Selasa, 21 April 2026
Beranda blog Halaman 12592

Soal Taksi Online Gubernur dan Walikota Lempar Bola

0
ilustrasi

batampos.co.id – Terkait transportasi berbasis aplikasi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan Walikota Batam, Muhammad Rudi bisa menuntaskan persoalan tersebut.

“Walikota Batam orang yang pintar. Saya yakin, persoalan tersebut (kisruh taksi online) bisa selesai ditangannya,” ujar Gubernur, kemarin di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan, persoalan angkutan bukan lagi wewenang Pemerintah Kota (Pemko) Batam melainkan wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, termasuk soal izin angkutan online. Hal ini diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Yang boleh keluarkan izin ya gubernur. Koordinasi sering, surat pun sering,” ucapnya.

Di depan pewarta, ia menyayangkan isu angkutan seolah disebabkan oleh Pemko Batam. Ketiadaan wewenang tentu menghambat dirinya dalam mengambil keputusan terkait persoalan tersebut.

“Kayaknya nuduh ke saya saja soal ini. Itu bukan wewenang saya, tapi wewenang Pemprov, wewenang Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. surat-surat sering kami sampaikan,” terangnya.

Ia menyampaikan, ia kerap dapati dirinya disalahkan di media sosial. Padahal, ia sering menyampaikan hal ini ke masyarakat. “Sudah kemana-mana jelasin, asik saya saja (disalahkan), apalah ini,” keluhnya.

 

Pemprov Tunggu Jawaban Kominfo

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Jamhur Ismail mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu jawaban resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Menurut Jamhur, pihaknya sudah melayangkan empat surat ke Ditjen Aplikasi, Kominfo.

“Sampai saat ini, belum ada respon positif ataupun negatif dari Kemenhub. Jika tidak ada penjelasan juga, kita akan kirim surat sampai 10 kali,” tegas Jamhur, kemarin.

Dijelaskan Jamhur, persoalannya sederhana, yaitu semua pihak harus taat pada peraturan perundangan, yakni Permenhub Nomor 108 Tahun 2017. Masih kata Jamhur, permasalahan sekarang berada di tingkat pusat yaitu Kemenhub dan Kominfo. Daerah hanya kena imbas negatifnya saja

“Kita semua harus sepakat untuk menuntut pihak pusat. Bahkan kami juga sudah menjelaskan, bahwa kondusifitas Batam adalah sangat penting,” paparnya.

Ditambahkannya, sejauh ini sudah ada sepuluh (lihat tabel,red) badan usaha berupa perusahaan atau koperasi yang sudah mengajukan pengurusan perizinan ke Pemprov Kepri. Dari jumlah tersebut kata Jamhur, baru satu perusahaan yang dinyatakan lengkap berkasnya.

“Meskipun dinyatakan lengkap, tetapi belum dikeluarkan persetujuan izin prinsipnya. Karena masih menunggu studi untuk kuota angkutan sewa khusus,” tutup Jamhur.(jpg)

Perusahan/Koperasi yang Mengajukan Izin

1. Koperasi Usaha Tempatan.
2. PT. Barelang Mobilindo Station.
3. Koperasi Patriot Batam 1.
4. PT. Halim Telindo Jaya.
5. PT. Sonde Mitra Utama Batam.
6. Koperasi Jada Pengemudi Online Bertuah.
7. PT. Diva Citra Sejati.
8. Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama.
9. Koperasi Kepri Usaha Abadi.
10. PT. Suluh.

Yang Sudah Lengkap

1. PT. Suluh

Banjir Bandang di Anambas, 2 Warga Tewas, 9 Tahanan Diungsikan

0

batampos.co.id – Banjir bandang yang melanda ibukota Anambas, Tarempa, membuat aktivitas warga dan pemerintahan lumpuh total, Senin (15/1). Selain itu, banjir tersebut juga menewaskan dua warga setempat.

Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra mengatakan, seluruh pegawai Pemkab Anambas di sejumlah dinas yang berkantor di Tarempa diliburkan, kemarin.

“Pegawai fokus membersihkan kantor masing-masing dari endapan lumpur akibat banjir,” kaya Zuhendra, kemarin.

Selain kantor bupati Anambas, sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemkab Anambas juga terendam banjir. Seperti Badan Keuangan Daerah (BKD) Anambas, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dan gedung DPRD Kabupaten Anambas.

Kepala Balitbangpeda Kabupaten Kepulauan Anambas Agus Raja Unggul mengatakan hal yang sama. Kemarin semua pegawai libur. “Pegawai tidak ada yang kerja. Mereka datang ke kantor tapi hanya membersihkan kantor dari endapan lumpur,” ungkapnya.

Selain kantor pemerintahan, rumah-rumah warga juga terendam banjir. Sedikitnya ada 300 rumah warga di 15 RT di Tarmepa terendam banjir. Bahkan banjir tersebut memakan dua korban jiwa. Yakni Lince, 31 warga RT 01 RW 02 Kampung Baru Tarempa dan satu korban lainnya Baharuddin, 66, warga Jalan Raden Saleh, Tarempa.

Lurah Tarempa Iing Sumindar mengatakan, Lince diperkirakan tewas sekitar pukul 01.00 Senin (15/1) dini hari setelah terbawa arus banjir. Bangunan rumah Lince memang berdiri di atas batu yang posisinya di tengah-tengah sungai.

“Lince terbawa arus dan masuk ke lubang batu di bawah rumahnya bersama dengan papan lantai rumahnya,” kata Sumindar, Senin (15/1).

Sementara itu korban lainnya Baharuddin, memang sudah sakit stroke dan sudah pisah dengan istrinya. Sehingga saat banjir, ia tak sempat menyelamatkan diri. “Kita tak bisa salahkan siapa-siapa mungkin anak-anaknya juga sedang kesusahan lantaran terkena banjir,” ungkapnya lagi.

Menurut Sumindar, banjir kali ini merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di Anambas, khususnya di Tarempa. “Dulu pernah banjir tapi tidak sebesar banjir yang kali ini,” ungkapnya lagi.

Banjir terjadi setelah hujan turun selama empat hari berturut-turut mulai dari hari Kamis (11/1) hingga Minggu (14/1) malam. Banjir semakin parah, karena di saat bersamaan air laut pasang sehingga air di sungai Sugi meluap dan menggenangi permukiman dan area perkantoran.

Seluruh warga yang berada di Jalan Raden Saleh, Jalan Olah Raga, Jalan Patimura, Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, dan RT Sungai Sugi, tak ada yang bisa tidur nyenyak lantaran mereka sibuk menyelamatkan barang masing-masing sejak Minggu (14/1) malam. Ratusan motor terendam banjir dan banyak warga yang kehilangan harta benda. Warga yang rumahnya terendam banjir sebagian terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang posisinya lebih aman.

Tahanan Dipindah ke Hotel

Selain merendam permukiman dan area perkantoran, banjir bandang di Tarempa juga melanda Mapolsek Siantan, Anambas. Kondisi ini membuat jajaran Polsek Siantan terpaksa memindahkan sembilan tahanan di Mapolsek.

“Sembilan tahanan kami pindahkan sementara ke Hotel Tarempa Beach,” kata Kapolsek Siantan AKP Yudha Surya Wardana.

Namun pemindahan ini hanya sementara. Senin (15/1) pagi para tahanan dikembalikan ke sel Mapolsek Siantan setelah sel dibersihkan.

“Pagi sebelum energi kami habis, kami kembalikan mereka ke sel,” kata Kapolsek.

Pantauan wartawan koran ini, Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Natuna yang ada di Tarempa juga tak luput dari amukan banjir bandang. Banjir menggenangi Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Natuna hingga setinggi dada orang dewasa.

Sementara itu Perumahan TNI Angkatan Laut juga ikut terendam banjir. Tidak ada satupun mes TNI yang selamat dari banjir. Begitu juga Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Siantan. Akibatnya, sekolah meliburkan seluruh siswanya, kemarin. (sya)

Orang-Orang Terluka dan Menangis kala…

0

batampos.co.id – Bagian selasar tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (15/1) ambruk sekitar pukul 11.20 WIB. Balkon mezanin yang berfungsi sebagai selasar penyambung antara tower 1 dan 2 itu ambruk ketika para mahasiswa berjalan di selasar.

Kemarin, BEI memang sempat kedatangan rombongan study tour mahasiswa Universitas Bina Darma Palembang. Mereka terdiri dari 93 mahasiswa dan empat dosen pendamping. Usai melakukan kunjungan di main hall BEI di lantai dasar, para mahasiswa tersebut naik ke lantai 1 untuk keluar gedung. Dari rekaman CCTV, terlihat banyak mahasiswa yang berjalan dan berkumpul di satu titik selasar. Tak lama kemudian lantai selasar ambruk. Para mahasiswa pun jatuh. Beberapa orang yang lewat di bawah selasar juga tertimpa lantai yang ambruk.

Monica Wareza, karyawan yang sedang berada di lantai 1 mengaku sempat mendengar suara lantai yang ambruk. Dia bersama rekan-rekannya pun keluar ruangan dan turun ke lantai ground lewat tangga. Dia sempat melihat orang-orang yang terluka dan menangis karena lantai tower 1 runtuh. “Iya, ngeri banget itu. Untung saya enggak kenapa-kenapa,” katanya. Monica bersama rekan-rekannya pun langsung mengamankan diri di Pacific Place, mal yang letaknya berseberangan dengan BEI.

Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan, yang pada saat itu berada di ruang kerjanya juga shock karena lantai selasar di tower 2 ambruk. “Saya kerja di tower 1, terus ada karyawan yang menyampaikan bahwa ada peringatan dari manajemen gedung untuk segera keluar. Saya sendiri tidak kedengaran suara lantainya ambruk, tapi saya kaget kenapa disuruh keluar,” urainya saat ditemui di Pacific Place.

Dari pantauan di lokasi, para karyawan dan pengunjung Gedung BEI kemarin memang banyak yang mengungsikan diri ke Gedung Pacific Place. Ratusan orang tampak menunggu dan berkerumun di gedung tersebut. Banyak karyawan yang menunggu hingga sore. Pada pukul 16.19 WIB, karyawan diperbolehkan masuk ke tower 1. Namun dibatasi hanya satu orang per satu perusahaan penyewa gedung. Sementara tower 2 masih disterilkan sampai tadi malam.

Gedung BEI dikelola oleh PT Cushman and Wakefield, sebuah operator real estat internasional. Developernya adalah PT Danayasa Arthatama Tbk, perusahaan yang mengembangkan kawasan Sudirman Central Business District (SCBD). SCBD sendiri dikenal sebagai kawasan pusat finansial yang dipenuhi gedung-gedung perkantoran elit.

Direktur Cushman and Wakefield Indonesia, Farida Riyadi, mengaku pihaknya akan membantu biaya perawatan para korban yang jatuh. Sejauh ini ada 72 korban yang dievakuasi. “Soal kerugian kami belum bisa taksir berapa. Kami juga masih menunggu penyelidikan dari Puslabfor Mabes Polri,” katanya.

Pengecekan izin dan perawatan konstruksi bangunan dilakukan setiap tahun. Terakhir, pengecekan dilakukan pada Mei 2017 lalu. Meski Gedung BEI sedang bermasalah, Farida menjamin perdagangan di bursa hari ini, Selasa (16/1) tetap berjalan normal seperti biasa. “Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Kami masih menunggu kesimpulan dari Puslabfor dan juga konsultan konstruksi,” lanjut Farida. Dia menjamin tak ada satu pun pelanggaran yang dilakukan manajemen, baik mengenai izin maupun standar kelayakan konstruksi bangunan. (rin/idr/jpg)

PNS Pria Dapat Cuti Mendampingi Istri Melahirkan

0
Sejumlah pegawai mengikuti upacara di kantor Walikota Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) melansir aturan baru tentang tata cara pemberian cuti PNS. Di antaranya adalah PNS pria bisa mengajukan cuti untuk mendampingi istri yang rawat inap setelah operasi Caesar. Syaratnya tetap harus melampirkan surat keterangan rawat inap dari dokter.

Aturan tentang cuti yang baru itu tertuang dalam Peraturan Kepala BKN 24/2017. Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menuturkan ketentuan cuti baru itu masuk dalam kategori cuti karena alasan penting (CAP). Cuti atau libur ini tidak mengurangi jatah cuti tahunan yang dipatok sebanyak 12 hari dalam setahun.

Dia mengatakan urusan suami mendampingi istri rawat inap setelah operasi persalinan itu bukan satu-satunya jenis CAP. Ridwan menjelaskan CAP lainnya diperuntukkan bagi PNS yang ditepatkan pada perwakilan Indonesia di wilayah rawat atau berbahaya.

’’Guna memulihkan kondisi kejiwaan PNS yang bersangkutan,’’ katanya di Jakarta kemarin (15/1).

Contoh lain dari CAP adalah ketika ada PNS yang menjalani program untuk mendapatkan keturuan. Mereka diperbolehkan mengajukan cuti di luar tanggungan negara dengan alasan pribadi dan mendesak. Ridwan juga menegaskan bahwa di dalam regulasi baru itu dinyatakan bahwa pemberian CAP ini tidak mengurangi jatah cuti tahunan.

Pengamat kebijakan publik Lina Miftahul Jannah mengatakan, kebijakan PNS diberi cuti khusus untuk dampingi istri selama rawat inap setelah operasi Caesar itu bagus. Apalagi selama perawatan bisa jadi dokter atau tenaga medis butuh pengambil keputusan untuk urusan perawatan.

’’Untuk cegah bolos,’’ katanya.

Namun dia perlu menekankan surat keterangan dari dokter harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai ada PNS yang ambil cuti dengan alasan yang mengada-ada. Dosen Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI) itu juga mengatakan selama PNS tersebut cuti, pimpinan unit kerja harus menyiapkan penggantinya. Apalagi jika yang ditinggalkan itu posisi layanan publik vital.

Menurut Lina, PNS memang memiliki jatah cuti tahunan sebanyak 12 hari. Jadi jika dibuat rata-rata, sebulan hanya diberi satu hari. Dalam kondisi tertentu, dia mengatakan PNS bisa diberikan hak cuti tambahan di luar jatah cuti tahunan yang 12 hari itu. (wan/jpg)

Kemenristekdikti akan Bangun Dua Politeknik di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, industri kreatif bidangnya beragam. Khusus di Batam akan dibangun dua politeknik baru untuk menunjang industri kreatif. Yakni politeknik industri kreatif berbasis teknologi dan politkenik di bidang perbaikan pesawat terbang atau aircraft maintenance.

Khusus untuk politeknik bidang aircraft maintenance ada alasan khusus dibangun di Batam. Yakni karena dekat dengan Singapura. ’’Sehingga nanti biaya spare part tidak terlalu mahal,’’ katanya usai melantik Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif Purnomo Ananto di Jakarta, Senin (15/1).

Selain itu, Nasir berharap perawatan dan perbaikan pesawat yang biasanya dilakukan di Singapura, bisa digarap dan diselesaikan di dalam negeri.

Nasir menjelaskan yang terkait dengan ekonomi kreatif memang harus dikembangkan semuanya. Politeknik yang ada selama ini dan masih bersifat masa lalu juga harus dikembangkan. Dia mencontohkan politeknik yang cenderung bersifat masa lalu itu seperti politeknik bidang mekanik dan pertanian.

’’Politeknik pertanian misalnya, kami dorong bagaimana pertanian ini berbasis pada tekno pangan,’’ tuturnya.

Mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) itu menjelaskan di Bantaeng, Sulawesi Selatan, ada politeknik yang bergerak di bidang perikanan. Kemudian politeknik ini mengembangkan budidaya udang berbasis teknologi. Lalu dikerjasamakan dengan dunia industri. Kemudian Marine Science Techno Park Jepara juga terus mengembangkan teknologi perikanan untuk bisa dijual dan kerja sama dengan industri. (wan/jpg)

Lagi, Bayi Dibuang, Kali Ini di Parit

0
Anggota Polsek Batuampar mengevakuasi mayat bayi yang ditemukan di parit samping Dana Graha Nagoya, Senin (15/1). Orok bayi yang tak berdosa ini dibawa pihak kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kasus ini terjadi di Nagoya, Batam. Seorang bayi ditemukan meninggal di parit.

Adalah Nasrul, seorang supir taksi yang melihat pertama kali. Saat itu ia sedang duduk istirahat di tepian parit di samping Gedung Dana Graha, Nagoya, Senin (15/1/2018) sekitar pukul 11.25 WIB.

“Tadi saya lagi istirahat dan duduk sambil merokok di samping parit dan lihat seperti bayi,” ujar Nasrul, 37 saat ditemui di lokasi kejadian.

Untuk memastikan bahwa yang dilihatnya itu memang mayat bayi, Nasrul mencoba melihat lebih dekat lagi. Setelah didekati, ternyata yang ia lihat itu memang merupakan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki.

“Kondisinya waktu itu sedang terapung. Habis lihat itu saya langsung lapor satpam (Dana Graha) dan lapor ke Pos Polisi Lalulintas yang di depan itu,” tuturnya.

Saat ditemukan, tali pusar bayi tampak masih melekat di perutnya.

Kabar cepat menyebar. Beberapa pengendara yang lewat langsung menghentikan kendaraannya hingga menyebabkan arus lalu lintas di depan Dana Graha macet.

Sekitar pukul 12.00 WIB, Unit Identifikasi Polresta Barelang datang ke lokasi penemuan dan mengevakuasi bayi yang ditemukan dalam keadaan tertelungkup tersebut. Selanjutnya, bayi itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Wakapolsek Batuampar AKP Herman Kelly mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan berapa usia bayi itu. Untuk itu, ia meminta untuk menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik.

“Jasad bayi ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi dan mencari orang tuanya,” katanya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Batuampar Ipda Bonar Hutapea menambahkan, berdasar hasil penyelidikan awal, dugaan sementara jasad bayi merupakan hasil hubungan gelap dan sengaja dibuang oleh orang tuanya.

“Kami intensif-kan pemeriksaan saksi dan pencarian informasi terkait lainnya,” jelasnya. (gie)

Cuaca Membaik, Pelayaran dari Punggur Kembali Lancar

0
Calon penumpang Kapal Ferry saat naik kapal di Pelabuhan Domestik Punggur.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Cuaca di Kepulauan Riau kembali membaik, setelah dua hari bergejolak. Angin sudah tidak berhembus kencang, begitu juga gelombang tidak terlalu tinggi. Rute yang dalam dua hari belakangan tidak bisa dilayari, akhirnya bisa dilalui kapal.

“Sudah lancar kembali, rute Batam sei Tenan dan Dabo sudah berlayar sejak, kemarin (14/1),” kata Kepala Pos Syahbandar Pelabuahan Telaga Punggur, Komaruddin, Senin (15/10.

Walau untuk dua rute ini, cuaca sudah bersahabat. Komaruddin mengatakan akan tetap melakukan pemantauan secara priodik terhadap cuaca. Setiap perubahan cuaca, akan disampaikan ke nakhoda dan pemilik kapal. “Kami terus berkoordinasi dengan BMKG juga. Agar mendapatkan update terbaru cuaca,” tuturnya.

Ia telah mewanti-wanti kepada nakhoda kapal, agar selalu waspada saat ada perubahan cuaca mendadak.

“Saya selalu minta memperhatikan setiap perubahan cuaca,” ucapnya.

Hal yang senada diucapkan oleh Manager Usaha PT ASDP cabang Kepri, Adolf DC Enoch. Ia mengatakan rute Karimun dan Tajungpinang sudah beroperasi secar normal. Begitu juga dengan ruta Batam Dabo. “Nanti malam (15/1) mereka berangkat dari sana,” tuturnya.

Ia mengatakan walau ada peringatan dini cuaca, gelombang sudah tidak setinggi tiga hari yang lalu. “Kami akan pantau terus cuacanya,” ujarnya.

Dari data Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, gelombang di perairan Dabo paling tinggi hanya 1,5 saja. Perairan Batam, 1 meter. Namun dari data itu disebutkan untuk daerah Anambas dan Natuna, gelombang masih cukup tinggi. Anambas gelombang maksimum 4 meter, Natuna 5 meter. (ska)

Pelayaran dari Pelabuhan Sekupang Berangsur Normal

0
Kapal Batam Fast 5 hendak bersandar di Pelabuhan Internasioanl Sekupang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pasca cuaca ektrim yang terjadi beberapa hari lalu, pelayaran di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) berangsur normal. Kapal tujuan antar pulau sudah mulai berlayar sesuai dengan jadwal.

“Alhamdulillah, semua berlangsung normal kembali. Hari ini (kemarin, red) kapal berangkat sesuai jadwal,” kata Syahbandar PDS, Trino Palapa, Senin (15/1/2018).

Berdasarkan informasi yang diterima saat ini ombak berkisar satu meter dan cukup aman untuk berlayar.

“Dibanding beberapa hari kemarin ini jauh lebih baik. Kemarin ombak mencapai empat meter,” sebutnya.

Ia menambahkan pelayaran internasional dari Batam tujuan Singapura berjalan dengan baik. Hingga saat ini belum ada keterlambatan ataupun penundaan keberangkatan.

“Normal, dan aman untuk berlayar. Namun demikian kami tetap koordinasi dengan nahkoda kapal,” terangnya.

Sementara itu, Manager Operasional PT Pelni Cabang Batam, Toro mengungkapkan cuaca ektrim yang melanda perairan Kepri cukup memberikan dampak bagi pelayaran KM Kelud dari Batam tujuan Belawan.

Akibat cuaca buruk, KM Kelud mengalami keterlambatan hingga satu jam dari yang telah dijadwalkan.

“Alhamdulillah masih aman untuk berlayar, walaupun ada keterlambatan. Sejauh ini penumpang bisa memaklumi karena memang kondisi cuaca,” ujar Toro.(yui)

Gelombang Tinggi, Satu Kapal Terbaik, Satu lagi Terapung-Apung

0

batampos.co.id – Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga meminta semua masyarakat di Kepri berhati-hati dengan kondisi cuaca saat ini. Walau gelombang tinggi diprediksi sudah mereda, namun potensi itu masih tetap ada.

“Ada dua kapal yang mengalami laka laut akibat dihantam gelombang. Satu terbalik, satunya lagi terapung-apung kehabisan bahan bakar,” katanya, Senin (15/1).

Ia mengatakan satu kapal bertolak dari Sei Guntung, Indragiri Hili menuju Batam Senin (15/1) dini hari. Kapal Indah Jaya yang membawa kelapa ini, saat berada diperairan Moro, Karimun dihantam gelombang besar. Beberapa kali dihantam gelombang, membuat kapal itu terbalik dan tenggelam.

“Dua awak kapal dan satu nakhoda berhasil selamat,” ujar Erlangga.

Erlangga mengatakan diwaktu yag sama, KM Ariel Jaya 03 dihantam gelombang saat berada di perairan Moro, Karimun. Dari penuturan kru kapal, mereka berusaha bertahan saat dihantam gelombang. Namun karena mesin kapal dipaksa terus-terusan bekerja, membuat bahan bakar kapal tersebut habis.

“Kapal itu terapung-apung, dan polisi yang berpatroli melihat kapal itu. Lalu menariknya,” tutur Erlangga. .

Dari kejadian ini, Erlangga mengatakan tidak ada korban jiwa. Ia meminta masyarakat tetap waspada, walaupun kondisi cuaca dinyatakan sudah membaik.

“Pihak kepolisian juga akan selalu waspada, Ditpolir Polda Kepri dan jajaran Polda Kepri siap membantu saat dibutuhkan,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polda Kepri terus menjalin koordinasi dengan instansi-instansi yang terkait. “Kami akan meningkatkan sinergitas,” pungkasnya. (ska)

Dag-Dig-Dug

0

Sejak awal tahun saya diselimuti kecemasan. Bagaimana tren ekonomi Batam tahun ini? Lebih baik atau memburuk? Jantung ini terasa dag-dig-dug.

2017 merupakan tahun yang berat bagi Batam. Dunia usaha kena hook kanan-kiri. Ekonomi kian lesu, regulasi yang bikin pusing, investasi pun terhambat.

Banyak perusahaan tutup, lapangan pekerjaan kian susah, tidak sedikit orang yang eksodus meninggalkan Batam. Semuanya kompak mengencangkan ikat pinggang.

Beragam bisnis meredup. Dari properti, retail, dan usaha lainnya kurang bergairah. Intinya, hidup di Batam ngeri-ngeri sedap. Bikin cenat-cenut.

Namun, di tahun Anjing Bumi muncul secercah harapan. Beberapa bisnis mulai bergeliat. Setidaknya, pelaku usaha telah mendapat banyak pengalaman hingga cuan sepanjang tahun Ayam Api lalu.

Dilansir dari Jawa Pos belum lama ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) memprediksi investor mulai meraba peruntungan di tahun 2018. Semoga para pemodal menjadikan Batam sebagai tempat menggelontorkan uangnya.

Hanya saja, ada muncul sedikit kecemasan. Tahun ini adalah hajatan politik di beberapa daerah di Indonesia. Pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar besar-besaran.

Bahkan ada yang bilang, tahun ini menjadi ajang “pemanasan” bagi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Tentunya kita berharap agar suasana tetap kondusif. Sehingga investasi kian lancar. Amin.

Batam memang tidak sedang menggelar pilkada. Atau pesta politik seperti daerah-daerah lainnya di Tanah Air.

Kendati demikian, riak-riak politik sudah mulai tampak. Meskipun tidak seramai daerah lain, namun tahun ini juga sudah masuk tahapan Pemilihan Umum (Pemilu).

Dag-dig-dug? Sudah pasti iya. Yang namanya tahun politik itu agak rawan. Banyak kepentingan bermain di sana. Bahkan, polisi saja sampai menetapkan siaga satu.

Namun, saya pikir harapan kita sama. Semoga tahun politik ini memberikan berkah. Karena jika berlangsung secara kondusif, bisa dipastikan investor akan tertarik. Kalau investor datang, ekonomi makin tumbuh.

Dag-dig-dug menanti pergerakan roda ekonomi Batam wajar-wajar saja. Itu lumrah kok. Dikaitkan dengan isu politik juga sah-sah saja. Karena, ini menyangkut kondusivitas daerah. Hehehehe!

Yang pasti, kita semua punya semangat dan cita-cita sama. Menjadikan Batam sebagai “surga” investasi. Tempat yang nyaman bagi investor.

Kalau dari sisi regulasi, sepertinya pemerintah daerah, Badan Pengusahaan Batam (BP) Batam, dan instansi terkait lainnya sama-sama berusaha membenahi.

Kalau tidak salah sejak Desember 2017, seluruh layanan perizinan yang ada dialihkan di Mall Pelayanan Publik (MPP). Semuanya di lantai satu.

Semua yang berkaitan dengan perizinan, baik pemerintah daerah, BP, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kantor Pajak, Bea cukai, Dinas Tenaga Kerja, Imigrasi, dan kepolisian juga berada di MPP Batam.

“Palugada”: Pa lu mau gue ada. Sedikitnya ada 117 perizinan yang dilayani di sana.

Regulasi sudah mulai dibenahi. Tinggal kondusivitasnya saja yang perlu kita jaga sama-sama. Bahkan kalau boleh usul, enggak perlu lagi ada demo, keributan, atau hal-hal yang berpotensi mengancam investasi.

Memang sih, menyampaikan aspirasi itu hak seluruh Warga Negara Indonesia (WNI). Tapi kalau sampai membuat takut investor, kan sama-sama rugi. Bukannya untung, malah buntung.

So, semoga dag-dig-dug yang saya dan anda alami merupakan pertanda baik. Sebuah tanda bahwa ekonomi Batam kembali kuat, tangguh, dan kokoh. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos