Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13931

Penduduk Karimun Bertambah 1,470 Jiwa

0

batampos.co.id – Hingga semester II tahun 2016, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Karimun, telah mencatat jumlah penduduk meningkat menjadi 240.170 jiwa. Sebelumnya, hanya tercatat sebanyak 238,700 jiwa. Paling tinggi pertambahan penduduk berada di Pulau Karimun besar.

”Benar terjadi peningkatan jumlah penduduk kita. Penambahan penduduk tersebut diakibatkan perpindahan penduduk dari luar yang akan menetap di Karimun dan ditambah dengan jumlah ibu yang melahirkan di tahun tersebut,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Karimun M Tahar, Senin (13/2).

Penambahan penduduk dikarenakan banyak tenaga kerja dari luar yang memboyong keluarganya pindah ke Karimun. Termasuk instansi vertikal yang bertugas di Karimun, ditambah jumlah bayi yang melahirkan. Namun, untuk jumlah bayi yang melahirkan datanya ada di Dinas Kesehatan Karimun.

”Kita (Disdukcapil-red), tidak ada pungutan sepeserpun dalam mengurus administrasi perpindahan penduduk. Asalkan, persyaratan di ikuti sesuai prosedur. Tapi, kalau meminta bantuan ke orang lain untuk mengurusnya ya itu tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak. Yang penting ikuti prosedur yang ada,” tegasnya.

Sementara dalam pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-e), pihaknya masih terkendala blangko dari Pusat. Namun demikian, masyarakat yang telah melakukan perekaman data untuk sementara diberikan surat keterangan sementara yang dikeluarkan oleh Dinas. ”Kita imbau kepada masyarakat silakan lakukan perekaman di kecamatan masing-masing. Agar nanti saat blangko sudah datang, bisa langsung diproses,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Karimun dipadati oleh masyarakat yang mengurus administrasi baik KTP, KK, surat kelahiran, surat kematian dan sebagainya. Tanpa di pungut biaya sepeserpun oleh petugas.
”Baguslah, proses cepat asal persyaratan lengkap saja. Ini saya urus pecah KK, tidak lama antrinya dan prosesnya cepat juga,” ucap Kahar warga Tanjungbalai Karimun. (tri)

Nasabah Tanjungbatu Raih Rp5 Juta dari Bank Riau Kepri

0

batampos.co.id – Sebelas nasabah Bank Riau Kepri Tanjungbatu mendapat hadiah undian sinar tebar miliar. Tiga orang diantaranya mendapatkan hadiah sebesar Rp5 juta. Mereka yakni, Harun nomor undian 10968962, Lim Tek Heng 9134198, dan Amir 9412812.

Sedangkan delapan nasabah lainnya, mendapatkan uang Rp2 juta. Mereka adalah Wan Sejarah nomor undian 9115633, Norman 9389737, Andi Putra 9423035, Omping 9223510, Winarti 9353199, Rusidah 9158435, Syamsir 9261686 dan Sarman 9305956.

Pimpinan Bank Riau Kepri cabang pembantu Tanjungbatu M.Sidik menuturkan, penarikan undian dilakukan di gedung Merdu PT Bank Riau Kepri Pekanbaru, 22 Desember 2016 lalu. Penyerahan hadiah secara simbolis dilakukan Minggu (12/2) disejalankan pembukaan MTQ Kecamatan Kundur. Dari sebelas orang, satu nasabah Bank Riau Kepri Syariah, dan sepuluh lainya nasabah konvensional.

“Hadiah langsung kita serahkan pada sebelas nasabah yang beruntung di stand bazaar MTQ. Mereka terpilih sebagai pemenang undian Sinar Tebar Miliar total hadiah Rp6 miliar priode September 2015-Agustus 2016. Selamat bagi nasabah yang beruntung serta kepercayaan terhadap pelayanan bank Riau Kepri cabang pembantu Tanjungbatu,” terang Sidik, Senin (13/2) kemarin.

Harun salah satu nasabah mengaku senang dirinya menjadi salah satu pemenang dari undian sinar tebar miliar dari Bank Riau Kepri. Dikatakan dirinya selama hampir delapan tahun menjadi nasabah Bank Riau Kepri, dan cukup puas dengan pelayanan. Harun yang berprofesi sebagai pedagang mengakui jika kehadiran Bank Riau Kepri di Tanjungbatu sangat membantu dalam usaha bisnis terutama melalui simpang pinjam dari Bank Riau Kepri tersebut. (ims)

Belum Diresmikan Fasilitas Bandara Sudah Rusak

0

batampos.co.id– Fasilitas di bangunan bandara Letung, sudah ada yang mulai mengalami kerusakan. Seperti plafon di ruang tunggu bandara sudah mulai rusak karena terkena tetesan air lantaran atapnya bocor. Selain itu lampu di ruangan tersebut juga sudah banyak yang rusak, padahal bandara ini belum diresmikan.

Salah seorang warga Letung Imam mengatakan, kerusakan tersebut sudah sekitar hampir satu tahun lamanya namun belum juga ada perbaikan dari pemerintah daerah. “Kita lihat fasilitas di ruang tunggu Bandara Letung perlu adanya perbaikan, sebab banyak yang mengalami kerusakan,” katanya Senin (13/2).

Menurutnya, kerusakan itu sudah sering disampaikan kepihak yang berkompeten yakni pemerintah daerah, namun belum ada tindakan yang nyata untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang ada. Diketahui peresmian bandara direncanakan akan diresmikan oleh Presiden RI Joko widodo beberapa bulan yang akan datang.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Nurman mengatakan perbaikan sejumlah fasilitas di ruang tunggu Bandara Letung akan segera dilakukan. Ia sudah memerintahkan stafnya untuk menghitung nilai anggaran yang dibutuhkan untuk itu. Pihaknya bukan tidak perduli tentang itu, semua kegiatan harus melalui mekanisme dan prosedur administrasi yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya sudah perintahkan staf untuk menghitung anggaran untuk perbaikan. Kita tetap dorong segala program kerja pemerintah daerah,”
ujarnya.

Dirinya mengupayakan agar perbaikan itu dapat dilakukan secepatnya sebelum peresmian dilakukan. “Kita akan upayakan perbaikan sudah selesai sebelum peresmian,” ungkapnya.

Bukan hanya perbaikan tesebut namun penyerahan aset kepada pihak bandara juga. Namun mengenai penyerahan aset harus menunggu pengesahan dan DPRD karena nilai aset daerah mencapai puluhan milliyar. “Aset daerah di bandara Letung sudah mencapai Rp50 milliyar karena ada sharing dana dengan Provinsi,” jelasnya. (sya)

TLB Batal Diputuskan, Gubernur Ubah Usulan

0

batampos.co.id – Rencana DPRD Kepri untuk penuntaskan pembahasan Tarif Listrik Batam (TLB), Senin (13/2) batal terlaksana. Lantaran Gubernur Kepri, Nurdin Basirun membuat perubahan usulan tarif yang disampaikan ke DPRD Kepri.

“Belum ada kesepakatan apapun. Apalagi Distamben membawa surat perubahan tarif, ini menjadi rancu. Karena nilainya berbeda dari yang diusulkan sebelumnya,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua menjawab pertanyaan media usai pembahasan di ruangan Komisi III DPRD Kepri.

Ditegaskan Rudy, terkait perubahan tersebut, pihaknya sudah mempertanyakan kepada Distamben Kepri. Kenyataanya, mereka tetap tidak bisa menjelaskan terkait perubahan ini. Terkait ini, Distamben justru ingin mendatangkan pihak PLN untuk menjelaskan ini.

“Perubahan ini, tentunya menyangkut dengan komitmen Gubernur tentunya. Kenapa tarif yang kembali dirubah, ini yang harus ada penjelasannya,” tegas Rudy.

Dikatakan Rudy, PLN Batam tidak hanya mengusulkan kenaikan tarif listrik untuk golongan R1dan R2 saja. Tetapi juga mengusulkan kenaikan bagi untuk golongan S3 atau sosial. Sementara untuk kategori R3 (6.600 VA) yang merupakan kebutuhan-kebutuhan rumah mewah, justru tidak dinaikan.

“Tidak naiknya tarif listrik bagi rumah-rumah mewah, juga tidak luput menjadi sorotan kami. Pihak PLN menjawab, tarif R3 sudah mencapai harga keekonomian sehingga tidak dinaikkan,” papar Rudy.

Masih kata Rudy, menyikapi permintaan PLN yang ingin Tarif Listrik Batam (TLB) sama dengan Tarif Dasar Listrik (TDL) sukar untuk dipenuhi. Karena apabila dipenuhi, banyak pihak yang menuntut supaya anak perusahaan tersebut dibubarkan saja. Artinya kesepakatan maksimal yang bisa diterima adalah Rp1.352 per kwh.

Lebih lanjut katanya, perlu dicatat angka Rp1.352 adalah untuk R1 1.300 VA yang dari harga Rp911 mengalami kenaikan 47 persen, sehingga menjadi Rp1.352. Sementara untuk R1 2200 VA dari Rp959 mengalami kenaikan 42 persen atau menjadi Rp1.360. Sedangkan R2 sampai dengan 5500VA mengalami kenaikan sekitar 6 persen atau pada angka Rp1.508.

Politisi Partai Hanura itu mengungkapkan, ada komitmen lisan yang disampaikan oleh pihak PLN Batam. Yakni apabila kenaikan disetujui pada angka 47 persen, PLN Batam tidak akan melakukan penyesuain tarif sampai dengan 4 tahun kedepan. Artinya, dengan kata lain kenaikkan tarif bertahap merupakan penjabaran kenaikan maksimal 47 persen.

“Memang dengan usulan yang baru, kenaikannya hanya pada angka 45 persen, bukan 47 persen untuk golongn R1. Tetapi, perubahan yang dilakukan tanpa penjelasan,” tutup Rudy.

Dilokasi yang sama, Kadistamben Kepri, Amjon mengakui, adanya revisi surat yang disampaikan ke DPRD Kepri. Akan tetapi, tidak merubah isi usulan sebelumnya. Menurut Amjon, Rp1.352 untuk R1 merupakan jumlah yang ideal kenaikannya.

“Kita juga sudah meminta pertimbangan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebagai perwakilan masyarakat. Usulan yang kita lakukan ada, kebijakan terbaik,” ujar Amjon.(jpg)

Usulan Sebelumnya

R1-1300 VA semula Rp911 menjadi Rp1.352,56/kwh
R1-2200 VA semula Rp959 menjadi Rp1.360,48/kwh
R2=5500 VA semula Rp1.422 menjadi Rp1.508,67/kwh
S3 – TM semula Rp844 menjadi Rp885,63/kwh

Usulan Terbaru
S3 – TM semula Rp844 menjadi Rp885,63/kwh
R1-1300 VA semula Rp930 menjadi Rp1.352,56/kwh
R1-2200 VA semula Rp970 menjadi Rp1.360,48/kwh
R2=5500 VA semula Rp1.422 menjadi Rp1.508,67/kwh

Sebanyak 32 Anak Mengalami Gizi Buruk

0
Wawan ketika ditemui dalam ruang kerjanya di Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Dabo Singkep, Senin (13/2) pagi. Foto : Wijaya Satria/Batampos.

batampos.co.id – Sebanyak 32 anak di Kabupaten Lingga masuk dalam daftar gizi buruk. Walau kondisi mereka masih seperti kondisi anak lainnya, dapat bermain dan sebagainya, namun ke 32 anak ini masuk dalam golongan gizi buruk dengan predikat sangat kurus.

32 anak tersebut berasal dari beberapa daerah di Tanah Bunda Melayu ini. Dengan rincian dari masing-masing puskesmas se Kabupaten Lingga yakni, di Daik terdapat 5 anak, Penuba 1 satu anak, Pancur 1 anak, Dabo Lama 8 anak, Raya 2 anak, Senyang 4 anak, Tajurbiru 6 anak dan di Sungaipinang ada 4 anak yang termasuk dalam kondisi gizi buruk.

Dari angka yang didapat tersebut sangat mengejutkan, Dabo Lama yang termasuk dalam wilayah kota Dabo Singkep bahkan menyumbang angka terbesar anak kurang gizi. Hal
ini tidak lain diakibatkan karena semakin minimnya lapangan pekerjaan dan semakin sulitnya perekonomian warga.

“32 anak itu termasuk dalam predikat anak sangat kurus, jika dilihat dari tinggi badan dan berat badan mereka tidak seimbang,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga Wawan Kusmana di ruang kerjanya, Senin (13/2) pagi.

Namun, kondisi 32 anak yang masuk daftar kirang gizi tersebut mulai membaik. Baik berat badan dan perkembangan organ tubuh lainnya bertambah dengan baik pula. Walau Wawan mengatakan, merubah kondisi tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Untuk tahun ini Wawan memastikan, Pemerintah Provinsi Kepri telah mengirimkan bantuan makanan tambahan seperti susu dan sebagainya yang telah di terima disetiap puskesmas di Kabupaten Lingga. Dengan harapan dapat meringankan kondisi anak gizi buruk serta menahan populasi penambahannya.

Wawan menambahkan, anak dengan kreteria gizi buruk tersebut karena pola asupan yang salah sejak bayi. Padahal, jika setiap orang tua, terutama ibu lebih aktif memberikan asi kepada anak sejak lahir hingga berumur dua tahun.

“Semestinya anak dari 0 bulan hingga 6 bulan tidak boleh makan apapun selain asi. Enam bulan ke atas mulai memberikan makanan tambahan yang sehat,” ujar Wawan.

Selain itu, Wawan mengaku adanya pandangan yang salah dan ditanamkan kepada anak sejak kecil. Seperti makan ikan kebanyakan akan menimbulkan penyakit cacingan, tentunya wawan menampik hal tersebut bahkan makan ikan sangat baik untuk menambah protein dalam tubuh. (wsa)

Berlayar Tanpa SPB, KM Putra Punggur Diamankan Tim WFQR

0
Tim WFQR mengamankan kapal bermuatan alat rumah tangga di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Senin (13/2). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Diduga berlayar tanpa dilengkapi Surat Pemberitahuan Berlayar (SPB), Kapal Motor (KM) Putra Punggur yang diduga menyelundupkan perabotan rumah tangga dari luar negeri, diamankan tim Western Fleet Quick Responden (WFQR) di perairan Punggur, Minggu (12/2) pagi.

Kapal kargo dengan bobot 33 GT milik pengusaha asal Batam yang dinakhodai Mursa ini berlayar dari Pelabuhan Punggur, Batam menuju Tanjung Batu, Karimun tanpa dilengkapi dokumen yang sah dan menjadi target operasi tim WFQR.

“Selain berlayar tanpa SPB, kapal ini juga tidak memiliki sijil dan tidak dilengkapi dokumen tentang manifest muatan kapal,” ujar Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan, Senin (13/2).

Modus yang digunakan pelaku penyelundupan ini kata Irawan, membawa barang ilegal dari Singapura atau Malaysia, masuk ke Indonesia mengangkutnya menggunakan kontainer. Selanjutnya barang tersebut dikumpulkan disuatu tempat di Batam.

“Dari Batam nanti baru diangkut ke berbagai wilayah menggunakan kapal bertonase kecil,” jelas Irawan.

Dikatakan Irawan, aksi para pelaku ini dilakukan saat hari libur. Ini untuk memanfaatkan kondisi cuaca buruk dimana gelombang laut cukup tinggi dan arus sangat kuat.

“Waktu kami lakukan penyergapan, kondisi cuaca cukup buruk. Sebelumnya tim WFQR memetakan titik kerawanan dan langsung meringkus pelaku disaat yang tepat,” ungkap Irawan.

Terkait aksi tersebut, Irawan mengimbau kepada pelaku penyelundupan agar berhenti melakukan kegiatan ilegal yang merugikan negara dengan mencari celah untuk menghindari pantauan petugas.

“Sebab kami semua terus bekerjasama dalam memberantas para penjahat di laut,” tegasnya.

“Saat ini kapal beserta nakhoda dan enam orang ABK masih dimintai keterangan untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Terpisah nakhoda KM Putra Punggur, Mursa menuturkan kapal yang dibawanya tersebut milik Yahya alias Indra warga Batam. Ia mengaku baru dua kali menyelundupkan barang-barang tersebut.

“Ini yang kedua kalinya saya bawa kapal membawa perabotan rumah tangga. Rencana barang itu akan kami bawa ke Tanjung Batu,” ujar Mursa, ke sejumlah wartawan.

Mursa mengungkapkan, untuk membawa kapal tersebut, ia diberi upah oleh pemilik kapal sebesar Rp 3 juta setelah muatannya sampai di tempat tujuan.

“Sebelum ditangkap, kami juga pernah diperiksa Bea Cukai Batam dan dipasang segel. Saya tak tahu fungsi segel itu,” pungkasnya. (ias)

Kepri Dilanda Cuaca Ekstrim, BMKG Minta Masyarakat Waspada

0

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memberikan peringatan waspada kepada masyarakat yang berpergian menggunakan jasa kapal maupun pesawat. Sebab kondisi cuaca yang melanda Kepri sangat ekstrim.

“Daerah ini (Kepri,red) dilanda cuaca ekstrim. Kami harapkan masyarakat berhati-hati jika berpergian jauh. Kalau bisa perginya tunggu cuaca membaik,” ujar Kepala BMKG Tanjungpinang, Dhira Utama, Senin (13/2).

Bedasarkan data prakiraan cuaca, kata Dhira, Kepri sedang dilanda angin utara. Kecepatan hembusan angin itu bisa mencapai 05 sampai 40 Kilometer perjam. Kemudian kadar kelembapannya sebesar 70 sampai 80 persen dengan suhu 24 sampai 31 derajat celecius.

Sedangkan untuk ketinggian gelombangnya, lanjut Dhira, bisa mencapai 0,2 hingga lima meter. Diantaranya ketinggian gelombang peraiaran Tanjungpinang mencapai 0,2 hingga satu meter, ketinggian gelombang perairan Batam mencapai 0,2 hingga 1,3 meter, ketinggian gelombang perairan Bintan mencapai satu hingga tiga meter dan ketinggian gelombang perairan Anambas dan Natuna mencapai 1,3 hingga lima meter.

“Kondisi inilah yang harus menjadi perhatian bersama bagi penumpang kapal. Khususnya yang hendak berangkat ke Natuna, Anambas, Bintan dan Lingga,” katanya.

Selain gelombang tinggi dan angin kencang, sambung Dhira, Kepri juga dilanda awan cumulonimbus (CB). Awan ini dapat menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang. Bahkan kedatanganya sangat susah untuk diprediksi atau hadir secara tiba-tiba.

Meskipun kondisi cuaca ekstrim untuk jarak pandangan pelayaran maupun penerbangan tidak mengalami gangguan atau nol titik. Tetapi hujan ringan akan melanda untuk beberapa hari kedepan. “Kami harapkan masyarakat tetap waspada. Dan pentingkanlah keselamatan diri sendiri ketimbang urusan lain. Karena cuaca buruk bisa saja datang secara tiba-tiba,” ungkapnya. (ary)

Tim Salvage Bandara Soekarno-Hatta Beraksi saat Ada Pesawat Tergelincir

0
Manajer ARFF Bandara Soetta Agus Maulana (kiri) bersama sebagian personel tim Salvage di depan pesawat latih evakuasi Kamis (9/2). (Bayu Putra//Jawa Pos)

batampos.co.id – Pasti pernah dengar kabar pesawat tergelincir. Sekarang mari kita kenalan dengan tim Salvage Bandara Soekarno-Hatta. Tim ini ialah satu-satunya pasukan khusus untuk mengevakuasi pesawat yang tergelincir.

Insiden di Bandara Djalaluddin, Gorontalo, pada 6 Agustus 2013 tidak akan pernah dilupakan oleh Sadino. Tergelincirnya pesawat Lion Air JT 892 gara-gara menabrak sapi di landasan pacu tersebut membuat dia harus terbang ke Sulawesi Utara hari itu juga. Padahal, saat itu dua hari menjelang Idul Fitri. Rencana merayakan Lebaran bersama keluarga pun pupus.

”Kami sempat lupa kalau mau Lebaran. Baru waktu dengar takbir malamnya, kami ingat, oh besok Lebaran,” kenang Sadino saat ditemui di kantor Airport Rescue and Firefighting (ARFF) Bandara Soekarno-Hatta Kamis lalu (9/2).

Kejadian itu merupakan salah satu di antara sekian insiden pesawat tergelincir yang ditangani tim Salvage. Sejak dibentuk pada 1995, tim tersebut sudah menangani lebih dari 20 insiden pesawat tergelincir. Tugas tim itu adalah mengevakuasi pesawat dari lokasi pendaratan yang melebihi runway ke tempat yang telah ditentukan.

Bukan hal mudah memindahkan burung besi berbobot 30–40 ton dari lokasi tergelincir. Namun, dengan pengalaman plus peralatan yang dimiliki, tim Salvage mampu mengevakuasi dalam waktu rata-rata kurang dari enam jam. Kemampuan itulah yang membuat tim tersebut dipercaya untuk menangani berbagai insiden.

Manajer ARFF Bandara Soetta Agus Maulana menuturkan, tim Salvage beranggota 48 personel. Umumnya, dalam satu insiden, ada 10–12 orang yang diterjunkan.

”Mereka ini kami rekrut dari tim rescue Bandara Soekarno-Hatta yang sudah senior,” tuturnya.

Standarnya bukan senior dalam hal usia, melainkan pengalaman, jam terbang, dan militansi. Mereka juga merupakan anggota yang paling disiplin di tim rescue bandara.

Tim Salvage merupakan bagian dari Divisi Security, Rescue & Firefighting (SRFF) Bandara Soekarno-Hatta. Sehari-hari, bila tidak sedang diterjunkan dalam tugas, anggota tim Salvage kembali ke satuan masing-masing di SRFF.

Untuk masuk tim Salvage, mereka harus menjalani latihan khusus terlebih dahulu. Mereka setidaknya harus menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) selama satu bulan.

Ada beberapa pesawat tergelincir yang dievakuasi tim Salvage. Antara lain pesawat Adam Air di Bandara Hang Nadim Batam pada 2004, kemudian Lion Air di bandara yang sama pada 2009.

Ada pula pesawat Sriwijaya Air di Bandara Soetta dan Batik Air di Bandara Adisutjipto pada 2015. Yang terbaru, pesawat Garuda Indonesia di Bandara Adisutjipto 1 Februari lalu. Pesawat terbesar yang pernah ditangani tim Salvage adalah Boeing 737-900.

Apa saja yang dilakukan tim tersebut? Sunyoto, kepala Dinas Building Fire Protection ARFF yang juga anggota senior di tim Salvage, menjelaskan bahwa timnya bekerja dengan sangat hati-hati. Sebelum memulai penanganan, selalu ada rapat dengan seluruh pihak terkait untuk memutuskan metode yang akan digunakan.

Tim Salvage tiba di lokasi, lalu melakukan assessment di TKP berdasar kondisi pesawat. Tim memperkirakan tingkat kerusakan, kemudian menganalisis beberapa alternatif metode evakuasi. Juga menganalisis jalur evakuasi terbaik ke titik yang telah ditentukan.

”Setelah itu, saya rapat dengan KNKT, maskapai, bandara, dan lain-lain, sementara anggota saya menyiapkan peralatan,” tuturnya.

Setelah metode evakuasi disepakati, barulah tim mulai bekerja. Kunci utamanya adalah ketepatan dan kecepatan. Kerja tim tidak boleh keliru. Jangan sampai timbul kerusakan baru pada pesawat saat proses evakuasi. Kemudian, tim juga diburu waktu karena beberapa kejadian membuat bandara harus ditutup.

Agus menambahkan, kecepatan kerja tim tidak hanya ditentukan oleh pengalaman. Tapi juga ketersediaan peralatan pendukung. Ketika berangkat, tim Salvage biasa membawa beberapa peralatan seperti airbag inflatable untuk kelas 40 ton. Kemudian, ada air control system, sling, hingga tali (rope). Tidak lupa track atau landasan portabel untuk media menarik pesawat.

”Ukuran masing-masing 2×1 meter dengan berat 72 kilogram. Kami punya 47 buah,” urainya.

Salah satu metode evakuasi, misalnya, badan pesawat diangkat terlebih dahulu dengan airbag, lalu di bawah roda dipasangi track. Setelah itu, barulah pesawat bisa ditarik.

Peralatan-peralatan itu diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta bersama dengan para anggota tim.

”Kalau bandara masih bisa beroperasi, kami mendarat di bandara TKP. Tapi, kalau ditutup, kami divert,” tutur Agus.

Peralatan didaratkan di bandara terdekat, lalu dibawa melalui jalur darat. Meskipun demikian, harus tetap ada peralatan pendukung di tiap daerah bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Hanya, setiap insiden memiliki tantangan yang berbeda. Sunyoto, anggota lain tim itu, pernah terlibat penanganan insiden pesawat Kalstar di Bandara El Tari, Kupang, pada Desember 2015. Karena peralatan pendukung dari daerah sulit didapatkan, munculah ide kreatif.

Kebetulan, roda pesawat bagian kanan patah. Akhirnya, dibuatlah rel darurat agar badan pesawat tetap bisa ditarik tanpa roda.

”Itu evakuasi paling lama. Kami butuh waktu seminggu,” tutur ayah empat anak tersebut.

Lain lagi dengan yang terjadi di Gorontalo. Ketika akhirnya pesawat berhasil dikeluarkan dari TKP, traktor yang akan digunakan untuk menarik pesawat tidak mampu.

”Jadi, dibantu pakai tenaga orang. Ada mungkin 200 orang, sampai kapten dan kopilot ikut mendorong,” timpal Sadino, lantas tertawa.

Pengalaman dan kreativitas itu pada akhirnya membuat tim Salvage dipercaya untuk menangani berbagai macam insiden.

Meskipun demikian, tidak jarang para pihak terkait terkecoh dengan penampilan para anggota tim Salvage. Bagaimana tidak, badan para anggota tim itu tidak bisa dikatakan gagah layaknya pasukan khusus TNI. Bahkan, sebagian di antara mereka kurus seperti Sunyoto dan Sadino.

Ketika mereka tiba, tidak jarang pihak bandara atau petugas maskapai yang belum mengenal mengernyitkan dahi.

”Kok badannya kecil-kecil,” ucap Sunyoto, lantas terkekeh.

Mereka baru percaya setelah ditunjukkan lisensi yang dimiliki tim Salvage.

Lisensi itu memang menjadi syarat utama tim Salvage. Tidak semua anggota tim ARFF Bandara Soetta bisa menjadi anggota tim Salvage. Anggota tim Salvage yang lulus diklat akan mendapatkan lisensi dari Kemenhub. Lisensi itulah yang menandakan bahwa mereka memiliki kualifikasi untuk menangani insiden pesawat tergelincir.

Selama satu bulan, para anggota tim Salvage dibekali berbagai pengetahuan dan simulasi penanganan pesawat tergelincir. Mulai pengenalan jenis pesawat, penentuan posisi, pemindahan pesawat, hingga beberapa ilmu lain. Namun, tidak jarang di lapangan tim mendapati sesuatu yang benar-benar berbeda. Di situlah pengalaman yang berbicara.

Sebagai gambaran, hampir separo anggota tim Salvage berusia 40–55 tahun. Selebihnya 40 tahun ke bawah. Usia tidak pernah menjadi kendala karena selama ini tim tersebut mengandalkan pengetahuan, pengalaman, dan tentu saja militansi tim rescue.

Menjadi bagian tim Salvage berarti siap menantang risiko. Sadino menuturkan, saat awal-awal tim tersebut terbentuk, nyawanya hampir terancam karena sling yang digunakan untuk menarik pesawat putus. Padahal, dia berada di jalur sling itu.

”Waktu itu saya lihat sling ada tanda-tanda akan putus. Langsung saya lari, menghindar sejauh-jauhnya sebelum benar-benar putus,” tuturnya.

Sejak itu, personel selalu mengambil posisi berlawanan dari jalur sling.

Risiko lain adalah kehilangan waktu bersama keluarga secara mendadak. Sebagaimana tim rescue pada umumnya, para anggota tim Salvage harus siap jika sewaktu-waktu ada tugas. Bahkan bila harus berangkat tengah malam atau saat jadwal libur.

Bila sudah begitu, keluarga pun harus siap ditinggal untuk sementara.

”Pernah istri saya tanya, ’Harus malam ini ya, nggak bisa menunggu besok?’” kenang ayah tiga anak itu.

Namun, akhirnya keluarga juga bisa memahami. Bahkan, istri Sadino kini langsung tanggap dengan menyiapkan keperluannya bila mendadak ada panggilan.

Lain lagi ceritanya bila panggilan tugas itu datang saat jam dinas. Tidak ada lagi waktu pulang untuk menyiapkan bekal. Beberapa kali Sadino berangkat hanya bermodal baju dinas yang melekat di badan.

”Bisa dibayangkan beberapa hari tidak ganti baju, tidak ganti dalaman,” ucapnya, lantas tertawa.

Ke depan, tim Salvage memiliki rencana untuk berlatih bersama tim serupa yang dimiliki PT Angkasa Pura I di Bandara Juanda. Dengan begitu, akan semakin banyak petugas yang memiliki kemampuan evakuasi dengan cepat dan tepat.

(bayu putera/c11/ang/sep/JPG)

9 Formasi Open Biding Masih Kosong Pelamar

0

batampos.co.id – Hari pertama pendaftraan lelang jabatan (open biding) yang dibuka Pemko Tanjungpinang, Senin (13/2) belum ada pelamar. Padahal Tim Panitia Seleksi (Pansel) dan Tim Assesment dari Jakarta telah bersiaga untuk menerima berkas pelamar di Kantor Walikota Tanjungpinang.

“9 Formasi masih kosong pelamarnya. Tapi kami tetap siaga di Kantor Walikota Tanjungpinang,” ujar Ketua Tim Pansel, Riono saat ditemui di ruangannya.

Formasi jabatan yang diseleksi, kata Riono, sebanyak sembilan kursi. Namun formasi itu ada yang diperuntukan bagi pejabat dari kabupaten/kota dan provinsi maupun TNI dan Polri serta dikhususkan internal Pemko Tanjungpinang.

“Untuk umum disediakan empat formasi. Sedangkan khusus internal ada lima formasi,” katanya.

Khusus untuk internal, lanjut Riono, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan (PRKPKP), Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), serta Staff Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum, dan Kemasyarakatan.

Sedangkan untuk pejabat dari kabupaten/kota dan provinsi maupun TNI dan Polri, sambung Riono, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan,

“Satpol PP boleh diisi dari kalangan TNI maupun Polri. Minimal pangkatnya, AKBP untuk polisi sedangkan TNI Letkol. Kalau Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan bisa dari instansi vertikal,” jelasnya.

Masih Riono, pendaftaraan Open biding akan dibuka selama 15 hari. Dari 13 Februari sampai 7 Maret. Bagi pejabapejabat yang berminat, sambungnya, diminta segera mendaftarkan diri. Namun harus disertai kelengkapan berkas persyaratannya.

“Satu pejabat boleh daftarkan beberapa formasi. Tapi satu formasi hanya kita ambil tiga pejabat saja,” ungkapnya. (ary)

High Love, Permen Coklat yang Diyakini Meningkatkan Gairah di Ranjang

0

batampos.co.id – Cokelat dikenal sebagai kudapan untuk meningkatkan rasa rileks dan bahagia karena mengandung endorfin.

Pertanyaannya, betulkah cokelat dapat meningkatkan gairah di ranjang?

Dilansir Pop Sugar, Minggu (12/2) di Amerika Serikat, ada cokelat yang mengandung bahan afrodisiak yaitu bahan peningkat libido atau gairah seksual. Perusahaan Cokelat 1906 di Amerika Serikat memproduksi cokelat perdananya yang mengandung afrodisiak. Namanya, High Love.

Cokelat ini cukup menggebrak pasar sebagai stimulan seksual. Cokelat ini berbentuk permata dengan bahan afrodisiak dan muira puama yang dikenal sebagai Viagra dari Amazon, Yohimbe dari Afrika Barat, dan Damiana yang menjadi favorit masyarakat Aztec kuno.

Cokelat ini dijamin sudah teruji dan menawarkan dosis rendah pada 5 miligram tetrahydrocannabinol (THC) atau setara dengan segelas anggur. Bahan-bahan ini secara ilmiah telah diformulasikan dengan dosis yang akurat.

High Love saat ini tersedia untuk pembelian di apotek di Colorado. Perusahaan cokelat 1906 berencana untuk memperluas ke California secepatnya sampai populer di tahun 2018.

Untuk saat ini, pembeli di Colorado dapat membeli tiga paket sebesar 14 USD, 24 USD, dan 44 USD untuk satu lusin. Siapapun pasangan yang mencobanya sudah mengikuti dosis sesuai aturan pemakaian. (cr1/JPG)