Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9339

PPKM Perpanjangan Berakhir Hari Ini, Kasus Positif Masih Tinggi

0

batampos.co.id – Masa perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hari ini berakhir. Jika kasus Covid-19 dinilai membaik, pelonggaran PPKM diberlakukan mulai besok (26/7).

Namun, hingga kemarin belum ada patokan yang jelas tentang membaiknya kondisi pandemi ini. Sempat disebut angka ideal adalah kasus yang turun di bawah 10 ribu per hari. Namun, hal itu sulit terwujud karena sampai kemarin (24/7) pertambahan kasus positif masih lebih dari 40 ribu per hari.

Kemarin Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan 45.416 kasus positif baru. Dengan rating pertumbuhan kasus setinggi itu, sangat sulit mengatakan bahwa situasi sudah membaik. Kemudian, dari segi tingkat kepositifan atau positivity rate, jika memakai standar WHO, tingkat kepositifan harus ditekan sampai setara atau di bawah 5 persen. Sampai kemarin, jumlah testing per hari Indonesia masih berjibaku di angka 150 ribu–200 ribu orang per hari dengan tingkat kepositifan yang masih cukup tinggi, yakni 25,24 persen.

Memang angka tersebut lebih baik daripada beberapa hari lalu yang sempat tercatat lebih dari 30 persen. Namun, tetap saja angka itu lima kali lebih besar daripada standar WHO tersebut. Beberapa ahli menyampaikan bahwa minimal testing harus mencapai 300, bahkan 400 ribuan orang per hari, agar para pengidap Covid-19 bisa segera ditemukan, diisolasi, dan diobati untuk mengerem laju transmisi.

Dari segi vaksinasi, Indonesia belum mampu memenuhi target 1 juta orang tervaksin per hari seperti yang diperintahkan presiden sebelumnya. Bahkan, beberapa hari terakhir, jumlah vaksinasi drop lagi ke angka 600 ribu–800 ribu orang per hari. Padahal, Agustus yang menjadi bulan vaksinasi bisa 2 juta per hari semakin dekat. Hingga kemarin, pemerintah belum memberikan komentar tentang kelanjutan PPKM. Apakah diperpanjang lagi atau dilonggarkan.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandara Yoga Aditama mengatakan, pemerintah sebenarnya bisa mengambil beberapa langkah kompromi dalam hal pelonggaran PPKM. Yoga menyatakan, perlu dipertimbangkan secara matang dampak pelonggaran jika kondisi pandemi belum membaik. Setidaknya ada tiga risiko. Pertama, ada kemungkinan pasien meninggal bertambah. Kemudian, beban rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) bakal semakin berat. Ketiga, kasus yang naik pada akhirnya akan tetap berdampak terhadap roda ekonomi.

”Jangan sampai pelonggaran diberikan karena alasan ekonomi, lalu situasi epidemiologi memburuk, maka dampak ekonominya malah bukan tidak mungkin jadi lebih berat lagi,” kata Yoga.

Namun, beberapa penyesuaian bisa saja dilakukan. Misalnya, sektor formal yang karyawannya menerima gaji bulanan tetap diminta bekerja dari rumah dulu selama dua minggu ke depan. Sementara itu, sektor informal seperti pedagang kecil, UMKM, buruh, dan pekerja harian bisa mulai dilonggarkan.

”Asal dijaga jangan ada yang kontak dekat langsung dengan pelanggan atau menimbulkan kerumunan,” jelasnya.

Selain itu, sangat penting memberikan bantuan sosial pada sektor yang paling terdampak pandemi. Pemerintah juga bisa mencari penyesuaian-penyesuaian lain yang tidak mengorbankan sisi pengendalian pandemi.

Yoga mengingatkan bahwa angka kematian terus tinggi dan bahkan meningkat. Sudah lebih dari 1.500 orang sehari dengan PPKM sekarang ini. Tentu perlu diantisipasi kemungkinan kenaikan angka kematian lagi kalau PPKM dilonggarkan.

Selain itu, dia menyebut angka kepositifan dalam beberapa hari terakhir masih sekitar 25 persen. Bahkan, jika berdasar PCR, angkanya bisa lebih dari 40 persen. ”Kita juga berhadapan dengan varian Delta yang angka reproduksinya dapat sampai 5,0–8,0. Artinya, potensi penularan di masyarakat masih amat tinggi sehingga pembatasan sosial masih amat diperlukan,” ucapnya.

Sementara itu, menjelang berakhirnya perpanjangan PPKM darurat, kemarin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan surat kepada seluruh kepala dinas kesehatan (dinkes) provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia. Surat tersebut berisi instruksi agar setiap dinkes meningkatkan tes dan telusur.

Instruksi itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: H.K.02.02/II/1918/2021 tentang Percepatan Pemeriksaan dan Pelacakan dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan pada 23 Juli. Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan, tes dan telusur merupakan pilar percepatan penanggulangan pandemi. Peningkatan tes dan pelacakan kontak harus terus diperkuat.

”Sehingga bisa dilakukan penanganan sedini mungkin dengan harapan dapat menekan terjadinya kasus perburukan maupun kematian,” jelasnya.

Penguatan testing dan tracing itu, kata Maxi, diutamakan di wilayah-wilayah dengan mobilitas masyarakat serta tingkat penularan kasus yang tinggi. ”Dengan mengetahui kasus lebih cepat, bisa segera dilakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi laju penularan virus,” tuturnya.

SE tersebut memerinci bahwa daerah yang masuk kategori PPKM level 3 dan 4 diperbolehkan menggunakan hasil pemeriksaan rapid test antigen sebagai diagnosis untuk pelacakan kontak erat maupun suspek dan bisa juga dipakai sebagai data dukung dalam pengajuan klaim Covid-19. Penggunaan rapid test antigen diutamakan bagi daerah yang alat diagnosisnya terbatas sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat dan tes dapat dilakukan secara masif.

Seseorang yang teridentifikasi sebagai kontak erat, baik yang bergejala maupun tidak bergejala, diwajibkan mengikuti pemeriksaan entry dan exit test. Apabila hasil pemeriksaan rapid test antigen di hari pertama negatif, dilanjutkan swab test PCR pada hari kelima (exit test). Bagi daerah yang tidak punya fasilitas lab PCR, exit test bisa menggunakan rapid test antigen.

Di samping memperkuat testing, Kemenkes akan memperketat penanganan kontak erat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi harus dikarantina sampai hasil tes menyatakan negatif.(jpg)

Segera Tuntaskan Pendaftaran PPPK Guru, Sebab Berakhir Besok

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengimbau, para guru pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) segera menuntaskan pendaftaran. Yakni pada aplikasi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) paling lambat 26 Juli 2021.

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan, hal ini berlaku kepada semua pelamar guru PPPK. Yaitu guru non-ASN/honorer di sekolah negeri, guru honorer mategori II (THK-II), guru honorer di sekolah swasta, dan para lulusan program pelatihan guru (PPG).

“Kami harap semua Guru yang melamar PPPK segera menuntaskan pendaftarannya di aplikasi SSCASN paling lambat pada 26 Juli 2021. Diselesaikan sampai dengan akhir pendaftaran (final resume),” jelas dia dikutip, Minggu (25/7).

Ia juga memberitahukan bahwa pendaftaran hanya berlaku satu kali pada periode seleksi tahun ini. Jadi, meskipun pelamar guru PPPK mengikuti tes pada seleksi tahap dua maupun tahap tiga, mereka harus tetap mendaftar pada masa pendaftaran yang telah ditentukan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Perpanjangan masa pendaftaran disampaikan BKN melalui Surat Kepala BKN Nomor 6201/B-KS.04.01/SD/K/2021, sehingga pendaftaran yang semula ditetapkan hanya sampai dengan 21 Juli 2021 diperpanjang sampai dengan tanggal 26 Juli 2021.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Katmoko Ari Sambodo mengatakan, terdapat tiga bentuk tes dalam seleksi guru PPPK tersebut. Selain Tes Kompetensi Teknis, pelamar akan diuji dalam Tes Kompetensi Manejerial, Tes Sosio Kultural, dan Tes Wawancara.

Selain tiga kali tes, terdapat pula kebijakan penambahan nilai Tes Kompetensi Teknis bagi pelamar dengan kriteria tertentu, misalnya kepemilikan sertifikat pendidik yang linier mendapatkan penambahan nilai hingga 100 persen. Kemudian untuk yang berusia 35 tahun ke atas mendapat penambahan nilai sebesar 15 persen. Lalu penyandang disabilitas mendapatkan tambahan nilai sebesar 10 persen.

Sedangkan para Guru Honorer Kategori II (THK-II) juga bisa mendapatkan tambahan nilai sebesar 10 persen. Penambahan nilai ini bersifat kumulatif, artinya jika seorang guru di atas 35 tahun dan penyandang disabilitas akan mendapat penambahan nilai 25 persen.

“Tapi, nilai maksimumnya 100 persen, misalkan dia mendapat nilai 90 untuk kompetensi pendidiknya. Dia punya sertifikat pendidik, berusia 35 tahun dan disabilitas. Maka penambahannya tetap 100, tidak kemudian jadi 115,” pungkas dia.(jpg)

Wali Kota Ingin Percepat Swab Antigen Massal di Batam

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bertekad mempercepat swab antigen massal, guna mencegah penularan meluas. Namun, ia mengaku ada kendala, yakni ketersedian alat untuk mendukung terlaksananya rencana tersebut. Untuk itu, pihaknya sudah menyurati pemerintah pusat agar membantu pengadaan alat.

”Kalau alat ada, tidak ada kendala untuk tes antigen massal seperti arahan Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, untuk meningkatkan test, tracing, dan treatment, guna penanganan Covid-19,” kata Rudi usai menghadiri vaksinasi di Vihara Duta Maitreya, kemarin.

Rudi menargetkan sepertiga dari warga di masing-masing kelurahan bisa ikut menjalani tes antigen ini. Sasaran target ini sudah disusun dan dihitung dan diharapkan bisa terwujud. Ia berharap, tiga hari ke depan, rencana swab antigen massal ini sudah bisa terlaksana. Sehingga penanganan dan pengendalian virus ini bisa cepat dilaksanakan. Tim akan menyasar warga yang akan menjalani tes antigen.

”Kalau data target mencapai 800 ribu di 64 kelurahan, artinya kami butuh minimal 300 ribu alat untuk mendukung pelaksanaan antigen massal tersebut,” sebutnya.

Rudi menegaskan, tim yang sudah disusun akan berkonsentrasi di dua kecamatan yakni Batam Kota dan Sekupang. ”Kelurahan di dua kecamatan ini akan menjadi prioritas karena pertumbuhan pasien positif Covid-19 cukup pesat. Nanti kalau alat sudah ready semua, swab antigen ini akan menyusul ke kelurahan di kecamatan lain,” ujarnya.

Mengenai teknis pelaksanaan, tenaga kesehatan (nakes) yang ditugaskan akan langsung turun di titik sasaran. Rudi akan memanfaatkan titik atau posko penyekatan yang telah ada sebelumnya.

”Kalau tidak, kita langsung datang ke tempat warga di kelurahan itu. Intinya harus dilakukan bersamaan dan jangan sampai terputus. Agar kita bisa langsung mendeteksi sudah seberapa besar penyebaran di titik sasaran tersebut,” ujarnya.

Rudi juga memastikan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah daerah. Sementara bagi keluarga yang ditinggal selama karantina berlangsung, juga akan diberikan sembako yang merupakan sumbangan perusahaan, BUMN, dan lainnya.

”Apabila nanti diantigen (swab), kepala keluarga ternyata positif dan kita bawa ke rusun sebagai lokasi karantina, maka keluarga yang di rumah akan tetap kami bantu sembako. Karena saya sudah mendapat bantuan untuk sembako ini,” katanya.

Pihaknya bersama Bapelkes juga tengah melakukan pelatihan bagi sekitar 100 tenaga bidan untuk mendukung pelaksanaan swab antigen massal. Rudi juga menegaskan bahwa kesiapan nakes dianggap perlu untuk segera direalisasikan, mengingat pelaksanaan antigen massal wajib dilakukan secara bersamaan dalam hari yang sudah ditentukan.

Untuk memenuhi kebutuhan nakes, pihaknya telah meminta sejumlah rumah sakit swasta di Batam untuk mengirimkan perwakilan, selain meminta bantuan dari nakes TNI-Polri.(*/jpg)

Di Bintan, Warga Kesulitan Dapat Vaksin Dosis Pertama

0

batampos.co.id – Tokoh Pemuda Bintan, Miswanto mengatakan vaksinasi dosis pertama sulit diperoleh, padahal banyak masyarakat yang mencari karena belum divaksin.

”Sulit diperoleh vaksin dosis pertama,” katanya, seperti yangd iberitakan Harian Batam Pos.

Dikatakan Miswanto, sejumlah puskesmas yang ada di Bintan rutin melaksanakan
vaksinasi secara terjadwal.

Namun kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan kebanyakan untuk vaksinasi dosis kedua.

”Katanya stok vaksin dosis pertama belum ada,” ujarnya.

Selain puskesmas, Miswanto mengharapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Engku Haji Daud (EHD) di Tanjunguban dapat menggelar vaksinasi secara rutin dan terjadwal.

”Kegiatan vaksinasi harus digencarkan sehingga target masyarakat penerima vaksinasi cepat tercapai dan keadaan kembali pulih dan normal,” harapnya.

Sementara Humas RSUD EHD Tanjunguban, Iranti mengatakan, kesadaran masyarakat untuk memperoleh vaksin mulai meningkat.

Namun pihak rumah sakit tidak bisa melaksanakan kegiatan vaksinasi rutin dan terjadwal seperti dilakukan puskesmas.

”Bukan kita tidak mau, tapi kita memikirkan ketersediaan stok kita juga,” katanya.

Dia mengatakan, stok vaksin rumah sakit diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes)
Bintan.

”Kami jatahnya (vaksin) dari Dinkes Bintan karena yang dilayani masyarakat Bintan,” katanya.

Jika puskesmas bisa melaksanakan vaksinasi rutin setiap minggu, menurutnya, tidak
demikian dengan rumah sakit.

”Kita tidak bisa, kalau ada event saja baru kita dapat jatah berapa vial dari dinkes,”
ujarnya.(jpg)

RSUD Embung Fatimah Tambah Empat Unit Mesin PCR

0

batampos.co.id – Menghadapi swab antigen massal yang berpotensi tinggi jumlah yang positif dan tentunya harus dilanjutkan swab PCR, maka selain BTKLPP, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji juga bersiap menadapat limpahan sampel swab untuk uji PCR.

Salah satu wujud kesiapannya, menambah empat unit mesin PCR untuk kelancaran proses pemeriksaan sampel Covid-19 yang masuk.

Empat unit mesin ini sudah tiba dan saat ini dalam proses penyetelan (setting) dan pelatihan petugas yang akan mengoperasikannya.

Masing-masing mesin ini nantinya mampu memeriksa 12 sampel sekaligus dengan waktu pemeriksaan satu setengah hingga dua jam.

Empat mesin ini berbeda dengan satu mesin PCR terdahulu. Meskipun sekali running jumlah sampel yang dimasukan lebih sedikit namun hasilnyalebih cepat diketahui.

”Kalau yang lama itu sekali jalan 90 sampel tapi waktunya bisa lima jam. Yang baru ini
maksimal hanya dua jam, hanya untuk hasil positif atau negatif. Kalau yang lama itu
sampai ke nilai CT Scan ya,” ujar Wadir Pelayanan Medik RSUD Sri Rupiati.

Empat alat PCR baru ini nantinya akan memaksimalkan proses pemeriksaan sampel di
RSUD. Seperti diketahui RSUD selama ini melakukan pemeriksaan lab sampel Covid-19 sendiri.

Dalam sehari rumah sakit ini menerima 90 sampai 100 sampel.

”Biar lebih maksimal lagi. Ini rumah sakit pemerintah jadi harus betul-betul maksimal (dalam pelayanan medis),” ujar Sri.

Selain memiliki mesin PCR sendiri, rumah sakit yang dikepalai oleh Ani Dewiyana ini juga memiliki alat produksi oksigen sendiri untuk kebutuhan interen rumah sakit.

Tidak itu saja, rumah sakit ini juga berencana menambah dua ruangan perawatan pasien Covid-19 yakni ruang Anggrek dan Mawar.

Penambahan ruangan ini untuk memenuhi kuota penanganan pasien Covid-19 sebanyak 73 persen dari seluruh jumlah tempat tidur yang ada.

Ini untuk memberikan pelayanan lebih maksimal. Dua ruangan ini semulanya adalah
ruangan rawat inap.(jpg)

Stok Vaksin Menipis, Gubernur Kepri Lakukan Hal Ini

0

batampos.co.id – Stok vaksin Covid-19 di Kepri, khususnya di Kota Batam, saat ini menipis.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Provinsi Kepri sudah meminta tambahan vaksin ke pemerintah pusat.

Hal ini diungkapkan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Ia sudah menghubungi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

”Ini kita lagi usahakan ke pemerintah pusat. Saya setiap hari WA (WhatsApp) Pak Menko Prekonomian dan Pak Mentri Kesehatan untuk meminta tambahan,” kata Ansar, Jumat (23/7/2021).

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada para pekerja di Kota Batam, Sabtu (12/6/2021) di Plaza Batamindo, Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Ia melanjutkan, dari komunikasi yang dilakukannya itu, dalam dua hari ke depan Kepri akan mendapatkan tambahan dosis vaksin dari pemerintah pusat.

Namun vaksin itu jumlahnya juga terbtas hanya dikirim sebanyak 6.000 hingga 9.000 vial.

”Sementara kebutuhan kita tinggi. Harusnya bisa dikirim 30 ribu untuk 300 ribu orang. Karena yang sekarang kita kejar itu dosis kedua. Jangan sampai melewati batas terlalu jauh, nanti imunitasnya menurun,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Kepri, Mochammad Bisri, menyampaikan, dalam minggu ini Kepri hanya mendapatkan 1.400 vial vaksin jenis Sinovac.

Sementara kebutuhan vaksin Covid-19 di Kepri sebanyak 60 ribu vial.

”Itu untuk semua, Batam, Bintan, Tanjungpinang yang dibagi sedikit-sedikit. Batam dibagi sekitar 1.000-an untuk dosis pertama dan kedua, mana jadwalnya yang sudah dekat. Minggu ini baru 1.420, katanya minggu depan dapat lagi 6.700 vial. Itu AstraZeneca,” katanya.(jpg)

Warung dan Pedagang Kaki Lima Bisa Daftar Bantuan Sosial, Termasuk di Batam

0

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mempersilakan pedagang kaki lima (PKL) dan warung makan kecil di wilayah Level 4 untuk mendaftar untuk menerima bantuan sosial (bansos).

Pemerintah telah menyiapkan insentif bansos sebesar Rp 1,2 juta untuk PKL dan warteg yang terdampak PPKM di Level 4.

“Pemerintah beri insentif usaha mikro yang besarnya Rp 1,2 juta. Ini setara dengan bantuan BPUM yang jumlahnya 3 juta, di mana yang Rp 1,2 juta ini untuk 1 juta usaha mikro kecil, antara lain
warung, warteg, PKL,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/7/2021) lalu.

Pelaku warung, warteg, dan PKL, bisa mendaftar mendapatkan bantuan Rp 1,2 juta dari pemerintah.

Namun bantuan tersebut hanya diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil warung makan maupun PKL di wilayah yang saat ini menerapkan PPKM Level 4.

”Program ini disiapkan untuk di daerah PPKM level 4 berlaku, level 4 menggantikan istilah darurat, berlaku di 122 kabupaten/kota (Pulau JawaBali) dan 15 Kabupaten/Kota di luar Pulau Jawa-Bali,” ungkap Airlangga.

Kebijakan pengganti PPKM Darurat ini diterapkan di 122 kota/kabupaten di Jawa dan Bali, serta 15 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menegaskan, insentif untuk pelaku warung makan dan PKL ini disiapkan untuk memberi jaminan sosial warga terdampak PPKM Level 4 dengan seluruh implementasinya di
lapangan.

Airlangga mengaku pelaku warung kecil atau warteg dan PKL hanya butuh menyiapkan data pendukung seperti izin usaha, lokasi usaha, serta Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Ia memastikan penyaluran bansos untuk warteg dan PKL lebih sederhana. Nantinya, pemerintah akan dibantu aparat TNI dan Polri dalam penyalurannya.

“Masih disiapkan teknis penyalurannya,” ujar Airlangga.

Menko Perekonomian menambahkan, bansos untuk PKL dan warteg ini berbeda dengan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi tiga juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sudah disiapkan Kementerian Koperasi dan UKM.

Secara keseluruhan, total tambahan insentif jaring pengaman sosial yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 55 triliun.

”Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 55,21 triliun. Ini nanti terkait penambahan program, yaitu sembako, listrik, subsidi internet, Prakerja, selain itu insentif usaha mikro,” tegas Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.(jpg)

Karyawan Isoman Terpadu Dibiayai Perusahaan Terus Menuai Protes

0

batampos.co.id – Setelah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam bersuara soal tak semua pengusaha setuju jika isolasi mandiri (isoman) terpusat karyawan positif Covid-19 dibiayai perusahaan masing-masing, kini giliran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri angkat bicara.

Kadin tegas menolak jika biaya isolasi karyawan di tempat terpusat yang disediakanPemko Batam dibebankan ke pengusaha.

”Saat ini banyak pengusaha di Batam berjuang keras agar tetap bisa survive di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19. Jadi jangan tambah beban mereka,” ujar ketua Kadin Kepri, Ahmad Ma’ruf Maulana, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Jumat (23/7/2021).

Menurut Ma’ruf, saat kondisi ekonomi sedang lesu seperti saat ini, semestinya pusat maupun pemda memikirkan bagaimana agar dunia usaha tetap survive.

Caranya, memberikan beragam relaksasi atau insentif, bukan malah menambah beban mereka.

”Jujur saja, banyak perusahaan terdampak Covid-19. Produktivitas mereka menjadi terganggu,” sebutnya.

Bahkan Ma’ruf mengklaim, selama pandemi Covid-19, pengusaha yang ada di Batam tidak mendapat sejumlah relaksasi pajak dari Pemko atau BP Batam.

”Misalnya, pajak-pajak seperti PPJU, pajak hotel, dan restoran tidak ada itu relaksasi. Setahu saya tetap saja dipungut full,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini banyak pengusaha berusaha keras agar jangan sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah masa sulit ini.

”Kasihan juga karyawan. Jadi, jangan lagi pemerintah daerah memberikan beban yang semakin berat untuk pengusaha. Tetapi harus mendukung agar pengusaha bisa survive dan tetap berjalan untuk meningkatkan perekonomian,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selama ini, kalangan pengusaha juga sudah membantu karyawan selama pandemi berlangsung.

Ia mencontohkan, beberapa karyawan di sebuah perusahaan yang terpapar Covid-19 terpaksa dirumahkan.

”Kami tidak melakukan pemotongan gaji meski dirumahkan. Itu menurut saya sudah sangat membantu. Padahal sudah dipastikan produktivitas akan terimbas gara-gara hal tersebut,” ungkapnya.

Kendati begitu, Kadin tidak serta-merta melarang jika ada perusahaan yang sanggup membiayai karyawannya yang semula isoman lalu dipusatkan di tempat yang disediakan Pemko dengan bersedia menanggung seluruh biayanya.

”Kalau memang ada yang sanggup melakukan seperti itu, ya silakan saja. Tapi ingat, kalau nanti dilakukan tes antigen massal dan terjadi peningkatan yang signifikan, apakah perusahaan sanggup? Saya pikir tidak akan sanggup,” katanya.

Ketua DPD I Golkar Kepri tersebut juga mengatakan, Pemko dan BP Batam memiliki anggaran yang cukup besar untuk penanggulangan Covid-19 ini.

Apalagi pemerintah pusat sudah memberikan lampu hijau terkait refocusing anggaran 2021.

Pemda bisa mengubah peruntukan anggaran tanpa harus meminta persetujuan DPRD.

Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Tumbur M Sihaloho, juga membenarkan hal ini.

Pemko Batam bisa melakukan perubahan peruntukan anggaran untuk mengatasi persoalan Covid ini.

Termasuk membantu warga terdampak Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV atau pun yang terdampak Covid-19.

Selain dana bantuan pusat dan APBD 2021 melalui refocusing, juga bisa menggunakan Silpa tahun 2020 lalu. Dimana, Silpa 2020 lalu mencapai Rp 270 miliar.

Politisi PDIP tersebut juga meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, agar lebih sensitif dengan kondisi masyarakat saat pemberlakuan PPKM.

”Sekarang kondisi lebih parah, tapi tidak ada bantuan sembako untuk warga. Jadi, wako harus menepis kesan itu dengan kebijakannya,” tegasnya.

Menurut Tumbur, tahun lalu distribusi sembako dilakukan beberapa kali yang waktunya bertepatan menjelang pilkada.

Bahkan, pembagian sembako ada dari Pemprov Kepri dan BP Batam. Padahal jika dibandingkan tahun lalu, saat inilah yang paling parah kondisi perekonomian di Batam.

”Pemerintah kota harus lebih sensitif melihat kondisi masyarakat saat ini. Dimana kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat saat ini lebih ketat. Dulu tidak sampai seperti sekarang pembatasan,” ucapnya.

Sementara itu, Pemko Batam bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI) bertemu membahas mengenai biaya isoman karyawan yang ditanggung perusahaan, Jumat (23/7/2021) sore.

Ketua HKI Kepri, OK Simatupang, mengatakan, ada sejumlah keputusan yang diperoleh setelah rapat itu.

Pertama, mendukung isoman secara terpusat. Kedua, disarankan kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, untuk penggunaan hotel khusus isoman.

”Biaya ditanggung perusahaan masing-masing untuk isoman tersebut,” kata OK, usai pertemuan.

Ketiga, diberikan waktu bagi PHRI Batam dan HKI untuk rapat bersama demi merumuskan keputusan yang matang.

”Kami mendukung isolasi mandiri terpusat, pisahkan yang sakit dari yang sehat melalui kerja sama dengan pihak hotel. Tapi, tentu saja di masa pandemi ini, kami harap bisa dikasih harga yang wajar, karena ini juga berarti membantu hotel yang saat ini sangat terdampak dari pandemi,” jelasnya.

Selain itu, HKI Kepri juga meminta agar hotel selalu diawasi oleh Tim Satgas Covid-19, agar menjamin berjalannya isoman karyawan perusahaan industri dengan lancar.

”Isoman di dormitori ini sebenarnya khusus bagi yang menunggu
hasil swab saja,” ujarnya.

Ketua PHRI Batam, Muhammad Mansur, mengatakan, pihaknya belum mengetahui dengan detail hasil rapat tersebut.

Pasalnya, rapat tersebut hanya antara pengelola kawasan industri dan Pemko Batam.

”Saya mau lihat dulu saat rapat besok (hari ini, red). Bagi kami harus jelas dulu regulasinya, baik mengenai tanggungan biaya dan apakah ada garansi boleh terima tamu lain atau tidak,” ungkapnya singkat.

Terpisah, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Batam, Yusfa Hendri, mengatakan, akan membahas lebih lanjut terkait kesiapan pemindahan pasien Isoman khusus untuk pekerja.

”Saya rasa ada kesalahpahaman. Kemarin yang kami undang rapat itu HKI karena rencananya pekerja yang isoman di dormitori akan ditarik. Dalam rapat disampaikan pekerja yang isoman ini tetap bekerja, tetap produktif. Tujuan dari memindahkan mereka ke dormitori untuk mencegah pekerja dari paparan virus maupun menyebarkan virus,” kata dia saat dijumpai di Kantor Wali Kota
Batam, kemarin.

Terkait pembiayaan pekerja yang di dormitori, pemerintah menilai pihak perusahaan sanggup.

Karena dalam rapat disampaikan bahwa untuk pekerja, HKI siap mengawasi dan menyelesaikan persoalan pekerja ini.

Sebab, mereka tetap bekerja dan aktif di perusahaan dengan aturan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

”Kemarin menyanggupi, jadi kami berpendapat semua yang berhubungan dengan kebutuhan isoman yang tidak saja menyangkut soal tempat bisa diselesaikan. Termasuk soal
lainnya,” ujarnya.

Namun begitu, adanya anggapan Apindo belum diajak berbicara untuk membahas hal ini, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mengundang dan membahasnya, agar tidak ada kendala di lapangan.

Saat ini terdapat 2.500 lebih pasien isoman yang harus diambil atau dievakuasi dari rumah ke rusun.

”Data sedang kami belah. Mana yang pekerja atau masyarakat biasa. Sehingga lebih cepat evakuasi lebih cepat dalam menekan angka penyebaran,” tuturnya.

Yusfa mengatakan, terkait pembiayaan pasien OTG (orang tanpa gejala) yang tengah isoman masih dalam tahap pembahasan.Sementara untuk pasien OTG tidak bisa diklaim ke pusat dan menjadi tanggungan pemerintah daerah.

”Masih dalam pembahasan semua. Kami tak mau asal angkut aja, karena tempat dan akomodasi di tempat terpusat belum diselesaikan,” ucapnya.

Secara keseluruhan, penanganan Covid-19 harus dilaksanakan gotong-royong dan melibatkan semua pihak.

Saat ini keuangan pemda tidak sanggup sepenuhnya menanggung pengeluaran dalam penanganan Covid-19.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, di saat meningkatnya pasien isoman, membuat tingkat kepedulian masyarakat sekitar tempat tinggal pasien mengalami peningkatan.

Di beberapa perumahan, bahkan tetangga berperan penting dalam pemulihan pasien isoman.

”Selama isoman, keluarga mendapatkan makanan, vitamin, bahkan obat-obatan dari tetangga mereka. Ini sudah sangat meringankan beban pasien isoman. Karena kami mengerti pasien isoman ini pasti mengalami pengeluaran yang lebih. Karena itu saya sangat berterima kasih atas perhatian tetangga ini,” ujarnya.(jpg)

Ada 17 Ribu Paket Sembako Bantuan CSR Pengusaha untuk Warga Batam

0

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, sudah ada sedikitnya 17 ribu paket sembako berupa beras untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

”Bantuan ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena merupakan sumbangsih dari berbagai pihak yang kami minta untuk membantu Batam dalam menangani persoalan Covid-19,” kata dia, Jumat
(23/7/2021).

Paket berupa beras 10 kilogram (kg). Bantuan ini menyesuaikan dengan kemampuan pengusaha, perusahaan dan pihak lainnya.

Kalau tahun lalu, pihaknya menggunakan APBD, dan dibantu Badan Pengusahaan (BP) Batam, serta provinsi untuk pengadaan
bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi.

”Bantuan masih terus bergulir, dan kami berharap bisa membantu meringankan masyarakat di masa pandemi yang belum berakhir ini. Sebelumnya bantuan dari pusat juga sudah diterima untuk mereka yang terdaftar sebagai PKH (Program Keluarga Harapan),”
ujarnya.

Amsakar memaparkan, bantuan beras dari perusahaan yang ada di Batam akan diberikan bagi mereka yang belum pernah menerima bantuan beras.

Hal ini menghindari tumpang tindih penerima bantuan.

”Jadi, mereka yang dapat bukan dari PKH, bukan mereka yang sudah menerima bantuan dari TNI/POLRI, dan bantuan pemerintah lainnya,” sebut dia.

Untuk itu, pihaknya meminta camat, lurah, dan perangkat RT/RW untuk membantu pemerintah mendata warga.

Penerima bantuan berupa beras 10 kilogram ini diprioritaskan bagi keluarga yang terpapar Covid-19. Hal ini bertujuan untuk membantu meringankan beban pasien Covid-19.

”Itu yang tahap pertama yang akan mendapatkan bantuan beras ini. RT/RW pasti tahu warga mana yang harus diberikan bantuan. Kami berharap tidak ada warga yang menerima bantuan ganda. Karena masih banyak saudara-saudara kita yang masih membutuhkan. Jadi, saya harap semua jujur saat pendataan,
agar tidak over bantuan yang diterima,” bebernya.

Amsakar mengatakan, keterbatasan APBD membuat pengadaan sembako tidak mungkin dilakukan.

Pihaknya mencari solusi dengan memanfaatkan perusahaan yang ada di Batam untuk turut serta membantu Pemko Batam dalam mengentaskan persoalan sembako ini.

”Diharapkan sembako bisa tepat sasaran dan bermanfaat pastinya. Saat ini bantuan masih berupa beras, kalau ke depan ada lagi maka akan kami segera salurkan,” tutupnya.(jpg)

Provinsi Kepri Terima 10.260 Vial Vaksin

0

batampos.co.id – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Penanganan Covid-19) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, proses vaksinasi akan terus digesa beberapa waktu ke depan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menambahkan stok 10.260 vial vaksin Covid-19.

“Kita sudah menerima tambahan vaksin Covid-19 dari Kemenkes hari ini (kemarin, red) sebanyak 10.260 vial. Sebanyak 10.260 vial dengan rincian 7.260 AstraZeneca dan 3.000 Sinovac,” ujar Tjtejep Yudiana, Jumat (23/7/2021) di Tanjungpinang, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, tambahan tersebut sebanyak 17,1 persen dari jumlah tambahan yang diajukan beberapa waktu lalu.

Ia berharap dengan adanya tambahan ini, bisa melayani sekitar seratusan ribu dosis vaksin yang bisa diberikan kepada masyarakat.

Menurut Tjetjep, vaksin yang sudah tiba ini segera didistribusikan ke daerah-daerah.

“Kita akan terus menggesa proses vaksinasi di lapangan. Sehingga target kita tercapai sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan,” jelas Tjetjep.

Disebutkannya, lewat surat resmi, Pemerintah Provinsi Kepri sudah mengajukan tambahan vaksin sebanyak 600 ribu dosis ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Bahkan gubernur sudah menelpon langsung Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Koordinator Perekonomian untuk
rencana penambahan ini.

“Tingkat kesadaran masyarakat untuk mendapatkan manfaat vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepri belakangan ini terus meningkat. Bahkan sampai terjadi antrean disejumlah titik vaksinasi,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya, tambahan vaksin Sinovac sangat dibutuhkan. Karena banyak masyarakat yang sedang menunggu untuk lanjutan vaksin tahap dua.

Pihaknya berharap, pengajuan ini bisa segera dijawab oleh pemerintah pusat. Karena vaksin adalah upaya untuk meningkatkan herd immunity masyarakat.

“Mari terus kita dukung program vaksinasi ini. Semakin cepat kita mencapai target, maka akan berdampak pada pergerakan pemulihan situasi dan kondisi daerah. Baik itu perekonomian masyarakat maupun aktivitas masyarakat,” tutup Tjetjep Yudiana.(jpg)