Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 9223

Kembalikan Kehidupan Normal, Singapura Hentikan Hitung Kasus Covid-19

0

batampos.co.id – Singapura bisa menjadi salah satu negara pertama yang berhenti mencatat jumlah kasus Covid-19 setiap hari dalam upaya untuk mengembalikan kehidupan normal. Singapura memperlakukan virus Covid-19 seperti flu biasa.

Negara Asia Tenggara itu telah mencatat hanya 36 kematian sejak awal pandemi dengan menerapkan aturan ketat untuk mengekang tingkat infeksi. Para pejabat ingin membuang langkah-langkah menghitung jumlah infeksi setiap hari.

Sebuah cetak biru telah disusun oleh gugus tugas Covid-19 Singapura untuk mengakhiri 18 bulan pembatasan ketat guna memulihkan perjalanan bebas karantina dan pertemuan publik. Harapannya adalah membiarkan orang melanjutkan hidup mereka dengan menghapus aturan ketat dan tetap melakukan vaksinasi massal dan perawatan yang lebih baik.

“Bukannya memantau jumlah infeksi Covid-19 setiap hari, kami akan fokus pada hasilnya,” tulis Kementerian Perdagangan, Keuangan, dan Kesehatan kepada Straits Times.

“Berapa banyak yang sakit parah, berapa yang di ICU, berapa yang perlu diintubasi oksigen, dan sebagainya. Ini seperti bagaimana kita sekarang memantau influenza,” tegasnya.

“Kita tidak dapat memberantasnya, tetapi kita dapat mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti influenza, penyakit tangan, kaki dan mulut, atau cacar air, dan melanjutkan hidup kita,” ungkapnya.

Para pejabat di Singapura bertujuan untuk memberikan setidaknya dua pertiga dari populasi suntikan pertama mereka awal bulan ini, dengan jumlah yang sama sepenuhnya disuntik pada awal Agustus. “Bukti awal menunjukkan bahwa dengan vaksinasi, kita dapat menjinakkan Covid-19,” katanya.

Vaksin sangat efektif dalam mengurangi risiko infeksi serta penularan. Bahkan jika terinfeksi, vaksin akan membantu mencegah gejala Covid-19 yang parah. “Kabar buruknya adalah Covid-19 mungkin tidak akan pernah hilang. Kabar baiknya adalah mungkin bisa hidup normal dengannya di tengah-tengah kita,” tuturnya.(jpg)

Polda Kepri Hadirkan Gerai Vaksin Keliling

0

batampos.co.id – Polda Kepri menghadirkan gerai vaksinasi keliling untuk mendukung Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang dilakukan pada Selasa (6/7/2021) hingga selasa (20/7/2021) mendatang.

Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Darmawan, mengatakan, gerai vaksin keliling tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan.

Serta dapat mengendalikan penyebaran virus Covid-19 di kota dan kabupaten di Provinsi Kepri. Di antaranya yakni Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Natuna.

Polda Kepri menghadirkan gerai vaksinasi keliling untuk mendukung Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang dilakukan pada Selasa (6/7/2021) hingga selasa (20/7/2021) mendatang. Foto: Polda Kepri

″Kegiatan ini adalah bukti bahwa Polda Kepri benar-benar serius dan berupaya dalam penanggulangan Virus Covid-19 ini, dengan Target kita adalah 2.000 orang divaksinasi dan dilaksanakan setiap hari kerja selama satu bulan kedepan dengan target perharinya 50 sampai dengan 100 orang,″ ujarnya, saat melepas Gerai Vakin Presisi Keliling di wilayah Hukum Polda Kepri, Rabu (7/7/2021).

Wakapolda menjelaskan, saat ini juga telah terbentuk 23 gerai vaksin di Polda Kepri dan jajaran. Dengan pencapaian vaskin di gerai-gerai tersebut lebih kurang 2.508 dosis per hari.

“Tentunya dengan harapan dengan adanya gerai Vaksin keliling ini dapat mencapai target 70 persen masyarakat di Provinsi Kepri dapat terwujud,″ tuturnya.(*/esa)

Cerita Bernard Wibowo Menjadi Relawan Vaksinasi di Batam

0
Bernard Huang bersama istri saat menjadi relawan.

Tidak hanya tenaga medis, relawan juga sangat dibutuhkan tenaga dan dukungannya selama program vaksinasi Covid-19 di Batam. Mereka bertugas mengatur warga calon penerima vaksin, bagian pendaftaran hingga entry data. Satu diantaranya selebgram Batam, Bernard Wibowo, yang menyisihkan waktunya menjadi relawan program vaksinasi tersebut.

Ahmadi Sultan, Batam

SUASANA di Vihara Cipta Dharma Seipanas relatif ramai dari hari biasanya pada Minggu (4/7). Hari itu, masyarakat ramai datang untuk mendapatkan vaksinasi yang diselenggarakan Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (Magabutri). Bernard Wibowo mempersilahkan mereka duduk di kursi merah yang sudah disiapkan dan berjarak.

Bernard Wibowo mengatur alur warga yang menunggu giliran masuk area pendaftaran supaya tertib, memastikan mereka sudah mengisi formulir yang disebarkan sebelumnya dan melakukan pengecekan suhu tubuh warga. Sesekali Bernard Wibowo mengingatkan warga yang agak bandel karena memindahkan posisi kursi dan meminta tetap menjaga jarak.

Pria yang juga dikenal dengan nama Bernard Huang ini adalah salah satu relawan dari Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Batam yang bertugas hari itu. Di paguyuban IPTI yang concern pada kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi, Bernard menjabat sebagai humas. Makanya ia sangat aktif ikut dalam kegiatan sosial seperti program vaksinasi massal.

Sejak pagi, ia bertugas dan tak sedikit pun rasa lelah yang tampak diwajahnya. Padahal waktu makan siang sudah menjelang. “Vaksinasinya sejak pagi dan ada 1.300 orang yang divaksin. Sekarang (pukul 12.15 WIB) sudah 700-an yang sudah divaksin,” ujar Bernard di sela-sela waktu istirahat.

Ini bukan pertama kalinya pria yang juga dikenal sebagai influencer dan digital branding consultant ini menjadi relawan program vaksinasi di Batam. Setidaknya, Bernard sudah delapan kali menjadi relawan hingga Minggu (4/7). “Besok (Senin, red) ada vaskinasi lagi, jadi udah mau sembilan kali,” ungkapnya.

Bernard menjadi relawan sejak akhir Maret lalu, ketika pihak swasta ataupun paguyuban diperbolehkan melakukan program vaksinasi, Bernard sudah terjun sebagai relawan. Padahal, saat itu dirinya belum mendapatkan vaksin. Sebab, saat itu warga usia lanjut yang mendapat prioritas. Sementara ia baru berusia 33 tahun.

“Waktu itu ketua kita (IPTI) Hendra Asman menginfokan PSMTI membutuhkan relawan vaksin. Makanya itu aku ikut bergabung (sebagai relawan),” ungkap suami Novi ini.

Bersama relawan dari organisasi lain, Bernard menjadi relawan program vaksinasi yang diselenggarakan PSMTI di kampus UIB. Selama tiga hari berturut-turut ia mendedikasikan waktunya untuk jadi relawan, mulai 29 Maret hingga 1 April. Selama tiga hari, ia berhadapan dengan enam ribuan orang yang datang mendapatkan vaksin.

“Awalnya agak takut juga menjadi relawan karena akan bertemu banyak orang dan saya sendiri belum divaksin. Tapi saya tepiskan rasa takut itu. Dalam pikiran saya hanya ingin membantu orang lain,” kata pemilik akun Instagram @bernard_huangg ini.

Karena itu, Bernard termotivasi dan terus menerus jadi relawan. Di lain waktu, ia jadi relawan vaksinasi massal yang diselenggarakan Apindo Kepri di Puas Hati Batam Centre. Kala itu lebih dari tiga ribu orang yang divaksinasi.

Ia menjadi relawan di sela-sela kesibukannya bekerja sebagai Area Sales Manager wilayah Kepri di PT YHS dan content creator. Pada akhir pekan atau di hari biasa yang tak begitu sibuk ia menyisihkan waktunya untuk berkegiatan sosial.

Bernard bersama Sekretaris PMI Batam Asmin Patros.

Selama menjadi relawan, ia melihat antusias warga Batam untuk vaksinasi tinggi. Hanya saja, menurutnya, masyarakat kurang mendapatkan informasi dan edukasi tentang vaksin. Juga informasi pendaftaran vaksin, kapan dan di mana, serta informasi hoaks tentang vaksin.

“Banyak kabar hoaks beredar di berbagai media sosial yang menyebutkan vaksin ini nggak bagus, vaksin sana berbahaya. Padahal, ada beberapa tahapan sebelum warga disuntik vaksin oleh para petugas medis,” jelasnya.

Karena itu, berdasarkan pengalamannya, Bernard juga mulai sering menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang vaksin dan kegiatan vaksinasi lewat akun Instagram pribadinya yang memiliki 155 ribu follower.

“Warga juga perlu mengetahui efek setelah vaksin, apa yang harus dilakukan dan lain-lainnya. Ini perlu edukasi dan itu menjadi tugas kami,” ungkap Bernard.

Setiap postingan di Instagram pun banyak mendapat respon. Banyak yang bertanya soal vaksinasi. Terutama terkait jadwal vaksinasi. Usai vaksinasi, banyak warga yang menyampaikan dirinya telah divaksin dan berterima kasih atas informasi yang disampaikan Bernard.

“Sejak menjadi relawan hati tenang dan happy karena bisa bantu orang. Bisa mengedukasi mereka sehingga dari awalnya gak berani divaksin, jadi mau divaksin,” kata dia sembari tersenyum.

Tak hanya itu, menurutnya, berhasil mengajak orang untuk vaksinasi berarti menyelamatkan diri sendiri, orang lain, keluarga, rekan kerja, dan lingkungan. “Jadi ada kepuasan tersendiri menjadi relawan vaksinasi,” ujar ayah satu anak ini.

Namun bukan hanya cerita suka yang dialami Bernard ketika menjadi relawan. Sebagai palang pintu pertama di lokasi vaksinasi, Bernard juga mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan. Misalnya, ia dimarahi dan dimaki warga yang tidak terdaftar sebagai penerima vaksin, tetapi ngotot ingin divaksinasi. Meski begitu, Bernard tidak mengambil hati dan tetap semangat menjalankan tugas.

Sebenarnya, bukan kali ini Bernard terlibat dalam kegiatan sosial. Jauh sebelum pandemi melanda, ia bersama sang istri, Novi, sudah aktif melakukan kegiatan sosial di Batam. Pada akhir pekan, mereka mengunjungi panti asuhan atau panti jompo untuk menyerahkan bantuan. Namun rutinitas itu dihentikan sementara karena pandemi Covid-19.

“Dulu, sebelum pandemi, kami sudah sering melakukan bakti sosial. Mendatangi panti asuhan. Awalnya sendiri-sendiri kemudian bersama,” kata Novi yang juga turut menjadi relawan vaksin.

Novi juga lah yang mengajak dan mendorong Bernard untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial. Pasangan muda ini pun mengemukakan, ada kebahagiaan tersendiri setelah membantu orang lain. (*/uma)

Luhut: Mati Kita Kalau Lockdown

0

batampos.co.id – Koordinator PPKM Darurat wilayah Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan terkait asal usul pembelian beragam istilah pembatasan wilayah dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, hingga PPKM Darurat.

Luhut menjabarkan, PSBB diajukan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) kepada Pemerintah Pusat yang kemudian disahkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sementara, PPKM langsung dari pemerintah pusat yang berlaku langsung ke semua provinsi bahkan pada skala nasional.

“Makanya ada PPKM mikro ini nggak ada yang aneh, kita mau spot-spot aja yang kita buat. Apalagi keadaan darurat ini lebih besar lagi,” ujarnya dalam Podcast Deddy Corbuzier, Selasa (6/7).

Banyak pihak yang menginginkan adanya pembatasan wilayah secara penuh atau lockdown seperti yang dilakukan oleh negara-negara maju. Namun, Luhut kembali menegaskan bahwa keputusan lockdown tidaklah mudah.

Menurutnya, pemerintah selama ini berupaya memutar otak bagaimana menyeimbangkan antara menekan penularan Covid-19 dan menjaga agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berputar.

“Jadi, kita pikir-pikir bagaimana kita menyeimbangkan. Pertanyaan berikutnya belum tentu bisa kita lockdown. Jadi kita timbang-timbang lagi. Proses pengambilan keputusan itu tidak sesederhana, itu banyak pertimbangan-pertimbangan lain sebelum go,” pungkasnya.(jpg)

Penerbangan di Bandara Hang Nadim Belum Mengalami Peningkatan

0

batampos.co.id – Jumlah penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam pada semester I tahun 2021 masih belum mengalami peningkatan dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih terjadi di wilayah Indonesia.

Hingga semester I 2021, tercatat sebanyak 5.594 pesawat datang dan 5.592 pesawat yang berangkat, serta 352 penerbangan lokal.

Total pesawat di sepanjang Semester I 2021 adalah 11.538 pesawat. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar -9,82 persen jika dibandingkan pada 2020, di mana total pesawat pada tahun 2020 adalah 12.794 pesawat.

Adapun jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 555.166 dan penumpang yang datang tercatat sebanyak 557.167 penumpang, serta sebanyak 90.199 penumpang yang transit di Bandara Hang Nadim.

Akumulasi penumpang di Bandara Hang Nadim sepanjang Januari s.d. Juni 2021 adalah 1,2 juta penumpang atau mengalami penurunan -9,96 persen.

Maskapai penerbangan Batik Air melaju di landasan Bandara Internasional Hang Nadim. Jumlah penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam pada semester I tahun 2021 masih belum mengalami peningkatan dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih terjadi di wilayah Indonesia. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Sementara itu, kegiatan bongkar muat bagasi mengalami peningkatan secara y-o-y. Tercatat sebanyak 3 juta kg bongkar dan 4 juta kg muat, dengan total akumulasi 7 juta kg pada tahun 2021.

Sedangkan pada tahun 2020, tercatat sebanyak 2,5 juta kg bongkar dan 3,7 juta kg muat, dengan total akumulasi 6,2 juta kg. Total peningkatan sebesar 13,61 persen.

Aktivitas kegiatan bongkar muat barang transit turut mengalami peningkatan. Sebanyak 7 juta kg bongkar, 7 juta kg muat, dan 8.689 kg barang transit.

Akumulasi kegiatan barang di Bandara Hang Nadim tercatat 15 juta kg dengan total peningkatan 9,73 persen.

General Manager BUBU Hang Nadim Batam, Benny Syahroni, mengatakan, penurunan jumlah penumpang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Melihat perkembangan penyebaran Covid-19 yang belakangan ini sangat pesat menimbulkan dampak yang sangat besar. Selain itu beberapa aturan dari pemerintah yang memberlakukan pembatasan dan pengetatan syarat perjalanan dengan transportasi udara, juga memberikan dampak yang sangat besar terhadap penurunan jumlah penumpang,” ujar Benny.

Sedangkan meningkatnya jumlah kargo, dikatakan Benny, disebabkan meningkatnya kebutuhan barang-barang e-commerce saat pandemi covid-19.

“Selain itu beberapa barang-barang untuk keperluan industri di Batam juga menjadi salah satu faktor, karena dibawa dengan menggunakan pesawat cargo wide body,” kata Benny.

Melihat tren positif pengiriman kargo ini, ia berharap, perkembangan pergerakan barang melalui transportasi udara dapat lebih baik ke depannya.(*)

PPKM Mikro Diperketat, Trans Batam Batasi Jumlah Penumpang

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam membatasi jumlah penumpang selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Setiap angkutan diwajibkan mengisi setengah penumpang dari jumlah kuota.

”Memang dari awal Covid sudah dibatasi. Baik itu Trans Batam atau angkutan lainnya, harus mengisi setengah penumpang dari kuotanya,” ujar Kabid Lalu-Lintas Dinas Perhubungan Kota Batam, Edward Purba, Selasa (6/7).

Edward menjelaskan, untuk penumpang angkutan diberlakukan jaga jarak sejauh 1 meter. Kemudian, penumpang diwajibkan
menggunakan masker dan dilarang berinteraksi.

”Untuk pos-pos tertentu diberlakukan penyemprotan desinfektan dan disediakan tempat pencucian tangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto, mengatakan, selama pandemi, jumlah penumpang Trans Batam menurun hingga 50 persen. Per harinya rata-rata hanya 3.000-3.500 penumpang.

”Tidak dibatasi juga jumlah penumpang sudah jauh berkurang. Karena anak-anak tidak sekolah, dan ada beberapa perusahaan atau pekerja yang di-PHK (Putus Hubungan Kerja),” katanya.

Cipto menjelaskan, untuk bus besar Trans Batam dibatasi dari 80 penumpang menjadi 50 orang. Sedangkan bis kecil, dibatasi dari 50 penumpang menjadi 25 orang.

”Saat ini jumlah bis yang beroperasi hanya 80 persen dengan maksimal 10 ritase per hari. Jadi setiap setengah jam itu ada satu perjalanan,” ungkapnya.

Cipto menambahkan, untuk mengantisipasi penularan Covid, pihaknya menyediakan tempat pencucian tangan, alat pengukur suhu di enam halte, serta penumpang diwajibkan menggunakan masker.

”Harapan kami semoga pandemi ini cepat berlalu, dan ekonomi kembali normal,” tutupnya. (*/jpg)

Stok di Batam Menipis, Vaksinasi Dihentikan

0

batampos.co.id – Stok vaksinasi di Batam menipis. Hal ini membuat pelaksanaan vaksinasi terancam terhenti. Tingginya antusias masyarakat membuat Pemko Batam khawatir.

”Vaksin terbatas, tinggal seribu vial untuk 10 ribu orang. Kalau, hari ini (kemarin) tidak masuk kemungkinan, besok (hari ini, red) kami hentikan vaksinasi dulu,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat meninjau vaksinasi pelajar SMPN 62 Batam, di SDN 012 Tanjungbuntung, Bengkong, kemarin.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam, kata Amsakar, sudah meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri segera mengirim vaksin. ”Warga Batam antusias melakukan vaksinasi. Karena, banyak permintaan untuk melakukan vaksinasi. Ada yang sudah siap, tapi persediaan vaksin kita terbatas,” paparnya.

Di sisi lain, Gubenur Kepri, Ansar Ahmad, memberikan target vaksinasi harus tercapai di bulan Juli. Hal ini, kata Amsakar, akan sulit tercapai karena stok vaksin terbatas.

Sementara, Batam saat ini tengah fokus melakukan vaksinasi anak-remaja dan perusahaan. Begitu juga masyarakat umum. ”Kalau seperti ini untuk anak-anak saja tak cukup, lihat saja berapa ribu. Bagaimana, kami kejar target 50 persen atau 70 persen. Kami hanya konsentrasi pada anak dan perusahaan yang tidak dapat ditunda. Belum lagi masyarakat umum. Jadi, kami minta kepada provinsi. Kalau tak ada barang (vaksin) itu susah kami,” ucap Amsakar.

Menanggapi keterbatasan vaksin di Kota Batam, Wakil Gubenur Kepri, Marlin Agustina, mengatakan, akan menindaklanjuti permintaan tersebut. Karena, diakuinya stok di Kepri juga minim, mengakibatkan permintaan beberapa kota/kabupaten terhambat.

”Kami usahakan tidak ada kekosongan. Saya segera berkomunikasi dengan Dinkes provinsi mengenai persediaan vaksin ini,” ujar Marlin di lokasi yang sama.

Pemprov Kepri, tegas Marlin akan mengupayakan persediaan vaksin di Batam segera dikirim. Karena, hal ini bisa berdampak pada pencapaian target vaksinasi di Kepri yang gencar digaungkan Gubenur Kepri, Ansar Ahmad.

”Karena pencapaian target vaksinasi harus tercapai bulan (Juli) ini sesuai arahan Gubenur Kepri. Saya harap segera dikirim,” pungkas Marlin.(jpg)

Covid-19 Kian Mengganas, Bertambah 31 Ribu Kasus Sehari

0

batampos.co.id – Situasi Covid-19 di Indonesia memecahkan rekor ganda. Hari ini, Selasa (6/7) menyentuh rekor tertinggi dengan 31.189 kasus. Dari angka tersebut, kasus terbanyak terjadi di DKI Jakarta. Sementara Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta menyumbang angka kematian terbanyak. Kini total sudah 2.345.018 orang terinfeksi Covid-19.

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta pada hari ini, Selasa (6/7) menyumbang rekor tertinggi yakni 9.439 kasus. Paling fenomenal terjadi pada angka kematian. Dalam sehari ada 728 jiwa meninggal. Ini merupakan rekor jumlah kematian harian selama pandemi.

Angka kematian hari ini, Selasa (6/7) lebih tinggi dari Senin (5/7) yakni 558 jiwa, lebih tinggi dari Minggu (4/7) yakni 555 jiwa dalam sehari. Jumat (2) 539 jiwa meninggal dunia. Lalu Kamis (1/7) sebanyak 504 jiwa.

Angka kematian mencapai rekor tertinggi selama pandemi seiring dengan angka ketersediaan tempat tidur (BOR) di RS yang semakin penuh. Jawa Tengah mencatatkan kematian paling tinggi sebanyak 232 jiwa sehari. DKI Jakarta 137 jiwa. Jawa Timur 122 jiwa.

Angka kematian tak bisa dibendung sebab pasien sulit mendapatkan layanan fasilitas kesehatan karena BOR RS kian penuh. Apalagi saat ini tantangannya semakin kritis dengan langkanya pasokan oksigen di sejumlah RS.

Kasus aktif juga naik drastis yakni 14.598 kasus. Jumlah pasien aktif kini sebanyak 324.597 orang. Ada 183.053 spesimen yang diperiksa. Dan, ada total 136.765 orang yang diperiksa dengan metode TCM, PCR, dan antigen. Angka positivity rate mencapai 22,80 persen.

Sebaran positif harian tertinggi terjadi di DKI Jakarta 9.439 kasus. Jawa Barat 7.239 kasus. Jawa Tengah 4.048 kasus. Jawa Timur 1.808 kasus. Jogjakarta 1.386 kasus. Pasien sembuh harian bertambah 15.863 orang. Paling banyak kasus sembuh terjadi di DKI Jakarta sebanyak 6.100 orang. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 1.958.553 orang.

Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Tak ada provinsi di bawah 10 kasus. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus.(jpg)

Segini Jumlah Kunjungan Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Batam

0

batampos.co.id – Pandemi Covid-19 meluluhlantakkan segala sektor di Batam, terutama
sektor pariwisata. Badan Pusat Statistik (BPS) Batam mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kota Batam sepanjang Mei 2021 sebanyak 250 kunjungan.

Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan, jumlah kunjungan tersebut
mengalami kenaikan sebesar 16,82 persen jika dibandingkan kunjungan wisman selama April 2021 yang mencapai 214 kunjungan.

“Jika dibandingkan Mei 2020, jumlah kunjungan wisman ke Kota Batam naik sebesar 7,30
persen,” ujarnya, Senin (5/7/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Kenaikan jumlah kunjungan wisman Mei 2021 terjadi di pintu masuk ; Pelabuhan Feri Batam Center, Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Feri Nongsa Pura, dan Pelabuhan Feri Harbourbay.

Secara kumulatif Januari-Mei 2021, jumlah kunjungan wisman ke Kota Batam mencapai 1.230 kunjungan.

“Atau turun 99,59 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang capai 297.129 kunjungan,” tambah Rahmad.

Disebutnya, masih rendahnya jumlah kunjungan wisman ke Batam ini tidak lepas dari
pandemi Covid-19.

“Tidak hanya pariwisata, sektor lainnya ikut berdampak,” ungkap Rahmad.

Selain itu masih dibatasinya bepergian yang berlaku di sejumlah negara juga jadi penye-
bab masih rendahnya jumlah kunjungan wisman ke Batam.

Bahkan banyak negara yang memberlakukan larangan berpergian ke negara yang terdampak Covid-19.

Rahmad menyebutkan, wisman yang berkunjung ke Kota Batam pada Maret 2021 masih didominasi wisman berkebangsaan Singapura dan Malaysia dengan persentase sebesar 12,11 persen dan 5,53 persen dari total jumlah wisman pada Maret 2021.

Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau pada Januari 2020 rata-rata 20,92 persen atau naik 0,23 poin dibanding TPK Februari 2021 yang tercatat sebesar 20,69 persen.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Kepri pada Februari 2021 adalah 1,78 hari atau naik 0,27 poin dibanding dengan rata-rata
lama menginap tamu pada April 2021.(jpg)

SMAN 1 Batam Terima 252 Siswa yang Daftar 6.375 Orang

0

batampos.co.id – SMAN 1 Batam tetap menjadi primadona serta pilihan utama bagi masyarakat Batam. Antusias calon siswa untuk masuk ke SMA N 1 Batam terbilang tinggi.

Tercatat, sepanjang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), 6.375 calon siswa memasukkan berkas pendaftaran.

”Sampai hari terakhir PPDB berkas pendaftaran yang masuk 6.375,” ujar Ketua PPDB SMAN 1 Batam, Hanafi.

SMAN 1 Batam hanya membuka atau menerima tujuh rombel, dengan masing-masing rombel berisikan maksimal 36 orang siswa. Dengan Total siswa yang diterima 252 siswa.

”Tahun ini kami buka tujuh rombel,” ujarnya.

Hanafi mengatakan, adapun jalur masuk siswa terdiri dari jalur zonasi sebesar 65 persen,
afirmasi atau siswa tidak mampu 15 persen, perpindahan orangtua 5 persen dan jalur siswa prestasi sebanyak 15 persen.

”Tidak ada perbedaan PPDB tahun ini dengan tahun sebelumnya. Hanya saja jalur zonasi tahun ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. Dimana Tahun 2020 kemarin, jalur zonasi 50 persen sekarang jadi 65 persen,” tambah Hanafi.

Ia menyebutkan, siswa yang diterima di SMAN 1 diumumkan sesuai jalur penerimaan.  Para calon siswa dapat mengakses di website PPDB.

Apa yang menjadi keputusan panitia PPDB, kata dia merupakan hasil penerimaan sesuai jalur zonasi, jalur prestasi dan perpindahan sudah sesuai dengan SOP dan juknis pelaksanaan.

”Alhamdullillah tidak ada kendala, sampai hari ini berjalan lancar. Hanya saja banyak pendaftar yang mengeluh kenapa berkas yang ditolak,” ujar Hanafi, Senin (5/7/2021).

Hanafi membeberkan ada sebanyak 6.375 berkas pendaftar yang telah diterima pihaknya dari data operator PPDB.

Jumlah itu terdiri dari pendaftar jalur zonasi sebanyak sebanyak 5.045 orang. Sedangkan jalur prestasi ada sebanyak 745 orang dan jalur afirmasi sebanyak 212 orang.

Dari semua pendaftar, ini sebanyak 2.848 berkas yang ditolak pengajuan.

”Besok pendaftaran ulang akan kita mulai sampai tanggal 8 Juli mendatang,”kata Hanafi.

Banyak orangtua yang datang melayangkan protes ataupun aduan atas kegagalan anak
mereka masuk SMA Negeri 5 Batam.

Para orangtua ingin agar anak mereka kembali diterima di sekolah yang sudah mereka daftarkan sebelumnya itu.

”Tak sanggup pak sekolah di swasta, apalagi sedang ada wabah ini, berat rasanya. Kami masuk dalam zonasi sekolah ini juga, makanya kami datang ke sini (layangkan protes), agar ada solusi buat anak kami ini,” ujar Hasnah, orangtua siswa di SMAN 5
Batam.(jpg)