Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 10709

Santunan ATB Membawa Berkah

0

batampos.co.id – Gerimis mewarnai perjalanan tim perwakilan PT Adhya Tirta Batam (ATB) menuju kediaman Akbar Nugroho Ramadhan, siswa SMP Negeri 8 Nongsa yang didiagnosa menderita penyakit kelenjar getah bening.

Menempuh perjalanan sekitar 30 menit ke lokasi Kavling Sambau–Nongsa, tim ATB akhirnya tiba di kediaman remaja 14 tahun itu dan menyerahkan langsung santunan bagi Mustahik sebagai bagian dari program CSR ATB Peduli Sosial Kemanusiaan kepada Akbar.

ATB berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Batam. Seiring pertumbuhan ATB menjadi perusahaan air terbaik dan terpercaya di Indonesia, orientasi bisnis ATB tidak semata berkisar pada profit saja.

Sejak tahun 2010, ATB berperan aktif dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

ATB memiliki banyak program CSR di berbagai bidang, salah satunya program CSR ATB Peduli Sosial Kemanusiaan.

Program ini rutin menggelar penyerahan hewan kurban, pembagian sembako dhuafa dan bantuan mustahik.

Akbar adalah salah satu penerima santunan program Mustahik ATB periode Desember 2019.

Setibanya di rumah Akbar, kedua orangtuanya menyambut kedatangan rombongan ATB. Akbar sempat menemui tim ATB untuk bersalaman dan sembari malu-malu masuk kembali ke kamarnya.

Menurut Sambudi, orangtua Akbar, anakanya memang pemalu sejak kecil. Tubuh Akbar sangat kurus dan benjolan di lehernya masih terlihat besar.

Manager HCD ATB Sudarsono, saat menyerahkan bantuan Mustahik kepada ayah Akbar Nugroho Ramadhan, penderita penyakit Kelenjar Getah Bening di Kavling Sambau, Nongsa. Bantuan Mustahik adalah bagian dari program CSR ATB Peduli Sosial Kemanusiaan. Foto: ATB untuk batampos.co.id

“Sudah 6 bulan terakhir ini, Akbar tidak masuk sekolah,” ujar Sambudi, yang ditemui tim ATB di Kavling Sambau Nongsa pada Jumat (13/12/2019).

Sambudi menjelaskan, dirinya berprofesi sebagai ojek online. Kata dia, Akbar mengalami sakit akibat benjolan di leher sejak awal Mei 2019.

Hasil pemeriksaan awal, Akbar didiagnosis mengidap Tuberkulosis (TB). Namun benjolan dilehernya semakin hari kian membesar.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, Akbar yang masih duduk di kelas VII, ternyata didiagnosis menderita penyakit kelenjar getah bening.

Di usianya yang masih remaja, Akbar harus menanggung penderitaan yang besar. Sambudi menuturkan, putranya tersebut saat ini tidak bersedia menjalani biopsi lanjutan.

Karena trauma setelah sebelumnya pernah menjalani operasi usus buntu. Sambudi dan istrinya pun mengupayakan pengobatan alternatif untuk kesembuhan Akbar.

Pengobatan alternatif ini, menurut Sambudi membutuhkan biaya yang sangat besar. Asuransi kesehatan dari pemerintah yang dimilikinya hanya bisa mengcover untuk pengobatan medis di rumah sakit.

Mau tidak mau, Sambudi harus bekerja keras untuk membiayai secara mandiri pengobatan anaknya.

“Sekarang sedang menjalani pengobatan herbal di Bengkong. Benjolannya diterapi seminggu dua kali. Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik dan mau makan,” jelas Sambudi sambil sesekali matanya terlihat berkaca-kaca.

Sambudi sangat berterima kasih kepada ATB yang telah memberikan bantuan moril dan materiil untuk anaknya.

Saat ini, keluarga Sambudi menumpang tinggal di rumah milik saudaranya. Bantuan dari ATB sangat berarti dalam meringankan beban biaya pengobatan anak bungsu kesayangannya.

“Terima kasih ATB sudah jauh-jauh ke sini, menjenguk Akbar dan memberi bantuan dana. Ini jadi kekuatan kami juga untuk terus berjuang demi kesembuhan Akbar,” ucap

Sambudi saat menerima santunan dari program Mustahik ATB yang diserahkan langsung oleh Human Capital Development Manager ATB, Sudarsono.

Perjalanan penyerahan santunan Mustahik ATB berlanjut ke Baloi Kolam, menemui Samaria Simanjuntak.

Ibu dua anak itu didiagnosa menderita kanker payudara. Perempuan 41 tahun itu  telah menjalani operasi pada September lalu.

Saat ini, masih harus menjalani kemoterapi agar sel-sel kankernya tidak muncul kembali.

Sudarsono, Human Capital Development Manager ATB yang juga didampingi oleh Brand Ambassador ATB, mengungkapkan, kondisi perekonomian keluarga Samaria tergolong menengah ke bawah.

Suami Samaria hanya buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu.

“Santunan mustahik ini memang diperuntukkan bagi masyarakat Batam dengan kriteria penyakit berat. Seperti kanker, tumor ataupun kelainan sejak lahir dan sakit berat jenis lainnya,” katanya.

“Diutamakan memang untuk masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi untuk pengobatannya seperti ibu Samaria ini,” jelasnya.

Santunan yang diberikan ATB, menjadi berkah tersendiri bagi Samaria. Saat ini, Samaria sedang menjalani serangkaian kemoterapi dan harus ditunjang dengan makan makanan bergizi seimbang serta suplemen yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan pemerintah.

“Terima kasih ATB, ini jadi berkah buat saya dan keluarga. Bisa untuk isi tabung oksigen karena sekarang sering sesak. Bisa beli vitamin juga,” ujar Samaria terharu saat menerima santunan Mustahik ATB.

Sepanjang tahun 2019, ATB telah mengucurkan dana ratusan juta khusus untuk program ATB Peduli Sosial Kemanusiaan yang terbagi untuk penyerahan hewan kurban, pembagian sembako dhuafa dan mustahik.

Program CSR bagi ATB bukanlah sekedar kegiatan amal dan mengabdi demi kemanusiaan.

Bagi ATB, program CSR menjadi bagian penting dari upaya mengimplementasikan nilai inti perusahaan.

CSR ATB menjadi cerminan kontribusi positif dalam memberikan manfaat optimal bagi kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar serta secara berkesinambungan membangun citra reputasi korporasi.(*)

Kata Pertamina Penyaluran Solar di Kepri Melebihi Kuota

0

batampos.co.id – Realisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi hingga awal Desember 2019 melebihi kuota.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo, mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan 147 ribu kiloliter (kl) solar untuk wilayah Kepri. Jumlah ini melebihi kuota yakni 144 ribu kl.

”Jadi, penyalurannya mencapai total 102 persen atau 2 persen melebihi kuota,” ujar Roby saat dikonfirmasi, Rabu (18/12/2019).

Dia mengatakan, penambahan alokasi kuota solar subsidi untuk memenuhi permintaan hingga akhir tahun.

Di mana, diketahui konsumsi solar untuk masyarakat Kepri cukup tinggi. Terbukti dengan seringnya terjadi kelangkaan solar di sejumlah SPBU di Batam.

”Penyaluran yang melebihi kuota ini mulai nampak pada bulan Oktober 2019,” sebut Roby.

Para pengendara mengantre untuk membeli BBM jenis solar di salah satu SPBU di Kota Batam. Pertamina mengatakan penyaluran BBM jenis solar di Provinsi Kepri sudah melebihi kuota. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sementara terkait kuota solar subsidi untuk Kepri 2020, Roby mengaku penetapannya menjadi wewenang pemerintah pusat, melalui masukan dari pemerintah daerah.

”Pertamina tidak terkait dengan penentuan kuota. Kami diberikan amanah untuk penyaluran kuota setelah ditetapkan pemerintah,” kata Roby.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, juga memastikan pihaknya sudah menambah kuota BBM solar subsidi hingga akhir tahun ini.

Harapannya, penambahan solar subsidi ini akan mencukupi kebutuhan masyarakat.

”Kalaupun misalnya ada keterlambatan atau adanya kekurangan, biasanya itu hambatan sementara saja dari proses distribusi, kalau sisi stok skala nasional sudah cukup aman,” tuturnya.

Terkait praktik penyelewengan solar subdisi yang berdampak pada kelangkaan, Fajriyah meminta masyarakat aktif menyampaikan ke pihak berwenang jika menemukan adanya indikasi penyelewengan tersebut.

Pihaknya juga tidak segan mengambil tindakan tegas ke SPBU yang terbukti melakukan hal tersebut.

”Soal indikasi SPBU ikut bermain jelas tidak, kalaupun ada itu adalah oknum dari SPBU itu sendiri,” jelasnya.

Pihaknya kata dia, selalu melakukan tindakan yang tegas. Ia berharap penindakan tegas juga harus diberikan aparat hukum apabila oknum-oknum yang melakukan penyelewengan solar bersubsidi.

“karena memang subsidi ini diatur oleh pemerintah, Pertamina tugasnya adalah menyalurkannya,” tutupnya.(une)

Polresta Barelang Bidik Angkot yang Ugal-ugalan

0

batampos.co.id – Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, menegaskan, akan menertibkan angkutan kota (angkot) yang ugal-ugalan di jalan, khususnya di kawasan Batuaji.

Menurut dia, keberadaan angkot tersebut kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

“Memang saya lihat di kawasan Batuaji sana rawan kecelakaan karena angkot itu (suka ugal-ugalan),” ujar Prasetyo, Rabu (18/12/2019).

Dia menjelaskan, selain membahayakan penumpang, aksi angkot ugal-ugalan ini turut membahayakan nyawa pengendara lainnya.

“Kita inginkan situasi Batam ini aman dan nyaman. Kalau sudah ada aksi begini akan menimbulkan hal yang tidak nyaman, apalagi jelang Natal dan Tahun Baru,” tegas Prasetyo.

Menurut dia, sopir angkot ugal-ugalan tersebut bisa saja disebabkan pengaruh minuman beralkohol.

Angkutan umum yang negtem di Jalan R Suprapto membuat macet jalan. Polresta Barelang akan melakukan razia terhadap angkot-angkot yang kerap ugal-ugalan di jalan terutama di kawasan Batuaji. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Kalau kedapatan akan kita tindak langsung, jangan main-maian,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Mujiono. Ia mengatakan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru akan menggelar razia khusus untuk para angkutan umum dan taksi.

“Kami akan langsung turun ke jalan, pelabuhan, dan bandara,” katanya.

Mujiyono menambahkan, keberadaan angkot dan taksi ini seharusnya memberikan kenyamanan kepada seluruh masyarakat.

Sebelumnya, mobil JIP BP 1349 TB yang dikendarai seorang pria terjun ke dalam Dam Mukakuning, Selasa (17/12).

Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini, sopir JIP diketahui berhasil melompat dari mobil sebelum terjun ke dalam Dam.

Informasi yang didapatkan di lapangan, kecelakaan tunggal itu disebabkan angkutan umum yang ugal-ugalan.

Mobil JIP yang melaju kencang akhirnya banting ke kiri hingga keluar jalur dan masuk ke dalam dam.(opi)

Baru Keluar Penjara, Pria Ini Mencuri Lagi

0

batampos.co.id – DR, warga Punggur, Nongsa, diamankan Sat Reskrim Polresta Barelang, karena nekat mencuri di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja.

Parahnya, hasil curian pria 37 tahun itu digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu.
Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, mengatakan, pelaku melakukan pencurian dengan mengawasi korbannya yang sedang memarkirkan mobil.

“Jadi, sebelum mobil dikunci, pelaku mendekat dan mengambil barang dari dalam mobil. Lalu kabur menggunakan sepeda motor,” kata Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan, Dodi merupakan resedivis kasus yang sama. Dari tangannya, polisi mengamankan uang tunai Rp 2 juta, dan dua unit ponsel.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo berdialog dengan pelaku pencurian barang berharga dalam mobil saat ekspos di Mapolresta Barelang, Selasa (17/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Pelaku baru bebas dalam waktu dekat ini dan mengulang perbuatannya kembali. Kita masih selidiki apakah masih ada korban lainnya,” kata Prasetyo.

Sementara itu, dari pengakuan Dodi ia nekat melancarkan aksi pencurian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hasil curian biasanya dijual untuk membeli sabu.

“Karena baru keluar (penjara) jadi gak ada pekerjaan. Terpaksa mencuri,” katanya di Mapolresta Barelang.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan ancaman 7 tahun penjara.(opi)

Semarakkan Hari Jadi Batam, Party Point Gelar Bazar dan Diskon Hingga 50 Persen 

0

batampos.co.id – Party Point gerai penyewaan kostum atau cosplay terbesar di Kota Batam memberikan diskon hingga 50 persen.

Operasional Manajer Showroom Party Point, Hengki, mengatakan, diskon diberikan untuk menyambut pergantian tahun 2019 dan menyemarakkan Hari Jadi Kota Batam ke 190 tahun.

“Kita akan mengadakan bazar pada Sabtu (21/12/2019) dan Minggu (22/12/2019) mendatang di gerai kita yang berada di kawasan Seraya sebelah Makodim Batam,” jelasnya, Kamis (19/12/2019).

Pada bazar tersebut, pihaknya akan memberikan diskon hingga 50 persen. Pada acara bazar tersebut lanjutnya akan ada stand yang menjual berbagai makanan ringan hingga berat yang bisa menggoda selera para pengunjung.

“Selain makanan, para pengunjung juga dapat bertemu dan berfoto dengan maskot- maskot yang lucu,” paparnya.

Maskot-maskot tersebut lanjutnya akan menghibur para pengunjung dengan cara menari.

“Nanti akan kita adakan selama dua hari,” jelasnya.

Hengki mengatakan, acara itu dihadirkan sebagai salah satu upayanya untuk menyemarakan Hari Jadi Kota Batam yang ke 190 tahun.

Party Point

Nantinya, para tamu bisa mengikuti berbagai acara yang telah disediakan. Salah satunya adalah acara D&D.

“Akan kita gelar D&D, tentunya pada malam hari, ada bisa menambah kesan horor nya,” ujarnya.

Jika anda ingin mengisi stand yang tersedia, bisa langsung menghubungi pihak management, dan cukup menyerah kartu indentitas saja.

“Stand kita berikan gratis  untuk masyarakat yang ingin meramaikan bazar kita,” paparnya.

Sebagai informasi tambahan, Party Point yang berlokasi di Batam ini, berpusat di negara Singapura dan telah merintis usaha sejak tahun 1999 lalu.

Hingga saat ini Party Point memiliki koleksi seribu kostum.

“Dari kostum retro, magic force, super hero dan kostum berlampu, untuk dewasa hingga anak-anak pun ada,” paparnya.(gga)

Imigrasi Belakangpadang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Berbasis HAM

0

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakangpadang meraih penghargaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia atas upayanya melaksanakan pelayanan publik berbasis Hak Asasi Manusia (HAM).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, Muhammad Fakhrurozi, mengatakan, pihaknya berhasil meraih predikat baik dikarenakan tersedianya layanan dan fasilitas yang menyangkut tentang pelayanan HAM.

“Saat ini Kantor Imigrasi Belakangpadang memiliki fasilitas ruang pelayanan HAM yang memberikan keistimewaan bagi para penyandang disabilitas lansia, dan ibu hamil,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, pelayanan di kantor imigrasi tertua di Kepri ini juga dapat diakses melalui layanan daring.

Di mana, para pemohon paspor yang tersebar di gugusan pulau di kecamatan Belakangpadang dapat mengambil nomor antrian pengurusan tersebut di aplikasi Layanan Paspor Online yang dapat diunduh di Playstore.

“Intinya segala prosedur kepengurusan paspor di Kecamatan Belakangpadang kita permudah,” ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, Muhammad Fakhrurozi menerima penghargaan dari Dirjen HAM, Mualimin Abdi. Foto: Imigrasi Belakangpadang untuk batampos.co.id

Namun lanjutnya, tanpa mengurangi sedikit pun pengawasan dan penindakan keimigrasian di garda terdepan NKRI tersebut.

Ia menambahkan, sepanjang Januari-November 2019, Kantor Imigrasi yang sudah berdiri sejak tahun 1948 tersebut telah menerbitkan 7.836 paspor.

128 permohon paspor di antaranya ditolak karena diduga terindikasi untuk bekerja di luar negeri secara ilegal.

Pulau Belakangpadang merupakan salah satu pulau penyangga Kota Batam yang berhadapan dengan Singapura.

Ia mengatakan, pihaknya memang berkonsentrasi untuk meminimalisasikan pemberangkatan TKI nonprosedural dengan cara tidak menerbitkan paspor mereka.

“Sementara untuk warga negara asing yang menyalahgunakan izin tinggal sepanjang tahun ini ada 5 orang yang kita deportasi,” jelasnya.

Ia pun menyatakan penghargaan ramah HAM diterima langsung dari Dirjen HAM, Mualimin Abdi, merupakan pertama kali diraih oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakangpadang.

“Prestasi ini akan kita pertahankan dan tingkatkan semaksimal mungkin dengan keterbatasan sarana serta tenaga sdm yang sangat minim,” tuturnya.(leo)

1.467 Istri Gugat Cerai Suami

0

batampos.co.id – Sepanjang tahun 2019, Pengadilan Agama Kelas I A Batam memutus 2.051 gugatan perceraian, baik cerai talak maupun gugat.

Humas PA Batam, Bernawi, mengatakan, 1.952 kasus gugatan cerai merupakan pengajuan yang diterima tahun ini.

Sedangkan sisanya merupakan sisa 2018 sebanyak 246 kasus yang diputus di 2019.

”Jadi, total 93 persen dari perkara yang masuk sudah diputus cerai oleh pengadilan,” kata dia, Rabu (18/12/2019).

Ia menyebutkan, jumlah pengajuan tahun ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 1.929 lebih kasus.

Menurutnya, jumlah gugatan dari istri, masih mendominasi bila dibandingkan dengan suami.

”Untuk tahun ini saja, istri yang menggugat itu mencapai 1.467 perkara, sedangkan suami yang mengajukan hanya 485 kasus,” jelasnya.

Berdasarkan hasil sidang dan informasi yang diperoleh selama proses mediasi, penyebab perceraian di Batam masih disebabkan faktor perekonomian, perselingkuhan, dan beberapa faktor lain.

Pasangan yang mengajukan perceraian di Pengadilan Agama Kota Batam, sedang menunggu jadwal sidang beberapa waktu lalu. Pengadilan Agama Kota Batam mencatat ada 2.051 pasangan yang mengajukan gugatan cerai. Foto:Yuli/batampos.co.id

Seperti media sosial hingga pasangan tidak kembali ke rumah dalam jangka waktu yang cukup lama.

”Masih sama kalau soal penyebab. Ekonomi mendominasi, disusul isu orang ketiga,” sebutnya.

Tidak saja perceraian yang meningkat, pengajuan dispensasi menikah juga cukup banyak tahun ini, yakni 19 perkara.

Menurutnya, kasus dispensasi mayoritas diajukan karena akibat pergaulan bebas.

”Untuk kasus ini, harus orangtua dan yang bersangkutan yang datang. Sebab, mereka masih di bawah umur. Jadi ada penanganan khusus,” jelasnya.

Selanjutnya, kasus yang cukup dominan tahun ini adalah permintaan sidang isbat nikah. Tahun ini, sebanyak 65 pasangan mengajukan sidang isbat nikah.

Rata-rata dari mereka merupakan pasangan yang menikah siri. Karena ada kepentingan seperti pengurusan akta lahir anak dan dokumen lainnya, mereka baru mengajukan sidang isbat nikah agar bisa terdaftar secara sah dan diakui negara.

”Untuk kasus ini tidak sembarangan ditetapkan. Sebab, mereka harus memenuhi persyaratan rukun menikah,” katanya.

Seperti ada saksi, wali, mahar, dan kedua mempelai.

“Kami harus tahu semuanya, kalau tidak memenuhi, tentu kami tidak memprosesnya. Jadi harus jelas waktu mereka nikah siri itu siapa saksi hingga wali hakimnya,” bebernya.

Mengenai pengajuan poligami, menurut Barmawi, tidak banyak. Karena ketentuannya cukup ketat.

Sebab, ini berhubungan dengan menjaga pernikahan agar tidak ada pihak yang dirugikan. Poligami ada persyaratan yang harus dipenuhi.

Seperti izin dari istri, pendapatan suami cukup menghidupi semua pasanganya, alasan ingin berpoligami harus jelas, dan lainnya.

”Misalnya karena istri tak bisa memberikan keturunan. Tentu istri harus dihadirkan dan memastikan memberi izin pada suami,” paparnya.

“Prosesnya cukup panjang. Karena kami juga tidak mau sembarangan mengeluarkan izin poligami ini,” ucapnya. (yui)

Besok Menteri Agraria dan Tata Ruang Serahkan 2.800 Sertifikat Tanah di Batam

0

batampos.co.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan menyerahkan 2.800 sertifikat tanah yang merupakan program dari pusat dan terkait kampung tua di Batam, Jumat (20/12/2019) di Aula Kampus UNIBA, Batam Center.

Kepala BPN Batam, Memby Untung Pratama, mengatakan, penyerahan sertifikat akan diberikan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil.

Warga yang sudah terdaftar dan masuk dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun ini, bisa datang ke lokasi penyerahan dengan membawa persyaratan seperti kartu identitas diri (e-KTP) dan tanda terima.

“Warga sudah kami infokan, pembagian rencananya kami mulai pukul 09.00 WIB,” kata dia, Rabu (18/12/2019).

Ia menyebutkan, ada tiga ribu sertifikat yang akan diserahkan se-Kepri dan 2.800 di antaranya merupakan sertifikat tanah untuk warga Batam.

Sebelumnya, penyerahan sertifikat juga sudah dilakukan BPN, baik di kantor maupun turun ke masing-masing kelurahan.

Suyono, 71, menunjukkan sertifikat tanah Kavelingnya yang baru diambilnya dari BPN Kota Batam beberapa waktu lalu. Besok Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil akan memberikan 2.800 sertifikat tanah kepada warga Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Memby menambahkan, program PTSL masih akan dilanjutkan tahun 2020 mendatang. Warga yang belum masuk dalam program ini bisa mendaftar kembali.

Nantinya, tim bersama pihak kelurahan akan turun untuk melakukan pendataan lokasi yang belum terdaftar.

“Tahun depan ada 13 ribu pengukuran yang akan dilakukan. Kalau untuk sertifikat tanahnya, ada delapan ribu,” ujarnya.

Selain itu, lebih kurang 1.300 sertifikat tanah untuk persil lahan di kampung tua di Batam juga akan diserahkan pada 20 Desember 2019, besok.

“Totalnya tiga titik kampung tua, yakni 1.300 persil. Tiga titik ini sudah clean and clear, tidak dalam sengketa,” kata Memby, Rabu (18/12/2019).

Tiga titik kampung tua yang dimaksud adalah Tanjunggundap di Sagulung, Seibinti di Sagulung dan Tanjungriau di Sekupang.

“Jenis sertifikatnya ada yang hak milik dan hak pakai,” imbuhnya.

Ia menerangkan, Sertifikat Hak Milik (SHM) akan diberikan pada persil di daratan, sementara Sertifikat Hak Pakai untuk bangunan yang berdiri di pelantar.

“Kalau hak guna bangunan (HGB) tak ada. Perihal ini sudah merujuk pada Undang-undang Pertanahan,” kata dia.

Dengan terelisasinya sertifikat pada tiga kampung tua itu, masih tersisa 34 titik kampung tua lagi di Batam.

Pihaknya menunggu pengajuan dari Pemko Batam. “Syaratnya kampung tua yang terkait harus clean and clear, termasuk bebas penguasaan dari swasta,” katanya.(yui/iza)

Kepala BP Batam Akan Rombak Pejabat Pelabuhan dan Bandara

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP), Muhammad Rudi, akan merombak total pejabat di pelabuhan dan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Selain itu, dirinya juga akan merubah proses perizinan di BP Batam menjadi lebih singkat.

Jalan yang akan diambil yakni merombak total pejabat di Badan Layanan Umum (BLU) tersebut.

“Perizinan dalam hitungan hari harus selesai,” katanya, Rabu (18/12/2019).

Kata dia, awalnya perombakan selesai pada awal Desember. Namun tidak terwujud karena terkendala Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).

“Tapi itu saya sudah tandatangani kemarin, Januari atau Februari akan dirombak total,” kata Rudi lagi.

Kata dia, yang pertama kali dirombak adalah struktur pada bagian terkait di kepelabuhanan dan Bandara.

Khusus untuk kepelabuhanan, pihaknya akan membuka kesempatan Sumber Daya Manusia dari luar BP Batam untuk mengikuti lelang jabatan.

Tidak hanya itu, pengurus dan pejabat di Bandara juga akan ditinjau kembali.

“Saya ingin tenaga profesional yang kelola pelabuhan,” jeasnya.

Sejumlah pesawat berbagai maskapai parkir di Bandara Hang Nadim Batam, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi akan merombak total pejabat di Bandara Internasional Hang Nadim dan pelabuhan. Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id

Menurutnya jika pelabuhan dikelola tenaga profesional, dipastikan akan banyak investasi yang masuk.

“Selama ini, orang mengeluhkan proses pelabuhan tak sempurna tak seperti negara tetangga. Ssaya tak bilang akan sama (seperti negara tetangga,red), minimal mendekatilah,” papar dia.

Rudi memastikan kalangan profesional bukan dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami buka kesempatan ini untuk SDM se Indonesia,” kata dia.

Ia bahkan mengatakan, pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim belum maksimal.

Sekarang kata dia, Bandara Hang Nadim hanya sebagai tempat turun dan naik penumpang saja.

“Ini (naik-turun penumpang,red) tak mampu mendatangkan pendapatan dalam jumlah yang besar,” jelasnya.

Karena itu lanjutnya pengurus dan pejabat di Bandara Internasioanl Hang Nadim Batam akan tinjau kembali.

Ia berharap ke depannya Bandara Internasional Hang Nadim tidak hanya berfungsi sebagai naik dan turunnya penumpang saja.

“Jasa kargo akan kami ambil,” ujarnya.

Saat ini lanjutnya, rencana pembangunan terminal dua terus berjalan dan April segera akan dibangun.

“Bangunnya tidak pakai uang BP, tapi umum. Mudah-mudahan tahun depan bisa kami selesaikan,” jelasnya.(iza)

Ngeri, Ini Komentar Para Pengendara yang Melintas di Jalan Bukit Daeng

0

batampos.co.id – Kecelakaan tunggal sebuah mobil jenis jip yang tercemplung ke Dam Mukakuning, Selasa (17/12/2019) siang lalu, masih jadi perbincangan hangat warga pengguna jalan di Batuaji dan Sagulung.

Pasalnya, jalan di kawasan Bukit Daeng yang dilalui mobil tersebut sebelum masuk ke dam, memang dinilai rawan kecelakaan.

Kontur jalan lintas yang menghubungan wilayah Kecamatan Batuaji, Sagulung, dan Seibeduk ini memang berbentuk tanjakan dan turunan tajam dengan kontur jalan berkelok.

Lokasi ini memang rawan kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan yang menimpa mobil jip warna hitam itu, diduga karena kontur jalan yang tak rata itu, apalagi saat kejadian jalanan sedang diguyur hujan sehingga makin licin.

”Karena sudah sering kecelakaan di sini. Faktor kemiringan jalan sangat berpengaruh,” ujar Hendro, warga Tembesi, Rabu (18/12/2019).

Kendaraan melintas di Jalan R Suprapto, tepatnya di tanjakan dan turunan Bukit Daeng, Rabu (18/12). Jalan ini dikenal rawan kecelakaan dan kejahatan jalanan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Jalan ini seperti miring ke arah dam, jadi kalau agak laju dari arah Tembesi, memang sangat bahaya. Perlu ada kajian ulang,” paparnya lagi.

Hendro berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Misalnya, memperbanyak rambu lalu lintas maupun memasang besi pembatas tepi jalan lengkap dengan tanda jalan tersebut berkelok.

Senada disampaikan Heru, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Batuaji yang juga merasakan ketidaknyamanan dengan kontur jalan di tanjakan dan turunan bukit Daeng.

Heru mengaku, sering kewalahan saat melaju dengan mobilnya di lokasi jalan tersebut. Sebab, setelah tikungan langsung berhadapan dengan turunan yang tajam dengan struktur jalan yang tidak rata.

”Kadang mau keluar jalur kalau kita ngebut. Mobil yang tercemplung itu mungkin saja seperti yang pernah saya alami dua minggu yang lalu,” jelasnya.

Ia mengaku sempat keluar jalur dan syukurnya masih bisa mengendalikan kendaraannya.

“Memang agak miring dan menjebak jalan ini,” kata Heru.(eja)