batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Isdianto dalam amanahnya saat menjadi inspektur upacara pengibaran bendera merah putih di hari kemerdekaan RI ke 75 mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau untuk bersama-sama mensyukuri udara kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-75 tahun ini. Kemerdekaan ini merupakan warisan perjuangan paja pahlawan.
Amanah ini dia sampaikan Senin (17/8) di Gedung Daerah Tanjungpinang. Hadir dalam kesempatan ini ketua dan jajaran wakil ketua DPRD Kepri serta beberapa anggotanya, jajaran kepala FKPD, tokoh masyarakat serta dan tokoh veteran.
“Kita harus senantiasa bersyukur. Hendaknya momen ini mengingatkan kita semua agar selalu bersyukur karena sampai saat ini kita masih bisa menghirup udara kemerdekaan atas jasa para pahlawan,” kata Isdianto.
Adapun tema HUT RI ke-75 tahun 2020 kali ini adalah Indonesia Maju, dengan semboyan, bangga buatan Indonesia.
“Semboyan ini seakan mengajak kita semua untuk selalu mencintai produk dalam negeri. Kita harus bangga membeli produk lokal. Hal ini sebagai wujud kebersamaan dalam mewujudkan kesatuan bangsa kita,” ujarnya.
Dalam amanahnya Isdianto juga mengajak masyarakat untuk terus memerangi covid-19 di Kepri. Salah satunya harus beradaptasi dengan tatanan normal baru, yakni dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
“Covid ini harus kita lawan bersama. Kita juga tidak mau wabah ini menghentikan pembangunan kita. Pembangunan harus tetap kita lakukan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menyangkut Pilkada yang tahapannya segera dimulai. Isdianto juga meminta agar masyarakat Kepri bisa saling menjaga kondisi Kepri agar tetap kondusif. “Mari kita wujudkan Pilkada di Kepri yang jujur dan adil,” tegasnya.
Selain itu menyangkut keamanan di daerah perbatasan juga tetap menjadi fokus pemerintah daerah dan pusat. Segala bentuk kejahatan berupa pencurian ikan, penyelundupan barang, orang dan narkoba akan terus diperangi.(*/uma)
batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan lima episode Program Merdeka Belajar. Kebijakan dalam program tersebut pun dirasa membuat para guru kebingungan.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim mengatakan bahwa hal ini di karenakan komunikasi penjelasan kebijakan yang tidak intens.
“Jadi bukan hanya guru yang pusing, sekolah juga pusing. Saya di sini melihat ada komunikasi yang gagal dengan guru-guru dan sekolah,” terang dia, Senin (17/8).
Salah satunya adalah penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), di mana aturan RPP hanya satu lembar dan terlalu teknis. “Mestinya RPP itu didesain sedemikian rupa, bukan harus satu lembar, karena bukan lembar jadi ukuran. Tapi apakah dilaksanakan proses pembelajaran itu, apakah RPP itu sebagai sesuatu yang autentik,” kata dia.
Terkait dengan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dia menyebut dana itu belum bisa merdeka pengelolaan dan penggunaannya. “Akses dana BOS itu rata-rata hampir 90 persen baru oleh kepala sekolah, bendahara dan tuhan yang tahu. Guru belum menikmati untuk akses dana BOS. Belum lagi Mas Menteri bilang selama Pembelajaran Jarak Jauh dana BOS bisa direlaksasi untuk kuota internet,” katanya.
Meskipun dikatakan dana BOS bisa digunakan 100 persen untuk kuota internet, hal itu pun disebut melanggar peraturan itu sendiri. Padahal, sebelumnya Nadiem mengatakan dana BOS juga harus bisa membayar guru honorer dan kebutuhan sekolah.
“Pertanyaannya apakah memang sekolah tidak punya alat tulis kantor? Dari mana dia bayar listrik?” tutur dia.
Maka dari itu dia meminta konsep Merdeka Belajar harus lebih matang. Pasalnya, ia menilai bahwa program ini masih setengah-setengah dalam implementasinya.
“Ketika Kemendikbud bilang kami merujuk ke Ki Hadjar Dewantara, kami bertanya konsep yang mana, yang dikembangkan Mendikbud. Toh naskah akademik merdeka belajar itu pun kami guru-guru tidak pernah menemukannya. Jadi secara paradigma harus dibenahi dulu,” imbuh Satriwan.(jpg)
batampos.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) didorong oleh Komisi IX DPR supaya bisa memberikan izin produksi dan edar terkait obat kombinasi Covid-19 yang ditemukan oleh tim gabungan Universitas Airlangga, Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI AD.
Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini mengatakan, hal-hal yang terkait untuk penyembuhan Covid-19 harus didorong. “Komisi IX selalu mendorong supaya BPOM mempercepat proses, terutama terkait penemuan-penemuan untuk pengobatan Covid-19, baik obat terkait Unair ini maupun herbal,” ujar Yahya Zaini kepada wartawan, Senin (17/8).
Politikus Partai Golkar ini berharap izin yang dikeluarkan oleh BPOM tidak lama. Karena biasanya izin bisa dikeluarkan setelah 20 hari obat pengajukan izin. Selain itu, diharapkan temuan obat Covid-19 ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang tertular virus yang berasal dari kelelawar ini.
“Dengan adanya obat ini kan dapat diharapkan dapat menekan angka kematian. Jadi saya, akan menemui langsung Kepala BPOM untuk meminta izin dapat dikeluarkan,” katanya.
Yahya pun mengapreasi tim gabungan telah menemukan kombinasi obat yang merupakan racikan dan telah melalui berbagai tahapan dengan waktu sekitar enam sampai tujuh bulan.
“Saya ikut dari awal proses ini, mulai izin uji klinis ketiga, saya ikut men- dorong dan minta BPOM supaya dipercepat izinnya,” ungkapnya.(*/jpg)
batampos.co.id – Ustaz HM Alwi Husein, imam Masjid Agung Batam, meninggal dunia di hari kemerdekaan RI, Senin (17/8) pukul 18.13 WIB. Ia sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit sebelum wafat.
Jenazahnya disemayamkan di rumahnya di Kompleks Citra Batam, Blok C Nomor 1010, Batam Centre. Rencananya akan dimakamkan, Selasa (18/8) sebelum salat Zuhur di TPU Taman Langgeng, Seipanas, Batam.
”Innalillahi wainnailaihi raji’un,” ucap Ahmad Dahlan, ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Batam periode 2010-2015 yang juga mantan Wali Kota Batam, ketika mengetahui Ustaz Alwi meninggal, kemarin malam.
Ia mengatakan, sangat mengenal sosok ustaz Alwi. ”Almarhum orang yang istikamah dan memiliki wawasan keagamaan yang luas. Di samping seorang hafiz (hafal Al-Qur’an), beliau juga lugas dalam menjelaskan pemahaman keagamaan,” ujar Dahlan.
Menurutnya, ustaz Alwi juga sosok imam yang sederhana, rendah hati, dan pandai bergaul. ”Kita kehilangan sosok ulama yang menjadi khazanah Batam dan Kepri. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau dan memasukkannya ke dalam surga-Nya dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ujar Dahlan.
Hal senada dikatakan Syarifuddin, ketua LAZ Masjid Agung Batam. ”Bagi saya, diaseorang pejuang, mujahid,” kata Syarif, tadi malam.
Ia mengungkapkan, ustaz Alwi menjadi imam di Masjid Raya Batam bersama ustaz Ridha Amir sejak tahun 2000. Selain menjadi imam, dia juga pembina mualaf atau orang yang baru memeluk agama Islam. (*/jpg)
batampos.co.id – Fedrik Adhar Syarifuddin, Jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani perkara penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan itu dikabarkan meninggal karena terpapar Covid-19.
“Benar (karena Covid-19),” kata Jaksa Agung, ST. Burhanuddin dikonfirmasi JawaPos.com (group batampos.co.id), Senin (17/8/2020).
Sementara itu, Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan, Fedrik meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Jakarta Selatan pada pukul 11.00 WIB.
Menurut Hari, Fedrik meninggal akibat komplikasi penyakit gula.
“Pada hari ini Senin tanggal 17 Agustus 2020 sekitar pukul 11.00 di RS Pondok Indah Bintaro. Info sakitnya komplikasi penyakit gula,” ungkap Hari.
Jaksa Fedrik Adhar. Foto: Instagram Fedrik Adhar
Kepergian Fedrik pun turut mendapatkan ucapan duka dari penyidik senior KPK Novel Baswedan.
“Saya turut berdukacita,” ucap Novel.
Novel pun turut mendoakan agar almarhum Fedrik Adhar diampuni segala kesalahannya.
“Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya,” kata novel.
Untuk diketahui, Jaksa Fedrik Adhar Syaripuddin sempat menjadi sorotan warganet tatkala menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan, beberapa waktu lalu.
Sebab, pria yang menjabat Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara itu menyebut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi tanpa disengaja.
Atas dasar itu, Jasa menuntut dua terdakwa penyiram air keras terhadap Novel Baswedan, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, masing-masing hanya satu tahun penjara.(jpg)
batampos.co.id – Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Batam terus terjadi. Selama tiga hari, bertambah 27 kasus. Ini berdasarkan data pemeriksaan swab oleh Tim Analis BTKLPP Batam, baik berupa temuan baru maupun hasil penyisiran di Kota Batam.
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, penambahan belum bisa dihentikan. Setiap hari hasil yang dirilis masih ada kasus baru. Tim kesehatan juga terus menyisir kontak erat guna menekan penyebaran.
”Di hari HUT RI ini pun harapan saya Covid-19 cepat selesai. Sehingga roda perekonomian kembali berputar. Sudah terlalu banyak dampak dari ini (Covid-19) yang menyebabkan kerugian di berbagai sektor,” kata Rudi, usai menghadiri upacara HUT ke-75 Republik Indonesia di Dataran Engku Putri, Senin (17/8).
Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, agar tidak menjadi pasien atau orang yang menularkan virus. Hampir semua dari pasien positif merupakan orang tanpa gejala (OTG).
Untuk itu, ketika ada bantuan masker, pihaknya masih terus mendistribusikan kepada masyarakat. ”Sekarang masker tersedia di banyak tempat. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak pakai masker,” sebutnya.
Selama tiga hari ini, sedikitnya 27 kasus baru ditemukan, dimana ada 12 anggota Polri terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Sedangkan hasil penyisiran yang dilakukan tim kesehatan maupun uji mandiri yang dirilis BTKLPP, Jumat (14/8) terdapat 12 kasus baru.
Selain itu, pada Sabtu (15/8) lalu, kasus Covid-19 bertambah 9 kasus. Sementara Minggu (16/8), kasus Covid-19 juga bertambah 6 orang warga Kota Batam.
Selain penambahan kasus positif, juga terdapat pasien sembuh. Sebanyak 17 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Yaitu kasus nomor 298, 315, 316, 317, 318, 321, 322, 323, 324, 327, 332, 341, 345, 348, 349, 350, dan 370. Di antaranya anggota Polri, P3K, Pemprov Kepri WNA, IRT, mahasiswa, dan pelajar. (*jpg)
batampos.co.id – Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam kembali mengumumkan penambahan jumlah pasien Covid-19 pada Senin (17/8/2020).
Ketua Gugus Tugas COvid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, melalui pernyataan tertulisnya menyebutkan, data tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam berdasarkan hasiltemuan kasus baru dan hasil tracing di Kota Batam.
“Terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus ini adalah 7 orang warga Kota Batam. Terdiri dari 3 orang laki-laki dan 4 orang perempuan,” ujarnya.
Berikut riwayat perjalanan penyakit pasien Covid-19 di Kota Batam yang baru:
1. AA
Perempuan (30), Ibu Rumah Tangga (IRT), beralamat di kawasan Perumahan Kampung Melayu Batu Besar, Nongsa.
AA datang berobat ke RS Soedarsono Darmo Soewito
dengan keluhan batuk kering sejak seminggu yang lalu.
Perlu diketahui yang bersangkutan pada 4 Agustus 2020 baru tiba dari Kota Medan.
Sesuai dengan keluhannya tersebut maka dilakukan pemeriksaan secara intensif antara lain pemeriksaan RDT yang hasilnya diperoleh “IgG,IgM Reaktif” dan diedukasi untuk isolasi mandiri di rumahnya.
Kemudian sesuai hasil pemeriksaan RDT tersebut pada 13 Agustus 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan tengah dalam persiapan evakuasi untuk ditempatkan pada ruang perawatan isolasi/karantina rumah sakit rujukan Covid-19 RSUD Embung Fatimah Batam
dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
2. SB
Laki-laki (50), Karyawan Swasta, beralamat di kawasan perumahan Citra Batam, Teluk Tering, Batam Kota.
SB terkait dengan kasus terkonfirmasi “342” maka pada 13 dan14 Agustus 2020 dilakukan pemeriksaan swab/PCR yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan tengah dalam persiapan evakuasi untuk ditempatkan pada ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Senin (17/8/2020).
3. H
Perempuan (47), Ibu Rumah Tangga (IRT), beralamat di kawasan perumahan Orchid Garden, Baloi Indah, Lubuk Baja.
H datang berobat ke Poli Paru RS Harapan Bunda Batam dengan keluhan batuk berdahak dan pilek disertai sakit tenggorokan.
Sesuai dengan keluhannya tersebut maka dilakukan pemeriksaan secara intensif dan ditegakkan diagnosa “ISPA+Susp, Covid-19” dan diedukasi untuk isolasi mandiri di rumahnya.
Selanjutnya pada 13 Agustus 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi “Positif”.
Saat ini yang bersangkutan tengah dalam persiapan evakuasi untuk ditempatkan pada ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang. Sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
4.TSW
Perempuan (39), Karyawan Swasta, beralamat di kawasan perumahan Grand BSI, Belian, Batam Kota.
TSW datang berobat ke RS St Elisabeth Lubuk Baja Batam dengan keluhan demam, batuk berdahak disertai kepala pusing.
Sesuai dengan keluhannya tersebut maka dilakukan pemeriksaan secara intensif dan ditegakkan diagnosa “Pneumonia
Ringan+Susp, Covid-19” dan diedukasi untuk isolasi mandiri di rumahnya.
Selanjutnya pada 13 Agustus 2020 dilakukanlah pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan tengah dalam persiapan evakuasi untuk ditempatkan pada ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
5. I
Laki-laki (30), Karyawan Swasta, beralamat di kawasan Komplek perumahan YKB, Bengkong Laut, Bengkong.
I datang berobat ke RS St Elisabeth Lubuk Baja Batam dengan keluhan demam, batuk disertai nyeri menelan dan sakit kepala.
Sesuai dengan keluhannya tersebut maka dilakukan pemeriksaan secara intensif dan ditegakkan diagnosa “Pneumonia
Ringan+Susp, Covid-19” dan diedukasi untuk isolasi mandiri di rumahnya.
Selanjutnya pada 13 Agustus 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan tengah dalam persiapan evakuasi untuk ditempatkan pada ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
6. R
Laki-laki (46), Swasta, beralamat di kawasan perumahan Sandona Carissa, Tiban Indah, Sekupang.
R datang berobat ke RS Budi Kemuliaan Batam dengan keluhan demam, batuk disertai dengan penurunan nafsu makan.
Sesuai dengan keluhannya tersebut maka dilakukan
pemeriksaan secara intensif berupa pemeriksaan RDT yang diperoleh hasil “Non Reaktif”.
Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan Rontgen Thorak dengan kesan “Susp Kardiomegali /sesuai gambar viral pneumoni typical covid”.
Sesuai gambaran tersebut selanjutnya dokter menegakkan diagnosa “Susp, Covid-19+HHD+Prolonged Fever” dan direkomendasi untuk dilakukan perawatan di ruang isolasi rumah sakit guna penanganan kesehatannya lebih lanjut.
Kemudian pada 14 Agustus 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan relatif stabil dan masih ditempatkan pada ruang perawatan isolasi di rumah sakit Budi Kemuliaan Batam.
7. PTM
Perempuan (35), Wiraswasta, beralamat di kawasan perumahan Citra Batam, Teluk Tering, Batam Kota.
PTM merupakan istri dari terkonfirmasi positif “403”. Terkait dengan kasus terkonfirmasi nomor “342” maka pada 14 Agustus 2020 yang bersangkutan bersama suaminya melakukan pemeriksaan swab/PCR yang hasilnya diterima dan diketahui
terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan tengah dalam persiapan evakuasi untuk ditempatkan pada ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
Saat ini jumlah pasein Covid-19 di Kota Batam sebanyak 408 orang.
Dari jumlah tersebut 312 orang dinyatakan sembuh, 24 orang meninggal dunia dan 72 orang masih dalam perawatan.(*/esa)
batampos.co.id – Sekolah di zona hijau dan kuning diperbolehkan belajar tatap muka oleh Kemendikbud selaku pihak yang berwenang. Salah satu alasannya adalah terkait keluhan soal pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Pakar Epidemiologi Iqbal Elyazer pun mengkritisi hal tersebut. Bahkan, menurutnya satu nyawa anak Indonesia sama dengan satu nyawa presiden. Pasalnya, merekalah penerus bangsa yang akan memimpin Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, yang bisa saja menjadi seorang presiden.
“Satu nyawa anak pun tidaklah kurang nilainya dari satu nilai nyawa presiden. Satu nyawa menteri pun itu sama nilainya dengan satu nyawa anak mana pun di negeri ini,” ujarnya dalam diskusi online, Senin (17/8).
Berhubungan dengan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, ia mengatakan bahwa tugas pemerintah masih sama, yakni melindungi segenap tumpah darah Indonesia. “75 tahun yang lalu pemerintah Indonesia dibentuk dengan tugas melindungi segenap bangsa Indonesia, melanjutkan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar dia.
Jika sudah terlaksana, perlindungan kepada masyarakat itu pun akan bertransformasi, yakni dengan meningkatkan mutu pendidikan dan kecerdasan anak bangsa yang sebelumnya tertinggal akibat pandemi Covid-19. Di mana fokus utama adalah melindungi, kedua kesejahteraan, ketiga mencerdaskan.
“Setiap keputusan pemerintah harus diverifikasi terhadap ketiga tujuan ini. Sekarang pertanyaannya adalah apakah keputusan membuka pengajaran tatap muka itu merupakan tindakan melindungi atau malah tindakan yang mengancam keselamatan jiwa?,” terangnya.
Terkait dengan sistem zonasi wilayah, kata dia tidak akan efektif. Sebab, pengkategorian zonasi masih berdasarkan jumlah kasus Covid-19, di mana seharusnya adalah jumlah penelusuran kasus per kabupaten/kota.
“Soal zonasi hijau kita sudah ribut sejak akhir Mei untuk berhati-hati menggunakan istilah zonasi hijau, zonasi tidak terdampak. Pemerintah tidak berani menampilkan jumlah pemeriksaan per kabupaten/kota karena di situlah kita akan melihat keseriusan mereka untuk mencari, melacak dan melakukan penanggulangan,” tegasnya. (*/jpg)
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi memotivasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat prosesi pemberian remisi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam, Senin (17/8/2020).
“Kata kuncinya, semua akan berlalu. Maksud saya, kesalahan masa lalu jadi pelajaran dan ke depan kita lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah siap mendukung warga binaan yang ingin lebih baik.
Menurutnya, untuk mencapai keinginan lebih baik, salah satunya dengan mendalami ilmu agama sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Kepada masyarakat umum, ia berharap dapat menerima dengan tangan terbuka khusus bagi warga binaan yang kembali ke masyarakat.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (tengah) memberikan surat remisi kepada salah seorang warga binaan di Lapas Klas IIA Batam. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id
“Menurut saya, orang yang pernah berbuat kesalahan dan berubah ke arah yng lebih baik, inikan bagus. Nah jika sudah baik, masyarakat tentu akan menerima mereka,” imbuhnya.
Kepala Lapas II A Batam, Misbahuddin, menyebutkan, dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Batam, ada 1.134 warga binaan yang mendapat remisi umum dalam rangka HUT ke-75 Republik Indonesia pada 2020.
“Khusus di Lapas II A Batam sebanyak 791 orang yang mendapat remisi. Lainnya, dari rutan, lapas anak, maupun lapas perempuan,” ucap dia.
Ia berharap, pemberian remisi dapat memotivasi warga binaan kedepannya semakin baik.
Kata dia, selama menjalani pembinaan yang paling utama dilakukan di Lapas yakni pembinaan keagamaan.
“Pembinaan keagamaan paling penting, kita bina sesuai dengan kepercayaan mereka dan kami memiliki tim masing-masing,” ujarnya.
Sebelum prosesi pemberian remisi secara simbolis, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) terlebih dahulu mengikuti acara pemberian remisi tingkat nasional secara virtual yang dipusatkan di Lapas Klas IIA Mataram NTB.
Di Batam sendiri, dipusatkan di Lapas Klas II A Batam.(*/esa)
batampos.co.id – Pemko Batam akan mengucurkan dana guna mendukung dan memotivasi warga binaan di Lapas Klas II A Batam untuk terus berkreasi menghasilkan kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, selama dibina di Lapas para warga binaan dapat mengembangkan keterampilan masing-masing sehingga lebih berdaya guna.
“Melalui tangan terampil mereka (warga binaan,red) akan ada kerajinan-kerajinan. Mereka membuat, bantuan (dana,red) kita bisa kucurkan ke sini dan secara aturan boleh,” ujarnya saat acara pemberian remisi di Lapas tersebut, Senin (17/8/2020).
Ia mengaku terkesan mendapatkan cenderamata berupa kerajinan tangan para warga binaan Lapas Klas II A Batam.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kiri) menerima cenderamata dari Kepala Lapas Klas II A Batam, Misbahuddin. Kerajinan tangan berupa miniatur kapal tersebut adalah hasil dari kreativitas warga Binaan Lapas Klas II A Batam. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id
“Diberi cinderamata tadi, saya berpikir kenapa keterampilan mereka (warga binaan,red) tidak kita kembangkan,” ucap Rudi.
Kepala Lapas Klas II A Batam, Misbahuddin, mengatakan, selain pembinaan secara keagamaan, para warga binaan juga dibina terkait keterampilan.
Bahkan sudah banyak kreasi kerajinan yang sudah dihasilkan warga binaan.
“Hand craft banyak, seperti miniatur kapal seperti yang diberikan kepada pak wali. Banyak lagi, bahkan yang keterampilan berusaha kami bina, seperti laundry,” kata dia.
Selain itu kata dia, di Lapas Klas II A Batam menyediakan galeri khusus untuk menampung keterampilan yang dihasilkan warga binaan.
Terkait rencana bantuan dari Pemko Batam, ia menyambut baik perihal tersebut.
“Tadi sudah langsung komunikasi dengan assisten I Pemko Batam, pak Yusfa (Yusfa Hendri,red),” katanya.(*/esa)