Minggu, 10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12604

Lahan KSB Harus Diaudit

0
Tampak Kaveling di Sagulung yang semakin padat rumah-rumahnya, Senin (6/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kebutuhan rumah di Batam sangat mendesak tiap tahunnya. Penyebabnya bukan hanya untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi penduduk Batam yang bertambah terus tiap tahunnya. Tapi juga untuk menampung penduduk dari rumah liar sebagai bagian dari penataan kota yang ingin dilakukan oleh pemerintah daerah di kota Batam.

“Dalam satu tahun, ada 1.500 pembangunan rumah subsidi di atas tanah seluas 15 hektare. Sedangkan jumlah penduduk ruli ada 83 ribu. Kalau tidak mulai dari sekarang, kapan lagi mau memulainya,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan, Sabtu (10/2).

Memang untuk mengukur jumlah rumah yang bisa dibangun saat ini dengan jumlah penduduk yang membutuhkan sangat timpang perbandingannya. Belum lagi jika ditambahkan dengan kenyataan bahwa lahan di Batam tinggal sedikit. Namun jika tak ada langkah awal dari sekarang, maka ditakutkan persoalan ini akan semakin melebar.

Achyar mengatakan pihaknya tengah mencoba berkomunikasi dengan BP Batam terkait hal ini. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menginventarisis lahan yang telah dihibahkan untuk menjadi Kavling Siap Bangun (KSB).

Sebelumnya, BP Batam memang pernah mengalokasikan lahan untuk dijadikan KSB kepada warga gusuran dari ruli. Namun sayangnya langkah tersebut tidak disertai dengan penataan yang semestinya, sehingga terjadi praktek seperti pemindahan ruli ke KSB yang kemudian dijual kembali.

Sedangkan ada juga KSB yang tidak dibangun-bangun tapi malah dijual tanpa sepengetahuan BP Batam. Padahal lahan KSB yang belum dibangun dalam jangka waktu tertentu akan dibatalkan haknya. Makanya Achyar yakin masih banyak lahan KSB kosong yang belum terdata. Atau lahan-lahan KSB yang pada prakteknya dijadikan ruli bisa saja digusur untuk kemudian dialokasikan untuk pembangunan pemukiman vertikal.

“Kami sudah berkali-kali bicara dulu supaya lahan KSB yang ribuan hektare itu segera diaudit. Mana tahu ada yang kosong. Sehingga bisa dibangun rumah subsidi,” jelasnya.

Penataannya nanti juga harus mempertimbangkan unsur kenyamanan, dimana lahan bekas KSB yang dimanfaatkan jadi rumah subsidi juga harus menyertakan fasilitas yang menunjang kehidupan masyarakatnya.

“Harus dikasih fasilitas dengan perbandingan 60 persen lahan untuk pemukiman dan sisanya untuk dibangun fasilitas seperti sekolah, taman, tempat ibadah dan lainnya,” paparnya.

Persoalan rumah liar (ruli) memang menjadi prioritas Badan Pengusahaan (BP) sebagai prioritas jangka pendek. Namun untuk mengatasinya, BP Batam perlu komitmen dari Pemko untuk bersama-sama menyelesaikannya.

“Kami ingin bersama-sama dengan Pemko selesaikan ruli. Kami sediakan lahan dan bangun rusun dan fasilitas pendidikan bersama Pemko Batam,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo.

Lukita mengatakan akan berupaya memetakan lahan-lahan yang tepat untuk pembangunan ruli di kota Batam. Dan BP Batam akan mengusahakan lokasinya berada dekat dengan kawasan usaha.”Tujuannya adalah untuk memudahkan mereka mencari kerja dan mendapatkan tempat tinggal yang legalitasnya jelas. Ini merupakan opsi bagus,” jelasnya lagi.

Menurut Lukita, keberadaan ruli sangat terkait erat dengan rumah liar. “Kami ingin sejak awal dilakukan pencegahan dengan pengamanan terhadap legalitas lahan yang ada,” jelasnya.

BP Batam menginginkan lahan yang telah dialokasikan harus segera diusahakan sesuai dengan ketentuan BP Batam yang mengharuskan lahan dibangun dalam kurun waktu 270 hari yang tertera dalam Surat Perjanjian (SPJ). Karena pada kenyataannya, banyak ruli berdiri diatas lahan terlantar karena pemiliknya tak kunjung membangunnya.

“Jangan didiamkan lagi. Namun untuk selesaikan masalah ruli ini, kami perlu duduk bersama dengan Pemko Batam,” ujarnya.(leo)

Master Plan Pulau Batam Tetap Utamakan Maritim

0
Sejumlah kapal saat labur jangkar diperairan Pelabuhan Batuampar, Jumat (9/2). F Cecep Mulyana/Batam pos

batampos.co.id – Master plan Batam yang akan diumumkan BP Batam tak lama lagi diyakini akan merampungkan pengembangan Batam yang terintegrasi dengan pengembangan Rempang, Galang dan pulau di sekitarnya.

“Master plan nanti tetap akan kembangkan Batam sebagai kota maritim dengan tujuan akomodir perkembangan global ke Batam,” ucap Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo belum lama ini.

Reklamasi di sekitar Batam akan dilakukan sesuai dengan arahan Peraturan Presiden (Perpres) 87/2011.. Kemudian ditambah dengan pengembangan jaringan infrastruktur untuk bandara dan pelabuhan laut antar pulau serta melengkapi transportasi darat dengan Light Rail Transit (LRT) dan moda transportasi lainnya.

Pengembangan ekonomi digital dan industri kreatif yang bernilai tambah tinggi akan dilakukan untuk mengakomodir semakin berkembangnya digitalisasi di dunia saat ini..”Bersamaan dengan pengembangan pariwisata maritim dan wisata alam di wilayah Barelang,” katanya.

Makanya pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjungsauh juga akan menjadi rencana prioritas. Begitu juga dengan pembangunan pembangkit energi arus laut di dekatnya. Nantinya arus laut akan dikombinasikan dengan hydrogen untuk menghasilkan arus listrik.

BP Batam juga berencana akan membendung laut untuk memabngun waduk. Sedangkan wilayah Rempang dan Galang akan digadang sebagai satu kesatuan konsep perencanaan, indsutri, perdagangan dan jasa, pariwisata dan infrastrukturnya.(leo)

Batam Butuh Pasar Tambahan

0
ilustrasi pasar di Batam.
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana meminta lahan baru kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Dimana nantinya lahan itu difungsikan untuk pembangunan pasar milik pemerintah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi mengatakan Kementrian pusat berjanji akan membantu anggaran pembangunan pasar tipe c di Kota Batam. Namun, Pemko diminta menyiapkan terdahulu lahan untuk pembangunan pasar tipe c.

“Nah karena kami tak punya lahan, maka minta BP mengalokasikan lahan baru untuk pasar tipe c,” terang Zaref, kemarin.

Syarat luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pasar kurang lebih 3000 meter persegi. Lokasi lahan juga diharapkan dekat dengan pemungkiman warga sehingga mudah dijangkau.

“Kalau pasar ini ada, diharapkan dapat meminimalisir adanya pasar kaget dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Zaref.

Menurut dia, jumlah pasar legal di Batam tidak sebanding dengan jumlah masyarakat Kota Batam. Ia pun berpendapat hal itu yang menjadi penyebab harga kebutuhan sulit ditekan. Apalagi Pemko hanya memiliki 6 pasar diantaranya pasar Seroja, pasar Hangtuah, pasar Jodoh, Pasar Seiharapan, Pasar Belakangpadang

“Pasar pemerintah hanya ada 6. Dan seperti apa legalitasnya juga sedang kami diskusikan dengan stakeholder terkait, seperti Dinas Pertanahan, Dinas Aset dan BP Batam,” jelas Zaref.

Sementara untuk status pasar Pasar induk Jodoh, tengah menunggu keputusan resmi dari Kementrian. Jika sudah ok, maka pasar tersebut bisa segera dibangun dan dikelola.

“Jadi, harus di clearkan semua dulu,” pungkas Zaref. (she)

BPN Bagikan 47 Ribu Sertifikat Tanah Gratis Tahun ini

0
Suyono, 71, menunjukkan sertifikat tanah Kavelingnya yang baru diambilnya dari BPN Kota Batam di Mall Top 100 Batuaji, Sabtu (6/1). Pemko Batam dan BPN Kota Batam memberikan secara gratis sertifikat tanah gratsi bagi warga yang tidak mampu. Suyono menempati rumahnya di Kaveling Kamboja, Seipelunggut Sagulung dari tahun 2003 baru ini bisa mendapatkan sertifikat ruamhnya secara gratis. Tahun ini Batam mendapatkan bantuan sertifikat tanah gratis sebanyak 20.901 sertifikat di tahun 2017. F.Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam tahun ini akan menerbitkan 47 ribu sertifikat gratis untuk masyarakat yang tinggal di kavling yang ada di Batam.

Kepala BPN/ATR Batam, Asnaedi mengatakan saat ini timnya sudah mulai melakukan pendataan lokasi kavling yang akan mendapatkan surat legalitas tanah tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan lurah terkait jumlah penerima sertifikat di masing-masing wilayah mereka,” kata dia, Sabtu (10/2).

Ia menyebutkan lokasi pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL) tahun ini diantaranya, Kelurahan Kabil, Mangsang, Batubesar, Sambau, Sagulung, Duariankang, hingga Tanjungpiayu.

“Luasan per KK yang didata mencapai dua ribu meter persegi. Sekarang ini tim sudah mulai pengukuran dan penghimpunan data,” sebutnya.

Ia menambahkan untuk memudahkan proses penerbitan sertifikat tanah, mereka yang belum membayar uang wajib tahunan (UWT) akan ditangguhkan agar nanti bisa dilunasi.

“Disertifikatnya ada tanda khsusus kalau mereka belum bayar,” tambahnya.

Disinggung mengenai penerbitan sertifikat tanah untuk kampung tua, Asnaedi mengungapkan belum bisa dijadikan target PTSL karena belum memiliki hak atau dasar penguasaan tanah yang jelas.

“Yang ini belum ada untuk tahun ini,” imbuh pria asal Makasar ini.(yui)

Pemko Batam Tak Sanggup Bangun Destinasi Pantai

0
Warga Batam memadati pantai Viovio yang berada di Galang
Foto. Dalil Harahap/batam Pos

batampos.co.id – Keterbatasaan anggaran membuat Pemko Batam tak bisa berbuat banyak untuk menambah destinasi pariwisata, terutama pantai. Meski Walikota Batam menginginkan sektor pariwisata menjadi unggulan karena sektor industri tak bisa diharapkan lagi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Pebrialin menegaskan Pemko tak punya anggaran untuk membangun atau menambah destinasi pariwisata baru. Apalagi, destinasi itu berada di kawasan pantai.

“Pemerintah kota tak bisa mengeluarkan uang untuk destinasi pantai. Apalagi saat ini anggaran pariwisata memang terbatas,” terang Pebrialin, kemarin.

Meski begitu, ia optimis jumlah wisatawan di Kota Batam akan terus meningkat. Hal itu melihat peningkatan jumlah wisatawan yang terus bertambah setiap tahunnya. Apalagi dengan berbagai infrastruktur jalan kota Batam yang telah diperbaiki.

“Data dari BPS jumlah wisatawan yang datang itu meningkat. Walau kebanyakan yang datang memang dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” jelas Pebrialin.

Menurut dia, beberapa tahun terakhir juga banyak bermunculan hotel-hotel baru yang dinilai dapat mendukung sektor pariwisata. Bahkan, ia juga tengah menunggu pengesahan Perda Melayu ditahun 2018. Dimana nantinya, seluruh hotel di Batam wajib memakai ornamen melayu.

“Nah ini yang sedang kami tunggu untuk disahkan. Kalau sudah disahkan, maka ciri khas untuk kota Batam sudah pasti ada,’ pungkas Pebrialin. (she)

Lokasi Bekas Kior Liar Tetap Diawasi

0
Tim terpadu Pemko Batam melakukan penertiban bangunan kios yang berdiri di kawasan terminal Jodoh Batuampar, Selasa (30/1). Sedikitnya puluhan kios kios yang dibongkar dikawasan tersebut. F Cecep Mulyana

batampos.co.id – Bekas kios liar di kawasan Terminal Jodoh, Batuampar tetap dalam pengawasan petugas Kecamatan dan Satpol PP. Hal itu dilakukan untuk menghindari lokasi kembali digunakan untuk berjualan.

Camat Batuampar, Tukijan mengatakan beberapa hari lalu kawasan itu telah dibersihkan oleh sejumlah petugas. Dimana saat pembongkaran, masih ada sisa-sisa bangunan yang tertinggal.

“Kemarin sisa-sisa penertiban telah dibersihkan. Lokasi tetap diawasi petugas,” kata Tukijan, kemarin.

Menurut dia, saat ini pihaknya tengah menunggu kelanjutan pembangunan drainase di lokasi. Sebab sebelumnya, sudah ada pembangunan drainase untuk pencegahan, namun terhenti karena adanya kios liar.

“Nah sekarang kios itu sudah dibongkar, pembangunan drainase akan dilanjut,” terang Tukijan.

Ia berharap dengan dilanjutkan pembangunan drainase, dapat mengantisipasi banjir di kawasan tersebut, terutama jalan di depan Hotel Pasifik dan sekitarnya. Sebab beberapa waktu lalu banjir di sepanjang jalan tersebut cukup tinggi.

“Jadi kalau hujan tak perlu was-was lagi karena banjir jalan tersebut,” imbuh Tukijan.

Sebelumnya, tim terpadu menertibkan puluhan kios di kawasan Terminal Jodoh. Puluhan kios terpaksa dibongkar karena berdiri diatas drainase utama. (she)

Empat Kru Kapal Sunrise Glory Tidak Saling Kenal

0
Anggota TNI AL mengawal sabu dan empat tersangka dengan bersenjata lengkap saat ekspos di Lanal Batam, Batuampar, Sabtu (10/2). Sabu seberat satu ton ini dibawa oleh kapal MV Sunrise Glory. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Nakhoda Kapal dan tiga kru kapal Sunrise Glory mengakui tidak saling kenal. Hal ini mereka sampaikan ke penyidik TNI AL dan BNN. Mereka mengakui direkrut seseorang di Taiwan.

“Tidak saling kenal mereka ini, ini sedang kami selidiki lebih lanjut,” kata Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Sabtu (10/2).

Kendala penyelidikan ini, kata Achmad karena bahasa. Ke empat orang ini tidak mengerti bahasa inggris, hanya tahu bahasa mandarin.

“Kami sedang datangkan ahli bahasa, agar memudahkan penyidikan,” ucapnya.

Terkait nama-nama empat orang ini. Achmad mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan, sehingga belum bisa disebutkan.

“Masih kami kembangkan dulu, nanti baru akan disampaikan perkembangan selanjutnya,” tuturnya.

Pengembangan ini juga terkait dengan dugaan, kapal ini sudah pernah mengirimkan sabu-sabu ke Indonesia sebelumnya. “Jaringan mananya, akan kami ungkap nanti,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Kapal Sunrise Glory ini sempat kabur, saat akan didekati oleh KRI Sigurot 864, Rabu (7/2) lalu.

“Dari situlah, kami diamankan petugas karena gerak-geriknya mencurigakan dan ia menyalahi aturan perairan di Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura di perairan Indonesia,” ujar Komandan Guskamlabar, Laksamana Pertama Bambang Irwanto.

Setelah dihentikan dan diperiksa, ternyata seluruh dokumen yang dibawa, semuanya palsu atau hanya foto kopian saja. Dokumen tersebut menyatakan bahwa kapal tersebut adalah kapal tangkap ikan.

Mulanya Ke empat orang Cina Taipei ini, mengaku kapal yang dinaikinya adalah kapal milik orang Indonesia. Setelah di cek, ternyata mereka memasang empat bendera yakni Singapura, Indonesia, Malaysia dan Cina Taipei.

Hal tersebut dilakukan untuk penyamaran saja atau mengelabuhi petugas patroli laut di beberapa negara nantinya.

“Ternyata modus ini digunakan untuk menyelundupkan sabu,” ungkap Bambang. (ska)

Ustaz Abdul Somad Serukan Kebangkitan Umat

0
Ribuan jamaah memadati dataran Engku Putri Batamcentre untuk mendengarkan ceramah ustad Somad, Sabtu (10/2/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Suara takbir terdengar keras. Puluhan ribu masyarakat Batam datang berbondong-bondong dan berkumpul untuk mendengarkan ceramah Ustaz Abdul Somad, Lc, MA di Dataran Engku Putri, Sabtu (10/2).

Kehadiran ustaz yang fenomenal ini di tengah lautan masyarakat Batam, dimulai dengan pengajian. Sementara kepadatan lalu lintas sudah mulai terasa ratusan meter dari lokasi. Beberapa jalur menuju Engku Putri terpaksa harus dialihkan.

Masyarakat yang datang terlambat harus rela berjalan kaki, setelah memarkirkan kendaraannya agak jauh dari lokasi. Para ibu-ibu membawa anaknya, bapak-bapak menggendong anaknya dan muda-mudi antusias ingin menyaksikan langsung ceramah yang bertema Kebangkitan Umat ini.

Dengan suara serak khasnya, ia mulai menyapa masyarakat yang duduk rapi di dataran Engku Putri tersebut. Ustaz asal Riau ini sempat berpantun yang diakhiri dengan tepuk tangan massa. “Kalau sudah masyarakat Batam berkumpul, tentara israel bakal terpukul,” begitu kurang lebih inti pantunnya.

Kalimat demi kalimat, Ustaz Abdul Somad terus menyerukan ajakan agar masyarakat tidak mudah terpecah belah, tidak mudah terhasut dengan perbedaan yang ada. Ia mengaitkan ceramahnya tersebut dengan keseharian masyarakat Islam sekarang.

“Ada yang berjanggut, ada yang tidak berjanggut. Lalu, kenapa harus dipermasalahkan. Bisa saja yang tidak berjanggut karena memang belum berjanggut. Jangan mudah berantem masalah seperti itu,” ungkapnya.

Satu contoh lagi, ia berkata ada muslim yang bercelana panjangnya hanya di bawah mati kaki. Lalu ada lagi yang bercelana panjangnya di atas mata kaki. Kalau tidak sombong, tidak masalah. “Jangan berantem. Kalau berantem yang celana di bawah mata kaki dan di atas mata kaki, yang senang siapa. Yang senang yang enggak pakai celana,” paparnya yang diiringi tawa massa yang hadir.

Jika perintahnya kuat, maka hukumnya wajib. Jika perintahnya tidak kuat, maka hukumnya sunah. “Jika larangannya kuat, maka haram. Jika larangannya tidak kuat, maka halal,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Fakhril Marwan Muhana yang jauh-jauh datang dari Batuaji mengangguk. Ditanya, ia sangat sepakat dengan apa yang dikatakan ustaz. “Benar, masalah perbedaan seharusnya tidak mudah dibenturkan. Kesalahpahaman dan pembelahan di tengah masyarakat kian dalam, rasanya pas sekali mendengar ceramah malam ini,” kata Fakhril.

Terlepas dari itu, Fakhril yang mengajak serta istri dan anaknya harus rela berdesak-desakan untuk melewati kerumunan masyarakat yang hadir. Namun, ia mengaku cukup puas bisa menyaksikan dari jauh. “Tertib juga ternyata, orang-orang yang hadir duluan duduk. Jadi yang belakang bisa menyaksikan meskipun dari jauh. Seharusnya kami datang lebih cepat tadi,” ungkapnya. (why)

Di Batam, Kawasan Kumuh Bertambah

0
Ruli yang semakin menjamur di belakang kantor Lurah Bukit Tempayan, dekat Pasar Melayu, Batuaji.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah kawasan kumuh yang ada di Batam mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan adanya perubahan kriteria ketentuan kawasan kumuh oleh pusat.

“Bertambanya cukup banyak, karena perubahan tersebut,” kata Kepala Disperakimtan Batam, Herman Rozi, Sabtu (10/2).

Ia menyebutkan kriteria yang dimaksud adalah ketersediaan hidran atau alat pemadam kebakaran di permukiman warga yang tinggal di rumah swadaya atau yang lebih dikenal dengan kavling.

“Ini yang masih sangat kurang kita. Kalau yang lain seperti jalan permukiman, drainase, hingga ketersediaan air bersih sudah lebih baik,” sebutnya.

Ia menyebutkan sebelumnya ada 517 hektar kawasan kumuh yang tersebar di 10 titik yang ada di Batam yakni, Tanjungpiayu (Seidaun, Kampungbagan, dan Tanjungpiayu laut), Mangsang (Mangsapermai, Bukitwiduri), Nuansa Jaya-Bukit Berbunga, Seibeduk, KSB Seilekop, KSB Seipelunggut, KSB Kabil, Tibankampung, Bengkongpalapa, Bengkongsadai, (Sadai, Bengkongdalam), dan Tanjungsengkuang.

“Ini sudah berkurang, karena adanya program PIK hingga KOTAKU dari pemerintah. Kalau tidak salah sekarang 100 hektar namun bertambah karena tidak adanya hidran,” bebernya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Batam Azman mengatakan pengadaan hidran tergantung dari anggaran yang ada. Saat ini baru ada 56 hidran yang disebar di permukiman warga.

“Itu selalu kami usulkan, namun tergantung anggaran,” sebutnya.

Ia menambahkan 56 hidran tersebut memang tersebar di kavling seperti i Bumi Perkemahan, dapur 12 dan tempat lainnya. Namun untuk jumahnya memang masih jauh dari yang diharapkan.

“Selain punya Pemko juga ada punya BP Batam. Mereka sudah ada 200 hidran,” imbuhnya.

Azman mengungkapkan tahun ini tidak ada pengadaan untuk hidran ini. Pihaknya akan mencoba mengusulkan di anggaran selanjutnya. “Ya, intinya kami tetap berusaha memenuhi ketersediaan hidran,” tutupnya.(yui)

Mudik Imlek belum Padat

0
Calon penumpang memadati Pelabuhan Domestik Sekupang
Foto Cecep Mulyana/batam Pos

batampos.co.id – Jelang libur tahun baru China atau Imlek yang tinggal menghitung hari, beberapa armada masih terlihat sepi dari penumpang.

Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Trino Palapa mengungkapkan arus pelayaran masih berjalan normal. Jumlah penumpang yang mudik belum ada peningkatan.

Ia menyebutkan berdasarkan informasi yang didapat dari operator kapal, penumpang kebanyakan sudah membeli tiket untuk berangkat di tanggal 12-14 Februari.

“Jadi peningkatan diperkirakan empat-tiga hari jelang hari raya Imlek,” ujarnya.

Trino mengungkapkan tujuan paling ramai adalah tanjungbatu, Selat panjang, sedangkan untuk tujuan lainnya masih normal saja.

“Tujuan yang paling ramai tersebut bisa ditempuh dalam waktu satu hingga tiga jam. Jadi jika ada peningkatan penumpang yang cukup signifikan kapal bisa balik lagi ke Batam untuk mengangkut penumpang pas di hari tersebut,” beber pria kelahiran Solok, Sumatera Barat ini.

Ia menambahkan musim utara masih berlangsung, dan ketinggian ombak juga masih cukup tinggi. Namun begitu untuk pelayaran antar pulau dari PDS hingga saat ini masih aman.

“Kami tetap berkomunikasi dengan nahkoda dan syahbandar tujuan. Akhir-akhir ini angin cukup kencang, tapi pelayaran masih berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dia memperkirakan lonjakan penumpang bisa mencapai ribuan nanatinya selama peak season berlangsung. Untuk itu pihaknya memastikan kesiapan kapal tentunya, termasuk anggota yang bertugas.

“Alhamdulillah sejauh ini semua terkendali, kami berharap cuaca baik dan penumpang tiba di tujuan dengan selamat,” tutupnya.

Sementara itu salah satu perwakilan operator kapal, Asmadi mengungkapkan pembeliaan tiket untuk imlek memang sudah mulai terlihat. “Mereka beli sudah dari jauh hari, namun berangkat tiga hari sebelum imlek,” kata dia.

Untuk armada semua siap melayani pemudik imlek yang hendak menuju kampung halamannya. “Tiket cukup, dan armada dalam keadaan siap,” tambahnya.(yui)