta dukungan data kependudukan dari Disdukcapil Batam.

Pantauan Batam Pos di hari keempat (Kamis, 26/4), aplikasi daftar online itu masih belum maksimal. Banyak pasien yang masih menggunakan jalur manuel untuk daftar dan berobat ke sana. Persoalannya sama masyarakat belum sepenuhnya tahu sistem terbaru itu. (eja)

Empat Bulan Pertama PSDKP Tangani 10 Kasus Illegal Fishing

0

batampos.co.id – Pangkalan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam di jembatan II Barelang menangani sepuluh kasus illegal fishing atau penangkapan ikan illegal sepanjang tahun 2018 ini. Kasus-kasus tersebut didominasi oleh kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam yang ditangkap di sekitar periaran Natuna.

Kasi Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Batam Syamsu menjelaskan sepuluh kasus illegal fishing itu terdiri dari enam kasus yang melibatkan KIA asal Vietnam dan dua kasus yang melibatkan Kapal Ikan Indonesia (KII).

“Untuk kapal yang melakukan illegal fishing sebenarnya ada enam, empat dari Vietnam, dua Indonesia. Cuman dalam pengembangan ternyata empat KIA asal Vietnam ini ditemukan empat kasus lain jadi total kasus (illegal fishing) ada sepulu dalam kurun waktu empat bulan belakangan ini,”tutur Syamsu, Kamis (26/4).

Dari sepuluh kasus tersebut total tersangka diamankan untuk diproses lebih lanjut ada 10 orang yang terdiri dari nahkoda dan awak mesin kapal. “Saat ini lagi dalam proses persidangan semua termasuk kapal-kapal bermasalah itu,” ujar Syamsu.

Untuk KII permasalahan yang dijumpai karena menggunakan alat tangkap throw atau yang lazim disebut pukat harimau yang sangat dilarang oleh pemerintah. Alat tangkap tersebut dianggap merusak ekosistem laut mulai dari terumbu karang hingga benih-benih ikan kecil yang terjaring pukat.

“Jaringnya sangat kecil. Semuanya diangkut termasuk terumbu karang. Itukan merusak ekosistem laut,” kata Syamsu.

Sementara untuk KIA sambung Syamsu tentu tidak memiliki izin penangkapan ikan yang sah sebagai nelayan asing. “Kalau sudah tak sah tentu sangat berbahaya bagi ekosistem laut kita. Bukan hasil laut (ikan) yang dikuras tapi terumbu karang dan lain sebagainya juga hancur. Mereka (KIA) umumnya menggunakan alat tangkap throw itu tadi,”katanya.

Sebagai data perbandingan, jumlah tangkapan ataupun penanganan kasus sepanjang tahun 2018 ini memang belum ada perubahan apapun dari tahun sebelumnya. Dalam arti bahwa angka pencurian ikan oleh nelayan asing di wilayah periaran Indonesia khususnya Kepri masih cukup tinggi.

“Karena data perbandingan dengan tahun 2017 masih hampir sama jumlah pengungkapan rata-rata perbulannya,” kata Syamsu.

Tahun 2017 lalu, PSDKP Batam total menangani 74 kasus terdiri dari 36 kasus di pangkalan PSDKP Batam, 30 kasus dari Satuan Pengawas (Satwas) PSDKP Natuna serta tujuh kasus dari Satwas Anambas.

Kapal ikan tangkapan PSDK Batam menumpuk di Dermaga PSDK Jembatan II, Barelang, Kamis (25/4). Kapal-kapal ini hasil tangkapan tahun 2017 dan 2018. F. Dalil Harahap/Batam Pos

“Masih rawan (illegal fishing) karena wilayah periaran kita ini kaya akan sumber daya laut,” ujarnya.

Untuk menekan angka pencurin ikan dan merusak ekosistem laut tersebut, Kasi Sarana dan Prasarana Pangkalan PSDKP Batam kapten Martin Lahulima menuturkan perlu adanya peran aktif dari semua elemen masyarakat khususnya para nelayan untuk sama-sama menjaga wilayah periaran Indonesia di masing-masing daerah.

“Aparat penegak hukum memang ada, tapi masyarakat sendiri harus peran aktif. Lihat ada aktifitas illegal seperti itu harus berani lapor ke aparat penegak hukum secepat mungkin. Kami sebagai petugas tentu batasan. Tidak setiap saat pantau seluruh wilayah perairan yang ada,” ujarnya.

Selain itu perlu adanya terobosan baru dari nelayan sendiri untuk lebih maksimal memanfaatkan kekayaan laut yang ada sehingga tidak dicolong oleh nelayan asing. “Karena kurang maksimal dari nelayan kita makanya ikan dan kekayaan laut di negara ini berkelimpahan. Ini yang membuat nelayan asing masuk,” ujarnya.

Pemanfaatan yang maksimal dimaksud Martin adalah menangkap ikan dan hasil laut sesuai aturan yang berlaku. Tidak malah menguras ataupun merusak biota laut dengan menggunakan alat tangkap yang salah. (eja)

Play sound