Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12804

Rocky, Sepatu Kulit Tanjungpinang

0
Sugianto sedang menjahit sepatu pesanan pelanggannya, Minggu (10/12). F. Jailani/Batam Pos.
batampos.co.id Sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang sarat dengan keberagamannya. Bukan hanya handal dalam menyajikan kuliner yang istimewa. Ternyata dibidang fashion, Tanjungpinang memiliki produk sepatu kulit yang diberi merek Rocky. Untuk urusan model bisa disesuaikan dengan selera pemesan sendiri.
Belum luas tersiar luas, bahwa di Tanjungpinang ada pembuat sepatu dari kulit asli. Padahal sepatu hasil karya UD. Rahmansyah tersebut pernah tembus pasaran Singapura. Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul disebut-disebut menjadi pemesan setia Sepatu Rocky.
Sebelum menetap di Jalan Dirgantara, Perumahan Bintan Permai Block C1, Nomor 5. Pemilik usaha, Suginto sudah berpindah-pindah lokasi. Meskipun ditengah keterbatasan kemampuan finansial, Sugianto terus berupaya untuk mempertahankan indentitas yang sudah ia geluti sejak tahun 1975 tersebut.
Pria kelahiran Medan, 59 tahun silam itu menceritakan perjalanan hidupnya yang hanya berurusan dengan membuat berbagai jenis sepatu. Dikatakannya, kepiawaiannya membuat sepatu didapat ketika bekerja di salah satu perusahaan pembuat sepatu kulit di Medan.
“Akhirnya ketika merantau di Tanjungpinang lebih kurang 15 tahun yang lalu, memilih untuk mengembangkan pengalaman saya dapat,” ujar Sugianto dalam bincang-bincang bersama Batam Pos, kemarin.
Disebutkannya, perjalannya usahanya memang mengalami naik turun. Bahkan pada masa jayanya, sepatu kulit hasil karyanya bisa tembus pasaran singapura. Sekarang ini, meskipun ada, tetapi tidak seramai seperti tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian, hal itu tidak menyurutkan asanya untuk mempertahankan sepatu tersebut.
“Kami adalah satu-satunya pembuat sepatu lokal di Tanjungpinang. Tentu ini menjadi indentitas yang harus kami jaga dan teruskan,” tegas Sugianto.
Dijelaskannya, kepiawaiannya dalam membuat sepatu ini sudah diteruskan kepada putranya, Kiki. Bahan-baku untuk membuat sepatu, ia datangkan dari Medan dan Bandung. Khusus untuk cetakan sepatu dari Bandung.
“Untuk urusan model, setiap bulan berganti sesuai dengan mode di pasaran. Setiap 15 pasang, kami membayar Rp3 juta,” papar pria yang akrab disapa Sugi tersebut.
Diceritakannya, sebelum pindah di jalan Dirgantara ini, ia menghabiskan lebih kurang 10 tahun di Jalan Kuantan. Sekarang ini, sepatu hasil buatan usahanya hanya dipasarkan dari ke kantor-kantor dan ke sekolah-sekolah yang ada di Tanjungpinang.
“Alhamdulillah banyak yang minat, dan banyak juga yang memesan. Kami memberikan garansi selama enam bulan, jika rusak akan kami perbaiki,” jelasnya.
Disebutkannya juga, sepatu kulit yang dibuat harga jual bervariasi, yakni mulai dari Rp275 untuk cowok dan Rp180 ribu cewek. Diungkapkan Sugianto, Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul sudah menjadi langganan setianya.
“Pak Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul juga memberikan kepercayaanya dengan menggunakan produk yang kami buat,” sebut Sugianto.
Ditambahkannya, kemampuannya bekerja satu hari hanya bisa memproduksi dua pasang sepatu. Sebelumnya ia mampu menghasilkan empat pasang. Karena waktu itu, masih memiliki sejumlah karyawan yang membantunya bekerja.
“Sekarang ini, kami bekerja keluarga. Jika istri sama anak keluar memasarkan produk, saya bekerja sendiri dirumah,” tutup Sugainto.(jpg)

Pembangunan Infrastruktur Beri Dampak Ekonomi

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat menghadiri pemancangan tiang pembangunan jembatan Pulau Parit dan Pulau Lumut, Sabtu (9/12). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun melakukan inspeksi ke sejumlah proyek infrastruktur di berbagai pulau di Kepri. Di antara proyek pembangunan jalan, jembatan, waduk-waduk dan pelabuhan barang. Proyek infrastruktur itu berada di Pulau Parit, Pulau Karimun, Pulau Galang dan Pulau Bintan.

Gubernur ingin memastikan kegiatan itu berjalan sesuai perencanaan dan aturan serta memberi dampak siginifikan bagi masyarakat, terutama di sekitarnya. Dampak sosial kemasyarakatan yang positif juga harus didapatkan masyarakat sekitar aktivitas pembangunan.

“Ada ekonomi lain yang bergerak saat kegiatan ini dilaksanakan, juga setelah proyek infrastruktur ini selesai,” kata Nurdin, di Waduk Sei Gong, Pulau Gakang Kota Batam, Ahad (10/12) pagi.

Selain di Pulau Galang, sepanjang Sabtu (9/12) dan Ahad, Gubernur melakukan serangkaian peninjauan kegiatan pembangunan fisik dan melakukan aktivitas spritual keagamaan. Di Karimun, Nurdin kembali meninjau pembangunan inffrastruktur jalan dan penahan gelombang di Coastal Area.

Ditemani Sekdaprov TS Arif Fadillah dan Kepala Dinas PU Abu Bakar, Nurdin mengecek detil pembangunan jalan. Perkiraan lasang paling tinggi di kawasan tersebut juga diminta untuk diantisipasi, agar tidak memberi pengaruh terhadap kerusakan jalan. Termasuk pengelupasan aspal.

Nurdin kemudian melakukan pemancangan perdana tiang pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Parit dan Pulau Lumut. Dengan menggunakan hammer, Nurdin memukul tiang pancang.

Jembatan yang memerlukan 150 titik sebagai penyangga ini akan terhubung hingga ke Tanjungberlian nantinya. Selain antara Pulau Parit dan Pukau Lumut, ke depan juga akan dibangun Jembatan dari Pulau Lunut ke Gunung Papan.

Nurdin menegaskan ekonomi akan semakin bergerak setelah jembatan terbangun. Hasil pertanian dan peternakan masyarakat bisa menyasar ke pasar yang lebih luas lagi.

Semtara, sepanjang Ahad, Nurdin melakukan peninjauan pembangunan waduk-waduk. Peninjauan bermula di Waduk Sei Gong, Pulau Galang, Batam. Sekitar satu jam di kawasan yang sempat dikunjungi Presiden Joko Widodo ini, Nurdin berbincang dengan BWS Sumatera IV.

Waduk yang berlokasi seluas 1.500 hektare ini, sebanyak 355 hektare akan digenangi air. Saat melakukan peninjauan, Nurdin melihat aktivitas pekerjaan pembuatan bendungan dengan kedalaman hingga 15 meter nantinya itu.

“Air menjadi kebutuhan yang vital untuk kehidupan, rumah tangga dan industri, karena itu harus tersedia dengan kapasitas yang banyak,” kata Nurdin.

Tak hanya di Pulau Galang, Nurdin juga memastikan pengerjaan waduk atau embung di Pukau Bintan juga berjalan sesuai perencanaan. Usai dari Sei Gong, Nurdin langsung bergerak ke Pulau Bintan. Dari Telagapunggur, menggunakan kapal rombongan Nurdin bergerak ke Tanjunguban.

Tetapi sebelum meninjau waduk di Busung dan Kawal, Nurdin melihat terlebih dahulu pelabuhan barang di Tanjunguban. Nurdin ingin semuanya siap dengan baik, karena akan menggerakkan arus barang, uang dan orang.

“Barang-barang yang masuk dan keluar dari Bintan harus lancar. Apalagi untuk sembako agar tidak langka,” kata Nurdin.

Di Waduk Busung, Nurdin berdialog dengan masyarakat sekitar. Berdiskusi tentang manfaat besar setelah waduk ini selesai dikerjakan.

Menurut Nurdin, pembangunan-pembangunan itu akan memacu dan memicu perekonomian masyarakat. Dukungan dan doa masyarakat sangat diharapkan Nurdin untuk kelancaran kegiatan pembangunan.

Dari Busung, Nurdin meninjau pembangunan waduk Kawal. Di sini Nurdin memeriksa detil aktivitas pembangunannya.

Menggunakan sepeda motor combat, Nurdin menyusuri tiap ceruk pembangunan waduk. Debit air yang tinggi diyakini Nurdin akan memenuhi kebuthan air masyarakat di Pulau Bintan.

Usai melakukan peninjauan, Nurdin nampak gembira dengan progresnya. Infrastruktur yang baik, terlebih untuk jalan listrik air dan telekomunikasi, kata Nurdin, memberi pengaruh terhadap masuknya investasi ke suatu daerah.

Dihempas Gelombang
Pada Jumat hingga Ahad, Nurdin melakukan perjalanan ke pulau-pulau untuk memantau kegiatan pembangunan dan keagamaan. Lebih dari sepuluh pulau dikunjungi Nurdin. Pada Jumat, selama satu hari, tujuh pulau disinggahi Nurdin.

Bermula dari Belakangpadang, Nurdin kemudian kembali ke Batam. Dari Batam Nurdin bergerak ke Pulau Jaga. Usai dari Pulau Jaga, Nurdin menuju Pulau Buru. Dari Pulau Buru, aktivitas dilanjutkan di Pulau Lebuh.

Dari Lebuh, usai Maghrib, aktivitas dilanjutkan di Pukau Kundur. Di Kundur, aktivitas selesai hingga tengah malam. Rombongan kemudian bergerak kembali ke Karimun. Kuatnya gelombang, membuat perjalanan Kundur-Karimun ditempuh hampir dua jam karena menjaga keselamatan.

Rombongan tiba pukul 01.00 dini hari. Aktivitas di Karimun dilanjutkan dengan Safari Subuh di Masjid At Toiyyibah. Usai melihat proyek pembangunan jalan, Nurdin bergerak ke Pulau Parit. Di sini dilakukan pemancangan tiang jembatan.

Nurdin kemudian bergerak ke Pulau Kasu. Di pulu yang tak jauh dari Singapura ini, berlangsung kegiatan keagamaan. Hingga setelah Ashar, Nurdin berencana kembali lagi ke Karimun untuk suatu kegiatan dan kembali ke Batam pada malam hari untuk bertemu dengan Panitia Natal Bersama.

Kawasan Kepri yang baru masuk musim utara, membuat perjalanan harus hati-hati. Perjalanan petang itu mulai dihadang dengan hempasan gelombang yang mulai meninggi dan tak beraturan karena pola angin.

Menjelang Pulau Buru, gelombang semakin tinggi. Hempasan demi hempasan membuat kapal Kepri 04 yang ditumpangi Gubernur dan rombongan mulai kehilangan keseimbangan. Beberapa kali rombongan di dalam kapal ada yang terlempar.

Gubernur yang memang nakhoda kapal itu tampak beberapa kali masuk ke ruang kemudi memberi arahan Kapten. Mantan Kapten kapal ini menginstruksikan kapal untuk kembali ke Batam.

“Patah balik ke Batam. Kalau malam kita tempuh bahaya,” kata Nurdin. (bni)

BP Batam Siap Sambut Digitalisasi Bisnis

0

batampos.co.id – Batam sebagai pusat logistik memang sudah dicanangkan Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai target pembangunan jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Batam.

Disamping itu, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengakui digitalisasi dalam semua sektor sudah tak bisa dibendung lagi. Era transaksi digital yang berlanjut pada proses pengiriman barang hingga tujuan terjadi sangat cepat. Batam diproyeksikan untuk menjadi tempat transit barang-barang yang dikirim melalui jasa toko online.

“Kami ingin menggabungkan sinergi pembangunan bandara dan pelabuhan. Rencananya adalah membuka warehouse dalam rangka menampung berbagai barang-barang yang akan masuk. Salah satu potensi yang dibayangkan adalah toko-toko online seperti Amazon, Tokopedia yang memerlukan infrastruktur fisik,” jelasnya saat konferensi pers di Hotel Best Western Premier (BWP) Panbil, Sabtu (9/12) malam.

Warehouse di bandara kata Lukita dapat menjadi infrastruktur fisik yang dimanfaatkan oleh toko-toko online.

“Mereka perlu warehouse. Karena jika ada order darimanapun, maka Batam bisa jadi pusat penyimpanan dan distribusi untuk dikirim dengan cepat ke lokasi dalam radius dalam waktu empat hingga lima jam,” ungkapnya.

BP Batam akan mencampur konsep ini dalam masterplan Hang Nadim yang tengah mereka persiapkan dalam waktu dua bulan saja.

“Ini konsep yang akan kami tawarkan kepada investor nanti. Dan juga untuk menarik minat dari para toko-toko online tadi,” jelasnya.

Disamping itu, Hang Nadim akan benar-benar dikembangkan sebagai pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO). Sehingga penjajakan hubungan kerjasama dengan investor GMF akan selesai dalam waktu dekat.

“Mereka tertarik untuk perluas MRO. Dalam satu minggu kedepan akan mencapai kesepakatan,” jelasnya.

Kabar gembira juga disampaikan oleh Lukita. Ia menyebut ada perusahaan yang memproduksi bahan bakar hayati atau biasa disebut biofuel akan segera melakukan groundbreaking dalam waktu dekat di Batam.

“Kami tengah mengecek rencana bisnisnya terlebih dahulu,” jelasnya.

Selain itu, Lukita juga menyebut ada perusahaan elektronik besar yang punya peran signifikan di dunia tertarik untuk berinvestasi di Batam.

“Saya belum bisa sebut. Saya berharap bukan hanya produksi saja disini tapi juga kembangkan teknologi disini,” ucapnya.

Sedangkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan MRO adalah masa depan Batam selain pariwisata dan pengembangan bisnis online.

“MRO itu saja perlu orang banyak. Karena pekerjaannya tak bisa diselesaikan oleh 10 atau 20 orang. Itu perlunya banyak,” ucapnya.

Ia sangat berharap agar BP Batam mampu menarik investor yang mampu kembangkan MRO dan memiliki pasar bukan hanya regional saja tapi juga internasional.

ilustrasi

“Batam itu strategis. Ada MRO bisa menarik minat maskapai pesawat yang perlu perbaikan dan dioverhaul,” jelasnya.

Setelah itu, maka pemerintah daerah harus memikirkan cara untuk mendidik putra-putra lokal Batam untuk mendapatkan pendidikan mengenai MRO.

“Supaya jangan harus cari orang dari daerah lain atau luar negeri. Pendidikan vokasi itu perlu. Vokasi bukan sekadar melatih orang untuk bisa bekerja tapi juga meningkatkan kemampuannya. Pikirkan juga nanti lokasinya dimana,” tegasnya.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera juga melihat dengan situasi seperti saat ini maka perekonomian Kepri khususnya Batam akan menjadi lebih baik.

“Pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan akan ditopang oleh sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan sektor konstruksi,” katanya.

Gusti melihat kondisi ekonomi global sudah mulai membaik yang berpengaruh pada industri di Kepri yang berorientasi ekspor.

“Sektor ekonomi paling potensial untuk mendukung pertumbuhan Kepri adalah sektor industri pengolahan terutama semikonduktor dan CPO, konstruksi dan perdagangan,” paparnya.

Pariwisata juga dinilai potensial.

“Namun yang perlu dilakukan pemerintah daerah adalah penambahan destinasi wisata, penyelenggaraan event-event dan MICE,” jelasnya lagi.

Lalu, perihal yang harus menjadi prioritas adalah pengembangan pelabuhan.

“Sektor pertambangan terutama migas diperkirakan masih belum sepenuhnya meningkat sejalan dengan proyeksi penurunan harga migas oleh IMF pada tahun 2018,” cetusnya. (leo)

Penetapan Calon Jadi Tahapan Krusial

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Komisioner KPU RI, Ilham Saputra saat melakukan kunjungan ke KPU Tanjungpinang, Kamis (7/12) kemarin, membahas perihal persiapan Pilkada Serentak Tahun 2018 nanti.

Dalam kesempatan tersebut, Ilham mengingatkan bahwa tahapan krusial dalam pilkada yang akan berlangsung Juni 2018 mendatang, adalah pada tahapan penetapan calon walikota.

Menurut dua hal tersebut dikarenakan adanya kemungkinan calon tidak menerima atas hasil penetapan yang diumumkan. Sehingga kondisi sangat mungkin memanas.

“Tentunya saya tetap berharap tidak ada hambatan yang besar dalam persiapan Pilkada 2018 nanti,” tutur Ilham.

Ketua KPUD Tanjungpinang, Robby Patria, tak menampik adanya kemungkinan-kemungkinan seperti yang disebutkan bakal terjadi.

Kendati demikian, Robby memastikan KPUD, akan mengikuti segala peraturan sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang berlaku. Sehingga tidak ada celah bagi oknum yang sengaja ingin mempersoalkan segala keputusan yang ditetapkan KPUD Tanjungpinang, dikemudian hari.

“Pada beberapa pengambilan keputusan pun tentu kami komunikasikan ke KPU RI. Ini untuk semakin memastikan bahwa keputusan berada di arah yang benar,” pungkas Robby. (aya)

PS Karimun Kalahkan PS Veteran Singapore

0
Kedua Tim kesebelasan sepak bola berfoto bersama sesaat sebelum pertandingan persahabatan antara PS Karimun dengan PS Marsiling Youth Veteran Singapura di mulai, Sabtu (9/12). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id -Tim kesebelasan PS Karimun Old Star menjamu tim PS Marsiling Youth Veteran Singapore di lapangan sepakbola Teluk Air dalam rangka pertandingan sepakbola persahabatan, Sabtu (9/12) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Karimun Arpan memberikan apresiasi kepada tim PS Karimun Old Star yang telah mengundang PS Singapore dalam pertandingan sepakbola.

“Semoga dapat berkelanjutan kedepannya. Sehingga, bisa terus menjalin tali persahabatan antar pemain sepak bola,” ujarnya.

Sedangkan perwakilan dari tim PS Marsiling Youth Veteran Singapore Ali mengungkapkan, salah satu untuk meningkatkan persaudaraan sebagai negara serumpun melalui olahraga sepakbola ini, agar bisa menjaga keharmonisan serumpun melayu. Walaupun, para pemain yang sudah cukup umur tapi semangat untuk bermain sepakbola masih tinggi.

“Namanya permainan pasti ada kalah atau menang sudah biasa dalam pertandingan. Yang penting kita, menjalin persaudaraan hingga ke anak cucu nantinya,” tuturnya.

Sementara itu pantauan di lapangan, selama pertandingan di babak pertama PS Karimun Old Star berhasil membobol gawang PS Marsiling Youth Veteran Singapure 4-2 yang diawali oleh Makmur nomor punggung 7 melalui tendangan bebas. Kemudian, selang beberapa menit serangan kembali ke PS Marsiling Youth Veteran Singapure yang membuahkan gol oleh Siswanto dengan nomor punggung 12.

Dan lagi PS Karimun Old Star berhasil membobol gawang PS Marsiling Youth Veteran Singapure, oleh Sumitro dengan nomor punggung 12 yang tidak lama PS PS Marsiling Youth Veteran Singapure yang berhasil memperkecil kekalahan dengan bunuh diri oleh Herman nomor pungung 19. Dengan skor 4-2, yang ditambah terjadi pelanggaran dengan tendangan pinalti oleh Kumar nomor punggung 32.

Di babak kedua, PS Karimun Old Star terus melakukan serangan ke wilayah PS Marsiling Youth Veteran Singapore dengan membuahkan hasil gol kembali oleh Zairi nomor pungung 8. Hingga, akhir pertandingan dengan skor 5-2 untuk PS Karimun Old Star.

“Alhamdulillah, cukup serulah permainannya. Walaupun sudah pada tua kedua kesebelasan tidak mau kalah dengan pemain yang muda-muda,” kata Manajer PS Karimun Old Star Rustam. (tri)

Polisi Bubarkan Pesta Ratusan ABG

0
Polisi mengamankan puluhan anak di bawah umur yang melaksanakan pesta yang meresahkan masyarakat. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Tim Patroli Cipta Kondisi dari Polsek Meral, mendatangi salah satu rumah di RT 006 RW 001 Payamanggis, Kecamatan Meral untuk membubarkan acara pesta yang sebagian besar diikuti anak bawah umur, Sabtu (9/12) malam pukul 21.30 WIB.

”Anggota kita ke lapangan karena ada laporan masyarakat yang resah dengan aksi pesta-pesta yang digelar oleh mereka yang menamakan diri muka pesta (Mupet). Untuk itu, jajaran kita yang melaksanakan patroli cipta kondisi langsung menuju ke lokasi yang dilaporkan oleh masyarakat. Kita juga koordinasi dengan RT serta pemuda setempat dan kemudian membubarkan pesta tersebut,” ujar Kapolsek Meral, AKP Syaiful Badawi.

Tim dari Polsek Meral langsung membubarkan pesta trsbut didampingi ketua RT dan pemuda setempat. Berdasarkan laporan warga yang resah adanya pesta yang digelar seratusan lebih remaja tanggung, mereka menghidupkan musik sangat keras sambil berjoges-joged. Kondisi tersebut menganggu warga yang sedang istirahat.

Saat tim Polsek Meral datang, ratusan remaja tanggung tersebut langsung berlarian ketakutan menghindari polisi. Meski demikian, polisi berhasil mengamankan 30 orang peserta pesta yang terdiri 25 orang laki-laki dan 5 orang perempuan untuk dilakukan pembinaan.

”Memang, pada saat polisi datang ke lokasi pesta, tidak ditemukan minuman keras. Hanya saja, pada saat kita lakukan pemeriksaan terhadap peserta pesta ada beberapa orang anak di bawah umur yang mulutnya sudah mau minuman keras. Ada kemungkinan, memang mereka yang mengkonsumsi minuman keras tidak di lokasi pesta, tapi di tempat lain sebelum menggelar pesta,” jelas AKP Syaiful.

Sebenarnya, lanjut Syaiful, kegiatan pesta anak di bawah umur ini sudah beberapa kali dilakukan. Dan, tempatnya berbeda-beda setiap Sabtu malam. Bahkan, pernah dilakukan di pantai, namun ketika itu polisi hanya membubarkan saja. Tapi, karena sudah menimbulkan keresahan masyarakat, maka pihaknya mengambil tindakan dengan mengamankan beberapa orang. Tapi, setelah diambil data-data serta pembinanaan, mereka dipulangkan. Perlu diketahui, lokasi pesta diumumkan melalui salah satu akun feacebook. (san)

Empat Kelurahan Ditetapkan Sebagai Kawasan Kumuh

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun menetapkan empat kelurahan di dua kecamatan sebagai kawasan kumuh perkotaan. Dua kecamatan yang memiliki kelurahan kumuh tersebut adalah Kecamatan Karimun dan Kecamatan Meral.

”Empat kelurahan yang ditetapkan sebagai kampung kumuh tersebut sebenarnya sudah lama oleh pemerintah kabupaten. Hal ini juga atas dasar penetapan oleh pemerintah pusat yang sudah turun melakukan penelitian. Dan, ada beberapa kategori yang termasuk sebagai kawasan kumuh. Yakni, tidak memiliki sanitasi yang berfungsi dengan baik dan juga sanitasi tidak berfungsi dengan baik,” ujar Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Kebersihan Kabupaten Karimun, Rosmawati, Sabtu (9/12).

Untuk itu, katanya, sudah menjadi tugas dari pemerintah daerah untuk menjadikan empat kelurahan yang dinyatakan sebagai kawasan kumuh perkotaan agar secara bertahap bisa menjadi kawasan pemukiman perumahan yang lebih sehat dan asri. Artinya, harus ada dasar hukum untuk menjadikan empat kawasan pemukiman tersebut bisa dilakukan penataan yang lebih baik.

”Untuk itu, saat ini kita sudah menyiapkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) kawasan kumuh perkotaan. Dari provinsi sudah menyetujui rencana Perda tersebut. Selain itu, usulan untuk dibahas oleh DPRD Kabupaten Karimun juga sudha dimasukkan. Tinggal menunggu waktu untuk pembahasannya saja. Yang jelas, dengan adanya Perda tersebut, selain bisa menggunakan dana APBD juga bisa mendapatkan dana dari APBN untuk membangun kawasan kumuh perkotaan menjadi lebih nyaman,” paparnya. (san)

Polri Pastikan akan Tindak Mafia Sembako

0
Suasana jual beli di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang, Rabu (22/2). Pasar ini dikelola oleh BUMD Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Polri memberikan peringatan kepada para oknum pedagang dan pengepul untuk tidak melakukan kecurang lagi.

Terutama menjelang Natal dan Tahun baru 2018.

“Kami selalu melakukan warning, kita kan sudah ketahui oknum-oknumnya yang suka bermain,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/12).

Menurut Setyo, kepolisian siap memberikan sanksi tegas kepada para mafia apabila masih melakukan kecurangan. Polri tak segan menjerat pelakunya dengan tuduhan melanggar pidana.

“Bisa dikenakan Undang-undang pangan, Undang-undang usaha bisa, hukumannya bisa berupa hukum pidana,” ujar Setyo.

Polri juga memprediksi daerah-daerah potensial yang bisa mengalami kenaikan harga di Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur atau tempat-tempat yang mayoritas penduduknya merayakan hari raya Natal.

Untuk mengantisipasi oknum nakal, polri juga akan melakukan operasi pasar secara rutin. Untuk menghindari munculnya kartel-kartel mafia pangan baru muncul. Operasi ini juga akan melibatkan Badan POM untuk meninjau kualitas pangannya. (sat/JPC)

Cukup Bayar Rp 3 Juta, Bisa Miliki Rumah Subsidi

0
Rumah subsidi yang dibangun oleh PT Sinar Suman Pryanto siap dipasarkan ke masyarakat karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – PT Sinar Suman Pryanto (SSP) Karimun salah satu pengembang perumahan di Kabupaten Karimun, memberikan kesempatan kepada masyarakat luas mendapatkan rumah bersubsidi dari Pemerintah sebesar Rp 4 Juta. Perumahan Meral Permata Asri ini hanya dengan membayar uang muka Rp 3 Juta, langsung mendapatkan rumah subsidi yang letaknya cukup strategis di wilayah FTZ tepatnya jalan Lupus Kelurahan Meral Kota sebelah sekolah SMP Bina Bangsa.

“Ini promo akhir tahun, sangat mudah persyaratannya hanya melampirkan fotocopy KTP dan KK. Dan membayar uang muka Rp 3 Juta, langsung mendapatkan rumah idaman anda dengan tipe 36/84,” jelas Direktur Utama PT SSP Supriyanto, kemarin (10/12).

Kali ini pihaknya diberi kuota oleh Pemerintah untuk membangun rumah subsidi sebanyak 500 unit. Untuk tahap pertama, sudah terbangun 300 unit dan terjual sebanyak 132 unit Dan sisanya sedang tahap membangunan, dimana fasilitas yang diberikan rumah subsidi ini cukup lumayan bagus diantaranya full keramik, dinding batako plaster luar dalam, atap gibsun, ada kamar mandi, listrik dari PLN, air bersih swasta. Seperti Rumah Siap Huni (RSH).

“Untuk lebih jelas, silahkan datang ke kantor marketing jalan A Yani no7-8 Kolong PT Sinar Suman Pryanto. Yang menariknya lagi, yaitu angsuran per bulannya hanya Rp 793 ribu sampai lunas,” ungkapnya.

Promosi ini hingga tanggal 31 Desember 2017, waktu untuk mendapatkan rumah bersubsidi cukup panjang dan diawal tahun 2018 nanti harga per unit rumah akan naik. Dengan desain minimalis, tidak terlihat bahwa rumah tersebut mendapatkan subsidi. Selain itu, akses jalan sangat-sangat strategis dan wilayahnya cukup astri serta nyaman sebagai rumah idaman.

“Selama ini kita bangun perumahan, memperhatikan lingkungan yang cukup asri. Dan sangat bagus untuk berinvestasi jangka panjang, saya yakin perekonomian diwilayah FTZ akan berkembang kedepannya,” katanya.

Hingga saat ini PT SSP Karimun, sudah membangun perubahan diwilayah pulau Karimun seperti Perumahan Taman Mutiara Karimun, Green Permata 1 dan 2, Bukit Tembak Asri, De Velya Residence, Pelipit Asri, Green Land 2 dan yang sedang dipromosikan Meral Permata Asri.

“Lumayan rumahlah bang, tempatnya cukup strategis dan nyaman buat keluarga saya,” ujar Siti salah satu warga Karimun yang sedang mengambil satu unit rumah. (tri)

Bangun Gedung BPOM di Natuna

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Natuna Wan Siswandi mengatakan, pemerintah Daerah sudah menjalin kerjasama balai pengawasan obat dan makanan (BPOM) Kepri. Kerjasama tersebut untuk pengawasan terpadu bersama pemerintah daerah.

Dalam wacananya kata Sekda, tahun 2018 mendatang BPOM sudah memiliki kantor di Natuna. Sehingga dalam pengawasan akan lebih mudah. Selama ini pengawasan ke daerah hanya berjangka waktu tertentu.

“Tahun depan BPOM sudah punya kantor di Natuna. Pemerintah daerah juga sediakan lahan untuk bangun kantor. Pengawasan obat dan makanan lebih mudah dan cepat,” sebut Siswandi kemarin.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehan Pemkab Natuna Abdul Gani mengatakan, Pemerintah Daerah menghibahkan lahan di Kelurahan Bandarasyah. Sekarang ini masih dalam proses di DPRD untuk penyelesaian administrasi persetujuan penyerahan hibah kepada BPOM.

Dalam pengawasan obat maupun makanan, Dinas teknis sejauh ini tidak memiliki kewenangan dalam kebijakan. Dinas teknis hanya sebatas membantu dan koordinasi, dengan hadirnya di BPOM didaerah ini akan mempermudah joordinasi dalam pengawasan.

Dijelaskan Abdul Gani, MoU kerjasama Pemerintah Daerah dan BPOM salah satunya pengawasan obat-obatan dan makanan secara terpadu antara dinas teknis di Kabupaten.

Diakui Abdul Gani, selama ini pengawasan masih sangat lemah. Pengecekan hanya dilakukan dinas teknis jika munculnya isu obat-obatan yang dilarang beredar dimasyarakat.

“Sekarang saja, ada apotik masih sembunyi-sembunyi jual obat yang ilegal, seperti obat kuat. Hal ini karena pengawasan masih lebih, tanpa adanya BPOM. Apalagi untuk kebijakan itu, ada di BPOM,” ujar Abdul Gani.(arn)