Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 12611

Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi Sekretariat Kabinet RI Puji Kinerja BP Batam

0

batampos.co.id – Plt Direktur PTSP BP Batam Adi Soegiharto membahas isu strategis di bidang reformasi birokrasi dalam pertemuannya dengan Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi Sekretariat Kabinet M.Y Raso saat kunjungan kerjanya di Batam pada Selasa, (23/1/2018) pagi.

“kita sampaikan program pimpinan sekarang yakni Batam bersatu maju dua tahun mencapai 7% (BBM 27), kemudian juga program reformasi birokrasi dimana BP Batam telah melakukan berbagai kegiatan seperti mall pelayanan publik Kota Batam, online single submission, dan pariwisata,” ujar Adi di Gedung Maketing Centre.

Menurut Adi, pihaknya selalu mengupayakan memperbaiki birokrasi di jajarannya. Ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan seperti mall pelayanan publik dengan ditunjang sistem integrasi yang mumpuni serta perbaikan pelayanan pengguna jasa pada unit kepelabuhanan dan Bandara, menurut Adi, Batam jauh lebih siap untuk mendukung program pemerintah melalui percepatan birokrasi.

Lebih lanjut Ia menjelaskan Setkab saat ini berharap penuh kepada Batam untuk menjadi pioner pembangunan nasional. Hal ini tentu menjadi perhatian pemerintah pusat terutama BP Batam untuk memanfaatkan sektor unggulan dan inovasi pelayanan publik.

“Batam adalah salah satu pintu gerbang Indonesia untuk dapat menarik investasi maupun pariwisata kepada pertumbuhan Indonesia dan bersama-sama berharap Batam bisa lebih baik dan maju,” harapnya.

Sementara Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi Sekretariat Kabinet M.Y Raso mengapresiasi langkah strategis BP Batam dalam mendukung pemerintahan.

“saya bangga dengan kepemimpinan Pak Lukita terus mereform BP Batam sehingga pelayanan kepada masayarakat lebih baik, investasi banyak dan tertata secara baik sehingga tidak ada masalah lagi,” ungkapnya.

Ia mencontohkan persoalan duplikasi dan simpang siur kewenangan diantara pemerintah daerah dapat teratasi apalagi menurutnya perkembangan Batam khususnya di dalam pengelolaan kawasan khusus perlu sinergitas secara baik diantara pemerintah daerah.

“antara BP dengan Pemerintah Kota terintegrasi secara baik dan Batam akan menjadi satu yang terdepan menjadi pintu gerbangnya Indonesia supaya bisa menggaet investasi baik dalam dan luar negeri,” pukasnya.

“banyak yang bisa dihasilkan oleh Batam, banyak tenaga dari luar bisa datang dan akhirnya menjadi barometer daerah lain termasuk mall pelayanan publik yang sangat bagus itu bisa diterapkan ditempat lain juga,” lanjutnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut yakni Kepala Biro Hukum, Direktur Promosi dan Humas, Kasubdit Humas, unit Pelabuhan, Lahan, Biro PMK dan Bandara BP Batam. (*)

Pelaut Wajib Miliki Kompetensi Basic Safety Training

0
ilustrasi

batampos.co.id – Maraknya kecelakaan laut bukan hanya menimbulkan banyak korban jiwa, namun publik juga ikut melihat sisi lain tingginya resiko yang dihadapi pelaut. Kementerian Perhubungan Laut melalui lembaga diklat keterampilan pelaut dalam hal ini, terus menggalakkan sertifikasi bagi pelaut untuk miliki kompetensi Basic Safety Training (BST).

BST ini merupakan titik awal bagi orang-orang yang mencari pekerjaan di industri maritim. Selain itu, BST juga menjadi panduan keselamatan bagi pelaut, dimana dapat meminimalisir korban saat kecelakaan laut terjadi.

Marketing Manager Maritime National Training Center (MNTC) Batam, Surono mengatakan sertifikasi BST ini menjadi syarat utama bagi pelaut, awak dan kapten kapal. “Setelah memperoleh BST, pelaut barulah bisa mendapatkan sertifikat lanjutan seperti Medical First Aid (MFA), Security Awareness Training (SAT), Seafarer With Designated Security Duties (SDSD) dan Revalidation,” kata Surono, Senin (22/1).

Perlu diketahui, Di Batam sendiri ada empat lembaga yang mendapat approval penuh dari Kementerian Perhubungan Laut dan salah satunya adalah Maritime National Training Center (MNTC) Batam ini.

BST juga menjadi salah satu persyaratan jika pelaut ingin mendapatkan seaman book (buku pelaut, red). “Seaman book yang dapat diperoleh dari syahbandar pelabuhan ini juga memuat informasi dunia pelaut dan track record pelaut, tentunya setelah mereka (pelaut) mendapatkan BST. Tidak ada BST, bisa dibilang sebagai pelaut ilegal,” jelasnya.

Siapa saja yang harus memiliki sertifikasi BST ini, Surono menjawab siapapun, mulai dari pelaut, kru kapal hingga kapten kapal yang bekerja di kapal dengan kapasitas 35 ton dan 60 miles dari garis pantai wajib memiliki sertifikat BST ini.

Hampir sama seperti Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) hanya modulnya saja berbeda. “Jika K3 untuk pekerja darat, BST ini untuk pelaut. Bagaimana mengorganisir dan menjaga keselamatan di laut serta jika terjadi kecelakaan di laut dapat pelaut dengan sertifikasi BST ini dapat mencegah atau mempercepat proses evakuasi,” jelasnya.

Standar ini juga telah ditetapkan oleh Internatinal Maritime Organization ( IMO ) sebagai organisasi internasional yang didirikan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mengkoordinasikan keselamatan maritim internasional dan pelaksanaannya.

“Indonesia sebagai negara anggota yang tergabung dalam PBB dan IMO menjadi kewajiban untuk memenuhi standar ini,” ucapnya. (why)

McDermott Batam Dapat Proyek

0
Security PT Mc Dermott Indonesia, Batuampar – Batam.
foto. Yusuf Hidayat

batamnpos.co.id – Mc Dermott peruhaan migas terbesar di Batam kembali bangkit. Perusahaan tersebut mendapat dua proyek besar yang akan mempekerjakan banyak tenaga kerja. Diharapkan ini akan meningkatkan ekonomi di Batam.

Manager Komunikasi Asia Mc Dermott Philip Ng mengatakan, proyek bernama Maersk Tyra tersebut bernilai besar. Di mana pengerjaannya akan dilakukan di Batam dan Malaysia.

“Saat ini kami masih dalam tahap awal perencanaan tetapi pengerjaan di Batam belum dalam waktu dekat,” katanya.

Ditanya mengenai perekrutan karyawan, Philip Ng tidak berkomentar banyak.

“Perekrutan karyawan sesuai dengan kebutuhan nantinya. Tetapi di tahun ini akan kita lakukan perekrutan mungkin di kuartal empat,” katanya.

Ia mengatakan dua paket proyek tersebut akan dikerjakan dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun. Proyek pertama dijadwalkan selesai 1 Februari 2020 dan satu proyek lagi 2021.

Pekerjaan untuk teknik, pengadaan dan konstruksi untuk dua paket kerja terpisah untuk Maersk Oil Satu paket pekerjaan McDermott terdiri dari pengolahan gas platform Tyra East G seluas sekitar 18.188 ton atau 16.500 metrik ton dan mencakup dua jembatan penghubung 328 kaki (100 meter) masing-masing 468 dan 771 ton (425 dan 700 metrik ton), dan sebuah suar panjangnya 449 kaki (137 meter).

Paket pekerjaan McDermott lainnya terdiri dari dua topside teratas untuk Tyra East B dan Tyra East C masing-masing 1.763 dan 1.366 ton (1.600 dan 1.240 metrik ton); sebuah puncak riser 2.480 ton (2.250 metrik ton) di Tyra East E; dua topside teratas untuk Tyra West B dan Tyra West C masing-masing 1.421 dan 1.488 ton (1.290 dan 1.350 metrik ton); dan bagian atas riser pada 335 ton (304 metrik ton) di Tyra West E.

Juga termasuk empat jembatan penyambung yang berkisar antara 60 sampai 1.102 ton (55 sampai 1.000 metrik ton). McDermott juga akan membuat enam modul pendukung frame (MSF) dengan total 1.289 ton (1.170 metrik ton) untuk meningkatkan platform yang ada 42 kaki (13 meter) untuk memperhitungkan penurunan dasar laut.

Ketua Kadin Batam menyambut baik berita tersebut. Ia mengatakan kabar gembira tersebut ditunggu ribuan pengangguran di Batam. Ia berharap ini menjadi tanda-tanda kebangkitan ekonomi Batam.

“Mc Dermott itu perusahaan besar. ini sangat ditunggu masyarakat. Harapan kita, Mc Dermott mempekerjakan mayoritas masyarakat Batam,” katanya.

Menurutnya, selain perusahaan tersebut, perusahan-perusahaan lain di Batam sudah mulai bangkit. Ekonomi Batam yang sempat hancur diharapkan pelan-pelan bisa naik.

“Saya dengar di Kabil dan perusahaan lain juga mulai order. Mudah-mudahan semua bidang industri bisa dapat proyek,” katanya.

Ia berharap masuknya proyek baru Mc Dermott ini menjadi pintu masuk pemerintah untuk terus memberikan kemudahan dan kepastian berinvestasi di Batam. Perizinan investasi harus dipermudah.

“Kita dari Kadin selalu meminta dan mendesak pemerintah untuk memberikan pelayanan dan kemudahan kepada investor,” katanya.

Anggota komisi I DPRD Kota Batam Tumbur M Sihaloho mengaku bersyukur proyek tersebut dimenangkan oleh perusahaan Batam. Diharapkan, warga Batam yang memiliki kemampuan untuk bidang proyek tersebut menjadi pilihan utama dari perusahaan.

“Kita berharap, 90 persen karyawan yang direkrut adalah dari Batam. Mudah-mudahan ekonomi Batam terus tumbuh,” katanya. (ian)

16.613 Kasus Ispa di Batam selama 2017

0

batampos.co.id – Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) merupakan masalah kesehatan yang paling dominan di Kecamatan Batuaji. Berdasarkan data yang dihimpun Puskesmas Batuaji, sepanjang tahun 2017 ada 16.613 kasus Ispa yang mereka tangani. Kepala Puskesmas Batuaji, Fitriati mengatakan kasus Ispa menjadi satu dari 10 jenis penyakit yang kerap menyerang masyarakat Batuaji.

“Tertinggi itu Ispa dan Commond Cold. Perbulan saja sampai seribu pasien yang datang berobat,” ujar Fitriani saat ditemui di ruangannya, Senin (22/1).

Dia mengatakan tingginya angka penyakit itu disebabkan kondisi lingkungan yang kurang bersih. Apalagi, melihat wilayah Batuaji yang cukup padat. Sehingga masyarakat sangat rawan mengidap penyakit pernapasan tersebut.

“Batam juga daerah industri, ditambah dengan cuaca yang kurang bersahabat,” katanya.

Penyakit lain yang dikeluhkan masyarakat adalah Dispesia, faringtis akut, demam tanpa sebab, diare dan gastroenteris, arthritis rematoid, tonsilitis akut, sindrom-sindrom sakit kepala dan myalgia.

“Penyakit ini rata-rata kami tangani 256 hingga 410 pasien per bulannya,” sebutnya. (une)

Berdayakan Kamera Lebih Terarah

0
Para anggota Kompakers saat kumpul di warung Mbah Darmo, Tanjungpinang. F. Kompakers untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Perkembangan teknologi kamera pada peranti elektronik yang semakin mumpuni searah dengan minat penggunanya terhadap fotografi. Kini, ada banyak hal yang bisa dilakukan melalui fasilitas kamera yang semakin canggih yang terbenam dalam gadget. Siapa pun bisa memotret gambar bagus dan bisa lekas dibagikan di media sosial.

Namun, perlu diketahui juga bahwasanya masih ada banyak hal yang tidak seharusnya dipotret, malah dipotret dan dibagikan ke khalayak. Hal ini yang kemudian coba dihindari oleh para pecinta fotografi di Komunitas Kompakers Tanjungpinang.

Untuk itulah, perempuan-perempuan yang tergabung dalam komunitas ini menyejalankan minatnya terhadap fotografi dengan koridor visi dakwah sebagaimana yang digaungkan Echi Sofwan, sang pelopor akun @uploadkompakan di Instagram, yakni dengan tidak memotret anggota tubuh, patung dan hewan, yang bertujuan meminimalisir foto selfie yang mengumbar aurat.

“Komunitas ini didirikan dengan tujuan sebagai wadah yang bermanfaat untuk kaum ibu yang menyenangi fotografi. Tidak hanya memotret dengan kamera DSLR, tetapi yang memotret dengan kamera ponsel pun boleh turut serta,” ujar Ketua Kompakers Tanjungpinang, Leli Prawesti pada pertemuan ketiga di RM Waroeng Mbah Darno, Minggu (21/1).

Dijelaskan Leli, pertemuan kemarin adalah pertemuan ketiga setelah sebelumnya digelar pada Januari 2015 dan Maret 2015. Namun, berbeda dari dua pertemuan sebelumnya, acara kali ini digelar dengan lebih menarik. Ini terlihat pada dekorasi bernuansa warna pastel yang cantik, diisi dengan bagi ilmu tentang fotografi oleh narasumber.

Yuyun yang juga anggota @kompakerstanjungpinang dan memiliki hasil-hasil jepretan yang bisa disejajarkan dengan fotografer profesional didapuk sebagai narasumber. Ia membagikan ilmu-ilmu fotografinya khususnya dalam memotret objek yang menjadi favorit para ibu-ibu yaitu makanan atau kuliner.

Dikatakan Yuyun, kamera terbaik adalah yang dimiliki oleh masing-masing individu, dan sudut pengambilan gambar yang terbaik juga adalah yang sesuai dengan keinginan sang pemotret.
“Tinggal lagi bagaimana mengatur arah pencahayaan, properti pendukung.Yang terpenting adalah jarak antara si pemotret dengan objek, untuk menghasilkan foto yang menarik,” ujarnya.

Untuk aplikasi pendukung fotografi, saat ini sudah banyak tersedia di berbagai jenis ponsel sehingga hasilnya pun tak kalah dengan kamera profesional. Ke depan, diharapkan komunitas ini tidak hanya sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul, tetapi bisa lebih ditingkatkan eksistensinya dan manfaatnya dengan menggelar pelatihan fotografi. (aya)

Disduk Siap Cetak 10 Ribu Tumpukan KTP Elektronik

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam kembali mendapatkan tambahan 10 ribu keping blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

“Kemarin kami sudah terima tambahan, minggun ini akan mulai cetak,” kata Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar, Senin (22/1).

Ia menjelaskan saat ini jumlah tumpukan berkas siap cetak mencapai 60 ribu pengajuan yang tersebar di 12 kecamatan.

“Besok kami mulai kumpulkan camat untuk mengajukan berkas yang akan dicetak,” ujar mantan kepala bagian tata pemerintahan kota Batam ini.

Said menambahkan sebanyak 10 ribu keping blanko ini akan mulai dicetak minggun ini dan langsung dikirim ke masing-masing kecamatan untuk diinformasikan kepada warga.

“KTP yang sudah jadi akan diberitahukan melalui pesan singkat. Mohon warga untuk mengambil,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Sekupang Muhammad Arman mengatakan kebutuhan blanko KTP el di Sekupang mencapai tujuh ribu keping. Adanya penambahan ini diharapkan bisa mengurangi tumpukan yang ada saat ini.

“Yang penting ada, berapapun banyaknya semoga bisa mengurangi pengajuan yang masih menumpuk,” terangnya.

Sepanjang tahun 2017 hingga saat ini jumlah pengajuan siap cetak mencapai 12 ribu, dan lima ribu diantaranya sudah selesai. “Sisanya ini yang tengah diupayakan,” sebutnya. (yui)

PTT dan THL Ikut Ujian Kompetensi

0

batampos.co.id – Pada tahun ini Pemkab kembali melakukan uji kompetensi dan pemetaan terhadap seluruh Pekerja Tidak Tetap (PTT) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di seluruh OPD yang dilakukan oleh tim yang berisikan petugas Badan Kepagawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

“Kami hanya melakukan tugas untuk memetakan seluruh PTT dan THL ke depan apakah mereka masih punya kompetensi melaksanakan tugas mereka masing-masing sesuai dengan tugas dari atasan mereka,” ujar Kabid Status Kepegawaian dan Pensiun BKPP, Kabupaten Lingga Sopian, ketika ditemui di Dinas Ketenaga Kerjaan, Dabo Singkep, Senin (22/1) saat melakukan pengujian terhadap PTT dan THL.

Sopian menambahkan, pemetaan atau pengujian kompetensi PTT dan THL ini telah berjalan selama lima hari, di mulai dari OPD yang ada di Daik Lingga. Di sana, sambung Sopian, tim yang turun telah melakukan uji kopentensi terhadap 90 persen lebih PTT dan THL.

Sopian juga memastikan untuk seluruh OPD yang berada di Singep, tiga tim penguji telah diterjunkan.

“Setiap tim berisikan empat orang, tim kami telah melakukan pengujian di Bapenda, sekarang ini Dinas Tenaga Kerja. Selanjutnya kami akan melakukan pengetesan di Kelurahan Sungai Lumpur dan Kelurahan Dabo,” kata Sopian.

Lebih lanjut Sopian mengatakan, kegiatan ini lebih menekankan kepada efisiensi terhadap penggunaan PTT dan THL di tubuh Pemerintahan Kabupaten Lingga. Sehingga pengujian ini bertujuan memetakan tenaga PTT dan THL agar lebih bermanfaat pada tahun ini.

Namun, tim yang turun bersifat hanya memastikan nilai yang telah diajukan setiap OPD kepada mereka. Apakah nilai terhadap PTT dan THL yang telah diserahkan kepada BKPP sesuai dengan kenyataan yang ada.

“Kami sudah menerima laporan terhadap PTT dan THL yang ada dari setiap OPD. Saat ini kami memastikan nilai tersebut sesuai atau tidak,” kata Sopian.

Sebelumnya, sejumlah PTT dan THL di Kabupaten Lingga telah banyak yang mengundurkan diri. Saat ini jumlah PTT dan THL di Kabupaten Tanah Bunda Melayu mencapai angka seribu lebih. (wsa)

Pemerintah Diminta Atasi Nelayan dari Luar

0

batampos.co.id – Nelayan asing yang melakukan pencurian ikan di perairan Anambas sudah berkurang setelah banyak yang sudah ditangkap dan diledakkan. Namun kini justru muncul masalah baru. Setelah nelayan asing berkurang, nelayan asal daerah lain banyak masuk ke perairan Anambas dan mengeruk kekayaan ikan di perairan Anambas.

Yang membuat nelayan sangat marah, nelayan dari luar daerah tersebut mencari ikan dengan peralatan yang canggih sehingga hasil tangkapan mereka jauh lebih banyak. Namun sayangnya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni diatas 12 mill. Mereka justru mencari ikan dibawah 12 mill bahkan hingga 0 mill dan masuk ke wilayah tangkap nelayan lokal.

Akibatnya, nelayan lokal mengeluh lantaran hasil tangkapan mereka jauh menurun. Oleh karena itu mereka menggelar unjuk rasa di pasar ikan Siantan pada hari ini Senin (22/1). Mereka meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan aksi nyata untuk agar nelayan dari luar daerah tersebut kembali menangkap ikan sesuai dengan aturan yang berlaku dan menindak tegas kepada kapal luar daerah yang sudah melanggar aturan tersebut.

“Tak masalah jika nelayan luar daerah mencari ikan di Anambas asal sesuai aturan yakni diatas 12 mill. Tapi mereka beroperasi diwilayah dinelayan tangkap tradisional ini tidak bisa. Selama ini eksekusi dari pemerintah juga belum ada,” ungkap salah satu orator Dedy Sahputra dalam unjuk rasa kemarin.

Pihaknya meminta agar ada pos gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan satpol pp agar bisa mengawasi mereka. Menurutnya saat ini sudah darurat. Bukan hanya nelayan luar daerah saja tapi pengeboman ikan juga terjadi di perairan Anambas. “Ini bukan hanya membunuh anak ikan tapi juga akan merusak ekosistem laut, karena karang untuk persembunyian ikan ikut rusak,” ungkapnya lagi.

Sementara itu ada nelayan lain yang tak menyebutkan namanya mengatakan, masalah ini sudah darurat dan harus dicarikan solusinya. “Jika tidak ada solusi, maka nelayan sendiri yang akan bertindak. Kami akan tangkap dan kami bakar,” ungkap nelayan berperawakan tinggi dengan mengenakan kaos Orange.

Menanggapi hal ini, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan, perlu di ketahui jika saat ini kewenangan daerah sudah tidak ada lagi dalam pengawasan wilayah kelautan karena sudah diambil oleh pemerintah provinsi. Namun demikian pemerintah daerah juga tidak tinggal diam. Pemerintah Daerah tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mengatasi masalah ini.

“Memang kewenangan ada di Provinsi, tapi apakah kami tinggal diam, tidak. Kami tetap koordinasi dengan provinsi, mudah-mudahan kedepan tak ada lagi pukat dari luar yang mencari ikan dibawah 12 mill,” ungkapnya ditengah masyarakat nelayan kemarin.

Pihaknya sudah meminta kepada pemerintah Provinsi untuk membentuk cabang Dinas kelautan dan perikanan di Anambas supaya bisa melakukan pengawasan. Karena kewenangan Itu punya provinsi, maka pihaknya harus koordinasi dan hati-hati dalam menentukan kebijakan. “Kalau kami salah bisa diperiksa bahkan dipengaruhi,” ungkapnya lagi.

Lanjutnya, dalam waktu dua atau tiga hari ini mudah-mudahan ada kapal pengawas yang dikirim ke Anambas supaya masyarakat cepat sampaikan info kepada mereka jika melihat pelanggaran dilaut. “Kita berjuang supaya pukat mayang sesuai aturan dalam menangkap ikan,” ungkapnya.

Haris, mengimbau agar dalam menyampaikan aspirasi seperti ini tetap dalam kepala dingin supaya tidak terjadi hal anarkis. “Jangan anarkis karena bisa menimbulkan masalah baru itu harus dipertimbangkan,” ungkap Haris. (sya)

BP Kawasan Karimun, Tunggu Peralihan Lahan

0
Akses menuju Pelabuhan Malarko segera di aspal oleh BP Kawasan Karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Pengusahaan Kawasan Karimun Perdagangan Bebas dan Pelabuhan bebas Karimun (BP Kawasan Karimun), akan melakukan pengaspalan jalan pelabuhan Malarko dengan biaya mencapai Rp20 Miliar dari APBN 2018. Yang diperkirakan panjang 800 meter dengan lebar 40 meter.

”Kemarin, kita sudah rapat dengan Pemkab Karimun membahas jalan pelabuhan Malarko. Dimana, Pemkab Karimun harus menyerahkan lahan tersebut ke BP Kawasan Karimun menjadi aset. Baru dilakukan pengaspalan jalan,” jelas Ketua BP Kawasan Karimun H Cendra, kemarin (22/1).

Sebab, kondisi lahan tersebut berada ditepi pantai. Sehingga, biaya Rp20 Miliar tersebut sudah masuk dalam pengerasan jalan maupun penambahan penimbunan. Yang nantinya, jalan tersebut menjadi jalan utama untuk akses menuju pelabuhan Malarko dengan dua jalur. Dengan demikian, nanti Pemkab Karimun apabila akan melakukan penambahan jalan untuk akses ketempat lain bisa menjadi acuan jalan utama yang sudah terbangun.

”Yang jelas kita (BP Kawasan Karimun), terus meningkatkan prasaranan infrastruktur jalan didaerah FTZ. Termasuk pelabuhan Malarko”, tegasnya.

Dengan demikian, khusus untuk wilayah FTZ akses jalan darat terus dibangun dan diaspal. Dimana, pada tahun 2018 ini pihaknya mendapatkan anggaran dari Pusat mencapai Rp103 Miliar dalam bentuk pembangunan fisik. Termasuk jalan pelabuhan Malarko, selain itu jalan selatan ke Roro dilanjutkan pengaspalan dan dari Oiltanking ke PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) juga.

Alhamdulillah, setiap tahunnya BP Kawasan Karimun mendapatkan bantuan dari pusat terus meningkat sampai 100 persen,” kata Cendra.(tri)

Ardiansyah Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

0
Lulik Febyantara. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Penyidik tindak pidana korupsi di Sat Reskrim Polres Karimun terus melakukan pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Dinas Sosial (Dinsos) periode 2014-2016 yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 3 miliar lebih. Setelah sebelumnya pada akhir tahun lalu menetapkan mantan Kepala Dinsos, berinisial IG (Indra Gunawan, red) sebagai tersangka pada akhir pekan lalu penyidik kembali menetapkan satu tersangka lagi.

”Memang benar, kita sudah menetapkan satu orang lagi sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dinsos. Satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka adalah mantan bendahara di OPD tersebut periode 2014-2016 berinisial Ar (Ardiansyah, red). Penetapan tersangka ini pada pekan lalu dan kemudian langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara kepada Batam Pos, Senin (22/1).

Sebelum ditahan, kata Lulik terlebih dulu tersangka Ar dipanggil untuk datang menghadap penyidik Tipidkor Sat Reskrim Polres Karimun untuk menjalani pemeriksaan. Setelah selesai menjalani pemeriksaan langsung kita tetapkan sebagai tersangka dan kemudian dilakukan penahanan. Alasan melakukan penahanan disebabkan penyidik mendapatkan informasi bahwa tersangk akan kabur atau melarikan diri meninggalkan Indonesia.

”Karena kita dapat informasi bahwa tersangka akan meninggalkan Indonesia lagi seperti beberpa bulan lalu. Sehingga, kita panggil lagi untuk diperiksa. Setelah itu, langsung kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Bahkan, ketika ditanya oleh penyidik Ar mengaku memang akan berangkat ke luar negeri pekan lalu. Untuk itu, kita mengambil langkah melakukan penahanan. Sehingga, proses penyidikan bisa segera diselesaikan,” jelasnya.

Seperti berita di koran ini beberapa waktu lalu, Ar mantan bendahara Dinsos Kabupaten Karimun periode 2014-2016 sempat menghilang beberapa bulan. Dan, diketahui yang bersangkutan bekerja di negara Cina. Hal ini diketahui ketika yang bersangkutan ketika itu pernah meminta izin kepada Sekretaris Dinsos, namun tidak diberikan izin. Karena, status Ar merupakan ASN. Meski tidak mendapatkan persetujuan, yang bersangkutan tetap berangkat ke Cina melalui Singapura. (san)