Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 9809

Lonjakan Angka Kemiskinan Jadi PR Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin

0

Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin punya rencana dan target tinggi untuk menggenjot sektor ekonomi. Namun, upaya itu harus tersendat karena ketidaksigapan penanganan pandemi Covid-19.

PRESIDEN Joko Widodo sebenarnya tinggal melanjutkan apa yang telah dilakukan pada periode pertama memimpin pemerintahan bersama Jusuf Kalla. Sejumlah program prioritas telah disusun di samping melanjutkan proyek-proyek infrastruktur yang digeber sebelumnya.

Pada tahun pertama memimpin bersama Ma’ruf Amin, batu sandungan bernama pandemi menahan langkah pemerintah. Bukannya berakselerasi, pekerjaaan rumah di bidang ekonomi justru bertambah panjang. Sebut saja neraca dagang yang terkontraksi, pertumbuhan ekonomi yang terjun bebas, ancaman resesi, hingga utang luar negeri yang membengkak.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Muhammad Faisal menyoroti, respons pemerintah yang terbilang telat dalam penanganan pandemi berpengaruh besar.

’’Karena respons yang telat, pandemi masuk ke Indonesia dan menyebar lebih cepat, bahkan dibanding negara-negara tetangga yang lebih dahulu terkena (Covid-19),’’ ujarnya kemarin.

Kondisi itu diperparah dengan koordinasi dan manajemen risiko untuk penanggulangan pandemi yang semrawut. Padahal, sejak awal, persoalan Covid-19 adalah hal yang serius. ’’Itu (penanganan kesehatan, Red) masalah inti yang berpengaruh, terutama pada saat pemulihan ekonomi. Kalau grafik Covid masih naik, pemulihan ekonomi akan lambat ke depan,’’ tegasnya.

Tantangan pemerintah kini lebih berat akibat pandemi. Angka kemiskinan yang berpotensi meningkat, misalnya. Padahal, kata Faisal, sebelum ada pandemi, pemerintah terbilang berhasil mengurangi angka kemiskinan dari double-digit ke single-digit.

Permasalahan sebenarnya muncul bukan dari angka si miskin saja. Melainkan masih ada kategori orang-orang rentan yang notabene tidak masuk kategori miskin, tapi dekat dengan garis kemiskinan. ’’Saat pandemi, jumlah orang miskin yang berasal dari orang rentan ini membeludak. Ini memang bisa ditahan dengan bantalan bansos, tapi kan bansos tidak sustainable. Maka, strategi utama mengentaskan kemiskinan adalah penciptaan lapangan kerja. Ini PR buat pemerintahan ke depan,’’ tegas Faisal.

Sementara itu, ekonom Indef Bhima Yudhistira menyatakan, beberapa poin disorot pada setahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Salah satunya, Indonesia tercatat menempati urutan ketujuh tertinggi di antara negara berpendapatan menengah dan rendah dalam utang luar negeri (ULN), yakni USD 402 miliar, mengacu pada International Debt Statistics 2021-Bank Dunia. Beban ULN Indonesia jauh lebih besar daripada Argentina, Afrika Selatan, dan Thailand.

’’Di tengah situasi pandemi, pemerintah terus menambah utang dalam bentuk penerbitan utang valas yang rentan membengkak jika ada guncangan dari kurs rupiah,’’ ujarnya kepada Jawa Pos.

Bhima melanjutkan, pemerintah pada 2020 menerbitkan global bond USD 4,3 miliar dan jatuh tempo pada 2050 atau tenor 30,5 tahun. ’’Artinya, pemerintah sedang mewarisi utang kepada generasi ke depan,’’ imbuhnya.

Dengan kata lain, setiap satu orang penduduk di era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin tercatat menanggung utang Rp 20,5 juta (utang pemerintah Rp 5.594,9 triliun per Agustus 2020 dibagi 272 juta penduduk). Padahal, debt to service ratio (DSR) berada di level 29,5 persen atau terus memburuk pada kuartal II 2020. DSR merupakan indikator kemampuan bayar utang luar negeri.

Di sisi lain, ketimpangan antara si kaya dan si miskin semakin meningkat. Hal itu disebabkan orang kaya terus menabung di bank dengan lebih sedikit membelanjakan uang. Sementara itu, masyarakat miskin tidak memiliki cukup tabungan. ’’Pascapandemi, ketimpangan aset makin lebar,’’ tambahnya. Angka kemiskinan diperkirakan lebih dari 12–15 persen yang dipicu kenaikan jumlah orang miskin baru.

Sementara itu, dari perspektif dunia usaha, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H. Maming menilai bahwa pemerintah telah berupaya dan berada di jalur yang benar untuk meningkatkan perekonomian serta investasi. Pada lima tahun pemerintahan Jokowi sebelumnya disebut ada kemajuan peningkatan dalam indeks kemudahan berusaha.(*/jpg)

76 Persen Guru Masih Khawatir Pembelajaran Tatap Muka

0

batampos.co.id – Pembelajaran tatap muka mulai diizinkan meski Indonesia masih menghadapi penularan Covid-19. Berdasarkan survei yang dilakukan Wahana Visi Indonesia (WVI) terhadap para guru dan tenaga kependidikan, ternyata lebih dari 76 persen menyatakan masih khawatir dengan pembelajaran tatap muka.

“Temuan utama 76 persen responden guru menyatakan bahwa sekolah kurang aman atau tidak bisa diprediski dan 24 persen beropini akan aman dan kecil kemungkian penyebaran virus,” ujar Education Team Leader WVI Mega Indrawati dalam webinar Suara Guru di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (22/10).

76 persen yang terdiri dari guru pendidikan khusus/inklusi lebih cenderung khawatir dibandingkan guru satuan pendidikan umum. Kekhawatirannya adalah tingkat kerentanan penyebaran virus pada peserta didik, baik guru yang menulari siswa atau guru yang tertular dari siswa atau juga keluarga yang tertular.

“Juga kekhawatiran tentang belajar mengajar yang tidak nyaman dan kurang efektif,” pungkasnya.

Survei ini dilakukan pada 27.046 orang. Responden sendiri di ambil dari wilayah non 3T (terdepan, terluar, tertinggal) sebesar 95 persen. Sedangkan di wilayah 3T berjumlah 5 persen. Kemudian dengan tingkat daerah risiko tinggi Covid-19 sebesar 52 persen dan rendah Covid 48 persen.

Sedangkan, para guru-guru yang berada di kawasan 3T juga menyatakan setuju apabila sekolah dibuka. “Temuan menarik guru-guru di 3T bilang cenderung akan aman,” tambahnya.

Mereka mengatakan aman dikarenakan tingkat virus yang bertransmisi di daerahnya begitu kecil. Maka dari itu, mereka meyakini kondisi belajar tatap muka akan aman dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Ini disebabkan karena tingkat kasus covid lebiih sedikit dibandingkan daerah non 3T,” ucapnya.(jpg)

Data Peserta BPJS Kesehatan Digunakan untuk Penyaluran Vaksin Covid-19

0

batampos.co.id – Data peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan digunakan untuk mendistribusi vaksin Covid-19.

Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede, menjelaskan, vaksinasi Covid-19 secara gratis akan difokuskan pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.

“Dalam vaksinasi akan dibagi dua. Ada kelompok masyarakat yang diberikan gratis, ada yang mandiri,” ujarnya dalam webinar yang digelar BPJS Kesehatan bertajuk “Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Covid-19” secara daring, Kamis (22/10/2020).

Ia mengatakan, untuk masyarakat menengah ke atas diharapkan dapat membayar sendiri vaksin Covid-19 apabila sudah resmi disalurkan oleh pemerintah.

Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam saat melayani masyarakat yang ingin menjadi peserta JKN-KIS. Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Kota Batam menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan hand sanitizer dan pembatas berupa mika. Foto: Messa Haris/batampso.co.id

“Data yang digunakan untuk mengklasifikasikan kelompok menengah ke bawah diambil dari data peserta BPJS Kesehatan PBI atau Penerima Bantuan Iuran,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, pemerintah saat ini sedang melakukan filtrasi. Karena banyak masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami sedang memfilter datanya. Spiritnya, kita akan memberikan gratis pada kelompok menengah ke bawah,” terang dia.

Berdasarkan data, jumlah peserta BPJS PBI yang dibiayai oleh APBN saat ini adalah 96,6 juta jiwa. Sedangkan peserta yang dibiayai oleh APBD saat ini berjumlah 35,1 juta jiwa.(esa)

Presiden Jokowi Segera Teken Naskah UU Omnibus Law

0

batampos.co.id – Sampai saat ini publik masih mencari draf UU Omnibus Law Cipta Kerja yang telah dikirimkan oleh DPR kepada pemerintah. Karena draft itu belum bisa diakses oleh masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan dalam waktu dekat draf UU tersebut akan bisa diakses oleh masyarakat.‎ Hal ini karena tinggal menunggu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatagani UU tersebut.

“Ya tinggal menunggu waktu dalam beberapa saat. Setelah ditandatangani beliau (Presiden Jokowi-Red),” ujar Moeldoko kepada wartawan‎, Kamis (22/10).

Moeldoko berujar, setelah Presiden Jokowi menandatangani draft UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut diteken. Maka proses selanjutnya adalah dicantumkan dalam lembaran negara sehingga dipublikasikan ke publik. “Jadi segera diundangkan dalam lembaran negara,” katanya.

Mantan Panglima TNI tersebut menambahkan dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan draf UU Omnibus Law Cipta Kerja diberikan kepada kelompok-kelompok strategis. Sehingga bisa melihat substansinya.

“Jadi mendistribukan pada kelompok-kelompok strategis baik pada NU, Muhamadiyah dan lain-lain, pada berbagai lingkungan untuk bisa melihat substansinya,” ungkapnya.

Moeldoko menuturkan memang banyak disinformasi mengenai UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut. Namun pemerintah akan terus melakukan sosialiasi. Sehingga masyarakat bisa mengerti yang dilakukan pemerintah untuk masyarakat.

“Kita bekerja keras menginformasikan pada publik sehingga memliki pemahaman yang sama bahwa UU Cipta Kerja sungguh untuk masa depan kita,” pungkasnya.(jpg)

Perkuat Pelayanan Pelanggan Jelang Akhir Konsesi, ATB Sentralisasi Penanganan Keluhan

0

batampos.co.id – Jelang pengakhiran konsesi pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), PT Adhya Tirta Batam (ATB) memperkuat layanan pelanggan.

Untuk mempercepat penyelesaian keluhan, ATB melakukan sentralisasi penanganan keluhan.

“Penanganan keluhan kami sentralisasi, agar koordinasi lebih cepat dan efisien,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

ATB memusatkan seluruh penanganan keluhan di kantor pelayanan pelanggan Sukajadi. Menurut Maria, langkah ini dilakukan agar koordinasi dalam penanganan keluhan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, pengawasan terhadap seluruh penanganan keluhan juga jadi lebih mudah. Jika terdapat kendala, maka solusi untuk kendala tersebut bisa diputuskan dengan segera.

Sehingga dapat dipastikan seluruh penanganan keluhan dilakukan dengan prosedur yang sesuai, namun dengan waktu efisiensi yang lebih baik.

“Kami juga membentuk tim khusus, agar penanganan keluhan bisa selesai tepat waktu. Efektif, efisien dan profesional.” Jelas Maria.

Akselerasi penanganan keluhan pelanggan ini perlu dilakukan mengingat konsesi ATB akan berakhir pada 14 November 2020 mendatang.

ATB melakukan sentralisasi penanganan keluhan untuk mempercepat penanganan keluhan pelanggan menjelang akhir konsesi. Foto: ATB untuk batampos.co.id

ATB ingin memastikan, seluruh keluhan dan pelayanan pelanggan benar-benar selesai sebelum masa konsesi berakhir.

Kendati penanganan keluhan disentralisasi di kantor pelayanan pelanggan Sukajadi, namun akses informasi dan penyampaian keluhan masih berjalan seperti biasa.

Pelanggan dapat datang ke kantor kantor pelayanan pelanggan ATB yang ada di di Sukajadi, Tiban, Bengkong dan Batuaji.

Kanal-kanal pelayanan pelanggan berbasis digital juga masih akan aktif menerima keluhan dan menyampaikan informasi kepada pelanggan. Pelanggan dapat mengakses informasi ke official website www.atbbatam.com dan menyampaikan keluhan melalui live chat di website tersebut .

Selain itu layanan online pengaduan pelanggan, Interactive Voice Response (IVR), ATB Mobile Apps, hingga media sosial mainstream seperti Fanpages Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube masih bisa dimanfaatkan oleh pelanggan ATB.

Call Centre ATB juga masih dapat diakses. Silahkan hubungi 0778 – 467111 untuk mendapat informasi atau menyampaikan keluhan,” paparnya.

Kendati demikian, ATB akan membatasi layanan untuk sambung baru dan sambung ulang. Pembayaran untuk kedua layanan tersebut akan berakhir pada 26 Oktober 2020 mendatang.

Di sisi lain, pembayaran tagihan air masih berlangsung seperti biasa. ATB akan menerbitkan tagihan air bulan November, dimana didalamnya memuat tagihan hingga tanggal 14 November 2020 mendatang.

Sementara pembayaran tagihan air masih bisa dilakukan seperti biasa, baik secara tunai maupun online.

Pelanggan dapat membayar tagihan air secara tunai melalui kantor pelayanan ATB di Sukajadi, Batuaji, Tiban dan Bengkong, juga melalui gerai Alfamart dan Indomaret, Kantor Pos dan agen Pospay terdekat.

Sementara pembayaran tagihan air secara online masih bisa dilakukan melalui BNI, Bank Mandiri, Bank Riau Kepri, CIMB Niaga, Bank BTN, Shopee, Tokopedia dan Link Aja.

“Tetap bayar tagihan tepat waktu,” ujar Maria.(*)

Jual di Atas HET, Pengecer Gas Melon Bisa Dipidana

0

batampos.co.id – Warga Batam belakangan ini kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram. Akibat kelangkaan tersebut, sejumlah penjual memanfaatkannya dengan menaikkan harga yang tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET). Ada yang harganya hampir dua kali lipatnya, dari Rp 18 ribu ke harga Rp 30 ribu per tabung.

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan pihaknya tidak bisa memberi sanksi para pengecer. Namun, para pengecer bisa langsung dipidana jika memperjual belikan harga gas untuk mendapatkan untung. Salah satunya menjual harga gas jauh di atas harga HET.

”Pengecer bisa langsung dipidana. Silakan lapor ke Disperindag jika mendapati pengecer yang memainkan harga gas melon,” tegas Gustian.

Menurut dia, gas melon dijual dengan harga murah karena diperuntukan bagi warga kurang mampu. Bukannya untuk dijual agar bisa mendapat keuntungan sepihak. ”Gas melon itu jelas-jelas bersubsidi, makanya dijual murah,” kata Gustian.

Saat ini, lanjut Gustian. Pihaknya tengah membentuk tim untuk percepatan mengatasi kelangkaan gas di Kota Batam. Akan ada sanksi tegas dan pidana bagi pihak yang mencari keuntungan di masa pandemi Covid-19.

”Dalam waktu dekat, tim kami akan turun. Turun bersama Satpol PP Batam, dan pasti akan ada tindakan tegas,” imbuh Gustian. (*/jpg)

Kemenag akan Siapkan Naskah Khotbah Jumat

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengeluarkan kebijakan yang bisa memicu beragam respons. Mereka menyiapkan naskah khotbah Jumat untuk digunakan para khatib di seluruh Indonesia.

Program penyusunan naskah khotbah Jumat itu dijalankan Ditjen Bimas Islam Kemenag. Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyampaikan, Kemenag hanya menyiapkan. Naskah khotbah yang mereka susun sebatas alternatif bagi para penceramah atau khatib.

’’Jika tidak dipakai gak apa-apa. Bukan keharusan,’’ kata mantan Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag itu, Rabu (21/10).

Dia menjelaskan, kegiatan menyusun naskah khotbah Jumat didasarkan atas kebutuhan di lapangan. Kamaruddin mengungkapkan, banyak masjid di daerah dan kampung-kampung yang tidak punya materi khotbah baru. Materi khotbah yang ada disusun sepuluh tahun lalu.

Selain itu, Kamaruddin memastikan, Kemenag tidak akan membuat indeks kepatuhan atau sejenisnya terkait penggunaan naskah khotbah tersebut. Dia juga menyampaikan bahwa program penyiapan naskah khotbah Jumat itu masih tahap rencana. Program tersebut akan dibahas bersama dengan tokoh agama, ormas, dan akademisi. ’’Kami punya ide pengayaan narasi khotbah Jumat,’’ jelasnya.

Dia menuturkan, penyusunan naskah khotbah akan diawali dengan pembahasan signifikansi dan tema. Kemudian, para penyusun merumuskan bersama kebutuhan pesan keagamaan masyarakat kontemporer. Setelah itu, dituangkan dalam rumusan tema.

Temanya nanti seputar pengarusutamaan moderasi beragama. Termasuk tema-tema keagamaan lainnya. ’’Baik seputar ubudiah maupun muamalah,’’ terang guru besar UIN Alauddin Makassar tersebut. Selain itu, ada tema sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan Islam.

Dia berharap naskah khotbah yang disusun dan disepakati nanti bisa menjadi rujukan alternatif bagi para pendakwah. Program itu juga bagian dari fasilitas peningkatan literasi masyarakat terkait isu-isu aktual dalam perspektif keagamaan.

Lebih lanjut, Kamaruddin mengatakan, masjid atau rumah ibadah merupakan pusat syiar moderasi beragama. Tujuannya, mewujudkan Islam yang damai dan mendukung stabilitas beragama serta bernegara.

Namun, menurut dia, ada juga khotbah Jumat yang berisi materi provokatif. Kondisi itu menjadi perhatian Ditjen Bimas Islam Kemenag. Karena itu, mereka menyiapkan naskah khotbah Jumat yang relevan. Nanti naskah khotbah tersebut dapat diunduh dan digandakan melalui laman http://simbi.kemenag.go.id. Naskah itu bisa digunakan masyarakat secara gratis.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Mohammad Bukhori Muslim belum mendengar rencana pembuatan naskah khotbah oleh Kemenag. Dia juga memastikan bahwa pihaknya belum diajak bicara. ”Saya rasa penting mengajak ormas ya. Sebab, Indonesia ini kan bermacam-macam. Jadi, intinya diajak (berembuk, Red),” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos (grup Batampos Online)

Bukhori menggarisbawahi, persoalan dan dinamika masyarakat Indonesia amat beragam. Tidak bisa dipukul rata dengan tema-tema tertentu dalam khotbah. Harus disesuaikan dengan kearifan di daerah masing-masing.

LDNU, kata Bukhori, memiliki banyak koleksi teks khotbah dari seluruh kiai dan ulama di Indonesia. Baik panjang maupun pendek dengan berbagai tema. LDNU juga memfasilitasi percetakan buku-buku khotbah untuk dibacakan di masjid-masjid desa dan pelosok. ”Biasanya untuk dipakai orang-orang kampung. Ya, kami cetakkan. Temanya banyak dan beragam. Ada soal kesejahteraan, akhlak, dan sebagainya,” ungkap Bukhori.

Di bagian lain, anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq menuturkan bahwa produksi naskah khotbah oleh Kemenag bisa menjadi gerakan edukasi dan literasi tentang nilai-nilai Islam yang lebih moderat dan penuh kasih sayang. Program itu juga bisa menjadi langkah untuk menanggulangi paham radikalisme dan terorisme yang memang harus dilawan bersama. ”Tidak ada ajaran Islam yang mengajari kita membenci sesama, apalagi melakukan tindakan radikalisme dan terorisme,” tuturnya.

Namun, Maman mengingatkan bahwa teks-teks tersebut harus lebih transformatif dan dibuat komunitas masyarakat masing-masing. ”Khotbah itu benar-benar kontekstual, menyentuh persoalan-persoalan di tengah masyarakat tempat khotbah itu berlangsung,” ujarnya.

Khotbah juga tidak boleh terlalu bersifat indoktrinasi. Misalnya, di daerah yang sudah damai, khotbah tentang radikalisme tidak terlalu efektif. Yang efektif di sana adalah khotbah tentang etos kerja dan bercocok tanam menurut nilai-nilai Islam.(jpg)

Imbas Pandemi Covid-19, Kehidupan Malam di Singapura Terpukul

0

batampos.co.id – Sejumlah pengelola kehidupan malam di Singapura mulai berpikir untuk alih profesi. Mereka tak bisa lagi beroperasi karena aturan penanganan pandemi Covid-19. Kehidupan malam di Singapura seolah tutup permanen selama pandemi.

Salah satunya adalah Kloud Karaoke Lounge yang belum dapat dibuka kembali selama sekitar setengah tahun sejak pemutus sirkuit (Circuit Breaker) selama dua bulan yang dimulai pada April. Kelab malam dan tempat karaoke adalah area berisiko tinggi penyebaran Covid-19.

Dikhawatirkan akan tutup secara permanen bulan depan jika keadaan tidak membaik karena pandemi berlarut-larut. Paling memberatkan adalah biaya sewa ruang karaoke.

“Setiap hari ada penutupan, tapi kami harus menanggung biaya sewa,” kata Direktur Kloud Karaoke Lounge, Ronald Ng seperti dilansir dari Straits Times, Rabu (21/10).

“Pemilik mengejar kami untuk disewakan, dan itu bukan jumlah yang kecil. Saya tidak tahu apakah kami bisa bertahan sampai bulan depan,” ujarnya.

Hal-hal menjadi mengerikan bagi beberapa operator kehidupan malam, tanpa kepastian kapan mereka dapat membuka kembali. Sebab pemerintah Singapura pada Selasa (20/10) menunjukkan bahwa bisnis mereka tidak dapat dilanjutkan bahkan pada awal fase tiga pembukaan kembali Singapura hingga akhir tahun. Sejumlah pengelola memilih beralih ke lini bisnis lain untuk tetap bertahan.

Dalam jajak pendapat oleh Asosiasi Bisnis Kehidupan Malam Singapura dan Afiliasi Hiburan Singapura, yang mewakili operator karaoke, menunjukkan bahwa kurang dari 10 persen responden mengatakan mereka akan bertahan hingga akhir Oktober. Sementara bisnis yang lebih besar mampu menanggung biaya finansial. Bisnis yang lebih kecil seperti perusahaan hiburan Phat Cat Collective merasakan kesulitan.

Salah satu pendiri, Francesca Way, dan rekan-rekannya telah bekerja untuk mengubah dua bar menjadi gerai makanan dan minuman. Phat Cat Collective mengelola dua bar arcade bertema retro di Tanjong Pagar dan Rochor. Way merasa prihatin dalam menanggung biaya finansial.

“Membangun sesuatu seperti peralatan dapur membutuhkan biaya lebih dari lima digit,” tambahnya.

Untuk beberapa bisnis besar beralih ke ruang serba guna yang lebih fleksibel. Namun, CEO Zouk Group, Andrew Li mengatakan bahwa proses mendapatkan berbagai lisensi dari pihak berwenang masih sulit. Dia mencontohkan banyaknya agensi yang ingin mengubah lantai dansa Zouk menjadi bioskop di malam hari.

“Syukurlah, pemerintah telah sangat mendukung dan memastikan kami melakukan langkah-langkah jarak sosial yang memadai untuk setiap konsep baru,” jelasnya.

Beberapa operator karaoke juga berusaha bertahan hidup dengan cadangan yang semakin menipis. Mereka juga kesulitan dalam mendapatkan persetujuan untuk mengubah izin usaha. Misalnya ada juga yang mengubah ruang karaoke menjadi kantor. Sejumlah jaringan karaoke populer juga telah menutup dua dari 14 gerainya sejak 27 Maret.(jpg)

Marlin Ajak Masyarakat Cerdas Memilih Calon Pemimpin

0

batampos.co.id – Calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Marlin Agustina mengajak masyarakat Batam khususnya kaum ibu untuk cerdas dalam memilih calon pemimpin. Jadi bukan pemilih yang pragmatis atau pemilih yang konvensional.

“Pemilih cerdas itu memilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rasional yang didasarkan pada apa yang menjadi visi, misi dan program yang diusung calon kepala daerah,” jelas Marlin saat bersilaturahmi dengan warga Kawasan Industri Seiharapan, Sekupang, Rabu (21/10/2020).

Poin lain tak kalah pentingnya adalah Marlin meminta tak hanya cerdas, juga rasional dan berkualitas. Memilih dengan menggunakan akal sehat dan hati nurani.

“Gampang kok, bisa dilakukan dengan cara mencermati rekam jejak calon-calon dalam pilkada,” katanya.

Selain itu, kata dia, masyarakat perlu mempertimbangkan aspek integritas dan kapabilitas calon-calon dalam pilkada.

“Pemimpin yang baik adalah sudah membuktikan kinerjanya. Jadi tidak hanya mengumbar janji. Tapi punya cara untuk merealisasikan visi misi serta programnya tersebut,” terangnya.

Marlin Agustina saat bersilaturahmi dengan warga Kawasan Industri Seiharapan, Sekupang, Rabu (21/10/2020). (istimewa)

Hal ini, menurutnya, bisa dilihat pada diri pasangannya di pilkada Kepri 2020, Ansar Ahmad.

Ansar merupakan Bupati Bintan dua periode. Setelah menyelesaikan tugasnya di Bintan, Ansar kemudian diamanahi warganya untuk menjadi perwakilan daerah di DPR RI.

“Selama Pak Ansar Ahmad memimpin Bintan kita bisa lihat perkembangan Bintan saat itu. Beliau juga orang yang cerdas dan bijaksana. Niat kami pun sama, yaitu ingin membangun Kepri ini,” ujar Marlin.

Tak hanya Ansar, Marlin pun mencatatkan banyak hal positif bagi masyarakat Kepri, khususnya Batam.

Berbagai program sudah ia laksanakan saat menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Batam, Ketua Dekranasda Kota Batam, Bunda PAUD Kota Batam, dan Ketua GOW Kota Batam.

“Selama 10 tahun mendampingi Muhammad Rudi (suami Marlin, red) sejak menjadi Wakil Walikota hingga jadi Walikota Batam, sudah banyak yang saya lakukan,” terangnya.

Marlin mencontohkan karya nyatanya itu, seperti program Pembinaan Akhlak Mulia, pelatihan masak-memasak, pengembangan industri kecil menengah, pelatihan membatik, tenun, desainer, dan sebagainya.

Tujuan saya maju sebagai Calon Wagub ini tak lain agar saya bisa bermanfaat lebih luas, dan bisa ikut berperan dalam pembangunan di Kepri,” paparnya. (*)

Warga Batam! Ini 12 Hal Baru saat Nyoblos di TPS Nanti

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) KotaBatam terus berupaya mengantisipasi penularan virus Covid-19 di Pilkada 2020. Diantaranya dengan membatasi pengumpulan massa pada saat kampanye. Termasuk saat proses pemungutan suara 9 Desember mendatang.

Komisioner KPU Kota Batam, William Seipatiratu mengatakan, pada pemungutan suara 9 Desember nanti akan ada 12 hal baru yang disepakati untuk ditetapkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ini mengingat pilkada 2020 ditengah pendemi.

Adapun ke-12 hal baru yang harus diterapkan itu adalah, semua pihak wajib memakai masker, area TPS disemprot disinfekan secara berkala semua pihak wajib diukur suhu tubuh, tinta ke jari pemilih ditetes bukan celup, petugas KPPS memakai alat pelindung diri seperti masker, baju hasmat dan faceshield. Wajib menyediakan Tersedia sarana cuci tangan di setiap TPS dan semua pihak wajib pakai sarung tangan.

”Wajib dijalankan karena aturannya mengacu pada protokol Covid-19. Saat ini kami tengah mensosialisasikan ke petugas PPK, PPS, KPPS dan termasuk juga kepada masyarakat,” kata William, Rabu (21/10).

Ia menambahkan, selain itu setiap TPS wajib menyediakan handsanitizer, semua pihak wajib jaga jarak di TPS minimal satu meter. Pemilih datang ke TPS sesuai waktu yang tertera diundangan. Pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,30 akan mencoblos di bilik khusus. Terakhir semua pihak dilarang melakukan kontak fisik di area TPS.

”Kita sudah mulai sosialisasikan ke petugas PPK, PPS, KPPS. Termasuk juga masyarakat akan kita sampaikan. Sehingga ke depan 12 hal di TPS baru ini benar-benar bisa dijalankan ,” sebut William.

Disinggung apakah sosialisasi seperti ini melibatkan iklan di media? William menjawab, pihak KPU saat ini masih menghitung ketersediaan anggaran. ”Kalau iklan ke media saya belum tau pasti. Tapi kami kan sering diundang untuk talkshow di radio itu juga kami sampaikan. Yang jelas kami akan hitung ketersediaan anggaran saat ini. Kalau itu dirasa mencukupi maka kita juga akan gandeng media sosial,” pungkasnya.(*/jpg)