Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9640

Kuota Prakerja untuk 2,7 Juta Orang di Semester Pertama 2021

0

batampos.co.id – Pada semester pertama 2021 akan dibuka pendaftaran program Prakerja untuk 2,7 juta orang.

Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menilai program mereka cukup sukses di 2020 lalu. Untuk itu mereka akan terus melanjutkan program itu tahun ini.

Keterangan tersebut disampaikan langsung Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, kepada wartawan di Jakarta Kamis (4/3/2021).

Dia mengatakan, setelah sukses dilaksanakan pada 2020 lalu, pemerintah melanjutkan program Kartu Prakerja tahun ini.

’’Diawali dengan pembukaan gelombang ke-12 pada 23 Februari lalu,’’ katanya.

Dia menjelaskan rencananya pemerintah akan membuka pendaftaran untuk 2,7 juta orang penerima manfaat Kartu Prakerja di semester pertama 2021 ini.

Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan kompetensi sebelum melamar pekerjaan atau menjadi wirausahawan.

Kesuksesan program Kartu Prakerja diantaranya merujuk pada hasil Survei Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus tahun lalu.

Diantara hasil surveinya menyatakan sebanyak 88,92 persen penerima manfaat Kartu Prakerja dapat meningkatkan keterampilan mereka.

Kemudian 81,24 persen penerima Kartu Prakerja mengatakan uang insentif yang diberikan pemerintah dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu juga untuk memulai usaha baru dan dijadikan sebagai tabungan selama masa pandemi Covid-19.

Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja juga sempat membuat survei evaluasi.

Diantara hasilnya 35 persen penerima manfaat yang Februari 2020 lalu masih menganggur, telah berhasil mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha sendiri.

Diantara platform resmi mitra pemerintah dalam program Kartu Prakerja adalah Sekolah.mu. COO Sekolah.mu, Radinka Qiera menuturkan program tersebut memiliki banyak manfaat bagi masyarakat.

Mulai dari pembekalan serta peningkatan kompetensi kerja. Kemudian juga ada alih kompetensi kerja bagi tenaga kerja.

Hasil evaluasinya selama ini tingkat penyelesaian peserta Kartu Prakerja yang memilih paket pelatihan di Sekolah.mu sangat tinggi.

’’Ini menunjukkan pelatihan-pelatihan yang ditawarkan mudah diikuti, menarik, dan bermanfaat,’’ katanya.

Catatan sepanjang 2020 lalu rata-rata tingkat penyelesaian pelatihan di platform mereka mencapai lebih dari 90 persen.

Peserta program Kartu Prakerja yang memilih Sekolah.mu mendapatkan pembelajaran yang berbasis kompetensi berasis data.

Kompetensi yang paling banyak berkembang dari para penerima kartu Prakerja adalah tingkat kemandirian dan orientasi tindakan.

Kedua kompetensi ini sangat penting untuk bekal para pengguna pelatihan saat ini.(jpg)

Presiden Minta Masyarakat Tidak Khawatir Mutasi Covid-19 dari Inggris

0

batampos.co.id – Dua pasien yang terpapar varian baru Covid-19 dari Inggris yang disebut B117 (B.1.1.7) di Indonesia sudah dinyatakan negatif.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada masyarakat tidak perlu khawatir tentang ditemukannya dua kasus mutasi virus Covid-19 dari Inggris tersebut.

“Mengimbau kepada bapak ibu dan saudara semua untuk tidak perlu khawatir karena ditemukannya dua kasus positif Covid-19 dengan mutasi virus Korona dari Inggris atau B117,” ujar Jokowi dalam YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3) malam.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sudah mendapatkan informasi bahwa dua pekerja migran asal Karawang tersebut sudah dinyatakan negatif dari varian virus Korona baru tersebut.

“Dua orang yang tepapar varian baru tersebut saat ini sudah negatif,” katanya.

Jokowi menegaskan merujuk dari hasil penelitian bahwa virus Covid-19 dari Inggris tersebut tidak lebih mematikan dari yang ada saat ini. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Belum ada penelitian yang menunjukan bahwa varian baru ini lebih mematikan,” ungkapnya.

Untuk itu, kepala negara ini meminta kepada masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab hanya dengan cara itu bisa memutus penularan Covid-19.

“Pencegahan agar tidak tertular virus dengan varian baru ini juga kita lakukan bersama-sama. Untuk itu mari berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dengan ketat seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang semakin cepat,” tuturnya.

Sebelumnya, Dua kasus mutasi virus Covid-19 dari Inggris diketahui terdeteksi di Karawang, Jawa Barat.

Dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Karawang terjangkit varian virus yang disebut B117 (B.1.1.7) itu setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.

Penjelasan itu disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Covid-19 Kabupaten Karawang dr Fitra Hergyana.

Menurutnya dua PMI perempuan asal Karawang berinisial M dan A itu pulang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. Mereka datang tidak bersamaan.

Mereka lantas dikenai ketentuan karantina sesuai aturan Satgas Covid-19 bagi para pelaku perjalanan luar negeri.

’’Dua PMI tersebut berinisial Nyonya M asal Kecamatan Lemah Abang dan Nyonya A asal Kecamatan Pedes,’’ kata Fitra.

Berdasarkan hasil laporan pemeriksaan tim medis dari Kementerian Kesehatan terhadap sampel swab keduanya, dari uji whole genome sequencing-nya diketahui bahwa mereka telah terpapar virus korona varian baru asal Inggris.

Tim Dinkes Karawang, Dinkes Jabar, dan Kemenkes lantas bergerak cepat meneliti dan mencari informasi terkait varian baru virus tersebut dengan melakukan tracing dan testing kepada keluarga yang bersangkutan.(jpg)

Usut Dugaan Korupsi Dishub Batam, Sudah Belasan Saksi Diperiksa

0

batampos.co.id – Penyidikan dugaan korupsi di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, ternyata sudah sampai pada tahap pemeriksaan saksi yang jumlahnya belasan orang.

Bukan hanya pegawai Dishub Batam, tapi juga sejumlah pihak yang mengetahui adanya dugaan korupsi di dinas tersebut.

”Iya, sudah belasan orang diperiksa. Ada dari Dishub, ada juga dari pihak lain. Jumlah pastinya saya tak bisa sampaikan,” ungkap Kasi Intel Kejari Batam, Fauzi, Kamis (4/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia mengatakan, proses penyidikan akan terus berjalan sampai tuntas. Namun, ia juga enggan membuka hasil pemeriksaan para saksi.

Menurutnya, keseluruhan pihak yang diperiksa, termasuk Kepala Dishub Batam, rustam Effendi, masih berstatus sebagai saksi.

Penyidikan yang dilakukan dengan memeriksa saksi adalah untuk mengumpulkan bukti dan menemukan titik terang adanya perbuatan melawan hukum.

”Semuanya masih berstatus saksi. Ada waktunya nanti kami sampaikan hasil penyidikan, sabar,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Kepala Kejari Batam, Polin Oktavianus Sitanggang, menegaskan bahwa alasan dia enggan membuka substansi penyidikan dugaan kasus korupsi Dishub Batam.

Ia mengaku sengaja merahasiakan proses penyidikan karena dikhawatirkan adanya intervesi pihak lain, sehingga penyidikan
terkendala.

Kepala Dishub Kota Batam, Rustam Effendi (kiri), meninggalkan kantor Kejari Batam usai menjalani pemeriksaan oleh tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batam, selasa (2/3/2021). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

”Apalagi penanganan kasus dugaan korupsi ada pro dan kontranya. Ada saatnya kami sampaikan hasilnya. Saat ini biarkan berjalan dulu. Kalau terlalu dibuka, nantinya ada
yang menghalangi, jadi biar sampai selesai dulu,” kata

Polin di sela kegiatan pemusnahaan barang bukti kapal nelayan asing bersama Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam di Galang, kemarin.

Disinggung apakah saat ini ada gangguan atau upaya penghalangan penyidikan tersebut? Polin enggan berkomentar.

”Kita tidak usah berpikiran yang aneh. Untuk menghindari itu saja,” katanya.

Namun, Polin berjanji akan secepat mungkin menuntaskan penyidikan dan membeberkannya.

Polin juga menjamin semua pihak yang terkait kasus ini akan diperiksa atau dimintai keterangan, dan siapapun yang terlibat
akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

”Biarlah penyidik bekerja dengan baik. Kalau bisa besok (hari ini, red) selesai,” tutupnya.

Disinggung terkait siapa saja yang telah diperiksa, menurut Polin, pihaknya akan memeriksa mereka yang tersangkut paut dalam dugaan kasus tersebut.

Sehingga ditemukan titik terang apakah benar terjadi dugaan
korupsi.

”Untuk jumlahnya, saya belum dapat laporan dari penyidik,” kata Polin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dishub Kota Batam, Rustam Effendi, juga sudah diperiksa penyidik seharian penuh, Selasa (2/3/2021) lalu.

Kemudian menyusul beberapa anak buahnya. Informasi yang diperoleh Batam Pos, dugaan korupsi di Dishub Batam ini diduga
terkait retribusi atau pungutan uji Kir.

Namun, penyidik belum mengamini dugaan itu karena tidak ingin ada intervensi apapun dan dari pihak manapun selama penyidikan
berlangsung.(jpg)

Pekerja yang Ikut Program Vaksinasi Gotong Royong Tak Dipungut Biaya

0

batampos.co.id – Pemerintah resmi mengizinkan penyuntikan vaksin Covid-19 lewat jalur mandiri atau gotong royong.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam Pasal 1 Ayat 5 dijelaskan, vaksinasi gotong royong adalah pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan atau karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada badan hukum atau badan
usaha.

Artinya, seluruh pekerja yang ikut dalam program vaksinasi gotong royong tak dipungut biaya alias gratis.

Biaya vaksinasi akan menjadi urusan perusahaan. Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi,
mengatakan, perusahaan bisa melakukan vaksin mandiri.

Pendistribusian vaksinasi mandiri atau gotong royong dibeli dari yang telah direkomendasikan yakni Bio Farma.

Ilustrasi. Kementerian Kesehatan akan melakukan vaksinasi Covid-19. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

”Kalau untuk perusahaan kita belum ada. Namun kalau yang mau secara mandiri, silakan beli ke Bio Farma,” kata Didi, Kamis (4/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Nantinya, perusahaan diminta untuk melaporkan berapa jumlah karyawannya yang akan divaksin.

Sementara, untuk proses penyuntikan sendiri, akan dibantu oleh
tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Batam.

”Nanti kami yang akan bantu menyuntiknya (vaksin),” ungkap Didi.

Sementara itu, bagi masyarakat penerima vaksin dari pemerintah, wajib melakukan pendaftaran atau registrasi,
untuk kemudian kembali ditinjau oleh pihak terkait.

Caranya, dengan memanfaatkan data yang sudah dimasukkan pada aplikasi Pedulilindungi.id.

Setelah data dimasukkan, kemudian akan ditinjau kembali, dan calon penerima vaksin akan dihubungi secara langsung melalui layanan pesan singkat atau SMS.

Secara sederhana, begini alur yang harus dilakukan. Calon penerima vaksin wajib melakukan registrasi ulang guna menentukan tempat dan jadwal vaksinasi.

Verifikasi dilakukan lewat SMS 1199, USSD Menu Browser (UMB)
*119# melalui ponsel yang dimiliki, menggunakan aplikasi Pedulilindungi.id, atau dengan mengunjungi Babinsa atau Bhabinkabtibmas setempat.

Setelah verifikasi dilakukan, calon penerima akan mendapat
informasi mengenai lokasi dan jadwal pelaksanaan vaksinasi.

Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 akan mengirimkan tiket elektronik sebagai bentuk undangan resmi penerima vaksin.

”Nanti akan ditentukan jadwal dan lokasi untuk dilakukan vak-
sinasi,” ujarnya.(jpg)

Bakar Lahan, Polisi Tangkap Warga Galang

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Galang meringkus RS, warga Sembulang Hulu, Selasa (2/3/2021). Pria 26 tahun ini ditangkap setelah membakar lahan seluas kurang lebih satu hektare di dekat permukimannya.

Dari pengakuan RS, pembakaran lahan tersebut terjadi setelah ia membakar tumpukan sampah di lahan permukimannya pada Senin (1/3/2021) malam.

Namun, usai tumpukan sampah padam, bunga api merambat ke lahan di sampingnya.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Aris Budiman, turun dan memimpin pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Kecamatan Galang, Kota Batam. Foto: Polda Kepri

”Sampah itu saya tungguin sampai padam sekitar pukul 24.00 malam. Ke mudian, saya tidur. Tahunya bangun pagi, lahan itu sudah terbakar,” ujar RS di Mapolsek Galang, Kamis (4/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Rumak mengaku, pembakaran tumpukan tersebut dilakukan karena ingin membersihkan atau membuka lahan dan dijadikan perkebunan. Rencananya, lahan itu untuk menanam sayur.

”Lahan tumpukan sampah itu biasa saya gunakan untuk berkebun. Setelah lahan di samping itu terbakar, saya panggil teman-teman untuk memadamkan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Galang, AKP Herman Kelly, mengatakan penangkapan terhadap pelaku dilakukan saat pihaknya berpatroli di kawasan tersebut.

”Kita patroli rutin karena saat ini musim kemarau. Ketika itu, kita temukan asap dan tanyakan ke masyarakat,” ujar Kelly.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 188 KUHP tentang kesalahan hingga menyebabkan kebakaran dengan ancaman 5 tahun penjara.(jpg)

Di Batam, 20 Kapal Ikan Asing yang Tertangkap Curi Ikan Bakal Dilelang

0

batampos.co.id – Setelah menenggelamkan sepuluh unit kapal ikan asing yang melakukan illegal fishing di perairan Kepri, Ditjen PSDKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana akan menengge lamkan 21 unit kapal ikan asing lain yang melakukan aksi kejahatan yang sama.

Adapun, 21 kapal tersebut hasil tangkapan dari PSDKP dan instansi pe negakan hukum lain di seluruh wilayah perairan Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal KKP yang juga menjabat sebagai Plt Dirjen PSDKP, Antam Novambar, saat menyaksikan proses penenggelaman sepuluh unit kapal ikan asing yang telah memiliki kekuatan hukum tetap di perairan Air Raja, Galang, Ka-
mis (4/2/2021).

”Setelah ini, ada 21 kapal lainnya yang akan ditenggelamkan seperti ini. Kapal-kapal ini hasil tangkapan se-Indonesia,” ujar Antam seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. Kapal Ikan Asing di kantor PSDKP Kota Batam beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Proses penenggelaman kapal-kapal bermasalah ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang ramah lingkungan.

Kapal tidak lagi ditembak atau dibom, tapi ditenggelamkan secara
manual menggunakan air dan juga coran semen agar bangkai kapal tidak hanyut.

”Biar bangkai kapal ini utuh dan bisa jadi habitat baru bagi ikan.
Teknik ramah lingkungan yang kita gunakan,” kata Antam.

Sementara untuk wilayah Batam, kapal-kapal ikan asing yang bermasalah dengan hukum, jumlahnya ada 20 unit kapal lagi.

Kapal-kapal ini titipan kejaksaan yang putusannya dirampas negara dan akan dilelang atau dihibahkan ke lembaga pendidikan perikanan ataupun perkapalan yang membutuhkan armada kapal praktik.

”Yang di Batam sudah semua (untuk yang putusan dimusnahkan). Tinggal 20 unit lagi tapi itu akan dilelang,” ujar Antam.

Kepala Kejari Batam, Polin Octavianus Sitanggang, sebelumnya menuturkan, kesepuluh kapal yang ditenggelamkan ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.

Penenggelaman ini bukti bahwa aparat penegak hukum di tanah
air serius mengawasi aktivitas illegal fishing di wilayah perairan Indonesia.

”Penenggelaman ini juga bukti bahwa semua stakeholder pengawas perikanan dan kelautan solid dan kompak untuk menjaga wilayah perairan kita dari aksi illegal fishing. Ini patut diapresiasi,” tutur Polin.

Penenggalaman ini, sebut Polin, sudah sesuai dengan putusan pengadilan dan memang harus ditenggelamkan.(jpg)

15 Ruas Jalan Dibangun di Batam sepanjang 2021

0

batampos.co.id – Sebanyak 15 ruas jalan di Batam akan dibangun
sepanjang tahun 2021 ini. Proses tender tengah berlangsung dan diperkirakan mulai pengerjaan awal April mendatang.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, proyek pembangunan jalan itu dianggarkan oleh Pemko Batam, BP Batam dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total 15 ruas jalan.

Rinciannya, pembangunan Pemko Batam sebanyak 6 ruas jalan, BP Batam 7 ruas jalan, dan 2 proyek jalan nasional.

”Proses sudah berlangsung, ini sedang proses (menemukan) pemenang (lelang), insya Allah April pelaksanaan awal,” terang Amsakar, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Adapun, rencana pembangunan tahun ini yang berasal dari Pemko Batam seperti pembangunan bundaran Simpang Barelang dan Simpang Basecamp, pelebaran jalan di depan Perumahan Dutamas, Simpang Greenland, dan Simpang Bengkong Golden Prawn.

Pembangunan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam 2021. Sementara, pembangunan
yang bersumber dari BP Batam, seperti pengembangan Pelabu-
han Batuampar serta jalan penghubungnya, dibangun secara bertahap sampai lima lajur hingga Simpang Kepri Mall.

Alat berat dikerahkan untuk menunjang proses pembangunan dua jalur Jalan Trans Barelang, Rabu (3/3/2021). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Kemudian, peningkatan ruas jalan Simpang Seiharapan ke Pelabuhan Sekupang yang dilengkapi jogging track dan jalur sepeda yang direncanakan selesai akhir tahun 2022.

Selain itu, peningkatan jalan Ocarina yang menghubungkan
Batam Center dan Bengkong.

Di jalan ini juga dilengkapi jalur pesepeda. Selanjutnya, pengembangan Rumah Sakit Badan Penggusahaan (RSBP)
serta Taman Kolam Sekupang, yang mana di depannya juga
akan ditata.

Kemudian, untuk proyek anggaran nasional, pelebaran jalan dari Seiharapan menuju Batuaji dan pelebaran jalan di Seibeduk.

”Upaya kami untuk melakukan percepatan pembangunan, sehingga infrastruktur Batam lebih bagus lagi. Hal ini tak menutup kemungkinan dapat mempercepat perputaran
roda perekonomian Batam,” tegas Amsakar.

Dikatakannya, proses pembangunan oleh Pemko Batam sempat terkendala pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan.

Namun, Tim Terpadu telah bernegosiasi dengan sejumlah pedagang dan telah mendapatkan jalan keluar. Surat pemberitahuan untuk penertiban ruas jalan yang akan dibangun tersebut, juga sudah dilayangkan.

”Pak Asisten yang ditugasi telah melakukan pembicaraan dengan para pedagang. Intinya, ada relokasi atas penertiban tersebut, karena pertimbangan kami kondisi wabah Covid-19 ini,” imbuh Amsakar.

Tak hanya terkait ruas jalan baru, Pemko Batam juga mendesak Pemprov Kepri melanjutkan pembangunan jalan dari Simpang Frengky hingga Terowongan Pelita.

Sebab, kondisi jalan tersebut sudah cukup banyak dikeluhkan masyarakat.

”Saya dapat info beberapa waktu lalu, ada yang jatuh karena kondisi jalan rusak. Hal itu diduga karena pada bulan Desember lalu, intensitas hujan cukup tinggi, yang membuat jalan cepat rusak, tapi saat itu sudah ada penambalan. Namun, kami tetap sampaikan agar proses pembangunan dilanjutkan,” kata Amsakar.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta dukungan semua pihak terhadap rencana pembangunan di Batam yang dikerjakan tahun ini.

Menurutnya, semua pembangunan fisik tersebut bertujuan mengakselerasi pemulihan ekonomi Kota Batam.

Sehingga, tercipta tatanan kota yang estetik sekaligus memudahkan akses ekonomi bagi seluruh masyarakat.

”Kami butuh dukungan bapak ibu semua, para mubalig, para tokoh agama, beri pemahaman ke masyarakat tujuan pembangunan kita ini,” kata Rudi, saat acara peluncuran Aplikasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam dan Sosialisasi Zakat Profesi di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/3/2021).

Rudi juga mengatakan, apa yang dirintisnya saat pemerintahannya saat ini, diharapkan juga memberi manfaat yang sangat luas bagi generasi Batam di masa mendatang.

”Saya hanya ingin Kota Batam ini cantik untuk kita dan anak cucu kita semua,” tuturnya.(jpg)

Komitmen Bersama untuk Menjaga Keberlangsungan Industri Shipyard di Batam

0

batampos.co.id – Pemangku kepentingan di bidang industri shipyard di Batam, saling berkomitmen dan mendukung upaya untuk menjaga keberlangsungan industri shipyard di Batam.

Hal itu terungkap dalam sebuah pertemuan yang dikemas dalam acara Ngopi Bareng BSOA yang digelar oleh Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Kamis (4/3/2021), di Gedung Marketing Centre, BP Batam.

Dalam pertemuan dan diskusi tersebut, salah satu yang dibicarakan adalah terkait kebijakan fiscal berupa insentif industri di bidang alih kapal.

Ketua BSOA, Robin, memaparkan hal yang berkaitan dengan kebijakan insentif fiskal yang menjadi kendala para pelaku usaha alih kapal di Batam.

“Untuk tahun 2021 ini memang terdapat peningkatan order kapal di Batam. Cuma memang fokus permasalahan kita pada hari ini adalah PPh Pasal 22, karena pada tahun 2019 kami membayar sekitar Rp20 milyar. Sedangkan untuk PPh Final per tahun sekitar Rp12 milyar, jadi ada kelebihan bayar Rp8 milyar,” ujar Robin.

Ngopi Bareng BSOA yang digelar oleh Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Kamis (4/3/2021), di Gedung Marketing Centre, BP Batam. Foto BP Batam untuk batampos.co.id

Meski pembayaran tetap dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan, Robin berharap, apabila memungkinkan, memberikan PPh final sebagai salah satu insentif bagi pelaku usaha di bidang industri alih kapal.

“Kami juga sudah bersurat ke Kementerian Keuangan agar perusahaan galangan kapal tidak menggunakan Pajak Badan, tapi digantikan dengan PPh Final, seperti perusahaan pelayaran. Jadi prosesnya cepat, penerimaan negara juga bisa kami setorkan dengan waktu yang singkat juga,” jelas Robin.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Batam, Achmad Amin, mengatakan, pihaknya menyambut baik setiap usulan yang disampaikan oleh BSOA selaku wajib pajak.

Ia juga menjamin, setiap peraturan yang akan terbit, akan dilaksanakan secara konsisten dan tanggung jawab.

“Mengenai implementasi PPh Pasal 22 atas Industri Shipyard Batam yang saat ini sudah terjadi, jika pada akhirnya perusahaan diperkirakan ada kelebihan bayar atau mengalami kerugian, kami siap untuk menerbitkan Surat Keterangan Bebas Pajak (SKB Pajak) paling lama 7 hari terbit, dengan harapan akan memberikan keringanan pada cashflow wajib pajak,” kata Amin.

Meski demikian, Amin mengakui bahwa otoritas tertinggi berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Keuangan RI.

Sehingga usulan perubahan skema pembayaran PPh 22 ke PPh Final atas Industri Shipyard Batam memerlukan koordinasi lebih lanjut dan intens dengan berbagai pihak yang terkait.

“Untuk masalah kapan diterbitkannya peraturan atas usulan perubahannya sendiri belum bisa kami pastikan. Namun apabila nanti telah disahkan oleh Kemenkeu, kami sebagai eksekutor akan segera melaksanakan secara konsisten dan menyosialisasikannya dengan para pengusaha,” kata Amin.

Achmad Amin, juga menjelaskan tentang kemudahan lain yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Pajak Madya Batam di masa pandemi Covid-19, yakni insentif berupa bebas bayar PPh Pasal 22 dari tahun 2020 yang diperpanjang hingga 20 Juni 2021.

“Ini tentunya sangat membantu perusahaan karena tidak perlu lagi membayar PPh Pasal 22 impor barang,” ujar Amin.

Dalam Ngopi Bareng BSOA ini, Direktur RSBP Batam, dr. Afdhalun Hakim, berkesempatan memaparkan fasilitas terkini yang telah tersedia di RSBP Batam.

Afdhalun berharap, fasilitas RSBP Batam yang telah dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih dan modern, dapat diinformasikan kepada para ekspatriat di bidang industri alih kapal Batam, sebagai bentuk komitmen BP Batam dalam mewujudkan pelayanan prima kemudahan berusaha.

Kegiatan Ngopi Bareng ini merupakan sebuah terobosan yang dilakukan oleh BP Batam melalui Biro Humas Promosi dan Protokol sebagai sarana diskusi untuk menjembatani para pelaku usaha dengan instansi pemerintah yang memiliki kewenangan tertentu, sehingga dapat ditemukan solusinya jika terdapat permasalahan.

Hadir dalam kegiatan Ngopi Bareng BSOA, antara lain Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, I. Ismoyo; Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Batam, Achmad Amin; Kepala Bidang Kepelabuhanan, Kesyahbandaran, dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Rudi Abisena; Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai I KPUBC Batam, Andi Kristianto; Ketua BSOA, Robin beserta sejumlah anggotanya; dan dimoderatori oleh Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar.(*)

Batam Kembangkan PLTU Biomassa, Jamin Ketersediaan Energi Kepri

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri mengapresiasi dan menyambut baik penandatangan MoU antara PLN Batam dan Panbil Industrial Estate yang merupakan terobosan penting disaat pemerintah memiliki keterbatasan dalam menyediakan sumber energi yang cukup ke depannya. Ini menjadi solusi karena tidak tahu keterbatasan sumber energi gas, kemudian minyak suatu saat akan berakhir, maka bio massa ini menjadi solusi alternatif bagi daerah untuk menjamin ketersediaan energi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ansar Ahmad saat memberikan sambutan pada penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN Batam dan Panbil Industrial Estate Tentang Rencana Pembangunan dan Pengelolaan PLTU Biomassa 2 x 100 MW di Tanjung Sauh Batam, di Ruang Rapat Utama Lt.4 Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Kamis (4/3).

Rencana pengembangan PLTU 2 x 100 MW ini sangat besar, sehingga diharapkan dapat memberikan dukungan sumber energi kepada PLN. Agar cadangan energi kedepan di Kepri tersedia dengan cukup.

“Saya yakin kita akan berpacu nanti urusan ketersediaan energi dengan perkembangan pembangunan investasi di Kepri, maka saya akan selalu berkomunikasi aktif dengan stakeholder, sehingga saya dapat selalu memposisikan diri untuk mendorong dan mendukung rencana-rencana seperti ini. Saya kira ini kita tinggal mereview dan menyempurnakan dan nanti saya harap saya dapat diberikan timeline kerjanya agar izin-izin yang diperlukan dari pemprov akan kita dukung sepenuhnya” kata Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar Ahmad (kedua dari kiri) menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman Antara PLN Batam dan Panbil Industrial Estate Tentang Rencana Pembangunan dan Pengelolaan PLTU Biomassa di Tanjung Sauh Batam, di Ruang Rapat Utama Lt.4 Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Kamis (4/3). (Foto:HumasPemprov)

Dirut PT. PLN Batam Budi Pangestu menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan Batam-Bintan saat ini yaitu daya mampu pembangkit sebesar 562 MW terdiri dari pembangkit di Batam sebesar 533 MW, kemudian di Pulau Bintan 29 MW. Sementara beban puncak Batam Bintan saat ini yaitu 488,5 mw. Sebenarnya Batam masih punya cadangan sekitar 80 MW atau disekitar 18 persen cadangan.

“Untuk saat ini, kita punya optimisme cadangan listrik masih cukup baik di angka 18 sampai 25 persen cadangan. Tentunya untuk mengantisipasi meskipun saat ini sudah cukup, tetapi untuk 5 sampai 10 tahun ke depan, perencanaan kita paling tidak memiliki cadangan di angka 30 persen,” kata Budi.

Untuk pembangkit listrik Batam-Bintan sumber energi primernya saat ini terdiri dari 80 persen gas dan 20 persen batu bara.

“Kedepan dengan tantangan energi terbarukan, selain kita menginginkan sumber energi lebih bersih, juga menurunkan biaya pokok penyediaan listrik kita dengan penandatanganan MoU ini. Mengenai lokasi, Tanjung Sauh sangat ideal karena berada di tengah-tengah Pulau Batam dan Bintan sehingga akan memperkuat kondisi kelistrikan Batam dan Bintan” lanjut Budi

Dalam kesempatan kali ini Chairman Panbil Group Johanes Kenedy mengatakan pengembangan bio massa sebagai sumber energi pembangkit listrik adalah sebagai penyeimbang sumber produksi energi listrik yang sudah ada.

“Sejalan dengan arah pemerintah untuk go green. Yang dimaksud bio massa disini adalah tandan kelapa sawit yang tidak dipakai, sisa produksi kayu, dan batang jagung untuk campuran bio massa. Harapan kami dengan pengembangan sumber energi bio massa ini kepada pengusaha menengah kebawah untuk dapat menyuplai bahan baku bio massa sehingga pertumbuhan ekonomi lebih merata” kata Johanes.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara PLN Batam dan Panbil Industrial Estate dilakukan oleh Dirut PT. PLN Batam Budi Pangestu dan Dirut PT. Nusantara Properta Panbil Johanes Kenedy dan disaksikan oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Acara ini juga dihadiri oleh Dirut PT. Panbil Utilitas Sentosa Jeremia Purba, Direktur Operasi PT. PLN Batam Ediansyah, Asisten II Pemprov Kepri Syamsul Bahrum, Kepala Dinas ESDM Kepri Hendri Kurniadi dan Kepala Kesbangpol Kepri Lamidi.(*/uma)

Gubernur Ansar: Vaksinasi Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

0

batampos.co.id – Gubernur Ansar Ahmad tampak antusias terhadap pelaksanaan vaksinasi di Kepri dengan lansia sebagai sasaran vaksinasi kali ini. Ketika masyarakat luas mendapat giliran vaksin maka masyarakat sudah percaya diri karena terbukti jika vaksin Covid-19 itu aman dan halal.

“Vaksinasi hari ini bagus dilaksanakan di tempat yang terbuka, dengan sirkulasi udara yang bagus, juga dapat dilihat masyarakat luas vaksinasi hari ini sehingga menumbuhkan rasa confident pada mereka,” kata Ansar saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 khusus lansia di kantor Permabudhi, Tanjungpinang, (4/3).

Menurut Gubernur Ansar langkah pemerintah sudah tepat dengan memprioritaskan petugas-petugas lapangan seperti tenaga kesehatan dan pelayanan publik yang rentan terpapar langsung dengan virus Covid-19, kemudian tokoh-tokoh masyarakat, setelah itu kelompok lansia.

Lanjut Gubernur Ansar, pemerintah Provinsi Kepri saat ini masih menunggu keputusan tentang pelaksanaan vaksinasi mandiri. “Saya yakin dengan vaksin mandiri pula maka seluruh masyarakat Kepri secara masif lebih cepat divaksinasi seluruhnya,” terang Ansar.

Gubernur Ansar Ahmad (kanan) saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 khusus lansia di kantor Permabudhi, Tanjungpinang, (4/3). (Foto:HumasPemprov)

Ia juga menegaskan bahwa meskipun namanya vaksin mandiri, tetapi tetap tidak boleh untuk dipungut biaya karena ini merupakan hak seluruh masyarakat di Kepri.

“Ini memang permintaan pelaku usaha, artinya mereka siap membiayainya dan tidak boleh dipungut biaya berapapun,” tegas Ansar.

Gubernur Ansar menargetkan sampai bulan Desember tahun 2021, paling tidak sudah 1,4 juta masyarakat Kepri yang divaksin atau sebanyak 70 persen dari seluruh total jumlah penduduk Provinsi Kepri.

“Alhamdulillah untuk Provinsi Kepri tidak ada kendala apapun dalam proses pengiriman dosis vaksin sehingga nantinya pada bulan Desember sudah tercapai target 70 persen,” tutup Ansar.

Adapun pada pelaksanaan vaksinasi ini, Dinkes Provinsi Kepri menargetkan akan menyuntikkan vaksin kepada 210 lansia yang terdaftar sebagai vaksin dengan total sebanyak 565 lansia selama 3 hari vaksinasi. Berbeda dengan kelompok yang usia lebih muda, khusus untuk lansia apabila mereka sudah mendapat vaksin lainnya sebelum vaksin Covid-19 maka wajib menunggu 28 hari untuk suntikan vaksin pertama.

Tampak yang mendampingi Gubernur dalam peninjauan itu Wakil ketua DPRD Provinsi Kepri Hj. Dewi Komalasari, Sekda Prov Kepri H. T.S Arif Fadillah, Kepala Dinkes Kepri M. Bisri, Kepala Kesbangpol Lamidi, dan Anggota DPRD Kepri Rudi Chua.(*/uma)