Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 9222

5 Negara Ini Mulai Berdamai dengan Covid-19, Indonesia Kapan?

0

batampos.co.id – Indonesia saat ini sedang darurat Covid-19 dengan total kasus aktif lebih dari 300 ribu. Total kematian pada Rabu (7/7) mencapai 1.040 jiwa dalam sehari menyusul menyebarnya varian Delta yang kali pertama ditemukan di India. Di saat Indonesia krisis, justru sejumlah negara sedang mencoba berdamai dan hidup normal berdampingan dengan Covid-19.

Dirangkum Jawapos.com, ada beberapa negara yang mulai menghapus pembatasan Covid-19 dan berharap bisa berdampingan dengan pandemi. Berikut negara-negara yang dimaksud.

1. Singapura
Ketika negara-negara di sekitar kawasan Asia-Pasifik memperketat pembatasan untuk mengekang potensi wabah varian Covid-19 Delta, Singapura justru menetapkan visi baru agar kehidupan kembali normal.

Peta jalan yang diusulkan oleh tiga anggota gugus tugas Covid-19 Singapura, akan menghapus penguncian dan pelacakan kontak massal dan memungkinkan untuk kembali ke perjalanan bebas karantina. Bahkan Singapura akan berhenti menghitung kasus Covid-19 harian.

“Kabar buruknya adalah bahwa Covid-19 mungkin tidak akan pernah hilang. Kabar baiknya adalah mungkin hidup normal dengannya di tengah-tengah kita,” kata Menteri Perdagangan Singapura Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong, dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung kepada Straits Times minggu lalu.

“Kita dapat mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti influenza, penyakit tangan, kaki dan mulut, atau cacar air, dan melanjutkan hidup kita,” ujarnya.

2. Inggris
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan bahwa sebagian besar pembatasan terkait penyebaran Covid-19 akan berakhir pada 19 Juli. Hari itu dijuluki Hari Kebebasan sebagai bagian dari tahap keempat dan terakhir dari peta jalan keluar dari penguncian.

Pembatasan awalnya ditetapkan untuk dihapus pada 21 Juni tetapi keputusan itu ditunda empat minggu karena pemerintah berharap untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dalam menghadapi varian Delta yang lebih menular. Lebih dari 86 persen orang dewasa Inggris telah menerima setidaknya satu dosis vaksin dan 64 persen telah diimunisasi penuh, tetapi variannya masih menyebar. Keputusan akhir untuk mengakhiri pembatasan Covid-19 akan dibuat pada 12 Juli.

“Kita harus menemukan cara baru untuk hidup dengan virus,” kata Johnson. “Pandemi ini masih jauh dari selesai dan pasti tidak akan berakhir pada tanggal 19 Juli,” jelasnya.

3. Thailand
Pada akhir 2020, Thailand memperkenalkan karantina golf dan visa jangka panjang untuk memulai kembali pariwisata internasional, tetapi gelombang kedua dengan cepat menghentikan upaya itu. Namun, sekarang tidak bisa menunggu lagi. Mulai 1 Juli, destinasi wisata pantai Thailand di Phuket mulai menyambut wisatawan yang divaksinasi untuk liburan bebas karantina, bahkan saat negara itu terus berjuang melawan gelombang ketiga Covid-19.

“Saya tahu ada beberapa risiko, tetapi ini adalah arah yang benar untuk Thailand,” kata Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha. “Sehingga orang dapat kembali mencari nafkah,” ungkapnya.

Menurut Bank of Thailand, otoritas moneter negara itu, turis asing biasanya menyumbang 11 persen dari PDB. Industri secara keseluruhan memberikan kontribusi untuk 20 persen dari pekerjaan Thailand. Kunjungan wisatawan yang telah mencapai hampir 40 juta pada 2019, hanya mencapai 26.000 dari Januari-April tahun ini.

4. Italia
“Sudah waktunya bagi Anda untuk memesan liburan Anda di Italia,” kata Perdana Menteri Italia Mario Draghi kepada pengunjung internasional pada Mei.

Draghi berharap untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata yang menyumbang 13 persen dari PDB Italia. Pada 2020, ketika pandemi Covid-19 mengakhiri sebagian besar perjalanan internasional, pendapatan pariwisata negara itu turun sekitar USD 113 miliar, dan keadaan masih jauh dari normal.

“Orang Italia pergi ke pantai atau gunung selama musim panas, dan di daerah itu, keadaan menjadi sedikit lebih baik,” kata pemilik hotel di Roma dan presiden cabang lokal lobi hotel Federalberghi, Giuseppe Roscioli.

5. Australia
Ketika jutaan warga Australia mengalami penguncian ketat minggu ini, Scott Morrison mengumumkan bahwa pemerintah masih mengerjakan rencana untuk transisi ke masa depan pasca-vaksinasi. Setelah target vaksinasi tercapai, para menteri berharap untuk menjaga agar virus Korona tetap terkendali dengan pengujian dan pengawasan.

Australia sedang mempertimbangkan empat fase. Namun tidak seperti Singapura, banyak detail tentang apa yang akan berubah di tahap selanjutnya masih dalam pengerjaan. Fase satu akan mencakup uji coba karantina rumah untuk pelancong yang divaksinasi, sementara fase dua akan mengurangi pembatasan termasuk kontrol perbatasan untuk warga Australia yang divaksinasi dan menggunakan penguncian hanya sebagai upaya terakhir.

Fase itu akan tergantung pada persentase populasi yang divaksinasi yang belum ditentukan. Tidak seperti tingkat vaksinasi Singapura yang tinggi, baru 7,92 persen penduduk Australia yang divaksinasi lengkap. Fase ketiga, Covid-19 dianggap seperti halnya flu musiman, lebih mirip dengan pendekatan Singapura. Fase terakhir adalah kembalinya perjalanan seperti kehidupan sebelum pandemi.(jpg)

RSKI Galang Nyaris Penuh

0

batampos.co.id – Daya tampung RSKI Galang nyaris terisi penuh. Jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan isolasi setiap harinya terus bertambah.

Tidak hanya pasien tanpa gejala, pasien gejala ringan hingga berat juga sudah menjalani perawatan disana. Tercatat, kemarin (7/7) ada tambahan 33 kasus yang masuk RSKI.

Kepala Penerangan Kogabwilhan-I, Kolonel Marinir Aris Mudian, dalam keterangannya mengatakan, pasien di RSKI mengalami penambahan. Akibatnya, daya tampung RSKI pun mulai terbatas. ”Iya, hari ini (kemarin, red) ada penambahan 33 orang pasien baru masuk. Mereka akan menjalani masa isolasi karantina Covid-19,” ujarnya.

Artinya, dengan penambahan 33 orang pasien kemarin, RSKI kini merawat 335 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Dan dengan adanya peningkatan itu, RSKI saat ini hanya dapat menampung 25 orang lagi. Dari total 335 pasien rawat, 227 pria dan 108 wanita.

Sebelumnya, Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, menyatakan pertumbuhan kasus Covid-19 harian di Batam masuk level membahayakan.

Ia mencontohkan, kasus per 7 Juli 2021 kemarin, angka positif kembali memuncak. Sesuai data Tim Gugus Tugas Covid-19, terjadi penambahan 367 kasus dengan jumlah kematian 7 orang. Secara kumulatif, masyarakat Batam yang terpapar virus Covid-19 telah mencapai 15.515 orang.(*/jpg)

Di Batam, Pedagang yang Terdampak PPKM Bisa Mengajukan Keringanan Pembayaran Pajak

0

batampos.co.id – Adanya pengetatan yang dilakukan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang.

Sehingga, dengan pengetatan itu berdampak bagi pedagang untuk membayar pajak dan retribusi.

Ketua Komisi II DPRD Batam, Edward Brando, mengatakan, sebelumnya presiden telah mengeluarkan imbauan kepada usaha yang terdampak Covid-19 tidak memutuskan
hubungan kerja karyawannya karena banyaknya pengeluaran, di antaranya pajak dan retribusi kepada pemerintah.

Sebab, jika ada sektor usaha yang tidak bisa membayar retribusi maupun pajak akibat
pandemi, maka tempat usaha tersebut bisa mengajukan keringanan dalam pembayaran pajak maupun retribusi.

”Memang sudah ada aturannya seperti itu. Masalah pajak dan retribusi ini mengikuti. Ada pendapatan, ada retribusi dan ada pajak. Turun pendapatan, turun juga retribusi dan pajak,” katanya.

Ia menjelaskan, pajak dan retribusi tidak bisa ditetapkan besarannya setiap bulan. Sebab, pajak dan retribusi akan mengikuti pada omzet suatu usaha.

Sehingga, jika omzet di suatu usaha turun, maka retribusi dan pajak juga akan ikut turun. Begitu juga jika omzet suatu usaha naik, maka retribusi dan pajak juga akan ikut naik.

”Namun apabila masih tetap ada omzet namun omzet itu kecil, ada kendala pembayaran. Maka ada dua pilihan. Memutuskan hubungan kerja atau mengajukan ke pemerintah untuk meminta keringanan,” ujarnya.

Dengan diberikannya keringanan, tentu berdampak pada pemerintah yang tidak bisa mendapatkan pemasukan dari pajak dan retribusi tempat usaha.

Namun di sisi lain, pemerintah tetap mendapatkan keuntungan dari perputaran ekonomi masyarakat. Sebab, jika ekonomi masyarakat berjalan, maka akan memberikan sumbangsih kepada daerah untuk menekan laju inflasi.

”Cuma kami tak mau dibenturkan memilih ekonomi atau kesehatan. Kita sepakat penanganan kesehatan tetap serius namun ekonomi juga tidak bisa dimatikan. Saya
pikir kita harus sepakat baik DPRD, Pemko maupun dari pemangku kebijakan semuanya, kita sepakat menegakkan PPKM itu namun ekonomi juga tetap berjalan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Komisi II DPRD Kota Batam siap memberikan bantuan kepada pelaku usaha untuk diberikan keringanan pajak dan retribusi.

”Tentunya ini bukan mengaku saja. Kalau memang kondisinya membutuhkan keringanan itu, kita akan bantu. Bantu dalam arti kata, usaha tetap berjalan, masyarakat juga bisa bekerja. Tapi dalam konteks bantuan juga bukan membantu orang yang salah,” imbuhnya.(jpg)

Di Singapura Disuntik Sinovac Dianggap Belum Vaksin

0

batampos.co.id – Singapura memperlakukan berbeda masyarakatnya berdasarkan suntikan vaksin Covid-19. Singapura tidak menghitung orang yang menggunakan vaksin Sinova dalam hitungan program vaksinasi nasional.

“Hanya orang-orang yang telah disuntik Moderna dan Pfizer saja yang tercermin dalam jumlah vaksinasi secara keseluruhan,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Singapura.

Penerima vaksin Sinovac termasuk dalam daftar imunisasi nasional yang tercatat oleh klinik. Hampir 2,2 juta orang telah secara resmi menyelesaikan rejimen vaksinasi mereka dan 3,6 juta telah menerima setidaknya satu dosis suntikan Moderna atau Pfizer menurut situs web kementerian.

“Sekitar 17 ribu telah menerima vaksin Sinovac,” imbuh juru bicara itu.

Singapura mulai mengizinkan beberapa klinik swasta untuk mengelola Sinovac pada 18 Juni, meski vaksin tersebut belum disetujui oleh regulator. Dua laporan efek samping yang tidak serius telah diterima pada 29 Juni.

Singapura melihat bukti bahwa vaksin mRNA seperti Pfizer dan Moderna lebih efektif dalam mencegah penyakit serius dan kematian, dan mereka juga dapat mengekang penularan.

Suntikan non-mRNA seperti Sinovac mampu mencegah penyakit akut atau kematian, tetapi dinilai mungkin kurang mampu menghentikan penyebaran virus. Beberapa orang yang memiliki reaksi alergi terhadap suntikan mRNA pertama mereka dapat memilih Sinovac melalui Rute Akses Khusus.(jpg)

Tanjungpinang dan Bintan Terancam Kekurangan Sembako, Penyebabnya….

0

batampos.co.id – Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, dirinya mendapatkan laporan dari sejumlah pengusaha sembako di Batam terkait adanya penegasan bahwa sembako di Batam dilarang dikirim ke Bintan dan Tanjungpinang.

Padahal menurut Rudy, sebagian sembako di Pulau Bintan ini disuplai lewat Batam.

“Apabila ini benar dilakukan, maka akan mengganggu stabilitas sembako dan harga-
harga sembako yang tersedia sekarang ini,” ujar Rudy Chua, Rabu (7/7/2021) di Tanjungpinang.

Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, kebutuhan sembako di Tanjungpinang dan Bintan sebagian disuplai langsung dari Jakarta.

Namun selama ini, sebagiannya lagi melalui Batam. Seharusnya pihak-pihak terkait melihat secara keseluruhan, bukan hanya tentang stabilitas di Batam saja, sehingga mengorbankan daerah-daerah sekitar yang turut bergantung di sana.

“Terkait laporan ini, saya juga sudah sampaikan langsung ke gubernur. Karena perlu ditelusuri kebijakan penghentian pengiriman sembako tersebut dari pihak mana,” jelas Rudy.

Pembina Ikatan Muda Tionghoa (ITM) Provinsi Kepri mengkhawatirkan, apabila kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka akan menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

Apalagi disituasi pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung sekarang ini. Seharunya semua pihak bahu-membahu menjaga situasi dan kondisi tetap aman, sehingga bisa saling menguatkan.

“Persoalan ini harus segera disikapi oleh pihak-pihak terkait. Dan harus dibicarakan antardaerah. Karena ini menyangkut kebutuhan banyak orang,” tegas Rudy Chua.

Meskipun demikian, Rudy mengharapkan masyarakat untuk tidak panik. Ia yakin terkait persoalan ini ada jalan keluarnya.

Bahkan ia juga yakin, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad akan merespon persoalan ini secepatnya. Baginya, persoalan ini bukan hanya untuk Tanjungpinang dan Bintan saja.

“Kita harus membahas secara keseluruhan di Provinsi Kepri. Sehingga antardaerah bisa saling membantu untuk menguatkan,” tutup Rudy Chua.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat memasukan sejumlah daerah di Provinsi Kepri dalam daftar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Daerah-daerah tersebut adalah Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Natuna.(jpg)

BMKG Beberkan Penyebab Terasa Lebih Dingin di Malam Hari

0

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan terkait beberapa daerah di Jawa yang memperbincangkan terkait udara dingin saat malam tiba. Masyarakat menghubungkan kondisi ini dengan fenomena aphelion.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal menuturkan, fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi pada puncak musim kemarau yakni pada Juli – September. Saat ini wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju periode puncak musim kemarau.

“Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur, yang berasal dari Benua Australia,” kata Herizal dalam keterangannya, Rabu (7/7).

Herizal juga mengatakan, pada Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Dia menyebut, adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia.

“Angin monsun Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudera Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin,” ucap Herizal.

Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari. Sebab, tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.

Tak hanya itu, langit yang cenderung bersih awannya (clear sky), lanjut Herizal, juga akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar.

“Sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari. Hal ini yang kemudian membuat udara terasa lebih dingin terutama pada malam hari,” ungkapnya.

Mengenai aphelion yang berdampak pada suhu udara saat malam, Herizal mengatakan bahwa posisi matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari bumi (aphelion). Tapi, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer permukaan.

Dia menuturkan, aphelion merupakan fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. Sementara itu, pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim kemarau.

“Hal ini menyebabkan seolah aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia,” papar Herizal.

Dia memastikan, fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi tiap tahun, bahkan hal ini pula yang dapat menyebabkan beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya, berpotensi terjadi embun es (embun upas) yang dikira salju oleh sebagian orang.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi Guswanto menyampaikan, berdasarkan pengamatan BMKG di seluruh wilayah Indonesia, saat ini memang rata-rata suhu minimum dan maksimum di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator seperti Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara umumnya lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya yang berada di utara dan di sekitar ekuator.

“Suhu udara minimum berkisar antara 14 – 21 derajat Celsius dengan suhu terendah tercatat di Maumere dan Tretes (Pasuruan),” pungkas Guswanto.(jpg)

130 Pekerja di Batam di-PHK

0

batampos.co.id – Lonjakan kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih terjadi di Batam. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam sepanjang tahun 2021 (Januari-Mei) terdapat 130 orang yang di-PHK.

Angka ini masih jauh dibanding tahun 2020, dimana ada 4.209 kasus Pemutusan Hubungan Kerja.

”Ada 130 orang di PHK tahun ini dari 72 kasus yang kami selesaikan,” ujar Kadisnaker
Kota Batam Rudi Sakyakirti, Rabu (7/7/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Menurutnya, jumlah pekerja yang di-PHK ini tidak semua yang menjadi kasus yang diselesaikan Disnaker.

Hal ini dikarenakan sebagian besar dari pekerja menyelesaikan secara bipartit dengan perusahaan mereka.

Disebut Rudi, pekerja yang di-PHK ini akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 lalu.

Selain PHK, sepanjang tahun 2021 Disnaker juga menyelesaikan 10 kasus perselisihan hak dan lima kasus perselisihan kepentingan dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 1.490 orang.

”PHK 130 orang, perselisihan hak ada 909 orang dan perselisihan kepentingan ada 581 orang Total 1.620 tenaga kerja yang terlibat yang kita selesaikan,” tambah Rudi.

Rudi menambahkan, adapun perusahaan yang banyak terdampak atau melakukan PHK terhadap karyawannya bergerak di bidang pariwisata seperti perhotelan dan travel.

”Ya masih di sektor pariwisata yang banyak terdampak,” sebutnya.

Secara keseluruhan rincian perbulan, kasus tertinggi terjadi di Januari yakni 22 kasus dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat 444 orang.

Selanjutnya pada bulan Februari 18 kasus dengan jumlah tenaga kerja terlibat 780 orang,
Maret ada 21 kasus dengan jumlah tenaga kerja 159 orang, April ada 18 kasus dengan
jumlah 135 orang tenaga kerja serta Mei ada 8 kasus dengan 102 orang tenaga
kerja terlibat.

Rudi menambahkan, adapun bentuk penyelesaian kasus terdiri dari anjuran 46 kasus
dengan jumlah 186 orang, persetujuan bersama 29 kasus dengan jumlah 1.123 orang,
proses mediasi enam kasus dengan jumlah 69 orang serta kasus yang tidak dilanjutkan oleh pelapor enam kasus dengan jumlah tenaga kerja terlibat 242 orang.(jpg)

Kejagung Tak Kasasi Vonis Pinangki, Coreng Pemberantasan Korupsi

0

batamopos.co.id – Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar menyesalkan keputusan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang tak mengajukan kasasi atas vonis ringan mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung, Pinangki Sirna Malasari. Dia memandang, keputusan tersebut dinilai mencoreng pemberantasan korupsi yang digaungkan Presiden Jokowi.

“Menurut saya, tindakan tidak kasasi itu memang tidak mengherankan karena Kejaksaan pasti berdalih bahwa putusan tersebut sudah sesuai dengan tuntutan JPU. Namun tanpa disadari, keputusan kejaksaan itu sudah mengagalkan komitmen Presiden Jokowi memberantas korupsi,” kata Haris Azhar dikonfirmasi, Kamis (8/7).

“Karena memang sejak awal institusi Kejaksaan Agung terlihat nyata sangat melindungi Pinangki dan menurut saya mereka sangat tidak tahu malu,” ucap Haris.

Pegiat HAM dan Antikorupsi ini memandang, Pinangki merupakan wajah buruk institusi dan penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, pembakaran gedung Kejaksaan Agung merupakan sedikit cerita dari institusi tersebut untuk mengelabui publik dengan mengatasnamakan penegakan hukum.

“Kondisi ini menyedihkan. Menambah deret panjang cerita ketidakberesan lembaga penegak hukum di negeri ini. Alhasil Jaksa Agung ST Burhanuddin semakin tidak populis di mata masyarakat,” cetus Haris.

Sebelumnya, terkait hal ini, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) mengucapkan selamat kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin yang dinilai telah bersikukuh, mempertahankan vonis ringan mantan jaksa Pinangki.

“ICW mengucapkan selamat kepada Bapak ST Burhanudin selaku Jaksa Agung dan jajarannya di Kejaksaan Agung karena telah berhasil mempertahankan vonis ringan kepada Pinangki Sirna Malasari,” ujar Kurnia.

Aktivis antikorupsi ini menyebut, penegak hukum yang melakukan tindak pidana korupsi dan pemerasan seharusnya diganjar hukuman maksimal. Tetapi justru, Kejaksaan Agung tidak mengajukan upaya hukum kasasi atas vonis Pinangki yang hanya 4 tahun penjara.

Bagi ICW seluruh proses penanganan korupsi suap, pencucian uang, dan permufakatan jahat Pinangki hanya dagelan semata. “Betapa tidak, begitu banyak celah-celah yang tak mau dibongkar oleh Kejaksaan Agung,” ujar Kurnia.

Dia memandang, salah satu hal yang terkesan enggan dibongkar Kejaksaan yaitu terkait dengan dugaan keterlibatan pejabat tinggi di instansi penegak hukum yang menjamin Pinangki untuk dapat bertemu dengan Joko Tjandra.

“Selain itu, dalam proses hukum ini pula publik bisa melihat betapa KPK telah melakukan pembiaran atas penanganan perkara yang penuh dengan konflik kepentingan ini,” cetus Kurnia.

Kejagung sebelumnya memutuskan tidak mengajukan upaya hukum kasasi terkait vonis rendah, yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta terhadap mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung, Pinangki Sirna Malasari.

“JPU (Jaksa Penuntut Umum) tidak mengajukan permohonan kasasi,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat, Riono Budisantoso dikonfirmasi, Senin (5/7).

Alhasil, Kejaksaan menerima hukuman Pinangki meski dipotong menjadi 4 tahun penjara. Padahal desakan untuk mengajukan kasasi terkait vonis rendah terhadap Pinangki sangat deras, tetapi Kejaksaan tak memilih jalur kasasi.

“Berpandangan bahwa tuntutan JPU telah dipenuhi dalam putusan PT,” ucap Riono.

Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta sebelumnya memotong hukuman mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung) Pinangki Sirna Malasari, menjadi 4 tahun penjara. Padahal pengadilan tingkat pertama, pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Pinangki divonis hukuman 10 tahun penjara.

Perkara ini diadili pada tingkat banding oleh Ketua Majelis Hakim Muhammad Yusuf, dengan hakim anggota Haryono, Singgih Budi Prakoso, Lafat Akbar, dan Renny Halida Ilham Malik pada 14 Juni 2021

Dalam salinan putusan, PT DKI Jakarta menilai hukuman 10 tahun penjara terhadap Pinangki yang dijatuhkan oleh PN Tipikor Jakarta terlalu berat. Karena itu, hakim tingkat banding memberikan alasan pemotongan hukuman terhadap Pinangki.(jpg)

Jumlah Penumpang di Bandara Hang Nadim Turun Drastis

0

batampos.co.id – Jumlah penumpang yang lalu lalang di Bandara Internasional Hang Nadim turun drastis.

Dari Januari hingga awal Juli, rata-rata penumpang yang berangkat di Hang Nadim, di kisaran 3.800-an orang.

Namun, sejak berlaku aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 5 Juli lalu, jumlahnya menurun.

”Tanggal 4 Juli masih kisaran 3 ribuan orang. Tapi di 5 dan 6 Juli turun menjadi 1.800-an orang,” kata General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, Rabu (7/7/2021).

Tidak hanya penumpang berangkat saja yang turun. Penumpang datang dari luar daerah juga, hanya 2 ribuan orang yang masuk ke Batam.

Melihat dari data penumpang, penurunan ini terjadi untuk penumpang yang datang atau berangkat ke Pulau Jawa.

Sementara, untuk penumpang yang datang atau berangkat ke Pulau Sumatra tidak mengalami penurunan yang signifikan.

Benny mengakui bahwa syarat menuju ke Pulau Jawa cukup memberatkan masyarakat, yakni menunjukan negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR.

Gabungan harga tiket dan PCR, tentu membuat surut niat masyarakat keluar Batam
menuju Pulau Jawa.

Selain itu, calon penumpnag juga menyertakan sertifikat vaksinasi. Sehingga, bagi yang
belum vaksin, tidak dapat terbang ke Pulau Jawa.

”Aturan ini berlaku untuk semua umur,” kata Benny.

Ia mengakui bahwa beberapa kali ada calon penumpang yang tidak mengetahui aturan baru tersebut. Sehingga tetap memaksakan diri untuk berangkat.

Tapi, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam tidak memperbolehkan berangkat apabila tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.

”Kebanyakan itu bawa bayi, yah tidak bisa berangkat. Aturan ini untuk melindungi masyarakat, agar tidak terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Ia mendukung penerapan aturan itu. Hal ini agar dapat menurunkan angka kasus
Covid-19. Menurutnya, jika kasus Covid-19 turun, maka aktivitas dapat normal kembali.

Berdasarkan data Tim Arus Lalu Lintas Angkatan Udara (ALLAU) Hang Nadim, penumpang yang berangkat dari Januari ke Juni sebanyak 555.166, dan penumpang yang datang tercatat sebanyak 557.167 orang.

Lalu, penumpang yang transit melalui Hang Nadim tercatat 90.199 orang. Dibandingkan
tahun sebelumnya, jumlah ini mengalami penurunan 9,96 persen.

Penurunan tidak hanya terjadi untuk jumlah penumpang, tapi juga pesawat yang datang dan pergi. Di semester pertama 2021 pesawat tercatat sebanyak 5.594 dan 5.592 pesawat yang berangkat.

Lalu juga tercatat sebanyak 352 penerbangan lokal.

”Tahun 2020 itu di semester pertama ada 12.795 pesawat. Tapi di 2021 ini, semester
awal hanya ada 11.538 pesawat. Ada penurunan jumlah pesawat sebesar 9,82 persen,” ujarnya.

Walaupun pertumbuhan penumpang turun. Tapi, untuk barang mengalami peningkatan secara year on year.

Dari catatan tim ALLAU, 3 juta kg bongkar dan 4 juta kg muat, dengan total akumulasi 7 juta kg pada tahun 2021.

”Sedangkan pada tahun 2020, tercatat sebanyak 2,5 juta kg bongkar dan 3,7 juta kg muat, dengan total akumulasi 6,2 juta kg. Total peningkatan sebesar 13,61 persen,” ungkapnya.(jpg)

Sehari Covid-19 Mendekati 400 Kasus, Sembuh 553 Orang

0

batampos.co.id – Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, menyatakan pertumbuhan kasus Covid-19 harian di Batam masuk level membahayakan.

Ia mencontohkan, kasus per 7 Juli 2021 kemarin, angka positif kembali memuncak. Sesuai data Tim Gugus Tugas Covid-19, terjadi penambahan 367 kasus dengan jumlah kematian 7 orang. Secara kumulatif, masyarakat Batam yang terpapar virus Covid-19 telah mencapai 15.515 orang.

Dirincinya, jumlah pasien yang positif terdiri 190 kasus terkonfirmasi bergejala, 46 kasus terkonfirmasi tanpa gejala, 10 kasus kontak, serta 121 kasus terkonfirmasi tidak ada riwayat perjalanan atau kontak atau tidak diketahui tertular dari siapa.

”Tapi ada harapan, hari ini (kemarin, red) juga terdapat penambahan 553 pasien sembuh,” ujarnya.

Khusus untuk angka kematian, jika dilihat per pekan, semakin mengkhawatirkan. Dalam sepekan terakhir, angka kematian akibat Covid-19 di Kota Batam 31 orang (26 Mei sampai dengan 1 Juni 2021). Angka ini tertinggi semenjak virus corona pertama kali menyerang Batam. ”Jika dibandingkan periode tahun ini ada banyak peningkatan.”

Diakui Didi, tingginya jumlah kasus kematian, ada pelaporan dari rumah sakit yang terlambat atau rumah sakit telat melaporkan ke Tim Gugus Tugas. Korban meninggal akibat Covid-19 sebagian besar mereka yang bergejala. Namun begitu, ada juga yang meninggal pasien tidak bergejala.(*/jpg)