Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9755

Dirut BPJS Kesehatan Tinjau Implementasi P-Care Vaksinasi Bagi Tenaga Medis

0

batampos.co.id – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga medis di Puskesmas Merdeka Palembang, Rabu (20/01).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan implementasi P-Care Vaksinasi Covid-19 berjalan lancar selama proses pemberian vaksin bagi tenaga kesehatan setempat.

“Di Puskesmas Merdeka sendiri, saat ini sudah tersedia 29.000 vial vaksin Covid-19 untuk 14.000 tenaga kesehatan di seluruh Palembang yang sudah terdata,” ujarnya.

“Sejauh ini tidak bermasalah. Meski demikian, kami terus memantau pemanfaatan aplikasi P-Care Vaksinasi yang sudah diimplementasikan oleh sejumlah fasilitas kesehatan di Indonesia,” jelas Fachmi lagi.

Aplikasi P-Care Vaksinasi ini adalah bagian terintegrasi dari Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19 yang mendukung proses pencatatan dan pelaporan pelayanan vaksinasi di fasilitas kesehatan.

Terdapat 13.573 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia sudah terintegrasi dengan P-Care Vaksinasi.

Data hasil input P-Care Vaksinasi akan terintegrasi pada tabulasi dan dashboard Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Fachmi menjelaskan, sesuai masukan dari Kementerian Kesehatan RI dengan melihat kondisi implementasi P-Care Vaksinasi di lapangan, pihaknya telah melakukan beberapa penyesuaian.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga medis di Puskesmas Merdeka Palembang, Rabu (20/12021). Foto: BPJS Kesehatan

Untuk P-Care Vaksinasi yang digunakan oleh fasilitas kesehatan, saat ini sudah disempurnakan sehingga dapat membaca seluruh data yang telah dibuatkan tiketnya oleh KPCPEN, dapat melakukan entry pada tanggal yang berbeda dengan tanggal registrasi yang dibuat KPCPEN.

Serta dapat melakukan entry meski melebihi kapasitas yang ditentukan pada aplikasi P-Care Vaksinasi yang digunakan Dinas Kesehatan.

Selain itu, penyempurnaan juga dilakukan terhadap aplikasi P-Care Dinas Kesehatan sehingga kini mereka dapat melakukan perubahan data kapasitas dan penjadwalan layanan di fasilitas kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Fachmi juga menerangkan kebijakan pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan.

Ia mengatakan, seluruh tenaga kesehatan yang telah terdata dan tervalidasi di Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) Kementerian Kesehatan, sudah didaftarkan di Pusat Data KPCPEN.

Seluruh data tersebut dapat dibaca di aplikasi P-Care Vaksinasi.

“Bagi tenaga kesehatan yang datanya belum valid atau belum terdaftar, maka pimpinan tenaga kesehatan bisa memasukkan datanya ke aplikasi SISDMK,” jelasnya.

“Jika pada saat pelayanan ditemukan data tidak valid di Aplikasi P-Care Vaksinasi, maka tenaga kesehatan harus memperbarui datanya ke SISDMK terlebih dulu sebelum memperoleh vaksinasi,” terang Fachmi lagi.

Adapun pengaturan jadwal pelaksanaan vaksinasi dan kapasitas layanan dilakukan oleh pimpinan fasilitas kesehatan.

Untuk mempermudah dan mempercepat proses pendataan, pelayanan vaksinasi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan lain, bukan tempat tenaga kesehatan bekerja.

“Vaksinasi tahap ini diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas kesehatan. Ini adalah langkah perlindungan bagi mereka selaku garda terdepan bangsa dalam melawan pandemi Covid-19,” tuturnya.

“Untuk tahap kedua vaksinasi, akan dilaksanakan pada April 2021 sampai Maret 2022. Meski sudah divaksinasi, kami harap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan demi melindungi diri, keluarga, dan orang-orang sekitar,” pesan Fachmi.(*)

SIM Gratis Bagi Masyarakat Tak Mampu Tinggal Tunggu Juknis dan Perkap

0

batampos.co.id – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) telah disahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, dalam penerapannya, PP tersebut masih belum dilaksanakan, mengingat masih menunggu Petunjuk Teknis (juknis) dari Kementerian Keuangan dan Peraturan Kapolri (Perkap).

“Kami masih menunggu petunjuk teknis dari pusat,” ucap Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Kamis (21/1).

Ilustrasi SIM C. (jpg)

PP 76/2020 sendiri salah satunya berisi tentang biaya pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis bagi masyarakat kurang mampu. Sehingga untuk mengantisipasi praktik curang maupun calo, membutuhkan juknis dan Perkap sebagai aturan turunan.

“Karena PP tersebut akan ditindaklanjuti dengan petunjuk teknis Menteri Keuangan dan Perkap,” jelas Sambodo.

Sebelumnya, Polri tengah membuat Peraturan Kepolisian (Perpol) untuk menerapkan kebijakan pemerintah pusat untuk mengatur SIM, STNK, dan SKCK. Hal itu menyusul telah ditandatanganinya PP Nomor 76 Tahun 2020, tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) oleh Presiden Jokowi.

PP tersebut disahkan Presiden pada 21 Desember 2020. Dalam Pasal 1 disebutkan setidaknya ada 31 jenis PNBP yang berlaku di lingkungan Polri. Di antaranya pengujian untuk penerbitan SIM baru, perpanjangan SIM, pengujian penerbitan surat keterangan uji ketrampilan pengemudi, penerbitan STNK, penerbitan surat tanda coba kendaraan bermotor, penerbitan tanda nomor kendaraan bermotor.

Selanjutnya, penerbitan tanda coba nomor kendaraan bermotor, penerbitan BPKB, penerbitan surat mutasi kendaraan bermotor ke luar daerah, penerbitan SKCK. Dalam PP tersebut, memungkinkan digratiskannya biaya 31 layanan publik, termasuk biaya pembuatan dan perpanjangan SIM bagi masyarakat kurang mampu.(jpg)

Jangan Kucilkan Tetangga yang Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Kasus positif di Indonesia masih terus menunjukkan peningkatan. Bagi masyarakat yang berada di lingkungan padat diminta untuk lebih waspada karena berpotensi adanya interaksi.

Maka dari itu, pencegahan melalui penerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu wajib memakai masker, wajib mencuci tangan dan wajib menjaga jarak harus dilakukan.

Kemudian juga, apabila ada tetangga yang diketahui terpapar Covid-19, warga sekitar jangan sampai meninggalkan mereka, bahkan sampai mengucilkan mereka dari tempat tinggal karena positif virus.

Kepala Sub Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Dwi Listyawardani menuturkan bahwa terdapat stigma negatif mengenai pasien positif. Banyak masyarakat yang berpikir mereka harus dijauhi.

’’Masih ada stigma-stigma di lingkungan kita sendiri ya yang menganggap bahwa mereka yang positif itu harus dikucilkan, bahkan tidak dibantu,’’ ungkap dia beberapa waktu lalu.

Padahal tidak perlu sampai melakukan seperti itu, malahan mereka sangat membutuhkan bantuan tetangga sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, masyarakat sekitar jangan takut dan ketika hendak berinteraksi meskipun tidak kontak fisik, pastikan untuk terapkan 3M.

’’Justru harus sangat dibantu ya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena saudara-saudara kita yang positif jelas-jelas harus melakukan isolasi,’’ ucapnya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo pun menambahkan agar masyarakat tidak hanya melaksanakan 3M, tapi juga hal-hal kecil seperti hendak mengambil akan tetapi tidak mencuci tangan dengan sabun.

’’Minimal harus harus sudah tercuci terlebih dahulu, kadang kan ada orang ya, orang itu wudhu tapi ambil air wudhu itu tangannya kotor, kemana-mana pegang apa-apa ambil air wudhu itu mestinya dicuci dulu,’’ ucapnya. (*/jpg)

Polda Kepri Tangkap Predator Anak

0

batampos.co.id – Ditreskrimum Polda Provinsi Kepri mengamankan RS pelaku pelecehan seksual terhadap 10 anak di bawah umur.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, predator anak tersebut berhasil ditangkap
berdasarkan hasil penyidikan dan penyelidikan diawal.

Tersangka lanjutnya diketahui melakukan tindak kejahatannya di dua lokasi hotel di daerah Pelita, Kota Batam pada September 2020 yang lalu.

“Modus yang dilakukannya adalah tersangka yang berprofesi sebagai Fotografer melakukan bujuk rayu dan menawarkan korban sebagai model foto sehingga para korban menuruti keinginan tersangka,” ujarnya, Rabu (20/1/2021).

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku ada 10 orang anak yang menjadi korbannya.

“Penyeledikan ini akan terus berkembang dan tidak berhenti sampai disini saja. Dari kejahatan yang dilakukan oleh tersangka ini berhasil diamankan juga barang bukti 1 unit Handphone yang digunakan tersangka untuk Chating dengan para korbannya,” tuturnya.

Selain itu pihaknya juga mengamankan 1 unit kamera, 1 helai baju warna abu-abu, 1 helai celana panjang warna biru, 1 helai celana dalam warna ungu, 1 helai bra warna hitam, 1 helai baju warna hitam motif kotak-kotak dan 1 helai celana panjang warna biru.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt (dua dari kanan) saat memperlihatkan barang bukti dan tersangka RS (kaos putih). Foto: Polda Kepri.

Perwira menengah kepolisian itu menyebutkan, atas kejahatan yang dilakukannya tersangka dikenakan Pasal 81 Ayat 2 dan Ayat 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Dengan anhcaman ukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling anyak Rp 5 miliar.

“Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan saksi, dan juga terus melakukan pendalaman serta pengembangan terhadap dugaan adanya korban lainnya serta melakukan koordinasi dengan P2TP2A Provinsi Kepri sebagai pendampingan kepada korban”. ujarnya.

Kabid Humas menjelaskan, dalam penegakkan hukum terhadap perlindungan anak ini, pihaknya juga akan menerapkan Undang-undang baru, yang sudah ditandatangani oleh Presiden RI.
“Yang salah satunya didalam ayat tersebut adalah pemberian hukuman Kebiri Kimia yang dilakukan sesuai dengan putusan hakim di pengadilan,” tuturnya.

Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol, Arie Dharmanto, menjelaskan, tersangka mengaku telah melakukan kejahatannya kepada 10 korban.

“Dia (pelaku,red) ingat hanya 10 nama, tapi tidak menutup kemungkinan korbannya lebih dari 10 orang. Karena sewaktu didalam pemeriksaan pelaku ini mengatakan banyak lupa dan yang diingat hanya 10 nama korban. Dari para korban-korban nya tersebut 2 orang di antaranya sudah hamil,” jelasnya.(*/esa)

Pemko Batam Instansi Tercepat Sampaikan LHKPN

0

batampos.co.id – Pemko Batam menjadi satu-satunya instansi yang paling cepat menyelesaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2020 dengan capaian 100 persen.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, mengatakan, hal tersebut berdasarkan data yang disampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Alhamdulillah, Pemko Batam satu-satunya instansi yang paling cepat dalam menyelesaikan pelaporan LHKPN tahun 2020. Dengan capaian 100 persen dari jumlah 1.240 pegawai yang wajib menyampaikan LHKPN,” katanya, Rabu (20/1/2021).

Kepala BKPSDM Kota Batam, Hasnah. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Hasnah menjelaskan, capaian itu semua tentu tidak terlepas dari dukungan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Sekda Kota Batam, Jefridin.

Capain itu lanjutnya juga tidak terlepas dari dukungan seluruh pegawai di lingkungan Pemko Batam.

Pihaknya juga memberikan apresiasi atas kerja keras Tim Administrator BKPSDM Kota Batam.

“Terimakasih atas kerjasama dan kerja keras kita semua, target capaian yang telah ditetapkan sangat memuaskan,” katanya.

Pihaknya berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemko Batam.

Sehingga tahun-tahun berikutnya bisa selalu menjadi yang terdepan.

“Semoga Pemko Batam tetap menjadi yang terdepan dalam pelaporan LHKPN nya pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.(*/esa)

Aice Group, GP Ansor Ansor dan KSP Bagikan 5 Juta Masker Medis

0

batampos.co.id – Pembagian lima juta masker untuk masyarakat Kota Batam yang diberikan oleh Aice Group, Gp Ansor dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Batam dilaksanakan di kantor Wali Kota Batam.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, Pemko Batam mengapresiasi kegiatan pembagian masker tersebut.

“Kami sangat bahagia, karna pekerjaan menyelesaikan covid -19 ini kita lakukan secara besama antara Ansor,Aice Group dan KSP,”ujar Amsakar, Rabu (20/1/2021).

Ketua GP Ansor, Budi Harto, menyampaikan, pihaknya bersama Aice serta KSP telah melakukan program tersebut sejak April 2020 lalu.

Pemberian masker medis dari Aice Group GP Ansor dan KSP kepada Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Ketua DPRD Batam, Nuryanto. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Pembagian masker tersebut lanjutnya merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat Kota Batam dalam mengahadapi Covid-19.

“Kota Batam ini program yang ke-12 dari 20 kota. Kebetulan Batam jadwalnya hari ini dan mendapatkan 15 ribu masker”, jelasnya.

Manager Aice Group, Syilvana, mengatakan, Visi-Misi dari Aice Group adalah memberikan hidup indah kepada masyarakat Indonesia.

Salah satunya yang bisa membatu masyarakat melewati pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami memutuskan untuk memproduksi masker dengan merek (SHIELD) yang telah mendapatkan izin dari Kemenkes dan kami produksi hanya untuk dibagikan ke masyarakat,” tuturnya.

Ia menyebutkan, selain Vaksin, masker adalah salah satu yang paling penting disamping 3M.(nto)

98 Proyek Pemko Batam Siap Tender

0

batampos.co.id – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam diminta untuk mempercepat proses tender proyek tahun 2021 dan saat ini ada 98 proyek yang siap tender.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

“Seperti yang disampaikan Pak Wali (Muhammad Rudi,red), jangan ada uang kas yang mengendap. Harus disegerakan untuk belanja,” kata Amsakar, Rabu (20/1/2021).

Amsakar menjelaskan, saat memberikan arahan setiap OPD diminta untuk mempersiapkan dokumen proyek tender. Terutama pada triwulan pertama 2021.

Pihaknya berharap Februari semua tender sudah berjalan. Sehingga pada pertengahan Maret sudah ada pemenangnya. Dengan demikian diharapkan ekonomi masyarakat bisa berputar.

Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (tengah) saat meninjau pembangunan ruas jalan dan jalur pesepeda di area Pasir Putih, Batam Center. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Kalau tidak salah ada sekitar 98 yang siap tender. Kita ingin pertengahan Maret sudah ada menang,’ katanya.

Begitu juga dengan Belanja Tidak Terduga (BTT), untuk penanggulangan bencana yang terjadi beberapa pekan lalu.

Pihaknya juga meminta agar segera dibentuk Pokja supaya anggaran ini bisa segera dicairkan.

Ia menjelaskan, tahun ini Pemko Batam menganggarkan sekitar Rp 75 miliar untuk bantuan sembako gratis.

“Saya minta Pak Sekda bersama Keuangan, Hukum dan Dinsos segera menyiapkan proses tendernya. Supaya akhir Februari atau awal Maret sudah bisa dibagikan untuk masyarakat,” paparnya.(*/esa)

Wali Kota Integrasikan Pembangunan Pemko Dengan BP Batam

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, akan mengintegrasikan perencanaan pembangunan di Kota Batam lebih terarah.

“Kalau mau maju, itu yang harus dilakukan. Kalau tidak, pembangunannya sepotong-sepotong,” ujar Rudi saat membuka Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022, Rabu (20/1/2021).

Menurutnya, kesempatan mengintegrasikan pembangunan di Batam ini harus disadari semua pihak.

Ia optimistis dengan dukungan semua pihak, Batam akan menjadi kota hebat.

“Semua bertujuan membangun Batam, mana yang tugasnya BP Batam dan mana yang tugasnya Pemko Batam harus dikerjakan dan diintegrasikan dalam perencanaan sehingga pembangunan Batam dalam satu kesatuan,” ujarnya.

Kata dia, integrasi dua instansi tersebut sudah mulai terlihat. Bahkan, beberapa pembangunan sudah dimulai dengan kolaborasi apik antara Pemko dan BP Batam.

“Penyatuan perencanaan pembangunan tersebut juga dipadukan dengan perencanaan yang ada di Pemprov Kepri,” kata dia.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (tengah) saat meninjau ruas jalan di Simpang Barelang. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Ia menekankan, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pejabat di BP Batam untuk bersama membahas perencanaan pembangunan Batam.

Bahkan, dalam waktu dekat, Rudi akan membahas semua rencana pembangunan tersebut dengan pejabat Pemko dan BP Batam.

“Tak boleh lagi sendiri-sendiri. Kita tidak mau ada proyek pembangunan yang berhenti di jalan dan kita bertekad membangkitkan ekonomi Batam,” kata Rudi.

Sementara itu, untuk menyusun RKPD 2022, Rudi berpesan agar memprioritaskan pembangunan Batam sesuai visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih.

Ia menegaskan, RKPD 2022 harus melibatkan semua pihak agar dapat ditentukan skala prioritas yang harus dijalankan.

“Bawa DPRD dalam membahas RKPD supaya Pokok Pikiran DPRD bisa terakomodir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan ( Bapelitbang) Kota Batam, Wan Darussalam, mengatakan, penetapan RKPD 2020 melalui beberapa tahapan.

Saat ini masih tahap soslialisasi dan akan digelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) hingga penetapan pada 15 Juni 2021.

“Untuk Pokok Pikiran, kami mengimbau jadwalnya menyesuaikan jadwal RKPD sehingga bisa terakomodir,” kata dia.

Di lokasi sama, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, meminta dalam penetapan RKPD nantinya harus mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19.

“Belum ada tanda-tanda pandemi akan berakhir, sehingga penting untuk pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak,” katanya.(jpg)

Asesmen Nasional Diundur ke September 2021

0

batampos.co.id – Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) 2021 yang rencananya pada Maret, akhirnya ditunda. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI secara virtual, Rabu (20/1).

Di mana target penyelenggaraan AN akan dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2021. Mengingat kasus positif Covid-19 yang masih relatif meningkat tiap harinya.

’’Kita perlu melakukan antisipasi pandemi yang relatif meningkat. Jadi Kemendikbud memutuskan untuk menunda pelaksanaan AN dengan target jadwal baru, yaitu September dan Oktober 2021,’’ jelas dia dalam rapat tersebut.

Alasan lain pihaknya menunda adalah untuk memastikan kesiapan sekolah penyelenggara AN memiliki sarana dan prasarana protokol kesehatan yang memadai. Begitu juga untuk urusan logistik pelaksanaan AN.

’’Kenapa menunda, alasannya adalah untuk memastikan bahwa persiapan kita, baik dari protokol kesehatan dan kesiapan logistik dan infrastruktur itu optimal untuk memastikan protokol kesehatan terjaga dan keamanan siswa terjadi,’’ jelasnya.

Dia pun membeberkan baseline penyelenggaraan AN. Di mana pada Maret–April 2021, pihaknya akan melaksanakan rapat koordinasi, sosialisasi dan pelaksanaan teknis persiapan AN. Sementara pada April–Agustus 2021 akan dilakukan simulasi AN di satuan pendidikan.

Lalu, September-Oktober akan diselenggarakan AN. Kemudian, untuk hasilnya akan diumumkan pada Desember mendatang. Nadiem menuturkan, AN ini untuk mengetahui learning outcome dan seberapa besar gap loss yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

’’Kita tidak ada ujian dalam skala nasional di 2020 karena pandemi dan 2021 pun kalau tidak dilaksanakan kita tidak punya data point baseline, artinya kita tidak akan bisa mengetahui mana sekolah dan daerah yang paling tertinggal. Kalau kita tidak bisa mengetahui sekolah mana yang paling tertinggal, kita tidak bisa membuat strategi penganggaran dan bantuan untuk sekolah yang membutuhkan bantuan kita,’’ tuturnya. (*/jpg)

Kemenag Susun Jadwal Haji, Kloter Pertama Berangkat 15 Juni

0

batampos.co.id – Pemerintah Arab Saudi memang belum memberikan kepastian soal pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Meski demikian, Kementerian Agama (Kemenag) tetap menyiapkan jadwal dan tahapan keberangkatan calon jamaah haji (CJH) Indonesia. Menurut skenario awal, para CJH akan diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 15 Juni.

Jadwal pemberangkatan itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat rapat soal biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) bersama Komisi VIII DPR, Selasa (19/1).

“Sesuai dengan kalender Hijriah dan asumsi normal, perkiraan pemberangkatan haji 2021 kloter pertama pada 4 Zulkaidah atau 15 Juni,” kata Yaqut. Meski begitu, dia menegaskan bahwa ada atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji sepenuhnya menjadi kewenangan Saudi.

Yaqut menjelaskan, jajarannya sudah berupaya mendapatkan kepastian informasi dari pemerintah Saudi. Namun, sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti soal penyelenggaraan haji 2021. Pemerintah Arab Saudi masih berkonsentrasi pada penanggulangan pandemi Covid-19 di sana.

’’Dan (pemerintah Saudi, Red) memantau kondisi Covid-19 di negara-negara pengirim (jamaah haji),’’ katanya.

Karena belum ada kepastian dari Saudi, dalam rapat tersebut Menag belum bisa menyampaikan rancangan awal besaran BPIH. Pada kondisi normal, besaran awal ongkos haji disampaikan Kemenag dalam rapat pembuka pembahasan BPIH bersama Komisi VIII DPR. Yaqut menyatakan, kondisi saat ini sudah mepet. Tinggal sekitar lima bulan dari jadwal pemberangkatan kloter awal jamaah haji.

Dalam kondisi normal, pembahasan biaya haji sejatinya dimulai pada Desember 2020 atau awal Januari 2021. Karena itu, dia berharap Komisi VIII DPR bersedia memulai pembahasan BPIH 2021 meskipun belum ada kepastian kuota haji.

Yaqut juga menyampaikan supaya urusan penyelenggaraan haji mendapatkan prioritas pemberian vaksin. Mulai jamaah, petugas, hingga pembimbing haji. Meskipun begitu, sampai saat ini pemerintah Saudi belum mewajibkan jamaah haji maupun umrah untuk divaksin Covid-19.

Total kebutuhan vaksin Covid-19 yang disampaikan Yaqut lebih dari 257 ribu dosis. Jumlah itu diperlukan untuk vaksinasi 221 ribu jamaah haji reguler dan khusus, 4.200 petugas haji kloter dan nonkloter, 3.400 petugas haji di seluruh provinsi, serta 18 ribu pembimbing haji di 6 ribu unit kantor urusan agama (KUA).

Isu lain yang dibahas dalam rapat tersebut perihal penerbangan haji. Yaqut mengatakan, ada dua skenario yang disiapkan. Yaitu, penerbangan tanpa jaga jarak dan dengan jaga jarak. Merujuk pada penerbangan umrah saat ini, jaga jarak ternyata tidak diterapkan. Sebab, sebelum terbang, jamaah wajib menunjukkan hasil negatif swab PCR serta karantina mandiri. Skema itu nanti bisa diterapkan dalam penerbangan haji.

Yaqut menuturkan, pemerintah tetap membuka skenario penerbangan haji dengan jaga jarak. Tetapi, skema penerbangan seperti itu membuat ongkos haji lebih mahal. Sebab, kapasitas pesawat tidak diisi penuh. Dia menegaskan bahwa keputusan tersebut ada di tangan pemerintah, bukan maskapai. Maskapai haji menggunakan Garuda Indonesia, Saudia Airlines, dan Flynas.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily memahami kondisi perhajian saat ini. ’’Kita tidak bisa membahas secara teknis sebelum ada MoU (penyelenggaraan haji, Red),’’ katanya.

Sebab, di dalam MoU tersebut ada beberapa hal yang krusial. Di antaranya, kuota haji untuk Indonesia. Padahal, kepastian kuota itu sangat penting dalam pembahasan biaya haji. Misalnya, untuk mematok biaya konsumsi, tentu harus dihitung jumlah jamaah yang akan diberangkatkan.

Ace menyatakan, dalam pembahasan BPIH nanti, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga diundang. Tujuannya, membahas vaksin bagi jamaah dan petugas haji. Menurut dia, urusan vaksinasi jamaah haji tidak mudah. Sebab, mayoritas jamaah haji Indonesia berusia lebih dari 60 tahun, sedangkan vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia saat ini bukan untuk lansia. ’’Apakah nanti menggunakan vaksin lain yang bisa digunakan untuk usia 60 tahun ke atas,’’ paparnya.(jpg)