Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 9943

Gubernur Minta Nakes Tingkatkan Kewaspadaan

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri Isdianto meminta Satgas Covid-19 Kepri untuk melakukan koordinasi dengan seluruh rumah sakit di Kepri dalam menyikapi banyaknya tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19 beserta masyarakat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kepri yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana merealisasikan permintaan Gubernur Isdianto tersebut. Ia langsung mengumpulkan Kepala Dinas Kesehatan se-Kepri dan para Direktur Rumah Sakit swasta secara daring dan tatap muka, Kamis (3/9) di Rumah Sakit Awal Bross Batam.

Pertemuan tersebut untuk menyepakati komitmen bersama seluruh rumah sakit di Kepri dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan covid-19 dan komitmen untuk melawan dan menangani secara bersama.

“Bapak Gubernur sangat mengapresiasi usaha nakes dan RS selama ini dalam penanganan pasien covid-19. Agar ke depan penanganan covid-19 semakin bagus. Saya diminta untuk melakukan koordinasi ini agar kita bisa menyatukan persepsi dan saling mendukung serta berkomitmen mengatasi Covid-19 ini. Pak Gubernur tidak mau terjadi ledakan kasus lagi. Untuk itu mari kita sama-sama waspada dan berkomitmen,” jelas Tjetjep.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana (tengah) berdiskusi Kepala Dinas Kesehatan Se-Kepri dan para Direktur Rumah Sakit swasta secara daring dan tatap muka, Kamis (3/9). (humaspemprov)

Menurut Tjetjep komunikasi dengan seluruh rumah sakit di Kepri akan menjadi agenda rutin Satgas Covid-19 Kepri. Sehingga masalah-masalah yang dialami RS dapat diatasi dengan cepat. Termasuk menjaga komitmen bersama RS dalam mengatasi kasus.

Tidak itu saja, setiap rumah sakit juga diminta Tjetjep untuk melaporkan kebutuhan dan kendala yang dialami dalam penanganan pasien ke Satgas Covid-19 Kepri. Untuk kondisi darurat, rumah sakit diminta menghubungi Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri-Batam.

Ketua Tim Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Kepri-Batam yang ditunjuk langsung oleh Gubernur Kepri dan merupakan perpanjangan tangan Satgas Covid-19 Kepri khusus Batam, Buralimar menyatakan kesiapan timnya dalam menjalankan komitmen bersama tersebut.

“Kami di Tim BLC siap melaksanakan perintah Pak Gubernur Isdianto untuk membantu melawan Covid-19, khususnya di Batam. Apa yang dibutuhkan rumah sakit dan masyarakat, apabila ada di tim kami, akan kami bagikan,” ujarnya.

Buralimar memaparkan, sejak Tim BLC dibentuk tanggal 26 Mei 2020, telah banyak melakukan kegiatan pencegahan dan penanganan Covid-19. Mulai dari memberikan bantuan masker ke masyarakat dan nakes, sosialisasi, edukasi, trauma healing, mendistribusikan hand sanitizer, face shield, dan termasuk membantu layanan rapid test untuk para santri yang akan berangkat ke luar kota.

Untuk kedepannya, lanjut Buralimar, seiring meningkatnya kasus dan bahkan sudah merambah ke tenaga medis, maka Tim BLC akan meningkatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi di tengah masyarakat. Dua kegiatan tersebut diharapkan bisa menekan munculnya kasus baru.(*/uma)

Pelaut Positif Covid-19 di Singapura, Sempat Singgah di Indonesia

0

batampos.co.id – Singapura masih harus menuntaskan kasus-kasus baru Covid-19 yang sebagian besar dari luar negeri atau impor serta kasus di area asrama pekerja migran. Terbaru terdapat 3 kasus impor yang dicatat Singapura.

Salah satunya adalah seorang pelaut yang terbukti positif Covid-19 usai sebelumnya singgah di Indonesia. Namun tak disebutkan identitas lengkap atau dari mana asal pelaut tersebut.

Seperti dilansir dari Straits Times, Kamis (3/9), dari 3 kasus impor, dua adalah izin kerja dan pemegang izin kerja yang tiba secara terpisah dari India dan Filipina pada 21 Agustus. Keduanya ditempatkan untuk tinggal di rumah (Stay Home Notice) selama 14 hari setibanya di Singapura. Mereka juga diuji selama periode itu.

Kasus lainnya adalah seorang pelaut yang telah dites setibanya dari Indonesia pada 26 Agustus. Dia diisolasi sambil menunggu hasil tes. Pelaut itu kemudian dibawa dengan ambulans ke rumah sakit ketika hasilnya positif pada Selasa (2/9).

Singapura juga mencatat klaster virus Korona baru di asrama pekerja yang diumumkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pertama adalah Changi Lodge II di 80 Tanah Merah Coast Road, dikaitkan dengan enam kasus, sedangkan North Coast Lodge di Admiralty dikaitkan dengan tujuh kasus. Dua pasien baru dari Asrama Toh Guan di 19A Toh Guan Road East dikaitkan dengan lima kasus sebelumnya.

Untuk pasien sembuh, Singapura mencatat 142 orang sembuh pada Rabu (2/9). Lebih dari 55.876 pasien telah pulih sepenuhnya dari Covid-19.

Sebanyak 75 pasien tetap di rumah sakit. Tidak ada yang dalam perawatan intensif, sementara 867 sedang memulihkan diri di fasilitas masyarakat.(jpg)

Materai Rp 10.000 Mulai Berlaku 1 Januari 2021

0

batampos.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan, penerapan tarif bea materai sebesar Rp 10.000 akan berlaku mulai awal tahun depan. Hal tersebut telah disepakati oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk pembahasan tahap lanjut agar menjadi Undang-Undang (UU).

Aturan ini juga diterapkan pada dokumen kertas dan non kertas alias berbasis digital. “UU ini akan berlaku mulai 1 Januari 2021 jadi tidak berlaku langsung saat diundangkan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kamis (3/9).

Sri Mulyani menjelaskan, alasan pemerintah tidak memberlakukan langsung UU Bea Materai pada tahun ini agar dapat menyiapkan aturan turunannya serta mensosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat. Sebab, dalam aturan yang baru ini penerapan bea meterai tidak hanya berlaku pada setiap dokumen berbentuk kertas, melainkan pada dokumen atau transaksi digital.

“Jadi dengan UU Bea Meterai baru, diharapkan bisa memperlakukan dokumen yang tidak hanya dalam bentuk kertas namun juga dalam digital. Ini sesuai kemajuan dan perubahan zaman sehingga kita berharap, dengan UU ini kita bisa memberikan kesamaan perlakuan untuk dokumen kertas dan non kertas,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, sebagai bentuk keberpihakan, Sri Mulyani juga mengubah batasan transaksi yang terkena bea meterai dari yang sebelumnya dokumen dengan nilai transaksi sebesar Rp 1 juta diubah menjadi di atas Rp 5 juta.

“Ini kenaikan yang tadinya dokumen di atas Rp 1 juta harus biaya meterai,” imbuhnya.

Sri Mulyani menambahkan, kenaikan tarif bea meterai menjadi Rp 10.000 juga memberikan kepastian hukum dan kesetaraan baik yang non kertas maupun digital. Hal itu seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi yang dinamis

“Ini merupakan satu langkah di dalam pengenaan bea meterai atas dokumen elektronik. Sehingga ini juga berikan kepastian hukum bagi dokumen-dokumen elektronik,” tutupnya.(jpg)

Emas, Cabai Merah dan Biaya Sekolah Menjadi Penyebab Inflasi di Provinsi Kepri

0

batampos.co.id – Pada Agustus 2020, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) secara bulanan mengalami inflasi sebesar 0,04 persen mont to mont (mtm), meningkat dibandingkan Juli 2020 yang mengalami deflasi sebesar -0,11 persen (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Musni Hardi, mengatakan, komoditas utama penyumbang inflasi pada Agustus 2020 adalah emas perhiasan, biaya sekolah tingkat TK dan cabai merah.

“Sementara itu, IHK Nasional tercatat mengalami deflasi sebesar -0,05% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,10% (mtm),” katanya, Jumat (4/9/2020).

Kata dia, secara tahunan, Kepri mengalami deflasi sebesar -0,30% years on years (yoy). Lebih rendah dibandingkan Juli 2020 yang mengalami deflasi sebesar -0,33% (yoy).

Ia melanjutkan, IHK secara tahunan juga lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan Nasional pada Agustus 2020 sebesar 1,32% (yoy).

Dengan demikian, inflasi Kepri pada Agustus 2020 masih berada di bawah kisaran sasaran inflasi tahun 2020 sebesar 3 ± 1% (yoy).

“Inflasi di Kepri pada Agustus 2020 didorong oleh peningkatan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok pendidikan. Meskipun tertahan oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” tuturnya.

ilustrasi

Kata dia, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya pada Agustus 2020 mengalami inflasi sebesar 2,46% (mtm) dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,16% (mtm).

Komoditas utama penyumbang inflasi lanjutnya, pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya adalah emas perhiasan yang mengalami inflasi 9,82% (mtm) dengan andil 0,15% (mtm), sejalan peningkatan harga emas dunia.

“Kelompok pendidikan juga tercatat mengalami inflasi sebesar 2,30% (mtm) dengan andil sebesar 0,14% (mtm), didorong oleh inflasi biaya pendidikan pada tahun ajaran baru khususnya tingkat TK dan SMA masing-masing sebesar 18,94% (mtm) dan 3,73% (mtm) dengan andil masing-masing sebesar 0,08% (mtm) dan 0,03% (mtm),” tuturnya.

Namun lanjutnya, laju inflasi pada Agustus 2020 tertahan oleh deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat sebesar -1,17% (mtm).

Dengan andil sebesar -0,33% (mtm), utamanya bersumber dari penurunan harga komoditas daging ayam ras dan bayam.

“Daging ayam ras mengalami deflasi sebesar -4,99% (mtm) dengan andil -0,09% (mtm), seiring lancarnya pasokan ditengah permintaan yang masih rendah dari pelanggan hotel dan rumah makan,” jelasnya.

Ia mengatakan, komoditas bayam juga tercatat mengalami deflasi -27,21% (mtm) dengan andil sebesar -0,07% (mtm), didorong oleh tercukupinya pasokan di pasar.

“Secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,02% (mtm) dan 0,12% (mtm),” tuturnya.

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan Kota Batam dan Kota Tanjungpinang tercatat mengalami deflasi masing-masing sebesar -0,35% (yoy) dan -0,03% (yoy).

Komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Batam adalah emas perhiasan, taman kanak-kanak dan cabai merah.

Sementara itu, komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Tanjungpinang adalah emas perhiasan, angkutan udara dan cabai merah.(*/esa)

Vaksin Covid-19 Hanya Melindungi 6 Bulan sampai 2 Tahun

0

batampos.co.id – Euforia dalam menanti datangnya vaksin Covid-19 untuk meningkatkan antibodi pada tubuh untuk membentengi dari virus Korona, membuat masyarakat abai dalam mematuhi protokol kesehatan. Padahal, vaksin sudah ditemukan pun, tetap saja masyarakat diminta wajib mematuhi protokol kesehatan. Mengapa demikian?

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Daeng M Faqih menyebutkan vaksin Covid-19 seperti vaksin lainnya. Bisa bertahan dalam kurun waktu 6 bulan hingga 2 tahun.

“Vaksin melindungi tubuh dari segi imunitas ada keterrbatasan waktu. Saya kira sekitar ambil lah waktu paling cepat 6 bisa melindungi,” jelasnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/9).

Karena itu setiap orang perlu diimunisasi serentak. Sehingga efektivitasnya bisa lebih tahan lama. Sejumlah vaksin juga harus disuntikkan ulang atau secara berkala agar khasiatnya pada tubuh bisa bertahan lama. “Makanya pemberian vaksin harus dilaksanakan serempak. Jangka waktu yang dibutuhkan 6 bulan harus selesai,” jelasnya.

Menurutnya, dalam hal pembiayaan untuk mendapatkan akses vaksin di masyarakat harus dilakukan gotong royong. Pemerintah bisa menanggung masyarakat kurang mampu, dan masyarakat yang mampu bisa mengakses mandiri. “Maka kalau tak dilakukan gotong royong tak akan bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Erick Thohir mendukung pernyataam tersebut. Maka dari itu meski sudah divaksin, tak membuat orang selamanya sehat.

“Dokter Daeng bilang vaksin ini ada limitasinya yakni 6 bulan sampai 2 tahun. Berarti setelah divaksin, bukan berarti sehat selama-lamanya. Protokol kesehatan harus tetap dilakukan,” tegas Erick.(jpg)

Bermula dari Belajar Online, Dua Siswa SMP Bawa Kabur Ponsel

0

batampos.co.id – Belajar sistem daring atau online untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ternyata bisa disalahgunakan. Ada saja anak yang salah menggunakan kesempatan dan perlengkapan elektronik yang mestinya untuk belajar itu, tapi dipakai untuk hal negatif.

Seperti yang dilakukan oleh RI dan RF, dua bocah yang tinggal di wilayah Batauji. Keduanya harus berurusan dengan polisi sebab nekat membawa kabur ponsel orang lain pada Rabu (2/9) malam.

Sebagaimana dilansir Harian Batam Pos, aksi dua bocah yang duduk di bangku SMP kelas tiga ini, bermula dari kegiatan belajar daring. Saat berlajar bersama, dua bocah yang bertetangga itu iseng mengunggah kartu memori ponsel yang dibekalkan orangtua untuk belajar, kemudian dijual ke laman Facebook.

Unggahan keduanya direspons oleh korban yang juga warga Batuaji. Kemudian, ditentukanlah kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza untuk bertransaksi. ”Saat ketemu, dua bocah ini minta agar mereka yang memasangkan kartu memori tadi ke ponsel korban. Saat dikasih, malah dibawa kabur,” ujar sumber di Mapolsek Batuaji, Kamis (3/9).

Untungnya, aksi itu tak berjalan mulus sebab saat keduanya tancap gas, ponsel mereka malah jatuh. Korban mengambil ponsel itu dan melapor ke Polsek Batuaji. Tak berselang lama, kedua bocah ini dibekuk.

Sm, orangtua RI yang dijumpai di Polsek Batuaji mengatakan, anaknya patut mendapatkan pembelajaran dari kepolisian. ”Biar ke depannya tak diulangi lagi. Katanya belajar (daring) malah kemana-mana perginya,” ujar Sm. (*/jpg)

Pasien Covid-19 Bunuh Diri dengan Loncat dari Lantai 13 Rumah Sakit

0

batampos.co.id – Seorang pasien positif Covid-19 berinisial YS, 53, bunuh diri di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI), Beji, Depok, Jawa Barat pada Kamis (3/9) sekitar pukul 10.50 WIB. Korban terjun bebas dari lantai 13.

Kasat Reskrim Polres Metro Kota Depok Kompol Wadi Sabani mengatakan, korban sudah dirawat di RS UI sejak 27 Agustus 2020. “Korban melompat melalui jendela kamar inap yang dirusak menggunakan tabung oksigen yang tersedia di dalam ruangan,” ucapnya.

Wadi menuturkan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh dua orang perawat. Perawat pertama saat kejadian hendak mengambil darah korban. Namun, dia sempat keluar ruang perawatan sebentar untuk menerima telepon.

Tak lama berselang, terdengar suara kaca jendela pecah. “Setelah itu saksi berusaha melihat dari sudut berbeda dan terlihat pasien tergelatak di atap bangunan RS UI,” imbuh Wadi.

Sementara itu, perawat kedua mendengar suara benda jatuh dari ruang lantai 5. Kemudian dia naik ke lantai 6 dan menemukan pasien tergeletak di lantai 6. “Selanjutnya saksi menghubungi petugas keamananan RS UI,” pungkas Wadi.

Saat bunuh diri, korban masih mengenakan baju pasien warna biru. Dia mengalami luka pecah kepala belakang, serta luka gores pada perut. Pasien kemudian ditangani oleh pihak RS UI dengan protokol kesehatan Covid-19.(jpg)

MPR Kecam Penerbitan Kartun Nabi Muhammad SAW

0

batampos.co.id – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengecam penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad SAW oleh media cetak Perancis Charlie Hebdo. Padahal, kartun yang sama yang menghinakan Nabi Muhammad SAW telah memicu kemarahan umat Islam pada tahun 2015.

“Belum tuntas kasus penistaan, pembakaran dan perobekan Al-Quran di Swedia, Norwegia dan Denmark, majalah Charlie Hebdo justru menambah intoleran dan laku radikal yang melukai umat Islam dengan kerja provokatifnya yang kental dengan nuansa Islamophobia,” ujar Hidayat yang dikenal dengan panggilan HNW melalui keterangannya di Jakarta, Kamis (3/9).

HNW yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI, ini menolak alasan pihak Charlie Hebdo yang menyebutkan penerbitan kartun tersebut sebagai bagian dari penyajian bukti sejarah, seiring dengan proses pengadilan para tersangka penyerangan Charlie Hebdo tahun 2015.

Menurutnya, provokasi ini sangat jauh keluar konteks kasus tersebut. Apalagi pada edisi yang sama mereka juga menerbitkan kartun penghinaan yang diterbitkan 15 tahun silam oleh Jyllands-Posten di Denmark. Ini malah membuktikan tendensi intoleran dan kebencian mereka terhadap seluruh umat Islam, tendensi Islamofobik yang sama sekali jauh dari konteks pelaksanaan HAM dan penegakan hukum sebagaimana yang mereka klaim.

HNW juga mengkritik pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada (1/9) yang menyebut penerbitan kartun tersebut sebagai kebebasan pers.

“Justru itu bagian dari Islamophobia, mempraktikkan kebencian dan diskriminasi terhadap Umat Islam dan simbol-simbol yang disakralkannya, itu juga melanggar HAM. Karena itu tidak patut dilindungi dengan dalih kebebasan berekspresi dan kebebasan pers,” kata HNW.

Apalagi, sikap seperti itu dapat memicu gesekan yang meluas dan konflik horizontal di Prancis, negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa. Sebagaimana rasisme sistemik yang hari ini disaksikan dampaknya di Amerika Serikat, atau pun aksi teror terhadap umat Islam di Myanmar dan India, semuanya diperparah oleh kebencian dan diskriminasi yang berlindung di balik kedok kebebasan.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini juga kembali menegaskan seruannya kepada Kementerian Luar Negeri RI agar memaksimalkan potensi Indonesia di PBB dan OKI untuk melawan praktek Islamophobia. Selain itu, HNW juga menggarisbawahi peranan khusus Council of Europe sebagai organisasi yang bertanggungjawab terkait masalah HAM di benua Eropa, termasuk permasalahan Islamophobia.

Ia menambahkan sebagaimana Kemenlu pada pekan ini memanggil KUAI Swedia dan Norwegia untuk menyampaikan protes terhadap pembakaran Al-Quran, Kemenlu perlu juga mempertimbangkan tindakan serupa terhadap Prancis. Hal ini untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, yang demokratis dan moderat.

Apalagi, ungkap dia, Markas Besar Council of Europe berada di Strassbourg, Prancis. Indonesia juga dapat mengambil peran melalui forum diskusi dengan Council of Europe untuk menyelamatkan demokrasi dan perdamaian, dengan mencari solusi terkait penghentian fenomena intolerannya kelompok ultranasionalis, Islamophobia dan tindak pelanggaran HAM dan diskriminasi lainnya.

Karena, menurutnya, menumbuhsuburkan intoleranisme yang memicu konflik tidak hanya di Eropa, tetapi bisa meluas ke belahan dunia lainnya.

“Tapi Umat Islam hendaknya tetap hati-hati, tidak terprovokasi, dan membantu Negara-Negara setempat untuk mengoreksi Islamophobia, intoleran dan radikalisme ultranasionalis kanan itu,” pungkasnya.(jpg)

Isdianto Segera Keluarkan Pergub Penurunan Tarif Listrik

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau berjanji akan segera mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang isinya meminta bright PLN Batam memberikan insentif abodemen dan penurunan tarif listrik pelanggan sosial, bisnis, industri, dan kalangan tertentu, sebagaimana tertuang dalam Surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1466/26/DJL.3/2020.

”Terkait bright PLN Batam yang menyatakan tak akan menjalankan insentif abodemen listrik di Batam sekaligus menurunkan tarif listrik rumahm tangga di Batam karena menunggu kebijakan saya selaku Gubernur Kepri, insya Allah, saya akan segera mengeluarkan Pergub terkait hal ini,” tegas Isdianto, saat mendeklarasikan diri maju Pilgub Kepri berpasangan dengan Suryani di Dataran Engku Hamidah, Batam Center, Kamis (3/9) siang.

Sebelumnya, Pemprov Kepri melalui Dinas ESDM sudah melayangkan surat ke bright PLN Batam terkait tuntutan insentif abodemen listrik untuk Batam. Salah satu isinya meminta PLN Batam menyiapkan insentif untuk pelanggan Batam, dengan diawali menghitung besarannya.

”Saya akan fokus. Saya tak mau ini berlarut-larut. Apalagi sudah ada kebijakan baru lagi dari pusat (penurunan tarif pelanggan berdaya rendah, red). Supaya perekonomian Batam terus berputar. Sesegera mungkin saya akan mengeluarkan kebijakan itu, kalau memang benar bright PLN Batam tinggal menunggu saya mengeluarkan kebijakan,” tegasnya.

Persoalan tarif listrik Batam memang ditetapkan Pemprov Kepri melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Namun, dalam hal kebijakan pemberian insentif atau subsidi, Pemprov Kepri tidak punya kewajiban untuk memberikan subsidi karena kebijakan tersebut (relaksasi abodemen) berlaku nasional.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memuturkan penurunan tarif adjustment untuk pelanggan golongan rendah. Penurunan tarif termuat dalam Surat Menteri ESDM kepada Direktur Utama PT PLN (Persero) tanggal 31 Agustus 2020.

“Dengan hal ini maka harga per/KWh untuk tarif golongan rendah yang sebelumnya 1.467/kWh kini turun menjadi 1.444,70/kWh atau turun 22,5/kWh. Penetapan ini berlaku untuk bulan Oktober sampai Desember 2020,” kata Executive Vice President Communication and CSR PLN Agung Murdifi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (1/9).

Agung menuturkan, keputusan ini diambil pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat akibat terdampat covid-19. Penurunan tarif juga sebagai wujud negara hadir untuk memberikan kemudahan dan solusi bagi para pelanggan listrik.

Agung, mengungkapkan listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Seluruh aktivitas masyarakat ditopang oleh pasokan listrik.

“Dengan adanya penurunan ini, pemerintah dan PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan golongan rendah agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonominya dan dalam kegiatan kesehariannya,” jelas Agung.

Dirinya menambahkan bahwa penurunan tarif bagi golongan rendah ini tidak menyertakan syarat apapun. “Silakan nikmati penurunan tarif ini. Dan gunakan listrik PLN dengan nyaman dan tentu saja aman,” tambah Agung.(*/jpg)

1,5 Juta Dokter akan Dilibatkan Untuk Imunisasi Vaksin Covid-19

0

batampos.co.id – Vaksin Covid-19 dari Sinovac saat ini masih menunggu proses uji klinis setelah lolos tahap 3. Vaksin akan siap diproduksi ditargetkan pada awal tahun depan. Dalam pelaksanaannya nanti, diperkirakan akan ada 1,5 juta dokter yang akan terlibat dalam imunisasi vaksin Covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/9). Menurut Erick, total jumlah dokter seluruhnya di Indonesia ada 6 juta orang dari segala bidang. Sebanyak 1,5 juta dokter di antaranya akan dilibatkan dalam imunisasi vaksin Covid-19.

“Ada 1,5 juta dokter yang akan terjun ke lapangan. Kalau total dokter seluruhnya ada 6 juta dokter,” kata Erick.

Ditanya soal harga, menurutnya harga vaksin tentu ditentukan oleh pihak penjual atau yang membuat vaksin. Karena Indonesia belum mampu membuat vaksin secara mandiri dan masih tergantung dari negara lain. Maka penentu harga vaksin dilakukan oleh pembuatnya.

“Makanya Vaksin Merah Putih harus tetap kita buat. Jadi jika nanti sudah tersedia, kita baru bisa menentukan harga ketika negara lain ingin beli. Kalau ada harga yang beda-beda nantinya, tentu bukan karena kualitasnya yang lebih bagus atau tidak. Tapi bisa jadi dipengaruhi dari proses produksinya, proses penemuannya, dan kapasitas produksinya,” jelasnya.

“Sebab jika vaksin sudah dinyatakan lolos uji fase 3, sudah tentu kualitasnya sama bagusnya,” tambahnya.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih menjelaskan jumlah dokter di garda terdepan yang menghadapi pasien Covid-19 khususnya dokter spesialis paru, sangat terbatas. Dokter spesialis paru jumlahnya tak sampai 2 ribu orang.

Lalu dokter spesialis penyakit dalam khusus konsultan paru juga hanya seribu orang. Dokter spesialis anak hanya 4 ribu orang. Dan anestesi hanya 2 ribu orang.

“Untuk pelaksanaan penyuntikan vaksin, maka kami akan konsolidasi bantu komite satgas penanganan Covid-19 agar pada saatnya penyuntikan di lapangan, koordinasi sampai tingkat kabupaten kota dan kecamatan,” kata dr Daeng.(jpg)