Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12694

Dilaporkan Hilang, Deva Main ke Batam

0
POLISI meminta keterangan Deva Brilian setelah ditemukan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjunguban, Rabu (3/1). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos.co.id – Karena keinginannya tidak terpenuhi, Deva Brilian Henri, 13 tahun nekat meninggalkan rumahnya di Jalan Taman Sari RT 07 RW 02 Tanjunguban, Bintan Utara, Selasa (26/12) sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah dilaporkan hilang kepada pihak kepolisian, Deva akhirnya ditemukan di depan warnet Europe depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjunguban, Rabu (3/1).

Di kantor polisi, Deva mengaku meninggalkan rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB dengan membawa sepeda motor Honda Beat Stread BP 3932 MH dan handphone. Bersama teman masa kecilnya, Selamet, ia menyeberang ke Batam. Tujuannya menyambangi rumah Selamet di Kampung Teluk Mata Ikan Nongsa Kota Batam. “Saya hanya main ke rumah Selamet,” katanya.

Tanggal 3 januari 2018, ia mengaku sekitar pukul 18.00 WIB dia menyeberang ke Tanjunguban. Namun, dia tidak langsung pulang ke rumah melainkan berkumpul bersama teman temannya sesama anak punk di TMP Tanjunguban.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Jaswir mengatakan, anak tersebut sudah sering meninggalkan rumah karena ada sesuatu permintaan anak yang tidak bisa dikabulkan orangtuanya. “Kalau ada keinginannya yang tidak dipenuhi biasanya anaknya kabur dari rumah. Itu kata bapaknya, tapi saya kurang jelas apa keinginanya saat itu, namanya anak anak mungkin minta handphone atau lainnya,” menurut jaswir.

Bahkan Deva sering bergabung dengan anak punk dan melakukan kebiasaan yang kurang baik hingga putus sekolah. Ia berharap orangtuanya terus mengawasi anaknya sehingga tak salah pergaulan. (cr21)

OPD Diminta Genjot Pembangunan

0
Bupati Bintan Apri Sujadi memimpin rapat evaluasi di Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (4/1). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Karena pengaruh cuaca, sejumlah proyek pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan di tahun 2017 tak mencapai target. Karenanya di tahun 2018, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mempercepat proses lelang dan menggenjot pembangunan.

“Paling lambat April sudah selesai semua,” ujar Bupati Bintan, Apri Sujadi usai rapat evaluasi di Kantor Bupati Bintan, Kamis (4/1).

Sehingga proyek yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang sudah disepakati. Salah satu proyek yang diprioritaskan yakni pembangunan bundaran di Kilometer 16 arah Jalan Lintas Barat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPera) Kabupaten Bintan Juni Rianto menyampaikan, sejumlah proyek pembangunan yang dilakukannya akan segera dilelang. Tahun ini, dua proyek yang fokus akan dikerjakan yakni pembangunan lanjutan Jembatan Pengujan dan pembangunan bundaran di simpang Kilometer 16 Lintas Barat.

“Jembatan pengujan lanjutan sudah dialokasikan anggaran Rp 8 miliar, sedangkan untuk pembangunan bundaran masih di desain dengan tahap awal Rp 6 miliar,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa dana alokasi khusus paling lambat Maret sudah kontrak. (cr21)

 

Kunjungan Wisman Belum Mencapai Target

0
Sepasang wisman sedang bermain jetski di Pantai Trikora, Bintan. F: Faradilla/Batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan kunjungan wisatawan mancanegera (Wisman) di Provinsi Kepri per November 2017 lalu sudah mendekati target. Yakni 1,8 juta. Menurutnya jika di Desember terdapat tambahan 300 ribu Wisman, maka akan mendekati target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri.

“Hasil akhirnya akan diketahui dalam waktu dekat. Karena kita masih menunggu perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Kita berharap bisa memenuhi target RPJMD Kepri,” ujar Buralimar, Kamis (4/1) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, target Wisman 2017 sesuai dengan RPJMD Kepri pada angka 2,2 juta. Sedangkan target nasional pada angka 2,6 juta. Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kepri tersebut mengklaim, kegiatan-kegiatan wisata di Kepri turut memberikan pengaruh datangnya Wisman ke Kepri.

“Dari evaluasi yang sudah kita lakukan, kegiatan wisata yang dibuat, baik itu Pemprov Kepri maupun Kabupaten/Kota turut berkontribusi bagi datangnya Wisman ke Kepri,” papar Buralimar.

Buralimar yakin, masuknya sejumlah kegiatan dalam kalender event pariwisata nasional menjadi media sosialisasi bagi wisman untuk datang ke Kepri. Untuk itu, pihaknya bersama Kabupaten/Kota terus berbenah untuk memberikan yang terbaik di 2018 ini.
“Apapun hasil akhir 2017 nanti, kita tetap akan berbenah. Karena ke depan kerja kita akan lebih berat dari lagi,” tutup Buralimar.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah meminta Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dapat duduk bersama dengan Bupati dan Walikota di Provinsi Kepri untuk mensinergikan rencana pembangunan pariwisata Kepri. Apalagi sekarang ini, Kepri sudah disematkan sebagai Gerbang Wisata Bahar Indonesia oleh Kementerian Pariwisata.

“Pemprov Kepri sudah menyusun Rencana Induk Pariwisata Daerah (Ripda). Ini yang harus disinergikan dengan Bupati dan Walikota,” ujar Iskandarsyah.

Menurut politisi Partai Keadilah Sejahtera (PKS) tersebut, pembangunan sektor pariwisata tidak hanya menjadi tanggungjawab dari Dinas Pariwista (Dispar) saja. Akan tetapi, juga menjadi tanggungjawab beberapa Dinas terkait. seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Selain menata dan menyiapkan destinasi wisata baru. Infrastruktur pendukung juga menjadi faktor penentu kesuksesan pembangunan dunia pariwisata,” papar Iskandarsyah.
Menurutnya, terminal di Kepri bukan di darat, melainkan pelabuhan. Atas dasar itu, pelabuhan-pelabuhan di Kepri harus representatif dan nyaman. Sehingga bisa memberikan pelayanan yang prima bagi wisatawan yang ada.

“Untuk akses, di setiap Kabupateb/Kota akan terkoneksi dengan bandara. Tentu ini menjadi spirit untuk kemajuan pariwisata Kepri,” jelas Iskandarsyah.
Ditambahkannya, Kementerian Pariwisata menambah target kunjungan wisman ke Kepri. Tentu perlu dirancang dengan event-event wisata penunjang. Dirinya menilai event Festival Bahari Kepri (FBK) yang ke dua, terkesan kurang persiapan. Bahkan kurang semarak jika dibandingkan dengan yang pertama. “event-event seperti ini yang harus dikemas lebih baik. Sehingga Kepri bisa menjadi magnet untuk pariwisata yang berbasis maritim,” tutup Iskandarsyah.(jpg)

Peran Manufaktur Meredup

0
ilustrasi

batampos.co.id – Industri pengolahan nonmigas berperan penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Sebab, kontribusinya mampu memberikan efek berantai seperti peningkatan terhadap nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor. Selain itu, sektor manufaktur dalam negeri menjadi penyumbang terbesar dari pajak dan cukai.

”Suatu negara dikatakan maju apabila industrinya tangguh,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (4/1).

Berdasar laporan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Indonesia menduduki peringkat ke-9 di dunia atau naik dari peringkat tahun sebelumnya di posisi ke-10 untuk kategori manufacturing value added. Peringkat ke-9 ini sejajar dengan Brasil dan Inggris. Bahkan, lebih tinggi daripada Rusia, Australia, dan negara ASEAN lainnya.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Faisal Basri menyebutkan bahwa industrialisasi merupakan suatu keharusan bagi Indonesia untuk memperkuat struktur ekonomi domestik. Namun, Basri justru menganggap kontribusi manufaktur terhadap ekonomi nasional terus meredup selepas era krisis 1998. Peran manufaktur terhadap ekonomi RI mencapai 29,05 persen pada 2001. Angka itu terus menyusut hingga akhirnya hanya menjadi 20,26 persen pada semester pertama 2017.

Sebagai perbandingan, peran manufaktur dalam ekonomi pada negara-negara Asia Timur dan Pasifik kebanyakan melebihi Indonesia. Peran manufaktur terhadap ekonomi Tiongkok dan Korea Selatan mencapai 29,7 persen. Sementara itu, sumbangan manufaktur terhadap ekonomi Malaysia dan Thailand masing-masing 30,9 persen dan 31,1 persen. (agf/c10/sof/jpg)

Polemik Wagub Kepri, Kemendagri Segera Surati Gubernur

0

batampos.co.id – Meskipun banyak elemen masyarakat di Provinsi Kepri yang mendesak supaya Wakil Gubernur (Wagub) Kepri terpilih hasil keputusan DPRD Kepri segera dilantik. Akan tetapi hal itu tidak bisa mengintervensi sikap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk segera membuat keputusan.

“Sampai saat ini, Kemendagri masih menelaah hasil keputusan DPRD Kepri yang menetapkan Isdianto sebagai Wagub Kepri terpilih,” ujar Direktur Jendral (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Soni Sumarsono menjawab pertanyaan koran ini, Kamis (4/1).

Mantan Penjabat Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan, bagaimana sikap Kemendagri selanjutnya akan disampaikan secara resmi kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melalui surat. Menurut Soni, pihaknya juga tidak mahu gegabah dalam bertindak.

“Kita harus mengikuti semua peraturan dan ketentuan yang ada. Maka kita telaah secara mendalam sebelum dilaporkan ke Presiden,” tegas Soni.

Ditanya mengenai adanya informasi dipanggilnya Gubernur Kepri, Nurdin Basirun ke Kemendagri, Rabu (27/12) lalu. Mengenai hal itu, Soni masih belum memberikan respon. Berdasarkan Informasi di lapangan, Gubernur datang ke Jakarta terkait adanya surat dari Menteri Dalam Negeri.

Terpisah, Akademisi Hukum Universitas Pakuan, Bogor Andi Muhammad Asrun menilai keputusan DPRD Kepri telah memberikan konsekuensi hukum jelas. Bahkan keputusan tersebut, bisa menjadi penyebab panjangnya perjalan pengisian kursi Wagub Kepri.

Ketua Program Pascasarjana Hukum Universitas Pakuan Bogor tersebut menjelaskan, salah satu yang sudah nyata adalah dengan munculnya gugatan terhadap Penetapan DPRD Kepri tentang Isdianto sebagai Wakil Gubernur Kepri Sisa Masa Jabatan 2016-2021 di PTUN Batam dari partai pengsung, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Bahkan calon Wagub Fauzi Bahar juga dikabarkan melayangkan gugatan yang sama di PTUN,” papar Andi Asrun.

Pria yang sehari-hari sebagai Penasehat Hukum Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, semua pihak harus menghargai proses hukum gugatan tersebut seraya menantikan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Menurutnya, putusan pengadilan dalam bentuk apapun harus dihormati.

“Proses penetapan Isdianto sebagai Wagub Antar Waktu yang dinilai melanggar peraturan dan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat di Jakarta,” tegas Asrun.

Lebih lanjut katanya, semua pihak harus mengambil hikmah dari perkara Isdianto tersebut dan menjadi pembelajaran politik yang berharga di masa depan. Pria kelahiran Makassar tersebut menilai, tarik ulurnya proses Wagub Kepri sedikit mengganggu konsentrasi Gubernur dalam bekerja.

“Gubernur Kepri diharapkan tetap fokus pada pekerjaan melayani masyarakat yang terbukti cukup bagus dalam satu tahun terakhir ini walaupun tidak didampingi oleh Wakil Gubernur,” jelasnya.

Ditambahkannya, proses pemilihan tidak mengatur tentang calon tunggal. Jika memang calon tunggal disetujui, elegannya adalah Pemerintah perlu mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Calon Tunggal Wagub.

“DPRD Kepri melaksanakan pemilihan terhadap satu calon tidak ada yurisprudensinya. Satu kebijakan hukum, tentu harus ada sandaran hukum. Artinya tidak cukup dengan sebuah penafsiran saja,” tutup Asrun.(jpg)

Dispar Sosialisasikan Tanjak ke Sekolah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang menggelar sosialisasi pengenalan tanjak kepada siswa-siswi SD dan SMP yang ada di Tanjungpinang. Kegiatan semacam ini semakin rutin digelar agar tumbuh cinta dan bangga genarasi muda mengenakan ikat kepala tradisional tersebut.

Sekretaris Disparbud Tanjungpinang, Raja Kholidin menerangkan, sosialisasi ini bagian dari implementasi peraturan wali kota tentang penggunaan tanjak yang sudah diteken pertengahan tahun kemarin. “Jadi bukan hendak maksud mewajibkan, lebih kepada mengenalkan lebih dekat lagi kepada anak-anak muda,” ujar Kholidin, kemarin.

Materi yang disosialisasikan itu terdiri dari pengenalan jenis-jenis tanjak. Sebagaimana yang diatur dalam peraturan resmi, wali kota diperkenankan mengenakan tanjak khusus. Pun bagi pejabat-pejabat sesuai dengan eselon pangkatnya. Sementara kepada siswa-siswi itu, yang ditekankan adalah tanjak kreasi yang dipopulerkan seniman Efiyar M. Amin. “Kami juga berharap anak-anak ini kelak bisa mendesain tanjak kreasi sesuai dengan kreativitasnya sendiri-sendiri,” ujar Kholidin.

Sebab itu pula, sambung Kholidin, diminta kepada guru-guru seni krida turut mengajarkan materi pembuatan tanjak jika ada waktu luang di sekolah. Sehingga bukan lagi bicara perihal pungutan keharusan pembelian tanjak, melainkan kreativitas anak-anak dalam merancang tanjak yang dikenakan.

“Itulah tujuan akhirnya. Anak-anak bangga memakai tanjak dan tanjak yang dikenakan tanjak buatan sendiri,” pungkas Kholidin. (aya)

PKS Terus Bangun Komunikasi Politik

0
 Iskandarsyah. F. Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah Partai Gerindra memastikan akan mengusung pasangan Syahrul-Rahma pada Pilkada Tanjungpinang pertengahan tahun mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum jua menentukan langkah lanjutan. Dua partai politik yang sempat mesra dalam Koalisi Setara ini mulai memikirkan kebijakan politik masing-masing jelang Pilkada yang sudah di depan mata.

Keputusan Partai Gerindra yang tidak mengakomodasi kader dari partai rekanan ini membuat PKS hingga kini belum jua menyatakan sikap dan dukungan secara mutlak. Secara, internal partai ini sebenarnya hendak mengajukan Iskandarsyah yang kini masih menjabat sebagai anggota DPRD Kepri.

Ketika dihubungi kemarin, Iskandarsyah tidak menampik bahwa partainya belum menyatakan sikap terkait langkah ke depan jelang Pilkada tahun ini. Tapi bukan berarti berdiam diri. “Posisi kami sekarang juga masih terus membangun komunikasi dengan partai politik lain. Tunggu saja dulu, sebelum tanggal 8 Januari segalanya masih bisa saja terjadi,” ujar Iskandarsyah, Kamis (4/1).

Dengan keputusan Gerindra yang mengusung Syahrul-Rahma dan juga dikabarkan bakal berkoalisi dengan Partai Golkar membuat jumlah kursi minimum untuk mendaftarkan bakal calon pasangan sudah tercukupi. Di sisi lain, PKS mesti menambah kursi dengan koalisi ke partai lain.

Hal ini pula yang membuat Iskandarsyah belum bisa secara pasti melanjutkan niatannya meramaikan kontestasi pesta demokrasi lima tahunan kali ini. “Kalau ada tiket pasti maju, tapi kita lihat saja nanti,” ujar Iskandarsyah diplomatis.

Keriuhan politik jelang Pilkada yang terjadi di Tanjungpinang beberapa waktu belakangan ini adalah perubahan konstelasi politik. Keputusan Gerindra, diakui Iskandarsyah, jadi satu di antara penyebab yang membuah konstelasi ini jadi amat dinamis.

Namun itu bukan suatu permasalahan yang patut dikhawatirkan. PKS, kata dia, tetap akan mengusahakan yang terbaik dalam menentukan langkah terbaik buat ke depan. “Intinya kami masih intensif menjalin komunikasi dengan partai lain, tunggu saja nanti seperti apa keputusan PKS,” pungkas Iskandarsyah. (aya)

Pemkab Bintan Pecat Lima ASN

0
Irma Annisa. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Karena melanggar disiplin dan tersandung masalah hukum, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan memecat lima Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun 2017 lalu. Pemerintah juga memproses lima ASN yang melanggar Undang-Undang ASN.

“Kami sudah menindaklanjuti pemberhentian ASN,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD)Kabupaten Bintan Irma Annisa usai rapat evaluasi kinerja tahun 2017 di ruang rapat II Kantor Bupati Bintan, Kamis (4/1).

Pemberhentian lima orang ASN menurut Irma untuk menegakkan kedisiplinan pegawai di lingkungan Pemkab Bintan. Harapanya tenaga honor maupun PNS mampu menjalankan kewajibannya dengan baik sebagai pelayan masyarakat. “Jadi seorang ASN itu harus mampu meningkatkan kinerja utamanya sebagai pelayan masyarakat dan menegakkan masalah disiplin serta tidak terlibat kasus- kasus berat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bintan Apri Sujadi juga membenarkan
lima ASN diberhentikan karena sudah melakukan pelanggaran kedisiplinan
pegawai, kasus narkoba sampai pelanggaran berat lainnya. Selainmemberhentikan lima ASN, apri juga mengakui sejumlah ASN diberikansanksi karena telah melakukan pelanggaran. Sayangnya, Aapri tidak menyebutkan secara detail jumlah asn yang kena sanksi.

Ia juga mengatakan, pemberhentian lima ASN ini pukulan dan harus menjadi perhatian bagi seluruh pegawai. Tahun ini, ia berjanji akan lebih meningkatkan kinerja para pegawainya. “Seriuslah menjalankan tugas, lakukan yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat danhindari masalah mulai kedisiplinan pegawai, sampai kasus kasus berat,” imbuhnya. (cr21)

Empat Kurir Sabu Diupah 15 Juta

0
(ki-ka): GM Bandara Hang Nadim Batam, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki bersama, Kepala Bea Cukai Batam Susila Brata, dan Wakapolres AKBP Mudji menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu berserta empat tersangka kurir yang diamankan saat ekpos di Mapolresta Barelang, Kamis (4/1/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id– Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengamankan empat orang kurir sabu di bandara, Kamis (28/12) lalu. Dari pengakuan empat tersangka, mereka dibayar Rp 15 juta untuk membawa barang haram itu ke Jakarta.

Keempat kurir yang saat ini telah ditangani Satres Narkoba Polresta Barelang itu yakni, Lukmanul Hakim, 41, Muhammad Putra Ananda, 24, Muammar, 29 dan Dewi Saidah Ariyani, 39.

Dari pengakuan Dewi Saidah Ariyani, dirinya disuruh oleh seseorang yang diketahui bernama Adi untuk membawa sabu itu ke Jakarta. Kepada Dewi dan ketiga rekannya, Adi memberikan empat pasang sepatu yang di dalamnya telah berisikan sepatu.

“Saya dibayar sepuluh juta, kemudian dikasih sepatu untuk bawa ke Jakarta. (Di dalam sepatu itu) tau kalau itu narkoba,” ujar Dewi, Kamis (4/1) pagi.

Kepada polisi, wanita asal Semarang itu terpaksa untuk menerima tawaran oleh Adi lantaran butuh biaya untuk membiayai kebutuhan anak dan keluarganya di Semarang.

“Saya belum tahu sama siapa dikasih di Jakarta. Kata dia (Adi, red), nanti akan dihubungi kalau sudah sampai di Jakarta,” ujarnya tertunduk malu.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan bahwa penangkapan keempat tersangka bermula dari kecurigaan petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 17.35 WIB. Pada saat itu, petugas merasa curiga dengan gerak gerik tersangka Lukmanul Hakim.

“Pada saat itu, tersangka hendak masuk keberangkatan. Kemdian, setelah itu tersangka dibawa ke ruang pemeriksaan dan ditemukan dua bungkus sabu yang disimpan di dalam sepatu yang digunakannya,” katanya.

Usai mendapati barang haram itu, petugas melakukan introgasi terhadap Lukmanul Hakim. Dari pengakuannya masih ada tiga orang rekannya yang akan membawa sabu ke Jakarta. Sehingga, petugas berhasil mengamankan tersangka Dewi Saidah Ariyani, Muhammad Putra Ananda dan Muammar.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas kembali menemukan barang bukti di dalam sepatu mereka masing-masing. Sehingga, total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 2.047 gram,” tuturnya.

Hengki menambahkan, hingga saat ini jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang masih melakukan pengejaran terhadap pemilik barang haram tersebut. Sementara, keempat kurir yang saat ini telah ditahan masih menjalani pemeriksaan untuk diproses lebih lanjut.

Atas perbuatannya itu, keempat tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) junto pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Mereka diancam hukuman paling singkat lima tahun penjara dan paling lama hukuman penjara seumur hidup atau mati,” imbuhnya. (cr1)

Uang Hasil Mencuri Dipakai Untuk Berjudi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang menagamankan Anton alias Along, Kamis (4/1) pagi. Ia diamankan polisi lantaran mencuri belasan karung selimut milik bosnya di kawasan Bengkong.

Dari pengakuan Anton, dirinya nekat mencuri 18 karung selimut itu untuk memuaskan hobinya berjudi. Tiap karungnya, Anton menjual seharga Rp 2 juta kepada pedagang di kawasan pasar Jodoh.

“Kalau harga sebenarnya satu karung berisi 100 lembar dan seharga empat juta. Saya jual tidak sekaligus, tapi satu-satu saya jualnya,” ujarnya saat ditemui di ruang penyidik.

Diakui oleh Anton, ia sudah tidak ingat lagi sudah berapa kali ia mencuri selimut tersebut. Selama ini, ia bekerja di rumah makan milik bosnya dan tinggal di gudang tempat penyimpanan selimut itu.

“Bos saya punya rumah makan sama toko grosir selimut di Nagoya. Karena gaji saya tidak cukup, makanya saya mencuri,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Arwin A Wientama membenarkan adanya penangkapan ini. Menurut dia, penangkapan ini bermula dari adanya laporan dari korban beberapa waktu yang lalu.

“Korban melapor kepada kita dengan kerugian sebesar 70 juta. Kemudian kita lakukan lidik dan langsung mengamankan tersangka,” ujarnya. (cr1)