Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12352

APFI 2018 di Batam, demi Kemajuan Dunia Fotografi Indonesia

0

batampos.co.id – Jumat (27/4/2018) menjadi momen bersejarah bagi Batam. Pewarta Foto Indonesia (PFI) menghelat Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) ke 8 di Batam.

“Ditunjuknya Batam sebagai tuan rumah APFI 2018, dalam hal ini PFI Kepri terlibat sebagai panitia penyelenggara merupakan kebanggaan tersendiri bagi PFI Kepri. Tentu ini kerja berat luar biasa,” kata Immanuel Sebayang, Ketua Panitia PFI Kepri 2018.

Panitia mengambil posisi di dataran / alun alun Engku Putri.

Perhelatan ini dalam rangka memberikan apresiasi karya terbaik Pewarta Foto. Setelah melakukan penjurian, terpilih total 42 pemenang, dari 5 kategori.

Kategori yang dikompetisikan diantaranya, kategori Citizen Journalis Foto Tunggal, Citizen Jurnalis Foto Story, kategori Multimedia, kategori Foto Single Pewarta Foto dan katergori Foto Story Pewarta Foto.

Dari 406 pengirim, panitia menerima 2.448 karya pewarta foto, 15 karya multimedia dan 190 karya foto Citizen Jurnalis yang terkumpul.

Berikut nama pemenang per kategori

Kategori Citizen Jurnalis Foto Tunggal
  • Juara 1 Riza Azhari dengan judul karya Menyelamatkan Paus Terdampar asal Aceh.
  • Juara 2 Fidela Benita dengan judul karya Pembongkaran Bangunan Pasar
  • Senen Raya asal BogorJuara 3 Teguh Windharto asal Jakarta dengan judul karya Terjun Satwa.

Kategori Citizen Jurnalis Foto Story

  • Ajeng Dinar Ulfiana asal Jakarta dengan judul karya Mr. X
Multimedia
  • Ramdani, Media Indonesia Jakarta, judul karya Selama Rusun ini berdiri
  • Jefri Tarigan, Jeftaimage Jakarta judul karya Jagal
  • Ardiles Rante judul Cerita Jane dari media Hati Kecil Visual
Kategori Foto Single Pewarta Foto

General News (GN)

  • Juara 1 Raka Denny dari Jawa Pos (Jakarta) dengan judul Karya Fase Kritis.
  • Juara 2 diraih oleh Wisnu Widiantoro dari Kompas (Jakarta) dengan judul karya Antre Mencetak E-KTP
  • Juara 3 diraih oleh Helmi Afandi dari Kumparan.com (Jakarta) dengan judul karya Pemeriksaan Syahrini Kasus First Travel.

Spot News (SN)

  • Juara 1 Sopian dari akurat.co (Jakarta) dengan judul karya Bentrok di Kebakaran
  • Juara 2 Wahyudi dari Metro Riau (Pekanbaru) judul Ratusan Tahanan Melarikan Diri.

People In The News (PIN)

  • Juara 1 diraih oleh Yoma Times Suryadi dari Suara Merdeka (Solo) dengan judul karya Susi Pujiastuti,
  • Juara 2 Dhemas Reviyanto Atmojo dari Antara Foto (Jakarta) dengan judul karya Novel Baswedan
  • Juara 3 diraih oleh Susanto dari Media Indonesia (Jakarta) dengan judul karya Canda Dua Tokoh Bangsa.

Environtment/Nature (EN)

  • Juara 1 Dhemas Revyanto Atmojo dari Antara Foto Jakarta. Judul karya Bekantan Kalimantan
  • Juara 2 Fahreza Ahmad dari beritagar.id Aceh. Dengan judul karya Evakuasi Paus Sperma
  • Juara 3 Muhammad Ferri Setiawan dari Solopos Solo. Judul Karya Sapi Timbal

Sport (SPO)

  • Diberikan apreasiasi kepada Abriawan Abhe dari Kantor Berita Antara Biru Sulsel Makasar dengan judul karya Ricuh Pertandingan PSM Melawan Bali United,
  • Muhammad Iqbal Ichsan dari Bola.com Jakarta dengan judul karya Raket Patah Bukti Kerasnya Perjuangan,
  • Yuniadhi Agung dari Kompas Jakarta dengan judul karya Pesenam Cilik.

Art and Entertainment (AE)

  • Juara 1 Ismail Amin dari Harian Radar Makassar. Judul karya Kirab Hardiknas.
  • Juara 2 Adhitya Hendra dari Time Indonesia Makassar. Judul karya Menari di Puncak B29.
  • Juara 3 Rony Muharman dari Antara Foto Pekanbaru. Judul karya Mural Kebakaran Hutan.

Daily Life (DL)

  • Penghargaan diberikan kepada Totok Wijayanto dari Kompas Jakarta. Judul karya Jajan.
Kategori Foto Story Pewarta Foto

General News (FS-GN)

  • Juara 1 Ramdani dari Media Indonesia Jakarta. Judul karya Mantan Terindah.
  • Juara 2 Wisnu Widiantoro dari Kompas Jakarta. Judul karya Mengecor Kaki Menolak Pabrik Semen
  • Juara 3 Agoes Rudianto Freelance Jakarta. Judul karya Menyembuhkan Pikiran

Spot News (FS SN)

  • Wiwiarso dari Sijori Image Pekanbaru. Judul karya Memburu Tahanan Kabur

People In The News (FS-PIN)

  • Juara 1 Heri Juanda dari Associated Press Aceh. Judul Karya Belenggu LGBT
  • Juara 2 Akbar Nugroho Gumay dari Antara Foto Jakarta. Judul karya Nestapa Muslim Rohingya
  • Juara 3 Ramdani dari Media Indonesia Jakarta. Judul Cinta TKI.

Environtment/Nature (FS-EN)

  • Juara 1 Immanuel Antonius dari Liputan6.com Jakarta. Judul karya Menyelamatkan Sahabat yang Ditinggal
  • Juara 2 Junaidi Hanifah dari Mongabay Indonesia Aceh. Judul karya Gajah Sumatera yang Terus Dibunuh

Sport (FS-SPO) (apresiasi)

  • Ulet Ifansasti dari Freelance Getty Image Yogyakarta. Judul karya Pencak Dor
  • Agus Susanto dari Kompas Jakarta. Judul karya Proyek Asian Games

Art and Entertainment (FS-AE)

  • Juara 1 Dhana Kencana dari Viva co.id Semarang. Judul karya Artis Kota Tua.
  • Juara 2 Maulana Surya dari Antara Foto Solo. Judul karya Pengantin Tebu di Pabrik Tasikmadu
  • Juara 3 Agoes Rudianto freelance Jakarta. Judul karya Bukan Perempuan Biasa

Life (Fs-DL)

  • Juara 1 Dhemas Admojo dari Antara Foto Jakarta. Judul karya Vision
  • Juara 2 Dewi Nurcahyani freelance Jakarta. Judul karya Atas Nama Cinta
  • Juara 3 Fernando Randy dari Tabloid Bola Jakarta. Judul karya Manusia, Gelap dan Jakarta
Walikota Batam, Rudi SE, (baju putih) melihat pameran foto di gedung Astaka sempena APFI 2018 di Batam. | agus bagjana untuk batampos

Karya-karya para fotografer itu akan diseleksi oleh dewan juri diantaranya, Kemal Jufri (Freelance), Hermanus Prihatna (Kepala Divisi Pemberitaan Foto Antara), Erik Prasetya, Safir Makki (Fotografer CNN Indonesia), Gusti Bayu Ismoyo (Fotografer AFP), Edi Purnomo (Freelance), Arbain Rambe (Fotografer Senior Kompas). Sedangkan juri Multimedia :Eddy Hasby (Fotografer Kompas) dan Andi Riccardi (APTN).

Arbain Rambey, berkomentar APFI bukanlah ajang lomba. “Ini ialah ajang belajar. Kita belajar dari perkembangan fotografi dan kemampuan fotografer,” ujar Arbain di atas panggung.

Tahniah untuk yang dapat penghargaan. (ptt)

 

Pemkab Usulkan Rp 5 Triliun ke Pusat

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan mengusulkan sejumlah proyek strategis kepada pemerintah pusat. Apalagi Anambas menjadi salah satu Gerbang Dutas.

Hal ini disampaikan Bupati Anambas Abdul Haris, Jumat (27/4). Menurutnya, pemerintah daerah tengah melakukan persiapan menyukseskan kegiatan gerbang dutas yang dilakukan awal 2019 mendatang di Anambas.

“Kita akan upayakan kegiatan tersebut dilakukan sebelum pesta demokrasi pemilihan presiden,” ujarnya.

Kepala Bagian Perbatasan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Wan Rhumadi, menjelaskan, pemerintah daerah sudah mempersiapkan sejumlah usulan proyek pembangunan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ada usulan, kecuali Disdukcapil, Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung, totalnya mencapai triliunan rupiah. Usulan terbesar di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan nilai Rp 707 miliar, Dinas Kesehatan sebesar Rp 341 miliar dan Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas Rp 250 miliar.

“Seluruh OPD kalau ditotal mencapai Rp 5 triliun lebih,” jelasnya.
Persyaratan yang diminta sudah dilengkapi seperti Design Engineering Detail (DED) yang didalamnya juga sudah ada kajian teknis proyek.(sya)

Denda Pajak Kendaraan Dihapus

0

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kepri Rudy Chua memberikan apresiasi pada Pemprov Kepri yang melakukan pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) awal Mei 2018 ini. Meski demikian, ia menyoroti lemahnya validasi data yang dimiliki Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri.

“Pemutihan PKB merupakan upaya yang bagus, tetapi harus didukung dengan data wajib pajak yang mangkir,” ujar Rudy Chua, Jumat (27/4).

Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, Kepri merupakan daerah yang memiliki banyak pulau. Artinya, ketika kendaraaan bermotor keluar ke pulau-pulau, tingkat kesadaran wajib pajak akan hilang. Karena beranggapan untuk apa bayar pajak.
“Selain itu, juga kendaraan-kendaraan yang sudah rusak dan tidak terpakai lagi,” paparnya.

Menurut Rudy, dari penjelasan yang ia terima dari BP2RD Kepri, kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor dan balik nama kendaraan bermotor disejalankan untuk melakukan validasi data. Persoalan ini juga yang menyebabkan penerapan Pajak Progresif belum terlaksana. “Harusnya kita punya target dari berapa wajib pajak yang mangkir. Tetapi data itu yang belum akurat,” tegas Rudy.

Terpisah, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengaku sudah mendapat laporan dari BP2RD Kepri. Menurutnya, peluncuran program tersebut akan dilaksanakan pada minggu pertama Mei 2018. Dirinya berharap, kebijakan ini bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri.

“Output yang kita harapkan bukan hanya soal PAD. Tetapi membangkit kembali kesadaran masyarakat. Karena pajak adalah merupakan sumber utama pembangunan daerah,” ujar Nurdin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendapatan, BP2RD Kepri Herman mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan penjabaran secara rinci. Karena ia masih berada di luar kota. Namun demikian, program yang dirancang dari Mei sampai Agustus 2018 itu nanti menyasar pada tiga hal.

“Pertama keringanan tunggakan pokok PKB 50 persen. Pembebasan bea balik nama kedua. Sedangkan yang ketiga adalah penghapusan sanksi administrasi/denda pajak kendaraan,” ujar Herman.

Diberitakan sebelumnya, Ribuan kendaraan bermotor di Provinsi Kepri absen dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri, Herman Prasetyo mengatakan di 2017 lalu, sekitar Rp 50 miliar PKB tidak tertagih.

“Artinya jika kita melihat dari jumlah saja, ada ribuan wajib pajak kenderaan bermotor di Kepri yang tidak membayar PKB,” ujar Herman.(jpg)

PSDKP Limpahkan Kasus Pencurian Ikan

0

batampos.co.id – Penyidik Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam melimpahkan berkas perkara empat kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam kapada pihak Kejaksaan Negeri Batam. Dalam kasus tersebut, delapan dari 33 orang awak kapalnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus illegal fishing.

”Berkasnya sudah lengkap sudah dikirim ke kejaksaan. Tersangka ada delapan orang. Empat nakhoda kapal dan empat kepala kamar mesin,” ujar Kasi Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Batam Syamsu, Jumat (27/4).

Dalam penyelidikan, keempat kapal tersebut terbukti melakukan illegal fishing di perairan Natuna. ”Ini sudah kesekian kalinya. Modusnya sama, masuk secara ilegal dan mencuri ikan di wilayah perairan kita,” kata Syamsu.

Sesuai data penyelidikan awal, empat kapal tersebut diajukan untuk ditenggelamkan sesuai dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti.
”Tapi keputusan tetap di persidangan. Biasanya ditenggelamkan sesuai kebijakan dari bu menteri,” ujar Syamsu.

Jika empat kapal tersebut diputuskan dimusnahkan maka kata Syamsu, total ada 52 kapal tangkapan setahun terakhir ini yang berpotensi ditenggelamkan.
”Yang sudah inkrah juga cukup banyak, dan lagi proses dan berpotensi dimusnahkan (tenggelam) ada 52, termasuk empat tangkapan Ditpolairud Polda Kepri itu,” kata Syamsu.

Seperti yang diberitakan, KP Baladewa yang diawaki anggota Ditpolairud Polda Kepri menangkap empat KIA berbendera Vietnam di perairan Natuna, Kamis (15/3) lalu. Keempat kapal itu merupakan kapal ikan berbahan kayu dengan nomor lambung masing-masing BV 5480/Sima-050, KG 90592 TS/Sima-053, KG 95337 TS/054 serta KG 95366. Dari dalam, petugas mengamankan 33 ABK serta ratusan kilogram ikan campuran yang ditangkap di perairan Natuna.(eja)

Pemkab Lingga Undang Pakar Otonomi Daerah

0
Bupati Lingga Alias Wello saat memberikan arahan pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jumat (27/4).F. Wijaya Satria/batampos.co.id 

batampos.co.id – Kabag Humas Pemkab Lingga Sabirin memastikan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mengikuti rapat koordinasi (Rakor) forum OPD.
Kegiatan yang diadakan di aula Gedung Bupati di Daik Lingga, Jumat (27/4) siang juga diikuti oleh seluruh camat.

“Syukur kegiatan itu diisi oleh pembicara Prof Dr Mansyur Ahmad, pakar otonomi daerah,” kata Sabirin.

Ia menyampaikan, pada kesempatan itu, Prof Mansyur menekankan kepada seluruh hadirin untuk memantapkan kelembagaan dan kewenangan daerah masing-masing. Hal ini akan berdampak pada pembangunan daerah sesuai dengan ketentuan.

Dengan pemahaman tersebut, diharapkan seluruh OPD mengetahui wilayah daerah dan kewenangan pusat. Sehingga nantinya tidak ada tumpang tindih kewenangan.
“Pak Bupati Lingga Alias Wello juga hadir dalam kegiatan tersebut. Beliau juga menyampaikan sejumlah arahan kepada seluruh OPD dan seluruh hadirin,” kata Sabirin.

Bupati Lingga Alias Wello memberi apresiasi kegiatan ini. Karenanya kegiatan serupa harus terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan serta pengetahun kepada seluruh ASN dan Kepala OPD yang ada di jajaran Pemkab Lingga.(wsa)

Polisi Perketat Pengawasan Pelabuhan Jago

0
Kapal Roro saat berlabuh di Pelabuhan Jago, Lingga, beberapa waktu lalu. F. Wijaya Satria/batampos.co.id

batampos.co.id – Polsek Singkep Barat memperketat pengawasan di Pelabuhan Jago, Lingga. Karena aktivitas di pelabuhan tersebut akan meningkat menjelang Ramadan hingga Lebaran nanti.

“Tentunya cipta kondisi di Pelabuhan Jago sangat perlu dilakukan, terlebih jelang puasa terkait lalu lalang orang dan barang,” kata Kapolsek Singkep Barat Iptu Idris,Jumat (27/4) siang.

Pria yang baru bertugas menjabat Kapolsek Singkep Barat ini mengaku tidak mau kecolongan terkait penimbunan barang pangan untuk puasa dan Lebaran. Selain bahan pangan, Idris juga akan terus mengawasi sejumlah barang yang terbuat dari berbahan mudah terbakar seperti petasan dan kembang api.

“Jika terdapat petasan atau kembang api kami harus mengamankan barang tersebut agar tidak menimbulkan bahaya,” ujar Idris.

Pelabuhan Jago yang termasuk dalam wilayah Polsek Singkep Barat adalah salah satu pelabuhan penghubung Kabupaten Bunda Tanah Melayu dengan wilayah lainnya di Kabupaten Kepri.

Bahkan, Jago juga sebagai pelabuhan penghubung antara Provinsi Kepri dan Provinsi Jambi setelah aktifnya jalur Jago-Kualatungkal menggunakan kapal Roll on Roll off (Roro).

Karenanya, Idris mengaku akan melakukan pengawasan uang lebih ketat di kawasan tersebut. Sehingga seluruh aktifitas pelanggaran dapat ditekan. Idris menginginkan tidak adanya tindak kriminalitas di kawasan tersebut. (wsa)

Natuna Butuh Balai Kajian

0
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti (kanan) mengunjungi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), Kamis (26/4). F. Humas Pemkab Natuna untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengunjungi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) di Yogyakarta, Kamis (26/4). Kunjungan Ngesti, untuk melihat berbagai barang khas suku Melayu yang dipajang sebagai pusat kajian perkembangan khazanah kerajaan Melayu di Indonesia.

Ngesti mengatakan, BKPBM memiliki peran penting dalam melestarikan budaya Melayu untuk mendukung sektor pariwisata. Di Natuna mesti didirikan balai serupa.
“Pemerintah daerah juga harus belajar di sini. Bangun fasilitas balai kajian dan pengembangan, mengumpulkan per­kem­bangan peradaban Melayu di Natuna,” kata Ngesti.

Balai kajian akan membantu mengembangkan pariwisata di Natuna. Bahkan menurutnya, Natuna punya nilai lebih untuk peradaban budaya Melayu. Perairan Natuna Utara yang berbatasan laut Cina Selatan, kata Ngesti, terdapat potensi maritim seperti Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang menjelaskan bahwa perairan di Kabupaten Natuna pernah menjadi jalur penting perdagangan antarnegara.

Menurutnya, BMKT ini harus mendapatkan upaya penyelamatan mengingat saat ini sering dilakukan pencurian yang dilakukan oleh para pemburu barang-barang antik.
“Fasilitas balai kajian dan pengembangan budaya melayu di Natuna nantinya menjadi kajian yang menarik wisatawan asing,” ujar Ngesti.

Pada kunjungan tersebut, Ngesti bertemu dengan Manajer Umum BKPBM Yogyakarta Astrin Indriaswati. Menurut Astin, selama berdirinya fasilitas tersebut sering mendapatkan kunjungan terutama dari masyarakat Melayu, para peneliti dan sejarawan yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri, seperti dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. (arn)

Lima Penghuni Rutan Ikut UN

0
Lima narapidana Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun mengikuti ujian nasional, Jumat (27/4). F. Humas Rutan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Ujian Nasional (UN) Paket C dimulai Jumat (27/4). Lokasi ujian tidak hanya di sekolah-sekolah yang ditunjuk, tapi juga di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Tanjungbalai Karimun.

“Narapidana atau warga binaan kita ada yang mengukiti proses belajar untuk mendapatkan ijazah paket C yang setara dengan SLTA. Jumlahnya enam orang,” kata Kepala Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun Ery Erawan, kemarin.

Warga binaan tidak diperbolehkan mengikuti UN di luar rutan, sehingga tetap digelar di sana. “Kita siapkan aula untuk tempat ujian secara ma­nual atau UNKP (UN kertas pensil, red),” jelasnya.

Meski yang terdaftar selama ini enam warga binaan, namun yang ikut ujian hanya lima orang saja. Hal ini disebabkan, salah satu peserta sudah selesai menjalani masa hukuman di sana.

“Tidak hadirnya satu orang peserta UN Paket C sangat disayangkan. Sebab sudah lama ikut proses belajar, pas ujian akhir tidak hadir,” sesal Ery.

Dua orang pengawas yang merupakan guru pengajar warga binaan rutan, menjadi pengawas selama UN berlangsung. Untuk keamanan, petugas rutan juga melakukan penjagaan di pintu aula.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim mengatakan di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun memang ada kelompok belajar Paket C. Oleh karena itu, digelar UN Paket C bagi peserta kelompok belajar.

“Hanya saja, untuk di rutan pelaksanan ujian tidak menggunakan komputer, melainkan UNKP karena keterbatasan sarana,” ungkapnya.

Sementara itu, secara umum di Karimun ada tiga sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) Paket C. Yakni, di SMA Negeri 2 Karimun, SMK Yaspika dan SMK Vidya Sasana. Kemudian, di Pulau Kundur ada satu sekoakh yang digunakan untuk UNBK Paket C, yakni SMK Budi Mulya. Untuk peserta yang berasal dari luar Karimun dan Pulau Kundur, seperti Buru dan Moro, maka pesertanya harus ikut di Pulau Karimun.(san)

Cuaca Buruk, Nelayan Diminta Waspada

0
Coastal Area diguyur hujan Jumat (27/4). BMKG memprediksi hujan akan sering turun hingga Mei. F. Tri Haryono/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun Amirullah, mengingatkan kepada seluruh nelayan agar berhati-hati dalam menjalankan aktivitas di laut. Mengingat saat ini terjadi perubahan cuaca berupa hujan disertai angin puting beliung.

“Kita terus berkoordinasi kepada para nelayan yang sedang melaut. Terutama agar mengaktifkan kompas dan selalu memakai alat pengaman,” kata Amirullah, Jumat (27/4).

Ia juga meminta nelayan saat melaut jangan sendiri-sendiri. Sebaiknya berkelompok untuk menjaga hal yang tidak diharapkan. Amirullah mengaku telah mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun mengenai peralihan musim yang terjadi secara mendadak dari kemarau ke hujan lebat.

“Memang saat ini ikan banyak di laut, tapi jangan fokus menangkap ikan. Lihat kondisi cuaca yang paling penting. Di darat saja sudah dapat kita rasakan apalagi di laut. Kapan saja bisa berubah secara mendadak,” ungkapnya.

Perubahan iklim tersebut disebabkan oleh fenomena Madden Julian-oscilation (MJO) di skala regional. MJO adalah fenomena gelombang atmosfer tropis. MJO yang be­rada di wilayah Indonesia saat ini telah berada di ku­adran empat.

“Kita melakukan koordinasi ke semua stake­holder, agar nelayan kita nyaman saat melaut. Ketika ter­jadi sesuatu dapat diinformasikan dengan cepat,” tuturnya.

Sementara itu informasi dari BMKG Karimun, suhu saat ini berkisar antara 24 sampai dengan 32 derajat Celsius. Sedangkan, kelembaban 65 sampai 95 persen. Harus diwaspadai potensi terjadinya hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pagi dan siang hari.

Kemudian untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan diimbau agar berhati-hati terhadap arus laut yang kuat di seluruh perairan Kepulauan Riau. Kondisi cuaca di Karimun Jumat (27/4) kemarin mendung dan hujan di beberapa wilayah seperti Pangke, Tebing, Pasir Panjang. Sedangkan di Kota Tanjungbalai Karimun diwarnai dengan gerimis.(tri)

168 TKA, 23 Asal Tiongkok

0

batampos.co.id – Jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Karimun dalam dua tahun terakhir terus mengalami penurunan. Hal itu disebabkan jumlah pekerjaan jenis kontruksi yang ada di berbagai perusahaan mengalami penyusutan.

”Data terakhir pada bulan lalu, jumlah TKA yang terdaftar di daerah kita hanya 168 orang,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun Hazmi Yuliansyah, Jumat (27/4).

Booming TKA di Karimun, menurut Hazmi terjadi pada 2016 yang mencapai 960 TKA. Dibandingkan dengan tahun ini, penurunannya sekitar 90 persen. ”Sebagian besar TKA ketika itu bekerja di PT Saipem Indonesia Karimun Brancah (SIKB, red),” bebernya.

Saat inipun dominasi penempatan TKA masih di PT SKIB. Rata-rata TKA yang ada di perusahaan tersebut adalah tenaga ahli. Hal ini diketahui berdasarkan surat masuk yang disertakan dengan lampiran sertifikat kecakapan.

Sebagian besar TKA itu berasal dari Singapura. Sedangkan TKA asal Tiongkok masih minim. ”Hanya 23 orang saja,” sebut Hazmi.

TKA asal Tiongkok tersebut dipekerjakan di perusahaan-perusahaan subkontraktor yang ada di Pulau Karimun sebagai tenaga ahli. ”Ini dibuktikan dengan sertifikat yang dilaporkan kepada kita,” jelas Hazmi.

Di sisi lain, dia tidak menampik minimnya pengawasan terhadap TKA pada saat ini. Pengawasan terhadap TKA tidak bisa maksimal sebab untuk pengawasan sudah bukan kewenangan Disnaker Kabupaten Karimun.

Pengawasan TKA berada di bawah Disnaker Provinsi Kepri. Aturan tersebut mengacu pada salah satu pasal di Un­dang Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
”Meski demikian, kita sudah menjalin kerja sama dengan Imigrasi Tanjungbalai Karimun untuk pengawasan orang asing (Pora) yang tergabung dalam Tim Pora,” katanya.

Tim tersebut yang melakukan pemeriksaan TKA yang ada di perusahaan-perusahaan.
”Ketika kita turun ke lapangan melakukan pengecekan bisa kita ketahui apakah TKA yang bekerja dalam satu perusahaan melapor secara resmi atau tidak. Kita bersama Imigrasi siap turun ke lapangan melakukan pengecekan jika ada perusahaan yang mempekerjakan orang asing tanpa izin,” tegasnya. (san)

Play sound