Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 12514

Disduk Pemko Batam Kejar Penyelesaian e-KTP di Enam Kecamatan

0
Seorang pegawai Kecamatan Batuampar sedang melayani perekaman e-KTP Foto: Cecep Mulyana-Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk-capil) Kota Batam membutuhkan sedikitnya 60 ribu blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di enam kecamatan.

“Enam kecamatan kan sudah siap termasuk yang hinterland, sisa enam lagi,” kata Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar, Kamis (8/2).

Ia menyebutkan enam kecamatan yang belum tercetak diantaranya, Sekupang, Sagulung, Seibeduk, Lubukbaja, Bengkong dan Batamkota.

“total semua ada 60 ribu lebih blanko yang masih kami butuhkan untuk menyelesaikan penumpukan ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan hal ini sudah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), agar bisa diberikan dalam waktu dekat ini.

“Minggu ini kami sudah merampungkan Batuaji, dan segera didistribusikan,” imbuhnya.

Said menambahkan, saat ini Disduk harus menyelesaikan pencetakan agar diberikan blanko yang baru. “Sistemnya seperti itu, jika sudah selesai cetak kami langsung lapor, nanti diminta untuk menjemput blanko,” tambahnya.

Ia berharap bisa diberikan blanko yang lebih banyak lagi dari yang sebelumnya. Terakhir Batam mendapatkan 20 ribu keping blanko yang sudah dialokasikan di tiga kecamatan.

“Ya kalau bisa langsung dikasih 60 ribu biar semua selesai, jadi mereka pemegang e-KTP juga bisa berpartisipasi dalam pemilihan tahun depan,” tutupnya.(yui)

Sagulung Ajukan 11 Ribu Blanko e-KTP

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kecamatan Sagulung akan segera mendapatkan jatah 11 ribu blanko e-KTP dari pusat. Camat Sagulung, Reza Khadafi mengatakan ribuan blanko tersebut sengaja diajukan untuk Kecamatannya, agar masalah penumpukan berkas dapat diselesaikan.

“Sudah diajukan ke pusat. Semoga bisa,” ujar Reza saat dikonfirmasi, Kamis (8/2).

Dia mengatakan saat ini terdapat lebih dari 11 ribu berkas e-KTP yang menumpuk. 10 ribu diantaranya sudah siap untuk dicetak.

“Kalau pengajuan itu diterima, maka masalah KTP akan diselesaikan tahun ini,” kata Reza.

Sebelumnya, Kecamatan Batuaji juga sudah mendapatkan jatah 10 ribu blanko e KTP dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam. Kepala Disdukcapil Said Khaidar mengatakan pihaknya memang tengah fokus menyelesaikan masalah penumpukan berkas dengan melakukan pencetakan untuk per kecamatan. Hal itu dimulai dengan menyelesaikan pencetakan untuk tiga kecamatan di Hinterland.

“Di Bulang, Galang dan Belakang sudah selesai. Ada 8 ribu berkas yang telah dicetak,” kata Said belum lama ini. (une)

ISPA, Penyakit Tertinggi yang Ditangani Puskesmas Batuaji

0
ilustrasi

batampos.co.id – Puskesmas Batuaji mencatat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang paling banyak diderita warga Batuaji. Kepala Puskesmas Batuaji, Fitriati mengatakan Januari 2018, ada ratusan warga yang berkunjung ke Puskesmas untuk berobat penyakit ISPA.

“Jumlah pasti saya belum terima, namun sejauh ini Ispa masih peringkat pertama penyakit yang diderita warga Batuaji,” ujar Fitriati saat ditemui diruangannya Kamis (8/2).

Pada tahun 2017 saja, terdapat 16.613 Kasus Ispa yang mereka tangani. Ia mengatakan penyakit ini Ispa menyerang kepada kelompok umur yang bervariasi, yakni anak-anak hingga dewasa.

“Penyakit ini rawan menyerang warga yang memiliki kondisi lingkungan yang kurang bersih, seperti polusi,” katanya.

Puskesmas Batuaji juga mencatat beberapa penyakit lain yang masih tergolong 10 besar penyakit yang paling banyak diderita warga Batuaji yakni Commond Cold, Dispesia, faringtis akut, demam tanpa sebab, diare dan gastroenteris, arthritis rematoid, tonsilitis akut, sindrom-sindrom sakit kepala dan myalgia.

“Penyakit ini rata-rata kami tangani 256 hingga 410 pasien per bulannya,” ucapnya.

Penyakit ispa juga menjadi penyakit peringkat tertinggi ditangani Puskesmas Seilekop, Sagulung. Kepala Puskesmas Seilekop Erizal mengatakan mereka biasa menangani pasien Ispa mulai 200 hingga 300 orang perbulannya.

“Angkanya fluktuasi. Tapi sejauh ini angkanya masih tetap sama seperti bulan-bulan yang lalu,” ujar Erizal, belum lama ini. (une)

Kadis Pariwisata Harus Mampu dan Berbasis Program

0

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging mengatakan, dinas pariwisata merupakan posisi vital untuk mengembangkan Batam sebagai Kota Pariwisata. Untuk itulah ia meminta pada Wali Kota Batam untuk mengisi jabatan ini pada pejabat yang memiliki kapasitas dan kapabilitas.

“Memang haknya wali kota. Namun minimal benar-benar mengusai ilmu pariwisata. Sehingga apa yang akan dikembangnya menjadi terukur dan terencana dengan baik,” kata Uba, Kamis (8/2).

Selama ini ia melihat jabatan kepala dinas pariwisata hanya sebatas berbasis fungsi, yang penting menjalankan tugas tanpa adanya program apa saja yang akan dikembangkan. Hal ini tentu saja tak sejalan dengan tujuan pemerintah daerah untuk menjadikan Batam sebagai daerah tujuan kunjungan wisatawan.

“Artinya program dan kemana akan dibawa pariwisata harus jelas,” sebut Uba.

Pariwisata sendiri lanjut Uba, saat ini sudah menjadi program prioritas utama di setiap negara. Mereka berlomba-lomba menggaet wisatawan lewat program-program yang mereka sediakan. “Nah di Batam sebenarnya banyak destinasi yang bisa kita dikembangkan. Hanya saja itu yang belum bisa kembangkan,” paparnya.

Bahkan, kata Uba, data kunjungan wisatawan di Batam yang hanya 1-2 hari menujukan minimnya destinasi serta infrastruktur yang bisa membuat mereka lebih lama jadi lenght of staynya menjadi sangat terbatas.

Kadis pariwisata harus bisa membuat orang berpikir untuk berlibur lama ke Batam, Jika hanya 1-2 hari mereka merasa rugi.

“Inikan sama seperti di Bali. Kalau kita pergi ke Bali sehari dua hari rugi. Karena begitu banyak lagi yang bisa jalani. Tetapi waktu habis. Itu yang saya pikir paling penting,” katanya.

Ia berharap nanntinya orang-orang yang ditunjuk menjadi Kadis Pariwisata itu harus memiliki sensor tourism yang memang benar-benar baik. Bukan hanya torism kuliner, view pemandangan dan lain sebagainya. Perlu juga membuat misalnya sport tourism, extrim sport.

“Mungkin di daerah lain sulit, di Batam bisa. Artinya tidak lagi meniru daerah lain. Harus ada semacam unggulan yang bisa kita jual,” imbuhnya.

Ia mengakui Kadis Pariwisata harus memiliki kemampuan untuk menerobos batas-batas wilayah atau sektoral yang sangat diperlukan. Harus memang punya kemampuan manejerial yang mampu melintasi tingkat sektoral.

“Pariwisata ini memang lintas sektor. Contoh kemarin keributan taksi online yang sudah memberikan image yang kurang baik. Saya melihat pemerintah disini aneh karena responnya lambat,” ujar Uba.

Begitu juga Batam memiliki badan ekonomi kreatif, hal ini juga harus bisa direspon oleh kepala dinas budaya dan pariwisata. Mereka punya anggaran, dan kegiatan yang sifatnya kreatif.

“Meraka juga harus melihat ke arah sana. Tidak lagi sebatas hanya menjalankan tugas,” jelasnya. (rng)

1 Ton Narkoba Tangkapan TNI AL Itu Dibungkus dalam 41 Karung Beras

0
Suasasana press relase di Mako Lanal Batam yang menghadirkan barang bukti.

batampos.co.id – Sukses besar menangkap penyelundup Narkoba ke Indonesia buah dari kerjasama antara BNN dengan TNI AL.

Seperti diberitakan, TNI Angkatan Laut unsur KRI dari Komando Armada RI Kawasan Barat KRI Sigurot-864 berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba ke Indonesia.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu Narkoba berjenis sabu-sabu seberat 1,1 ton.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari mengatakan operasi ini telah dilakukan sejak Desember 2017. BNN menjalin kerjasama dengan TNI AL tentang info yang mereka terima.

Saat jumpa pers di Mako Lanal Batam siang ini, WaKasal Laksamana Muda (Laksda) Achmad Taufiqoerrochman mengatakan dari dari BNN mereka olah dengan data – data lain lalu disinkronkan.

Hasilnya….

Rabu (7/2/2018) KRI Sigurot-864 Koarmabar berhasil menangkap MV Sunrise Glory di Perairan Selat Philips, pada koordinat 01.08.722 U/103.48.022 T karena melintas diluar Traffic Separation Scheme (TSS) masuk perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura, sehingga pergerakannya mencurigakan.

Pemeriksaan awal seluruh dokumen yang ada di kapal diindikasikan palsu karena hanya terdapat Foto Copy dokumen bukan dokumen asli.

Saat pemeriksaan Tim berhasil menemukan barang bukti Narkoba berupa Sabu-Sabu sebanyak 41 Karung Beras, dengan perkiraan berat lebih dari 1.000 Kg, barang-barang tersebut ditemukan di antara tumpukan karung beras dalam palka bahan makanan. Proses pemeriksaan di kapal tersebut masih terus dilaksanakan untuk mengantisipasi masih ada barang-barang terlarang lainnya.


WaKasal Laksamana Muda (Laksda) Achmad Taufiqoerrochman (kiri) berbincang dengan Arman Depari (baju biru).

Arman Depari seperti yang dilansir Kompas TV, mengatakan info awal yang BNN terima ialah kapal tersebut memuat 3 ton narkoba.

“Kami menduga mereka sudah menurunkan sebagian di Australia juga negara lain,” ujar Arman Depari.

Arman menambahkan akan melakukan cek laboratorium.

Cek lab ini untuk mengetahui apa kandungan sabu yang ditangkap. Apabila sama dengan yang ditangkap di Serang, Banten  maka bisa dipastikan pabriknya sama, sindikatnya sama. (ptt)

 

Dishub Pemko Batam Harus Serius Kelola Parkir

0

bat

Ratusan mobil terparkir di halaman Parkir Pelabuhan Internasional Batam Center. F.Rezza Herdiyanto/Batam Posampos.co.id – Target Retribusi parkir di 2018 ini hanya sekitar Rp 10 miliar. Meski jauh dari potensi parkir di Batam, anggota DPRD Batam pesimis target ini akan tercapai oleh dinas perhubungan.

“Jujur saja kalau terkait retribusi parkir ini, saya pesimis ini akan tercapai. Kalau pengelolaannya masih seperti sekarang ini,” kata anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean.

Padahal menurut Werton, target parkir ini masih sangat jauh dari potensi parkir yang ada yakni Rp 30 miliar. Ia berharap ada terobosan yang dilakukan Dishub untuk menngagli PAD parkir ini.

“Dihub bisa menggandeng atau bekerjasama dengan pihak ketiga. Kalau tidak PAD dari parkir ini, tidak akan banyak berbeda dengan tahun sekarang,” katanya.

Selain itu ia berharap Dishub terus membenahi parkir. Melakukan penertiban termasuk jukir liar di Batam.

Menurutnya, ada beberapa pengaduan warga yang selama ini meresahkan. Salah satunya adalah adanya jukir yang memungut uang parkir hingga tengah malam.

Sebelumnya kepala dinas perhubungan Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan bahwa target Rp 10 miliar di 2018 akan diupayakan terealisasi. Ia mengatakan semua tim akan bekerja keras untuk memenuhi target tersebut.

“Sama seperti yang saya katakan sebelumnya, kalau misalnya ada Jukir yang tidak berseragam, warga jangan memberikan uang parkir,” katanya.

Ia mengatakan penataan dan penertiban parkir ini terus dilakukan. Dan dalam beberapa waktu kedepan Dishub juga akan melakukan razia jukir liar. (rng)

Tahun Ini, Tahun Pertama bagi Yulinca Tanudjaya Imlek bersama Suami

0

batampos.co.id – Yulinca Tanudjaya masih belajar untuk membagi waktu setelah menikah tiga bulan lalu. Kenapa tidak, selain harus melayani suami, ia juga harus berkutat dengan pekerjaan dan kuliah disemester akhir.

“Awalnya susah, tapi lama-lama terbiasa. Intinya kalau di rumah tak usah pikirkan urusan kerjaan dan kuliah,” terang wanita pemilik senyum manis ini kepada Batam Pos.

Bahkan, untuk sementara ia harus menutup hobinya yang gemar membaca novel. Apalagi hobi itu telah ia salurkan sejak duduk dibangku sekolah dasar.

“Hobi membaca novel, tapi sekarang tak sempat membaca lagi. Waktu sudah habis terkuras,” ujar wanita yang kini berusia 25 tahun.

Menurutnya, dalam pernikahan haruslah ada saling pengertian antar pasangan. Suaminya pun tak pernah melarangnya untuk bekerja, bahkan untuk menyelesaikan tugas akhir kuliahnya.

“Ia selalu mendukung, karena komitmen dari awal saling suport,” imbuh mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi di salah satu perguruan swasta di Batam ini.

Tak hanya itu, jelang perayaan imlek Yulinca mengaku semakin was-wasan dan bingung. Alasanya, imlek 2569 merupakan tahun pertama ia bersama suami. Semua yang sebelumnya bersama keluarga, kini harus ia lakoni sendiri, mulai membersihkan rumah hingga membuat kue.

“Saya anak tunggal, dulunya imlek selalu bersama keluarga. Kini saya yang harus mengatur sendiri. Tahun ini pun saya punya harapan bisa lebih baik lagi,” pungkas anak pasangan Hardi Tanudjaja dan Mui Im ini. (she)

Yuk nge-Zumba Bareng di HUT ke 15 Batam TV

0

batampos.co.id – Sebagai rangkaian kegiatan HUT ke 15 Batam TV, tahun ini panitia kegiatan dari stasiun televisi lokal pertama di Batam itu, mengggelar kegiatan senam Zumba bersa di dataran Engku Puteri, Batam. Ada nerbagai hadiah doorprize menarik yang disiapkan panitia.

Sebagai media audio visual pertama dan terbesar di Kepulauan Riau, Batam TV yang genap berusia 15 tahun pada tanggal 17 januari 2018 lalu, Batam TV sudah menggelar beberapa acara sebelumnya. Seperti kegiatan sosial santunan panti asuhan di beberapa lokasi di kota batam.

Untuk memeriahkan hari jadi salah satu stasiun televisi di Batam yang memiliki pengaruh dan peran dalam gerak dan denyut nadi kehidupan berpolitik, ekonomi, sosial dan budaya di kepulauan riau ini, Batam TV bertekad memperbanyak dan memperbaiki kualitas programnya.

Selain dapat di akses melalui frekuensi 51 UHF, ke 15 tahun ini, Batam TV juga dapat di akses melalui media social serta JPM STREAM dari smartphone android bersama dengan puluhan TV Jawa Pos group yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua ini dikarenakan Batam TV merupakan salah satu TV jaringan Jawapos Group.

Memiliki komitmen untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan di batam khususnya dan Kepulauan Riau pada umunya. Batam TV juga berencana melaksanakan beberapa kegiatan lainnya untuk lebih dekat dengan pemirsa dan masyarakat.

Salah satunya dengan mengadakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada minggu tanggal 11 februari 2018 ini yaitu kegiatan senam sehat zumba .

“ Semoga dengan kegiatan perayaan HUT Batam TV ke 15 kami ini, masyarakat kota batam dapat hadir beramai-ramai mengikuti senam “ ungkap Fahrudin selaku ketua panitia pelaksana HUT Batam TV.

Adapun senam zumba ini dimulai dari pukul 6 pagi hingga selesai pada minggu (11/2) ini di dataran engku putri batam centre kota batam.

“ Senam ini gratis dan terbuka untuk umum, trus akan banyak doorprize dan hadiah menarik bagi yang beruntung, datang ya”, tambah Fahruddin. (*)

Komisi VI DPR RI Dukung Impor Beras

0
Seorang pekerja toko sembako Multi Sukses dipasar Mega Legenda mengangkat karung beras saak akan disusun , Rabu (7/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Komisi VI DPR RI mendukung dibukanya kran impor beras. Impor beras harus dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kepastian cadangan beras pemerintah pada rangka yang aman.

“Sehingga tidak lagi dipermaikan spekulan. Saya dengar saat ini banyak ibu-ibu rumah tangga termasuk istri saya sendiri mengeluhkan sulitnya mencari beras di pasar,” kata Ketua Komisi VI DPR RI, Teguh Juwarno usai meninjau Mall Pelayanan Publik (MPP), Kamis (8/2).

Saat ini kata Teguh, kenyataan di lapangan mengatakan sebaliknya. Beras saat ini sulit didapat dan harganya cukup tinggi.

“Saya tahu betul dengan impor beras ini KPK juga sekarang sudah turun tangan untuk memastikan impor beras ini bukanlah permaian para pemburu rente,” katanya.

Teguh juga memaparkan faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya impor beras adalah ketidaksinkronan antara data produksi dan data suplai. Selama ini Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selalu mengklaim bahwa Indonesia sudah bisa melakukan swasembada.

Namun kenyataannya di bahan dasar nasi itu justru kerap kosong di pasar-pasar dan menyebabkan harganya menjadi relatif fluktuatif. “Ditengah situasi seperti ini Kementerian Pertanian mengambil inisiatif untuk melakukan impor beras,” katanya.

Teguh mengatakan beras merupakan komunitas strategis, karena permasalahan tersebut pemimpin sebelumnya lengser dari kursinya. Makanya saat ini Presiden Joko Widodo tidak mau mengambil resiko apabila terjadi kelangkaan beras di pasar karena sangat berbahaya terhadap kestabilan politik.

Teguh menambahkan perhatian saat ini terfokus kepada para petani lokal yang akan panen raya pada Februari dan Maret mendatang. “Panen raya produksi petani akan tetap diserap, ada atau tidak ada impor beras,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi berharap Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan beras impor dikarenakan harga komoditas tersebut di kota industri itu masih sangat tinggi.

“Kita berharap adalah yang dikirim ke sini (Kota Batam),” kata Zarefriadi, di Batam, Kamis. Menurutnya hingga saat ini pihaknya bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Batam masih melakukan operasi pasar guna menekan harga beras di pasar.

Zarefriadi menambahkan kebutuhan beras di Kota Batam mencapai 10 ribu ton per bulan. Operasi pasar seharusnya sudah berakhir pada akhir Januari kemarin. Namun dikarenakan harga beras yang kian melonjak dinasnya dan Bulog memutuskan untuk memperpanjang jadwal operasi pasar hingga Maret mendatang.

Menurut Zarefriadi sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi berapa jumlah beras impor yang akan diberikan ke Kota Batam. Dia juga memprediksi pada perayaan hari raya imlek nanti tidak ada peningkatan konsumsi beras.

Karena beras di Batam langka, maka Bulog Sub Divre Kota Batam beberapa waktu lalu memasok beras medium kepada para pedagang di pasar-pasar tradisional. Antara lain di Pasar Jodoh Kecamatan Lubuk Baja, Aviari Kecamatan Batuaji dan Sagulung Kecamatan Sagulung.

Tiga wilayah tersebut dinilai paling banyak membutuhkan pasokan beras karena jumlah penduduknya lebih besar dibandingkan kecamatan lainnya. Bulog terus berkoordinasi dengan satuan tugas (Satgas) Pangan guna mengontrol harga beras khususnya di Kota Batam dan Kabupaten Karimun.

Bulog juga sudah melakukan operasi pasar cadangan beras pemerintah (OPCBP) sebanyak 144.500 kilogram. Pada Januari lalu Bolug sudah melakukan operasi pasar dengan jumlah 47.500 ton beras di Batam.(leo)

Batam Mampu Bangun Kapal Canggih

0

batampos.co.id – PT Palindo Marine, Batam, kembali membuktikan diri sebagai perusahaan galangan kapal yang mampu membangun kapal-kapal berkelas dunia. Kali ini, perusahaan shipyard yang berlokasi di Sagulung tersebut sukses menyelesaikan dua kapal patroli canggih pesanan TNI Angkatan Laut (AL).

Kedua kapal tersebut masing-masing kapal patroli keamanan laut (Patkamla) Pulau Yapen dengan nomor lambung I-10-21 dan kapal Patkamla Pulau Langkai I-6-63. Kapal-kapal sudah melalui uji coba berlayar (sea tried) dan diserahkan secara resmi ke pihak Badan Keamanan Laut (Bakamla), Jumat (9/2) siang. Serah terima dilakukan di lokasi galangan kapal PT Palindo Marine dari manajemen PT Palindo Marine kepada TNI Al yang dipimpin oleh Asisten Logistik (Aslog) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) laksamana muda TNI Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, kedua kapal patroli tersebut merupakan tipe kapal patroli perang (combat boat) yang pengoperasiannya lebih cenderung ke tingkal Lanal. Kapal dengan panjang 18,85 itu bertugas untuk mendukung kinerja kapal patroli keamanan laut lainnya yang panjangnya 40 meter ke atas.

“Penyerahan dan pertanggung-jawabannya tetap tingkat Lantamal, namun operasinya cenderung ke tingkat Lanal nanti. Kapal patroli kecil ini lebih cenderung untuk Lanal tipe C. Tugasnya ya mendukung kapal-kapal patroli besar lainnya,” jelas Mulyadi.

Dua kapal tersebut akan ditempatkan di wilayah kerja Lamtamal VI Makasar dan Lamtamal X Papua. Pengadaan dua kapal Patkamla tersebut, kata Mulyadi, merupakan upaya TNI AL untuk melengkapi armada kapal patroli di seluruh wilayah perairan Indonesia. Diakui Mulyadi, secara umum jumlah kapal patroli pendukung memang masih kurang. Dari 14 Lantamal yang ada baru memiliki 20-an unit kapal serupa. Padahal kebutuhan ideal kapal tersebut sekitar 60-an unit sebab ada 50 pangkalan dari 14 Lantamal yang ada.

“Minimal satu lantamal itu tiga unit. Kurangnya masih banyak karena pengoperasiannya ke juga harus merata ke tingkat pangkalan. Pangkalan yang ada termasuk Lanal diatas 50 an,” tuturnya.

Selain kapal patroli jenis combat itu kekurangan serupa kata Mulyadi juga terjadi pada jenis kapal patroli 40 meter. Saat ini pihaknya baru memiliki 24 unit kapal patroli 40 meter. Jumlah tersebut memang belum ideal sebab ditambah dengan kapal patroli tua lainnya baru mencapai angka 80 persen.

“Memang masih banyak kekurangan. Tapi bagaimanapun kita tetap maksimal menjalankan tugas dan fungsi sebagai pengaman wilayah peraiaran. Mudah-mudahan tahun-tahun berikut ada pengadaan lagi sebab target pengadaan kapal-kapal pertahanan ini sampai tahun 2024,” tuturnya.

Terkait dua kapal yang baru dibangun PT Palindo Marine itu, diakui Mulyadi merupakan tipe kapal patroli kecil yang lincah dan tangguh. Kapal dengan kecepatan mencapai 40 knot itu dipastikan mampu mendukung kinerja kerja kapal-kapal patroli besar lainnya.

Keunggulan lainnya, kapal tersebut dibangun dengan bentuk yang lebih ramping hasil mofifikasi dari desain kapal-kapal patroli sebelumnya. Selain peralatan terbaru yang lebih canggih, tentunya kapal ini juga dilengkapi persenjataan yang mutakir.

“Untuk senjata nanti ada dinas kami sendiri yang pasang,” ujarnya.

Rampungnya pembangunan dua unit kapal Patkamla diapresiasi oleh Mulyadi. Dia mengaku bangga karena PT Palindo Marine mampu menyelesaikan kapal-kapal tersebut sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dan tepat waktu.

“Itu kami apresiasi dan harapan kami agar ke depannya tetap berkomitmen seperti ini. Mutu dan waktu (pengerjaan) tidak boleh diabaikan agar kita semakin dipercaya,” harap Mulyadi kepada pihak PT Palindo Marine.

Menanggapi itu, Presiden Direktut PT Palindo Marine Hermanto mengaku sudah menjadi komitmen PT Palindo Marine untuk selalu profesional dalam menjalankan amanah dan kepercayaan yang diberikan pemerintah tersebut.

“Sudah banyak kapal negara yang kami kerjakan dan tak pernah mengecewakan. Ini sudah komitmen kami untuk memberikan yang terbaik buat negara ini,” tutur Harmanto.

Lebih lanjut Harmanto menyebutkan, bahwa kedua kapal yang sudah diserah-terimakan itu sudah dikerjakan dengan baik sesuai spesifikasi yang ditentukan. Rampungnya dua kapal negara itu merupakan kebanggan tersendiri, sebab dikerjakan oleh putera puteri bangsa.

“Ini 100 persen buatan anak bangsa. Ini bukti bahwa kita tak lagi bergantung dengan negara lain,” tuturnya.

Untuk itu Harmanto berharap agar segala kebutuhan kapal negara ke depannya harus dipercayakan kepada perusahaan-perusahaan lokal yang ada khususnya PT Palindo Marine sendiri. (eja)