Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12603

Peran Media Penting bagi BP Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengapresiasi penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) Ke-36 di Padang, Rabu (7/2). Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo meyakini bahwa tanpa peran insan media, BP Batam bukanlah apa-apa.

“HPN itu menjadi pesta rakyat yang dirayakan karena kita memiliki pers yang merdeka,” katanya, Rabu (7/2).

HPN kata Lukita dapat menjadi ajang silaturahmi dan menyatukan pemikiran dengan landasan sinergitas seluruh elemen yang ada.

Lukita menegaskan BP Batam sangat membutuhkan peran pers untuk mensosialisasikan berbagai kebijakannya ke tengah-tengah publik. Sehingga ia juga berharap agar kemajuan pers selaras dengan perannya dalam kemajuan pembangunan bangsa.

“Saya pribadi mohon dukungan Pers sebagai ujung tombak informasi, agar BP Batam dapat terus bersinergi dalam pembangunan Batam dan menjadi kontributor pembangunan nasional,” tuturnya.

Sedangkan Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto melihat peran pers saat ini sangat strategis dalam pembangunan.

“Media itu punya peran kontrol supaya pembangunan yang dilaksanakan tetap dalam jalur yang dirancang,” katanya.

Bambang juga menyadari berbagai kritikan yang diungkapkan media juga menjadi saran penting dalam memajukan pembangunan ekonomi Batam.

BP Batam juga diberi kesempatan memaparkan perkembangan dan rencana pengembangan Batam di perhelatan akbar Pers Indonesia tersebut. Terutama pengembangan di sektor perdangan, industri dan pariwista.

“Kita punya waktu 15 menit memaparkan soal Batam di HPN. Termasuk menampilkan video promosi investasi di hadapan pers nasional dan internasional,” paparnya.

Turnamen Futsal

Memeriahkan HPN ke 36, BP Batam menggelar turnamen Futsal wartawan yang ada di Batam. Setidaknya akan ada 8 tim yang akan bertarung memperebutkan piala bergilir kepala BP Batam di akhir Februari ini.

“Kick Off akan dilaksanakan langsung oleh kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo,” jelas Deputi Bidang pelayanan Umum BP Batam, Bambang Purwanto.

Dari 8 tim yang berlaga, ada 1 tim yang cukup unik. Anggota timnya terdiri dari pimpinan redaksi perusahaan-perusahaan pers yang ada di Batam. Selain itu ada pula Jurnalis Perempuan yang akan berlaga dalam pertandingan eksibisi di pembuka laga.

“Turnamen ini dilaksanakan 2 hari. mulaid ari tanggal 24 sampai 25 Februari,” jelasnya.

Ketua Panitia Turnamen Futsal dalam rangka HPN Ahmad Rohmadi mengatakan, turnamen ini diselenggarakan sebagai simbolisme kekompakan insan pers dan lembaga pemerintah. “Sinergi diantara Pers dan lembaga pemerintah jadi thema utama yang ingin kita suarakan,” jelasnya.(leo)

Mantan Honorer Pemprov Jual Sabu

0

batampos.co.id – Jajaran Satres Narkoba Polres Tanjungpinang mengamankan dua kurir narkoba yakni Yantular dan Guntur di tempat berbeda, Rabu (7/2) dini hari. Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang AKP Djaiz mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi adanya seorang pengedar di kawasan bundaran Batu 8. “Petugas langsung menyelidiki informasi tersebut,” katanya.

Setelah dilakukan penangkapan dan penggeledahan, dari tangan Yantular didapati satu paket sabu seberat 0.29 gram. “Yantular mengaku mendapatkan sabu-sabu tersebut dari Guntur,” ungkapnya.

Tidak lama kemudian, petugas melakukan pengejaran dan menangkap Guntur di Jalan Bakar Batu. Setelah melakukan penggeledahan, petugas menemukan satu paket sabu seberat 0,35 gram dari tangan tersangka. “Selain sabu, petugas juga mengamankan satu unit ponsel dari tangan tersangka,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka Guntur yang juga mantan pegawai honorer Pemrov Kepri itu mengaku mendapatkan sabu-sabu dari seseorang yang dikenalnya hanya melalui ponsel dengan cara sistem lempar. “Sabu tersebut didapat tersangka dengan modus sistem lempar,” ujar Djaiz.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (odi)

Dishub Diminta Tegas Tertibkan Truk Pengakut Tanah

0
Truk pengangkut tanah melintas di Jalan R Suprapto, Sagulung,
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Truk pengakut tanah dengan tonase besar masih bebas lalu lalang di Kota Batam. Padahal, sesuai aturannya ada jam-jam khusus operasional truk tersebut, semisal tidak beroperasi pada saat jam sibuk, dilengkapi penutup terbal dan sebagainya. Selain itu truk-truk ini juga dilarang melintasi jalan protokol dan jalan kategori di bawah 5 ton.

Kenyataan di lapangan masih banyak truk pengakut tanah yang mengindahkan aturan ini. Bahkan secara terang-terangan mereka mengakut tanah pada saat jam sibuk serta melintasi jalan yang bukan kapasitasnya. Akibatnya jalan menjadi rusak berat.

Di Marina Sekupang misalnya, akibat truk pengakut tanah, jalan yang menghubungkan Tanjungriau ke Simpang Basecamp Batuaji tersebut mengalami rusak berat. Hampir disetiap sisi jalan rusak berat akibat setiap hari dilalui truk-truk tonase besar.

Kondisi ini dikeluhkan warga. Bahkan warga memotong pohon untuk menutupi jalan agar tidak bisa dilalui truk.

“Lihat jalan kami, yang dulunya sudah bagus, sekarang rusak dan makin parah,” sesal Andre, warga Perumahan Jupiter, Marina Sekupang.

Kondisi serupa juga terlihat di depan sekolah SDIT Tunas cendekia, Batamkota. Selain merusak jalan, warga mengeluhkan debu dari truk pengangkut tanah tersebut. Apalagi sebagian besar truk pengakut tanah ini tidak dilengkapi terpal penutup. Jika panas jalan berdebu, tapi kalau hujan jalan menjadi becek dan berlumpur, kondisi tentu membahayakan anak sekolah.

“Dulu sudah pernah ditertibkan mesti pakai terpal. Tapi belakangan sudah tak ada lagi, jam operasionalnya sendiri sesuka hati dan amburadul,” sesal Mukti, warga sekitar.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Rohaizat menilai fungsi pengawasan dinas perhubungan Batam sangat lemah. Padahal jelas ada aturannya terkait truk pengakut tanah ini. Mulai dari jam operasional, jalan yang bisa dilewati hingga kewajiban untuk melengkapi penutup tanah menggunakan terpal.

“Saya melihat pengawasannya memang tidak jalan,” sesal Rohaizat, rabu (7/2).

Menurut dia, apa yang dikeluhkan warga ini sudah pernah disampaikan kepada dishub. Memang saat itu sempat dihentikan.

“Mereka (Dishub) bilang siap-siap, tapi sekarang saya tengok jalan lagi,” kata Rohaizat.

Ia menegaskan, jangan sampai disatu sisi pemerintah tengah kiat membangun dan melebarkan jalan. Sementara disisi lain, kita tidak menjaga jalan tersebut.

“Aturannya jelas, jalan kategori ini tak boleh dilalui. Ya kalau ini tak diawasi, tak dipungkiri jalan menjadi rusak dan hancur. Untuk itulah kita minta ketegasan dishub dalam menertibkan,” tegas Rohaizat. (rng)

KPPU, Jika Terbukti Kartel, Pedagang Beras kena Denda

0
ilustrasi

batampos.co.id – Melonjaknya harga beras di Batam melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat menjadi sorotan semua kalangan. Tak terkecuali Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Batam. Ketua KPPU Batam, Mohammad Noor Rofieq menyatakan, pedagang bisa kena denda Rp 25 miliar, jika ketahuan sengaja menaikan harga beras.

“Kalau memang terbukti pedagang menaikan harga secara bersama-sama sehingga membentuk kartel, maka sanksinya denda berkisar dari Rp 1 miliar sampai Rp 25 miliar atau pidana, jika memang ada unsur pidananya,” tegas Rofiek, Rabu (7/2).

KPPU Batam menyebutkan ada dua kemungkinan pedagang menaikan harga beras di atas HET. Pertama ingin mendapatkan profit yang lebih tinggi sehingga secara bersama-sama mereka menaikan harga. Kedua kondisi Kota Batam sendiri yang bukan merupakan daerah penghasil beras, sehingga ketika stok beras menipis, maka dari sanalah pedagang mulai menaikan harga.

“Ini yang perlu kami dalami. Apakah itu memang sengaja dinaikan. Kita akan pastikan langsung di lapangan,” sebutnya.

Rofiek menambahkan, karena kalau berbicara suplay dari daerah penghasil, saat ini pulau Jawa tengah musim panen. Maka tak bisa diterima alasan suplay atau stok barang berkurang menjadi alasan pedagang menaikan harga beras melebihi HET.

“Adapun hal yang akan kita lakukan adalah memastikan harga di pasar, memanggil para pelaku usaha. Kita juga menanyakan mereka dapat harga berapa dan jual berapa. Apakah unsur kesengajaan sehingga bersama-sama menaikan harga,” jelas dia.

Dalam konteks pemerintahan sendiri, lanjut Rofiek, pedagang atau distributor tidak boleh menjual di atas HET yang ditetapkan. “Harga yang ditetapkan atas kesepakatan bersama saja itu pelanggaran, apalagi menjual dengan harga yang melebih HET tertinggi itu jelas menyalahi. Guna memastikan kondisinya, makannya kita pantau di lapangan,” kata Rofiek.

“Kami sedang menjadwalkan. Apapun hasilnya nanti kami sampaikan,” jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan HET beras medium Rp 9.450 per kg dan premium Rp 12.300 per kg. kenyataannya di lapangan masih ada pedagang atau pelaku usaha yang menjual beras melebihi HET yang telah ditetapkan pemerintah. (rng)

Lubang di Tengah Jalan Bahayakan Pengendara

0
Salah satu lubang menganga terlihat dijalan Laksamana Bintan Sei Panas, Rabu (7/2). Ada sejumlah titik lubang yang terlihat dijaln tersebut yang bisa membahayakan kendaraan terutama pengendara sepeda motor. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah lubang besar yang menganga sepanjang jalan Laksamana Bintan Seipanas dinilai sangat membahayakan pengguna jalan. Sebab, posisi lubang tersebut berada di tengah jalan dan cukup dalam.

Jika dihitung dari Simpang BNI hingga Underpass (terowongan Pelita) terdapat puluhan lubang kecil hingga besar. Mirisnya lagi, jalan itu termasuk jalan protokol yang padat dilalui kendaraan.

Samuel pengendara sepeda motor pernah menjadi korban dari dari lubang besar yang berada ditengah jalan tersebut. Ia yang saat itu melaju dengan kecepatan sedang harus terjatuh karena ingin menghindari lubang tersebut.

“Kaget tiba-tiba ada lubang besar ditengah jalan. Saya banting stang dan jatuh. Untungnya jalanan sepi,” terang Samuel, kemarin.

Menurut dia, semakin hari lubang jalan di kawasan itu bertambah besar dan dalam. Hal itu diduga karena jalanan tersebut juga kerap dilalui oleh trailer dan truk bermuatan. Sehingga jalan tersebut cepat hancur dan berlubang.

“Yang lewatkan truk-truk besar juga. Makanya jalan cepat hancur,” jelas Samuel lagi.

Hal senada disampaikan Meri, yang juga tidak nyaman dengan banyaknya lubang besar di tengah jalan. Apalagi di seberangnya tepatnya didepan SDN 01 dan 02 terdapat gelombang jalan yang cukup tinggi. Jika pengendara tidak hati-hati dipastikan bisa terjatuh.

“Gelombang aspal itu cukup tinggi dan membayakan pengedara kalau sedang kencang,” ujar wanita berusia 29 tahun ini.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi sempat mengatakan jalan laksamana bintan termasuk jalan yang akan segera dipelebar dan diperbaiki. Saat ini, tim terpadu juga tengah memberi surat peringatan kepada pemilik bangunan di daerah bufferzone, agar segera membongkar bangunan karena akan adanya pelebaran jalan. (she)

Angin Utara Melanda Batam hingga Akhir Bulan

0
Sejumlah daun pohon palem bergoyang akibat ditiup angin kencang yang melanda kawasan Batam Center
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Angin utara dengan kecepatan maksimal 40 kilometer perjamnnya melanda Batam hingga akhir bulan. Akibat angin utara ini menyebabkan arus laut semakin kuat dan gelombang tinggi. Oleh sebab itu pihak Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim Batam meminta masyarakat selalu berhati-hati saat beraktivitas di luat.

“Setiap tiga kali sehari, kami akan melakukan update. Untuk melihat perkembangan fenomena angin utara ini,” kata Kasi Datin Stamet Hangnadim Batam, Suratman, Rabu (7/2).

Walau adanya fenomena cuaca angin utara ini, Suratman menuturkan aktivitas pelayaran di perairan Batam masih cukup kondusif. Sehingga para nelayan tidak perlu merisaukan angin utara. “Walau begitu, tetap selalu hati-hati,” tuturnya.

Suratman meminta masyarakat tidak hanya berhati-hati saat beraktivitas di laut saja. Tapi di darat juga. Karena angin kencang ini dapat menumbangkan pohon-pohon yang sudah tua. “Pohon tumbang, walau angin kencang. Cuacanya cukup terik, minum yang cukup supaya tidak dehidrasi,” ucapnya

Fenomena angin utara ini disebutkan Suratman sudah menjadi hal yang biasa. Karena memasuki awal tahun, angin utara berhembus kencang akan menerpa wilayah Kepri, khususnya Batam.

Terkait dengan fenomena angin utara ini, Kepala Pos Pelabuhan Telaga punggur Komaruddin mengatakan hingga kini pelayaran di Nongsa tidak terganggu akibat hal ini.
“Hingga kini pelayaran masih lancar,” tuturnya.

Walau begitu, Komaruddin menuturkan pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan instansi yang terkait tentang pembaharuan fenomena ini.

“Saya selalu kontak-kontakan dengan BMKG, agar selalu mendapatkan pembaharuan cuaca tiap harinya,” ucapnya singkat. (ska)

55 SMP Batam Terapkan UNBK

0
Siswa SMPN 47 Batam duduk bersama saat jam istirahat.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 55 dari 116 Sekolah Mengengah Pertama (SMP) akan mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) April mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan jumlah ini jauh lebih meningkat dari tahun yang hanya berkisar 30 sekolah.

Ia menambahkan semakin banyaknya sekolah yang melaksanakan UNBK ini tidak lepas dari ketersediaan peralatan pendukung seperti komputer dan jaringan internet yang memadai.

“Tahun ini sudah banyak sekolah yang mandiri jadi tidak menumpang lagi di sekolah lain seperti SMPN 3 yang dulu menumpang di SMAN 1 Batam sekarang sudah mandiri,” bebernya.

Mengenai belum 100 persen UNBK di Batam, Muslim mengungkapkan itu tidak lepas dari ketersediaan peralatan pendukung. Sekolah harus memenuhi syarat ketersediaan peralatan minimal 30 persen dari jumlah siswa baru bisa ikut UNB. ” Nah ini permasalahannya, saya harap tahun depan Batam bisa 65 persen UNBK sesuai target Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Hernowo menyebutkan tahun ini terdapat 15.380 siswa ditingkat menegah pertama yang akan mengikuti UN.

Seluruh sekolah yang mengikuti pelaksanaan UNBK akan mulai kegiatan simulasi UNBK 14-15 Februari ini. “Di sini siswa akan diberikan tata cara pengerjaan soal UNBK dengan baik dan benar,” sebutnya.

Ia mengatakan meskipun UN sekarang ini bukan penentu dalam kelulusan, siswa diharapkan untuk tetap berusaha mendapatkan nilai terbaik. “Karena ini akan berdampak bagi prestasi sekolah, kalau nilau bagus tentu satu pencapaian yang sangat luar biasa, dan Batam bisa mempertahankan predikat nomor satu di Kepri,” terangnya.(yui)

Persiapkan Gudang Penyimpanan Komoditi Pangan

0
foto: putut ariyotejo / batampos

batampos.co.id – Batam bukan daerah penghasil. Hal ini kerap membuat harga pangan di daerah industri tak menentu, bahkan dalam beberapa kesempatan kerap naik. Untuk itu seiring perombakan Pasar Induk Jodoh kelak, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mempersiapkan gudang penyimpanan (cold storage).

“Untuk cold storage ini kami sedang siapkan proposalnya dulu, sembari menunggu proses peralihan aset pasar induk,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Zarefriadi, kemarin.

Ia mengatakan komoditi pangan yang akan didatangkan dari daerah lain dapat ditampung. Hal ini ia contohkan seperti di eropa yang notabenenya banyak negara bukan penghasil komoditi namun tetap tak masalah soal ketersediaan dan harga pangan. Cara ini dinilai efektif, karean selama ini alasan tingginya komoditi selalu ditenggarai kelangkaan barang.

“Kami sudah punya konsepnya soal ini (menstabilkan harga) tapi terkadang soal keadaan di lapangan, semua orang tahu betapa pentingnya pasar induk itu, tapi sekarangkan belum ada milik Pemko Batam,” ucapnya.

Ia mengaku, sembari menunggu hal ini, pihaknya kerap melakukan operasi pasar. Namun kenyataannya, belum ada perubahan yang berarti terkait upaya yang diklaim Zarefriadi tersebut. Selain itu, pasar murah juga akan kembali dilakukan tahun ini, tepatnya saat menjelang lebaran kelak.

“Sekarang mau gimana lagi sekarang angin (cuaca) lihatlah. Tapi tetap kita pantau, asal jangan naik terlalu tinggi dan kenaikan kami pikir untuk beberapa komoditi saja,” kata dia.

Sementara itu Kapolresta Barelang Kombes Hengky mengungkapkan, kenaikan harga beberapa komoditi terjadi karena ulah pengecer nakal. Ia menyampaikan, pada distributor justru dalam batas wajar. “Kami imbau dulu, penindakan bisa di Disperindag dulu. Soal kartel, penimbunan dan monopoli harga kami (polisi) akan tindak,”terang Hengki.

Soal ini, Kepala Disperindag Kepri Burhanuddin mengklaim sudah beberap kali pihaknya menindak temuan dilapangan bersama Satgas Pangan yang dikoordinir Polda Kepri. Ia meminta kepada masyarakat agar dapat melaporkan langsung ke pemerintah dan polisi. Ia memastikan penindakan tingkat pengecer dapat dilakukan.

“Kita tegas soal ini, soal pengecer itu bisa ditindak apalagi yang kartel-kartel,” imbuhnya.

Terkhusus beras, ia mengatakan kini pemerintah pusat melalui Kementrian Perdagangan mengambil langkah impor. Namun demikian hingga kini belum ada keputusan angka untuk Batam.

“Cadangan beras kita menipis, saya lupa angkanya. Impor ini kalau dilakukan, harga yang naik sekarang pasti turun,” ucap dia. (adi)

Orang Dewasa, Normalnya Kencing 6-8 kali Sehari, Jika Lebih, Artinya….

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kebiasaan minum air putih minimal 2 liter air sehari tentu membuat seseorang buang air kecil lebih banyak, setidaknya 6-8 kali sehari. Namun, jika buang air kecil lebih dari 8-10 kali sehari, jangan disepelekan. Selain banyak minum, seperti dilansir dari Boldsky, Kamis (8/2), sembilan alasan ini bisa jadi penyebab kantung kemih tidak terkontrol sepanjang hari.

Terlalu Banyak Minum
Jika mengonsumsi cairan lebih dari 2 liter air sehari, bersama dengan cairan lainnya seperti kopi, teh, jus, maka secara alami akan merasa buang air kecil lebih sering. Namun, ini normal dan aman.

Kandung Kemih Lebih Kecil
Secara anatomis, setiap orang berbeda. Biasanya, kandung kemih kebanyakan orang bisa menahan hingga 2 gelas cairan, setelah itu keinginan untuk buang air kecil dimulai. Namun, pada beberapa orang, kandung kemih hanya bisa menampung 1 atau 1,5 gelas cairan, jadi mereka perlu segera buang air kecil daripada yang lain.

Dehidrasi
Sering buang air kecil karena jika tubuh tidak memiliki cukup air, bagaimana bisa menghasilkan air seni? Penelitian telah membuktikan saat mengalami dehidrasi, urin menjadi lebih terkonsentrasi. Air seni konsentrat bisa mengiritasi kandung kemih dan membuat seseorang merasa perlu sering buar air kecil meski tidak banyak yang keluar.

Batu Ginjal
Bisa jadi sering buang air kecil karena adanya batu ginjal. Biasanya, penyakit ini juga disertai gejala lain seperti sensasi terbakar saat buang air kecil, nyeri di punggung bawah dan daerah panggul.

Otot Pelvic Lemah
Jika otot di sekitar panggul atau daerah perut bagian bawah lemah, maka bisa mengakibatkan hilangnya kontrol kandung kemih pada banyak orang. Otot pelvis bertanggung jawab untuk membiarkan kandung kemih berkontraksi dan rileks saat dilewati urin. Jadi, jika otot pelvis cukup kuat, maka seseorang akan memiliki kontrol kandung kemih yang lebih baik.

Obat-Obatan Tertentu
Jika seseorang menggunakan obat tertentu yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, alergi kulit, depresi, dan lainnya, mereka juga bisa menyebabkan kandung kemih melemah sehingga lebih cepat buang air kecil.

Kista dalam Perut
Bila ada perkembangan kista fibroid di daerah perut bagian bawah, hal itu juga bisa menyebabkan sering buang air kecil karena kista dapat memberi tekanan pada kandung kemih.

Tekanan Darah Rendah
Jika tekanan darah lebih rendah dari biasanya, disertai gejala lain seperti pusing, mati rasa, kelelahan, dan sebagainya, sering buang air kecil juga bisa menjadi pertanda.

Menopause
Seorang wanita di atas usia 45 tahun sering mengalami masalah buang air kecil, karena merupakan salah satu tanda menopause. Perubahan hormonal yang terjadi di tubuh selama fase ini bisa mengiritasi kandung kemih dan sering menyebabkan buang air kecil.

(ika/JPC)

Susah Cari Kerja di Batam, Pencari Kerja mulai Menyerah

0
Ilustrasi pelamar kerja. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil kian berdampak buruk bagi perkembangan ekonomi warga Batam. Tidak sedikit warga yang mulai menyerah dengan kondisi ekonomi tersebut. Warga korban PHK dari perusahaan galangan kapal di Batuaji dan Sagulung sudah cukup banyak yang memilih pulang kampung karena sudah tak mampu lagi bertahan.

Data dari kecamatan Batuaji diakhir tahun 2017 lalu ada sekitar 500 warga yang mengurus surat perpindahan penduduk dari Batam ke daerah lain. Jumlah tersebut diakui pihak kecamatan meningkat drastis dari tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata dibawa angka 100 warga. Bukti lain yang menunjukan bahwa situasi ekonomi khususnya kota Batam yang belum kunjung membaik itu adalah menurunya pengurusan kartu kuning (form AK-1) sepanjang tahun 2017 lalu. Dalam sehari pihak kecamatan rata-rata hanya menerima 5-10 berkas permohonan kartu kuning.

“Itu mulai terasa sejak Lebaran tahun lalu. Biasanya diatas 20 an berkas dalam sehari. Mungkin karena tak ada lowongan kerja kali. Pada pulang kampung orang,” ujar kepala seksi pelayanan umum Kecamatan Batuaji, Safrinto, belum lama ini.

Menurunya minat warga untuk mengurus kartu kuning itu karena memang belakangan Batam dilanda krisis lowongan kerja. Dunia industri galangan kapal yang sedang melemah (down) menjadi penyumbang terbesar bagi meningkatnya angka pengangguran di kota Batam.

Data dari Dinas Ketenaga Kerjaan Kota Batam seperti yang disampaikan oleh wakil wali kota Batam Amsakar Achmad beberapa waktu lalu, ada sekitar 23 ribu pekerja aktif di Batam yang dirumahkan. Itu karena ada sekitar 184 perusahaan yang tutup sejak tahun 2014 lalu.

Sampai saat itu situasi yang kurang bersahabat itu belum kunjung membaik. Pihak Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) mengakui jika belum ada perubahan yang berarti dengan geliat industri galangan kapal di Batam pada umumnya. Industri galangan kapal masih terpuruk sebab sepih orderan pembuatan kapal.

“Belum begitu membaik. Untuk bertahan saja dengan tenaga kerja yang sangat sedikit. Kalau berkembang belum bisa,” ujar Sekretaris BSOA Suri Teo, beberapa waktu lalu.

Situasi yang rumit itu, membuat warga Batam tak bisa berkembang. Bahkan sebagian warga sudah mulai menyerah karena kelamaan menganggur. Aset yang adapun dijual murah. Rumah yang masih dalam proses kredit banyak disegel bank lantaran tak bisa membayar angsuran lagi. Begitu juga barang perlengkapan rumah tangga yang sudah dibeli, dijual dengan harga yang murah. Berbagai media sosial yang menampung informasi jual beli barang juga dipenuhi dengan pajangan jual rumah hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.

Beberapa warga korban PKH yang ditemui Batam Pos di wilayah Batuaji dan Sagulung mengaku nekad menjual rumah hingga perlengkapannya umumnya hanya untuk bertahan hidup. Itu dilakukan karena memang tabungan selama masih kerja sudah habis.

“Bayar angsuran rumah, biaya makan mau ambil dari mana. Mau tak mau barang-barang yang ada dijual,” kata Djoko, salah satu warga di Tanjunguncang, Selasa (6/2).

Tidak itu saja, jika semua barang sudah habis terjual dan yang bersangkutan belum juga mendapat pekerjaan baru, rumah yang masih dalam proses angsuran kreditpun dijual. Seperti yang dilakukan Hendro, warga perumahan Laguna Regency, Marina. Dua tahun menganggur pria asal pulau Jawa itu terpaksa menjual rumahnya yang masih dalam masa kredit atau KPR, sebagai modal untuk pulang kampung. Hendro mengaku tak mampu lagi bertahan di Batam. Selain terkendala dengan pembayaran angsuran rumah, biaya sekolah dua anaknya juga tidak bisa dipenuhi.

“Makanya kalau laku rumah ini mau balek kampung kami. Biar bertani saja di kampung,” katanya.

Pantauan Batam Pos di lapangan, dalam satu perumahan terdapat tiga sampai empat unit rumah yang dipajang tulisan “rumah ini dijual”. Begitu juga dengan rumah yang dilabeli pihak bank karena tunggakan KPR juga cukup banyak. (eja)