Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 8969

Penengahan Bea Cukai Kota Batam Didominasi Barang Pornografi

0

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam mencatat, selama 2021 atau hingga September, sudah menindak
375 kasus penyelundupan barang.

Kasus ini didominasi penegahan barang pornografi dan sex toys sebanyak 139 kasus.

”Sejauh ini penegahan terhadap sex toys memang pada saat lewat perbatasan, banyak juga ditindak melalui barang kiriman melalui PJT (Perusahaan Jasa Titipan),” ujar Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, M. Rizki Baidillah, Rabu (20/10/2021).

Ia menjelaskan, penegahan sex toys tersebut sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 48/M-DAG/PER/7/2015 tentang Ketentuan Umum di Bidang Impor.

Ilustrasi. Kantor Bea Cukai Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Ia menegaskan, Bea Cukai Batam terus berkomitmen untuk menjalankan fungsi community protector (pelindung masyarakat) dengan melakukan pengawasan terhadap peredaran barang-barang yang berbahaya dan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

”Untuk barang-barang yang sudah di toko atau sudah dalam daerah pabean Indonesia, kita tidak cukup kewenangannya (menindak). Kecuali kena cukai, yang peredarannya pun diawasi oleh BC,” katanya.

Menurut Rizki, penindakan langsung ke toko maupun distributor sex toys tersebut, nantinya akan membuat pihak BC kesulitan.

”Seperti pernah penindakan HP di toko dan distributor. Tapi saat di pengadilan kita kalah, karena itu tadi, kewenangannya belum
sampai sana. Ada kewenangan institusi lain,” tutupnya.

Selain menegah sex toys, belum lama ini BC Batam juga berhasil menindak penyelundupan barang kena cukai seperti rokok dan minuman keras (miras). Nilainya cukup tinggi, mencapai Rp 65,8 miliar.(jpg)

Cerita Vaksinator di Batam, “Kami Juga Takut Jarum Suntik”

0

Wajahnya sempat pucat ketika melihat jarum suntik hendak dimasukkan ke lengan kirinya. Ia bahkan meminta agar penyutikan dilakukan secara perlahan oleh vaksinator.

Padahal dirinya sendiri adalah tenaga medis yang juga ditugaskan untuk menyuntikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

Messa Haris – Batam

batampos.co.id – Ia langsung menarik napas panjang ketika diminta menuju kursi salah seorang vaksinator. Dengan langkah berat, ia memberanikan diri mendekati meja tempat vaksinasi dilakukan.

Ia bahkan sempat meminta kepada rekan seprofesinya untuk memberikannya kesempatan untuk menarik napas sebelum menyuntikan vaksin Covid-19 kepadanya.

Ia adalah Ellyna. Salah seorang tenaga medis di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. Meski berprofesi sebagai tenaga kesehatan, bukan berarti tidak memiliki rasa takut saat hendak divaksin.

Ia menceritakan saat pertama kali hendak divaksin, dirinya harus melawan rasa takut didalam dirinya. Bahkan ia sempat meminta kepada rekan seprofesinya untuk menunggu beberapa saat sebelum menusukkan jarum suntik ke lenggan kirinya.

“Saya bukan takut divaksinnya atau efek dari vaksin, tapi takut sama jarum suntiknya,” kata Ellyna, saat ditemui batampos.co.id di kegiatan vaksinasi Covid-19 yang digelar Pikori BP Batam pada awal Oktober lalu.

Ellyna mengungkapkan, bukan hanya dirinya saja yang takut dengan jarum suntik, tapi hampir semua tenaga medis memiliki ‘kegerian’ sendiri ketika hendak disuntik.

“Kami (tenaga kesehatan,red) juga takut sama jarum suntik. Tanya aja kalau nggak percaya,” paparnya.

Vaksinator RSBP Batam, Ellyna, saat melayani vaksinasi Covid-19 di Asrama Haji Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Ia mengatakan, ketika dirinya hendak divaksinasi untuk pertama kali, ia bahkan tidak berani melihat jarum suntik.
Meski kerap melakukan tindakan medis kepada para pasien di rumah sakit, bukan berarti dirinya dapat ‘bersahabat’ dengan jarum suntik.

“Waktu mau divaksin itu saya bilang sama teman saya, tunggu dulu ya tunggu dan itu rata-rata dirasakan hampir sama semua tenaga kesehatan,” ujarnya sembari tersenyum.

Ellyna mengutarakan, rasa takutnya akan jarum suntik hilang ketika vaksinasi tahap kedua. Ia mengaku lebih percaya diri setelah vaksinasi pertama.

“Habis divaksin pertama ternyata rasanya begini to, ya sudah. Habis itu tak ada rasa takut lagi,” tuturnya.

Ellyna mengatakan banyak suka duka yang dirasakannya menjadi seorang vaksinator.

Sukanya kata dia, sangat senang dapat terlibat dalam kegiatan vaksinasi yang merupakan program pemeritah untuk menekan laju Covid-19.

Selain itu lanjutnya, ketika pemerintah memiliki vaksin yang berfungsi untuk menambah daya tahan tubuh, tenaga medis menjadi prioritas.

“Saya terlibat sejak awal vaksinasi digelar di Batam dan menjadi kebanggaan bagi saya bisa terlibat pada kegiatan ini,” katanya.

Sementara duka yang dihadapinya adalah banyaknya penolakan masyarakat terhadap vaksin Covid-19. Terutama saat pertama kali vaksinasi dihelat untuk masyarakat luas.

Kata dia, berbagai alasan disampaikan masyarakat ketika hendak divaksin. Mulai dari takut disuntik hingga efek samping setelah divaksin.

Dirinya bahkan harus beberapa kali menyosialisasikan manfaat vaksin bagi kesehatan kepada masyarakat langsung di lokasi.

“Dulu sebelum masyarakat suka rela untuk divaksin seperti sekarang, kami (tenaga kesehatan,red) sering menyampaikan kepada warga kalau vaksin ini baik untuk imun tubuh. Itu kita lakukan sesaat sebelum vaksin,” ujarnya.

Namun lanjutnya, saat ini keadaan berbalik 360 derajat. Masyarakat justru sukarela mendatangi lokasi vaksinasi. Hal itu lanjutnya sangat mempermudah tugas dan tanggungjawab para vaksinator.

Ia berharap pandemi Covid-19 dapat segera berakhir dengan tingginya minat masyarakat untuk divaksin.

“Sekarang ini rata-rata saya bisa memvaksin 60 sampai 100 orang perhari,” paparnya.

Batam Turun Level

Tingginya capaian vaksinasi di berdampak positif bagi Kota Batam yang awalnya ditetapkan untuk menjalankan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, kini sudah turun menjadi level 1.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, sejak Covid-19 melanda, Pemko Batam memang mambatasi kegiatan-kegiatan atau pertemuan dengan masyarakat.

Kepala BP Batam/Wlai Kota Batam, Muhammad Rudi, meninjau kegiatan vaksinasi yang digelar Pikori BP Batam di Asrama Haji, Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Karena itu pihaknya bersyukur jumlah kasus Covid-19 di Kota Batam saat ini sudah turun.

“Tapi ingat, Covid-19 belum selesai. Kita masih harus terus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Rudi, Selasa (19/10/2021).

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah pusat telah menetapkan Kota Batam PPKM Level 1. Namun lanjutnya, Covid-19 masih ada dan mengingatkan masyarakat untu tetap menerapkan itu protokol kesehatan.

Rudi juga mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan survei imun atau kekebalan masyarakat terhadap Covid-19. Pasca dilakukan vaksinasi yang dilakukan Pemko Batam.

Dengan survei tersebut, pihaknya ingin mengetahui tingkat imun masyarakat Kota Batam. Dengan demikian tentunya dapat menjadi pertimbangan bagi Pemko Batam kebijakan apa yang harus dilakukan ke depan.

“Pada intinya kita ingin bagaimana Covid-19 ini bisa hilang dari Kota Batam dan jangan sampai terjadi gelombang yang ke tiga,” katanya.

Ia juga menargetkan pada akhir tahun ini Batam bisa menyukseskan vaksinasi 100 persen, minimal untuk dosis satu.

Tercatat hingga 14 Oktober 2021, sudah 84,12 persen atau 763.238 masyarakat Kota Batam yang divaksin dosis 1 dari total sasaran 907.317 orang.

Sedangkan dosis kedua sudah mencapai 60,97 persen atau sekitar 553.224 orang.

Presiden Apresiasi Capaian Vaksinasi di Batam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepri khususnya Kota Batam, karena capaiannya tertinggi dibandingkan daerah lainnya di Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi saat kegiatan Vaksinasi Merdeka Serentak melalui virtual.

Presiden meminta agar vaksinasi terus dilakukan hingga capaiannya di seluruh Indonesia minimal 70 persen masyarakat yang divaksin.

“Kepri memang yang termasuk tertinggi, habiskan vaksin yang ada saat ini. Kalau kurang nanti saya tambah,” kata Jokowi, Rabu (22/9/2021) lalu.

Presiden mengatakan, meskipun capaian vaksinasi sudah tinggi di Kepri, protokol kesehatan harus terus dilakukan.

Ia meminta agar masyarakat tidak kendor dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Gunakan selalu masker, jalankan terus protokol kesehatan,” katanya.(*)

Pemerintah akan Ubah Pandemi jadi Endemi, Ini Persiapannya

0

batampos.co.id – Pemerintah saat ini sedang menyusun road map dari pandemi menuju endemi sebagai upaya mengendalikan laju penularan Covid-19. Hal ini juga demi mengembalikan aktivitas masyarakat secara normal.

Tahap awal bagi masyarakat adalah dengan melakukan percepatan vaksinasi, mendisiplinkan kebiasaan memakai masker, menjaga kesehatan tubuh dengan gaya hidup sehat dan selalu menjaga protokol kesehatan secara ketat.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto pun menjelaskan sejumlah tahapan persiapan yang perlu dilakukan dalam menyusun road map dari pandemi menjadi endemi.

“Tahap persiapannya yaitu preventif nya harus kuat misalnya vaksinasinya harus 70 persen, prokes tetap berjalan dengan baik menjadi kebiasaan dalam perilaku masyarakat, kemudian program 3M dan 3T dapat dijalankan oleh petugas-petugas yang kompeten dan bisa dipercaya, itulah saya kira kita sudah memasuki masa persiapan dan transisi,” ucapnya, Rabu (20/10).

Agus juga mengutarakan, persiapan memasuki masa transisi dan hidup berdampingan dalam situasi Covid-19, yaitu selalu menjaga protokol kesehatan secara ketat dan menyesuaikan hidup dengan kebiasaan baru.

“Apa yang dikatakan hidup berdampingan dalam situasi Pandemi Covid-19 yaitu kita harus menyesuaikan dan menyadari situasi hidup bersama Covid-19 dengan menjaga prokes secara ketat dan memasuki endemi, kita dapat mengontrol keduanya dengan semua ilmu yg kita keluarkan harapannya kita akan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah sampai sekarang telah berupaya semaksimal mungkin membantu perekonomian masyarakat melalui stimulus kebijakan fiskal untuk kelompok menengah ke bawah berupa berbagai program bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat.

“Stimulus kebijakan fiskal untuk kelompok menengah kebawah yang menjadi fokus pemerintah melalui bantuan sosial maupun bantuan lainnya yang tujuannya mempertahankan mereka untuk tetap bisa hidup, kemudian mempertahankan mereka untuk tetap bisa menggerakkan ekonomi dibawah dan itulah yang mempunyai resiliensi yang kuat di masa pandemi. Karena resiliensi ditingkat bawah itu sangat penting, kalau tidak ditangani dengan baik maka bisa terjadi kekacauan,” tandas Agus.(jpg)

Ketentuan Umrah: Karantina 6 Hari, Swab PCR 4 Kali

0

batampos.co.id – Kemenag menggelar pertemuan dengan asosiasi travel atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) di Jakarta kemarin (19/10). Pertemuan berlangsung alot saat membahas durasi karantina.

Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Khusus Kemenag Nur Arifin membenarkan bahwa pembahasan masa karantina jamaah umrah berlangsung cukup alot. “Sebelumnya, karantina kepulangan adalah delapan hari. Sekarang jadi lima hari,” ujarnya.

Meski begitu, Arifin bersyukur rapat bisa diselesaikan dengan sejumlah kesepakatan. Salah satunya, menyepakati ketentuan karantina lima hari saat kepulangan jamaah umrah.

Kemudian, saat keberangkatan, disepakati hanya 1 x 24 jam jamaah menjalani karantina di Asrama Haji. Tujuannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, mulai vaksinasi Covid-19, vaksin meningitis, dan swab PCR.

Kesepakatan lainnya adalah penerbangan perdana. Satu pesawat diisi petugas travel umrah saja. Tujuannya sebagai simulasi. Jadi, pihak travel bisa menerangkan langsung kepada calon jamaahnya.

Kemudian, dalam skenario yang sudah disusun, jamaah umrah menjalani empat kali swab PCR. Yakni, saat karantina sebelum berangkat, menjelang kepulangan saat masih di Saudi, dan setiba di bandara di Indonesia. Lalu, pada hari keempat karantina sepulang umrah, jamaah kembali menjalani swab PCR.

Kalau hasilnya positif, jamaah harus melanjutkan masa karantina. Namun, jika hasilnya negatif, jamaah bisa kembali ke rumah masing-masing. Selama karantina, Asrama Haji menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi.(jpg)

Pushidrosal Lakukan Pemetaan di Laut Natuna Utara

0

batampos.co.id – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) tengah melaksanakan pemetaan bawah laut di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau. Mereka mengerahkan KRI Rigel-933 untuk melaksanakan operasi survei pemetaan hidrografi dan oseanografi di wilayah perairan yang berbatasan dengan Laut China Selatan itu.

Ketegangan yang belakangan terjadi di Laut China Selatan tidak lantas membuat mereka gentar menjalankan tugas. Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan menyampaikan bahwa survei dan pemetaan bawah laut merupakan tugas utama instansi yang dia pimpin.

“Tugas itu penting karena Pushidrosal bertanggung jawab membuat peta perairan Indonesia. ”Untuk menjamin keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Di Laut Natuna Utara, pihaknya melaksanakan operasi survei dan pemetaan untuk memperbarui peta perairan yang sudah ada. Agung memastikan, operasi tersebut berjalan lancar.

”Sekarang KRI Rigel-933 yang menjadi bawahan Pushidrosal melaksanakan survei di sana,” terang perwira tinggi bintang tiga TNI AL itu. Pembaruan peta perairan di Natuna Utara sangat penting sebab wilayah tersebut dilalui banyak kapal. ”Untuk keselamatan navigasi, maka perlu disurvei, di-update data yang paling terakhir,” tambah dia.

Karena itu, KRI Rigel-933 diperintahkan untuk melaksanakan operasi di Laut Natuna Utara. ”Nantinya setelah (pembaruan peta perairan Natuna Utara) jadi, diolah, disebarkan ke seluruh dunia melalui peta laut,” beber Agung.

Bukan hanya untuk kapal-kapal berbendera Indonesia, peta laut itu juga dibutuhkan oleh kapal-kapal asing. Apalagi Laut Natuna Utara juga berbatasan dengan wilayah perairan negara tetangga. Sehingga tidak jarang dilintasi kapal asing.(jpg)

Ibu Hamil-Menyusui Prioritas Vaksinasi Covid-19

0

batampos.co.id – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendukung pelaksanaan vaksinasi bagi anak, ibu hamil dan ibu menyusui sebagai upaya penanganan Covid-19. Kategori tersebut kini masuk dalam prioritas vaksinasi.

“Kita perlu bersyukur karena sudah ada vaksin Covid-19 untuk ibu hamil, ibu meyusui dan anak dari usia 12 tahun ke atas,” terang Menteri PPPA Bintang Puspayoga, baru-baru ini.

Menurutnya, dalam menyelesaikan pandemi Covid-19, semua pihak harus berperan bersama dan saling bergotong-royong. Mulai dari mentaati protokol kesehatan hingga melakukan vaksinasi yang masih banyak dipertentangankan di masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang ragu mendapatkan vaksinasi. Dari berbagai informasi, salah satu isu yang paling berkembang adalah keraguan dari sisi agama dan keamanan,” tuturnya.

Adapun, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Iris Rengganis pun menyampaikan bahwa melaksanakan vaksinasi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan anak sangat penting, terlebih adanya mutasi virus Covid-19 mulai bermunculan.

“CDC (Centers for Disease Control and Prevention) merekomendasikan vaksinasi untuk ibu hamil, karena ibu hamil menjadi salah satu individu dengan risiko gejala lebih berat jika terkena Covid-19,” sebutnya.

Memberikan vaksin untuk ibu hamil ini mempertimbangkan risiko terjadinya penyakit berat yang bisa dialami. Saran dilakukan vaksinasi adalah kehamilan dalam kondisi baik dan usia kehamilan ada di atas 12 minggu.

Sedangkan rekomendasi vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun, Iris menerangkan bahwa anak berisiko rendah, namun tetap penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di lingkungan keluarga.

“Sementara usia 12 tahun kebawah masih terus diteliti dan diharapkan kedepan akan mendapat hasil terbaik bagi anak,” imbuhnya.

Perlu diketahui juga, untuk dapat membatasi penyebaran virus, hal utama yang harus dilakukan adalah menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. (jpg)

Travel Umrah Tetap Keberatan Aturan Karantina

0

batampos.co.id – Pertemuan Kementerian Agama (Kemenag) dengan asosiasi travel umrah berlangsung alot. Khususnya saat membahas tentang durasi karantina sebelum dan sesudah perjalanan umrah. Meski sudah dikurangi, travel umrah tetap keberatan dengan kebijakan karantina itu.

Aspirasi keberatan adanya karantina tersebut diantaranya disampaikan pendiri Perkumpulan Travel Umrah Haji Indonesia (Patuhin) Muhammad Dawood. Pria yang juga pemilik Riau Wisata Travel itu menilai aturan karantina memberatkan jamaah umrah. “Jamaah sudah divaksin, kenapa mesti karantina,” katanya di Jakarta Rabu (20/10).

Dawood mengakui bahwa hasil pertemuan antara Kemenag dengan asosiasi travel ada beberapa kesepakatan. Diantaranya karantina sebelum berangkat umrah cukup 1×24 jam dari sebelumnya 3×24 jam. Kemudian karantina saat tiba dari Umrah 5×24 jam dari sebelumnya sampai 8×24 jam.

Dia menjelaskan ketentuan karantina tersebut bisa diterima saat pemberangkatan umrah masih tahap ujicoba. Yaitu untuk para petugas dari travel umrah saja. Seperti diketahui kesepakatan lain pertemuan itu, penerbangan perdana umrah nantinya dikhususkan untuk orang-orang travel umrah dahulu. Tujuannya sebagai simulasi sebelum memberangkatkan jamaah umum.

Dawood juga menyampaikan keberatan adanya ketentuan pemberangkatan umrah satu pintu hanya dari Jakarta. Menurut dia wilayah Indonesia sangat luas. Sehingga aturan pemberangkatan satu pintu memberatkan jamaah. Sebab mereka harus keluar ongkos penerbangan lagi menuju Jakarta.

Apalagi Dawood mengatakan saat ini sejumlah bandara di luar pulau Jawa sudah kembali membuka penerbangan internasional. Kemudian soal asrama haji, di sejumlah daerah juga memiliki asrama haji. Jadi menurutnya penerbangan umrah satu pintu dari Jakarta saja sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Sebelumnya Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Khusus Kemenag Nur Arifin membenarkan bahwa pembahasan masa karantina jamaah umrah berlangsung cukup alot. ’’Sebelumnya karantina kepulangan adalah delapan hari. Saat ini sudah menjadi lima hari,’’ katanya.

Meskipun sempat berjalan alot, Arifin bersyukur rapat bisa diselesaikan dengan sejumlah kesepakatan. Diantaranya adalah travel umrah bersepakat ketentuan karantina lima hari saat kepulangan jamaah umrah.

Sementara itu saat keberangkatan disepakati hanya 1×24 jam jamaah menjalani karantina di asrama haji. Tujuannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Mulai dari pemeriksaan vaksinasi Covid-19, vaksin meningitis, dan swab PCR.(jpg)

Puluhan KRI dan Ribuan Personel TNI AL Siap Beraksi di Lingga

0

batampos.co.id – TNI AL akan melaksanakan latihan skala besar di Kepulauan Riau, tepatnya di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan, 33 KRI akan turut serta dalam latihan tersebut.

”Latihan operasi amfibi melibatkan unsur-unsur sistem senjata armada terpadu (SSAT),” terang Yudo.

Selain puluhan KRI, latihan tersebut juga melibatkan pesawat dan pangkalan-pangkalan TNI AL.

Yudo memimpin langsung tactical floor game (TFG) di Markas Komando Armada (Koarmada) I, Jakarta Pusat pada Selasa (19/10/2021).

ILUSTRASI: Prajurit TNI AL mengikuti upacara peresmian KRI Teluk Youtefa 522, di Dermaga Pondok Dayung,Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/7/2021). KRI Youtefa 522 merupakan kapal produksi dalam negeri yang dirancang dapat mengangkut MBT (Main Battle Tank) jenis Leopard dan tank BMP-3F guna memperkuat sistem Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI AL. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos (group batampos.co.id) dari TNI AL, latihan tersebut juga akan melibatkan lebih dari tiga ribu personel TNI AL.

Sehingga latihan itu masuk kategori skala besar. Selain menguji keandalan personel, latihan tersebut juga dilaksanakan untuk memastikan kesiapan operasional dan keterpaduan komponen SSAT.

Dalam latihan tersebut Panglima Komando Armada (Koarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah ditunjuk sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Operasi Pendaratan Amfibi (Pangkogasgabfib).

Dia telah memastikan kesiapan seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan personel siap beraksi di Dabo Singkep melalui pengecekan kesiapan personel dan alutsista secara virtual.

Yudo pun menjelaskan latihan tersebut dilaksanakan setelah Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya tahun ini ditunda.

“Waktu itu sudah sampai di sini, sudah saya siapkan tinggal berangkat. Cuma karena Covid-19 waktu itu meningkat, sehingga saya tunda untuk semuanya (personel dan alutsista) TNI AL membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19,” bebernya.

Saat ini, dia menilai latihan yang sempat tertunda itu sudah bisa dilaksanakan.

Mantan panglima Koarmada I dan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I itu pun menyebut, latihan kali ini berfokus pada operasi amfibi.

“Melibatkan unsur sistem senjata armada terpadu. Jadi, mulai KRI, Marinir, pesawat, maupun pangkalan akan kami gelar bersama-sama. Ini adalah latihan puncak, akan kami libatkan nanti 33 KRI,” beber Yudo. Dalam latihan tersebut, hanya kapal selam yang absen dan tidak dilibatkan untuk turut serta.(jpg)

Kota Batam Level 1, Wakil Wali Kota: Tetap Taati Prokes

0

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bangga atas komitmen bersama semua pihak dalam menangani Pandemi Covid-19. Terlebih saat ini Kota Batam secara resmi telah berstatus level 1.

Amsakar mengatakan, tren penanganan yang baik ini harus dipertahankan, hingga Batam terbebas dari Pandemi Covid-19.

Kata dia, dalam praktiknya, Pemko Batam dengan Forkompinda terus berkoordinasi untuk menekan pandemi Covid-19.

“Masyarakat juga harus terus berperan. Tetap taati prokes, pakai masker, jaga jarak hingga sukseskan vaksinasi. Kita harus syukuri penanganan Covid-19 semakin baik, sekarang level 1 dan jangan sampai kita biarkan naik level lagi,” harap dia.

Ia menjelaskan, pemerintah bersama TNI-Polri tidak hanya fokus pada penanganan dan pencegahan, namun juga membantu masyarakat yang terdampak.

Berdasarkan data tim Gugus Tugas Covid-19, diketahui pada Selasa (19/10/2021) tidak ada penambahan pasien atau nol kasus Covid-19.

Secara keseluruhan total jumlah pasie Covid-19 di Kota Batam mencapai 25.814 orang. Dengan rincian 24.962 orang dinyatakan sembuh, 840 orang meninggal dunia dan 12 orang dalam perawatan.

Dari jumlah tersebut 7 orang menjalani isolasi mandiri, 2 orang dirawat di RS Awal Bro, 1 orang di RSUD Embung Fatimah dan 2 orang di RS Elisabeth Batam Kota.

Selain itu enam kecamatan di Kota Batam juga sudah masuk zona hijau, yakni: Batu Ampar, Belakang Padang, Sekupang, Bulang, Sagulung dan Sei Beduk.

Sementara enam kecamatan lainnya masih zona kuning, yakni: Batu Aji, Bengkong, Galang, Lubuk Baja, Batam Kota dan Nongsa.(*/esa)

Asrama Haji Siap Disewakan, BP Batam Pastikan Ruangan Setril dan Aman

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam berkomitmen untuk menjaga ruangan Asrama Haji dalam kondisi steril dan aman.

Sejumlah upaya sterilisasi dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kebersihan ruangan dapat dinikmati kembali bagi para penyewa.

Sehubungan dengan berakhirnya masa karantina terpadu bagi pasien berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Asrama Haji, Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam melaksanakan penyemprotan disinfektan di seluruh area Asrama Haji Batam Center, pada Senin (18/10/2021) siang.

General Manager Unit Usaha Hunian, Gedung, Agribisnis dan Taman, Herawan, mengatakan kegiatan preventif ini dilakukan pada Gedung Raudhah, Shafa, Marwah serta area selasar dan area manasik haji.

Selain itu lanjutnya, sarana pendukung seperti kamar, bangku taman, kursi tamu, dan area terbuka lainnya juga dilakukan penyemprotan secara maksimal.

Herawan mengatakan, penyemprotan disinfektan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan dukungan dari RSUD Embung Fatimah.

Petugas menyemprotkan disinfektan di selasar gedung Asrama Haji Kota Batam. BP Batam memastikan seluruh ruangan dan selasar di Asrama Haji Batam steril dan aman. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

“Tapi kami juga melakukan penyemprotan secara mandiri. Dan ini adalah disinfektan yang ketiga kalinya kami lakukan, mengingat kondisi Asrama Haji saat ini sudah kosong total,” ujar Herawan.

Selain menyemprotkan disinfektan, sesuai dengan program yang ada, BP Batam juga telah mengganti 387 tempat tidur baru untuk menambah kenyamanan dan keamanan calon tamu yang akan menginap di Asrama Haji.

Meski sempat dijadikan sebagai Instalasi Gawat Darurat (IGD) sementara karena meningkatnya jumlah pasien di IGD RSUD Embung Fatimah, penggunaan aula sendiri dikatakan Herawan tidak diperuntukkan bagi pasien OTG.

Petugas menganti tempat tidur di Asrama Haji. BP Batam mengganti 387 tempat tidur baru untuk menambah kenyamanan dan keamanan calon tamu yang akan menginap di Asrama Haji. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Meskipun sudah sempat disiapkan baik ruangan, tempat tidur, tabung oksigen dan ruangan khusus bagi nakes yang bertugas.

“Fasilitas tersebut tidak sempat digunakan seiring menurunnya jumlah pasien Covid-19 saat itu. Sehingga seluruh sarana prasarananya dikembalikan ke RSUD Embung Fatimah,” jelas Herawan.

Adapun proses penyemprotan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menyewa aula Asrama Haji, baik kegiatan pernikahan, rapat, atau pertemuan lainnya.

“Dengan status Batam yang saat ini  PPKM Level 1 sesuai Surat Edaran Wali Kota Batam, sudah banyak masyarakat menanyakan kesediaan ruangan untuk disewakan. Saat ini kami tengah berupaya optimal untuk memastikan kenyamanan dan keamanan calon tamu Asrama Haji, agar ruangan yang ditempati nantinya steril dan aman dari Covid-19,” pungkas Herawan.

Melalui kegiatan disinfektan ini, Herawan berharap para calon tamu maupun tenant tidak lagi merasa khawatir dan dapat melangsungkan kegiatan dengan nyaman di Asrama Haji Batam Center.

Ia juga berpesan untuk tetap menjaga protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, untuk mencegah penularan Covid-19 di Batam.(*)