Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9347

Pasien Covid-19 Bertambah 231 Orang di Batam

0

batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam juga mencatat 231 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sepanjang 24 jam terakhir pada Kamis (8/7). Terdiri 184 kasus konfirmasi bergejala, 36 kasus tanpa gejala, satu kasus perjalanan impor, enam kasus kontak, serta empat kasus lain tidak ada riwayat perjalanan atau kontak erat.

”Secara kumulatif, jumlah kasus positif Covid-19 di Batam telah mencapai angka 15.746 orang,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.

Didi menambahkan, usia 26 sampai 35 tahun menjadi usia paling banyak yang positif Covid-19, yakni 4.279 orang. Sementara usia tertinggi meninggal antara 46 sampai 55 tahun sebanyak 101 orang. Selanjutnya, usia 56 sampai 65 tahun 91 orang.

Sementara itu, sepanjang Kamis (8/7), lagi-lagi terjadi penambahan pasien positif Covid-19 meninggal. Jika sehari sebelumnya ada tujuh orang, kemarin bertambah lima orang. Dengan penambahan ini, maka jumlah warga Batam secara keseluruhan yang meninggal dunia akibat Covid-19 sudah mencapai 345 orang.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam juga mencatat sampai Kamis (8/7) sudah memeriksa 36.899 RDT antigen dengan jumlah positif sebanyak 2.291 dan negatif 34.608 orang.(*/jpg)

Lagi, Pejabat Pemko Batam Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Setelah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri dan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Batam, Wan Darussalam dinyatakan positif Covid-19, pejabat di lingkungan Pemko Batam kembali terkonfirmasi positif Covid-19.

Pejabat tersebut ialah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Didi menjelaskan, dirinya dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan PCR dan hasilnya diketahui positif pada Kamis (8/7/2021).

“Iya saya positif Covid-19,” ujarnya saat dikonfirmasi batampos.co.id, Jumat (9/7/2021).

Didi menerangkan dirinya kelelahan karena setiap hari berkeliling untuk melihat perkembangan vaksinasi dan para pasien Covid-19.

“Kalau kecapekan pasti, walaupun keliling cuma satu hari,” jelasnya.

Didi mengatakan, saat ini dirinya menjalani isolasi mandiri untuk memulihan kondisinya agar bisa menjalankan tugasnya kembali.

“Saya juga berharap agar lekas sembuh,” tutupnya.(nto)

Warga Batam, Saat Isolasi Mandiri Tolong Jujur Mengenai Kondisi Anda Ya…

0

batampos.co.id – Kematian pasien Covid-19 tidak hanya melanda mereka yang dirawat di rumah sakit (RS). Akhir-akhir ini, sering terjadi kematian dari pasien-pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menyikapi kondisi ini, Ketua IDI Kepri, dr Rusdani, mengatakan, kunci dari menghindari pemburukan akibat Covid-19 adalah kejujuran.

”Jujur saja ke petugas,” kata Rusdani, Kamis (8/7/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Pasien harus menceritakan apa yang dirasakan, sehingga petugas kesehatan dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Saat ini petugas kesehatan cukup kewalahan dengan penambahan kasus yang semakin tinggi.

”Pasien yang harus lebih aktif dan lapor lebih cepat,” ucapnya.

Kejujuran ini, kata Rusdani, dapat meminimalisir kejadian-kejadian tidak diinginkan saat masyarakat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Rusdani juga meminta pasien yang menjalani isolasi mandiri, harus mematuhi rambu-rambu selama isolasi mandiri di rumah.

Para tenaga medis saat menangani pasien Covid-19 di Asrama Haji Kota Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

”Nakes (tenaga kesehatan) sendiri sudah kewalahan, ini Pak Wali Kota sudah perketat
PPKM mikro melibatkan RT dan RW,” ujarnya.

Rusdani berharap, RT dan RW lebih proaktif membantu para nakes dalam memantau masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Sebab, tenaga nakes terbatas. Tidak mungkin bisa memantau terus menerus setiap saat pasien isoman yang jumlahnya ribuan orang.

”Petugas RT dan RW juga dapat melaporkan apabilaada masyarakat melanggar aturan saat sedang menjalani isoman. Jadi, mohonlah bantu-bantulah kami. Apabila dibiarkan, kasus ini akan semakin meningkat,” ucapnya.

Kepada masyarakat yang menjalani isoman, Rusdani, lagi-lagi menekankan pentingnya mematuhi aturan.

”Jangan keluar, selalu patuhi protkes yang ada. Bila terjadi sesuatu, segera lapor ke puskesmas,” pintanya.

Di tempat terpisah, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, kembali menegaskan, pada pengetatan PPKM mikro, pihaknya akan terus turun ke lapangan untuk memastikan jalannya aturan terbaru tersebut.

”Ada tim yang turun ke lapangan untuk melihat protkes dan penerapan aturan terbaru ini. Kalau ada yang melanggar akan ditindak,” kata dia, kemarin.

Sementara untuk area perkantoran di lingkungan OPD, diserahkan kepada masing-
masing kepala OPD. Sedangkan untuk perkantoran swasta akan didatangi tim.

Pengetatan disipilin ini penting dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 30 Tahun 2021, ada beberapa aturan yang
harus dipatuhi masyarakat.

Salah satunya terkait hajatan atau pesta. Pesta tetap diperbolehkan dengan penerapan protkes yang ketat, serta jumlah hanya 25 persen dari kapasitas tempat pesta.

”Tidak boleh ada makan di tempat. Tamu datang jadi dikasih nasi kotak, agar tidak
ada kerumunan di pesta. Karena dikhawatirkan bisa menjadi klaster baru nantinya,” ujarnya.

Untuk pelaku usaha, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi umum yang tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam surat edaran ini, dikenakan sanksi administratif sampai dengan penutupan usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagi mereka yang melanggar aturan ini, akan ada sanksi sesuai dengan aturan
dan undang-undang. Saat ini, pemerintah tidak menutup usaha, namun hanya melakukan pengetatan.

”Patuhi aturan ini agar tidak ditindak tim nanti. Kasus sudah darurat, jadi butuh peningkatan pengetatan terhadap aturan,” sebutnya.(jpg)

Pelayanan Pasien Isoman Belum Seragam Diduga Penyebab Kematian Tinggi

0

batampos.co.id – Tingginya angka kematian akibat Covid-19 beberapa hari terakhir ditengarai terjadi karena tidak teraturnya mekanisme isolasi mandiri (isoman). Versi pemerintah, warga kurang aktif melapor ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Namun, ada juga versi yang menyebutkan bahwa fasyankes lamban merespons laporan warga.

Berdasar data website Laporcovid19.org tadi malam (8/7), ada 369 orang terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal di luar rumah sakit (RS).

Menurut Satgas Nasional Penanganan Covid-19, banyak orang yang menjalani isoman secara serampangan tanpa petunjuk dokter. Keluarga yang merawat pun akhirnya tertular. ’’Isoman yang kebablasan. Keluarga juga kurang peduli tentang perjalanan penyakit,” ujar Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Brigjen TNI (pur) dr Alexander K. Ginting kepada Jawa Pos kemarin (8/7).

Ginting menyebutkan, banyak pasien positif Covid-19 yang tidak pergi ke puskesmas maupun fasyankes. Mereka hanya mengandalkan hasil lab PCR atau rapid test antigen, kemudian langsung melakukan isoman. ”Seharusnya berobat, apalagi jika ada komorbid. Itu juga harus diobati,” jelasnya.

Menurut Ginting, pendampingan tenaga medis sangat krusial, bahkan saat gejala masih ringan. Tidak bisa hanya mengandalkan hasil tes untuk menentukan kondisi medis yang sebenarnya. Tim lab PCR juga bukan tim medis sehingga pasien positif belum mendapatkan obat pendukung.

Ginting menambahkan, banyak pasien yang tidak mengenali gejala Covid-19 dan tentu saja tidak mampu mendeteksi komorbid yang dimiliki. ”Dianggap biasa-biasa saja seperti masuk angin atau flu. Setelah sesak dan demam tinggi, baru tetangga dan RT dilapori. Lalu, baru dibawa ke RS,” jelasnya.

Padahal, tingkat keparahan penyakit baru bisa dilihat dari pemeriksaan fisik, sampel darah, maupun foto toraks jika ada gejala sesak. Begitu positif, seharusnya pasien langsung memeriksakan diri ke dokter di klinik maupun puskesmas setempat.

’’Tapi, orang itu kadang malu kena stigma. Setelah sesak dan demam tinggi, baru dibawa ke UGD. Padahal, yang mengobati penyakit itu kan arahan dokter. Bukan mengacu arahan sosmed, influencer, artis, toma (tokoh masyarakat), toga (tokoh agama), politisi, atau saudagar kan?” kata Ginting.

Pelayanan isoman di tingkat bawah ternyata tak seragam. Di daerah Tulangan, Sidoarjo, misalnya. Tracing tak dilakukan langsung ke rumah warga yang terpapar. Hanya melalui pesan singkat untuk verifikasi nama dan sedikit pertanyaan mengenai keluhan yang dirasakan. Misalnya, yang dialami keluarga Mokh. Sam’un. Pelaporan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama dilakukan ketika mengetahui dua anggota keluarga positif Covid-19.

Harapannya, ada tracing lanjutan untuk anggota keluarga dan orang-orang yang sebelumnya bertemu. ”Semua anggota keluarga sudah tes antigen. Awalnya hanya saya. Tapi, ketika istri dua hari kemudian muncul gejala dan tes lagi positif, khawatir anak-anak juga,” paparnya.

Nyatanya, tak ada tracing yang dilakukan. Kedua buah hatinya justru diminta langsung datang ke puskesmas untuk di-swab antigen. Itu pun di sana tak ada pemeriksaan khusus mengenai kondisi mereka. ”Hanya antigen,” katanya. Setelah itu, hasilnya pun tak langsung diberikan. Pihak puskesmas menjanjikan diantarkan ke rumah bersama obat. Sayangnya, janji tinggal janji. Hasil datang tanpa obat-obatan sama sekali.

”Sempat diantar obat, sekali. Waktu pelaporan awal. Hanya untuk istri,” ungkapnya. Sebab, saat itu, lanjut dia, dirinya sudah mendapat penanganan dari salah satu rumah sakit terdekat. Obat yang diberikan pun hanya 5 butir azithromycin, 1 setrip parasetamol, dan 10 tablet vitamin C 50 mg. ”Padahal, saat sakit booster-nya harus tinggi,” sambungnya.

Setelah itu pun, tak ada pertanyaan berkala dari puskesmas mengenai keadaan para isoman. Sejak awal, kata dia, sebetulnya tak ada penjelasan detail mengenai ketentuan isoman seperti apa. Apa saja yang harus disiapkan hingga kondisi seperti apa yang harus diwaspadai ketika isoman berlangsung. Semua akhirnya dipelajari sendiri.

Beruntung, ada kerabat yang memang seorang dokter, lalu ada aplikasi Halodoc yang sangat membantu untuk mendapatkan sejumlah obat. ”Bayangkan bila mereka yang benar-benar tidak bisa mengakses ini. Pantes juga orang-orang pada males lapor karena ya tidak ada pengaruhnya sama sekali,” tuturnya.

Cerita lain datang dari Frieda Isyana. Perempuan yang indekos di Pasar Minggu, Jakarta, itu mendapatkan perawatan yang cepat. Pada 23 Juni lalu, dia sudah merasakan gejala Covid-19. Namun, saat berkonsultasi dengan dokter, dia dinyatakan mengalami gejala tifus. ’’Dua hari setelahnya, saya nggak bisa mencium bau, lalu saya tes antigen,” ungkapnya.(jpg)

Penjualan Hewan Kurban di Batam Meningkat

0

batampos.co.id – Penjual hewan kurban di lokasi penangkaran hewan kurban Seitemiang tercatat ada peningkatan permintaan. Peningkatan ini disebut-sebut karena adanya kebijakan membatalkan keberangkatan calon jemaah haji sehingga banyak warga yang mengalokasikan anggaran haji untuk berkurban.

Kadi, salah satu pedagang hewan kurban di Seitemiang menyebutkan, hingga kemarin sudah 75 persen hewan kurban laku terjual. ”Punya kami ada 200 ekor sapi dan 500 ekor kambing. Sudah 75 persen terjual. Secara persentase ada peningkatan tahun ini. Mungkin karena banyak yang batal berangkat haji,” ucapnya.

Harga hewan kurban yang dijual tidak berbeda dengan tahun sebelumnya dimana kisaran Rp 3 hingga Rp 5 juta untuk kambing dan kisaran Rp 15 juta hingga Rp 80 juta untuk sapi.

”Sebenarnya harga beli dari tempat asal hewan naik cuma kami tetap jual seperti harga normal. Kami tak mau membebani pelanggan kami, apalagi saat ini masih wabah Covid-19,” ujar Kadi.

Pantauan di lapangan secara umum kandang-kandang yang menjual hewan kurban di lokasi penangkaran hewan Seitemiang mulai aktif bertransaksi jual beli. Penjualan umumnya sudah mencapai di atas angka 50 persen, dan ini disebut meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. (*/jpg)

Proyek Overlay Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam Dimulai

0

batampos.co.id – Proyek peningkatan (overlay) landasan pacu Bandar Udara Hang Nadim Batam dimulai.

Hal ini ditandai dengan penyerahan helm dan atribut kerja dari BP Batam sebagai pemilik proyek kepada pelaksana dan pengawas proyek tersebut dalam rapat Pre-Construction Meeting (PCM) Pengembangan Pavement Runway Service Performance Bandar Udara Hang Nadim Batam, Rabu (7/7/2021) di Ruang Rapat Bandar Udara Hang Nadim.

Pertemuan ini digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan dan dilaksanakan dengan waktu yang singkat.

General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, mengatakan PCM ini dilakukan untuk kordinasi sekaligus memberikan arahan dan memastikan pengerjaan proyek dapat dilaksanakan tepat sasaran, tepat mutu, tepat biaya dan tepat waktu, serta mengetahui hambatan yang mungkin ditemui saat konstruksi.

“Kita harap proyek ini berjalan dengan lancar. Proyek ini diawasi oleh tim dari Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan Biro Hukum BP Batam. Penting kita lakukan karena proyek ini berhubungan dengan keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Benny berharap, pengerjaan proyek ini dapat dilaksanakan pada Agustus 2021 mendatang.

General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni (rompi merah) memberikan helm dan atribut kerja dari BP Batam sebagai pemilik proyek kepada pelaksana dan pengawas proyek tersebut dalam rapat PCM Pengembangan Pavement Runway Service Performance di Bandar Udara Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

“Untuk pelaksanaan pekerjaan kami jadwalkan pukul 10 malam hingga 5 pagi. Tentunya ini menyangkut operasional penerbangan pesawat penumpang, maka dari itu kami jadwalkan demikian. Mungkin yang beroperasi nanti sisanya adalah pesawat kargo, namun jumlahnya tidak banyak,” terang Benny.

Kasubdit Pembangunan Kepelabuhanan dan Bandara BP Batam, Boy Zasmita, mengungkapkan, lingkup pekerjaan konstruksi ini meliputi pekerjaan persiapan, perbaikan weakspot dan overlay, pekerjaan marka dan pekerjaan Airfield Lighting System (AFL), dengan nilai kontrak sebesar Rp105,47 miliar, serta waktu pelaksanaan dan pemeliharaan 180 hari kalender.

Penandatanganan kontrak sendiri telah dilakukan pada 1 Juli 2021 yang lalu.

Untuk menyelesaikan konstruksi ini, BP Batam menggandeng PT Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana dan PT Dumai Geo Tech Consultant sebagai konsultan pengawas.

Perwakilan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Aka Saidi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan sesuai dengan tujuan konstruksi yang ingin dicapai oleh BP Batam.

“Kami mengantisipasi sedini mungkin terhadap ancaman, gangguan dan hambatan terhadap pelaksanaan kegiatan ini, terutama dari segi yurisdiksinya,” ujar Aka.

Ia melanjutkan, antisipasi yang dilakukan mencakup faktor personal, aset dan perizinan, apabila terdapat hambatan dalam proses konstruksi.

Turut hadir dalam acara, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman; Kepala Bagian Humas BP Batam, Yudi Hari; perwakilan Airnav Hang Nadim Batam, dan undangan lainnya.(*)

Indonesia Turun Status Jadi Negara Lower Middle Income, Ini Sebabnya

0

batampos.co.id – Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta menjelaskan terkait laporan Bank Dunia (World Bank) yang menurunkan peringkat Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income).

Menurutnya, Indonesia pada dasarnya tetap terkategori sebagai negara berpendapatan menengah. Hanya saja, dalam kategori negara berpendapatan menengah, Indonesia berada di posisi terakhir negara Lower Middle Income, setelah sebelumnya sempat naik kelas ke Upper Middle Income di Tahun 2019.

“Hal ini disebabkan karena sejak awal 2020 seluruh dunia termasuk Indonesia masuk kedalam pandemi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (8/7).

Arif menjelaskan, penyelamatan masyarakat dan kesehatan menjadi prioritas di masa pandemi. Sehingga, pihaknya menerapkan kebijakan jaga jarak melalui PSBB dan PPKM. Hal itu membuat mobilitas masyarakat berkurang dan laju pertumbuhan ekonomi terkontraksi.

Ia memaparkan, alasan laporan World Bank terbaru menyebutkan tahun 2020 Indonesia kembali turun menjadi Lower Middle Income, secara sederhana adalah karena pendapatan perkapita kita (GNI per Kapita) pada tahun 2019 (ketika naik kelas) sebesar USD 4.050 atau baru berada sedikit diatas batas bawah klasifikasi yang ditetapkan World Bank yakni USD 4.046.

“Sehingga ketika awal 2020 ekonomi kita terkontraksi karena terdampak oleh Covid-19, maka pendapatan perkapita kita turun menjadi USD 3.870 dan akhirnya kembali ke kategori Lower Middle Income,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, jika diasumsikan pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali di kisaran 5-6 persen pertahun dan pertumbuhan penduduk 1,2 per pertahun, maka dalam waktu tidak terlalu lama yakni 1-2 tahun kedepan kita akan segera kembali masuk ke kategori Upper Middle Income.

“Meskipun ada peningkatan thresholds yang dilakukan World Bank yakni dari USD 4.046 menjadi USD 4.096,” imbuhnya.

Selain Indonesia, kata dia, terdapat beberapa negara yang juga turun dari Upper Middle Income menjadi Lower Middle Income seperti Belize, Samoa, serta Iran.

“Bahkan Iran mengalami penurunan GNI cukup dalam yakni dari USD 5.240 menjadi USD 2.870. tidak hanya itu ada juga beberapa negara yang turun peringkat dari High Income menjadi Upper Middle Income seperti Mauritius, Panama, Romania,” ungkapnya.

Di samping negara-negara yang mengalami penurunan kelas tersebut bukan berarti negara lainnya tidak terdampak pandemi. “Banyak negara yang juga mengalami penuruan GNI perkapita, namun karena kondisi tidak berada didekat income classification thresholds yang ditetapkan maka tidak mengalami perubahan ataupun penurunan kelas,” pungkasnya.(jpg)

Jumlah Meningkat, Penggali Kubur di Batam Kewalahan Makamkan Pasien Covid-19

0

batampos.co.id – Angka positif Covid-19 harian di Batam masih tinggi dengan mayoritas pasien bergejala. Kondisi ini berbanding lurus dengan angka kematian. Setiap harinya, Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam melaporkan ada peningkatan angka kematian, sehingga masyarakat benar-benar diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan (protkes).

Tingginya angka kematian itu juga bisa dilihat dari banyaknya pasien Covid-19 di Batam yang dimakamkan di blok khusus pasien Covid-19. Salah satunya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang, Sekupang.

Jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan setiap harinya, lebih mengejutkan. Dalam sehari, petugas permakaman bisa memakamkan 12 hingga 40 jenazah pasien Covid-19.

Lokasi pemakaman Covid-19 untuk umat muslim contohnya. Satu blok yang isinya sekitar 60-an makam, terisi penuh hanya dalam waktu tiga hari. Ini artinya, sehari petugas pemakaman memakamkan rata-rata 20 jenazah.

”Iya, satu blok ini, baru tiga hari yang lalu buka dan sudah mau penuh hari ini. Pagi tadi yang sudah kami makamkan ada empat orang, empat lainnya sore nanti. Belum lagi malam nanti. Malam biasanya tiba-tiba datang begitu saja, bisa tiga sampai empat ambulans,” ujar Suherwansyah, petugas penggali kubur di permakaman Covid-19 untuk umat muslim, Kamis (8/7).

Kepada Harian Batam Pos, Suherwansyah dan kawan-kawannya mengungkapkan bahwa jumlah jenazah pasien Covid-19 benar-benar meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Khusus untuk permakaman muslim, sehari rata-rata di atas sepuluh jenazah.
”Paling sedikit 12 jenazah. Kalau banyak bisa sampai 20-an jenazah,” ungkapnya.

Ini baru di permakaman muslim, belum lagi permakaman umat nasrani dan masyarakat Tionghoa di blok lain. Jika ditotal, jumlahnya bisa mencapai 30 hingga 40 orang jenazah dalam sehari.

”Rata-rata sama semua. Kayak ginilah kondisinya. Kadang kewalahan kami dengan banyaknya jenazah pasien Covid-19 yang harus dimakamkan,” ujar Suherwansyah.

Sekretaris Yayasan Khairul Umma, Zailani, selaku pengelolah permakaman umat muslim di TPU Seitemiang, mengatakan, pihaknya harus menambah jumlah penggali kubur demi kelancaran pemakaman pasien Covid-19 ini.

”Kemarin (Rabu, 7/7, red) kami tambah 10 orang petugas penggali makam. Total sudah 16 orang. Kewalahan memang karena pemakaman umum juga harus dilayani. Untuk pemakaman Covid-19 kita standby satu petugas. Kalau pemakaman umum sepi, enam petugas tadi juga membantu ke pemakaman Covid-19,” kata Zailani.

Mengantisipasi antrean pemakaman jenazah Covid-19 yang terlalu lama, pihaknya setiap hari membuat puluhan lubang jenazah, meski belum ada jenazah yang datang. Tujuannya, mempercepat pemakaman, sehingga saat jenazah pasien Covid-19 datang, bisa langsung dimakamkan dengan cepat.

Sementara itu, sepanjang Kamis (8/7), lagi-lagi terjadi penambahan pasien positif Covid-19 meninggal. Jika sehari sebelumnya ada tujuh orang, kemarin bertambah lima orang.

Dengan penambahan ini, maka jumlah warga Batam secara keseluruhan yang meninggal dunia akibat Covid-19 sudah mencapai 345 orang.(*/jpg)

BP Batam Turunkan 100 Pegawai untuk Awasi Protokol Kesehatan di Kawasan Industri

0

batampos.co.id – Seratus pegawai Badan Pengusahaan (BP) Batam membantu mengawasi protokol kesehatan di kawasan industri di Kota Batam.

Hal ini dilakukan untuk memonitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan mulai Kamis (8/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021).

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, ada 100 perusahaan yang akan di-monitoring terkait dengan protokol kesehatan saat ini.

“Karena kondisi penyebaran virus corona di Batam meningkatkan Kembali. Kita berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat,” katanya, Kamis (8/7/2021) di Engku Putri.

Ia mengimbau Pengelola Kawasan Industri di Batam agar terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Virus Corona di lingkungan kerjanya secara ketat dan disiplin.

“Kita hanya punya waktu 1 bulan untuk menurunkan status zona level 4. Artinya saat ini kita diposisi PPKM Mikro, tidak boleh meningkat menjadi PPKM Darurat. Jadi kita harus turun dari PPKM Mikro hingga kita akan menjadi normal seperti biasa,” jelasnya.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Lilik Lujayanti (kiri) memberikan alat pelindung diri secara simbolis kepada pegawai BP Batam yang ditugaskan untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di kawasan industri beberapa waktu lalu. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian RI Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 dan Surat Edaran Walikota Batam Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Optimalisasi Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kota Batam, BP Batam melalui Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal bersama Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi memberikan pengarahan kepada 100 orang pegawai BP Batam yang bertugas untuk melakukan monitoring di perusahaan-perusahaan kawasan industri.

Nantinya para pegawai yang bertugas akan melihat dan memantau secara langsung kegiatan yang dilakukan di perusahaan, apakah sudah sesuai dengan protokol kesehatan dan aturan dari pemerintah.

Batam adalah daerah Industri, investor dan pelaku usaha bersama pemerintah akan bersama-sama menjalankan protokol kesehatan agar kegiatan produksi tetap berjalan lancar. Oleh sebab itu, BP Batam akan membantu melakukan monitoring di perusahaan.

“Hal yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kita ingin semua lapisan masyarakat ikut mendukung program ini agar kita bisa kembali hidup normal seperti biasa, saat ini kita akan mengawasi dan memberitahu, namun apabila tetap melanggar kita akan tindak tegas tanpa terkecuali,” tegasnya.(*/esa)

Panitia Kurban di Batam Wajib Divaksinasi

0

batampos.co.id – Pemko Batam akhirnya tetap memperbolehkan pelaksanaan salat Iduladha dan pemotongan hewan kurban. Dengan catatan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, mempertimbangkan banyaknya usulan tokoh agama dan pengurus masjid, pihaknya akan memberikan izin tapi dengan sejumlah syarat harus dipenuhi.

“Terutama terkait dengan pemotongan hewan kurban,” kata Rudi.

Syarat pertama, jumlah panitia dibatasi. Kemudian, seluruh panitia yang terlibat harus melakukan vaksinasi. Selanjutnya, seluruh petugas atau panitia nantinya wajib tes antigen dengan hasil negatif. Dimana biayanya dibebankan kepada panitia masing-masing masjid.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar mengaku, telah menyosialisasikan syarat bagi panitia pemotongan hewan kurban ini.

”Sudah kami sosialisasikan. Artinya wajib bagi seluruh panitia,” ujarnya, Kamis (8/7).

Menurutnya, saat ini pihak Kemenag sudah menyiapkan daftar ceklis panitia kurban. Dimana bagi mereka yang sudah melengkapi syarat berupa sertifikat vaksin dan tes antigen dengan hasil negatif akan diberikan semacam kartu panitia hewan kurban.

”Jadi, nantinya panitia kurban benar-benar sudah melengkapi syarat ini,” bebernya.

Disinggung apakah terkejar semua panitia kurban untuk divaksin, mengingat proses vaksinasi saat ini disetop sementara lantaran kehabisan vaksin, Zulkarnain menjawab, masih cukup waktu. Mengingat panitia hewan kurban di Batam sekitar 1.000 orang.

”Ini yang kami prioritaskan, ketika vaksin datang, kami arahkan panitia ke puskesmas terdekat untuk vaksin. Insya Allah terkejar, sebab jumlahnya juga tak banyak. Diharapkan dengan dua syarat ini menjadi ke tangan kita semua,” kata Zulkarnain.(*/jpg)