Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9746

256 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan

0

batampos.co.id – Banjir dahsyat di Kalimantan Selatan (Kalsel) membuat aktivitas warga terganggu. Di antara 13 kabupaten dan kota, 11 terdampak banjir. Hingga kemarin (18/1), ketinggian air di beberapa daerah masih di atas 1 meter.

Salah satu daerah yang terparah adalah Kabupaten Banjar. Kemarin Presiden Joko Widodo memantau langsung kondisi di sana.

Begitu tiba di Kalsel, Jokowi dan rombongan langsung menuju Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur. Iring-iringan kendaraan rombongan Jokowi sempat terlihat melewati banjir yang masih setinggi roda mobil. Jokowi akhirnya memantau banjir dengan berjalan kaki di Jembatan Pekauman. Dia didampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Bupati Banjar Khalilurahman.

Pantauan Radar Banjarmasin, Jokowi tampak memberikan instruksi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Setelah itu, Jokowi membagikan sembako, masker, dan makanan siap saji ke beberapa warga.

Presiden Joko Widodo meninjau Jembatan Banua Anyar di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, yang rusak diterjang banjir kemarin (18/1). (SETPRES)

Rombongan kemudian bertolak ke jembatan putus di Jalan A. Yani Km 55 di Kecamatan Mataraman, Banjar. Jembatan penghubung trans-Kalimantan di perbatasan Desa Banua Hanyar dengan Desa Bawahan Pasar itu putus setelah diterjang banjir dua kali, Kamis (14/1) dan Minggu (17/1).

Saat tiba di lokasi, Jokowi mengungkapkan, selain arus lalu lintas terganggu, putusnya Jembatan Mataraman menimbulkan kendala pengiriman bantuan. Dia mengatakan sudah menginstruksi menteri PUPR untuk menangani kerusakan sejumlah sarana penghubung. Termasuk Jembatan Mataraman. Perbaikan itu ditargetkan tuntas dalam tiga atau empat hari. ’’Saya ingin memastikan ke lapangan, yang pertama mengenai kerusakan infrastruktur. Ada beberapa jembatan yang runtuh. Seperti kita lihat di belakang ini (Jembatan Mataraman, Red),’’ katanya.

Jokowi menambahkan, bencana banjir yang terjadi di Kalsel kali ini terbesar sepanjang sejarah. Penyebab utamanya, menurut Jokowi, adalah curah hujan yang tinggi serta fenomena La Nina.

BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mencatat, ada 256.516 jiwa yang terdampak di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Banjar menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan total 17.996 KK dan 72.994 jiwa. Disusul Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 16.100 KK, 64.400 jiwa; Kabupaten Barito Kuala 13.568 KK, 28.400 jiwa; dan Kabupaten Tanah Laut 8.870 KK, 27.815 jiwa.

Berikutnya, Kabupaten Balangan dengan 5.699 KK, 17.501 jiwa; Kota Banjarmasin 5.608 KK, 17.009 jiwa; Kabupaten Hulu Sungai Selatan 3.138 KK, 6.690 jiwa; Kota Banjarbaru 2.594 KK, 8.671 jiwa; Kabupaten Tapin 515 KK, 1.492 jiwa; Kabupaten Hulu Sungai Utara 299 KK, 774 jiwa; dan Kabupaten Tabalong 253 KK, 770 jiwa. Hingga kemarin, 15 korban dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, BNPB menyerahkan bantuan berupa dana siap pakai (DSP) senilai Rp 3,5 miliar untuk penanganan banjir di Kalsel. Bantuan tersebut diberikan untuk lima kabupaten yang terdampak banjir paling parah. Yakni, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, pemerintah akan memberi bantuan kepada para korban bencana. ’’Kami sesuai arahan dari Bapak Presiden akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kerusakan rumah, baik itu rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan,’’ katanya.(jpg)

66 Tenaga Medis Hinterland di Batam Divaksinasi Covid-19

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam kembali melanjutkan vaksinasi di wilayah hinterland atau pesisir.

Vaksinasi Covid-19 digelar di Puskesmas Belakangpadang, Senin (18/1/2021). Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto, mengatakan, sebanyak 66 tenaga medis terdaftar dan menerima vaksin di tahap pertama ini.

Vaksinasi dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan (Protkes).

Pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan empat mekanisme yang
sudah ditetapkan. Penerima vaksin awalnya mendaftar, skrining kesehatan, penyuntikan vaksinasi dan observasi untuk melihat efek dari vaksin.

”Semua berjalan dengan baik. Mereka yang divaksin sesuai
dengan kategori. Lolos cek kesehatan dan tidak memiliki penyakit bawaan yang berisiko menimbulkan efek samping,” sebutnya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memperlihatkan vaksin yang diterima dari Pemprov Kepri beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Yudi menyebutkan, saat ini wilayah Belakangpadang masuk zona hijau. Aktivitas belajar tatap muka juga sudah digelar sejak dua pekan lalu.

Kendati demikian, pihaknya bersama tim pengawasan tetap
memantau jalannya belajar tatap muka ini.

Hal tersebut bertujuan untuk memastikan protkes tetap berjalan, dan siswa serta tenaga pendidik bisa bebas dari Covid-19.

”Karena kami percontohan, jadi harus kerja optimal. Jangan sampai ada kelalaian yang bisa menyebabkan terjadinya penyebaran di lingkungan pendidikan,” terangnya.

Mengenai vaksinasi, mantan Camat Bengkong ini mengatakan, sangat mendukung pelaksanaan dan berharap ditahap selanjutnya bisa mendapatkan vaksin.

”Karena melihat skala prioritas, jadi kami menunggu saja, sementara ini kami ingin memastikan protkes ini jalan. Agar zona hijau ini bisa terjaga, dan kondisi segera membaik,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Belakangpadang, Sri Fetra, mengatakan, tidak semua tenaga medis di Belakangpadang mendapatkan vaksin.

Hal ini berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan beberapa waktu lalu.

”Saya pernah terpapar jadi tidak masuk kategori sebagai penerima vaksin. Ada juga yang hamil jadi tidak divaksin,” sebut
dia.

Ia mengatakan, tenaga medis yang ada di pulau juga mendapatkan vaksin, termasuk yang ada di Pulau Pemping.(jpg)

Kepastian Penyelenggaraan Haji 2021, Ini Penjelasan Menteri Agama

0

batampos.co.id – Penyelenggaraan ibadah haji 1442 H atau pada 2021 ini masih belum jelas dapat dilaksanakan atau tidak. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi belum memberikan keterangan akan hal tersebut.

Terkait hal itu, anggota Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan pendekatan secara psikologis terhadap calon jamaah haji asal Indonesia tahun 2020 yang gagal berangkat akibat pandemi Covid-19. Dia menilai pendekatan tersebut penting dilakukan agar meminimalkan gangguan stres.

“Pak Menteri (Agama) banyak masyarakat kita yang gagal berangkat haji akibat pandemi Covid-19, padahal mereka itu sudah menunggu sekian lama sekali. Bagaimana caranya agar mereka itu tidak stres,” ungkap Diah dalam rapat kerja bersama Kemenag, Senin (18/1).

Diah juga mengatakan bahwa Menag harus memastikan keberangkatan calon jamaah haji tahun 2020 asal Indonesia yang sempat tertunda. “Harus segera dipastikan, apakah ibadah haji ditunda lagi atau gimana? Karena masyarakat ini sudah menunggu lama hingga belasan-puluhan tahun,” imbuh politikus PDIP tersebut.

Menanggapi hal itu, Menag Yaqut Cholil Quomas belum bisa memastikan apakah pemerintah Arab Saudi akan membuka pintu kembali untuk ibadah haji di masa pandemi Covid-19. Namun pihaknya terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi.

“Ada atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji 2021 sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah Arab Saudi. Kita semua menginginkan agar wabah ini segera berakhir agar pelaksanaan ibadah haji 2021 kembali normal,” harap menteri yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Meski begitu, Yaqut menuturkan bahwa Kemenag sudah menyiapkan tiga opsi terkait pelaksanaan ibadah haji di masa pandemi Covid-19. Seperti pelaksanaan dengan kuota haji terbatas sampai ditiadakannya ibadah haji.

“Kami memiliki tiga opsi atas ikhtiar ini. Pertama, yaitu kuota penuh, kuota terbatas, dan seperti tahun lalu tidak memberangkatkan jamaah haji. Pemerintah sampai saat ini menyiapkan opsi pertama,” pungkas gus Yaqut.(jpg)

3 SPBU di Batam Tutup, Shell Siap Bangun SPBU di Batam

0

batampos.co.id – Perusahaan minyak Shell mengajukan diri untuk hadir di tengah masyarakat Batam. Hadirnya Shell nantinya bisa menjadi pilihan masyarakat dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) selain yang disediakan Pertamina.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, rencana permintaan perusahaan minyak asal Malaysia itu hadir di Batam sudah diajukan beberapa waktu lalu.

Hanya saja memang permintaaan tersebut belum diajukan secara resmi.

”Ini permintaan mereka minggu lalu, belum disampaikan secara resmi,” kata Gustian seperti yang diberitakan Harian Batam Pos,
Senin (18/1/2021).

Dikatakannya, perusahaan Shell sudah hadir di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta dan Bandung.

Sehingga jika nantinya hadir di Batam, bisa jadi pilihan untuk masyarakat mengisi bahan bakar minyak.

”Kondisi ini juga bisa mengatasi kelangkaan BBM yang selama ini hanya disediakan Pertamina. Jadi, tak takut lagi adanya kelangkaan BBM,” jelasnya.

Menurut Gustian, harga BBM Shell hampir sama dengan BBM yang disediakan Pertamina.

Antrean kendaraan roda empat saat hendak mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Kota Batam. Perusahaan minyak Shell mengajukan diri untuk hadir di tengah masyarakat Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Namun, Gustian lebih berharap jika Shell jadi hadir di Batam, bisa lebih menyediakan BBM sebanding dengan harga premium.

Mengingat kondisi masyarakat Kota Batam yang memang sedang
terpuruk selama pandemi Covid-19.

“Kami minta harga Shell ini setara dengan BBM jenis premium. Jadi bisa mengatasi kelangkaan premium atau pertalite yang saat ini dibatasi Pertamina,” tegasnya.

Disinggung kapan secara resmi perusahaan Shell hadir di Batam, Gustian belum bisa memastikan. Namun, ia berharap bisa secepatnya.

”Saat ini menunggu izin pusat dulu. Jika oke, bisa langsung,” ujarnya.

Di lain hal, Gustian juga menyayangkan indikasi pembatasan penyaluran BBM jenis pertalite oleh Pertamina di Kota Batam.

Bahkan, lanjutnya, ketersediaan pertalite sangat terbatas, meski SPBU tersebut menjual pertalite.

Sehingga tidak semua pengendara bisa mendapatkan pertalite.

”Ada SPBU yang menjual pertalite, tapi sering kosong atau habis. Kasihan masyarakat, seperti dipaksa membeli pertamax 92, karena premium juga habis,” tuturnya.

Tak hanya itu, 40 SPBU di Batam, tiga sudah tutup. Dari 37 SPBU tersisa, hanya 25 SPBU yang mendapatkan jatah menjual BBM subsidi jenis premium.

Jumlah tersebut pelan-pelan juga akan dikurangi, seiring dengan
akan dikuranginya kuota minyak subsidi oleh pemerintah.

“Alasan premium mau dihapuskan, tapi sampai sekarang masih ada dan tidak hilang. Tentu Pemerintah Kota Batam melakukan kajian bagaimana Shell bisa masuk ke Batam,” ujarnya.

Karena itu, Gustian menggesa pelaksanaan kartu kendali pembelian premium.

Hal itu diharapkan mampu membantu kondisi masyarakat di tengah ekonomi yang sedang anjlok.

”Paling tidak adanya premium bisa membantu masyarakat. Kalau sekarang kondisinya, premium dan pertalite langka, masyarakat
dipaksa beli pertamax 92 dan turbo yang sudah jelas harganya jauh lebih mahal,” terangnya.(jpg)

Warga Batam, Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

0

batampos.co.id – Masyarakat Batam diminta waspada terhadap
angin kencang dan ge lombang tinggi. Stasiun Meteorologi Hang Nadim mencatat sepanjang Senin (18/1/2021) angin berhembus
dengan kecepatan kurang lebih 20 knot atau sekitar 37 kilometer
per jam.

Angin ini dapat menyebabkan gelombang tinggi di laut, tapi di darat juga bisa mengakibatkan pohon tumbang.

”Tetap selalu waspada terhadap angin kencang dan gelombang
tinggi,” kata Fauzan Lathif, Forecaster Stasiun Meteorologi Hang Nadim seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Angin kencang ini, kata Fauzan, akibat perbedaan tekanan udara. Dia menyebutkan, di utara Batam tekanan udaranya cukup tinggi, sedangkan di selatan rendah.

Sehingga menyebabkan angin bertiup dari utara ke selatan.

”Kondisi ini berlangsung hingga tiga hari ke depan,” sebutnya.

Ia mengatakan, sejauh ini kondisi perairan di Batam,
Tanjungpinang, dan Bintan masih aman. Tapi warga di perairan Lingga diminta berhati-hati akan gelombang tinggi.

”Paling tinggi itu di Anambas dan Natuna,” ungkapnya.

Ilustrasi

Potensi hujan di Batam diperkirakan akan terus turun hingga akhir bulan. Namun, dapat meningkat apabila ada siklon berada dekat Kepulauan Riau.

Hari ini, Selasa (18/1), diperkirakan cuaca berawan, tapi memiliki potensi hujan yang kurang. Hal ini diakibatkan divergensi massa udara pada lapisan atas.

Prakiraan kelembaban udara yang cenderung rendah, serta angin yang bertiup cukup kencang, sehingga menjadikan pertumbuhan awan-awan hujan kurang signifikan.

Sementara itu, Kasat Polair Polresta Barelang, AKP Syaiful Badawi, mengimbau masyarakat Batam untuk menunda aktivitas di laut.

Sebab, saat ini angin kencang dan dinilai dapat membahayakan nyawa pelaut.

”Perhatikan cuaca. Untuk kondisi sekarang, angin kencang, gelombang tinggi, sebaiknya tunda dulu melaut,” ujar Badawi, kemarin siang.

Badawi menjelaskan, dalam kondisi ini, pihaknya sudah melakukan imbauan di sejumlah pelabuhan yang digunakan para pemancing.

Ia meminta untuk selalu menggunakan pelampung atau life jacket.

Khusus kapal, lanjut Badawi, ia meminta nakhoda untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

”Intinya selalu waspada. Hal ini untuk melindungi keselamatan saat terjadinya laka laut,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Basarnas Tanjungpinang, Mumin Maulana. Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca perairan yang tidak menentu.

”Imbauan ini dikhususkan untuk masyarakat yang memanfaatkan angkutan penyeberangan dan yang melakukan usaha di lautan,” ujarnya.

Mumin menjelaskan, cuaca tidak menentu tersebut akan berlangsung sepanjang bulan Januari.

Dimana cuaca diperkirakan angin kencang, hujan lebat, hingga gelombang laut yang tinggi.

”Peran semua pihak kepada masyarakat untuk ikut andil, karena keselamatan itu tanggung jawab semua warga negara. Karena kalau bicara soal keselamatan jiwa itu sudah masalah kamanusiaan,” tutupnya.(jpg)

Di Batam 137.248 Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Tak Aktif

0

batampos.co.id – Total jumlah Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam yang aktif per Januari 2021 adalah 263.731 orang.

Sedangkan untuk peserta yang tidak aktif, tercatat 137.248 orang. Untuk peserta mandiri aktif, sebanyak 73,42 persen
(193.641) berada di kelas 3 yakni dengan iuran bulanan
Rp 35 ribu, kemudian kelas 2 yakni 16,6 persen (43,940)
dengan iuran per bulan Rp 100 ribu, dan kelas 1 hanya 9,92 persen (26.150) dengan iuran per bulan Rp 150 ribu.

Kabid SDM dan Humas BPJS Kesehatan Cabang Batam, Irfan Racmadi, menjelaskan, sekitar 35 persen peserta mandiri cabang Batam berstatus tidak aktif.

Jumlah peserta tidak aktif meningkat selama masa pandemi Covid-19.

”Cukup banyak peserta mandiri tidak aktif. Beberapa di antaranya itu yang dulunya dari perusahaan, kemudian kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan lanjut ja di peserta mandiri,” kata Irfan seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Senin (18/1/2021).

Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam saat melayani masyarakat yang ingin menjadi peserta JKN-KIS. BPJS Kesehatan Cbaang Batam mencatat ada 137.248 peserta mandiri yang sudah tak aktif. Foto: Messa Haris/batampso.co.id

Dikatakannya, BPJS Kesehatan sudah memberi kelonggaran pembayaran tunggakan iuran dengan program relaksasi. Program tersebut berakhir pada 25 Desember 2020 lalu, dengan masa cicilan hingga 31 Desember 2021.

”Yang tidak bayar akan langsung tidak aktif. Kami sudah memberi keringanan di tahun kemarin dengan program relaksasi,” imbuh Irfan.

Menurut Irfan, pada tahun ini, program relaksasi itu sudah berakhir.

Artinya, peserta yang menunggak iuran wajib membayar langsung seluruh tungga kan dengan maksimal pembayaran 24 kali iuran, agar bisa aktif kembali.

Sedangkan jika terdaftar dalam relaksasi cicilan pembayaran, bisa hingga akhir Desember tahun ini.

”Untuk bisa aktif, peserta nonaktif wajib membayar lunas semua tunggakan maksimal 24 kali pembayaran,” terang Irfan.

Meski begitu, ia berharap program itu akan kembali ada. Sebab, dengan program relaksasi, banyak peserta nonaktif sebelumnya, kembali aktif.

”Pendaftaran sangat banyak, program relaksasi sepertinya sangat diminati. Mudah-mudahan jadi pertimbangan pusat membuka lagi program ini,” harap Irfan.(jpg)

Disnaker Batam Buka Pelatihan untuk Pencari Kerja

0

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam kembali menggelar pelatihan untuk pencari kerja (pencaker) dan peningkatan keahlian bagi tenaga kerja, awal tahun ini.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, anggaran pelatihan ini bersumber dari Dana Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) tahun 2020 lalu.

Menurutnya, pelatihan untuk pencaker ini difokuskan untuk pengembangan diri agar bisa membuka usaha sendiri.

”Ada pelatihan untuk barista (orang yang meracik minuman), menjahit, make up, salon, dan lainnya. Ada juga untuk mereka yang tertarik untuk belajar las, atau pelatihan lainnya yang dibutuhkan sektor industri di Batam,” jelasnya, Senin (18/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi para pencaker. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Pandemi Covid-19, kata dia, membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Untuk itu, ada lebih dari 20 bidang pelatihan pencari kerja yang dibuka.

Pelatihan dasar ini diharapkan bisa menjadi modal awal bagi pencari kerja dalam memulai usaha, karena mencari pekerjaan masih sulit saat ini.

Menurut Rudi, pelatihan bagi pencaker akan mulai dibuka akhir bulan ini. Pelamar nanti bisa mengecek dan memenuhi  persyaratan yang diminta panitia.

”Kami berharap dengan ikut pelatihan, akan banyak wirausahawan yang muncul. Meskipun hanya skill (keahlian) awal, setidaknya ini bisa jadi modal bagi mereka,” imbuhnya.

Selain pelatihan bagi pencaker, Disnaker juga menggelar pelatihan untuk peningkatan keahlian bagi tenaga kerja. Ada 31 bidang pelatihan yang disediakan untuk sertifikasi keahlian ini.

Peningkatan keahlian ini bertujuan untuk menaikkan level atau jabatan tenaga kerja, dan otomatis akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan.(jpg)

Berharap Masyarakat dan Tenaga Kerja Bisa Segera Divaksinasi

0

batampos.co.id – Program vaksinasi Covid-19 kepada tenaga kesehatan sedang berlangsung. Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) menyambut baik program vaksinasi tersebut dan berharap setelah garda terdepan usai, ada perluasan akses terhadap vaksin. Tujuannya, supaya masyarakat umum termasuk pelaku bisnis serta tenaga kerja bisa segera divaksinasi Covid-19.

Ketua Umum ABADI Mira Sonia berharap agar akses vaksin dibuka untuk segmentasi masyarakat lainnya usai yang penting diselesaikan. Bahkan, Mira menyebut ABADI siap melaksanakan vaksinasi Coivd-19 secara mandiri.

“Vaksinasi Covid-19 adalah faktor yang sangat penting dalam pemulihan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Kami ingin mendukung program nasional tersebut, termasuk dalam pelaksanaan secara mandiri”, ujar Mira Sonia.

Sebagai asosiasi alih daya nasional yang menaungi perusahaan pengelola serta tenaga kerja alih daya, ABADI sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Para pengelola dan pekerja alih daya terjebak dalam dilema. Meski protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, masih ada kemungkinan terkena Covid-19.

Dalam keadaan yang sangat tidak ideal saat ini, dan tingkat keterisian fasilitas kesehatan sudah sangat tinggi, mengkhawatirkan semua orang yang ingin tetap bekerja dan menjalankan roda bisnis di Tanah Air. Itulah kenapa, vaksinasi memberikan harapan bahwa orang yang telah divaksin akan mendapatkan peningkatan imunitas tubuh meski setelahnya tetap harus patuh protokol kesehatan.

Sehingga kalau pun tetap terkena Covid-19 dan dibutuhkan perawatan medis, prosesnya dapat dilakukan secara ringan dan cepat. Mira Sonia berharap vaksinasi Covid-19 dapat segera dilaksanakan dalam jumlah yang signifikan.

“Kami optimis pemerintah dapat mendatangkan vaksin dan mendistribusikannya seefisien mungkin. ABADI juga tetap berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam proses rekrutmen dan penyerapan tenaga kerja secara luas sebagai partisipasi dalam mengurangi dampak pandemi Covid-19”, katanya.(jpg)

Belajar Tatap Muka di Batam Ditunda, Alasannya…

0

batampos.co.id – Pemko Batam akhirnya menunda rencana pembukaan belajar tatap muka di sekolah untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, belajar tatap
muka ditunda hingga kondisi aman dari penyebaran Covid-19.

Itu karena, banyak orangtua yang mengkhawatirkan pembukaan
sekolah di tengah kasus yang masih bertambah.

”Kita hold (tahan) dulu lah. Saya tidak mau ambil risiko. Karena sesuai dengan edaran menteri juga untuk membatasi kegiatan usai libur Natal dan Tahun Baru,” kata Rudi, Senin (18/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Rudi menyebutkan, saat ini pemerintah daerah bersama tenaga medis masih fokus untuk program vaksinasi Covid-19.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau sistem belajar tatap muka di salah satu sekolah di Kecamatan Belakang Padang. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Tahap awal memang untuk tenaga medis, nanti dilanjutkan untuk sektor pendidikan. Untuk penerima vaksin, juga sudah ada kriterianya.

Nantinya Dinas Kesehatan yang akan langsung menjalankan.

”Kita selesaikan dulu vaksinasi ini. Kalau kondisi sudah aman, nanti baru kita rapatkan kembali soal pembukaan sekolah di mainland (wilayah perkotaan) ini,” ujarnya.

Pihaknya harus melihat perkembangan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan ke depan.

Menurutnya, rencana belajar tatap muka ini bisa dirapatkan kembali Maret mendatang. Karena, sesuai dengan target  pemerintah pusat, vaksinasi masih akan dilanjutkan Maret nanti.

”Kita rampungkan dulu lah soal vaksin ini. Kalau semua sudah divaksin, masyarakat jadi terlindungi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan, pembukaan sekolah memang belum bisa digelar.

Hal ini karena ada surat edaran terbaru terkait pembatasan kegiatan, termasuk sekolah.

Mainland daring dulu. Memang kita sudah edarkan surat pernyataan untuk orangtua terkait belajar tatap muka. Namun banyak yang belum mengembalikan. Jadi, kita menarik kesimpulan, lebih aman belajar dari rumah dulu,” bebernya.

Untuk rencana ke depan, ia mengatakan, masih menunggu, dan belum ada pertemuan kembali dengan guru untuk membahas ini.

Kendati demikian, ia mengaku sekolah sudah mulai menyediakan dan memenuhi sarana dan prasarana protokol kesehatan jelang
pembukaan sekolah ini.

”Nanti kita atur lagi pertemuan untuk bahas ini,” tutupnya.(jpg)

Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Kembali Diperpanjang

0

batampos.co.id – Proses evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) kembali di perpanjang selama tiga hari. Perpanjangan ini setelah melalui pertimbangan dengan pihak Basarnas, Kemenhub, KNKT, DVI, dan berbagai pihak terkait.

“Dalam kesempatan ini, saya mengumumkan bahwa pelaksanaan operasi SAR kita perpanjang tiga hari lagi,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (18/1).

Bagus menyampaikan, pertimbangan perpanjangan proses evakuasi salah satunya karena tim DVI Polri baru berhasil mengidentifikasi 29 korban. Karena kecelakaan tersebut menewaskan 62 korban, sesuai manifest pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

“Sampai saat ini secara resmi dari DVI baru merilis 29 yang diidentifikasi. Tentunya tim SAR gabungan berusaha sekuat mungkin melaksanakan evakuasi korban. Semakin banyak jumlah kantong yang kita temukan, akan semakin bermanfaat bagi DVI dalam membantu proses identifikasi,” ungkap Bagus.

Bagus tak memungkiri, belum ditemukannya black box cockpit voice recorder (CVR) juga jadi alasan melanjutkan proses evakuasi, meski memang black box flight data recorder (FDR) telah ditemukan. Hal ini guna mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

“Kemudian terkait CVR penting, FDR juga penting. Namun dalam konteks ini saya mau fokuskan kepada evakuasi korban dan bersamaan dengan itu melaksanakan evakuasi bagian CVR yang belum ketemu namanya Crash Survivable Memory Unit (CSMU) itu adalah bagian yang merekam data percakapan atau suara di kokpit. Itu yang belum kita temukan,” ujar Bagus.

Oleh karena itu, Bagus menekankan perpanjangan tiga hari ke depan akan fokus pada pencarian korban dan isi dari CVR yang belum ditemukan. “Tentunya kita akan lebih memfokuskan, mungkin shift, atau kita fokus ke area-area tertentu. Kekuatan tetap sama dari Basarnas, TNI, Polri, potensi-potensi SAR lainnya KPLP dan lain-lain,” tandas Bagus.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB. Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang.(jpg)