Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9691

Wakil Wali Kota Batam Bersihkan Limbah Minyak Hitam di Pantai Nongsa

0

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ikut gotong royong (goro) menyelesaikan penyebab bencana banjir dan tanah longsor di Batam.

Bahkan orang nomor dua di Kota Batam itu juga ikut membersihkan limbah minyak hitam (sludge oil) di kawasan pantai di sekitar Nongsa, Sabtu (9/1/2021).

Amsakar memulai goro bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di kawasan Batam Kota.

Bersama Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur, Amsakar memantau goro di dua lokasi di Legenda Bali.

Setelah dari Batam Kota, ia bersama Dandim 0316 Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, turun memantau dua lokasi Goro yang berdekatan di Bengkong.

Dari Bengkong, ia melanjutkan pantauan di wilayah Melcem, Batuampar.

Setelah itu, Amsakar melanjutkan pemantauan ke kawasan pantai di sekitar Nuvasa Bay, Nongsa dan memantau para pelaku pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang ikut membersihkan sampah serta limbah tumpahan minyak di bibir pantai.

Selepasnya, ia menuju Kabil di dekat Kompleks Ruko Kaliban, Nongsa.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama pelaku pariwisata membersihkan limbah minyak hitam di pantai Nongsa. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Selain itu, saya kontak langsung Pak Camat masing-masing. Pantauan saya, goro terselenggara dengan baik dan seluruh Satuan Forkopimda, TNI/Polri serta komponen masyarakat ikut andil menyukseskannya,” kata dia.

Amsakar mengapresiasi keterlibatan semua pihak sebagai upaya preventif agar tak terjadi bencana banjir dan tanah longsor seperti beberapa waktu sebelumnya.

“Terima kasih untuk semua yang terlibat dalam berbagai kegiatan ini, termasuk Forkopimda dan asosiasi-asosiasi di sektor pariwisata,” ujar Amsakar.

Amsakar menyebut, gotong royong yang sudah disepakati sejak tiga hari lalu itu, merupakan upaya pemerintah menangani ancaman bencana di saat musim cuaca ekstrem seperti sekarang ini.

Ia juga terus berkoordinasi dengan Forkopimda dalam hal penanganan hingga pencegahan bencana.

“Kita tetap waspada karena hingga Februari nanti, kemungkinan cuaca ekstrem akan melanda. Sehingga, kita bahu membahu mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi,” ujarnya.

Kemudian, untuk kasus limbah minyak hitam yang kerap mencemari destinasi wisata pantai di wilayah Nongsa, Amsakar akan membentuk petugas khusus dan akan melibatkan pihak terkait untuk mengecek kandungan yang ada dalam limbah tersebut.

“Karena ini (limbah minyak) sudah berlangsung lama, setiap musim utara datang, pasti terjadi,” ujarnya.

Ia mengaku, ke depan harus ada Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani limbah minyak hitam tersebut.

Ia pun langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyusun SOP tersebut.(*/esa)

Pemko Batam Gelar Gotong Royong Massal, Ini Hasilnya…

0

batampos.co.id – Pegawai Pemko Batam bersama personel dari berbagai instansi yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam, mengadakan gotong royong (Goro) massal dan membersihkan parit hingga gorong-gorong di berbagai wilayah, Sabtu (9/1/2021).

Hal itu dilakukan sebagai upaya menangani persoalan banjir yang kerap terjadi saat hujan datang.

Pada gotong royong kali ini, semua Organisasi Prangkat Daerah (OPD) dibagi untuk ditempatkan di semua kecamatan.

Kegiatan tersebut dibantu personel TNI, Polri, Ditpam, Kejaksaan Negeri Batam, Pengadilan Negeri Batam dan masyarakat umum.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, langsung mengecek ke berbagai lokasi gotong royong.

Amsakar mengapresiasi semua personel Forkopimda dan masyarakat Batam yang ikut turun ke lapangan.

Ia berharap, dengan kebersamaan itu, masalah banjir dan ancaman bencana lain dapat diantisipasi.

“Semua berjalan lancar, dan sampah-sampah penyumbat di parit dan drainase, sudah dibersihkan agar tak menyumbat aliran air saat hujan turun,” ujarnya.

Adapun, untuk goro kali ini dibagi di sembilan lokasi. Lokasi pertama di Batuampar, tepatnya di kawasan Pasar Melcem, Tanjungsengkuang.

Sekda Kota Batam, Jerfidin, (tengah kaos hitam) mengangkat sampah yang memennuhi beberapa ruas jalan di Kota Batam. Pemko Batam mengelar gotong royong massal untuk mengantisipasi banjir dan bencana lainnya di musim penghujan. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Di lokasi ini, diturunkan 117 personel. Kemudian, lokasi kedua di Tiban Indah, Sekupang yang juga menerjunkan 117 personel. Lokasi lain di Kabil, Nongsa yang menerjunkan 112 personel.

Lokasi keempat di Lubukbaja, tepatnya di Kampung Pelita dengan total 122 personel. Lokasi berikutnya, Seibeduk, tepatnya di Duriangkang dengan 122 personel.

Sementara di Bengkong, bertempat di Tanjungbuntung dengan 137 personel yang diturunkan.

Kemudian, di Batam Kota dengan 127 personel untuk membersihkan parit atau drainase di kawasan Baloi Permai.

Dilanjutkan untuk kawasan Sagulung, tepatnya di Sungailangkai, dengan menerjunkan 127 personel. Lokasi terakhir di Kecamatan Batuaji, tepatnya di Buliang dengan 117 personel.

“Jadi, hari ini ada sembilan titik gotong royong dengan total 1.098 personel,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, mengatakan gotong-royong kali ini sebagai langkah pemerintah bersama Forkopimda Batam menyikapi persoalan banjir dan bencana longsor di Batam.

“Gotong-royong dimulai serentak pukul 07.00 di masing-masing lokasi yang sudah ditentukan,” ujarnya, usai ikut gotong royong di Lubukbaja.

Ia berharap, dengan menurunkan langsung ribuan personel itu, dapat menyelesaikan peroalan banjir. Ia pun mengingatkan kepada semua masyarakat Batam untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Buanglah sampah pada tempatnya, sehingga tidak menyumbat parit dan gorong-gorong,” ujarnya.

20 Pejabat dan Tokoh Batam Siap Divaksin Perdana

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri akan mendistribusikan vaksin, Selasa (12/1/2020), ke seluruh wilayah di Kepri, termasuk Batam.

Sebab, pada Rabu (13/1), mulai dilakukan vaksinasi secara serentak di seluruh Indonesia.

“Seluruh kabupaten/kota di Kepri akan kebagian,” tegas
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, Jumat
(8/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Tahap awal pemberian vaksin diprioritaskan pada tenaga
kesehatan. Disusul TNI dan Polri. Vaksin yang akan diedarkan tersebut jumlahnya berbeda-beda tiap kabupaten/kota.

Berdasarkan data tenaga kesehatan yang sudah terisi, Bisri menyebut, Tanjungpinang mendapat 2.957 vaksin, Batam 4.477, Bintan 1.453, Karimun 1.191, Lingga 859, Natuna 918, dan Anambas 871 vaksin.

“Sebagian dulu didistribusikan,” ucapnya.

Ia mengatakan, tahapan vaksin tenaga kesehatan hingga TNI dan Polri, baru selesai di April. Barulah setelah itu giliran masyarakat mendapatkan vaksin.

“Untuk masyarakat belum dilakukan pemberitahuan apapun tentang vaksin. Hingga kini, masih ke tenaga kesehatan saja sosialisasinya,” ujarnya.

Sekda Kota Batam, Jefridin (tengah) saat memimpin rapat koordinasi pelaksanaan Goro, sosialisasi dan pelaksanaan vaksinasi di Kota Batam, Kamis (7/1/2021) di kantor Wali Kota Batam. Foto: Peko Batam untuk batampos.co.id

Pemberiam vaksin ini, dilakukan di seluruh fasilitas tempat layanan kesehatan.

“Pendataan terhadap tenaga kesehatan yang dapat vaksin sudah rampung dilakukan,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua IDI Kepri, dr Rusdani menyampaikan kesiapan dari para dokter untuk divaksin. Ia mengatakan, vaksin ini sudah ditunggu sejak lama.

“Para dokter, tenaga kesehatan lainnya selalu bersentuhan dengan orang positif atau terduga Covid-19. Jadi, semuanya siap divaksin,” ujarnya.

Rusdani mengaku, nanti vaksin diberikan per masing-masing tempat pusat pelayanan kesehatan.

Sementara itu, sebanyak 20 orang pejabat publik dan tokoh di Batam dipastikan mendapat vaksinasi tahap awal Kamis (14/1/2021).

Di antara 20 orang tersebut, termasuk Wali Kota Rudi, Wakil Wali Kota Amsakar, dan Sekda Kota Batam Jefridin Hamid.

Jefridin mengatakan, rapat persiapan sosialisasi vaksinasi akan digelar di Dataran Engku Putri, Senin (11/1/2021) mendatang.

Sosialisasi ini akan dihadiri jajaran Pemko Batam, Forum
Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi profesi, tokoh masyarakat dari kecamatan-kecamatan, hingga tokoh-tokoh agama berikut organisasi keagamaan.

Perwakilan yang hadir dalam sosialisasi ini diharapkan dapat meneruskan ke anggota-anggotanya.

“Dalam kegiatannya nanti, akan dipaparkan oleh tim kesehatan dan dokter paru yang terkait kegiatan ini,” ujarnya, Jumat (8/1/2021).

Dikatakannya, sekitar 20 orang pejabat publik dan tokoh yang akan divaksinasi tahap awal.

Di internal Pemko Batam, vaksinasi tahap awal akan diberikan pada wali kota, wakil wali kota, sekda hingga kepala dinas kesehatan.

Sementara perwakilan dari FKPD belum difinalkan nama-amanya.

“Khusus Batam, vaksinasi digelar Kamis, tahap awal ada 20 orang. Prinsipnya FKPD siap, termasuk tokoh juga,” terangnya.

Sebelum divaksin, para calon penerima vaksin harus memenuhi kriteria, belum pernah terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain 20 orang tersebut, untuk tenaga kesehatan selanjutnya akan divaksin dengan memenuhi kriteria yang berlaku.

“Menurut laporan Dinkes tadi, vaksin untuk sekitar 4 ribuan orang,” tutur Jefridin.(jpg)

SMK Negeri di Batam Siap Menyambut Sistem Belajar Tatap Muka

0

batampos.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Batam menyatakan siap menyambut sistem belajar tatap muka.

Sekolah yang menampung 2.565 siswa ini, telah mempersiapkan peralatan sesuai protokol kesehatan yang diperlukan.

Kepala SMKN 5 Batam, Agus Syahrir, mengatakan, setiap ruangan belajar tersedia peralatan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan juga thermo gun.

”Kita ada 62 ruangan belajar dan peralatan protokol kesehatan lengkap di setiap ruangan, termasuk thermo gun yang disediakan sebanyak 62 unit,” kata Agus, Jumat (8/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau sistem belajar tatap muka di salah satu sekolah di Kecamatan Belakang Padang. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Sementara untuk jarak fisik agar tetap terjaga satu sama lain, pihak sekolah juga telah menyiapkan strategi sistem belajar dobel sif.

”Satu sif masuk pagi, satu sif masuk siang. Itu untuk mata pelajaran reguler. Kalau keahlian, tetap full dengan sekat-sekat yang telah kita persiapkan supaya tidak berdekatan atau kontak fisik satu sama lain,” ujar Agus.

Persiapan serupa juga dilakukan oleh SMKN I Batam. Bedanya, untuk strategi jaga jarak, pihak sekolah akan menerapkan sistem belajar bergantian setiap pekan.

Satu ruangan belajar yang awalnya berisi 40 siswa, maka pembelajaran dilakukan dua termin. Satu termin 20 siswa untuk pekan pertama. Pekan kedua untuk 20 siswa termin kedua.(jpg)

Sekolah Ajukan Izin Belajar Tatap Muka

0

batampos.co.id – Pemko Batam memberikan peluang bagi sekolah di pulau utama atau mainland Batam, untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Namun, ada sejumlah prosedur yang harus dipenuhi sekolah jika ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka. Salah satunya, mendapat izin dari Dinas Pendidikan (Disdik) Batam.

”Kalau di hinterland karena relatif aman, sekolah boleh dibuka semua. Tapi Kalau di mainland, sesuai hasil rapat kemarin, pak wali kota memberikan peluang, asalkan sekolah yang bersangkutan sudah memenuhi syaratnya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, Jumat (8/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Adapun syaratnya, harus ada rapat terlebih dulu antara komite dengan kepala sekolah, apakah setuju sekolah mulai memberlakukan kembali pembelajaran tatap muka.

Selanjutnya, pihak sekolah mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan, untuk menyelenggarakan pembelajaran sistem tatap muka.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau sistem belajar tatap muka di salah satu sekolah di Kecamatan Belakang Padang. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Sekolah bersangkutan kemudian akan dikunjungi pihak Disdik untuk memantau persiapan dan kelengkapan protokol kesehatan.

”Tak bisa ujug-ujug bisa langsung buka, harus mengajukan dulu ke Dinas Pendidikan, baru kita verifikasi dan nanti kita akan rekomendasikan apakah sekolah tersebut bisa atau tidak belajar tatap muka,” tuturnya.

Hendri menambahkan, proses verifikasi kesiapan sekolah ini nantinya akan melibatkan Disdik, tim gugus tugas dan tenaga kesehatan dari puskesmas.

Adapun, yang akan diperiksa adalah kesiapan dari enam daftar periksa di sekolah tersebut.

Enam daftar periksa ini adalah ketersediaan sarana sanitasi kebersihan, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki thermo gun (pengukur suhu tubuh), memiliki pemetaan warga satuan pendidikan, serta mendapatkan persetujuan komite sekolah sebagai perwakilan dari orangtua siswa.

”Kalau nanti sudah memenuhi syarat semua, ada rapat dengan komite dan menyetujui, kemudian surat pernyataan orangtua dan ditandatangani bagi yang mau belajar tatap muka, maka baru bisa dilaksanakan secara tatap muka,” ungkap Hendri.

Namun, jika di sekolah tersebut ada orangtua yang keberatan atau tidak setuju belajar secara tatap muka, berarti hanya anaknya saja yang tetap belajar daring dari rumah atau secara jarak jauh.

”Dan ini sudah kita sampaikan,” bebernya.

Sejauh ini, tambah Hendri, sudah ada beberapa sekolah baik dari jenjang PAUD, TK, SD dan SMP yang mengajukan pembelajaran secara tatap muka ke Dinas Pendidikan.

Di antaranya adalah SMPN 35, SMP Nabila, dan beberapa SD negeri dan swasta serta sejumlah PAUD dan TK.

”Yang mengajukan sudah banyak, tapi kan harus kita verifikasi dulu bersama tim gugus tugas dan puskesmas. Proses verifikasi kita rencanakan dalam waktu dekat,” tutupnya.

Sebelumnya, belajar tatap muka sudah lebih dulu dimulai di sekolah-sekolah yang berada di hinterland terhitung mulai Senin (4/1) lalu.

Saat belajar tatap muka, durasi jam belajar dikurangi, tak ada jam istirahat dan siswa langsung pulang usai belajar di kelas sekitar dua jam.(jpg)

Mantan Pejabat Batam Divonis 6 Tahun Penjara

0

batampos.co.id – Mantan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam, Asril, yang jadi terdakwa korupsi anggaran belanja unsur pimpinan DPRD Batam, dihukum penjara 6 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Jumat (8/1/2021).

Ia didakwa telah melakukan korupsi sehingga menyebabkan
kerugian negara sebesar Rp 2,1 miliar.

Dalam amar putusannya, hakim ketua Guntur Kurniawan menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 2 Juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menghukum terdakwa dengan pidana 6 tahun penjara dan
denda Rp 200 juta subsider 2 bulan penjara,” kata hakim seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,9 miliar. Jika tidak membayar, maka diganti dengan hukuman 4 tahun penjara.

Menanggapi vonis, terdakwa melalui penasihat hukumnya serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim.

Sebelumnya diketahui, Asril ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi belanja unsur pimpinan DPRD Batam yang telah diselewengkan pada tahun anggaran 2017-2019.(jpg)

Perusahaan di Batam Diminta Bayar Upah sesuai UMK 2021

0

batampos.co.id – Upah Minimum Kota (UMK) Batam Tahun 2021 telah diputuskan sebesar Rp 4.150.930. Upah tersebut naik Rp 20.651 atau 0,5 persen dibandingkan UMK Tahun 2020 lalu
yang sebesar Rp 4.130.279.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, meminta setiap perusahaan atau pemberi kerja, agar mengikuti aturan dengan membayarkan upah karyawan sesuai
besaran UMK Batam yang terbaru itu.

”Sudah diputuskan, artinya harus disesuaikan dengan upah baru,” kata Rudi, Jumat (8/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Penyesuaian upah sesuai UMK 2021 ini, lanjutnya, mulai dibayarkan di akhir bulan Januari atau awal bulan Februari 2021.

Ilustrasi pekerja di Kota Batam. Dinas Tenaga Kerja Kota Batam mengingatkan kepada seluruh perusahaan untuk membayarkan upah pekerjanya sesuai dengan UMK 2021 yaitu Rp 4.150.930.  Foto; Dalil Harahap/Batam Pos

Hal ini mengingat pekerja atau buruh diberi upah setelah mereka melakukan pekerjaan.

”Beda sama pegawai, digaji dulu baru bekerja. Penyesuainya di Februari nanti, disesuaikanlah upahnya,” ungkap Rudi.

Selain itu, lanjutnya, bagi pekerja yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, maka itu dirundingkan oleh perusahaan masing-masing sesuai struktur skala upah mereka.

Diketahui, Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Kepri kala itu, Bahtiar Baharuddin, sudah memutuskan nilai Upah Minimum Kota (UMK) Kabupaten/Kota Tahun 2021.

Upah minimun Batam mengalami kenaikan sebesar Rp 20.651. Kepala Dinas Tenaga dan Transmigrasi (Disnaketrans) Kepri, Mangara Simarmata, mengaku, salah satu pertimbangan naiknya UMK Kota Batam sesuai rekomendasi Pjs Wali Kota Batam kala itu, Syamsul Bahrum.(jpg)

Moya Diminta Transparan

0

batampos.co.id – Ombudsman Kepri mengimbau operator Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam, Moya Indonesia, agar segera menyelesaikan persoalan tagihan bengkak yang menimpa sedikitnya 303 pelanggan air bersih di Batam.

Moya diminta turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan teknis, dan menjamin perlindungan konsumen.

Moya juga diminta mempersiapkan pengelolaan pengaduan yang baik dan komprehensif.

”Saya lihat dan meragukannya, apa betul 303 pelanggan tersebut
sudah dikaji secara teknis. Saya tidak yakin ada kebocoran, apalagi saat dipegang ATB, belum pernah terjadi seperti itu. Moya harus transparan,” kata Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, Jumat (8/1/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Karena itu, Lagat sebelumnya juga mengimbau masyarakat yang terdampak untuk menunda pembayaran tagihan air sampai Moya menangani pengaduan dengan seksama.

”Segeralah dikoreksi, layani pengaduan dengan cepat. Mohon maaf, tapi jangan menggampangkan masalah dan buru-buru menyimpulkan,” katanya.

“Mungkin ada pelanggan yang teledor atau bocor, tapi masak bocor semua. Berkaca dari pengalaman dengan pengelola sebelumnya, penanganan aduan itu cepat, maka berikanlah itu untuk perlindungan konsumen,” ucapnya lagi.

Sebelumnya, Moya menjamin proses distribusi air akan sebaik
ATB atau bahkan lebih, maka Lagat meminta Moya untuk membuktikannya.

Sejumlah warga Kota Batam mengantre untuk mendapatkan penjelasan oleh manajemen PT Moya terkait membengkaknya tagihan air mereka. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

”Alangkah bijak, Moya membentuk tim khusus menangani keluhan pelanggan. Masalahnya diurai agar bisa menjawab kerisauan publik. Saya yakin jumlah pelanggan (yang tagihannya membengkak) itu lebih dari 303,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa Ombudsman Kepri akan terus mengawasi Moya selaku operator SPAM.

Pasalnya, air merupakan kebutuhan dasar manusia. Lagat juga meminta agar BP Batam bisa mengawal lebih serius lagi terkait polemik ini.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, meminta Moya segera memberikan solusi dan kepastian kepada masyarakat.

”Kepada saya, Moya menyampaikan ada tiga kemungkinan mengapa tarif air bengkak. Pertama, salah pencatatan meteran air, kedua, kemungkinan ada kebocoran pipa dan ketiga, poin pertama dan kedua harus dipastikan,” jelasnya.

Dalam lawatannya ke Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) SPAM Batam di Batam Center, ia mendapat penjelasan bahwa Moya juga masih mencari tahu faktor lainnya yang menyebababkan pembengkakan tagihan tersebut.

”Moya juga jangan menyalahkan masyarakat karena pemakaian dan kebocoran internal, makanya tagihan bisa naik. Cari tahu dulu di mana salahnya. Selama puluhan tahun, bayar tagihan air Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu, tiba-tiba bayar jutaan,” katanya.

Ia kemudian menuturkan, Kadin Batam akan segera membentuk tim investigasi dan berkonsolidasi dengan Polda Kepri untuk mencari tahu letak persoalannya.

Sebelumnya, Direktur SPAM Batam, Sutedi Raharjo, mengatakan, dari hasil penelusuran, ditemukan tagihan pelanggan yang meningkat dari Rp 69 ribu pada tagihan November 2020, menjadi Rp 1,5 juta pada Desember 2020.

”Peningkatan pembayaran itu, sesuai pemakaian. Itu fakta angka yang kita temukan. Petugas kita turun langsung ke lapangan dan mengambil foto meteran. Itu terjadi karena ada kebocoran,” terang Sutedi di Gedung Marketing Centre BP Batam, Kamis (7/1/2021).

Ia kemudian melanjutkan bahwa kewenangan pengelola SPAM hanya sampai ke meteran.

“Lewat dari meteran, seperti pipa di dalam rumah bukan kewenangan kami lagi. Itu menjadi tanggung jawab si pemilik rumah,” katanya lagi.

Peningkatan tagihan yang melonjak itu, karena ada kebocoran pipa pelanggan setelah melewati meteran.

Sehingga, beban ditanggung pelanggan. Pihaknya sudah melakukan verifikasi dan tinjauan ke lapangan.

”Dari yang kami telusuri, ada 303 pelanggan yang pemakaiannya melonjak. 284 yang airnya melonjak sampai dua kali. Ada instalasi satu orang bocor di dalam. Ada pemakaian yang melonjak, sehingga ada peningkatan tagihan,” paparnya.

Persoalan lainnya, pelanggan yang sebelumnya memiliki tagihan, tapi belum masuk ke sistem billing, sehingga tagihannya terakumulasi selama dua hingga tiga bulan, baru masuk ke sistem.(jpg)

Lapor Pak Bupati, Reagen Tes Swab di Laboratorium RSUD Tarempa Kosong

0

batampos.co.id – Laboratorium RSUD Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, sementara berhenti melakukan aktifitas tes swab Covid -19 dikarenakan mengalami kekosongan bahan kit reagen pada akhir Desember 2020 lalu.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas, Israwijaya, membenarkan terkait hal itu.

“Kondisi ini disebabkan reagen atau cairan kimia untuk menguji swab Covid-19 yang dipakai alat RT PCR itu hanya untuk satu jenis reagen saja,” jelasnya, Israwijaya kepada batampos.co.id, Jumat (8/01/2021).

Tenaga kesehatan saat menangani pasien Covid-19 yang dikarantinakan di Dive Resort yang terletak di Tanjung Kumbik Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id.

Ia tidak dapat memastikan, kapan bahan kit reagen kembali ada di Kabupaten Anambas agar tidak menghambat penanganan yang dilakukan kepada pasien Covid-19.

Kata dia, ketersediaan reagen saat ini masih dalam proses lelang di tahun 2021, ucapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, tes kit reagen tersebut sekaligus penentuan penegakan diagnosis status positif atau negatif dari sampel swab pasien yang diduga terpapar Covid-19.

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerah ini mencatat sudah 96 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga (6/1/2021).

Penambahan kasus konfirmasi Covid-19 tersebut terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 5 November 2020 lalu.

Dari sejumlah kasus itu, diantaranya 95 orang dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal dunia.

Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Provinsi Kepulauan Riau, Andi Kurniawan, mengutarakan, hal itu tergantung kebutuhan apakah daftar tunggu calon pasien hasil tracing ada atau urgent.

“Jika benar-benar dibutuhkan dan urgent rasanya Pemkab bisa melakukan koordinasi ke pemprov terkait permohonan fasilitasi itu,” jelasnya saat di konfirmasi.(fai)

Hari Jadi Kota Tanjung Pinang ke 237, Wali Kota Ziarah ke Pulau Penyengat

0

batampos.co.id – Wali Kota Tanjung Pinang, Rahma, bersama Muspida, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tokoh LAM, Camat dan Lurah se-Kota Tanjung Pinang berziarah ke makam pendahulu Sultan Sulaiman.

Tokoh Pulau Penyengat, Raja Se, mengatakan, ziarah tersebut dilakukan sempena dengan Hari Jadi Kota Tanjung Pinang ke-237 tahun.

“Setelah berziarah dari makam pendahulu Sultan Sulaiman dan rombongan menuju makam Yang Dipertuan Muda 1 Daeng Marewah dan Yang Dipertuan Muda 2 Daeng Celak,” ujarnya, Sabtu (9/1/2021).

Ilustrasi. Pulau Penyengat disiapkan sebagai pulau bersejarah yang menjadi warisan dunia atau World Culture Heritage. Foto: Yusnadi/Batam Pos

Kata dia, saat tiba di Pulau Penyengar, rombongan disambut oleh Lurah Penyengat, Forum RT/RW Kelurahan Penyengat, Pengurus MRSRP , pemuda serta Tokoh Masyarakat.

“Rombongan melakukan ziarah ke makam leluhur sebagai Tokoh pendahulu Pahlawan Nasional Raja Haji Fisabbillah, kemudian ke makam Raja Ali Haji serta Raja Hamidah yang merupakan tokoh perempuan dan salah satu isteri Sultan pada masa itu,” paparnya.

Menurutnya, adapun ziarah merupakan suatu agenda rutin untuk mengenang para pendahulu yang memimpin pada zaman dan masa itu.

Setelah itu lanjutnya, rombongan beristirahat untuk makan siang di rumah Sotoh dan salat di masjid Pulau Penyengat.

“Setelah salat rombongan pulang ke Tanjung Pinang untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” paparnya.(*)