Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 10403

Kabar Baik, 29 Pasien Positif Korona Sembuh

0

batampos.co.id – Sebanyak 29 pasien positif terinfeksi virus korona atau Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, dinyatakan sembuh. Kini masih tersisa 225 orang yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi.

Selain itu, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 15 orang juga dinyatakan negatif. Kini tersisa 175 orang PDP yang masih menjalani perawatan di RS Darurat Wisma Atlet.

“Pasien positif korona dan PDP berkurang karena setelah hasil pemeriksaan dinyatakan negatif. Sehingga dimasukkan dalam status ODP,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono dalam keterangannya, Minggu (5/4).

Yudo menyampaikan, kini RS Darurat Wisma Atlet merawat 517 pasien di ruang isolasi. Jumlah pasien yang dirawat berkurang dua orang, satu orang harus pulang dan satu orang lagi menjalani isolasi mandiri.

“Dari 517 orang pasien di ruang isolasi, 324 berjenis kelamin laki-laki dan 193 wanita,” ucap Yudo.

Terpisah, berbagai elemen masyarakat maupun Perusahaan memberikan bantuan kemanusian kepada pasien, tim medis maupun relawan yang menangani pasien Covid -19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Kepedulian masyarakat merupakan bentuk dukungan guna menyemangati tim medis maupun relawan yang berjuang melawan pandemi Covid-19.

Wapangkogasgabpad RSD Wisma Atlet Brigjen TNI, M. Saleh Mustafa menyampaikan, bantuan itu berupa berbagai alat pelindung diri (APD), diantaranya masker, sarung tangan, kaca mata pelindung, madu, hingga makanan siap saji.

“Terima kasih masyarakat dan donatur yang telah memberikan bantuan kepada Kogasgapad penanganan covid 19 di RSD Wisma Atlet,” tukas Saleh.(jpg)

WHO Akhirnya Sarankan Pakai Masker untuk Antisipasi Penularan Covid-19

0

batampos.co.id – “Memakai” masker sama efektifnya atau bahkan lebih efektif daripada menjaga jarak.” Pernyataan itu dilontarkan penasihat Badan Kesehatan Dunia (WHO) Prof David Heymann CBE. Masker menjadi penting di tengah pandemi Covid-19 setelah beberapa negara yang menerapkan aturan ketat pemakaian masker terbukti mampu menekan angka penularan.

Penelitian di AS juga menyebutkan bahwa cairan yang dikeluarkan saat bersin dan batuk bisa mencapai 6–8 meter. Padahal, sebelumnya WHO menyarankan agar orang sehat tidak perlu memakai masker. Cukup jaga jarak sekitar 2 meter. Itu diyakini sebagai jarak aman dari penularan ketika ada orang bersin atau batuk.

’’WHO membuka diskusi lagi untuk melihat bukti-bukti baru guna menentukan apakah bakal ada atau tidaknya perubahan dalam rekomendasi penggunaan masker,’’ terang Prof David Heymann seperti dikutip BBC.

Sebuah penelitian yang didukung Harold Varmus mengungkapkan bahwa memakai masker kain bisa menghentikan 99 persen droplet alias percikan cairan saat seseorang bersin atau batuk. Varmus adalah ahli virus yang meraih penghargaan nobel dalam bidang fisiologi dan kedokteran pada 1989. ’’Tapi, saya tidak akan memakai masker bedah karena dokter membutuhkannya,’’ ujar mantan Dekan Harvard School of Public Health Dr Harvey Fineberg.

Ketua Komite Penyakit Menular Darurat dan Ancaman Kesehatan Abad 21 di National Academy of Sciences tersebut menulis surat ke Gedung Putih bahwa penularan Covid-19 tidak hanya melalui batuk dan bersin, tapi juga bisa terjadi saat orang berbicara dan bernapas.

Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit (CDC) AS meresponsnya dengan mengeluarkan panduan baru pencegahan penularan Covid-19. Mereka merekomendasikan agar semua penduduk memakai masker di tempat umum. Diutamakan yang terbuat dari kain, bukan masker medis.

Sayangnya, orang nomor satu di negara tersebut, Presiden Donald Trump, justru tidak mau patuh. Trump mengaku sang istri sudah memintanya untuk memakai masker, tapi dirinya enggan melakukan. ’’Ini kan sukarela,’’ terang Trump Jumat (3/4) kepada para jurnalis seperti dikutip The Guardian.

Trump tidak bisa menjadi contoh karena AS kini menduduki posisi pertama negara dengan tingkat penularan tertinggi di dunia. Hingga tadi malam, tercatat ada 279.500 kasus korona.

Sementara itu, Trump mengaktifkan UU Produksi Pertahanan yang dibuat saat perang Korea pada 1950. Sesuai dengan aturan hukum tersebut, perusahaan dalam negeri diminta untuk memproduksi lebih banyak masker. Mereka juga dilarang mengekspornya ke luar negeri.

Imbas kebijakan itu adalah pesanan masker milik Jerman. Pasukan Kepolisian Berlin memesan 200 ribu masker FFP2 atau N95 ke perusahaan 3M asal AS. Masker tersebut sudah dikirim dan sampai di Bangkok, Thailand. Namun, dalam perjalanan, masker itu disita dan diyakini dibawa kembali ke AS. ’’Itu adalah tindakan pembajakan modern,’’ ujar Menteri Dalam Negeri Wilayah Berlin Jerman Andreas Geisel.

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono juga mengimbau masyarakat agar mulai saat ini menggunakan masker ketika keluar rumah. Covid-19 semakin tak memunculkan gejala pada penderita. Sulit ditebak siapa saja yang sebetulnya menjadi pembawa dan berpotensi menularkan virus kepada yang lain.

Tak perlu masker medis. Masyarakat yang tak sakit cukup menggunakan masker kain. Syaratnya, jangan yang berbahan kaus karena seratnya renggang. Masker harus dibuat dengan dua lapis kain. Cara itu terbukti mengurangi angka penularan di sejumlah negara, seperti Singapura dan Hongkong. ’’Efektif banget. Kalau setiap orang pakai, ketika dua orang berhadapan, perlindungannya empat lapis berarti,’’ ungkapnya.

Pandu juga mengatakan bahwa intervensi pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19 seolah masih setengah hati. Kebijakannya pun cenderung lebih berpihak pada sisi ekonomi ketimbang nyawa manusia. Karena itu, kebijakan yang diambil tidak optimal dalam upaya pencegahan penularan.

Dalam pengambilan kebijakan soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB), misalnya, pemerintah seakan tak paham bahwa ada amanat untuk membatasi mobilisasi penduduk. ’’Mereka nggak ngerti. Malah diperbolehkan mudik. Padahal, untuk mencegah penularan, caranya ya cegah masyarakat berpindah,’’ keluhnya.

Pemerintah diminta tegas terkait hal tersebut. Jika tidak, penularan akan masif, terutama di kampung halaman. Risiko kematian pun akan meningkat. Sebab, kebanyakan pemudik akan menemui orang tua di kampung halaman. Sebagian besar orang tua itu memasuki usia senja yang sangat berisiko tertular. Ngerinya, tingkat keparahan juga sangat tinggi pada mereka yang rentan. ’’Bisa-bisa kita seperti Italia. Angka kematian mencapai 14 ribu lebih,’’ tutur alumnus University of California, Los Angeles, tersebut.(jpg)

Tikam 2 Pria, Deddy Ditetapkan Jadi Tersangka

0

batampos.co.id – Deddy Larepos, pelaku penikaman dan pembunuhan Abdul Haris Nasution dan Muhammad Irfan Nasution di Warjok Kopi Tiam Food Court Tiban Center 88, telah ditetapkan sebagai tersangka. Perbuatannya tersebut selain tersulut rasa emosi, juga dikarenakan Deddy kala itu sedang dipengaruhi alkohol.

”Pelaku ini memang sudah mengakui perbuatannya,” kata Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian, Sabtu (4/4).

Ia mengatakan, proses hukum kasus ini juga sudah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan setelah polisi menetapkan Deddy Larepos sebagai tersangka atas kasus pembunuhan dan penikaman tersebut. ”Atas perbuatannya, pelaku kami jerat dengan menggunakan pasal 351 ayat 3 dan 338 KUHP,” ungkap Yudi.

Dalam pasal 351 ayat 3 berbunyi, penganiyaaan jika mengakibatkan kematian, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Sementara itu, hukuman lebih berat mengancam di pasal 338 KUHP, yang berbunyi barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. ”Proses pemeriksaan juga sudah kami selesaikan,” kata Yudi.

Akibat perbuatan Deddy Larepos, satu orang meninggal dunia dan satu orang lagi dalam keadaan kritis di rumah sakit. Yudi mengatakan, dari informasi yang didapatnya, korban yang berada di rumah sakit sudah sadar.

Sebelumnya diberitakan, Deddy Larepos melakukan penikaman terhadap dua orang yakni Abdul Haris Nasution dan Muhammad Irfan Nasution. Kejadian ini bermula saat korban menegur pelaku yang sedang ribut dengan temannya di Warjok Kopi Tiam Food Court Tiban, Kamis (2/4) malam.

Begitu ditegur, pelaku lalu pergi. Namun tak lama, pelaku kembali mendatangi Muhammad Irfan Nasution, dan menikam perut korban sebanyak 3 kali. Teman korban, Abdul Haris Nasution mencoba menghalau tindakan pelaku, namun ditusuk di bagian leher. Sehingga menyebabkan Abdul Haris Nasution meninggal dunia. Seusai kejadian, polisi mendatangi TKP dan melakukan penelusuran. Polisi menemukan pelaku tak jauh dari lokasi kejadian pembunuhan.(ska)

Menko Polhukam Tegaskan Tak Ada Pembahasan Pembebasan Napi Korupsi

0

batampos.co.id – Wacana pembebasan napi korupsi yang diklaim bisa mencegah penyebaran Covid-19 memang menimbulkan polemik. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan hingga saat ini belum ada pembahasan terkait pemberian remisi atau pembebasan bersyarat kepada narapidana korupsi. Termasuk pada teroris dan bandara narkoba.

Dengan kata lain, tidak ada pembahasan terkait revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. “Agar clear ya, sampai sekarang pemerintah tidak merencanakan mengubah atau merevisi PP 99 tahun 2012,” kata Mahfud dalam keterangannya, Sabtu (4/4) malam.

Mantan Ketua MK ini menegaskan, tidak ada alasan napi korupsi dibebaskan di tengah pandemi virus korona (Covid-19). Sebab korupsi merupakan kejahatan luar biasa.

Selain itu, Mahfud menyampaikan, narapidana korupsi ditempatkan berbeda dengan narapidana umum. Napi korupsi dinilai ditempatkan di tempat lebih baik sehingga bisa menerapkan physical distancing di dalam tahanan.

“Malah diisolasi di sana lebih bagus daripada di rumah,” ucap Mahfud.

Kendati demikian, Mahfud menegaskan pihaknya berpegang pada keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2015. Jokowi tidak akan mengubah aturan yang ada.

“Jadi tidak ada sampai hari ini itu rencana memberikan pembebasan bersyarat kepada napi koruptor, napi terorisme dan napi bandar narkoba, tidak ada,” tegas Mahfud.

Untuk diketahui, Menkumham Yasonna Laoly ingin merevisi PP Nomor 99 Tahun 2012 untuk membebaskan napi korupsi demi mencegah penyebaran virus korona di dalam lapas. Upaya ini untuk mengatasi kelebihan kapasitas lapas.(jpg)

701.000 Warga AS Jadi Pengangguran Karena Dampak Korona

0

batampos.co.id – Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat telah memangkas 701.000 pekerjaan pada Maret saja. Karena itu, tingkat pengangguran pun melonjak jadi 4,4 persen, yang menunjukkan penurunan lapangan pekerjaan pertama dalam satu dekade, menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat (3/4).

“Perubahan angka ini mencerminkan dampak dari korona (Covid-19) dan upaya untuk mengendalikannya,” kata biro tersebut seperti dilansir Antara dari Xinhua.

Pekerjaan di sektor hiburan dan perhotelan turun 459.000 pada bulan lalu, terutama dalam jasa makanan dan perusahaan minuman, sebut laporan itu. Penurunan pekerjaan juga terjadi di sektor perawatan kesehatan dan bantuan sosial, layanan profesional dan bisnis, serta perdagangan ritel dan konstruksi.

Dalam 12 bulan ke belakang, lapangan kerja nonpertanian rata-rata tumbuh 196.000 per bulan, catat biro tersebut.

Tingkat pengangguran pada Maret ini melonjak 0,9 poin persentase menjadi 4,4 persen, yang merupakan kenaikan terbesar dalam sebulan sejak Januari 1975.

Padahal, sejak September tahun lalu, angka pengangguran di Negeri Paman Sam stabil di level terendah dalam sejarah, sekitar 3,5 hingga 3,6 persen.

Biro tersebut juga mencatat bahwa periode referensi survei pada Maret berlangsung sebelum penutupan banyak bisnis dan sekolah akibat korona yang terjadi di paruh kedua bulan tersebut, sehingga ada indikasi lonjakan lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Jumlah klaim pengangguran awal di Amerika Serikat melonjak ke angka 6,65 juta pada pekan lalu, naik dua kali lipat dibandingkan sepekan sebelumnya, menurut laporan biro tersebut pada Kamis (2/4). Di pekan sebelumnya, peningkatan terjadi hingga 3 juta, yang membawa angka klaim ke tingkat rekor 3,3 juta.

“Kami kehilangan pekerjaan lebih cepat” dari analisis yang diproyeksikan sebelumnya, “namun banyak yang mengaitkan hal ini dengan perintah untuk tetap di rumah, yang jauh lebih agresif daripada yang kami perkirakan pada awal Maret,” papar Michael Hicks, Direktur Pusat Penelitian Bisnis dan Ekonomi di Ball State University di Indiana.

Hicks memperkirakan tingkat pengangguran bisa mencapai sekitar 15 persen pada akhir Mei.

Penghasilan rata-rata per jam untuk semua pekerja sektor swasta pada Maret naik 11 sen menjadi 28,62 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.464). Selama 12 bulan terakhir, pendapatan rata-rata per jam telah meningkat sebesar 3,1 persen. (antara)

IMF Apresiasi Kebijakan Indonesia untuk Respons Wabah Korona

0

batampos.co.id – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia untuk menangani dampak ekonomi dan sosial akibat wabah virus korona atau Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan Kristalina dalam taklimat media yang diadakan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada pers di Jenewa, Swiss, Jumat (3/4).

“Kami melihat Indonesia mengambil kebijakan yang signifikan dan tepat sasaran untuk mendukung perekonomian,” kata Kristalina seperti disampaikan dalam keterangan tertulis Perutusan Tetap RI Jenewa, Sabtu (4/4) seperti dikutip dari Antara.

Secara khusus, IMF memuji koordinasi baik antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam menangani pandemi serta pemberian perlindungan oleh pemerintah kepada UMKM.

Menurut pejabat asal Bulgaria itu, kedua kebijakan ini tidak hanya berdampak nyata di lapangan, tetapi juga akan membantu peningkatan dinamika perekonomian Indonesia ketika situasi membaik.

“Tentunya sebagai wakil Indonesia di Jenewa, kami menyambut baik pernyataan positif Direktur Pelaksana IMF terhadap sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah RI untuk mengatasi dampak ekonomi dan sosial dari pandemi Covid-19,” kata Duta Besar/Wakil Tetap Indonesia untuk PBB di Jenewa Hasan Kleib.

“Kepercayaan ini merupakan momentum baik bagi bangsa Indonesia, dan kawasan Asia Tenggara serta ASEAN khususnya, untuk memanfaatkan second window of opportunity untuk melawan COVID-19,” Hasan melanjutkan.

Lebih lanjut, dalam menjawab pertanyaan wartawan mengenai dampak ekonomi pandemi Covid-19 di Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Direktur Pelaksana IMF menggarisbawahi bahwa dalam beberapa tahun terakhir Indonesia telah membangun berbagai pondasi perekonomiannya.

Seperti halnya negara lain, terdapat tantangan yang dihadapi seperti peningkatan arus modal keluar yang berujung pada penurunan produksi dan pendapatan, serta rendahnya likuiditas dolar AS.

Dalam hal ini, Indonesia telah menunjukkan kerja yang baik melalui koordinasi respons Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan sehingga dampaknya sangat nyata.

IMF menyadari bahwa tantangan ini juga dihadapi oleh negara berkembang lainnya. Untuk itu, IMF mendorong bank-bank sentral di negara maju untuk membantu likuiditas di negara berkembang.

IMF juga menyiapkan dana Rp1 triliun dolar AS sebagai bagian dari pendanaan kedaruratan Covid-19, selain juga menggalang dana untuk pendanaan hibah catastrophe containment relief trust bagi negara-negara termiskin.

Di tengah pandemi, PTRI Jenewa terus memajukan kerja sama dengan komunitas diplomatik dan markas besar WHO di Jenewa untuk mendukung solidaritas global dalam penanganan Covid-19.

PTRI Jenewa juga memantau laporan-laporan situasi WHO serta berbagai pedoman teknis WHO untuk tangani Covid-19, yang senantiasa dibagikan melalui akun media sosialnya. (antara)

Jenazah Korban Covid-19 Boleh Tidak Dimandikan

0

batampos.co.id – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Asrorun Niam Sholeh mengatakan, bahwa pihaknya telah membuat 3 fatwa terkait wabah virus Corona atau Covid-19. Hal itu diungkapkannya dalam jumpa pers yang digelar secara live streaming dari kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4).

Ketiga fatwa MUI tersebut adalah fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan ibadah saat wabah melanda, salat bagi tenaga medis dengan alat pelindung diri (APD) melekat di badan, dan fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman pengurusan jenazah bagi Muslim yang terinfeksi Covid-19.

Asrorun Niam dalam kesempatan itu mengatakan, pasien positif virus corona boleh langsung dikafani tanpa perlu dimandikan.

“Memandikan tidak harus dilepas baju, mungkin bisa dilakukan pengucuran air. Tapi jika tidak dimungkinkan, dengan cara tayamum. Jika tidak memungkinkan juga karena pertimbangan keamanan teknis lain, maka dimungkinkan langsung dikafankan,” paparnya.

Setelah jenazah pasien positif corona dikafani, maka harus disalatkan minimal oleh satu orang. Baru setelah itu jenazah pasien positif Covid-19 dimakamkan menggunakan protokol pengurusan jenazah yang sudah ditetapkan untuk pasien positif virus corona.

“Pemakaman merupakan bagian dari hak jenazah yang harus ditunaikan. Karena sudah ada protokol pengurusan jenazah dan panduan fatwa, maka tidak ada kekhawatiran, tidak ada penularan bagi yang hidup. Kekhawatiran penting, tapi harus dibingkai dengan pemahaman yang utuh,” ungkapnya.(jpg)

Batasan Refund Tiket 100 Persen Diperpanjang

0

batampos.co.id – Kebijakan pengembalian 100 persen pembatalan tiket perjalanan kereta api (KA) dilonggarkan. Refund full bakal diberikan bagi calon penumpang yang memiliki tiket perjalanan hingga 4 Juni 2020. VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Yuskal Setiawan mengungkapkan, sebelumnya, kebijakan refund 100 persen ini hanya diberikan untuk tiket perjalanan sampai 29 Maret 2020.

Namun, dengan adanya imbauan pemerintah untuk tidak mudik maka batasan perjalanan dilonggarkan hingga H+10 lebaran. Sehingga diharapkan, dapat memperkecil kemungkinan penularan Covid-19 ke daerah asal. ”Kami berharap kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat untuk menunda perjalanan mudiknya,” ujarnya.

Sama seperti ketentuan sebelumnya, pembatalan tiket KA pada masa Angkutan Lebaran 2020 dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access atau di loket stasiun. Uang pembatalan akan dikembalikan secara transfer atau tunai dalam 30-45 hari kerja. Namun, lanjut dia, jika ada penumpang yang tetap memutuskan berangkat maka wajib mengikuti protokol pencegahan yang telah ditetapkan.

Mulai dari pemeriksaan suhu hingga pengaturan tempat duduk yang harus berjarak antar penumpang. Termasuk bagi penumpang satu keluarga. (jpg)

Beroperasi Mulai Senin, RS Galang Tak Boleh Tolak Pasien Corona

0

batampos.co.id – Jelang pengoperasian Rumah Sakit Khusus Covid-19 Pulau Galang, Senin (6/4) mendatang, berbagai persiapan terus dilakukan. Kemarin (4/4), Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanganan Covid-19 Kepri, Brigjen TNI Gabriel Lema, memimpin langsung apel perdana persiapan pengoperasin RS tersebut di Galang. Apel bersama ini dihadiri 108 tim medis dan nonmedis.

“Saat beroperasi, tidak ada pasien yang ditolak. Baik itu yang berobat secara mandiri, maupun rujukan dari rumah sakit daerah lain. Semua harus dilayani,” tegas Gabriel Lema.

Pria yang juga menjabat Komandan Korem 033/Wira Pratama itu juga mengingatkan, seluruh pasien yang datang berobat harus dilayani dengan baik, sesuai protokol kesehatan yang diterapkan di RS tersebut. “Berikan pelayanan terbaik. Jangan ada kesalahan penanganan. Ini tugas mulia,” tegasnya, lagi.

Sebelumnya, pada Rabu (1/4) lalu, Presiden Joko Widodo yang meninjau langsung RS tersebut mengatakan, RS Galang paling lambat mulai beroperasi pada Senin (6/4) pekan depan. “Saya lihat sudah siap. Rencananya Senin depan beroperasi,” ujar Jokowi di depan gedung observasi berlantai dua itu.

RS Galang saat ini memiliki 360 tempat tidur untuk observasi, 20 tempat tidur untuk isolasi ICU, dan 30 non-ICU. Juga dilengkapi berbagai fasilitas untuk tim medis, termasuk tempat tinggal, ruang obat-obatan, power plant, ruang pengamanan, intalasi air bersih, dan lainnya. Bahkan dilengkapi sarana helipad di depan gedung isolasi dan obervasi.

PERSONEL TNI AU menurunkan alat kesehatan (Alkes) dari Pesawat CN-295 TNI AU A-2907 di Lanud Hang Nadim Batam, Sabtu (4/4) pukul 10.43 WIB. Alkes ini akan didistribusikan ke Rumah Sakit Khusus Penanganan Covid-19 Galang.
(F. MAYOR WARDOYO UNTUK BATAM POS)

Alkes RS Covid Galang Tiba

Sementara itu, bantuan alat kesehatan (Alkes) dari Kementerian Kesehatan RI melalui Panglima TNI untuk Rumah Sakit Khusus Penanganan Covid-19 Galang, tiba di Lanud Hang Nadim Batam, Sabtu (4/4) pukul 10.43 WIB. Alkes itu diangkut menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU A-2907 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Dukungan alkes berupa 80 koli APD (Alat Perlindungan Diri) dan 20 koli masker, langsung diserahterimakan dari pihak TNI AU yang diwakili Mayor Lek Wardoyo selaku Kadisops Lanud Hang Nadim, kepada Mayor ARH Alexander A, selaku Kasdim Kodim 0316, di Baseops Lanud Hang Nadim.

Pada kesempatan yang sama, Wardoyo menyampaikan, 80 koli berisi 4.000 APD dan 20 koli berisi 20 ribu masker tersebut setelah diserahkan ke pihak Kodim akan diteruskan ke Dinkes Kepri.

“Iya, selanjutnya akan diserahkan ke Dinkes Provinsi Kepri untuk didistribusikan ke Rumah Sakit Infeksi di Pulau Galang. Ini sebagai bentuk percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri,” ujar Wardoyo.

Hal senada disampaikan Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol PNB Urip Widodo. Lanud Hang Nadim selaku pelaksana Unsur Dukungan Udara dan Evakuasi Medis Udara selalu siap mendukung pelaksanaan operasi percepatan penanggulangan Covid-19. “Ini sudah jadi tugas kami untuk mempercepat penanganan penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kasrem 033/WP Kolonel Inf Jimmy Watuseke dan Dandim 0315/ Bintan Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, mendampingi Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, dalam serah terima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Mabes TNI, Sabtu (04/4) siang. Sebanyak 1.500 set APD dan 7.500 unit masker yang diperuntukkan bagi tenaga medis dalam penanganan Covid-19 di Kepri.

Bantuan APD tersebut diserahkan langsung Danrem 033/WP yang diwakili Kasrem 033/WP Kolonel Inf Jimmy Watuseke kepada Syahrul yang juga sebagai Kasatgas Gugus Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang, di Landasan Bandara Lama RHF Tanjungpinang.

Syahrul mengatakan, APD ini akan diberikan secara proporsional kepada pada pekerja medis yang bertugas dalam menangani Covid-19 juga untuk menunjang tenaga medis dalam menangani wabah virus corona. “APD sangat penting untuk tenaga medis yang melakukan perawatan dan pelayanan di rumah sakit yang kita tunjuk sebagai rumah sakit rujukan,” ujarnya.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Zeni Junaidhi menambahkan, bantuan seperti itu akan terus diminta untuk kebutuhan tenaga medis, karena APD ini sangat banyak dibutuhkan dalam penanganan kasus Covid-19. “Kami selalu siap membantu, demi percepatan penanganan Covid-19 ini,” ujar Kapendam I/BB yang juga Komandan Subsatgas Penerangan Kogasgabpad RS Khusus Pulau Galang, Batam. (ska/leo/nur)

Terkait Covid-19, 2.065 Warga Batam Harus Jalani Tes Mulai Senin

0

batampos.co.id – Sebanyak 2.065 warga Batam yang terindikasi terpapar virus corona (Covid-19) akan segera dites, seiring telah datangnya bantuan alat-alat medis dari pemerintah Singapura maupun Yayasan Temasek Singapura.

“Kemarin sudah dilakukan penyisiran dan ditemukan 2.065 orang yang harus dites. Itu baru masyarakat umum, belum termasuk para pegawai, baik dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam maupun BP Batam,” kata Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Sabtu (4/4).

Pengujian menggunakan test kit rencananya akan dilaksanakan mulai Senin (6/4) dan diperkirakan akan berlangsung satu sampai dua pekan. “Setelah dapat bantuan dari Singapura, kita bisa langsung tes dan bekerja pun lebih tenang,” ucapnya.

Bantuan dari Singapura tersebut akan diserahkan kepada Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam yang berada di Marina.

“Akan kami serahkan ke laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang punya fasilitas lengkap. Jadi pemeriksaannya akan dilakukan di Asrama Haji dan Rusun (BP Batam, red) Sagulung dan hasilnya diserahkan ke lab,” ungkap Rudi.

Sedangkan mengenai karantina wilayah, Rudi mengaku, tak memiliki wewenang untuk itu. “Ini bukan karantina wilayah, saya tidak memiliki wewenang untuk itu. Karena kalau karantina wilayah, saya harus minta izin dengan Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Saat ini, kata Rudi, ia belum memberlakukan karantina wilayah, karena itu jalan terakhir. Jika karantina wilayah dilakukan, seluruh kegiatan ekonomi di Batam akan terhenti. “Untuk itu, saya ingin masyarakat disiplin menjaga jarak, dan ini akan kita paksa,” tegas Rudi.

Adapun bantuan dari pemerintah Singapura dan Kementerian Kesehatan Singapura sebanyak 10 ribu test kit, serta dari Yayasan Temasek Singapura sebanyak 10 ribu test kit. Test kit ini bukan seperti rapid test, melainkan swab test yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi.

“Selain test kit, kami juga menyerahkan dua set alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk Batam. Sedangkan untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau kami menyerahkan 750 set lengkap Alat Pelindung Diri (APD),” ujar Konjen Singapura, Mark Low.

Selain itu, ada 4 set ventilator dari Yayasan Temasek. Mark menyebutkan, alat tersebut cukup sulit didapatkan. “Out of stock, jadi mungkin dua bulan lagi baru bisa kami serahkan ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau,” kata Mark.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi menambahkan, bantuan dua PCR beserta ribuan test kit akan memudahkan tes swab yang diambil dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Batam. Tidak lagi dikirimkan ke Jakarta, sehingga hasilnya lebih cepat diketahui.

Alat tersebut nantinya akan dioperasikan BTKLPP Kelas I Batam. “Sementara ini hanya BTKL yang bisa mengoperasikan (PCR), baik secara sarana maupun SDM-nya,” kata Didi, Sabtu (4/4).

Namun, mengenai kapan akan dioperasikan, Didi tidak dapat menjelaskannya. “Secepatnya, karena tadi malam (Jumat malam 3/4) baru kami terima (PCR),” ungkapnya.

Selain menerima bantuan PCR, Pemko Batam juga mendapatkan 20 ribu rapid test. Alat penguji cepat ini akan disebarkan ke rumah sakit dan puskesmas-puskesmas yang ada di Batam. Namun, tidak semua orang diuji menggunakan rapid test tersebut. “Untuk sementara ini, PDP yang jadi prioritas,” jelasnya.

Sedangkan ODP yang diperiksa menggunakan rapid test adalah yang memiliki indikasi kuat terjangkit Covid-19. Sebelum rapid test ini datang, Didi mengaku, sudah melakukan pemeriksaan dengan menggunakan rapid test yang sudah ada.

Namun, ketika ditanyakan terkait hasil rapid test itu, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti hasilnya. “Laporannya belum kami rekap dari rumah sakit dan puskesmas,” ucapnya.

Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto membenarkan sudah menerima bantuan PCR tersebut. Namun, ia mengatakan masih belum membuka PCR yang diserahkan ke pihaknya itu. “Sudah kami terima, belum dibuka. Karena hari libur, Senin baru akan dibuka,” ungkapnya.

Meski demikian, lanjut Slamet, walaupun pada Senin (6/4) alat tersebut akan dibuka, tidak serta merta alat itu bisa segera dioperasikan. Menurutnya, butuh pengecekan terlebih dahulu. “Kami buka dulu, cek, instal dulu. Kalau semuanya lengkap, barulah bisa dioperasikan,” tuturnya.

Slamet mengaku belum bisa memperkirakan kapan alat penguji Covid-19 itu dioperasikan. “Kami cek dulu lah. Kalau tidak ada masalah, secepatnya,” terangnya. (nur/ska/leo)