batampos.co.id – Kerusakan jalan bekas galian pipa untuk proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ternyata makin banyak.
Tak hanya di Perumahan Legenda Malaka, jalan rusak dan retak juga ditemukan di Perumahan Dutamas, Batam Center.
Akhirnya, pada Rabu (11/12), Badan Pengusahaan (BP) Batam dan kontraktor utama proyek IPAL, Hansol, berkeliling ke beberapa kawasan perumahan untuk meninjau jalan yang rusak karena terdampak penanaman pipa IPAL.
”Kami turun ke lapangan yang disorot oleh media dulu, baru ke tempat yang lain,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana, Rabu (11/12/2019).
Baca Juga: Banyak Dikritik, BP Batam Dorong Hansol Percepat Proyek IPAL
Pantauan Batam Pos, pihak BP Batam dan Hansol turun ke Perumahan Legenda Malaka dan Dutamas, Batam Center.
Di Legenda Malaka, memang masih ada sejumlah ruas jalan yang bagian pinggirnya belum diaspal. Sehingga lubang bekas galian digenangi air kala hujan turun.

Sedangkan di Dutamas, pasca penanaman pipa IPAL, jalannya sudah diaspal. Tapi tak lama kemudian, jalannya mengalami keretakan di sejumlah titik.
”Di Dutamas kami juga rapat dengan pe-ngurus lingkungan untuk ambil langkah-langkah selanjutnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Hiiiiii, Air Limbah Meluber ke Jalan Raya
Peninjauan ini akan dilanjutkan dengan proses perbaikan jalan yang rusak karena terdampak IPAL, pekan ini juga.
Sebelumnya, anggota Majelis Organisasi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kepri, Supriyanto, mengatakan, seyogianya proses konstruksi harus dilakukan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitarnya.
Baca Juga: 2021, IPAL di Kota Batam Beroperasi
Kontraktor utama dan Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pengawas harus bertanggung jawab mengembalikan kondisi jalan yang rusak pasca pembangunan jaringan pipa IPAL Batam Centre.
”Fasilitas umum yang rusak karena pekerjaan tersebut harus dikembalikan lagi sesuai dengan kondisinya seperti saat belum dibongkar untuk pasang pipa,” katanya.(leo)



