Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 9868

Pengolahan Ikan Teri di Anambas Masih Dilakukan Secara Tradisional

0

batampos.co.id – Sejumlah warga Piabung, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas yang dikenal sebagai salah satu lokasi pengolahan dan penghasil ikan teri masih melakukannya secara tradisonal.

Tarmizi, 60 tahun, salah satu warga Piabung mengatakan dirinya mengambil ikan teri dari pemilik bagan. Kemudian pihaknya melakukan pengolahan ikan teri.

“Jika cuaca panas, ikan teri bisa kering hanya membutuhkan waktu tiga jam. Namun jika saat hujan, tiga sampai empat hari bisa kering,” sebutnya, Senin (17/8/2020).

Ia mengatakan lokasi dan peralatan pengolahan ikan teri harus tetap diperhatikan kebersihannya. Hal tersebut agar diperoleh ikan teri yang berkualitas dan bermutu tinggi.

Lanjut dia lagi mengungkapkan ia telah menekuni pekerjaaan sebagai pengolah ikan teri sudah sangat lama. “Pekerjaan ini yang saya tekuni sampai saat ini, untuk memenuhi kebutuhan kelangsungan hidup,” ungkap pria berlanjut usia itu.

Berdasarkan pantauan Batampos Online di Piabung, diketahui bahwa pengolahan ikan teri yang dilakukan penduduk itu masih sederhana dan terbatas yaitu secara tradisional dengan sistem pengeringan terbuka.(fai)

Polda Kepri Tindak Personel Polisi yang Tidak Patuhi Protokol Kesehatan

0

batampos.co.id – Polda Kepri melaksanakan pendisiplinan penggunaan masker bagi personel Polri yang akan memasuki Mapolda Kepri, Selasa (18/8/20).

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, mengatakan, hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid–19 di lingkungan Polda Kepri.

“Kegiatan ini menindaklanjuti perintah dari Bapak Wakapolri terkait penegakan protokol kesehatan di lingkungan kerja, kantor maupun pelayanan publik di Kepolisian Polda Kepulauan Riau dan jajaran,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menindaklanjuti intruksi dari Presiden Joko Widodo terkait penerapan protokol kesehatan utamanya penggunaan masker.

Personel Provost Polda Kepri memeriksa rekannya yang hendak masuk ke dalam gedung Polda Kepri dan memberikan imbauan agar mematuhi protokol kesehatan. Foto: Humas Polda Kepri untuk batampos.co.id

“Hari ini kita melakukan penegakkan disiplin terhadap personel yang tidak dan atau belum menggunakan masker. Hal ini akan menjadi fokus kami dahulu dan nantinya akan kita terapkan kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker,” tuturnya.

Perwira menengah kepolisian tersebut mengatakan, penggunaan masker merupakan sebuah kewajiban bagi semua.

Dengan tujuan utama adalah untuk keselamatan dan kesehatan diri sendiri dan untuk keselamatan dan kesehatan orang lain di sekitar kita.

“Kedepannya bagi anggota yang masih melanggar protokol kesehatan akan diberikan sanksi sosial yakni berupa pemasangan kalung yang bertuliskan bahwa yang bersangkutan adalah pelanggar protokol kesehatan tidak menggunakan masker dan akan diberikan tindakan disiplin,” jelasnya.(*/esa)

Ini Fakta-fakta Jembatan 1 Barelang

0

batampos.co.id – Jembatan Barelang adalah salah satu karya almarhum Presiden Ketiga RI BJ Habibie, saat dipercaya menjadi Kepala Otorita Batam.

Bahkan Jembatan 1 Barelang menjadi ikon pertama di Kota Batam dan menjadi daya tarik bagi setiap wisatawan nusantara dan mancanegara.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, Jembatan 1 Barelang menghubungkan Pulau Batam-Tonton dengan tipe cable stayed dengan bentang terpanjang yang dirancang dan dibangun di Indonesia pada saat itu.

“Bagian utama dan yang paling menonjol dari jembatan tersebut adalah struktrur pilon yang mempunyai ketinggian 119,744 dan lebar maksimum pada bagian dasar 34,3 meter,” jelasnya, Selasa (18/8/2020).

Sementara lantai kendaraan jembatan lanjutnya, merupakan konstruksi beton prategang yang ditopag oleh 56 pasang atau total 112 buah kabel yang dianker pada bagian atas pilon dan balok tepi.

“Jembatan 1 ini memiliki total panjang 642 meter, dengan panjang bentang utama 350 meter,” tuturnya.

Jembatan Batam Rempang Galang (Barelang). Jembatan ini menjadi jembatan penghubung Batam dengan kawasan Rempang dan Galang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Jembatan 1 Barelang kata dia, memiliki Ruang bebas vertikal 38 meter, lebar perkerasan jalan 2×6,35 meter, terdiri dari dua jalur dan empat lajur, serta memiliki lebar trotoar 1,8 meter dan lebar jembatan 21,5 meter serta tipe pondasi bored pile 120.

“Data teknis lain menunjukkan bahwa jembatan 1 Barelang memiliki panjang bentang utama 160 meter dengan ruang bebas vertikal 15 meter dari permukaan laut,” jelasnya.

Dendi menjelaskan, lebar perkerasan jalan adalah 2×6,6 meter dengan dua jalur dan empat lajur.

“Kontraktor pelaksana adalah PT Hutama karya dan subkontraktor yang terdiri dari dua perusahaan, yaitu PT Ballast Indonesia dan PT VSL Indonesia,” katanya.

Sedangkan manajemen kontruksinya dikerjakan oleh PT Profes Cipta Wahana Teknik.

“Sesuai dengan perencanaan Masterplan Barelang, Pulau Tonton akan dikembangkan sebagai kawasan pariwisata,” paparnya.

Ia melanjutkan, nama Raja Haji Teungku Fisabilillah diabadikan sebagai nama Jembatan 1.

“Ia adalah Raja yang Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang IV,” katanya.(esa/adv)

Fakta-fakta Jembatan 1 Barelang

0
Infografis aliibenk/batampos.co.id

Jembatan Barelang adalah salah satu karya almarhum Presiden Ketiga RI BJ Habibie saat dipercaya menjadi Kepala Otorita Batam.

Bahkan Jembatan 1 Barelang menjadi ikon pertama di Kota Batam dan menjadi daya tarik bagi setiap wisatawan nusantara dan mancanegara.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, Jembatan 1 Barelang menghubungkan Pulau Batam-Tonton dengan tipe cable stayed dengan bentang terpanjang yang dirancang dan dibangun di Indonesia pada saat itu.

“Bagian utama dan yang paling menonjol dari jembatan tersebut adalah struktrur pilon yang mempunyai ketinggian 119,744 dan lebar maksimum pada bagian dasar 34,3 meter,” jelasnya, Selasa (18/8/2020).(esa/adv)

Hampir Separo Warga Singapura Lelah Pakai Masker

0

batampos.co.id – Pandemi Covid-19 telah berlangsung berbulan-bulan. Kondisi ini membuat semua warga dunia frustrasi. Termasuk masyarakat Singapura yang mulai lelah mematuhi protokol kesehatan.

Dalam survei firma riset pasar online Milieu Insight di media Sunday Times, survei dilakukan terhadap 1.000 orang. Sebanyak 7 dari 10 warga Singapura mengatakan wabah Covid-19 terlalu lama dari yang mereka perkirakan. Kondisi ini membuat orang-orang menjadi bosan dengan segala aturan untuk membatasi penyebaran virus. Aturan-aturan tersebut termasuk larangan pertemuan lebih dari lima orang dan keharusan untuk memakai masker saat berada di luar.

“Wajar jika kelelahan akibat virus Korona muncul,” kata Dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock di National University of Singapore (NUS) Profesor Teo Yik Ying, seperti dilansir dari AsiaOne, Senin (17/8).

“Mengenakan masker setiap kali keluar rumah benar-benar bukan perilaku normal bagi kami,” katanya.

Survei online mewakili populasi penduduk Singapura yang berusia 16 tahun ke atas. Hasilnya menunjukkan bahwa 44 persen atau hampir separuh warga Singapura lelah mengikuti langkah-langkah protokol kesehatan yang diperlukan. Dari mereka yang disurvei, 27 persen mengatakan bahwa mereka frustrasi jika harus pakai masker.

Sementara 14 persen tidak senang karena harus membatasi ukuran pertemuan fisik dengan teman dan keluarga. Warga juga tidak senang karena tidak bisa bepergian ke luar negeri, acara dibatalkan atau ditunda, dan akses masuk ke fasilitas umum dibatasi. Stadion, kompleks renang, dan gym, buka dengan kapasitas terbatas yakni satu orang tiap 10 meter persegi.

Sebanyak 4 dari 10 orang percaya aturan itu sedikit ketat, tapi masuk akal. Dan, sementara 5 persen menganggap aturan itu terlalu ketat.

Meski kelelahan, sebagian besar responden mengatakan bahwa mereka sangat memahami alasan di balik peraturan dan mematuhinya. Dalam hal masker, 76 persen mengatakan mereka mengenakannya dengan benar sepanjang waktu, sementara 20 persen mengatakan mereka melakukannya hampir sepanjang waktu.

Kepatuhan lebih rendah untuk jarak sosial. Sebanyak 43 persen mengatakan mereka selalu menjaga jarak dari orang lain bahkan ketika tidak ada pihak berwenang.

“Masyarakat secara keseluruhan perlu mengakui aturan ini efektif dan harus bisa mengatasi rasa kelelahan,” kata Prof Teo.(jpg)

Gedung Beringin Dialihfungsikan Menjadi Gedung Daerah

0

batampos.co.id – Gedung Beringin yang berada di Sekupang akan dialihfungsikan menjadi gedung daerah.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, gedung tersebut nantinya akan menjadi simbol dan pusat kegiatan adat di Kota Batam.

Rudi mengatakan, keberadaan gedung daerah tersebut dinilai penting sebagai sarana untuk mempresentasikan adat istiadat yang ada di Kota Batam.

“Nantinya akan difungsikan sebagai kantor Adat Melayu Kepri,” ujarnya, Selasa (18/8/2020).

Seperti yang diketahui, aset gedung beringin ada pada Badan Pengusahaan (BP) dan akan diserahterimakan kepada Pemko Batam. Selama ini, gedung terletak di samping Kantor Camat Sekupang tersebut terbengkalai.

Ia mengaku, keberadaan pusat adat Melayu tersebut tidak menghilangkan adat-adat yang ada di Batam.

Namun,kata dia, Kota Batam harus punya jati diri dan perlu diperkuat agar adat khas daerah ini muncul dan diterapkan masyarakat.

“Setiap daerah punya adat. Kita butuh mengembangkan adat-adat untuk menunjukkan siapa jati diri kita,” ujar Rudi.

Sebelumnya, Rudi juga sudah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam mengecek langsung kondisi gedung tersebut.

Kondisi gedung ini terlihat berdebu dan beberapa titik sudah mengalami kerusakan akibat lama terbengkalai.

“Kita masih menunggu instruksi lanjutan, rencana memang akan dijadikan gedung daerah,” ujar Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata.

Namun, Ardi belum memaparkan bagaimana rincian dan fungsi seutuhnya gedung tersebut.

Ia berharap semua pihak mendukung agar Batam memiliki gedung daerah dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan kebudayaan di Batam.

“Di tengah keberagaman budaya di Batam, tentu kita tak melupakan budaya asli tanah Melayu ini sehingga perlu adanya gedung daerah,” ujarnya.(*/esa)

KPK Selamatkan Potensi Kerugian Daerah Sebesar Rp 10,4 Triliun

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menyatakan, pada semester I 2020 berhasil menyelamatkan potensi kerugian daerah senilai total Rp 10,4 triliun. Hal ini dilakukan KPK melalui penerbitan aset, piutang daerah hingga sertifikasi lahan di sejumlah daerah.

“Intervensi pada upaya mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penertiban aset, piutang daerah, dan sertifikasi lahan, berhasil diselamatkan potensi kerugian keuangan daerah senilai total Rp 10,4 triliun, ini hasil pencegahan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers Kinerja Semester I KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).

Menurut Ghufron, potensi kerugian keuangan daerah yang telah diselamatkan yakni pada penagihan tunggakan piutang pemda senilai Rp 2,9 triliun. Kemudian juga pada penertiban dan pemulihan aset sebanyak 1.093 aset yang telah diselamatkan dengan total nilai Rp 845 miliar.

Selanjutnya, KPK juga turut membantu sertifikasi aset bertambah hingga 6.355 sertifikat dengan nilai aset total Rp 4,2 triliun, serta penertiban fasilitas umum dan fasilitas sosial.

“Dalam kurun enam bulan ini berhasil diserahterimakan sebanyak 184 unit fasum-fasos dengan total nilai Rp 2,4 triliun,” ujar Ghufron.

Pimpinan KPK berlatar belakang akademisi ini berujar, adanya upaya optimalisasi PAD yang dimulai sejak tahun lalu, basis penerimaan daerah membaik. Bahkan ketika pandemi pun penurunan hingga semester satu hanya 2,89 persen dari sebelumnya Rp 83,3 triliun menjadi Rp 80,9 triliun.

“KPK akan terus mendorong dan mendampingi perbaikan tata kelola pemerintahan di seluruh pemerintah daerah,” pungkasnya.(jpg)

Wali Kota da Wakil Wali Kota Batam Antarkan Imam Masjid Agung ke Peristirahatan Terakhir

0

batampos.co.id – Berita duka datang Masjid Agung Batam, Imam masjid KH Muhammad Alwi Husain meninggal dunia pada Senin (17/8/2020).

Semasa hidup, almarhum menjalani amanah sebagai Ketua Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kepri.

Almarhum disalatkan di Masjid Agung Batam dan dikebumikan di Makam Taman Langgeng Sei Panas, Selasa (18/8/2020) pagi.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengangkat keranda jenazah imam Masjid Agung Batam, KH Muhammad Alwi Husain. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

Usai ikut mensalati almarhum bersama ratusan jamaah, Rudi dan Amsakar turut mengangkat keranda.

Keduanya memang dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan ulama. Bahkan, Rudi dalam setiap kesempatan bersilaturahmi dengan para ulama, imam masjid, ustaz hingga guru ngaji mengakui andil besar tokoh agama membangun Batam menuju daerah yang madani dan modern.

Ketua Masjid Agung Batam, Firmansyah, mengatakan, pengurus Masjid Agung merasa kehilangan dan berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya tokoh panutan tersebut.

“Beliau merupakan panutan bagi kami (pengurus) dan jamaah, yang senantiasa mengayomi. Pengurus dan jamaah merasa kehilangan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam ini.

“Semoga beliau husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tambahnya.(*/esa)

Begini Peran Organisasi Profesi Kesehatan Dalam Pemberdayaan Kampung Tangguh (Siaga Covid-19)

0

batampos.co.id – Data covid-19 di Indonesia menunjukkan grafik yang semakin naik dari hari ke hari. Untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri) juga terjadi kenaikan kasus dari hari ke hari dengan munculnya berbagai cluster.

Seperti cluster gubernur hingga cluster gowes. Untuk Batam sendiri juga kasus yang tercatat untuk bulan Agustus sampai tanggal 14 agustus 2020 itu sebanyak 24 kasus dengan meninggal dunia, 68 orang masih menjalani perawatan, sebanyak 294 orang sembuh dari 386 kasus.

Pada webinar yang digelar oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibnu Sina Kota Batam pada 15 Agustus 2020 lalu, membahas dan memaparkan peran organisasi profesi kesehatan dan pendidikan dalam pemberdayaan kampung tangguh (siaga covid-19).

Kepala Bapelkes Kemenkes RI Batam, Asep Zaenal Mustofa, yang menjadi pemateri pertama mengatakan, dengan adanya peningkatan tersebut menggambarkan masih banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi protokol Kesehatan di era new normal.

“Secara sederhana Kampung Tangguh merupakan konsep penanggulangan virus corona di suatu desa atau kampung, dengan melibatkan kolaborasi antar warga, pemerintah, dan akademisi,” ungkapnya.

Untuk pemateri kedua adalah Ketua pengurus Daerah PERSAKMI (Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia) provinsi Kepri Andi Kurniawan.

Andi memaparkan peran Persakmi dalam kampung Tangguh (siaga covid-19) antara lain, penyuluhan, pengembangan, media promosi dan pendidikan Kesehatan masyarakat(peran dalam aspek promotif).

“Pihaknya juga akan melakukan mendeteksi secara dini atau mencegah penyakit dan masalah kesmas (preventif), penguatan jejaring dan tata kelola program kesehatan (advokasif & kolaboratif), pengembangan dan penyelenggaraan forum ilmiah (akademis dan literatif) serta pengembangan dan pemasaran sosial kemasyarakatan (humanity dan environtmental),” ungkap Andi.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) provinsi kepri Ahmad Yani, menguraikan risiko dan edukasi masyarakat perilaku sehat melawan covid-19, Contact tracing & tracking (penyelidikan kasus dan investigasi wabah) serta fasilitasi dan pemberdayaan masyarakat

“Kita juga akan memahami pola-pola promotif dan preventif covid-19 di masyarakat, Tenaga kesehatan masyarakat juga bisa berinovasi dan menciptakan strategi percepatan penanganan Covid-19 dengan fokus utama edukasi dan berdayakan masyarakat dan perkuat Yankes,” ucapnya.

Yani juga mengatakan, Kehadiran covid-19 ini juga memaksa kita untuk melakukan perubahan cara berpikir, berprilaku hingga cara bekerja.

“Yang pasti, siapa pun kita dan dimana pun kita, harus tetap menjaga diri, Karena itu adalah hal yang utama,” ungkapnya.

Sekretaris Pengurus Daerah HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) Provinsi Kepri, Asmali, yang menjadi pemateri ke-empat akan berusaha mendorong masyarakat dalam menjalani protokol kesehatan covid-19, mendorong masyarakat untuk rajin cuci tangan dengan sabun, pakai masker, jaga jarak fisik, hindari & jangan membuat kerumunan ataupun keramaian.

“Upaya kesehatan lingkungan dalam penanggulangan covid-19 diselenggarakan melalui penyehatan pengamanan, pengendalian dan pengawasan yang dilaksanakan melalui konseling, inspeksi kesehatan lingkungan, intervensi kesehatan lingkungan seperti penyemprotan desinfektan, peingkatan akses sanitasi, dan lain-lain,” ucapnya.

“Pengelolaan limbah dan menjalin kemitraan dengan gugus tugas untuk memperkuat upaya promotif dan preventif covid-19,” imbuhnya lagi.

Ketua Pengurus Daerah PAKKI Provinsi Kepri, Fitri Sari Dewi, satu-satunya pemateri wanita akan mendorong kelembagaan di desa atau kampung untuk melakukan pemberdayaan kelembagaan yang diwujudkan dalam pemberdayaan masyarakat yang lebih kepada melindungi diri saat bekerja dan di tempat kerja.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibnu Sina itu memaparkan, pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan oleh organisasi-organisasi profesi yang ada di Kota Batam dalam mewujudkan kampung tangguh adalah pendataan kesehatan warga, faktor penyebab penularan dan potensi wilayah.

Ia menjelaskan, Fakultas Ilmu Kesehatan mempunyai dua program studi. Yaitu Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja.

Kata dia, sebagai perguruan tinggi juga mempunyai peran didalam pemberdayaan Masyarakat yaitu kegiatan pengabdian masyarakat

“Musyawarah masyarakat RT/RW/desa untuk menyusun rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan serta keberlangsungan kegiatan juga sangat penting dan telah menjadi satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan,” paparnya.(*)

BIN Bentuk Tim Intelijen Medis Sejak Korona Muncul di Wuhan

0

batampos.co.id – Obat Covid-19 temuan tim peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) yang bekerja sama dengan BIN dan TNI-AD tidak muncul begitu saja. Dibutuhkan riset dan kajian mendalam sebelum obat tersebut diumumkan bisa menyembuhkan pasien korona.

Sekretaris Utama BIN Komjen Bambang Sunarwibowo menjelaskan, sejak virus korona mewabah di Wuhan, Tiongkok, pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah informasi. Kepala BIN Jenderal Polisi (pur) Budi Gunawan dengan cepat membentuk tim intelijen medis.

Selain itu, mereka menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan untuk mencari solusi di tengah pandemi. Salah satunya dengan Unair. ”Sesuai arahan dari kepala BIN, kami mencari atau mempercepat penemuan vaksin dan obat,” paparnya.

Sejak pandemi masuk Indonesia pada akhir Februari lalu, BIN melakukan testing cepat berupa rapid test serta swab test di seluruh daerah. Misalnya, Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. BIN juga melakukan tracing serta treatment agar pasien positif Covid-19 bisa kembali pulih.

Bambang menyampaikan, proses uji klinis pertama dimulai pada akhir Mei 2020. Tahap kedua dilakukan pada akhir Juni, dan tahap ketiga atau terakhir pada 3 Agustus. Seluruh tahapan itu telah melibatkan instansi dan lembaga terkait. Mulai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Komite Obat RS Unair, dan Balitbangkes Kementerian Kesehatan. Karena itu, BIN turut mendorong supaya temuan obat tersebut bisa cepat diproduksi.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa berjanji berkunjung ke BPOM. Orang nomor satu di matra darat itu akan menjelaskan secara langsung tentang temuan obat Covid-19. ”Dalam rangka secara resmi mohon dukungan untuk percepatan izin,” kata Andika.

Dia memosisikan diri sebagai wakil ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang bergerak di bawah komando Menteri BUMN Erick Thohir.

Sebelum obat diproduksi masal, lanjut Andika, pihaknya harus mendapat izin BPOM. ”Obat itu tinggal menunggu izin edar dari BPOM,” tegasnya. Dia menyampaikan, sejatinya BPOM sudah mengetahui keberadaan obat Covid-19 tersebut sejak proses uji klinis berlangsung. Andika pernah mendampingi pejabat teras BPOM untuk meninjau proses uji klinis di Sekolah Calon Perwira (Secapa), Bandung, Jawa Barat. Karena itu, dia percaya BPOM segera mengeluarkan izin edar obat tersebut.

Andika meyakinkan, selain izin edar, tidak ada lagi persoalan teknis yang harus diurus terkait produksi masal obat itu. Sebab, Erick Thohir sudah menugasi PT Kimia Farma untuk ambil bagian. Mereka siap memproduksi bersama TNI-AD dan Polri. Selanjutnya, yang perlu dipastikan hanya anggaran. Menurut Andika, anggaran untuk produksi obat itu bergantung pemerintah.

Selain izin edar dari BPOM, hingga kemarin memang belum ada kejelasan tentang anggaran untuk produksi masal obat korona temuan Unair, BIN, dan TNI-AD itu.

Walau belum ada kepastian, Andika optimistis anggaran akan diberikan pemerintah. Dalam bayangannya, dia menyebutkan bahwa obat itu diproduksi untuk dibagikan kepada masyarakat. Tidak langsung dijual. ”Seperti halnya vaksin, vaksin juga kan tidak untuk dijual pada tahap awal,” kata dia.

Anggota Bidang Kesekretariatan, Protokoler, dan Public Relations Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Halik Malik menuturkan, IDI menyambut baik temuan obat Covid-19 sepanjang sudah teruji, mendapat izin, dan bisa segera diproduksi. Terutama terkait keamanan dan efektivitasnya. Kemudian, efek obat terhadap angka kematian, lama rawat inap, dan kondisi klinis pasien. Semua harus jelas.

”Pada prinsipnya, dokter adalah user dari obat-obat yang ada. Tentu kami berharap bisa menjadi pilihan obat Covid-19 ke depan dan ikut dimasukkan dalam pedoman tata laksana kasus Covid-19 yang terbaru,” paparnya.

Jenis-jenis obat yang dikombinasi dalam penelitian Unair, TNI, dan BIN, kata dia, bukan tergolong baru. Azitromisin, misalnya, sudah lama dipakai. Begitu juga hidroksiklorokuin. ”Obat yang saat ini diteliti adalah azitromisin plus hidroksiklorokuin,” ujarnya.

Fixe dose combination (FDC) bukanlah obat baru, melainkan sediaan baru. Yakni, tetap perlu melalui uji klinis untuk melihat efektivitasnya. Misalnya, bagaimana interaksi antar obatnya, apakah lebih efektif dengan sediaan baru yang kombinasi atau sediaan tunggal alias sendiri-sendiri. Lalu, soal kemudahan bagi pasien hingga kepatuhan pasien dalam penggunaan obat itu sendiri.

Seperti pada pengobatan TB, ada obat tunggal, yakni RHZE. Namun, ada juga obat kombinasi Rifastar 4 FDC. ”Tapi, tak dianggap sebagai obat baru karena kandungan obatnya sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berencana untuk melakukan penjelasan ke publik pada hari ini (18/8). ”Besok akan ada penjelasan (resmi, Red) dari kami,” kata Kepala BPOM Penny Lukito kemarin. (jpg)