Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12564

Polisi Telusuri Jejak Pembuang Bayi di Parit

0
Anggota Polsek Batuampar berpakaian preman mengevakuasi mayat bayi yang ditemukan di parit samping Dana Graha Nagoya, Senin (15/1). Orok bayi yang tak berdosa ini dibawa pihak kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuampar belum menemukan petunjuk jelas untuk mengidentifikasi pelaku pembuangan bayi laki-laki yang ditemukan telah meninggal dunia di selokan samping gedung Dana Graha, Senin (15/1) lalu. Bukti-bukti masih ditelusuri dan sejumlah saksi masih dimintai keterangan.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar Ipda Bonar Hutapea mengatakan, sejumlah saksi yang dimintai keterangan di antaranya saksi yang menemukan peratama kali dan satpam yang bertugas di Dana Graha. Bukti yang masih ditelusuri antara lain rekaman kamera pemantau (CCTv) di sekitar lokasi penemuan bayi tersebut.

“Kita belum bisa pastikan apakah bayi itu dibuang di lokasi itu atau dibuang dari atas kemudian terbawa arus sampai di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Untuk petunjuk di lokasi penemuan juga minim petunjuk,” ujarnya, Selasa (16/1) siang.

Dijelaskan Bonar, berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan sementara jasad bayi itu merupakan hasil hubungan gelap dan sengaja dibuang oleh orangtuanya. Selain itu, bayi itu juga diduga bukan bayi hasil aborsi atau bayi prematur yang kemudian dibuang oleh orang tuanya. Sebab, anggota tubuh bayi itu sudah terbentuk dan tali pusarnya masih menempel di perutnya.

“Kita terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Kita intensifkan pemeriksaan saksi dan pencarian informasi terkait lainnya,” jelasnya.

Dalam berita sebelumnya, jasad bayi laki-laki ini ditemukan pertama kali oleh Nasrul, 37. Saat itu ia sedang duduk istirahat di tepian parit di samping Gedung Dana Graha, Nagoya, Senin (15/1/2018) sekitar pukul 11.25 WIB. Saat bersantai sambil melepas lelah, Nasrul melihat sesosok bayi dalam kondisi terpung.

Untuk memastikan bahwa yang dilihatnya itu memang mayat bayi, Nasrul mencoba melihat lebih dekat lagi. Setelah didekati, ternyata yang ia lihat itu memang merupakan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan tertelungkup. Selanjutnya, Nasrul langsung memberitahu satpam Dana Graha dan memberitahu pihak kepolisian.

Usai mendapat laporan dari Nasrul, selanjutnya pihak kepolisian langsung mengevakuasi bayi itu dan dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan identifikasi dan mencari siapa orang tua bayi tersebut. Hingga Selasa (16/1) kemarin, jasad bayi laki-laki itu masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. (gie)

Mencari Ibu Biologis Bayi Rosinta

0

batampos.co.id – Penemuan bayi perempuan di Ruli Pemda, Kelurahan Buliang, Batuaji, masih menjadi teka-teki. Polsek Batuaji belum bisa mengungkapkan siapa pelaku pembuangan bayi yang terjadi pada Senin (15/1) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Ipda Yanto mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus pembuangan bayi yang baru berusia lima hari itu.

“Masih diselidiki. Saksi sudah diperiksa dan belum ada yang dicurigai,” ujar Yanto kepada Batam Pos, Selasa (16/1).

Dia mengaku memiliki kendala hingga kasus pembuangan bayi itu belum terungkap. Yakni, saat buang bayi ini, tidak ada saksi mata di sekitar lokasi. Di lokasi juga tidak ada CCTV.

“Kejadiannya jam 4 pagi. Orang pada tidur, makanya minim petunjuk,” katanya.

Meski demikian, pihaknya akan berupaya mendalami lokasi pembuangan bayi. Misalnya, bertanya kepada warga tentang adanya perempuan yang hamil akhir-akhir ini. Demikian juga dengan pasangan suami-istri yang pertama kali menemukan bayi tersebut.

“Siapa tahu keluarga pasangan ini ada yang hamil. Sebab, pelaku buang bayi itu memilih rumah dia,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) khusus Kepri. Hal itu guna menemukan klinik tempat bayi tersebut lahir. Sebab, menurutnya, bayi yang ditemukan di teras rumah Robinson Sinaga dan Rauli Ritonga itu, tali pusarnya sudah rapi dan menggunakan penjepit yang biasa digunakan oleh bidan pada umumnya.

“Sekarang kami sedang mengembangkan dimana kliniknya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa ungkap siapa ibu biologis dari anak tersebut,” tuturnya.

Seperti diberitakan penemuan bayi terjadi di ruli Pemda II RT02/RW26, pada pukul 04.30 WIB. Bayi mungil tersebut ditemukan dalam kondisi sehat dengan balutan kain handuk putih. Ditangan bayi mungil itu juga terselip sepucuk surat yang diduga sengaja diletakan oleh pelaku pembuang bayi mungil itu. Surat itu menjelaskan alasan pelaku membuang bayi tersebut. Pelaku yang diduga adalah ibu dari bayi itu agar bayinya dirawat oleh sang pemilik rumah sebab setahun kemudian dia akan kembali mengambil bayi mungil itu. (une)

32 Tim Ikuti HSBL 2018

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pendaftaran peserta Batam Pos Honda Student Basketball League (HSBL) 2018 telah resmi ditutup Senin (15/1) kemarin. Sebanyak 20 tim putra dan 12 tim putri bakal menyemarakkan ajang kompetisi bola basket antar pelajar SMA/SMK se-Kepri ini.

“Sebelumnya, kami hanya membatasi kuota 8 tim putri untuk peserta HSBL 2018, namun karena antusias yang sangat luar biasa, kuota peserta kami tambahkan menjadi 12 tim putri,” ujar Sales Manager Honda Capella, Harry Sutiono kepada Batam Pos, Selasa (16/1).

20 tim putra tersebut yakni sang juara bertahan SMA Maitreya, runner up 2017 SMA Ananda, SMA Bodhi Darma, SMA Djuwita, SMK Maitreya, SMA Yos Sudarso, SMKN 1 Batam, SMKN 5 Batam, SMAN 17 Batam, SMK BBS, SMKN 2 Batam, SMAN 3 Batam, SMKN 4 Batam, SMA Maha Bodhi Tanjung Balai Karimun, SMK Kartini, SMA Mondial, SMA Harapan Utama, SMK Permata Harapan, SMAN 4 Batam dan SMK Harmoni.

Sementara itu 12 tim putri yang menjadi peserta HSBL 2018 yaitu SMA Bodhi Darma, SMA Yos Sudarso, SMKN 5 Batam, SMAN 17 Batam, SMKN 2 Batam, SMA Maha Bodhi, SMA Maitreya, SMA Harapan Utama, SMK Kartini, SMA Mondial, SMK Permata Harapan dan SMA Ananda.

Harry mengatakan, Teknikal Meeting (TM) HSBL 2018 akan dilaksanakan tanggal 20 Januari 2018 di Dealer Capella Honda, Kompleks Mahkota Raya Batamkota.

“Semua tim peserta wajib hadir untuk mengundi pembagian grup,” katanya.

Babak penyisihan sendiri akan dilangsungkan pada 26-31 Januari di Sekolah Yos Sudarso Batam. Sedangkan babak semifinal hingga final bakal digelar 2-4 Februari di Hi Test Arena Batam.

Tak hanya itu, HSBL 2018 juga bakal dimeriahkan lomba modern dance dan test ride berhadiah sekaligus sosialisasi safety riding serta memperkenalkan produk-produk terbaru motor Honda. (oza)

Kapal TNI AL Tabrak Speedboat Penyelundup Sabu di Perairan Batam

0

batampos.co.id – Kapal milik pangkalan TNI Angkatan Laut (lanal) Batam menabrak speedboat penyelundup sabu dari Sei Renggit, Malaysia, Selasa (16/1) dini hari. Sehabis menabrak speedboat itu, anggota Lanal melakukan pengecekan.

“Sudah tidak ada ditemukan orang lagi. Kami mengira saat kejar-kejaran itu mereka terjun ke laut,” Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan, Selasa (16/1).

Dari penuturan Iwan,kronologis kejadian ini bermula dari informasi intelijen yang didapat oleh pihak TNI AL. Informasi itu menyebutkan akan ada pengantaran narkoba jenis sabu dan ekstasi dari Malaysia ke Batam. Berdasarkan informasi ini, Lanal Batam meningkatkan patroli.

“Dalam seminggu belakangan, kapal kami terus patroli di sekitar perairan Nongsa,” ucapnya.

Sehari sebelum aksi kejar-kejaran ini. Iwan menyebutkan intelijen TNI AL menginfokan dalam waktu dekat pengiriman narkoba akan dilakukan.

“Anggota kami siagakan,” ujarnya.

Ternyata info itu benar. Selasa (16/1) Kapal Lanal Batam melihat speedboat yang melaju tidak cukup kencang. Tapi ada bagian speedboat itu yang membuat pihak TNI AL curiga.

“Haluannya berbentuk tak biasa. Dan speedboat di sini tak ada bentuknya seperti itu, sedikit memanjang. Anggota langsung tahu itu buatan Malaysia,” tuturnya.

Iwan mengatakan anggotanya meminta speedboat itu berhenti. Tapi peringatan dari anggota Lanal Batam, tidak digubris oleh dua orang yang berada di speedboat itu.

“Malah kabur, kami kejar. Aksi kejar-kejaran berakhir, dengan tabrak bagian buritan kapalnya. Mesinnya pecah, kapal berhenti, tapi orangnya sudah tidak ada,” ungkapnya.

Tidak hanya dua orang yang memiliki ciri berperawakan seperti keturunan India. Narkoba yang dibawa oleh dua orang ini juga ikut hilang. Pihak Lanal melakukan penelusuran di sekitar lokasi.

“Tapi pagi harinya kami mendapatkan informasi. Satpam Palm Spring menemukan steroform yang sama dengan di speedboat kami amankan itu. Kami cek ternyata isinya narkoba,” ucapnya.

Sebelum narkoba ini ditemukan di Palm Spring Hole 9, Iwan mengatakan masyarakat sekitar sana melihat dua laki-laki memiliki perawakan seperti orang keturunan India.

“Orang ini tidak main golf, juga tidak menginap di Palm Spring. Kecurigaan kami, dua orang inilah yang kami cari dini hari tadi,” ujarnya.

Karena narkoba yang ditemukan sudah berada di darat. Iwan mengatakan temuan satpam Palm Spring ini diserahkan ke Polresta Barelang.

“Saya koordinasikan dengan teman angkatan satu letting saya di Polresta, Kapolresta Barelang, Pak Hengki,” tuturnya.

Iwan mengatakan pihaknya telah mengirimkan dua anggotanya, yang ikut dalam aksi kejar-kejaran itu. Terkait jumlah pastinya narkoba itu, Iwan mengatakan kurang mengetahuinya. Karena sudah berada di tangan pihak kepolisian.

“Tapi dari info awal masuk ke kami, ada sekitar 3-5 kg sabu,” ucapnya.

Dari informasi diterima Iwan. Bandar sabu asal Malaysia, mulai mengurangi ketergantungan menggunakan kurir asal Indonesia.

“Mereka ini sudah mulai beralih memberdayakan orang-orang mereka. Agar kesuksesan tingkat pengiriman barang haram ini semakin besar,” ucapnya.

Tidak ingin kecologan. Iwan mengatakan pihaknya akan lebih meningkatkan patroli di perairan Batam. Selain itu informasi intelijen akan lebih ditingkatkan juga.

“Kami bergerak, berawal dari informasi agen di lapangan. Kamis udah punya satgas narkoba, yang konsen memberantas penyelundupan narkoba,” pungkasnya. (ska)

Robin Ditemukan Tewas Tergantung

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Robinhot, warga Kaveling Lama, Kelurahan Seilekop, Kecamatan Sagulung, Selasa (16/1/2018) sore ditemukan tewas mengenaskan dengan leher terjerat tali jemuran di kusen pintu dapur rumah, sekitar pukul 15.30 WIB.

Aksi bunuh diri tersebut tak diketahui secara pasti, sebab saat korban melakukan aksi bunuh diri tidak ada orang di rumah. Namun informasi yang diperoleh di lapangan pria 40 tahun tahun itu diduga bunuh diri karena depresi dengan kondisi sakit yang telah lama dideritanya.

“Dia sudah lama sakit. Istrinya kerja sedangkan anaknya sekolah. Makanya tidak ada orang di rumah. Sehari – hari dia sendiri di rumah,” ujar Samsidar tetangga korban.

Sekitar pukul 15.30 WIB anak korban Agnes pulang dari sekolah, dia terkejut melihat bapaknya sudah ditemukan tewas tergantung. Melihat itu, Agnes langsung memberitahukan kepada ibunya Elida Sartika dan warga.

Menurut warga di lokasi kejadian, pagi sebelumnya, Robin masih sempat terlihat berada di teras rumahnya, Sehingga warga tak menyangka korban akhirnya ditemukan tewas gantung diri seperti itu.

“Tadi masih sempat lihat dia teras rumahnya. Dia memang sudah lama sakit,” ujar Neli warga lainnya.

Kejadian ini membuat keluarga Robin syok. Tangis pilu langsung memecahkan keheningan situasi perumahan itu.

“Kenapa kok begini jadinya,” teriak Istri korban Elida Sartika dirumah kejadian.

Selang tak berapa lama, jenazah korban dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Barelang dan anggota Polsek Sagulung untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah di Batuaji.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto saat di lokasi mengatakan, dari keterangan yang diperoleh keluarga, korban diperkiraan bunuh diri sekitar pukul 14.00 WIB. Korban gantung diri menggunakan tali jemuran di kusen pintu dapur rumahnya.

“Ditubuhnya tak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga kuat korban bunuh diri karena depresi dengan penyakitnya yang sudah tiga tahun dideritanya,” ujar Hendrianto dilokasi.

Untuk memastikan kemtian korban, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terlebih dulu, sekarang korban dilarikan ke RSUD Embung Fatimah untuk divisum. (ali)

Magdalena Amelia Anur Septawati Waruwu Si Penyuka Traveling dan Tracking

0

batampos.co.id – Tertarik dengan tantangan dan penuh rasa ingin tahu terhadap tempat-tempat baru yang dinilai memiliki keindahan untuk dikunjungi membuat Magdalena Amelia Anur Septawati Waruwu mencantumkan traveling sebagai salah satu hobinya.

“Aku suka traveling itu karena setiap perjalanan pasti punya cerita sendiri, ngajarin sesuatu yang baru,” kata Amelia.

Wanita kelahiran Padang, 3 September 1992 itu mengaku sudah beberapa kali melakukan traveling ke beberapa daerah, baik daerah lokal maupun luar Kota. Semua daerah yang pernah dikunjunginya menarik serta memiliki cerita dan pengalaman sendiri-sendiri.

“Misalnya ke daerah Sumatera Barat, dapat pengalaman baru. Terus ke Pekanbaru, Yogyakarta, Bandung, Purwekerto hingga Nias,” tutur Amlia. Diakui Amel, Batam juga bisa dijadiin tempat travelling, apalagi dengan sejumlah destinasi wisata pantainya.

Wanita yang bekerja sebagai document control di Perusahaan PFF Paint ini juga mengaku hobi menantang lainnya yakni tracking keluar masuk hutan. Hobi ini sudah ia geluti sejak beberapa tahun silam. Tidak sedikit hutan yang telah ia jajaki.

“Kalau udah cinta sama sesuatu pasti apapun dilakuinnya dengan senang hati. Naik turun bukit. Manjat kalau perlu manjat walaupun pulangnya banyak memar tuh biasanya,” kenang Amel sambil tertawa kecil.

Meskipun memiliki jadwal kerja yang sibuk tidak menjadi halangan bagi anak pertama dari dua bersaudara itu untuk menyalurkan hobinya. “Biasanya nih di awal tahun udah prepare, mantengin tanggal merah atau long weekend di mana aja,” kata Amel.

Kalau misalnya dapet libur yg panjang direncanain ke dua sampai tiga kota sekalian. Tapi kalau cuma bisa bentar paling di weekend aja, pergi jumat sore balik minggu sore
.

“Kalau yg di Batam, trackingnya udah ke Duriangkang, Seiladi, pancur juga. Hutan emang banyak binatang liar sih, tapi saya percaya kalau kita datang ke sana bukan buat ganggu mereka pasti mereka juga ga bakal ganggu kita,” ucap Amel yang mengaku bakal menjajal beberapa daerah lagi untuk traveling dan tracking ke hutan. (rng)

Anggota DPR RI Kaget Ada Bagian Laut yang Bersertifikat

0

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPR RI, Dwi Ria Latifa mengaku kaget mengetahui laut di Karimun dikapling, dan bersertifikat. Kondisi ini dirasakan aneh, dan perlu ditelusuri lebih jauh.

“Kalau tanah darat yang berbatasan dengan pantai bersertifikat, itu lain hal. Inikan laut yang sejatinya merupakan bagian dari milik negara. Jadi terasa aneh, dan perlu ditelusuri mengapa areal laut bisa dimiliki oleh perorang atau kelompok,” tegas Dwi Ria Latifa saat meninjau lokasi di pantai Kuda Laut, Sabtu (13/1) lalu.

Begitu menginjakkan kaki di pantai yang berlokasi di Kelurahan Baran Timur ini, wanita berjilbab ini, langsung terperangah.

Sebab, diketahui sertifikat yang diterbitkan berlokasi menjorok ke laut atau sekitar 100 meter dari bibir pantai.

“Wah..kok laut bisa dikapling. Sertifikat yang diterbitkan perlu dipertanyakan. Terutama bagaimana petugas melakukan pengukuran,” sergah Dwi Ria Latifa didampingi kuasa hukum nelayan yang bersengketa, Edwar Kelvin Rambe.

Selain mengkiritisi terbitnya SHM atas laut, Dwi Ria menilai maklumat (pemberitahuan atau pengumuman) yang dipajang di bibir pantai, secara tidak langsung BPN menyadari ada kesalahan yang dibuat. Sehingga diputuskan kawasan laut itu berstatus quo.

“Memang dalam bahasa hukum, maklumat yang diterbitkan merupakan bentuk dari pengakuan secara diam-diam. Artinya, BPN yang menerbitkan SHM menyadari kemungkinan ada kekeliruan,” tutur anggota DPR RI dapil Kepri ini.

Oleh karenanya, lanjut Dwi Ria, dirinya akan mempertanyakan permasalahan ini secara resmi ke BPN Karimun tentang proses penerbitan SHM di atas laut tersebut.

“Kebetulan BPN merupakan mitra dari Komisi II. Dan menanyakan proses penerbitan SHM oleh BPN Karimun,” urai Dwi Ria.

Di sisi lain, Dwi Ria juga akan berkoordinasi dengan Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin mengenai status qou terhadap Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 00051 di atas laut Kuda Laut tersebut. Terutama meminta menelusuri terbitnya SHM di atas laut tersebut.

“Pihak kepolisian (Polres Karimun) harus menelusuri kenapa bisa muncul SHM di atas laut. Menjadi keanehan, bisa seseorang memiliki hak milik atas laut yang sebenarnya menjadi bagian milik negara,” tegas Dwi Ria Latifa.

Mencuatnya kasus sertifikat laut di Pulau Karimun ini, saat dilaksanakan sita eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun pada Jumat 17 November 2017 lalu.

Putusan pengadilan itu mendapat protes, dan penolakan dari nelayan yang mengaku sudah menempati pantai secara turun temurun.

Selanjutnya nelayan mengajukan protes kepada Badan Pertanahan Nasional selaku pihak yang mengeluarkan sertifikat atas laut tersebut. Setelah dilakukan mediasi di kantor BPN, akhinya ditetapkan lahan di pantai Kuda Laut berstatus quo. (enl)

Ikan Laut Masih Langka

0
ilustrasi

batampos.co.id – Bebarapa pasar tradisonal di Batuaji dan Sagulung masih mengalami kelangkaan ikan laut. Sejumlah pedagang mengaku kelangkaan stok ikan laut karena cuaca ekstrem dan gelombang laut yang terjadi beberapa minggu belakangan ini. Bahkan, kelangkaan ikan laut tersebut membuat harga ikan melonjak. Seperti ikan selar, gembung dan tongkol.

Riki, pedagang ikan di Pasar Fanindo menyebutkan ketiga jenis ikan tersebut dibanderol seharga Rp 55 ribu hingga 60 ribu per kilo gram. Padahal, sebelumnya ikan tersebut biasa ia jualkan seharga Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kg.

“Ikannya langka, makanya mahal,” ujar Riki, Senin (15/1).

Dia mengatakan kelangkaan ikan laut disebabkan cuaca buruk yang terjadi di Batam. Para nelayan enggan melaut sehingga pasokan ikan laut ke pasar menurun.

“Kalau cuacanya seperti ini terus dan tidak ada yang melaut kemungkinan stok ikan laut akan semakin langka di pasar,” katanya.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, merekahanya menyetok ikan air tawar yakni bandeng, mujair dan lele. Itupun juga tidak sebanyak pada hari-hari biasa.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh beberapa pedagang ikan di pasar Sagulung. “Sudah hampir seminggu stok ikan laut menipis,” kata Ismail, penjual ikan di Pasar Sagulung.

Kondisi serupa juga dialami oleh penjual ayam. Penjual ayam mengeluhkan harga ayam melonjak yang disertai dengan pasokan terbatas. “Sekarang harga ayam Rp 35 per kg dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kg,” ujar Rika penjual ayam di Pasar Fanindo.

Demikian juga dengan harga bahan pokok. Saat ini harga sayuran melonjak drastis. Semisal bayam Rp 20 ribu per kg, kangkung Rp 18 ribu per kg, sawi Rp 17 per kg, cabai rawit Rp 50 ribu per kg, dan cabai merah Rp 60 ribu per kg.

“Sayur biasa saya jual Rp 8 ribu per kilo,” sebut Murni penjual sayur di pasar Fanindo. (une)

Ornamen I Love Batam di Taman Kolam

0

batampos.co.id – Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Kota Batam menambahkan ornamen I Love Batam untuk mempercantik taman kolam yang berada di Sekupang.

Kepala Bidang Pertamanan Disperakimtan Batam, Irwan Saputra mengatakan tulisan i love Batam saat ini guna memperindah tampilan taman kolam.

Irwan menjelaskan sebelumnya, Pemko Batam berencana membangun rumah pohon dan beberapa ormanen lainnya, guna menunjang sektor wisata di lokasi tersebut. Namun rencana tersebut urung dilakukan karena keterbatasan anggaran.

“Belum bisa tahun ini, jadi kami fokus pemeliharaan saja dulu,” sebutnya.

Ia menjelaskan keberadaan taman kolam ini menjadi lokasi wisata bagi terutama di hari libur. Untuk itu, pihaknya berusaha menghadirkan sesuatu yang baru agar taman kolam menarik bagi pengunjung.

Selain itu, pihaknya juga akan memangkas dan membersihkan bunga teratai yang memenuhi permukaan kolam sepanjang enam hingga tujuh meter dari bibir kolam.

“Ini juga memberikan kemudahan bagi pengunjung yang hendak menikmati ataupun memberi makan ikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun ini pihaknya mengganggarkan sedikitnya Rp 80 juta untuk perawatan taman kolam Sekupang termasuk perbaikan infrastruktur musala yang ada di taman.

” Tahun ini kami fokus perbaikan dulu, sedangkan penambahan ornamen belum bisa,” tutupnya.(yui)

Gustian Riau Sebut Investor Asing Minati Rempang Galang

0

batampos.co.id – Banyaknya pernyataan dari pejabat yang menyebut lahan di Rempang-Galang (Relang) sudah menjadi KEK menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Banyak investor yang niat berinvestasi di Rempang-Galang mulai dari industri manufaktur hingga pariwisata.

“Sejak tahun lalu, Investor sangat banyak yang ingin berinvestasi di sana. Bahkan yang datang ke kami, bukan hanya dari lokal saja. Dari luar negeri banyak yang ingin investasi di sana,” kata kepala dinas Penananam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Gustian Riau, Senin (15/1).

Ia mencontohkan perusahaan manufaktur dari Cina yang sudah bertanya kepada pemerintah daerah terkait Rempang-Galang. Juga perusahaan dari Jakarta yang ingin membuat perusahaan pengolahan ikan.

“Dari jepang juga ada yang datang ke pemerintah daerah untuk bertanya itu. Dan bukan sekali dua kali mereka menghubungi kita.Dan memang mereka serius ingin berinvestasi di sana,” katanya.

Selain itu, menurut Gustian, ada juga perusahaan lokal yang ingin mengembangkan pariwisata di sana. “Jadi sebelum adanya pernyataan bahwa itu memang sudah KEK sudah ramai juga yang bertanya-tanya. Tetapi setelah dinyatakan KEK, semakin serius investor untuk menanamkan modalnya di sana,” tambahnya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat, dalam pengelolaan Relang diharapkan ada koordinasi yang baik dengan BP Batam. Di mana diharapkan ada payung hukum yang sah dari pemerintah pusat, sehingga pemerintah bisa langsung bergerak.

“Kita menunggu itu (payung hukum, red). Dan terkait ini, Pemko terus berkoordinasi dengan BP Batam. Ini menjadi peluang pengembangan Batam,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono. Ia mengatakan sejak dulu, memang sudah sangat banyak investor yang ingin bangun investasi di Relang. Apalagi dengan adanya pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang menyebut, Batam dan Relang akan dibuat KEK.

“Ada perusahaan dari Rusia, perusahaan dari Jepang dan Korea yang memang selalu bertanya mengenai Relang. Mereka sangat serius,” katanya.

Selain pengembang properti, perusahaan manufaktur, ada juga perusahaan yang ingin mengembangkan pariwisata di sana. Banyak perusahaan tersebut yang menanyakan status KEK yang digaungkan di Batam.

“Tetapi terkait KEK ini memang sudah digaungkan. Tetapi jujur, saya belum pernah melihat suratnya bahwa itu KEK. Makanya kami tidak bisa mengalokasikan. Harus ada payung hukum, paling tidak surat dari menteri terkait,” katanya.

Menurut Andi, kendala ini lah yang menghambat investasi di sana. Apalagi tanah yang ada di mainland sudah habis. Pengembangan Batam adalah ke arah Relang.

“Kalau ada produk hukum dari pusat bahwa itu KEK, maka sudah bisa langsung kerja. Ini hanya dikatakan lisan. Saya ulangi, belum ada saya pernah baca mengenai status KEKnya,” katanya.

Lahan yang berada di Galang masih tampak kosong bangunanya, tetapi lahan kosong ini sudah dimiliki perusahaan dan perorangan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Anggota komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho mengatakan pengembangan Batam adalah ke arah Relang. Di mana pemerintah baik Pemko Batam dan BP Batam harus terus aktif melobi agar status dan payung hukum terkait Relang segera terbit.

“Harus ada kepastian hukum. Bagi pengusaha kepastian hukum adalah nomor satu. Jangan sampai investor tidak percaya sama Batam,” katanya.

Selain itu, ia berharap perizinan dan sebagainya harus terus ditingkatkan. “Intinya investor harus terus diberikan kemudahan. Perekonomian Batam harus dipulihkan dan menjadi tanggungjawab bersama,” katanya.

Sebelumnya, beberapa pihak termasuk Walikota Batam HM Rudi, Sekda Batam, Jefridin kompak mengetakan bahwa kawasan Relang sudah jadi KEK. Ini setelah ada pertemuan kepala daerah, BP Batam dan pejabat terkait dengan Darmin Nasution.

“Barelang jadi KEK sudah ditetapkan, tinggal bagi wewenang saja,” kata Jefridin beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, Jefridin mengatakan Darmin yang juga Ketua Dewan Kawasan (DK) menyampaikan tiga opsi tentang pengelolaan KEK Barelang.

Ketiga opsi yang diajukan tersebut diantaranya, pertama pengelolaam KEK secara keseluruhan menjadi kewenangan BP Batam (Rempang dan Galang, dan Batam), kedua pengelolaan Batam oleh BP Batam sedangkan Rempang-Galang dikelola bersama, dan opsi yang ketiga yakni BP Batam mengelola Batam, dan Rempang-Galang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Batam.

“Hasilnya kita pilih opsi yang ketiga, yang penting perekonomian Batam terus membaik, dan maju,” sebutnya.

Dia menegaskan, apapun keputusan yang nantinya dikeluarkan Menteri Perekonomian, Darmin Nasution pastinya terbaik untuk Batam, dan bisa memberikan dampak yang baik bagi perkembangan Batam ke depannya.

“Yang jelas kita ingin pengelolaan nantinya tetap bepegang pada Undang-Undang nomor 39 tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus,” tutupnya. (ian)