Sejumlah kapal saat labur jangkar diperairan Pelabuhan Batuampar, Jumat (9/2). F Cecep Mulyana/Batam pos
batampos.co.id – Master plan Batam yang akan diumumkan BP Batam tak lama lagi diyakini akan merampungkan pengembangan Batam yang terintegrasi dengan pengembangan Rempang, Galang dan pulau di sekitarnya.
“Master plan nanti tetap akan kembangkan Batam sebagai kota maritim dengan tujuan akomodir perkembangan global ke Batam,” ucap Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo belum lama ini.
Reklamasi di sekitar Batam akan dilakukan sesuai dengan arahan Peraturan Presiden (Perpres) 87/2011.. Kemudian ditambah dengan pengembangan jaringan infrastruktur untuk bandara dan pelabuhan laut antar pulau serta melengkapi transportasi darat dengan Light Rail Transit (LRT) dan moda transportasi lainnya.
Pengembangan ekonomi digital dan industri kreatif yang bernilai tambah tinggi akan dilakukan untuk mengakomodir semakin berkembangnya digitalisasi di dunia saat ini..”Bersamaan dengan pengembangan pariwisata maritim dan wisata alam di wilayah Barelang,” katanya.
Makanya pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjungsauh juga akan menjadi rencana prioritas. Begitu juga dengan pembangunan pembangkit energi arus laut di dekatnya. Nantinya arus laut akan dikombinasikan dengan hydrogen untuk menghasilkan arus listrik.
BP Batam juga berencana akan membendung laut untuk memabngun waduk. Sedangkan wilayah Rempang dan Galang akan digadang sebagai satu kesatuan konsep perencanaan, indsutri, perdagangan dan jasa, pariwisata dan infrastrukturnya.(leo)
ilustrasi pasar di Batam. Foto. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana meminta lahan baru kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Dimana nantinya lahan itu difungsikan untuk pembangunan pasar milik pemerintah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi mengatakan Kementrian pusat berjanji akan membantu anggaran pembangunan pasar tipe c di Kota Batam. Namun, Pemko diminta menyiapkan terdahulu lahan untuk pembangunan pasar tipe c.
“Nah karena kami tak punya lahan, maka minta BP mengalokasikan lahan baru untuk pasar tipe c,” terang Zaref, kemarin.
Syarat luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pasar kurang lebih 3000 meter persegi. Lokasi lahan juga diharapkan dekat dengan pemungkiman warga sehingga mudah dijangkau.
“Kalau pasar ini ada, diharapkan dapat meminimalisir adanya pasar kaget dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Zaref.
Menurut dia, jumlah pasar legal di Batam tidak sebanding dengan jumlah masyarakat Kota Batam. Ia pun berpendapat hal itu yang menjadi penyebab harga kebutuhan sulit ditekan. Apalagi Pemko hanya memiliki 6 pasar diantaranya pasar Seroja, pasar Hangtuah, pasar Jodoh, Pasar Seiharapan, Pasar Belakangpadang
“Pasar pemerintah hanya ada 6. Dan seperti apa legalitasnya juga sedang kami diskusikan dengan stakeholder terkait, seperti Dinas Pertanahan, Dinas Aset dan BP Batam,” jelas Zaref.
Sementara untuk status pasar Pasar induk Jodoh, tengah menunggu keputusan resmi dari Kementrian. Jika sudah ok, maka pasar tersebut bisa segera dibangun dan dikelola.
“Jadi, harus di clearkan semua dulu,” pungkas Zaref. (she)
Suyono, 71, menunjukkan sertifikat tanah Kavelingnya yang baru diambilnya dari BPN Kota Batam di Mall Top 100 Batuaji, Sabtu (6/1). Pemko Batam dan BPN Kota Batam memberikan secara gratis sertifikat tanah gratsi bagi warga yang tidak mampu. Suyono menempati rumahnya di Kaveling Kamboja, Seipelunggut Sagulung dari tahun 2003 baru ini bisa mendapatkan sertifikat ruamhnya secara gratis. Tahun ini Batam mendapatkan bantuan sertifikat tanah gratis sebanyak 20.901 sertifikat di tahun 2017. F.Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam tahun ini akan menerbitkan 47 ribu sertifikat gratis untuk masyarakat yang tinggal di kavling yang ada di Batam.
Kepala BPN/ATR Batam, Asnaedi mengatakan saat ini timnya sudah mulai melakukan pendataan lokasi kavling yang akan mendapatkan surat legalitas tanah tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan lurah terkait jumlah penerima sertifikat di masing-masing wilayah mereka,” kata dia, Sabtu (10/2).
Ia menyebutkan lokasi pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL) tahun ini diantaranya, Kelurahan Kabil, Mangsang, Batubesar, Sambau, Sagulung, Duariankang, hingga Tanjungpiayu.
“Luasan per KK yang didata mencapai dua ribu meter persegi. Sekarang ini tim sudah mulai pengukuran dan penghimpunan data,” sebutnya.
Ia menambahkan untuk memudahkan proses penerbitan sertifikat tanah, mereka yang belum membayar uang wajib tahunan (UWT) akan ditangguhkan agar nanti bisa dilunasi.
“Disertifikatnya ada tanda khsusus kalau mereka belum bayar,” tambahnya.
Disinggung mengenai penerbitan sertifikat tanah untuk kampung tua, Asnaedi mengungapkan belum bisa dijadikan target PTSL karena belum memiliki hak atau dasar penguasaan tanah yang jelas.
“Yang ini belum ada untuk tahun ini,” imbuh pria asal Makasar ini.(yui)
Warga Batam memadati pantai Viovio yang berada di Galang Foto. Dalil Harahap/batam Pos
batampos.co.id – Keterbatasaan anggaran membuat Pemko Batam tak bisa berbuat banyak untuk menambah destinasi pariwisata, terutama pantai. Meski Walikota Batam menginginkan sektor pariwisata menjadi unggulan karena sektor industri tak bisa diharapkan lagi.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Pebrialin menegaskan Pemko tak punya anggaran untuk membangun atau menambah destinasi pariwisata baru. Apalagi, destinasi itu berada di kawasan pantai.
“Pemerintah kota tak bisa mengeluarkan uang untuk destinasi pantai. Apalagi saat ini anggaran pariwisata memang terbatas,” terang Pebrialin, kemarin.
Meski begitu, ia optimis jumlah wisatawan di Kota Batam akan terus meningkat. Hal itu melihat peningkatan jumlah wisatawan yang terus bertambah setiap tahunnya. Apalagi dengan berbagai infrastruktur jalan kota Batam yang telah diperbaiki.
“Data dari BPS jumlah wisatawan yang datang itu meningkat. Walau kebanyakan yang datang memang dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” jelas Pebrialin.
Menurut dia, beberapa tahun terakhir juga banyak bermunculan hotel-hotel baru yang dinilai dapat mendukung sektor pariwisata. Bahkan, ia juga tengah menunggu pengesahan Perda Melayu ditahun 2018. Dimana nantinya, seluruh hotel di Batam wajib memakai ornamen melayu.
“Nah ini yang sedang kami tunggu untuk disahkan. Kalau sudah disahkan, maka ciri khas untuk kota Batam sudah pasti ada,’ pungkas Pebrialin. (she)
Tim terpadu Pemko Batam melakukan penertiban bangunan kios yang berdiri di kawasan terminal Jodoh Batuampar, Selasa (30/1). Sedikitnya puluhan kios kios yang dibongkar dikawasan tersebut. F Cecep Mulyana
batampos.co.id – Bekas kios liar di kawasan Terminal Jodoh, Batuampar tetap dalam pengawasan petugas Kecamatan dan Satpol PP. Hal itu dilakukan untuk menghindari lokasi kembali digunakan untuk berjualan.
Camat Batuampar, Tukijan mengatakan beberapa hari lalu kawasan itu telah dibersihkan oleh sejumlah petugas. Dimana saat pembongkaran, masih ada sisa-sisa bangunan yang tertinggal.
“Kemarin sisa-sisa penertiban telah dibersihkan. Lokasi tetap diawasi petugas,” kata Tukijan, kemarin.
Menurut dia, saat ini pihaknya tengah menunggu kelanjutan pembangunan drainase di lokasi. Sebab sebelumnya, sudah ada pembangunan drainase untuk pencegahan, namun terhenti karena adanya kios liar.
“Nah sekarang kios itu sudah dibongkar, pembangunan drainase akan dilanjut,” terang Tukijan.
Ia berharap dengan dilanjutkan pembangunan drainase, dapat mengantisipasi banjir di kawasan tersebut, terutama jalan di depan Hotel Pasifik dan sekitarnya. Sebab beberapa waktu lalu banjir di sepanjang jalan tersebut cukup tinggi.
“Jadi kalau hujan tak perlu was-was lagi karena banjir jalan tersebut,” imbuh Tukijan.
Sebelumnya, tim terpadu menertibkan puluhan kios di kawasan Terminal Jodoh. Puluhan kios terpaksa dibongkar karena berdiri diatas drainase utama. (she)
Anggota TNI AL mengawal sabu dan empat tersangka dengan bersenjata lengkap saat ekspos di Lanal Batam, Batuampar, Sabtu (10/2). Sabu seberat satu ton ini dibawa oleh kapal MV Sunrise Glory. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Nakhoda Kapal dan tiga kru kapal Sunrise Glory mengakui tidak saling kenal. Hal ini mereka sampaikan ke penyidik TNI AL dan BNN. Mereka mengakui direkrut seseorang di Taiwan.
“Tidak saling kenal mereka ini, ini sedang kami selidiki lebih lanjut,” kata Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Sabtu (10/2).
Kendala penyelidikan ini, kata Achmad karena bahasa. Ke empat orang ini tidak mengerti bahasa inggris, hanya tahu bahasa mandarin.
“Kami sedang datangkan ahli bahasa, agar memudahkan penyidikan,” ucapnya.
Terkait nama-nama empat orang ini. Achmad mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan, sehingga belum bisa disebutkan.
“Masih kami kembangkan dulu, nanti baru akan disampaikan perkembangan selanjutnya,” tuturnya.
Pengembangan ini juga terkait dengan dugaan, kapal ini sudah pernah mengirimkan sabu-sabu ke Indonesia sebelumnya. “Jaringan mananya, akan kami ungkap nanti,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan Kapal Sunrise Glory ini sempat kabur, saat akan didekati oleh KRI Sigurot 864, Rabu (7/2) lalu.
“Dari situlah, kami diamankan petugas karena gerak-geriknya mencurigakan dan ia menyalahi aturan perairan di Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura di perairan Indonesia,” ujar Komandan Guskamlabar, Laksamana Pertama Bambang Irwanto.
Setelah dihentikan dan diperiksa, ternyata seluruh dokumen yang dibawa, semuanya palsu atau hanya foto kopian saja. Dokumen tersebut menyatakan bahwa kapal tersebut adalah kapal tangkap ikan.
Mulanya Ke empat orang Cina Taipei ini, mengaku kapal yang dinaikinya adalah kapal milik orang Indonesia. Setelah di cek, ternyata mereka memasang empat bendera yakni Singapura, Indonesia, Malaysia dan Cina Taipei.
Hal tersebut dilakukan untuk penyamaran saja atau mengelabuhi petugas patroli laut di beberapa negara nantinya.
“Ternyata modus ini digunakan untuk menyelundupkan sabu,” ungkap Bambang. (ska)
Ribuan jamaah memadati dataran Engku Putri Batamcentre untuk mendengarkan ceramah ustad Somad, Sabtu (10/2/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Suara takbir terdengar keras. Puluhan ribu masyarakat Batam datang berbondong-bondong dan berkumpul untuk mendengarkan ceramah Ustaz Abdul Somad, Lc, MA di Dataran Engku Putri, Sabtu (10/2).
Kehadiran ustaz yang fenomenal ini di tengah lautan masyarakat Batam, dimulai dengan pengajian. Sementara kepadatan lalu lintas sudah mulai terasa ratusan meter dari lokasi. Beberapa jalur menuju Engku Putri terpaksa harus dialihkan.
Masyarakat yang datang terlambat harus rela berjalan kaki, setelah memarkirkan kendaraannya agak jauh dari lokasi. Para ibu-ibu membawa anaknya, bapak-bapak menggendong anaknya dan muda-mudi antusias ingin menyaksikan langsung ceramah yang bertema Kebangkitan Umat ini.
Dengan suara serak khasnya, ia mulai menyapa masyarakat yang duduk rapi di dataran Engku Putri tersebut. Ustaz asal Riau ini sempat berpantun yang diakhiri dengan tepuk tangan massa. “Kalau sudah masyarakat Batam berkumpul, tentara israel bakal terpukul,” begitu kurang lebih inti pantunnya.
Kalimat demi kalimat, Ustaz Abdul Somad terus menyerukan ajakan agar masyarakat tidak mudah terpecah belah, tidak mudah terhasut dengan perbedaan yang ada. Ia mengaitkan ceramahnya tersebut dengan keseharian masyarakat Islam sekarang.
“Ada yang berjanggut, ada yang tidak berjanggut. Lalu, kenapa harus dipermasalahkan. Bisa saja yang tidak berjanggut karena memang belum berjanggut. Jangan mudah berantem masalah seperti itu,” ungkapnya.
Satu contoh lagi, ia berkata ada muslim yang bercelana panjangnya hanya di bawah mati kaki. Lalu ada lagi yang bercelana panjangnya di atas mata kaki. Kalau tidak sombong, tidak masalah. “Jangan berantem. Kalau berantem yang celana di bawah mata kaki dan di atas mata kaki, yang senang siapa. Yang senang yang enggak pakai celana,” paparnya yang diiringi tawa massa yang hadir.
Jika perintahnya kuat, maka hukumnya wajib. Jika perintahnya tidak kuat, maka hukumnya sunah. “Jika larangannya kuat, maka haram. Jika larangannya tidak kuat, maka halal,” terangnya.
Menanggapi hal itu, Fakhril Marwan Muhana yang jauh-jauh datang dari Batuaji mengangguk. Ditanya, ia sangat sepakat dengan apa yang dikatakan ustaz. “Benar, masalah perbedaan seharusnya tidak mudah dibenturkan. Kesalahpahaman dan pembelahan di tengah masyarakat kian dalam, rasanya pas sekali mendengar ceramah malam ini,” kata Fakhril.
Terlepas dari itu, Fakhril yang mengajak serta istri dan anaknya harus rela berdesak-desakan untuk melewati kerumunan masyarakat yang hadir. Namun, ia mengaku cukup puas bisa menyaksikan dari jauh. “Tertib juga ternyata, orang-orang yang hadir duluan duduk. Jadi yang belakang bisa menyaksikan meskipun dari jauh. Seharusnya kami datang lebih cepat tadi,” ungkapnya. (why)
Ruli yang semakin menjamur di belakang kantor Lurah Bukit Tempayan, dekat Pasar Melayu, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Jumlah kawasan kumuh yang ada di Batam mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan adanya perubahan kriteria ketentuan kawasan kumuh oleh pusat.
“Bertambanya cukup banyak, karena perubahan tersebut,” kata Kepala Disperakimtan Batam, Herman Rozi, Sabtu (10/2).
Ia menyebutkan kriteria yang dimaksud adalah ketersediaan hidran atau alat pemadam kebakaran di permukiman warga yang tinggal di rumah swadaya atau yang lebih dikenal dengan kavling.
“Ini yang masih sangat kurang kita. Kalau yang lain seperti jalan permukiman, drainase, hingga ketersediaan air bersih sudah lebih baik,” sebutnya.
Ia menyebutkan sebelumnya ada 517 hektar kawasan kumuh yang tersebar di 10 titik yang ada di Batam yakni, Tanjungpiayu (Seidaun, Kampungbagan, dan Tanjungpiayu laut), Mangsang (Mangsapermai, Bukitwiduri), Nuansa Jaya-Bukit Berbunga, Seibeduk, KSB Seilekop, KSB Seipelunggut, KSB Kabil, Tibankampung, Bengkongpalapa, Bengkongsadai, (Sadai, Bengkongdalam), dan Tanjungsengkuang.
“Ini sudah berkurang, karena adanya program PIK hingga KOTAKU dari pemerintah. Kalau tidak salah sekarang 100 hektar namun bertambah karena tidak adanya hidran,” bebernya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Batam Azman mengatakan pengadaan hidran tergantung dari anggaran yang ada. Saat ini baru ada 56 hidran yang disebar di permukiman warga.
“Itu selalu kami usulkan, namun tergantung anggaran,” sebutnya.
Ia menambahkan 56 hidran tersebut memang tersebar di kavling seperti i Bumi Perkemahan, dapur 12 dan tempat lainnya. Namun untuk jumahnya memang masih jauh dari yang diharapkan.
“Selain punya Pemko juga ada punya BP Batam. Mereka sudah ada 200 hidran,” imbuhnya.
Azman mengungkapkan tahun ini tidak ada pengadaan untuk hidran ini. Pihaknya akan mencoba mengusulkan di anggaran selanjutnya. “Ya, intinya kami tetap berusaha memenuhi ketersediaan hidran,” tutupnya.(yui)
batampos.co.id – Jelang libur tahun baru China atau Imlek yang tinggal menghitung hari, beberapa armada masih terlihat sepi dari penumpang.
Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Trino Palapa mengungkapkan arus pelayaran masih berjalan normal. Jumlah penumpang yang mudik belum ada peningkatan.
Ia menyebutkan berdasarkan informasi yang didapat dari operator kapal, penumpang kebanyakan sudah membeli tiket untuk berangkat di tanggal 12-14 Februari.
“Jadi peningkatan diperkirakan empat-tiga hari jelang hari raya Imlek,” ujarnya.
Trino mengungkapkan tujuan paling ramai adalah tanjungbatu, Selat panjang, sedangkan untuk tujuan lainnya masih normal saja.
“Tujuan yang paling ramai tersebut bisa ditempuh dalam waktu satu hingga tiga jam. Jadi jika ada peningkatan penumpang yang cukup signifikan kapal bisa balik lagi ke Batam untuk mengangkut penumpang pas di hari tersebut,” beber pria kelahiran Solok, Sumatera Barat ini.
Ia menambahkan musim utara masih berlangsung, dan ketinggian ombak juga masih cukup tinggi. Namun begitu untuk pelayaran antar pulau dari PDS hingga saat ini masih aman.
“Kami tetap berkomunikasi dengan nahkoda dan syahbandar tujuan. Akhir-akhir ini angin cukup kencang, tapi pelayaran masih berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dia memperkirakan lonjakan penumpang bisa mencapai ribuan nanatinya selama peak season berlangsung. Untuk itu pihaknya memastikan kesiapan kapal tentunya, termasuk anggota yang bertugas.
“Alhamdulillah sejauh ini semua terkendali, kami berharap cuaca baik dan penumpang tiba di tujuan dengan selamat,” tutupnya.
Sementara itu salah satu perwakilan operator kapal, Asmadi mengungkapkan pembeliaan tiket untuk imlek memang sudah mulai terlihat. “Mereka beli sudah dari jauh hari, namun berangkat tiga hari sebelum imlek,” kata dia.
Untuk armada semua siap melayani pemudik imlek yang hendak menuju kampung halamannya. “Tiket cukup, dan armada dalam keadaan siap,” tambahnya.(yui)
Kapal MV Sunrise Glory yang ditangkap Angkatan Laut yang sandar di Dermaga Lanal Batam, Batuampar, Sabtu (10/2). Kapal ini membawa satu ton sabu-sabu. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Penangkapan kapal Sunrise Glory dengan 1 ton 29 kilogram sabu-sabu di perairan Batam Kamis (8/2) makin menguatkan fakta yang memprihatinkan. Bahwa Indonesia semakin menjadi jujukan (tujuan) bandar narkoba internasional dalam memasarkan barang haramnya.
Apalagi, penangkapan kapal Sunrise Glory yang berbendera Singapura hanya berselang tujuh bulan dari pengungkapan penyelundupan 1 ton sabu-sabu lewat laut dengan kapal Wanderlust yang terungkap di Hotel Mandalika di Anyer, Banten, 13 Juli 2017. Rentetan penangkapan itu sangat meresahkan. Sebab, dengan hitungan kasar, setiap 1 ton sabu-sabu tersebut memiliki daya rusak hingga 2 juta pemakai bila masing-masing mengonsumsi 0,5 gram saja.
Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, maraknya penyelundupan narkoba lewat laut sudah terjadi dalam dua tahun terakhir. Menurut dia, hal itu terjadi karena gencarnya penindakan narkoba di beberapa negara di Asia. ”Tiongkok menindak, Filipina juga,” ujarnya kepada Batam Pos (Jawa Pos Group) di jumpa pers penangkapan kapal Sunrise Glory di Batam kemarin (10/2).
Akibatnya, sabu-sabu yang seharusnya dipasok untuk dua negara tersebut kini dialihkan masuk ke Indonesia. Dari pantauan BNN, para bandar sabu-sabu internasional menilai Indonesia sebagai pangsa pasar yang potensial. ”Penduduk 200 juta lebih dan sebanyak 40 persennya adalah generasi muda yang sangat mudah terpengaruh dan berpotensi menjadi pecandu,” ucapnya.
Sesuai data BNN, pasar narkotika di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Pada 2015 jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,2 juta orang. Jumlah itu terus naik pada 2016 dengan pengguna diprediksi mencapai 5,7 juta jiwa. Pada 2017 kenaikan tetap terjadi dengan jumlah pengguna 5,9 juta orang.
Juru Bicara Divhumas Polri Kombespol Slamet Pribadi menambahkan, selain jumlah pengguna, yang lebih menggiurkan adalah harga narkotika di Indonesia yang berlipat-lipat dari harga di negara produsen seperti Tiongkok. ”Maka, bila bisa menjual ke Indonesia, mereka akan untung besar. Ya menambah menjadi incaran,” jelasnya.
Terkait penangkapan kapal Sunrise Glory, Arman Depari menyatakan, BNN sedang menyelidiki apakah pemilik kapal Sunrise Glory dan kapal Wanderlust merupakan satu jaringan yang sama. ”Dari barang bukti itu bisa terekam. Apakah ada kesamaan barang bukti Wanderlust dengan Sunrise Glory. Jadi, narkoba ini memiliki sidik jari. Kalau sama, satu jaringan mereka,” terangnya.
Dugaan pemilik kapal Sunrise Glory tersebut satu jaringan dengan kapal Wanderlust dikatakan Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman. ”Melihat modus kapal ini mencoba memasuki perairan Indonesia, mengungkapkan kemungkinan itu,” ujarnya dalam jumpa pers di Batam kemarin.
Kapal Sunrise Glory yang membawa 1 ton 29 kilogram narkoba jenis sabu-sabu, ternyata sudah menjadi target operasi (TO) TNI AL sejak Desember tahun lalu. Diduga kapal ini semula membawa sabu-sabu seberat 3 ton. Namun diduga sebagian isinya sudah dibongkar terlebih dahulu.
Mereka ini mencoba masuk dengan menyisir melalui Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Lalu coba-coba masuk, tapi saat akan dikejar mereka akan keluar dari ZEE. Masuk ke perairan internasional,” kata Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Sabtu (10/2).
Achmad menerangkan sejak Desember tahun lalu, pihaknya menerima informasi ada kapal Sundemen 66 yang akan mencoba menyelundupkan sabu ke Indonesia. Sejak saat itu, TNI AL memerintahkan jajarannya untuk memantu setiap pergerakan kapal di perairan Indonesia. “Kami tidak bekerja sendirian, tapi bersama dengan BNN,” tuturnya.
Kemudian, Rabu, (7/2), kapal yang memiliki ciri-ciri yang sama saat melintasi Selat Philip. TNI AL mengerahkan KRI Siguror. Kapal tersebut akhirnya ditangkap di titik kordinat 01/08.722U/103.48.022T. Saat ditangkap kapal itu menggunakan bendera Singapura.
“Danguskamla melapor ke Pangmabar, meminta kapal bersama empat krunya itu ditarik ke Batam. Walau nama kapal itu bukanlah, sesuai dengan informasi yang kami dapat. Kami bawa dulu, karena secara siluet kapal itu memiliki ciri yang sama dengan kapal yang diinformasikan ke kami,” tuturnya.
Anggota TNI AL mengawal sabu dan empat tersangka dengan bersenjata lengkap saat ekspos di Lanal Batam, Batuampar, Sabtu (10/2). Sabu seberat satu ton ini dibawa oleh kapal MV Sunrise Glory. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Kapal itu masuk ke Batam, Kamis (8/2) dinihari. Dari awal, kata Achmad pihak TNI AL sudah mencurigai kapal ini adalah kapal yang selama ini jadi target operasi mereka. Oleh sebab itu, TNI AL segera berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional. “Pak Arman (Irjen Pol Arman Depari selaku Deputi Penindakan BNN) mengirimkan anggotanya ke kami. Bea Cukai menurunkan unit anjing pelacaknya,” ungkapnya.
Butuh waktu satu hari lebih, untuk pihak TNI AL, BNN dan Bea Cukai menemukan sabu tersebut. “Kami temukan itu, Jumat (10/20 pukul 18.00,” tuturnya.
Sabu itu ditemukan di dalam palka bagian buritan kapal. Sebanyak 41 karung sabu ditemukan di bawah tumpukan karung beras. “Kami menduga itu beras semua, soalnya bagian atas kami lihat isinya beras semua. Berasnya banyak banget, bisa untuk persedian beberapa bulan,” tuturnya.
Namun saat tim anjing pelacak diturunkan. Anjing-anjing tersebut langsung mencium keberadaan sabu-sabu tersebut. Saat berada di atas kapal, anjing pelacak itu menuju bagian buritan kapal. “Setelah dicek, benar ada sabu. Saat ini anjing pelacaknya sedang dalam kondisi yang tak baik. Bisa jadi karena ombak, atau mencium sabunya. Kami menduga masih ada lagi sabunya disembunyikan di kapal,” ungkapnya.
Achmad menuturkan pihaknya akan menunggu kondisi anjing pelacak pulih kembali, agar bisa kembali bekerja mengendus narkoba lainnya yang disembunyikan komplotan ini.
Melihat sindikat ini, ia menduga jaringan ini memiliki mother ship atau kapal yang menyuplai sabu-sabu ke kapal-kapal kecil. “Itu bisa jadi, melihat persedian makanan mereka,” ungkapnya.
Dari pantauan Batam Pos di kapal itu berisikan berkarung-karung beras yang sudah dibongkar oleh tim Satgas gabungan. Tidak hanya beras saja. Ada juga rokok, tius, dan berbagai jenis minuman kaleng. Selain itu juga ada sampo bertuliskan huruf Thailand. Lalu juga ada air mineral dalam kemasan merek Swirzer, yang berasal dari Pasir Panjang, Singapura. Selain itu, ada air mineral dalam kemasan merek En Pure buatan Malaysia.
Bagian haluan kapal, terdapat dua pintu tingkap dan satu pintu geser. Pintu geser ini menuju sebuah ruangan yang berada di bagian kiri haluan. Sedangkan dua pintu tingkap ini, menuju ke bagian palka kapal. Tempat menuju ke palka kapal, juga bisa melalui bagian tengah kapal. Dari tempat untuk istirahat bagi kru kapal, ada jalan menuju ke bagian palka.
Untuk menuju ke palka yang lainnya, juga bisa melalui buritan. Di tempat inilah sabu itu disembunyikan oleh komplotan ini.
Di lihat secara sekilas, Sunrise Glory mirip dengan kapal-kapal penangkap ikan milik nelayan Thailand. Berjejer di sisi kiri dan kanan kapal, pancing besar untuk menangkap ikan. Kamuflase kapal ini sangat sempurna, dengan memiliki izin menangkap ikan yang dikeluarkan pejabat Indonesia tahun 2014. “Terkait dokumen ini, kami rasa dipalsukan,” tuturnya.
Terkait dugaan Kapal Sunrise Glory dan Wonderlust merupakan satu jaringan yang sama, Deputi Penindakan BNN Irjen Pol Arman Depari menuturkan akan melakukan pemeriksaan atas barang bukti. “Dari barang bukti itu bisa terekam. Apakah ada kesamaan barang bukti wonderlust dengan Sunrise Glory. Jadi narkoba ini memiliki sidik jari. Kalau sama, satu jaringan mereka,” tuturnya.
Maraknya peredaran narkoba dalam dua tahun terakhir ini, menurut Arman karena gencarnya penindakan narkoba di beberapa negara di Asia. “Cina menindak, Filipina juga,” ujarnya.
Akibatnya apa, sabu-sabu yang harusnya jadi pasokan untuk dua negara ini masuk ke Indoensia. Para bandar sabu menilai, Indonesia adalah pangsa pasar yang cukup memiliki potensi. “Bayangkan penduduk dua ratus juta lebih. Sebanyak 40 persennya adalah generasi muda yang sangat mudah terpengaruh dan berpotensi menjadi pencandu,” ucapnya.
Hal ini, haruslah menjadi acuan seluruh instansi di Indonesia. Arman mengatakan dirinya telah mengandeng berbagai instansi, termasuk TNI AL dalam memberantas narkoba. “Indonesia memiliki garis pantai yang panjang. BNN tidak memiliki kapal. TNI AL punya, kami koordinasi dengan mereka. Agar penindakan narkoba menjadi lebih optimal,” ujarnya.
Saat ini, katanya hampir sebagian besar narkoba masuk ke Indonesia melalui laut. Oleh sebab itu, ia berharap seluruh stakeholder dapat bersinergi memberantas peredaran narkoba. (ska)