Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12772

Pendidikan Senjata paling Ampuh

0

batampos.co.id – Pendidikan adalah kekuatan yang tak akan bisa tergantikan oleh apa pun. Oleh karena itu, pendidikan sangat penting.

Demikian dinyatakan oleh Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Robert James Bintaryo mengatakan,

“Kita ini punya sumber daya alam dan manusia yang luar biasa. Apalagi sebentar lagi Indonesia juga dapat bonus demografi dengan usia-usia produktif. Kalian ini termasuk di dalamnya, siapa tahu peserta didik kalian di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) akan jadi penggerak roda perekonomian Indonesia berikutnya,” ujar dia, Senin, (8/1).

Menurut Robert, para pelajar Indonesia di Taiwan turut andil menjadi pemantik KDEI Taipei dalam memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Khususnya jika ditinjau dari usaha pengembangan kualitas pendidikan.

Yayasan Pendidikan PPI Taiwan berdiri secara de jure berdasarkan SK Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang dikeluarkan di Jakarta, 4 Desember 2017.

YP-PPI Taiwan ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi pengembangan Pendidikan Non Formal (PNF) yang dipelopori oleh para pelajar di Taiwan. Bukan hanya untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di Taiwan, melainkan juga untuk masyarakat umum.

“Contohnya mungkin seperti yang akan kita usahakan bersama, PKBM Athena sebentar lagi akan menginduk ke YP-PPI Taiwan,” ujar Ketua Yayasan Pendidikan PPI Taiwan periode 2018-2022, Hasan Ismail.

(ina/ce1/JPC)

Tahun Politik

0

2018 menjadi salah satu tahun fenomenal di milenium ini. Salah satu penyebabnya, tentu saja momen politik yang sedang dan akan berjalan.

Beberapa waktu terakhir, berita-berita di media cetak, televisi, radio, hingga online ramai memberitakan soal pemilihan kepala daerah (pilkada). Saya termasuk yang mengikutinya.

Diawali saat ketua umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri mengumumkan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur (bacagub-bacawagub) beberapa daerah yang disiarkan secara live di salah satu stasiun televisi swasta.

Disusul kemudian, ketua umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga melakukan hal serupa. Juga langkah partai politik (parpol) lain dalam mengusung jagoannya masing-masing.

Maklum, mulai tanggal 8 Januari kemarin, KPU di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota sama-sama membuka pendaftaran untuk calon kepala daerah. Ini merupakan bagian dari tahapan pilkada serentak 2018.

Dengan demikian, genderang tanda dimulainya tahun politik sudah ditabuh. Pilkada tahun ini begitu istimewa. Kabarnya, sangat menentukan peta percaturan pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres).

Pilkada Jawa Barat (Jabar), Pilkada Jawa Tengah (Jateng), Pilkada Jawa Timur (Jatim), dan Pilkada Sumatera Utara (Sumut) dianggap paling ditunggu-tunggu. Pasalnya, keempat daerah itu digadang-gadang sebagai pusat pertarungan elite negeri ini. Faktornya adalah jumlah penduduk yang lebih besar.

Majunya mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat di Pilkada Sumut, duet TNI-Polri atas nama TB Hasanuddin dan Anton Charliyan di Pilkada Jabar, hingga majunya beberapa anak gubernur sampai kapolda bikin pilkada tahun ini makin beda.

Namun kita tidak bisa mengesampingkan daerah lain seperti Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Barat (Kalbar), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan daerah lainnya. Meski tidak menyumbang suara secara signifikan, namun suara mereka ikut menentukan.

Majunya calon impor hingga semakin blak-blakannya aparat TNI-Polri berpolitik jadi fenomena baru. Kalau untuk TNI, sudah biasa. Beberapa presiden berasal dari TNI. Mulai dari Soeharto dan SBY. Untuk wakil presiden hingga menteri, para jenderal TNI sudah duluan ambil bagian.

Untuk Polri yang agak unik. Biasanya, usai jadi jenderal, para perwira tinggi menempati jabatan seperti duta besar (dubes). Namun kali ini, beberapa jenderal Polri sudah tidak malu-malu untuk ambil bagian dalam pesta demokrasi.

Apakah itu salah? Tidak. Tak ada yang melarang. Boleh-boleh saja. Silakan saja. Sah-sah saja.

Ini negara demokrasi. Siapapun punya hak dipilih dan memilih. Semua Warga Negara Indonesia (WNI) bebas mencalonkan diri menjadi apapun. Mau maju di pilpres, pemilu, hingga pilkada juga boleh.

Namun, dalam ketentuannya mereka harus mundur atau pensiun dini. Selama masih berseragam polisi, mereka tidak boleh berpolitik. Tapi jika sudah menanggalkan almamater kedinasanya, mau ngapain aja silakan. Hehehehe

Untuk Kepri, rasanya secara keseluruhan tahun politik sudah lewat. Barangkali tinggal tersisa Pilkada Tanjung Pinang. Mencari bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota (bacawako-bacawawako) sangat menarik.

Apalagi, Tanjung Pinang adalah ibu kota provinsi. Hasil dari pesta demokrasi di kota tersebut sangat ditunggu. Meskipun geregetnya belum terlihat, namun riak-riaknya sudah mulai terlihat.

Tentu setiap orang punya jago masing-masing. Setiap parpol juga punya kandidat. So, dalam politik tidak ada yang pasti. Kata rekan saya: politik itu dinamis.

Kita boleh sama-sama memprediksi. Apakah inkamben masih perkasa, atau memunculkan pemimpin baru. Apapun hasilnya, kondusivitas harus diutamakan. Harus dijaga. Yang menang jangan menepuk dada, yang kalah harus legawa.

Terkhusus untuk para politisi, berpolitiklah yang elegan dan santun. Mari menjadikan tahun politik ini berakhir baik.

Apapun hasil dari pesta demokrasi di tahun politik ini, harus bermanfaat bagi masyarakat. Harus meningkatkan pembangunan nasional, khususnya di daerah masing-masing.

Selamat berkompetisi untuk putra-putri terbaik bangsa. Jadilah pemimpin yang baik untuk daerah, bangsa, dan negara. *

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

Napi Kasus Narkoba Lapas Batam Tewas

0
ilustrasi

batampos.co.id – Senin (8/1/2018) sore, Hotlan Sihombing, seorang narapidana yang tersandung kasus narkoba mendadak jatuh saat berdiri di gerbang masuk blok ruangan penjara di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Batam di jalan Trans Barelang, sekitar pukul 15.30 WIB.

Petugas dan warga binaan lain berusaha menolong pria 63 itu ke klinik dalam Lapas, namun dia sudah terlukai lemas dan tak sadarkan diri.

Upaya pertolongan medis di klinik lapas tak menyadarkannya. Hotlan akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji namun nyawanya tak tertolong. Baru tiba di ruangan Instalasi Gawat Darurat, Hotlan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Hasil diagnosa petugas medis di RSUD menyimpulkan Hotlan meninggal karena penyakit darah tinggi dan jantung yang dideritanya selama ini.

“Sampai di sini sudah meninggal. Dia punya riwayat penyakit darah tinggi dan jantung, jadi kemungkinan karena penyakitnya itu,” ujar petugas medis di RSUD, Senin malam.

Tyas, dokter yang bertugas di klinik Lapas Batam menuturkan, hal yang sama. Selama ini memang Hotlan sudah sering berobat di klinik Lapas karena riwayat penyakitnya itu.

“Sedang istrahat mereka (narapidana di Lapas). Dia lagi berdiri di depan pagar pembatas blok (penjara). Tiba-tiba jatuh. Dia sering sakit belakangan ini. Riwayat medisnya darah tinggi dan jantung,” ujar dokter Tyas.

Awal dievakuasi ke klinik Lapas, diakui Tyas, Hotlan sudah tak sadarkan diri dengan denyut nadi yang sudah sangat lemah.

“Makanya cepat-cepat dilarikan ke sini (RSUD). Tapi takdir berkata lain. Tak lama di sini dia meninggal,” ujarnya.

Atas kejadian itu, Tyas menegaskan bahwa kematian korban murni karena sakit penyakit yang dideritanya. Ini dibuktikan dengan hasil diagnosa medis di RSUD serta tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Murni karena penyakit. Ini akan kami sampaik ke keluarganya,” ujar Tyas.

Kasubdi Registrasi Lapas Batam Bachtiar menuturkan, Hotlan merupakan narapidana yang tersandung kasus narkoba. Dia difonis lima tahun penjara dan sudah menjalani masa pidana selama tiga tahun. Untuk tindak lanjutnya, jenazah korban rencananya akan diserahkan langsung ke pihak keluarga.

“Kalau keluarga terima akan kami serahkan langsung. Tapi kalau mau ditindak lanjut dengan visum atau otopsi silahkan. Kami akan turuti,” ujar Bachtiar.

Sementara pihak keluarga yang hadir di kamar Jenazah RSUD, memintah agar penyebab kematian korban diperjelas pihak Lapas dengan bukti-bukti medis yang ada. Mereka juga memintah agar pihak lapas turut mengurus kematian Hotlan sampai pada pemakaman.

“Rencananya mau dimakamkan di kampung, makanya kami berharap agar pihak Lapas bisa bersama kami mengurus jenazah abang kami ini,” ujar Junus Hutasoit. (eja)

Kematian Arifianto Masih Misterius

0
Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto menyampaikan kronologis penangkapan Arifianto di Mapolres Natuna Sabtu (6/1) kemarin. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Hingga saat ini Polisi belum membeberkan penyebab tewasnya Arifianto, staf Dinas Kesehatan di ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna, Jumat (5/1) lalu. Kapolres Natuna AKBP Nungroho Dwi Karyanto menyatakan masih menunggu hasil diagnosa dokter rumah sakit.

“Tanpa data saya tidak berani menyampaikan apa penyebab kematian saudara AR. Hasil diagnosanya masih belum diterima dari Rumah Sakit,” kata Kapolres di mapolres Natuna, Sabtu (6/1) kemarin.

Kapolres menerangkan, penangkapan saudara AR dilakukan personel satuan narkoba sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (4/1) melalui penyamaran. Yang diduga menyalagunakan narkoti jenis sabu-sabu. Saat penangkapan ada keluarga mengahalang-halangi sehingga terjadi kontak fisik, keadaan tidak terduga.

Menurut Kapolres, pemukulan yang terjadi disaat penangkapan adalah dinamika yang tidak terduga saat dilakukan penangkapan paksa dilapangan. Saat penangkapan itu pun belum diketahui berapa jumlah barang bukti dimiliki tersangka AR. Namun setelah diamankan, ditemukan tiga paket kecil sabu-sabu siap pakai, masing-masing paket kurang dari satu gram.

“Saat penangkapan, tersangka AR berusaha menghilangkan barang bukti. Apakah ada paket yang ditelannya kami tunggu hasil dignosa dokter yang ahli. Apakah overdosis atau penyebab kesehatan tunggu datanya dari rumah sakit,” sebut Kapolres yang didampingi Kasat Narkoba, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam dan Kanit Propam Polres Natuna.

Kapolres mengatakan, setelah ditangkap dikediamannya Batu Ampar sekitar pukul 16.00 WIB, tersangka langsung diamankan ke Mapolres Natuna. Dan tersangka mengalami kejang-kejang dan mengeluarkan busa dimulut, lalu dilarikan ke UGD. Hasil rontgen dokter kondisi kritis dan sempat dipindahkan ICU untuk perawatan intensif sebelum meninggal.

Kapolres menegaskan, jika dalam prosedur penangkapan tersangka menyebabkan kematian. Polres dengan terbuka menerima laporan keberatan dari keluarga korban. Dan laporan itu untuk perbandingan dan penyesuaian laporan di unit Propam Polres Natuna.

“Penangkapan ini sudah tangani internal Propam Polres. Pengakuan anggota dilapangan sudah sesuai. Tetapi keluarga korban dapat menyampaikan keberatan jika penangkapannya tidak sesuai standar operasi prosedur (SOP), dan keluarga yang melapor akan kami lindungi. Jika ada kejanggalan pun tetap akan diproses dan akan dievaluasi, memang pertimbangan petugas lapangan mampu mengeksekusi meleset,”
tegas Kapolres.

Pasca tewasnya Aifianto, keluarga korban masih terpukul atas tragedi meninggalnya Arifianto, terutama kedua anaknya yang masih sekolah. Kesediahan anak sulungnya yang masih duduk dikelas I SLTA pun dituangkan dalam akun instagram pribadinya dan memajang foto bersama sambil menyuapkan ayahnya

(Arifianto,red) suasanya seperti saat merayakan ulang tahun. Kalimat yang tulisnya pun membuat kesedihan bagi warga sosmed.

“Selamat jalan ayah, semoga amal baik mu diterima disisinya dankami selalu mendoakan ayak kami agar masuk surga yang paling indah disana. Terima kasih ayah telah membesarkan kami dengan penuh kasih sayang seorang ayah. Kami berjanji bahwa kami akan sukses sesuai keinginan ayah. Meski ayah tidak sempat melihat kami sukses”.

“Ayah… kami sayang ayah dan bangga punya ayah seperti mu. Jaga dia ya allah… kami titipkan dia padamu,” tulis Adel dipenghujung cuitannya diinstagram.

Sementara sebagian masyarakat Natuna mengecam tindak kekerasan yang terjadi saat penangkapan yang brujung maut ANS Dinas Kesehatan Pemkab Natuna. Tragedi tidak hanya ramai dibicarakan dirumah-rumah, namun pengecaman tindakan kekerasan oknum polisi dituangkan ratusan masyarakat melalui sosial media dan menilai terjadi pelanggaran hak azazi manusia (HAM). Masyarakat Natuna pun meminta kasus tersebut
diusut tuntas dan menuntut profesional penegakan hukum.

Menurut berbagai sumber, terjadinya kontak fisik saat penangkapan di kediaman terjadi disebabkan, keluarga korban berusaha membeli melihat terjasangka diperlakukan tidak wajar, dipukul, ditendang dan injak. Sehingga anaknya yang duduk kelas I SLTA spontan berusaha menghalangi. Namun malah ditendang dan dilarikan ke rumah sakit. Perlakuan yang sama dialami ayah tersangka, yang tidak tega meliat perlakuan yang
dialami anaknya.

Bahkan masyarakat meminta Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Natuna tidak diam, namun turut membantu keluarga yang masih dibawah umur yang diperlakukan oknum polisi. Termasuk kredibel dokter RSUD dibutuhkan.

“Kalau KPPAD Natuna tidak ikut menyelesaikan kasus ini, mending mundur saja, ini saatnya Komisioner KPPAD diuji,” ketus Arifin warga Natuna dalam komentar akun sosial media.(arn)

Imigrasi Seleksi Permohonan Paspor

0
Kepala Imigrasi Batam Lucky 3-f Cecep Mulyana

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Batam akan lebih selektif untuk menyeleksi berkas pembuatan paspor di tahun 2018. Hal itu untuk mencegah TKI non prosedural memiliki paspor sehingga yang ditakutkan diluar negeri tidak terjadi kepada warga Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto mengatakan persyaratan permohonan paspor masih sama. Hanya saja, saat wawancara petugas lebih seleksi terhadap pemohon. Apalagi di Batam rawan pembuatan paspor yang digunakan untuk menjadi TKI non prosedural.

“Tugas kami untuk menghalangi itu terjadi, karena itu pembuatan paspor lebih selektif. Banyak pemohon yang kami tolak karena ketahuan ingin menjadi TKI,” ujar Lucky, Minggu (7/1).

Dikatakannya, hingga akhir tahun 2017 pihaknya sudah menolak lebih dari 500 pemohon paspor yang diduga akan menjadi TKI non prosedural. Hal itu secara tak langsung menyebabkan penurunan cetak paspor biasa di tahun 2017.

“Permohonan paspor biasa ditahun 2017 memang turun dibanding tahun 2016, namun itu karena banyak pemohon yang kami tolak karena ingin menjadi TKI non prosedural,” jelas Lucky.

Disisi lain, ia mengakui jika permohonan paspor elekronik jauh meningkat ditahun 2017. Bahkan sejak akhir Desember hingga 21 Januari mendatang, Imigrasi membuka stand pelayanan pembuataan paspor elektronik di Kepri mal. Meski biaya pembuatan lebih tinggi dibanding paspor lainnya, namun antuasias warga untuk paspor ini masih tinggi.

“Mungkin karena ada beberapa keuntungan paspor elektronik makanya banyak yang beralih kesana. Apalagi, selama hari bakti Imigrasi kami membuka stand khusus pembuatan paspor elekronik,” ujar Lucky.

Disinggung target pembuatan paspor di tahun 2018, Lucky mengaku tak ada target. Menurutnya, hampir setiap bulan ditahun 2017 Imigrasi mencetak lebih dari 5000 paspor.

“Kalau target berapa banyaknya kami tak ada. Karena permohonan ini juga tergantung kebutuhan dari masyarakat. Hanya saja di 2018 , kami akan semakin memperbaiki layanan,’ pungkas Lucky. (she)

Potensi Air Jelutung Bisa Sampai ke Batam

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menelusuri Sungai Jelutung Kabupaten Lingga, Minggu (7/1). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun memerintahkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV untuk mengkaji kualitas air terjun Sepanjang dan Sungai Jelutung di Daik Lingga. Sumber air yang melimpah ini bisa dimanfaatkan untuk penyediaan air wilayah Lingga hingga ke Batam.

“Kebutuhan air terus meningkat untuk industri, rumah tangga dan lainnya. Sumber-sumber baru penyediaan air harus terus disiapkan,” kata Nurdin saat meninjau kawasan Sungai Jelutung dan air terjung Sepanjang di Pulau Daik, Kabupaten Lingga, Ahad (7/1).

Nurdin memang melakukan perjalanan khusus ke kawasan ini untuk melihat potensi air baku yang tersedia. Setelah beraktivitas di Tanjungpinang dan Pulau Batu Belubang, Nurdin bergerak menuju Daik.

Sampai di Daik, Nurdin bersama Kadis PU Abu Bakar dan tim dari BWS bertukar speed kecil menyusuri Sungai Jelutung. Mereka bergerak hingga ke arah air terjun Sepanjang.

Dalam perjalanan, terlihat limpahan airnyanh begitu banyak. Karena itu, Nurdin langsung meminta tim BWS untuk melakukan kajian. Di antaranya kualitas air, debit, dan hal-hal lain terkait kebutuhan air ke depannya.

“Tolong segera kaji kualitasnya. Termasuk distribusi ke sejumlah pulau,” kata Nurdin.

Saat kunjungan tersebut, hujan baru saya menguyur kawasan ini. Sehingga ada kekeruhan pada air tersebut. Tim BWS pun baru membawa perlengkapan standar. Sehingga mereka akan melakukan kajian khusus untuk ini.

Soal kunjungan ke Daik, sebelumnya sudah menjadi perbincangan Nurdin bersama Tim BWS. Saat sidak ke Waduk Sei Gong dan Waduk Kawal, Nurdin mengatakan bahwa sumber sumber air baku baru harus dicari, terutama ke kawasan Lingga.

“Ke pelosok manapun akan saya temani, apalagi ini untuk kepentingan masyarakat,” kata Nurdin saat itu.

Usai menjelajah sungai Nurdin menuju Desa Kote untuk menyaksikan final sepak bola. Nurdin menyaksikan pertandingan hingga selesai untuk kemudian berlayar lagi kembali ke Tanjungpinang. (bni)

Bahaya Latin Narkoba, Bisa Hilang Satu Generasi

0
Jhon Veto. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Jhon Vito Yuna, salah satu penggiat anti narkoba di Karimun. Ia juga penyuluh narkoba bagi pelajar maupun umum. Sejak dideklarasikan beberap tahun lalu, Jhon terus berusaha, untuk memberikan informasi kepada publik tentang bahaya narkoba.

Sebagai daerah perbatasan, Karimun salah satu daerah yang dimanfaatkan bandar untuk mengedarkan narkoba dengan berbagai cara dan modus yang dilakukan.

Hampir setiap pekan, dirinya mendapatkan informasi dari berbagai instansi yang melakukan pencegahan maupun penangkapan terhadap para pengedar barang haram tersebut. Diawal tahun 2018 ini saja, sudah sekitar 10 orang yang diduga melakukan pengedaraan maupun pengguna narkoba oleh Satnarkoba Polres Karimun. Ini berarti, bahaya narkoba sudah benar-benar tidak bisa dibendung dengan hanya melakukan penangkapan oleh pihak kepolisian maupun instansi lainnya. Namun, harus semua elemen masyarakat baik itu ormas, LSM, tokoh masyarakat dan sebagainya harus bahu-membahu untuk memberantas narkoba.

“Kalau tidak secara serentak, pasti tidak bisat melawan bahaya narkoba,” ujarnya.

Menurutnya, apabila generasi muda mengkonsumses narkoba. Bisa menghilangkan satu generasi. “Mau dikemanakan bangsa Indonesia ini. Terutama di Kabupaten Karimun yang sedang berkembang,” ujarnya.

Untuk itulah, dirinya bersama instansi Pemkab Karimun, Polri, BNN, TNI, BC dan instansi lainnya telah berkomit untuk memberantas narkoba. Dan sangat konsen terhadap pemberantasan narkoba, yang diharapkan bisa membuat formula bagaimana untuk menekan kasus angka narkoba maupun pemakai narkoba yang rata-rata kaum remaja.

Dari data yang diperoleh, hasil rekapitulasi tindak pidana narkoba di Polres Karimun sejak tahun 2015 lalu mencapai 79 kasus kemudian ditahun 2016 terjadi peningkatkan menjadi 84 kasus dan pada tahun 2017 lalu hanya 74 kasus. Sedangkan, dari Rutan Klas II Tanjungbalai Karimun untuk kasus narkoba 175 orang baik itu wanita maupun pria. Kemudian, untuk barang bukti narkoba yang sudah di musnahkan pada tahun lalu yaitu jenis shabu-shabu ada 6.930.02 gram, ganja 98.53 gram, ekstasi 1979 butir, happy five 5623 butir.

”Pada tahun 2017 saja, barang bukti narkoba cukup banyak. Ini berarti, bandar-bandar narkoba tidak akan berhenti untuk memasok narkoba ke Karimun. Saya yakin semua komponen saling bahu membahu untuk memberantas narkoba ,” ungkapnya.

Masih kata Jhon lagi, pihaknya sekarang masih berpacu dengan melodi dalam pemberantasan narkoba untuk mengurai benang merah. Supaya tidak dirundung masalah sosial, selain masalah narkoba dimana saat ini sudah marak anak-anak yang melakukan ngelem. Baik itu yang putus sekolah maupun tidak sekolah, mulai dari usia 10 tahun sudah kecanduan ngelem.

Untuk itu masalah narkoba ini, tidak lagi dianggap seremonial belaka. Tapi harus berperan aktif dalam pemberantasan narkoba, selain itu memberikan apresiasi terhadap media yang terus mempublikasikan bagaimana para bandar-bandar tersebut melakukan aksinya untuk mengedarkan narkoba. Dengan bersinergi antar instansi, mudah-mudahan bisa menekan angka narkoba terutama bagi para pengguna. Sebelumnya, sudah dibentuk suatu penyuluh anti narkoba disekolah-sekolah. Kemudian, pada tahun 2018 ini juga akan dilibatkan mulai dari RT, RW, Lurah dan Desa sebagai penyuluh narkoba dengan berbagai jenis narkoba.

” Tidak ada alasan faktor ekonomi. Narkoba ini masalah akhlak dan moral manusia, semua bisa rusak dan narkoba ini sudah mengurita di kabupaten Karimun ini. Paling penting, peranan keluarga yang harus di insentifkan. Bisa dilihat, anggota Polisi saja bisa dipecat ketika ketahuan sebagai pengedar narkoba maupun pemakai,” tegasnya. (tri)

Liburan, Dua Rumah Guru Disatroni Maling

0
ilustrasi

batampos.co.id – Libur panjang sekolah baru-baru ini dua rumah guru di Desa Bakong, Singkep Barat, dibobol maling saat ditinggal liburan ke luar daerah. Sejumlah perkakas rumah dan uang ludes digondol maling, dengan perkiraan kerugian sebesar Rp 4 juta.

“Karena libur panjang kemarin, rumah dinas guru banyak yang kosong ditinggal ke luar daerah, diperkirakan saat itu pelaku melancarkan aksi mereka,” kata Kanit Reserse Polsek Singkep Barat, Iptu Idris kepada Batam Pos, Minggu (7/1) siang.

Di kawasan itu, sambung Idris ada empat rumah dinas guru, namun yang melaporkan kehilangan baru dua rumah dikarenakan yang bertempat tinggal di dua rumah lainnya masih belum kembali dari liburan. Hingga saat ini, Polsek Singkep Barat terus melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian tersebut.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk melengkapi berkas. Namun Idris mengaku tidak ada saksi mata yang melihat kejadian tersebut berlangsung.

“Kami belum tau apakah dua rumah lainnya juga menjadi korban pencurian, karena yang melapor hanya dua rumah dinas saja,” ujar Idris.

Idris menambahkan, guru SMP 3 Bakong uang rumahnya dibobol maling tersebut baru melapor pada Sabtu (6/1). Padahal, kejadian diketahui korban saat pulang dari liburan sekitar Minggu lalu. Namun polisi terus melakukan tugasnya untuk mengungkap kasus tersebut dan memberikan ganjaran hukum kepada pelaku. (wsa)

Dishub Segera Tetapkan Pengelolaan Zona Parkir

0
Sejumlah kendaraan parkir di pelabuhan Penagi Tanjungpayung, Kabupaten Natuna. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna segera menetapkan zona parkir untuk dikelola pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pengunungan Pemkab Natuna Iskandar DJ mengatakan, pengelolaan parkir juga dituangkan dalam peraturan Bupati mengatur dan menetapkan besaran tarif parkir dan zona parkir.

“Peraturan Daerah tentang retribusi parkir sudah diterbitkan, dimana saja zona parkir yang akan dikelola dirincikan dalam Perbub dari bagian hukum,” ujar Iskandar kemarin.

Dikatakan Iskandar, penentuan zona parkir juga akan secepatnya tahun 2018 ini ditetapkan. Karena salah satu sumber pendapatan daerah yang selama ini belum terkelola, namun punya potensi menambah PAD.

Namun retribusi parkir dikelola, pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Baik mengenai tarif maupun zona parkir yang ditetapkan pemerintah daerah. Misalnya di pelabuhan Tanjungpayung Penangi, maupun ditempat wisata. Pemerintah daerah juga akan bangun tempat parkir dizona tertentu.

Dikatakan Iskandar, salah satu potensi retribusi parkir adalah di terminal bandara Ranai yang saat ini masih dikelola pihak Lanud Raden Sadjad. Pemerintah Daerah akan pelan-pelan menyampaikan Perda retribusi parkir ini kepada Lanud.

“Secara teknis dilapangan Pemerintah daerah bisa kelola parkir menggandeng rekanan pihak ketiga. Tapi sebelumnya kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kami dinas teknis berupaya meningkatkan PAD,” ujar Iskandar.(arn)

Tiga Kampung Tua jadi Destinasi Wisata di Bintan

0
Kapal nelayan yang tambat di pelantar nelayan
Kampung Mentigi, Tanjunguban, kemarin. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan menetapkan tiga wilayah di Kabupaten Bintan menjadi Kampung Tua. Yakni Kampung Mentigi di Kelurahan Tanjunguban Kota Kecamatan Bintan Utara, Kampung Bintan Bekapur di Desa Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan dan Kampung Pasar Kijang di Kecamatan Bintan Timur.

“Ke depan kita fokus melestarikan keberadan kampung tua di Kabupaten Bintan. Kita akan mengeluarkan SK bagi tiga kampung di Kabupaten Bintan tersebut sehingga menjadi kampung tua,” kata Bupati Bintan Apri Sujadi, Minggu (7/1).

Apri berharap tiga kampung yang akan dijadikan kampung tua tersebut akan menjadi destinasi alternatif baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bintan. Sehingga pilihan objek wisata yang akan dikujungi semakin beragam dan wisatawan tak saja berlibur ke kawasan wisata terpadu Lagoi, namun bisa mengunjungi destinasi wisata lokal lainnya yang ada di Bintan.

“Hanya untuk destinasi wisata lokal di Bintan harus terus dipoles sehingga makin menarik wisatawan. Terlebih saat ini kunjungan wisatawan lokal khususnya dari batam dan Tanjungpinang terus meningkat,” tukasnya. (cr21)