Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 13284

THM Membandel akan Ditutup

0

batampos.co.id – Polres Tanjungpinang akan memberikan tindakan tegas terhadap Tempat Hiburan Malam (THM) dan di Kota Tanjungpinang, yang beroperasi tidak sesuai dengan jam operasional yang sudah ditentukan selama bulan Ramadan.

Selain itu, Polisi juga akan menertibkan sejumlah tempat yang disinyalir sebagai lokasi perjudian jenis dadu (cingkoko) dan judi lainnya di Kota Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro melalui Kabag Ops, Kompol Hari Yoyono mengatakan meski pihaknya belum menemukan adanya THM yang buka tidak sesuai jam operasional. Pihaknya tetap melakukan pengawasan.

“THM buka tak sesuai jam operasional akan kami tindak, begitu juga aktifitas perjudian jika ada aktifitas tersebut akan kami tertibkan,” ujar Hari.

Dikatakan Hari, tindakan yang diberikan terhadap THM tersebut bisa berupa penutupan tempat usahanya. Namun, hal itu harus dikoordinasikan dulu dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang.

“Sanksi tegasnya ya ditutup tempat usahanya. Jangan pula kalau dibiarkan nanti yang lainnya ikutan buka diatas jam operasional,” kata Hari.

Selain itu pengawasan terhadap THM dan perjudian, jelas Hari, pihaknya juga menertibkan aktifitas balap liar yang dilakukan para remaja saat subuh hari selama bulan puasa.

“Selain itu kami juga menurunkan personel untuk berjaga disaat umat islam melaksanakan Tarawih, dan juga sejumlah tempat keramaian lainnya,” pungkasnya.(ias)

GenPI Banten Terbentuk

0

Generasi Pesona Indonesia (GenPI), komunitas anak-anak muda, bloggers, vloggers, youtubers, pegiat media social di Facebook, Tweeter, Instagram, Google+, berkumpul di Pantai Anyer, Banten, (29/5/2017).

Tagar #PesonaGenPIBanten pun langsung naik menjadi trending topic di Twitter.

Mereka sedang sharing pengalaman, setelah terbentuk GenPI Banten, sebagai pegiat media social yang bakal diandalkan di provinsi tersebut. Sedikitnya ada 20-an netizen Banten, bersama dengan GenPI dari beberapa kota di Indonesia berkumpul di sana. Seperti Aceh, Sumbar, Sumsel, Jakarta, Jogja, Jateng, NTB Ambon dan Maluku.

Sejak sore pukul 16.00 WIB, ditemani Kadispar Provinsi Banten Eneng Nurcahyati dan Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Don Kardono, mereka mengeksplorasi foto-foto lighthouse. Mercusuar kuno yang dibangun sejak zaman Belanda di awal Abad 19 di Cikoneng, Anyar, Serang, Banten.

“Tingginya 75,5 meter, terdiri dari 18 tingkat, dan kalau hendak menuju ke puncak Mercusuar, harus menaiki 286 anak tangga. Kalau kalian mau mengetes kebugaran dan latihan fisik, silakan!” tanyang Eneng Nurcahyati, Kadispar yang gaul dengan anak-anak Netizen itu.

Tentu saja, anak-anak muda yang tergabung dalam GenPI itu tertantang untuk membuat sensasi di puncak Mercusuar. Bisa meng-capture foto-foto eksklusif dari atas, dan memvideo perjalanan menuju ke atas. “Tapi, karena sedang menjalani ibadah puasa, kita ganti dengan drone, malah bisa memotret dari atas mercusuar,” jawab mereka.

Titik 0 Km Banten itu persis di bibir pantai, menghadap ke sunset menjelang Maghrib. Langit sedang memerah, membuat lukisan alam yang abstrak penuh pesona. “Ini adalah salah satu destinasi kami yang punya sejarah panjang di negeri ini,” kata Eneng, mengawali cerita destinasi di Banten.

Di tempat inilah, titik nol pertama kali pembangunan jalan raya Pantura (Anyer-Panarukan) sepanjang 1000 km yang sangat bersejarah. Dibangun pada zaman pemerintahan Hindia Belanda, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.

Nama Daendels itu sendiri sangat popular dalam sejarah membangun infrastruktur jalan di Pulau Jawa dan kerja Rodi. Dia adalah orang Belanda yang kali pertama menginjakkan kaki ke Indonesia tahun 1808 di Banten. Dia Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36 yang memerintah dari tahun 1808 sampai 1811.

“Menara suar ini dibangun pertama kali, untuk memantau pergerakan kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda. Sekaligus untuk penunjuk kapal yang akan melintasi perairan laut Banten bagian utara,” kata Eneng.

Dalam sambutannya, Eneng juga mempromosikan destinasi wisata Banten yang tersebar di 4 Kabupaten dan 4 Kota, di wilayahnya. Wisata alam lebih banyak di Pandeglang, Kab Lebak, Kab Serang. Wisata religi di Kota Serang dan Kota Tangerang.

Ada 3 PR besar yang menurut Eneng sedang ditugaskan ke Provinsi Banten ini. Pertama, KEK Pariwisata Tanjung Lesung di Pandeglang, lalu KSPN Tanjung Lesung yang meliputi 4 Kecamatan dan 51 destinasi wisata. Lalu KPN Labuan dan Carita. “Labuan Bajo ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai satu dari 10 Top Destinasi,” kata Eneng.

Hadirnya GenPI di Banten, dia pandang sebagai sebuah support yang luar biasa. “GenPI sebenarnya lebih mendorong kami, aparatur pemerintah daerah dan swasta, untuk bergerak lebih cepat, dan melompat lebih tinggi,” sebut Eneng. Itu bisa dimengerti, karena ekspektasi public selalu lebih tinggi dari upaya yang sedang dan sudah dijalakan oleh pemerintah.

Eneng lagi-lagi mempromosikan Banten dengan 7 Wonders-nya. Yakni Cisadane Kota Tangerang, ada Kola Lama, 22 Taman Temtik menuju ke 100 an taman, dan lainnya. Lalu. Kota Serang dengan Banten Lama, Benteng Istiana, dan Vihara. Ayer dengan Pulau Sangiang, Gunung Krakatau, Kampung Kakao, Wisata Cokelat.

Carita di Kab Pandegang, ada Curug atau air terjun, taman huta rakyat. Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon dan Sawarna yang ada kearifan local, Suku Badui.

“Silakan mengeksplore Banten dengan segala eksotikanya,” ajak Eneng. (*)

Ibu Oknum Polisi Ini Pingsan Dengar Putranya Dituntut 6 Tahun Penjara

0

batampos.co.id – Pknum anggota Polri, Briptu Roni yang disidang bersama istri, Ivo Diniati, dan dua rekannya Tengku Zainal dan Fiani Gameidiba alias Ayuk dalam perkara narkotika, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Batam, Senin (29/5).

Jaksa penuntut umum (JPU) Andi Akbar menuntut keempat terdakwa dengan perbuatan melanggar hukum sesuai pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Menuntut masing-masing terdakwa dengan pidana enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan,” ujar JPU Andi di hadapan majelis hakim yang diketuai Syahrial.

Keempat terdakwa ditangkap bersamaan saat pesta sabu di kamar rumah Roni di Tanjungriau, Sekupang (26/1) lalu. Dalam penangkapan itu, ditemukan barang bukti berupa alat penghisap sabu (bong), serta sabu seberat 22,35 gram yang dikemas dalam beberapa paket. Di tengah pengembangan perkara, sabu itu adalah milik Ivo yang dipesannya dari Ani (DPO) di Malaysia.

Seusai tuntutan, masing-masing terdakwa mengajukan pembelaan memohon keringanan. Mulai dari Ayuk, Ivo, Roni dan Tengku, menangis terisak-isak agar hukuman majelis hakim tak seberat tuntutan jaksa. Majelis hakim pun sepakat untuk kembali melanjutkan persidangan keempat terdakwa pekan depan, dengan agenda putusan.

Belum beranjak keluar ruang sidang, keluarga dari oknum polisi ini histeris. Sang ibu sempat mengeluarkan kata penyesalan kepada istri Roni, Ivo. Ia merasa anaknya terlibat hukum karena menantunya yang seorang pengedar narkotika. Bahkan si ibu jatuh pingsan.

Ibu dari terdakwa Tengku Zainal pun tidak kalah histerisnya. Di luar ruang sidang ia berteriak-teriak mengatakan ‘anak saya korban, hukum tidak adil, semua karena uang’. Tindakan keluarga terdakwa ini jelas mengundang perhatian banyak orang, dan bahkan persidangan di beberapa sidang pun terhenti. (nji)

Mulai Besok Diberlakukan Tarif Pas Baru

0

batampos.co.id – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Tanjungpinang akan berlakukan tarif pas baru di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP). Tarif baru itu dikhususkan untuk penumpang yang ingin berangkat ke luar negeri melalui dermaga internasional SBP.

“Insyaallah awal bulan depan atau mulai 1 Juni tarif kita naikan. Tapi hanya untuk keberangkatan keluar negeri saja sedangkan domestik tidak,” ujar General Manager (GM) PT Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan ketika dikonfirmasi, Selasa (30/5).

Dikatakan I Wayan, tarif pas baru itu diperuntukan dua jenis penumpang yaitu penumpang Warga Negara Asing (WNA) sebesar Rp 55 ribu dan Warga Negara Indonesia (WNI) sebesar Rp 35 ribu. Semuanya berlaku bagi yang ingin berangkat ke Malaysia maupun Singapura.

Sedangkan untuk penumpang, penjemput ataupun pengantar di dermaga domestik, lanjut I Wayan tarifnya tetap sebesar Rp 5 ribu perpas. Jadi bagi yang berangkat ke Batam maupun pulau-pulau tarifnya tidak diberlakukan kenaikan sedikitpun.

“Semua yang kita berlakukan sesuai kesepakatan. Baik dengan Pemko Tanjungpinang, DPRD maupun BUMD Tanjungpinang,” bebernya.

Ditambahkan I Wayan, pemberlakuan kenaikan tarif pas SBP ini sudah disosialisasikan oleh PT Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang mulai Maret. Dari sosialisasi melalui pemasangan baliho dan langsung memberitahukan kepada penumpang setiap keberangkatan.

“Kenaikan tarif tak ada masalah lagi. Karena semuanya sudah tau, tinggal diberlakukan saja,” ungkapnya. (ary)

BPOM Temani Berbuka

0

Petugas BPOM Kepri melakukan pengujian sampel makanan takjil di Pasar Mitra Raya Batam Center, Selasa (30/5). 

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Al Quran Al Akbar, Al Quran Raksasa, di Palembang

0
foto: niken’s journey

Al Quran Al Akbar, demikian ia disebut. Ia ada di Kota Palembang, Sumetera Selatan (Sumsel).

Yap, di Palembang memang ada beberapa ikon Islami yang bisa dijelajahi. Mulai dari masjid-masjid, museum hingga tempat-tempat yang menyimpan jejak sejarah peradaban Islam masa lalu. Salah satu destinasi wisata religi yang tak boleh Anda lewatkan ketika berada di kota Pempek adalah Al Quran besar itu.

Meseum Al Quran Al Akbar atau yang juga sering disebut Al Quran Raksasa makin digandrungi wisatawan Bulan Suci Ramadan. Kemegahan lembaran kayu ukuran besar yang terukir ayat-ayat suci Al Quran yang berada di Jalan Moh Amin, Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan, selama ini memang menjadi wisata religi favorit umat Muslim.

Sejak dibuka sebagai tempat wisata religi pada 2010 lalu, banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang untuk melihat Al Quran raksasa ini yang telah dinobatkan sebagai Al Quran terbesar dan terberat di dunia oleh Museum Rekor Indonesia.

Juru Kunci Meseum Alquran Al Akbar, Asri mengatakan, biasanya pengunjung yang datang ke sini ingin mengisi waktu menunggu azan magrib atau ngabuburit. Mereka yang datang ada yang asik berfoto dengan Al Quran raksasa ini. Namun ada juga yang ingin membacanya. Selama bulan Ramadan, setidaknya ada 300 hingga 500 anak pesantren serta yatim piatu berbuka bersama di Al Quran Al Akbar. Sembari menunggu buka puasa, mereka juga membaca Al Quran.

“Bila ingin membaca Al Quran ini, pengunjung harus naik satu per satu lantai. Ada lima lantai di dalam Alquran ini, setiap lantainya berisi 3 juz. Al Quran ini memiliki tinggi hingga 15 meter dan lebar 8 meter,” jelas Asri, Senin (29/5).

Asri menjelaskan, pembuatan Al Quran bernilai seni tinggi ini menghabiskan 45 kubik kayu tembesu. Ada 316 lembar kayu tembesu yang diukir lengkap sampai 30 juz. Dalam setiap lembar ayat suci Al Quran, memiliki tinggi 177 cm dan lebar 40 cm dengan berat 50 kilogram.

“Al Quran raksasa ini dibuat murni karya anak Palembang semuanya ada 27 orang. Setiap lembar pengukiran langsung diawasi Sofwatillah Mohzaib yang merupakan hafis Al Quran dan diawasi anggota DPR RI,” ungkap Asri.

Setelah selesai diukir menggunakan kertas karton, Al Quran dikemudian dicek terlebih dahulu, jika sudah dipastikan benar. Barulah dicetak menggunakan kertas minyak dan ditempelkan ke kayu tembesu, sehingga langsung diukir menggunakan pahat.

Al Quran yang terdiri dari 630 halaman ini juga dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula. Setiap lembar terpahat ayat suci Al Quran pada warna dasar kayu coklat dengan huruf arab timbul warna kuning dengan ukiran motif kembang di bagian tepi ornamen khas Palembang yang sangat indah di pandang dan enak dibaca.

Poses rampungnya pengerjaan Alquran ini hingga 8 tahun lamanya. Selain terkendala biaya, proses ketelitian pembuatannya juga memakan waktu yang tidak sedikit. “Tahun 2002 dibuat dan selesai 2009. Pengerjaannya sempat terhenti karena kehabisan biaya. Biaya yang dihabiskan untuk menyelesaikan Al Quran Al Akbar kurang lebih Rp 2 miliar,” ungkap Asri.

Para pengunjung tidak dikenakan patokan harga untuk memasuki lokasi. Tapi ada celengan besar untuk menampung infaq pengunjung yang diperuntukan bagi anak yatim piatu.

“Hanya sebatas mencatat saja, yang datang dari mana. Tidak ada dikenakan biaya pengunjung. Kita cuma siapkan celengan untuk infaq, uang ini akan disalurkan untuk anak yatim,” ujarnya.

Saat peluncuran GenPI –Generasi Pesona Indonesia—Sumsel, 6 Mei 2017 lalu, Kadispar Sumsel Irene Camelyn Sinaga mengajak dua bus rombongan GenPI ke Jalan Moh Amin, Gandus, Kota Palembang. Mereka menjadikan Al Quran Al Akbar itu sebagai salah satu materi untuk content destinasi pariwisata di Palembang. “Hastag #GenPISumsel sempat 9 jam mengudara di papan atas trending topic nasional,” ungkap Irene.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi pariwisata berbasis religi yang sangat lengkap dan diakui dunia. Komposisi populasi berdasarkan pemeluk agama selain membentuk segmen wisatawan berbasis religi, juga akan membentuk karakteristik destinasi wisata ziarah (pilgrimage tourism) berbasis kewilayahan.

Indonesia sendiri mempunyai karakterisktik yang sangat lengkap mulai dari Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Buddha, Khonghucu dan bahkan beragam kepercayaan lokal yang diperkirakan mencapai jumlah 245 kepercayaan.

“Potensi wisata religi di Indonesia sangatlah besar. Banyak bangunan atau tempat bersejarah yang memiliki arti khusus bagi umat beragama. Selain itu, besarnya jumlah penduduk Indonesia, dimana hampir semuanya adalah umat beragama, merupakan potensi tersendiri bagi berkembangnya wisata religi di Nusantara,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arif Yahya menambahkan, pergerakan Wisata religi berdampak baik, dengan peristiwa wisata secara spiritual akan meningkatkan keimanan baik lahir dan batin. Selain itu wisata religi dapat pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena roda ekonomi berputar dan terjadi multiplier effect.

“Dewasa ini telah terjadi pergeseran tren kepariwisataan. Tren tersebut adalah perubahan paradigma pariwisata dari “sun, sand and sea” menjadi “serenity, sustainability and spirituality”.  Berkaitan dengan tren tersebut UNWTO telah memperkirakan sekitar 330 juta wisatawan global atau 30 persen dari total keseluruhan wisatawan global melakukan kunjungan ke situs-situs religius di seluruh dunia, baik yang berdasar pada motif spiritual ataupun motif kognitif,” jelas Menpar Arief Yahya.(*)

Gepeng Bermunculan, Dinsos Bentuk Tim Penertiban

0
Petugas mendata anak punk dan gelandangan yang diamankan di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (22/2). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id –  Gelandangan dan pengemis (gepeng) kian banyak jumlahnya. Hampir di setiap persimpangan jalan bahkan tempat umum lainnya, mereka terlihat. Parahnya, para gepeng ini kian meresahkan karena terkadang mereka jahil dan seakan memeras warga.

Menanggapi banyaknya gepeng yang meresahkan ini, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Hasyimah mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah membentuk tim gabungan penanganan gepeng.

“Kami telah bentuk tim gabungannya,” kata Hasyimah, Senin (29/5/2017).

Tim gabungan tersebut akan bergerak di titik yang kerap jadi tempat gepeng beraksi, terlebih pada titik yang sering meresahkan. “Jadwalnya sedang kita susun, penindakannya berdasarkan jadwal tersebut,” kata dia.

Tim gabungan tersebut terdiri dari unsur Pemko Batam dan kepolisian.

Hasyimah menyatakan gepeng yang terjaring akan diminta membuat pernyataan tidak kembali lagi mengemis. Kini Dinsos Batam, punya kegiatan pembinaan bagi gepeng asli Batam agar bisa mandiri, seperti las, jahit dan lain lain. “Kita lihatlah nanti, yang di luar Batam kita pulangkan,” ucap dia.

Dia paham gepeng merupakan persoalan yang tetap terjadi tiap tahun, terlebih saat Ramadan. Terkait hal ini, dia mengaku Pemko Batam tidak tinggal diam dan akan terus melakukan penertiban gepeng. “Tetap kita lakukan penindakan, ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2002 tentang Ketertiban Sosial,” ucapnya.

Sementara itu, Pantauan batampos.co.id di Simpang Panbil tak hanya pengemis tapi ada juga pengamen. Sementara itu, di Simpang KDA dan simpang Masjid Baitusyakur Jodoh, pengemis wajah baru mulai bermunculan.

“Pengamen ini meresahkan, kalau lihat umurnya rata-rata 20an ke atas, usia yang masih produktif kan bisa kerja,” kata seorang warga, Margareth. (cr13)

Dua Pekan Berlaku, Berkas KRK Baru Tiga

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sejak diberlakukan Rabu (17/5) lalu, pengurusan Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) di Dinas Cipta Karya baru tiga berkas. Namun demikian, kondisi ini dinilai awal dari perbaikan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sempat terkendala, beberap waktu lalu.

“Kalau lancar ini IMB pasti lancar juga,” imbuh Kepala Dinas Cipta Karya, Suhar,, Selasa (30/5) siang.

Dia merinci, tiga pengurusan yang dimaksud di antaranya kepengurusan perumahan, perhotelan serta proyek Pemko Batam sendiri yakni Masjid Raya Agung II di Batuaji.

Agar kepengurusan meningkat, kata Suhar, pihaknya akan mensosialisasikan pemeberlakukan KRK ke masyarakat.  Sebelumnya, sosialisasi serupa juga pernah disampaikan ke pengembang dan asosiasi arsitek. “Jumlah ini kan awal, karena masih sedikit kita akan evaluasi. Ini (evaluasi) perlu dilakukan,” ucapnya.

Menurutnya, mengurus KRK di Cipta Karya tidak butuh waktu lama. Cipta Karya Batam menyiapkan skema waktu kepengurusan berdasarkan luas area lahan yang akan dibuatkan KRK-nya. Di antaranya, untuk lahan dibawah 500 meter persegi (umumnya tempat tinggal) perlu waktu 7 hari, lahan yang luasnya 500 meter persegi hingga 1000 meter persegi waktu pengurusaanya yakni sepuluh hari, sedangkan 1000 meter persegi ke atas butuh waktu 14 hari.

“Data lengkap pasti selesai tepat waktu,” katanya.

Tidak hanya butuh waktu yang singkat, kepengurusan KRK juga tidak dipungut biaya. Karena, KRK masuk kategori layanan non perizinan. Untuk itu, dia memastikan tidak ada pegawainya yang meminta uang pemulus. “Free, tak ada biaya. Kalau ada pegawai yang main-main, saya sendiri yang lapor pak wali, biar dipecat,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya bersama dengan pihak Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) sedang mempersiapakan agar kepengurusan KRK berbasis online.

“Habis lebaran lah kita lihat progresnya (sistem online), kami perlu persiapan yang matang. Inovasi-inovasi seperti ini sebagai upaya memudahkan masyarakat,” tutupnya. (cr13)

Akibat Rokok Ilegal, Negara Rugi Ratusan Juta Rupiah

0
foto: eggi / bartampos

batampos.co.id – Bea dan Cukai tipe B Batam melakukan Operasi Ampadan I di sejumlah toko kawasan Sei Panas, Selasa (30/5). Dari operasi ini, petugas menyita ribuan rokok ilegal dan ratusan botol miras.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Raden Evi mengatakan bahwa operasi ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai dari 10 Mei sampai 8 Juli mendatang.

“Sejauh ini, kantor Bea Cukai Batam telah dua kali melakukan penindakan. Pertama dilakukan di Tiban dan yang kedua di Bengkong,” katanya.

Dijelaskannya, maksud dan tujuan operasi ini untuk mengejar penerimaan kas negara dalam bidang cukai. Selain itu, operasi ini juga dilakukan untuk penegakan hukum.

Dalam operasi yang pertama, Bea Cukai melakukan penggeledahan di 4 toko. Hasilnya, petugas menyita sebanyak 1.385.800 batang rokok ilegal dengan kerugian negara sebesar Rp. 734.2474.000 dan 1.368 botol miras dengan kerugian negara sebesar Rp. 36.148.200.

“Total kerugian negara pada operasi pertama di Tiban kurang lebih Rp. 770 juta,” tuturnya.

Sementara, dalam operasi yang dilakukan di kawasan Sei Panas, Bea Cukai menyita sebanyak 192.224 batang rokok dengan kerugian negara mencapai Rp. 101.878.720 dan minuman keras sebanyak 105 botol dengan kerugian negara mencapai Rp. 2.252.250.

Kabid Penindakan dan Penyidikan Akhiyat Mujayin menyatakan, ada kategori barang yang akan ditindak dalam Operasi Ampadan I ini, yakni barang yang tidak mendapatkan kuota FTZ Batam, kemudian barang yang mendapat kuota akan tetapi belum mengajukan Dokumen Ck FTZ Khusus Batam dan pita illegal.

“Sementara barang masih kita sita. Akan kita kembangkan dari mana asalnya dan proses masuknya Batam Bagaimana,” ujarnya. (cr1)

BPOM Cek, Hasilnya, Kudapan takjil di Sekupang Layak Konsumsi

0

batampos.co.id – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri awalnya menemukan adanya indikasi bahan-bahan berbahaya yang terkandung pada makanan berbuka puasa yang dijual di beberapa titik pusat perbelanjaan “takjil” di Sekupang, Senin (30/5).

Dari sampel yang diambil BPOM, diduga bahan berbahaya yang digunakan dalam makanan seperti sayur nangka, sayur rebung, pempek, kerupuk merah, mie kuning, tahu, cenil, es kolangkaling, sagu mutiara, dan batagor.

“Setlah kami lakukan penyelidikan lebih lanjut, dari 40 sampel makanan tersebut hasilnya negatif. Tak ada satupun bahan makanan yang berbahaya,” kata Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Kepulauan Riau ( Kepri), Mardianto, Selasa (30/5).

Ia mengatakan biasanya bahan-bahan berbahaya yang sering digunakan oleh oknum-oknum pembuat kue yakni formalin, borax, rhodhamin B, dan met yellow.

“Syukurlah semuanya layak dikonsumsi. Terkait dugaan awal itu, kami akan mencoba langsung mencari tau tempat pembuatannya. Kami coba cek juga di sana,” ucapnya.

Pada Senin (29/5) itu, BPOM Kepri turun di dibeberapa tempat pusat jajanan takjil di Sekupang. Mulai dari pasar Cipta Puri hingga Pusat Jajanan Takjil di Tibancenter. Sidak ini sendiri dimulai dari pukul 14.00 hingga 17.00. BPOM kepri membawa mobil penguji, untuk menguji sampel makanan.

“Langsung diuji ditempat,” kata salah seorang penguji makanan, Senin (30/5) lalu di Pusat Jajanan Takjil Tibancenter.

Petugas BPOM Kepri melakukan pengujian sampel makanan takjil, Selasa (30/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Mardianto menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap makanan-makanan yang mengandung bahan berbahaya. Nantinya BPOM Kepri akan berkeliling Batam, menguji kelayakan makanan yang dijual di pusat-pusat jajahan berbuka puasa.

“Tak hanya Batam, tapi juga daerah lainnya,” tutur Mardianto.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarkat untuk tidak memanfaatkan momen Ramadan, untuk menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya. Selain itu, ia meminta peran aktiv masyarakat dalam pengawasan ini. Sebab bila mengandalkan BPOM, maka pengawasan ini tak akan bisa dilaksanakan sepenuhnya.

“Bila ada makanan yang terindikasi mengandung bahan berbahaya, laporkan ke BPOM. Nanti akan kami tindak lanjuti,” tuturnya.

Pada Selasa (30/5), BPOM kembali melakukan sidak. “Kali ini tempat yang kami sasar itu di lapak jajanan takjil Welcome To Batam,” ujarnya.(ska)