Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12678

Tahapan Seleksi Direktur RSUD Batam Selesai

0
Warga berjalan di taman RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Rabu (6/12). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Lima calon direktur RSUD Embung Fatimah telah menyelesaikan tahap wawancara serta pemaparan makalah yang merupakan tahap akhir dalam seleksi, Senin (11/12).

Ketua Pansel lelang terbuka, Jepridin mengatakan seluruh proses berhasil dilalui peserta lelang ini. Dari lima peserta hanya ada tiga nama yang akan diserahkan kepada Walikota Batam, Muhammad Rudi.

“Baru selesai wawancara, hasilnya besoklah (hari ini, red) kami infokan,” kata Jepridin.

Menurutnya kelima peserta memiliki keunggulan masing-masing, namun yang terpilih nanti adalah yang mampu memimpin dan membawa RSUD menjadi lebih baik.

“Nanti kami akan sodorkan tiga nama terbaik ke pimpinan,” sebutnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Kota Batam, Yudi Admaji mengungkapkan tahap wawancara merupakan tahap akhir seleksi yang dilalui peserta lelang.

Seleksi yang dimulai sejak tanggal 10 November lalu ini berhasil mendapatkan lima calon direktur RSUD Embung Fatimah.

“Tiga nama yang terbaik akan diserahkan kepada pimpinan untuk menduduki jabatan yang ditinggal dr Gunawan tersebut,” terang mantan Camat Bengkong ini.

Yudi menjelaskan seluruh rangkaian tes berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Jika tidak ada masalah tanggal 14 Desember sudah diumumkan nama direktur baru RSUD Embung Fatimah yang sekarang dipegang Kadinkes Didi Kusmarjadi.

“Dalam jadwal direktur baru akan diumumkan minggu ini, tapi kembali lagi kepada pimpinan,” tutup Yudi. (cr17)

Momo, Motivasi dan Mobilitas, Nama Maskot Asian Para Games 2018

0

batampos.co.id – Maskot Asian Para Games 2018 diberi nama Momo.

Momo sendiri merupakan singkatan dari motivation (motivasi) dan mobility (mobilitas) disepakati menjadi pengganti nama Ulung yang sebelumnya sudah diperkenalkan ke publik. Pergantian nama ini bukannya tak memiliki arti.

Motivasi diharapkan mampu menggerakkan para atlet Asian Para Games 2018 mendatang untuk mencapai tujuan menjadi juara. Sedangkan mobilitas berarti para atlet itu melakukan pergerakan guna mencapai tujuan.

“Melalui Journalist Games ini kami berharap untuk dukungan penyelenggaraan Asian Para Games 2018, juga dari seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari.

Menurutnya, Indonesia harus membuktikan diri merupakan negara ramah buat kaum difabel. Sebab, ini akan menyangkut martabat bangsa juga.

“Tunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang ramah dengan kaum difabel. Sukses Asian Para Games menyangkut harga diri bangsa Indonesia,” tandas. (ies/JPC)

Pak Walikota, SDN 08 Batuaji sudah Empat Tahun Menumpang di Sekolah Lain

0
ilustrasi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hingga kini, ratusan siswa SDN 08 Batuaji, belum bisa menikmati fasilitas pendidikan yang ideal. Sekolah yang sudah menumpang selama empat tahun di SDN 02 Batuaji ini belum memiliki gedung sekolah sendiri. Baik perpustakaan, ruang unit kesehatan sekolah (UKS), maupun toilet.

Padahal, jumlah siswa yang dimiliki sekolah ini sudah mencapai 265 orang. Kepala Sekolah SDN 008 Batuaji, Kamaliah mengatakan tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut. Sebab, hingga saat ini, pihak sekolah belum menerima info terkait pembangunan sekolah.

“Bahkan untuk lahan saja kami belum tahu infonya dimana?” ujar Kamaliah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/12/2017).

Sekolah yang berdiri empat tahun lalu ini memimjam tiga ruang kelas yang dimiliki SDN 02 Batuaji. Dua lokal dijadikan kelas dan satunya lagi dijadikan majelis guru. Bahkan, untuk murid kelas empat, pihaknya terpaksa kembali meminjam dua ruangan kelas SDN 02.

Karena, keterbatas itu membuat pihaknya harus menggunakan sistem tiga shift.

  • Kelas satu menggunakan ruangan mulai pukul 7.00 WIB hingga pukul 10.00.
  • Kelas dua menggunakan ruangan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 13. 00 WIB,
  • Kelas tiga dan empat akan menggunakan ruang kelas mulai pukul 13.00 hingga pukul 17.30 WIB.

Karena pembagian ruangan kelas, sistem belajar mengajar di sekolah tersebut menjadi singkat. Kamaliah tidak menampik jika pembagian shift belajar di sekolahnya menyebabkan proses belajar mengajar kurang efektif dan kondusif. “Kami harus berburu waktu jam belajar,” katanya.

Ditambah lagi, jumlah siswa per kelas yang mencapai 40 orang. Tentu, jumlah itu sangat jauh dari kata ideal dan membuat ruangan kelas menjadi padat. Muridpun harus duduk berdesakan. Bahkan antara meja guru dan murid sangat dekat, kurang lebih satu meter. Begitupun dengan jarak antara meja siswa. Melihat kondisi tesebut, seakan ruang gerak dalam kelas begitu sesak dan sempit.

“Mau gimana lagi. Kami jalani saja seperti dengan kondisi yang ada,” ungkap Kamaliah.

Kamaliah mengaku, hingga tahun ajaran keempat ini, anak didiknya memang tidak mendapat pelayanan pendidikan yang maksimal seperti sekolah lain. Itu karena pendidikan di sekolah tersebut hanya sebatas belajar dan mengajar di kelas saja. Sementara kegiatan praktek, UKS dan perpusatakaan lain belum bisa dinikmati anak didiknya karena memang lokal atau ruangan yang diberikan sangat terbatas.

“Jangankan perpusatakaan atau ruangan pendukung lainnya, kegiatan belajar mengajar saja kami masih kurang. Ruangan kelas hanya tiga sementara rombongan belajar (rombel) ada delapan,” jelasnya.

Ia pun berharap, lokasi maupun gedung sekolah secepatnya ada kejelasan. Agar segala proses belajar mengajar bisa berjalan semestinya, seperti sekolah-sekolah lainnya.

“Semoga tahun 2018 kami sudah memiliki gedung, agar kami tak numpang lagi,” tutupnya. (cr19)

Incubus bakal Manggung di Jakarta

0

batampos.co.id – The Chainsmoker mengumumkan bakal ke Tanah Air, pada Maret tahun depan. Incubus pun akan manggung di Indonesia.

Band alternative rock asal Amerika Serikat (AS) ini dipastikan singgah ke Indonesia di tahun 2018 mendatang. Konser Incubus dijadwalkan, pada 7 Februari 2018, di Gambir Expo area JIExpo Kemayoran, Jakarta.

DME Asia proud to be present: Incubus Live in Jakarta. 7 Feb 2018 at Gambir Expo Kemayoran,” tulis DME Asia selaku promotor di akun Instagram resmi @dmeasia, Selasa (12/12).

Belum diketahui seputar harga tiket konser Incubus di Jakarta tahun depan. Pihak promotor mengungkapkan bahwa tiket konser dijual mulai pertengahan Desember 2017 ini.

“Ticket on sales at 15 Dec 2017,” ungkap DME Asia.

Bila konser nanti terlaksana, ini merupakan kali ketiga Incubus datang ke Indonesia. Sebelumnya grup musik dengan hits Drive ini telah menggebrak Ibu Kota Jakarta pada 2008 dan 2011 silam. (ded/JPC)

Pemilik Warnet Masih Mengijinkan Anak-anak Bermain Game Online

0
Anak-anak yang masih tergolong pelajar main warnet di Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (10/12). Main warnet seperti ini bisa mengganggu generasi muda karena main game yang bentuk kekerasan serta buka konten pornografi. Pemerintah dan pihak warnet seharusnya tidak memperbolehkan anak-anak pelajar atau dibawah umur main di warnet. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pengawasan terhadap warung internet (warnet) perlu ditingkatkan. Pasalnya, masih banyak pemilik warnet yang mengijinkan anak di bawah umur yang bermain game online di tempat mereka.

Seperti yang terlihat di salah satu warnet yang ada di Tanjunguncang, Batuaji. Anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah atas terlihat asyik bermain game online. Rudi, pemilik warnet tidak menampik banyak anak-anak yang bermain warnet ditempatnya.

“Anak-anak itu datangnya selepas jam sekolah,” katanya, Senin (11/12).

Meski demikian, Rudi mengaku kerap mengingatkan anak-anak tersebut untuk tidak lupa waktu karena keasyikan main games.

“Kadang saya juga was-was. Sempat mereka ditangkap oleh Satpol PP. Soalnya sudah beberapa kali anak sekolah ditangkap karena bermain warnet,” katanya.

Psikolog dan Komisioner KPPAD Kepri, Mahmud Syaltut Usfa, menuturkan keberadaan warnet hanya sedikit membawa dampak positif, dalam kasus anak yang kecanduan games, mereka memiliki kecenderungan anti sosial atau malas bergaul.

“Mereka kurang bergaul dan hanya berkutat dengan gamesnya. Bahkan tak sedikit anak-anak yang menghabiskan waktunya untuk bermain games online di warnet,” ujar Syaltut belum lama ini.

Tak hanya itu, mereka juga terpengaruh perilaku agresif oleh apa yang dilihat dan dimainkan di game online. Bahkan mereka juga tak segan-segan melakukan aksi kejahatan hanya untuk bisa bermain ke warnet.

Itu karena banyak warnet yang beroperasi tanpa izin sehingga tidak mengindahkan aturan yang ada. Anak-anak usia sekolah bebas mendatangi warnet tersebut meskipun masih di jam sekolah.

“Kasus tertinggi yang melibatkan anak di bawah umur adalah pencurian. Dan sebagian mereka mengaku uang hasil curian itu untuk menyewa warnet,” tutupnya. (cr19)

Disduk Pemko Batam Dapat Tambahan Delapan Ribu Blanko

0
Ratih pegawai Kecamatan Batamkota sedang melakukan registrasi dan pencetakan KTP. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam kembali mendapatkan tambahan delapan ribu blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP el), Jumat (9/12).

“Alhamdulillah ada tambahan lagi, Jumat kemarin baru kami jemput,” kata Kepala Disdukcapil Kota Batam, Said Khaidar, Senin (11/12).

Said menyebutkan mekanisme pencetakan KTP el kali ini sama dengan yang sebelumnya. Pencetakan dibagi berdasarkan daftar pengajuan dan pemula.

“Jadi tidak melulu yang pemula, kasihan juga mereka yang sudah mengajukan dari Desember tahun lalu,” ujarnya.

Pihaknya juga telah menginformasikan kepada camat untuk menyiapkan daftar nama yang akan dicetak. “Ini baru akan kami rapatkan, sebutnya.

Ia menambahkan pencetakan akan dirampungkan dalam waktu satu minggu ke depan, sebelum akhirnya disebarkan ke tiap kecamatan.

Dengan adanya penambahan blanko KTP el ini bearti Batam masih membutuhkan sedkitnya 51 ribu keping blanko lagi. “Kalau untuk kebutuhan masih banyak, tapi kami sangat bersyukur bisa mendaatkan tambahan blanko ini walau jumlahnya tak banyak,” ungkap mantan Kabag Tata Pemerintahan Kota Batam ini.

Sementara itu, Camat Sekupang Muhammad Arman mengatakan hingga saat ini masih ada 11 ribu pengajuan yang belum yang menunggu untuk dicetak. Tumpukan ini terjadi dari Desember 2016 hingga saat ini.

“Intinya soal data yang akan dicetak udah kami siapkan,” sebutnya. (Cr17).

APBD Batam Disahkan, Anggota Dewan Kunker

0
ilustrasi
foto: rezaa herdiyato / batam pos

batampos.co.id – Usai pengesahan APBD kota Batam 2018 sebesar Rp 2,6 triliun, anggota DPRD terlihat lebih santai. Bahkan tak jarang diantara mereka yang memilih tidak datang ke kantor.

Seperti yang tampak hari ini, Senin (11/12), dari 50 anggota dewan hanya beberaopa orang saja yang berada di dewan. Alasannya beragam, ada yang sakit, luar daerah atau bersama masyarakat.

“Saya lagi istirahat kurang sehat mas,” kata Musofa, anggota Komisi I.

Anggota Komisi I lainnya beralasan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Jakarta dan DPRD Bekasi.

“Lagi ada kunjungan kerja. Tak ada anggota dewan,” ujar salah seorang staf di komisi I.

Humas DPRD Batam, Taufik membenarkan jika setelah APBD disahkan, jadwal anggota dewan lebih sedikit santai. Bahkan untuk agenda hari ini saja hanya menghadiri sertijab Danyon Marinir.

“Yang hadir tadi ketua. Kalau saat pembahasan kan sangat sibuk, bahkan dari pagi sampai sore membahas dengan mitra kerja komisi, banggar dan tim anggaran dari pemko Batam,” ujar Taufik.

IA mengakui unutk jadwal di badan musyawwarah sendiri juga tidak terlalu padat. Komisi II misalnya melakukan kunjungan kerja ke DPRD kota Bandung dan Cimahi, mulai dari 10-13 Desember.

Begitu juga tanggal yang sama komisi III mengunjungi DPRD kota Bandung dan Cimahi. Sementara anggota komisi IV sendiri berkunjung ke DPRD kota Lampung dan DPRD Kabupaten Lampung Selatan.

“Sesuai agenda Rabu (13/12) sudah di Batam,” tambahnya.

Selanjutnya, anggota dewan akan kembali plesiran pada 14-16 Desember dengan agenda pembahasan konsultasi pansus ranperda pelestarian seni budaya melayu ke kementerian pendidikan kebudayaan.

Pada Senin-Kamis (18-21), kunjungan kerja badan anggaran ke DPRD DKI Jakarta dan DPRD Bekasi. Masih bulan yang sama Rabu-Jumat (27-29) konsultasi pembahasan ranperda pengelolaan barang milik daerah ke kementerian keuangan RI.

“Ini jadwal di Bamus sampai akhir Desember,” jelasnya. (rng)

Kebutuhan Pokok Cukup Hingga Tahun Baru

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tim Satgas Pangan menggelar rapat koordinasi di Mapolresta Barelang untuk menjamin ketersediaan sembako menjelang natal dan tahun baru 2018 di Kota Batam. Dari rapat itu, dipastikan bahwa ketersediaan sembako tercukupi hingga akhir tahun baru besok.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi. Menurutnya, dari hasil panatauan pihaknya selama ini, ketersediaan bahan pokok hingga natal dan tahun baru nanti masih aman.

“Secara keseluruhan stoknya masih aman. Seperti beras, gula, minyak dan daging. Kami akan terus pantau untuk ketersediaannya,” ujarnya usai menggelar rapat koordinasi, Senin (11/12) siang.

Menurut dia, selama ini Disperindag melakukan pemantauan ketersediaan sembako di seluruh pasar di Kota Batam selama dua minggu sekali. Selain Disperindag, Tim Satgas Pangan Kota Batam juga melakukan pemantauan di lapangan.

“Situasi saat perayaan Idul Fitri kemarin sudah bagus. Ketersediaan pangan sudah mencukupi dan semoga bisa berlanjut hingga perayaan natal dan tahun baru,” harapnya.

Kepada seluruh pedagang, Zaref berharap untuk tidak mengambil keuntungan menjelang perayaan natal dan tahun baru. Jika nanti ditemukan, Tim Satgas Pangan Kota Batam akan mengambil tindakan tegas dengan memproses pedagang tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kita sekarang bicara tentang stok. Walaupun cuaca di laut kurang baik, namun dari data stok yang kita miliki tidak ada pengaruh sama sekali,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki. Ia mengingatkan kepada seluruh pedagang untuk tidak menimbun kebutuhan pokok yang dapat menimbulkan kelangkaan di pasaran. Jika nantinya ada ditemukan penimbunan, aparat kepolisian akan menindak pedagang nakal sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami akan terus memantau kebutuhan pokok. Pastinya kami akan melakukan penegakan hukum bagi yang penimbun kebutuhan pokok yang dapat meresahkan masyarakat,” tegasnya. (cr1)

Sisi Lain Lokalisasi Batu 24

0
Suasana anak-anak mengaji di rumah warga di Kampung Bukit Indah, Kawasan Lokalisasi Batu 24 Desa Toapaya Asri Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Minggu (10/12) kemarin. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Lokaliasi Batu 24 di Kabupaten Bintan identik dengan transaksi seksual, padahal ada sisi lain dari kehidupan masyarakat di lokalisasi tersebut.

Mengenang sejarahnya, pada tahun 1990-an, pemerintah merelokasi penghuni lokalisasi di Kilometer 16 Desa Toapaya Asri Kecamatan Gunung Kijang, dulunya Desa Gunung Kijang Kecamatan Bintan Timur ke kawasan baru bernama Kampung Bukit Indah di Kelurahan Toapaya Asri Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan.

Relokasi ini dilakukan pemerintah bersama pihak pengembang perumahan. Rencananya saat itu pihak pengembang akan membangunkan perumahan baru bagi mereka.
Penghuni lokalisasi yang menempati kawasan baru tersebut, waktu itu jumlahnya sekitar 800 an orang dan mereka semua mengantungkan perekonomian dari transaksi seksual atau menawarkan jasa kenikmatan sesaat.

“Sekarang jumlahnya psk sedikit sekitar 60 hingga 70, lebih banyak didominasi masyarakat biasa,” ujar salah seorang warga mengaku bernama Alex kepada Batam Pos saat ditemui di rumahnya, Minggu kemarin.

Suasana lokalisasi tidak terlihat jelas di lokalisasi itu. Benar kata Alex, bahwa dari 90 an kepala keluarga, sebagian besar merupakan masyarakat biasa yang bekerja bukan sebagai pekerja seks komersial. Melainkan mereka mencari penghasilan di luar kawasan lokalisasi itu. “Tinggal saja di sini, kerjanya sebagian besar sudah di luar. Yang psk
hanya tinggal yang tadi saya sebutkan,” ucapnya.

Meski demikian, sikap toleransi telah lama ditunjukkan antar warga pendatang yang bekerja sebagai psk dengan masyarakat biasa. Mereka saling menjaga dan saling hormat menghormati satu sama lain dengan tidak menganggu. Hal ini terlihat dari adanya masjid dan anak-anak yang belajar mengaji di kawasan itu. Sebelum masjid dibangun di
kawasan tersebut sekitar tahun 2010, anak-anak mengaji dari rumah ke rumah. Bahkan, anak-anak dari para pekerja seks komersial juga mengaji bersama.

“Mengajinya bersama-sama sudah membaur. Di sini mengaji bukan di masjid tapi di rumah-rumah warga yang mengajar ngaji namanya Makhdim dan Fauzan. Tempat mengaji terkadang berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Bahkan, sebelum ada masjid, ketika bulan Ramadan, salat tarawih dilakukan di rumah warga yang kosong,” kata Alex.

Sikap saling toleransi juga terlihat ketika mendengar suara azan mengumandang. Begitu suara magrib mengumandang, biasanya tempat karaoke yang sudah menerima tamu akan mengecilkan volume suara musiknya. Ini terlihat di saat sejumlah masyarakat menggenakan sarung pergi ke masjid, sebagian lainnya yang membuka usaha karaoke justru mengecilkan suara karaokenya.

“Biasanya di sini bukannya habis isya, tapi kadang ada juga tamu. pokoknya kalau mendengar suara azan, biasanya suara musik dikecilkan, tapi kalau masih ada tamunya sampai subuh kadang ditutup cendelanya biar tidak menganggu,” tukasnya. (cr21)

Batam Terima Dana Rp 934 Miliar dari Pusat

0

batampos.co.id – Kota Batam menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2018 dari Gubernur Kepulauan Riau. Penyerahan DIPA dilaksanakan di Gedung Daerah Kepri di Kota Tanjungpinang, Senin (11/12) sore.

Besaran dana yang diperoleh Batam dari pemerintah pusat tahun 2018 mendatang sebesar Rp 934,697 miliar. Terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) pajak Rp 147,0 miliar, DBH sumber daya alam Rp 14,3 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 599,0 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Rp 80,4 miliar, dan DAK non fisik Rp 93,7 miliar. total DIPA yang diterima Kota Batam turun dibanding tahun 2017 sebesar Rp 963,792 miliar.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kepri Heru Pudyo Nugroho mengatakan, penyerahan DIPA ini sebagai tindaklanjut penyerahan DIPA induk kementerian lembaga.

“Penyerahan DIPA di Provinsi Kepri dilaksanakan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Dan paling awal dari seluruh daerah provinsi di Indonesia. Kami apresiasi langkah Gubernur yang mempercepat proses penyerahan ini,” kata Heru.

Ia berharap dengan penyerahan DIPA lebih awal, proses pelaksanaan anggaran dapat dikerjakan lebih cepat juga. Tahun ini, Kepri menerima 333 DIPA Satuan Kerja Kementerian Lembaga dan pemerintah daerah. Nilainya Rp 6,91 triliun, naik 1,2 persen dibabding 2017 Rp 6,13 triliun.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, ada catatan khusus Presiden Joko Widodo saat penyerahan DIPA ke provinsi beberapa waktu lalu. Presiden berpesan jangan sampai kegiatan inti lebih kecil dari pendukungnya.

Saat itu, kata Nurdin, Presiden mencontohkan kegiatan pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) misal dianggarkan Rp 3 miliar. Biaya pemulangan TKI yang terpakai hanya Rp 500 juta, selebihnya untuk rapat, studi banding, dan sebagainya.

“Tapi itu hanya contoh. Bukan berarti pemulangan TKI seperti itu. Saya rasa ini juga hal yang bagus, menjadi catatan kita semua,” kata Nurdin.

Dan kepada seluruh instansi penerima DIPA, ia berharap agar segera melaksanakan kegiatan terkait. Sehingga diharapkan dapat selesai lebih awal.

Menjawab catatan Gubernur tersebut, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam sudah lebih dulu menjalankannya. Pertama, tentang proses kegiatan yang dimulai lebih awal, sudah dilaksanakan Pemko Batam.

“Saya sudah jalan duluan. Berkas sudah saya siapkan. Batam sudah jalan itu,” kata Rudi.

Begitu juga pesan tentang anggaran kegiatan inti yang harus lebih besar dari kegiatan pendukung. Menurut Rudi, Pemko Batam juga sudah menerapkannya. “Honor kegiatan sudah dihilangkan. Seremonial pada kegiatan juga sudah saya kurangi,” ujarnya.

Ia akui DIPA tahun ini berkurang sedikit dari tahun berjalan. Selain itu, target mendapatkan dana insentif pun belum bisa terwujud meski APBD 2018 tepat waktu ditetapkan. Karena penetapan APBD tahun berjalan tidak tepat waktu.

“Tahun lalu kita tidak tepat waktu. Kalau tidak salah itu harus tiga kali baru dapat,” kata Rudi. (mta)