Pengendara sepeda motor melintasi lahan kosong di Kelurahan Seibinti, Sagulung, Kamis (2/11). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam belum bisa fokus untuk memanggil pemilik lahan terlantar karena harus fokus pada revisi Perka 10. Namun mereka berjanji tetap akan komitmen untuk membereskan persoalan tersebut.
“Kami akan coba panggil lagi dan cari tahu apa masalah mereka. Apakah mau dibangun atau tidak, nanti jadi adendum perjanjian,” kata Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, Sabtu (18/11).
Jika ternyata setelah pemanggilan tak kunjung dibangun juga, maka BP Batam akan memberikan surat peringatan (SP) dari SP 1 hingga SP 3. Setelah tak digubris juga, barulah alokasi lahannya dicabut.
Dengan kata lain, konsep pemanggilan pemilik lahan terlantar masih sama dengan pola lama, namun dengan pendekatan yang lebih persuasif. Yakni dengan komunikasi dan mencarikan solusi.
Batam kata Dwi memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Sayang sekali pertumbuhan ekonomi stagnan karena berbagai hal. BP Batam diberikan target untuk membuat perekonomian Batam tumbuh 7 persen dalam 2 tahun . (leo)
batampos.co.id – Pemko Batam punya rencana khusus kembangkan pasar induk Jodoh. Untuk itu Walikota Batam ingin sekali yang satu ini diserahkan lebih dulu.
“Saya sudah sampaikan, tak masalah aset yang lain diserahkan sedikit lebih lama. Asal Pasar Induk diserahkan cepat,” katanya saat ditemui Batam Pos, Jumat (18/11).
Kapan akan diserahkan aset itu. Rudi mengatakan masih belum mengetahuinya. Penyerahan aset ini sepenuhnya menunggu persetujuan dari Kementrian Keuangan. Terkait dengan sikap BP Batam, Rudi cukup mengapresiasi keterbukaan jajaran pimpinan BP Batam yang baru.
“Belum tahu kapan. Tahun ini, saya rasa belum juga. Sebab prosesnya cukup panjang,” ungkapnya.
Namun bila pasar induk ini diserahkan secepatnya. Rudi sudah memiliki rencana. Ia mengatakan tak akan merehab bangunan pasar induk. “Bongkar habis, lalu tata baru,” ujarnya.
Kebutuhan memiliki pasar induk saat ini, disebutkan Rudi sangat penting. Karena selama ini Batam tak memiliki pasar induk. Pasar-pasar yang ada dikelola oleh swasta.
“Saat ini saya belum bisa bertindak apa-apa. Karena asetini masih milik BP Batam,” ucapnya.
Sebelumnya Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan surat permintaan penyerahan aset ini telah diserahkan ke Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) Kementrian Keuangan. Dan dari DJKN ini sudah menyampaikan langsung ke Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Cepat atau lambatnya penyerahan aset ini, Lukita menuturkan menunggu persetujuan Sri Mulyani. Ia mengatakan penyerahan aset ini menjadi prioritasnya. Oleh sebab itu sudah dua kali BP Batam pergi ke Jakarta, untuk mengurus aset ini.
“Kemarin pak Eko (Deputi IV, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto) ke sana,” ujarnya.(ska)
batampos.co.id – Jauh dari keluarga untuk pekerjaan bukanlah hal yang baru bagi perempuan yang memiliki nama Cindy Yoeland Violita ini. Bekerja sebagai salah seorang yang bertanggung jawab terhadap tanaman yang ada di Kebun Raya Batam tentu merupakan tantangan tersendiri baginya.
“Saya bersama dua rekan lainnya bertugas sejak Februari lalu, bersama kami berusaha mengembangkan tanaman yang ada di KRB,” kata perempuan kelahiran Pasuruan, Lampung Selatan 1993 silam ini.
Demi memenuhi koleksi di KRB, bersama dengan tim yang diutus langsung dari Kebun Raya Bogor mengelilingi Kepri untuk mendapatkan tanaman yang cocok dan menjadi icon KRB.
“Ya dari perjalan itu kami mendapatkan tanaman kantung semar sebagai tumbuhan asli Kepri yang menjadi icon di KRB,” jelas Pendamping Kebun Raya Batam_Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini.
“Selain itu kami juga memperbanyak tanaman dg cara generatif ataupun vegetatif,” sebut puteri dari pasangan Harianto Ts. Anang S.E & Etia Rozati ini.
Perempuan yang menamatkan pendidikan di Universitas Lampung ini menambahkan sangat senang bisa membantu mengembangkan KRB menjadi salah satu tempat pilihan berlibur baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Ya kami optimis KRB akan jadi sesuatu yang bisa dibanggakan masyarakat Batam,” tambahnya. (cr17)
Seorang pegawai Setwan DPRD Batam sedang melihat sejumlah mobil dinas anggota DPRD Batam, Jumat (6/10). Pemko Batam berencana akan menarik mobil dinas DPRD Batam tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Status bekas mobil dinas anggota DPRD Kota Batam masih menggantung. Begitu juga dengan tunjangan DPRD Batam yang belum dibayar sejak beberapa bulan lalu.
Kemarin, puluhan bekas mobil dinas dewan masih berjejer diparkir belakang Kantor DPRD Batam. Mobil-mobil tersebut sudah terlihat berdebu. Bahkan, ban mobil sudah ada yang terlihat kempes.
Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Batam, Asril mengatakan mobil tersebut belum bisa dikembalikan ke Pemko Batam karena status tunjangan anggota DPRD Batam belum jelas. Ia pun sudah mengirim surat ke Pemrov Batam untuk mempertanyakan bagaimana kelanjutan status tunjangan DPRD Batam.
“Kalau tunjangan transportasi belum di acc, maka mobil belum bisa dikembalikan ke Pemko Batam. Proses masih di Propinsi,” kata Asril, kemarin.
Bahkan Asril tak membantah jika para anggota Dewan belum bisa menerima berbagai tunjangan karena belum adanya pengesahan. Akibatnya, hampir lima bulan anggota DPRD Batam belum menerima tunjangan.
“Ia tunjangan mereka juga telat. Namun mudah-mudahan bisa selesai dalam minggu ini. Karena kami juga ingin semuanya cepat clear,” imbuh Asril.
Disisi lain, Asril mengklaim mobil yang telah dikembalikan oleh anggota dewan tetap dirawat meski terparkir di belakang kantor. Ia menjamin kondisi mobil akan tetap bagus saat diserahkan ke Pemko.
“Saya jamin masih bagus, meski begitu masih ada mobil yang belum dikembalikan oleh beberapa anggota dewan,” jelas Asril.
Sementara, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengaku tak bisa memaksakan agar bekas mobil dinas dewan segera diserahkan ke Pemko. Sebab, ada proses yang harus dijalankan sebelum mobil itu diserahkan.
“Tak bisa dipaksa, jadi kami tunggu saja. Kapan siap saja diserahkan,” ujar Rudi
Bahkan Rudi berencana jika mobil sudah diserahkan akan dipinjam pakaikan ke PNS Pemko Batam. Asal merawat dengan biaya pribadi. (she)
batampos.co.id – General Manager Garuda BO Batam dan Provinsi Kepri, Setya Budi bersama Walikota Batam M Rudi meresmikan penambahan penerbangan rute Batam-Jakarta. Dalam sebulan nantinya akan ada 40 kali penerbangan di jalani Pesawat Maskapai Garuda, untuk rute itu.
“Banyak alasan, kenapa kami menambah jumlah frekuensi penerbangan ini,” kata GM Garuda BO Batam dan Provinsi Kepri, Setya Budi, Jumat (17/11).
Alasan pertama karena naiknya jumlah penumpang Batam Jakarta sebanyak 3 persen. Setya mengatakan saat ekonomi mengalami penurunan, tapi hal ini tak mempengaruhi aktivitas masyarakat yang menggunakan jasa maskapai penerbangan. “Traficnya itu naik,” ungkapnya.
Selain itu bisnis kargo sangat menggiurkan. Karena kencangnya arus bisnis online di Batam. Dan yang menjadi alasan penting pembukaan rute ini adalah kebijakan Pemko Batam yang menggalakan sektor pariwisata. Setya menuturkan pihaknya ingin masuk, bergabung dan menunjang agar sektor ini bisa maju. “Diharapkan dapat memperlancar pariwisata, saya sangat berterimakasih atas support dari Walikota Batam M Rudi,” ungkap Setya.
Jadwal keberangkatan garuda itu yakni pukul 07.05, 08.55, 11.40, 14.35, 16.40 dan 19.15. “Untuk jadwal berangkat 14.35 yang kami resmikan saat ini, tak setiap hari. Hari Kamis dan Sabtu, tak ada jadwal penerbangan jam segitu,” ungkap Setya.
Walikota Batam menyambut baik langkah yang diambil oleh Maskapai Garuda. Karena penambahan jumlah frekuensi penerbangan ini, dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Batam. Ia mengatakan Pemko dan BP Batam saat ini saling bersinergi meningkatkan perekonomian. “Kami ingin mengembalikan Industri di Batam itu ke posisi saat tahun 2012 atau tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Rudi menyebutkan bahwa untuk mengembalikan kondisi ekonomi Batam ke posisi yang lebih baik. Sangat membutuhkan waktu yang cukup lama. “Dua tahunan lah,” ucapnya.
Oleh sebab itu, sembari menunggu sektor Industri pulih. Pemko Batam, kata rudi bersama dengan instansi terkait membangun sektor pariwisata. Dan Rudi mengklaim sudah memulai hal ini sedari awal dirinya menjabat sebagai Walikota Batam. Ia mengatakan bahwa mendukung kelancaran arus lalulintas, dirinya sudah melakukan peleberan jalan. “Ini untuk kenyamanan wisatawan,” ujarnya.
Tak hanya itu saja, ia membangun taman-taman yang cantik. Agar menarik minat wisatawan untuk datang ke Batam. Saat ini, Rudi menyebutkan pihaknya bersama kementrian pariwisata mencoba membangun destinasi-destinasi wisata baru. Salah satu tempat yang akan dibangunnya yakni Pulau Putri. “Saya sudah cek ke sana beberapa waktu lalu. Pulau itu akan kami kembangkan,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan sektor pariwisata ini. Rudi mengatakan dirinya mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dari DPRD Kota Batam maupun BP Batam. “DPRD sangat mendukung semuanya. Saya ucapkan terimakasih, karena mendukung program-program saya,” tuturnya.
Tahun 2018, Pemko Batam sudah memetakan ruas jalan yang akan dilebarkan. “Di simpang Frengki, Bengkong, DC Mall, Sei Ladi,” ujar Rudi.
Ia berharap Maskapai Garuda ke depannya dapat menyediakan pesawat berbadan besar. Ia yakin dengan pesawat berbadan besar, dapat menarik jumlah wisatawan lebih banyak lagi. “Dasarnya kan kepercayaan. Saat wisatawan melihat pesawat berbadan besar, mereka pasti lebih percaya. Selain itu bisa angkut penumpang lebih banyak,” ucapnya.
Sebagai simbolis peremian frekuensi baru ini, dilakukan pemotongan pita bersama oleh Setya Budi, Walikota Batam M Rudi, Ketua Komisi I Budi Mardianto, Ketua PMI Sri Soedarsono. (ska)
batampos.co.id – Jajaran Polsek Sekupang berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di dua lokasi berbeda, Rabu (15/11). Dua pelaku pencurian Rosita, 31 dan Dani Carter, 27 tahun berhasil diamankan di kosannya yang berada di daerah Batuaji dan Hotel Bali, Nagoya.
“Ya, Rosita terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kirinya karena berusaha melawan saat akan diamankan,” kata Kapolsek Sekupang, Kompol Ojo Pharozi, Sabtu (18/11).
Oji menjelaskan, kedua pelaku sebelumnya melakukan aksi pencurian sepeda motor di kosan yang berada di Komplek Nusa Dua Bali Blok F. No 02 atau di belakang Rs Awal Bros, Selasa (14/11). Pelaku berhasil menggondol sepeda motor Satria FU BP 6035 GJ yang berada di parkiran kosan.
“Kejadian sekitar pukul 02.00 WIB, ketika korban tengah beristirahat, pelaku berhasil membawa motor korban,” ujarnya.
Masih di hari yang sama kedua pelaku kembali melanjutkan aksinya di SPBU Taman Kota Baloi dan berhasil membawa kabur satu tas berisikan uang tunai Rp 7 juta, telepon genggam serta beberapa dokumen penting lainnya milik korban.
“Jadi ketika korban hendak membayar BBM, pelaku langsung mengambil tas dan kabur,” sebut Oji.
Aksinya terbilang cepat dan singkat, karena korban hanya keluar untuk membayar tagihan BBM saja, dan ternyata mereka langsung masuk dan membawa tas milik korban.
“Sepertinya korban sudah menjadi incaran, dan dari pengakuan pelaku sudah sering menggunakan modus seperti ini dalam beraksi. Jadi mereka buntuti dan berada tidak jauh dari mobil, ketika korban lalai mereka langsung melancarkan aksinya,” beber Oji.
Setelah dilakukan pengejaran, kedua pelaku berhasil diamankan di lokasi yang berbeda. Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti satu unit satria FU milik korban, satu unit motor Yamaha Xeon warna hijau, satu tas kulit dan satu telepon genggam merek Xiomi.
“Pelaku baru saja keluar dari penjara (residivis, red), dan kembali melakukan aksi kejahatan,” sebutnya.
Atas perbuatannya kedua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal selama 7 tahun penjara.(cr17)
batampos.co.id – Harian Pagi Batam Pos kembali menorehkan pretasi di kancah nasional. Kali ini, di ajang Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2017 yang digelar di Gedung Arsip Nasional Jakarta, Jumat (17/11) malam. Dua orang jurnalis Batam Pos keluar sebagai juara dalam ajang tersebut.
Wartawan Batam Pos, Suparman meraih Juara 1 dalam kategori Features Media Cetak. Karyanya berjudul “Suka Duka Pertamina Mendistribusikan BBM hingga Pulau Terdepan NKRI: Menembus Angin Utara, Mengalahkan Ombak Laut Cina“, mampu menyisihkan karya wartawan lain dari Harian Singgalang yang menempati juara kedua. Sedangkan karya dari wartawan Investor Daily, keluar sebagai juara ketiga.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan memotivasi saya untuk terus berkarya dan menorehkan prestasi lainnya lagi,” kata Suparman usai menerima penghargaan, tadi malam.
Selain Suparman, Fotografer Batam Pos, Dalil Harahap juga menorehkan prestasi. Karya fotonya berjudul “Bright Gas Kawan Ibu Cerdas” yang tayang di laman batampos.co.id, masuk sebagai Juara Kategori Foto Pilihan Juri AJP 2017.
“Saya lihat ibu-ibu ramai lomba memasak dengan antusias dan gembira di Kepri Mall saat launching Bright Gas 5,5 Kilogram,” kata Dalil menjelaskan fotonya tersebut.
Sementara itu, Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito mengatakan, antusiasme wartawan dari seluruh Indonesia untuk mengikuti AJP 2017 cukup tinggi. Tercatat, ada 2.164 karya tulis dan foto yang masuk dan mengikuti lomba tersebut.
“Dari tahun ke tahun, jumlah yang ikut terus meningkat,” kata Adiatma.
AJP 2017 dibagi dalam 9 kategori, yakni Features Media Cetak, Hardnews Media cetak, Features Online, Fatures Televisi, Features Radio, Publikasi Corporate Social Responsibility, Publikasi Olahraga, Essay Foto, dan Citizen Journalism. Sementara untuk kategori Foto Pilihan Juri menentukan 25 pemenang.
Ia menyebut, dari semua kategori lomba, terdapat 53 pemenang. Dari jumlah itu, 32 di antaranya merupakan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia.
Di tempat yang sama, Direktur Pertamina Elia Massa Manik mengatakan, AJP 2017 diharapkan menjadi kontes bagi para jurnalis sekaligus kesempatan untuk turut menyebarkan informasi yang benar dan akurat ke masyarakat tentang peran Pertamina.
“Sehingga jurnalis ikut mengedukasi masyarakat,” kata Manik.
Tak hanya itu, dengan perlombaan ini juga diharapkan dapat menepis banyaknya berita bohong (hoax) yang kini mudah berkembang dan tersebar di era digital.
“Sehingga jika ada masalah, bisa segera dicarikan solusinya,” tuturnya. (rna)
batampos.co.id – Setelah menjabat sekitar enam belas bulan, Irjen Sam Budigusdian akan meninggalkan jabatan Kepala Polda Kepri. Tongkat komando akan diserahkan kepada Irjen Didid Widjanardi. Selanjutnya, Irjen Sam -yang di masa kepemimpinannya berhasil menaikkan status Polda Kepri jadi Tipe A (dipimpin jenderal bintang dua)- akan bertugas sebagai perwira tinggi SSDM Polri di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).
Peralihan kepemimpinan di Polda Kepri itu tertuang dalam telegram rahasia (TR) Kapolri bernomor ST/2750/XI/2017, ST/2754/XI/2017, ST/2756/XI/2017, Kamis (16/11) lalu.
Selain jabatan Kapolda, TR Kapolri juga menyebutkan adanya pergantian jabatan Wakil Kepala Polda Kepri. Posisi nomor dua yang saat ini diisi oleh Brigjen Didi Haryono akan diserahterimakan kepada Brigjen Yan Fitri Halimansyah. Yan Fitri bukan orang baru di jajaran Polda Kepri. Ketika Polda Kepri masih berstatus Tipe B, ia menjabat Wakil Kepala Polda dengan pangkat komisaris besar. Sedangkan Brigjen Didi Haryono akan dipromosikan sebagai Kapolda Kalimantan Barat.
Irjen Sam membenarkan peralihan tugas tersebut. “Saya harap Kapolda yang baru bisa lebih baik dari saya,” katanya kepada Batam Pos, Jumat (17/11).
Ia menitip pesan kepada Kapolda baru agar tetap konsen menjaga kondusivitas keamanan demi perbaikan perekonomian di Batam. Hal itu, kata dia, juga bertujuan mendukung program Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sam yakin dengan kondisi keamanan yang kondusif dan tanpa gangguan dapat membuat pelaku usaha nyaman menjalankan roda usahanya. Selama ini, Sam menuturkan, ia sangat menjaga kondusivitas keamanan di Batam.
Masalah ini, kata dia, selalu ia tekankan kepada jajaran Polda Kepri. Sebab bila keadaan tak kondusif, akan membuat kegiatan bisnis terganggu. Ujungnya ekonomi melambat atau malah mengalami kemunduran.
“Padahal untuk meningkatkan perekonomian saja sangat susah. Karena itu, tetap jaga kondusivitas keamanan agar Kepri menjadi lebih baik dari sekarang,” ungkapnya.
Selama menjabat Kapolda Kepri, rekam jejak Sam cukup baik. Yang paling menonjol adalah upayanya membantu instansi pemerintah dalam meningkatkan perekonomian. Tak hanya menghadiri undangan diskusi-diskusi ekonomi, Sam kerap menjadi penengah dan mengundang para pelaku usaha untuk memecahkan permasalahan yang selama ini dihadapi.
Demo-demo buruh, sejak kepemimpinannya, menjadi lebih teratur. Tak ada lagi kerusuhan saat demo. Para buruh menyalurkan hasrat mereka, tanpa mengganggu jalannya perekonomian di Batam.
Irjen Pol Sam Budigusdian
Untuk mengamankan masyarakat Batam dari gangguan keamanan, Sam membuat berbagai program unggulan seperti Patroli Blue Light, Engku Putri, Patroli Kesatuan, yang melibatkan berbagai satuan di Polda Kepri.
Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, mengatakan Kepri membutuhkan pemimpin seperti Irjen Pol Sam Budigsudian. Ia menilai Sam sangat tegas, terutama mengenai hal-hal yang berhubungan dengan ekonomi.
“Demo buruh menjadi lebih tertib dan teratur,” ungkapnya.
Karena ketegasan Sam ini, Ayung mengatakan, iklim investasi jadi terjaga. Para investor menjadi lebih percaya bahwa Kepri sangat aman untuk berinvestasi. “Iklim investasi sangat kondusif,” ujarnya.
Para pelaku usaha, kata Ayung, tak lagi memikirkan soal keamanan dan hal-hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Sehingga para investor fokus dalam membangun ekonomi di Batam.
Selain itu, Ayung menyebut Sam sebagai mediator andal. Setiap ada konflik antar-lembaga atau masyarakat, Sam selalu menjadi penengah. “Mempertemukan yang berkonflik dan memecahkan permasalahan yang ada,” tuturnya.
Terkait dengan pergantian ini, Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Erlangga mengatakan tak hanya Kapolda dan Wakapolda yang alih tugas, tapi juga beberapa perwira menengah lainnya.
Di antaranya Kombes Helmy Santika yang menjabat Direktur Resnarkoba Polda Kepri dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Pideksus Bareskrim Polri. Posisinya digantikan oleh Kombes K. Yani Sudarto yang sebelumnya menjabat sebagai Pemeriksa Utama Puslabfor Bareskrim Polri.
Kombes Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon yang saat ini Direktur Intelkam Polda Kepri dimutasi sebagai Kabagsumda Rorenmin Baintelkam Polri. Posisinya digantikan oleh Kombes Bagus Giri Basuki yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit II Ditsosbud Baintelkam Baintelkam Polri.
Kombes Lutfi Martadian yang kini jadi Direktur Reskrimum Polda Kepri dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Pidum Bareskrim Polri. Ia digantikan oleh AKBP Arief Dwi Koeswandhono SIK yang sebelumnya menjabat sebagai Wadirreskrimum Polda Jambi.
Kombes Bariza Sulfi yang menjabat Kepala Biro SDM Polda Kepri dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri. Ia digantikan oleh Kombes Djoko Susilo yang sebelumnya menjabat sebagai Assessor Utama Bagkompeten Ro Binkar SSDM Polri.
AKBP Charles Panuju Sinaga, Kapolres Natuna, dimutasi sebagai Pamen Polda Kepri. Penggantinya AKBP Nugroho Dwi Karyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagbinopsnal Dit Lantas Polda Kepri.
AKBP Febrianto Guntur Sunoto, Kapolres Bintan, dimutasi sebagai Wadir Pamobvit Polda Riau. Ia digantikan oleh AKBP Boy Herlambang yang sebelumnya menjabat Kabagwassidik Ditreskrimum Polda Kalteng.
AKBP Feby Dapot Parlindungan Hutagalung, Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kepri dimutasi sebagai Kapolres Lamongan Polda Jatim. (ska)
Deputi 3 BP batam Dwi Eko Winaryo memberikan penjelasan terkait permasalahan lahan saat konprensi pers di Gedung Bida Annex BP Batam, Kamis (16/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, mengatakan revisi Perka 10 merupakan fokus yang sedang diselesaikan pimpinan baru BP Batam.
“Kami masih fokus pada Perka 10, setelah itu IPH. Kami sadari dan akan konsentrasi. Pelan-pelan akan dibereskan,” ujar Dwianto, Jumat (17/11).
Namun BP Batam mewacanakan IPH akan dipercepat pada transaksi pertama di mana bisa langsung digunakan untuk balik nama di Badan Pertanahan Nasional (BPN).”Nanti kami kasih batasan SOP yang pas,” jelasnya.
Dwi menyadari IPH sangat penting karena masyarakat membutuhkannya secara cepat untuk mendapatkan uang sesegera mungkin. “Kami tak mau jadi penghambat. Makanya nanti sekian hari IPH akan selesai, tapi diskusi dulu dengan pengusaha,” ungkapnya.
Selain mewacanakan SOP baru untuk IPH, BP Batam juga akan mengubah masa jatuh tempo perpanjangan uang wajib tahunan otorita (UWTO) yang biasanya dilakukan dua tahun sebelum masa sewa berakhir.
“Itu akan diubah,” jelasnya.
Dwi mengaku ia juga merupakan bagian dari asosiasi pengusaha sehingga jika harus menunggu dua tahun untuk membayar perpanjangan UWTO, maka itu tidak menguntungkan. Dan semuanya nanti akan diatur dalam Perka 10.
“Terus terang dua tahun baru boleh perpanjang, ya saya deg degan. Sama sekali tak menguntungkan. Karena bisa saja disetujui atau tidak perpanjangan UWTO tersebut,” paparnya. (leo)
Setelah ditetapakan UNESCO sejak 16 November 2010 silam, keberadaan alat musik Angklung makin mendunia. Untuk memaknai hari istimewa tersebut, Saung Angklung Udjo sebagai salah satu komunitas angklung dan seni tradisional Jawa Barat setiap tahunnya menggelar rangkaian acara “Angklung Pride” ke-7 yang siap digelar di Kebon Awi Udjo Cijaringao di Cimenyan, Bandung, Jawa Barat pada 18 hingga 19 November 2017.
“Keberadaan Angklung perlu diwujudkan dan diimplementasikan dengan menjaga, memelihara, melestarikan dan meregenerasikan angklung di seantero nusantara,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan.
Angklung Pride 7 ini terbagi dalam tiga tahapan yaitu Resital Angklung, Jambore Angklung Gunung, dan Puncak Acara Angklung Pride 7. Resital Angklung sudah berlangsung pada tanggal 1-15 November 2017 di Saung Angklung Udjo. Jambore Angklung Gunung, berlangsung 18-19 November 2017 di Kebon Awi Udjo.
“Tidak hanya itu, Puncak Acara Angklung Pride ke 7 akan diselenggarakan pada 19 November 2017 juga di Kebon Awi Udjo Cijaringao. Pemilihan tempat di Kebon Awi bukan tanpa alasan, hal itu merujuk pada ruh-nya Angklung yang secara filosofis hidup dimasyarakat sunda yang agraris, dengan menyuguhkan sajian pertunjukan dengan tema “Ngangklung di Gunung”, ucapnya.
Wawan Gunawan menambahkan, disamping itu juga akan ada program Hibah angklung untuk sekolah serta apresiasi. Saung Angklung Udjo bekerja sama dengan lembaga pemerintahan dan swasta menargetkan 1000 unit angklung untuk dihibahkan ke sekolah.
“Sekolah penerima angklung program Corporate Social Responsibility (CSR) tahun sebelumnya. Akan ikut tampil sebagai bukti kelanjutan bahwa angklung yang telah dihibahkan, tetap terjaga fungsi dan filosofis. Serta menjadi kebanggaan para pelajar sebagai generasi penerus bangsa,” kata Wawan.
Lalu akan ada juga, pemberdayaan masyarakat untuk mempromosikan produk-produk unggulan baik kuliner ataupun handmade pada program bazzar dirangkaian Angklung Pride 7. Masyarakat memiliki peran penting dalam mempertahankan kearifan lokal. Acara puncaknya akan ada berbagai pertunjukan semisal pencak silat, tari-tarian, dan bermain angklung bersama.
“Kalau angklung dikembangkan maka ekonomi rakyat akan maju, pariwisata di tempat-tempat pembuatan dan pertunjukan angklung juga akan maju. Disekitarnya bisa didirikan dan dimanfaatkan sebagai homestay, atau rumah warga yang sebagian kamarnya bisa disewakan kepada wisatawan yang ingin melihat, belajar membuat dan bermain angklung” tegas wawan.
Rangkaian acara tidak berhenti samapi disitu lanjut Wawan yang juga dalang Wayang Ajen itu, di Angklung Pride ke 7 akan ada Creative Community Involvement serta Udjo Award. “Penghargaan Udjo Award ini akan diberikan kepada para pegiat seni budaya dan tokoh-tokoh yang berkontribusi terhadap pelestarian seni budaya khususnya angklung,” ucapnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya tak meragukan seni tradisi Angklung yang dibawah pimpinan Saung Angklung Udjo yang sudah mendunia. Angklung menurutnya, memiliki sarat dengan nilai-nilai budaya.
“Saya percaya anak-anak binaan Saung Angklung Udjo itu jagoannya, gudang seniman. Tinggal financial value-nya yang harus dipoles habis, maka akan lebih cepat berlari, karena modal creative value-nya sudah di tangan,” ujarnya.
Menurut Arief Yahya, budaya semakin dilestarikan semakin mensejahterakan, hal itu menjadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah. Karena itu budaya harus dilestarikan mengingat memiliki nilai ekonomis. “Laku dijual untuk turis mancanegara,” pungkas Menpar Arief Yahya. (*)