Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12604

Fungsi Legislasi DPRD Batam Lemah

0
ilustrasi
foto: rezaa herdiyato / batam pos

batampos.co.id – Tahun ini DPRD Kota Batam memproyeksikan 24 Program Legislasi Daerah (Prolegda) menjadi Perda. Tetapi belakangan dipastikan jumlah Perda yang akan disahkan maksimal 7 perda saja.

“Awalnya kita di Ranperda itu ada 24 tetapi kemungkinan hanya 7 perda saja yang bisa kita selesaikan. Kita menyesuaikan dengan anggaran,” kata ketua Badan Peraturan Daerah (Baperda), Sukaryo,Rabu (7/1).

Ia mengaku belum tahu tujuh Ranperda yang akan disahkan tersebut. Tergantung dari draft yang sampai ke Baperda. “Kalau pengusulnya Pemko ya harus cepat draftnya. Intinya siapa yang duluan datang, itu yang duluan dibahas,” katanya.

Menurut politikus PKS tersebut, Ranperda yang akan dibahas ini sudah ada Ranperda luncuran dari tahun sebelumnya. Bahkan sudah ada yang beberapa tahun dibahas tapi tak kunjung disahkan.

“Seperti Perda Bea Gerbang Sampah dan Ranperda Aset sudah dari tahun lalu dibahas. Mudah-mudahan tahun ini bisa disahkan menjadi Perda,” katanya.

Sementara itu, Udin P Sihaloho, ketua Pansus Ranperda Aset Daerah mengkritik Baperda yang terlalu bernafsu di awal memproyeksikan 24 Ranperda. Dari awal ia sudah yakin, sebagian besar Prolegda tersebut tidak akan bisa disahkan.

“Saya pastikan tidak akan bisa diselesaikan itu,” katanya.

Bahkan menurut Udin tujuh Ranperda yang akan dibahas tersebut belum tentu semuanya bisa disesaikan dan disahkan tahun ini. Pertimbangannnya adalah masalah waktu.

“Sekarang ini sudah bulan Februari. Tetapi belum ada pembahasan. Ini semua karena kebanyakan dari teman-teman selalu ke luar. Sebenarnya di sini kearrifan pimpinan untuk memberikan penugasan harus bijak,” katanya.

Menurutnya, program leegislasi di DPRD Kota Batam mennghabiskan banyak anggaran. Ia perkirakan setiap Ranperda habiskan minimal Rp 300 juta.

“Anggaran untuk satu Perda sangat besar. Jadi sangat disayangkan kalau tidak efektif. Apalagi kalau Ranperdanya seakan sengaja dibuat tidak efektif,” katanya. (ian)

Leburkan SDN 002 dan SDN 008, Bangunan Sekolah Diusulkan Bertingkat

0

batampos.co.id – DPRD Kota Batam menyarankan agar SDN 002 dan SDN 008 di Buliang Batuaji dilebur menjadi satu sekolah. Hal ini seiring belum adanya terkait kejelasan lahan gedung sekolah di SDN 008.

“Kalau memang memungkinkan SDN 002 itu untuk dibangunkan RKB, ya udah dilebur aja SD 008 ini menjadi SD 002. Jadi gak perlu ada dua SD disitu,” ujar anggota Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari, Rabu (7/2).

Menurut Riky, jika sampai ke depan lahannya belum dibangun, imbasnya siswa disana akan terkendala pengurusan ijazah. Disatu sisi sekolah wajib mempunyai lokasi yang tetap dan permanen, sementara tidak boleh dua sekolah berbeda di lokasi yang sama. Karena nanti ujian nasional tak bisa dilakukan sendiri.

“Kalau saya solusinya simple saja, dilebur kedua sekolah itu. Kita rencana mau sidak disana memungkin atau tidak sekolah itu untuk digabung,” papar Riky.

Ia menambahkan, jika dirasa tak memungkinkan lahannya untuk ditambah kelas baru, solusinya rehabilitasi gedung SDN 002 menjadi tiga lantai seperti yang pembangunan SDN 009 Seibeduk di simpang dam.

“Kalau sekarang satu lantai, kita tambah jadi tiga lantai. Untuk itulah kita minta disdik mengusulkan anggarannya di APBD perubahan 2018 ini, karena ini masalah lama dan selalu kita ingatkan tentang hal ini,” lanjut Riky.

Terkait pembangunan SDN 008 sendiri, ia menilai disebabkan kurangnya perencanaan di dinas pendidikan Batam. “Kalau lahan belum tersedia, ngapain buka sekolah. Seharusnya setelah lahan pasti baru buka sekolah rintisan. Ini sampai 4 tahun, dan kita masih mencari dimana lokasi sekolah,” sesal Riky.

foto: eusebius sara / batampos

Ia juga tak bisa membayangkan SDN 002 yang saat ini belajar dua shift ditambah lagi SDN 008 menumpang disana. Padahal seharusnya dengan kurikulum 2013 ini sudah tidak boleh lagi dan double shift.

“yang jelas sudah pasti dana bosnya tidak dibayarkan. Kan lebih baik meneruskan bangunan yang sudah ada dari pada mencari lahan baru. Leburkan saja dua sekolah ini, terus tambah bangunannya,” jelasnya. (rng)

28 Advokat Hadapi SBY

0
SBY mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan Pengacara Setnov, Firman Wijaya, Selasa (6/2/18). SBY melaporkan pencemaran nama baik dalam kasus korupsi e-KTP. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

batampos.co.id – Drama laporan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, kian panas. Firman dipastikan menunjuk Boyamin Saiman, yang merupakan pengacara Antasari Azhar saat menghadapi kasus yang sering disebut-sebut rekayasa.

Boyamin Saiman menuturkan, dibentuk tim kuasa hukum yang berjumlah 28 advokat untuk membela Firman Wijaya dalam laporan pencemaran nama baik dengan pelapor SBY.

”Saya sebagai koordinator tim kuasa hukum,” terang Boyamin kepada Jawa Pos (grup Batam Pos), Rabu (7/2).

Menurut dia, Firman hanya berupaya menjalankan tugas profesinya untuk menggali fakta terkait kasus e-KTP.

”Dalam rangka membela kliennya,” terangnya.

Menurutnya, semua bukti sedang dikumpulkan untuk memastikan bahwa Firman tidak bersalah dalam menjalankan profesinya.

”Kami hormati penyelesaian lewat jalur hukum ini,” tuturnya.

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan bahwa siapapun yang melaporkan dugaan tindak pidana, tentunya Polri akan menanganinya secara profesional.

”Masalah ini kami kaji,” paparnya singkat ditemui di kantor Majelis Taklim al Afaf, kemarin.

Kuasa hukum SBY Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, Firman sudah menebar fitnah kepada kliennya. Sebagai pengacara, Firman seharusnya menjaga etika profesi. Menurut dia, membela klien dilakukan demi tegaknya hukum dan kebenaran.

“Bukan pembelaan membabi buta dengan merekayasa hal-hal yang tidak relevan, bahkan memainkan politik fitnah,” terang Didi, kemarin.

Fitnah yang dilancarkan bertujuan menghancurkan kehormatan dan reputasi kliennya yang juga ketua umum Partai Demokrat. Setelah menebar fitnah, Firman dengan mudahnya menyatakan bahwa apa yang dia lakukan dilindungi hak imunitas. Dia menjelaskan bahwa Firman sudah menyalahgunakan hak imunitas dan menggunakannya sebagai tameng politik fitnah.

Hak imunitas advokat memang diatur dalam Pasal 16 UU Nomor 18/2003 tentang Advokat. Namun, hak imunitas advokat hanya berlaku bagi mereka yang menjalankan profesinya dengan itikad baik.

“Ukuran itikad baik adalah sesuai perundang-undangan yang berlaku dan tidak melanggar hukum. Menjunjung tinggi kehormatan dan etika advokat,” tutur Didi.

Jika tindakan advokat dilakukan dengan itikad buruk dan di luar sidang pengadilan, maka pengacara itu tidak kebal hukum. Hak imunitas pun tidak berlaku. Penjelasan itu sesuai dengan Pasal 16 UU Advokat disebutkan bahwa advokat tidak dapat dituntut, baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk pembelaan Klien dalam sidang pengadilan. Jadi, tutur dia, kata kunci hak imunitas berada pada itikad baik.

Dia menyatakan, pihaknya tidak membalas fitnah dengan fitnah, kliennya menempuh jalur hukum dengan melaporkan Firman ke Bareskrim Polri dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) terkait pelanggaran kode etik yang telah dilakukan.

“Kami adalah warga negara yang menjunjung tinggi hukum. Kami melawan dengan cara yang terhormat dan bermartabat demi tegakknya kebenaran dan keadilan secara hukum,” tutur dia.

Didi berharap penegak hukum dan organisasi pengacara memproses laporan itu dan memutuskan seadil-adilnya. “Bapak SBY warga negara seperti kita yang berhak mendapatkan keadilan dan berhak membela diri,” ucapnya.

Sementara itu, Plh Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuyuk Indriyanti menyatakan tidak ingin mengomentari perseteruan Firman Wijaya dan kubu SBY.

No comment ya,” ujarnya saat dikonfirmasi soal laporan SBY terhadap Firman ke Bareskrim Mabes Polri.
Saat ini, KPK fokus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam persidangan perkara pokok dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dengan terdakwa Setya Novanto. Sidang dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni Senin dan Kamis.

“Pemeriksaan saksi masih akan ada terus dilakukan,” kata Yuyuk. (lum/idr/tyo/jpg)

Fotografer Batam Pos, Iman Wachyudi Menangi Lomba Foto Infid, International NGO Forum on Indonesian Development

0
Iman Wachyudi

batampos.co.id – Fotografer Batam Pos Iman wahyudi menyabet juara I lomba foto tingkat nasional yang digelar Infid, International NGO Forum on Indonesian Development. Tema lomba ini tentang penyandang disabilitas sebagai subjek pembangunan.

“Foto itu memenuhi kriteria,” kata Program Assistant On Inequality Infid, Aura Putri, Rabu (7/2).

Ia mengatakan tujuan digelarnya lomba ini guna meningkatkan perhatian pemerintah dan masyarakat kepada para penyandang disabilitas. Selain itu, dengan lomba foto ini Infid ingin merekam dan memperlihatkan bahwa penyandang disabilitas masih bisa bekerja dan beraktivitas layaknya orang normal.

“Dalam foto (Iman, red) objek yang difoto merupakan penyandang disabilitas. Tapi raut wajahnya tidak menujukan kesedihan. Dia tetap berusaha bekerja menghidupi keluarganya,” tuturnya.

Iman Wahyudi menuturkan, sosok yang difotonya itu adalah Lagalo. Pria berusia 50 tahun itu harus kehilangan kaki kirinya akibat kecelakaan saat masih menjadi mahasiswa. Tapi keadaan ini tidak membuat Lagalo putus asa. Ia tetap berusaha bekerja layaknya orang normal.

Saat orang-orang seperti Lagalo menyerah dan memilih meminta-minta di jalan. Tapi tidak bagi Lagalo.

“Ia bekerja menghidupi dua anaknya, hingga anaknya bisa bekerja. Tidak hanya bekerja sebagai penjahit, Pak Lagalo ini juga membuat cenderamata dari kulit kerang,” tutur Iman.

Kehidupan Lagalo yang menarik, menjadi alasan Iman merekam melalui lensa kameranya.

“Bisa dibilang Pak Lagalo ini pahlawan bagi anak-anaknya. Dengan kondisinya seperti itu, tidak ada kata menyerah dalam kamusnya,” ucapnya.

Atas kemenangannya itu, Iman berhak mendapatkan hadiah kamera miroless Fujifilm X-A3. “Ke depan saya akan terus berkarya,” ungkapnya. (ska)

Batam Pos Boyong Medali Indonesia Print Media Awards (IPMA) dan Indonesia Young Readers Awards (IYRA) 2018

0
Pimred Batam Pos M Iqbal (kiri) menerima penghargaan IPMA malam tadi.

batampos.co.id – Harian Pagi Batam Pos berhasil menyabet dua penghargaan dalam Indonesia Print Media Awards (IPMA) dan Indonesia Young Readers Awards (IYRA) 2018 yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat, Rabu (7/2). Dua penghargaan tersebut masing-masing berupa medali perak atau silver.

Pemimpin Redaksi Batam Pos M Iqbal mengatakan, penghargaan medali perak IPMA 2018 diberikan kepada Batam Pos untuk desain sampul depan Batam Pos edisi 6 Juli 2017. Yakni sampul dengan tema film Spiderman: Homecoming.

Sementara penghargaan medali perak IYRA 2018 diberikan kepada Batam Pos untuk desain halaman rubrik Zetizen edisi 23 November 2017. Saat itu, Zetizen mengupas band legendaris asal Inggris, The Beatles.

Atas penghargaan ini, Iqbal mengatakan bahwa capaian ini menandakan produk-produk jurnaliistik Batam Pos telah memenuhi standar kualitas yang baik. “Namun demikian, redaksi Batam pos bertekad terus memperbaiki karya-karya jurnalistik yang disajikan kepada pembaca,” kata Iqbal, tadi malam.

Iqbal mengatakan, raihan medali perak ini merupakan yang tertinggi di wilayah Sumatera dalam gelaran IPMA dan IYRA tahun ini. Sementara di wilayah Kepri, Batam Pos merupakan satu-satunya media yang meraih medali perak.

Sementara Redaktur Pelaksana Desain Batam Pos Helmi Yunus mengatakan, sampul Batam Pos edisi Spiderman: Homecoming memang unik.

“Konsepnya memang untuk tampil beda,” kata Helmi, tadi malam.

Dengan penghargaan tersebut, Helmi mengaku akan menjadi pemacu semangat untuk menghasilkan karya-karya desain halaman koran yang lebih baik lagi.

“Ini hasil kerja sama tim yang harus terus ditingkatkan,” katanya. (ska)

Ahok-Veronica Tak Persoalkan Harta Gono-Gini

0

batampos.co.id – Sidang perceraian Ahok-Veronica kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rabu (7/2). Seperti sidang perdana pada Rabu (31/1) lalu, Veronica lagi-lagi tida hadir dalam sidang. Meski begitu, majelis hakim tetap melanjutkan persidangan.

Sidang tersebut digelar sekitar pukul 10.25 di ruang Koesoema Atmadja. Sidang dipimpin Sutaji dan beranggotakan hakim Ronald Sanofri dan Taufan Mandala.

Dalam sidang, kuasa hukum Ahok menyerahkan sejumlah berkas. Di antaranya, kartu pengenal berupa KTP Ahok dan Veronica. Selanjutnya, surat penyataan dari Veronica untuk majelis hakim yang berisikan ketidakhadirannya di persidangan dan menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim.

“Surat peryataan dari Veronica bahwa telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke majelis hakim, merupakan alat bukti kuat untuk sidang tetap dilanjutkan,” kata Humas PN Jakarta Utara Jootje Sampaleng, kemarin.

Dengan ketidakhadiran Veronica, lanjut Jootje, proses mediasi tidak akan dilakukan. Upaya rujuk terhadap pasangan suami istri (pasutri) dianggap sudah tidak ada.

“Jadi, untuk apa pengadilan mengupayakan mediasi kalau mereka (Ahok-Veronica) tidak mau merespons persidangan,” kata Jootje.

Oleh karena itu, sidang bakal difokuskan ke tahap pembuktian perkara. Pembuktian tersebut akan diadakan pada sidang selanjutnya meski tanpa kehadiran Veronica. “Veronica sudah kehilangan hak untuk menjawab dari gugatan pemohon (Ahok). Sebab dia sudah menyerahkan jalannya persidangan kepada kami,” ujarnya.

Dalam sidang selanjutnya, Rabu (14/2) mendatang, beberapa berkas harus dilampirkan oleh pihak kuasa hukum penggugat. Seperti akta nikah dan bukti penyebab terjadi penceraian. Yakni pembuktian bisa dilakukan melalui surat tertulis atau keterangan saksi.

Meski Veronica telah menyerahkan persidangan ke majelis hakim, hak asuh anak belum tentu jatuh ke pihak penggugat. Keputusan hak asuh diserahkan kepada anak-anak untuk memilih ikut Ahok atau Veronica.

”Sebab mereka sudah dinilai dewasa dan bisa menentukan ingin hidup atau tinggal bersama siapa,” jelas Jootje.

Adik sekaligus kuasa hukum Ahok, Fifi Lety Indra, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap meneruskan persidangan sekalipun Veronica tidak datang.

”Berkas atau dokumen penyebab retaknya bahtera rumah tangga tersebut akan dilampirkan dan dibuktikan pada sidang selanjutnya,” kata Fifi.

Menurut Fifi, pemicu perceraian adalah kehadiran orang ketiga atau laki-laki lain di luar Ahok. Dia menegaskan, tidak ada permasalahan lain. Seperti urusan politik, keberadaan Ahok di dalam penjara, dan sebagainya.

Fifi mengatakan, pihaknya tidak akan menghadirkan Julianto Tio, pihak yang disebut-sebut orang ketiga tersebut. Meskipun dirinya ingin sekali bertemu dengan Julianto.

”Kalau bertemu Julianto, saya ingin menanyakan alasan dia menghancurkan rumah tangga orang. Padahal, dia sudah mempunyai istri dan anak. Kenapa sangat tega mengganggu rumah tangga orang,” paparnya.

Terkait dengan hak asuh anak, lanjut Fifi, Ahok telah mengajukan permohonan ke majelis hakim. Sekalipun anak-anak bisa menentukan pilihan, Ahok tetap berharap permohonan tersebut dikabulkan majelis hakim. Apapun akan dilakukan demi mendapatkan hal tersebut.

“Berbeda dengan masalah harta gono-gini. Kami tidak akan merebutkannya. Karena harta sudah kami serahkan ke anak-anak,” ujar Fifi. (ian/agm/jpg)

Wakil Walikota Batam Sebut Impor Beras Solusi Kendalikan Harga

0
Seorang pekerja toko kelontongan Multi Sukses di Pasar Mega Legenda sedang melayani warga yang akan membeli beras, Rabu (7/20. Harga beras ditoko tersebut berkisar 13.500 per kilo. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Walikota Batam, Amsakar Achamad menyebutkan penyebab kenaikkan harga beras belakangan ini disebabkan tidak seimbangnya antara permintaan dengan persediaan yang ada saat ini.

Selain itu, besarnya biaya transportasi yang dikeluarkan untuk mendatangkan beras membuat pedagang kesulitan menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Mana ada pedagang yang mau rugi, jadi mereka pun terpaksa menaikkan harga,” kata dia usai peletakkan batu pertama Masjid SMPN 3 Batam di Sekupang, Rabu (7/2).

Ia menilai impor beras menjadi salah satu solusi untuk mengendalikan harga pasar. Sebelumnya, pria lulusan UNRI ini menyebutkan sudah bertemu anggota DPR RI, Nyat Kadir. Bahwasanya sudah ada kesepakatan dengan Menteri Perdagangan terkait impor beras termasuk daerah perbatasan.

“Kalau tidak salah ada sekitar 360 ribu ton yang sudah disepakati, dan Batam termasuk salah satu daerah perbatasan yang akan mendapatkan jatah. Namun untuk jumlahnya belum diketahui,” beber Amsakar.

Menurutnya, Bulog yang lebih mengerti dan paham terkait urusan impor ini. Berapa kebutuhuhan di Batam dan lain sebagainya bisa dilanjutnya ke mereka.

“Biar jelas, apakah Batam yang mengusulkan atau tinggal terima saja,” tutupnya. (yui)

Kadisdik Pemko Batam, Sulit Menemukan Lahan

0
foto: eusebius sara / batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengakui sulit menemukan lahan untuk membangun gedung sekolah baru untuk SDN 008 yang masih menumpang di SDN 002 Batuaji.

“Sangat sulit, makanya hingga saat ini mereka masih numpang,” kata dia.

Sebelumnya, pihaknya sudah mencoba mencari lahan yang akan dialokasikan untuk pembangunan sekolah tersebu. “ada lapangan sepak bola di dekat sana, tapi melihat kondisinya, kami tidak jadi bangun dengan alasan tidak memugkinkan dibangun sekolah,” jelasnya.

Menurutnya sekolah tersebut masuk dalam program prioritas Disdik tahun ini. Namun karena tidak ada lahan, sekolah tersebut terpaksa menumpang hingga pihaknya mendapatkan alokasi lahan.

Mengenai tahun ajaran baru yang sudah tinggal beberapa bulan lagi. Untuk solusi siswa yang masih menumpang di sekolah lain atau yang belum memiliki gedung sendiri ini, pria kelahiran 1959 ini akan berusaha mencarikan sekolah terdekat yang bisa ditumpangi.

“Jadi tetap menumpang,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil walikota Batam, Amsakar Achamad mengakui permasalahan masih berkutik pada ketersediaan lahan. “Intinya kalau ada lahan kami akan bangun, hanya saja sangat sulit menemukan lahan di sana (Batuaji, red)

Dia berharap permasalahan ini bisa menemukan titik terang. Menumpang di sekolah lain tak bisa dihindarkan karena memang lahan untuk membangun sekolah tak ada.

“Nanti kami coba diskusi bersama BP Batam terkait lahan ini,” tutupnya.(yui)

Mengenang Sang Maestro Musik Indonesia, Yockie Suryo Prayogo Sosok Kreatif, yang Selalu Membuat Sesuatu yang Berbeda

0

Dunia musik Tanah Air kembali berduka. Yockie Suryo Prayogo mengembuskan napas terakhir di usia 63 tahun, Senin (5/2). Konser Menjilat Matahari yang digelar pada 11 Oktober 2017 seakan menjadi salam perpisahan sang maestro.

Menyebut nama Yockie Suryo Prayogo sama halnya dengan menyebut sederet karya besar dalam sejarah musik Indonesia. Album Badai Pasti Berlalu (1977) yang dia kerjakan bersama Eros Djarot dan Chrisye merupakan album terbaik Indonesia sepanjang zaman versi Rolling Stone Indonesia.

Eros ingat betul, ketika itu, setelah menciptakan lagu-lagu untuk film Badai Pasti Berlalu, dirinya mencari sosok yang cocok untuk mengerjakan aransemen musiknya. Walau ketika itu Yockie dikenal sebagai rocker, Eros melihat ada sentuhan kreativitas di balik itu yang belum dieksplorasi. ”Saya datang ke rumahnya, kami diskusi. Kita coba eksplor, mengekstrak not-not di wilayah klasik,” tutur Eros.

Yockie, yang kelahiran 14 September 1954, mulanya berangkat dari musik klasik. Namun, jelajah kreativitasnya meluas dengan berbagai genre lain, menjadikan aransemennya kaya akan eksplorasi. Rock, progresif, juga pop. Kerja sama mereka terus berlanjut.

”Saya bikin lirik, dia mengisi piano. Notasi, saling mengisi. Sudah seperti senyawa,” ucapnya.

Bagi Eros, Yockie merupakan arranger yang luar biasa. ”Badai Pasti Berlalu kalau bukan dia yang aransemen mungkin tidak akan sebagus itu,” ungkap Eros.

Di mata Eros, Yockie merupakan sosok yang selalu gelisah. Selalu mencoba membuat sesuatu yang berbeda. Keras kepala. Tapi, itulah ciri seorang seniman. Yockie mungkin tidak mudah dipahami beberapa musisi lain.

”Kalau buat saya, dia sudah seperti adik. Saya sangat kehilangan,” tutur Eros, yang tidak bisa menghadiri pemakaman Yockie karena menjadi pembicara sebuah acara di Medan.

Yockie mengembuskan napas terakhir pada Senin (5/2) pukul 07.35 WIB di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Mantan personel band legendaris God Bless itu pergi untuk selamanya di usia 63 tahun. Tapi, kenangan Yockie tetap hidup dalam hati dan benak teman-temannya.

Gitaris God Bless Ian Antono yang datang ke pemakaman mengenang Yockie sebagai orang yang sangat idealis dalam bermusik. Tidak ada kompromi untuk aransemen yang jelek. Kalau sudah begitu, cekcok tak jarang terjadi.

”Dulu pernah, saat rekaman God Bless, drumnya Teddy Sujaya. Kalau ndak enak, dia (Yockie, red) ndak pakai kompromi, diganti aja sama mesin. Cuman, saya ngerti maksudnya dia bagus,” kata Ian.

Dia menduga, Yockie merasa bahwa rekaman suara yang pertama diambil tersebut tidak bagus sehingga diganti dengan suara keyboard. Meskipun Teddy marah-marah, akhirnya semua bisa menerima keputusan Yockie. Menurut Ian, aliran musik Yockie berakar pada musik klasik. Di album God Bless yang pertama pada 1975, Huma di Atas Bukit, aransemennya banyak dikerjakan Yockie. Begitu pula album Semut Hitam (1988) yang paling laris.

Orang yang paham musik pun akan langsung tahu warna musik Yockie dalam sebuah aransemen. Lebih dari seorang rekan satu grup, bagi Ian, Yockie sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Ian bercerita, Yockie-lah yang memboyongnya dari Malang ke Jakarta untuk bergabung dengan God Bless. Tidur pun, kadang dia bermalam di rumah Yockie. Begitu pula sebaliknya.

Yockie juga merupakan musisi lintas generasi. Terbukti, ketika diadakan konser untuk penggalangan dana bagi Yockie, yang tampil juga musisi lintas zaman. Salah satunya Rian Ekky Pradipta. Vokalis band D’Masiv itu memiliki kesan mendalam tentang sosok Yockie. Rian menyebut Yockie sebagai maestro dan inspirasinya dalam bermusik.

”Dari kecil, saya sudah mendengarkan karya-karya Om Yockie,” ujar vokalis 31 tahun itu. Antara lain album Badai Pasti Berlalu dan album Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang dirilis pada 1978.

Rian terus mengikuti perjalanan bermusik Yockie ketika bersama God Bless. Kemudian membentuk Kantata Takwa bersama Iwan Fals dan Sawung Jabo. Yockie juga memberikan pengaruh besar dalam rock progresif di Indonesia.

Yockie Prayogo. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

”Menurut saya, pengalaman bermusik Om Yockie itu belum tentu ada yang menyamai,” papar Rian.

Yang paling berkesan buat Rian, Yockie bersedia mengisi elemen musik untuk lagu Mengetuk Pintu di album kelima D’Masiv. ”Yang saya tahu, Om Yockie sangat idealis dan pemilih untuk berkolaborasi,” ujarnya.

Semakin sore, makin banyak pelayat yang datang. Komedian Indro Warkop pun terlihat di antara kerumunan pelayat yang berpakaian serbahitam. Rupanya, Indro juga punya kenangan dengan Yockie. Saat masih kecil, seusia SD atau SMP, sekitar 1970, Indro bertetangga dengan Yockie.

”Jam 12-an malam, Ndro, Ndro. Saya waktu itu masih kecil, ingat dia suaranya berat banget, tukaran botol dan minta air es,” ungkap Indro, menirukan Yockie. Dia tidak tahu persis kenapa Yockie suka dengan air es. Tapi, pada 1970-an itu Yockie sudah sering pulang malam setelah main band.

Soal musik, Warkop DKI pun pernah menjalin kerja sama dengan God Bless saat masih ada Yockie. Warkop membuat parodinya. Selain Yockie, Ian Antono ikut terlibat. Bahkan, baju yang dipakai Warkop pun bekas personel God Bless.

”Awalnya Black Dog (lagu yang dinyanyikan Led Zeppelin, red), masuknya Suwe Ora Jamu. Jadi, setelah ada God Bless, kami Warkop Bless,” ujar Indro, lantas tersenyum.

Pada pukul 15.35, mobil ambulans yang membawa jenazah Yockie tiba di TPU Karet Bivak. Butiran air yang turun dari langit seolah ikut mengiringi kepergian Yockie. Kesehatan pria kelahiran Demak, 14 September 1954, itu memang menurun sejak menggelar konser bertajuk Yockie Suryo Prayogo in Rock: Menjilat Matahari pada 11 Oktober 2017 di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan. Meskipun sejak lama dia mengidap penyakit diabetes dan harus disuntik insulin.

Adelani Puput Ayuningtyas, putri kedua Yockie dengan Indah Soekotjo, menuturkan bahwa kondisi Yockie kembali drop pada Sabtu malam (3/2). Dia buang air besar disertai darah. Keluarga pun langsung membawa Yockie dari rumahnya di Bumi Serpong Damai (BSD) ke Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya.

”Sampai di RS, tensi turun, jadi harus transfusi darah. Jadi, rawat inap. Hari Minggu tensi sudah naik menjadi 100, normal, jadi cukup baik,” ujar Ayu. Tapi, setelah melewati Minggu hingga kemarin pagi, kondisi Yockie tiba-tiba drop sampai kritis. Hingga akhirnya meninggal dunia pada pukul 07.35 WIB.

Ayu mengungkapkan, Yockie mengidap diabetes sudah lama. Tapi, komplikasi terakhir yang lebih parah adalah adanya sirosis di liver, lalu pendarahan di kerongkongan, dan adanya tumor di otak. Yockie pun sering keluar masuk rumah sakit. Di rumah pun, kondisinya juga lemah dengan aktivitas terbatas.

”Adik tiri saya bilang, dia (Yockie, red) dibelikan piano kecil untuk anak-anak. Dia coba main-main. Kondisi memang naik turun,” ungkap dia.

Yockie punya empat anak. Dari pernikahan dengan Indah Soekotjo, dia punya dua anak. Yakni Nara Putra Prayindra dan Adelani Puput Ayuningtyas. Sedangkan dari pernikahan dengan Tiwi Puspitasari, dia dikaruniai Reza Praditya Ramadhan dan Sarah Anjani Prabanda. Gerimis berubah menjadi hujan yang deras saat prosesi pemakaman Yockie. Ratusan pelayat tetap bertahan di bawah payung dari guyuran hujan. Sebagian lain berimpitan di dalam dua tenda putih itu. Doa mengalir deras bersamaan dengan air hujan sore itu. Selamat jalan, Yockie. (JUNEKA S. MUFID-NORA SAMPURNA, Jakarta)

 

Pemko Batam Gelontorkan Rp 80 Miliar untuk Mengentas Kemiskinan

0
ilustrasi

batampos.co.id  – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Batam tahun ini mendapatkan bantuan sebesar Rp 80 miliar untk program pengentasan kemiskinan.

“Ada banyak program untuk itu (pengentasan kemiskinan). Ada buat pendidikan, keluarga harapan hingga ibu hamil,” kata Kepala Dins-PM Batam, Hasyimah Nyat Kadir, Selasa (6/2).

Ia merinci bantuan sebesar Rp 80 miliar ini terdiri dari Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) untuk 32.493 keluarga penerima manfaat, dimana setiap Kepala Keluarga (KK) mendapatkan bantuan sebesar Rp 110 ribu per bulannya.

Selanjutnya bantuan diberikan warga yang masuk dalam keluarga harapan (PKH) yang terdiri dari biaya pendidikan, hingga ibu yang tengah hamil namun tak mampu untuk membiayai hidup mereka.

“Nilainya berbeda-beda untuk masing-masing jenis bantuan, ” ujarnya.

Berdasarkan data Dinsos PM tahun ini ada sedikitnya 20 ribu penerima bantuan PKH ini. Ia menyebutkan PKH menerima dari Rp 1 juta per KKnya,” terang mantan Kepala Sekolah SDN 007 Sekupang ini.

Ia menambahkan, bantuan juga diberikan untuk warga mengelola Koperasi Usaha Bersama (Kube). Pemerintah memberikan masing-masing Kube modal usaha sebesar Rp 30 juta.

“Ini dikelola bersama, jadi mereka juga bisa usaha mandiri, jadi tidak melulu bergantung kepada pemerintah,” ungkap perempuan yang pernah menjabat Kepala Bidang Pendidikan PAUD Dinas Pendidikan Batam ini.

Lanjutnya, ada dua jenis kube yakni Kube yang bergerak di bidang jasa sebanyak 36 Kube menerima Rp 30 juta, kedua 40 Kube jenis produksi mendapatkan bantuan Rp 20 juta.

“Selain itu, ada juga bantuan buat lansia dan hiba. Lansia setiap tahunnya mendapatkan Rp 3,6 juta. Untuk pencairan masing-masing program ini juga berbeda-beda,” tutupnya.(yui)