Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 10711

Taekwondoin Kharisma Bangsa Sabet 24 Medali di Ajang Daedo VII Singapore International

0

batampos.co.id – Taekwondoin Kharisma Bangsa kembali mengukir prestasi gemilang di kejuaraan terbuka Daedo VII Singapore International yang berlangsung di Toa Payoh Sport Hall Singapore dari tanggal 7-8 Desember 2019.

Taekwondoin Kharisma Bangsa berhasil meraih 4 medali emas, 11 medali perak, dan 9 medali perunggu.

“Ini hasil yang sangat menggembirakan, total medali yang kami bawa pulang sebanyak 24 medali dari 32 taekwondoin yang berangkat bertanding,” kata Sabeum Soewito Trikusuman pelatih taekwondo dari Dojang Kharisma Bangsa Batam.

Kata dia, empat medali emas direbut dari kategori kyorugi, 11 medali perak juga dari kategori kyorugi dan sembilan medali perunggu dari kategori poomsae dan kyorugi,” kata Soewito

Menurut Soewito, ajang Daedo VII Singapore International, merupakan event yang cukup bergengsi dan diikuti dari berbagai negara.

“Event ini cukup diminati, terbukti berbagai negara hadir ikut berpartisipasi di event ini, seperti dari Cina, Korea, Vietnam, Filipina, Singapura, Malaysia dan Indonesia,” jelasnya.

Soewito menjelaskan, semua taekwondoin Kharisma Bangsa yang diturunkan dalam event tersebut berpotensi untuk menang.

Hal itu dikarekan ia sudah mempersiapkan secara matang para taekwondoin untuk mendulang banyak medali di kejuaraan itu.

Ketua UTI Pro Kepri Rudy Alie (tengah) dan Pelatih Dojang Kharisma Bangsa Sabeum Soewito Trikusuman bersama para taekwondoin Kharisma Bangsa. Foto, Bintang untuk Batam Pos

Soewito menuturkan, hasil ini merupakan yang terbaik. Karena sebelumnya para taekwondoin sudah diberikan latihan maksimal.

”Seseorang yang ingin jadi atlet harus latihan terus. Latihan yang kami berikan meliputi latihan fisik, jurus poomsae, kyorugi, kecepatan dan kekuatan teknik tendangan. Jangan berlatih jika hanya mendekati event saja,” ujar Dan IV Kukkiwon itu.

Soewito mengatakan, bersama pelatih lainnya Master Siauw Lung Wu, Sabeum Bintang, Sabeum Henderi, Sabeum Hianwi Fardiman, dan Ketua UTI Pro Kepri, Rudy Alie sudah mempersiapkan atlet taekwondo Kharisma Bangsa selama tiga bulan.

Dengan pola latihan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para atlet mampu mengusai latihan yang diberikan.

Ia menilai, sukses yang dicapai Taekwondoin Kharisma Bangsa ini merupakan cerminan hasil pembinaan yang diterapkan mereka selama ini.

“Kami tidak pernah putus dalam menerapkan pembinaan secara terpusat dan berkesinambungan,” kata Soewito.

Sementara itu, Head Coach Siauw Lung Wu, cukup puas dengan penampilan atlet Kharisma bangsa di event yang cukup bergengsi ini.

“Mereka tampil all out dan tidak demam panggung mengingat jam terbang mereka di kompetisi Internasional sudah cukup tinggi ,” ujar Siauw Lung Wu.(eja)

Tingkatkan Minat Baca Siswa, MTs Bina Ummah Kunjungi Perpustakaan BP Batam

0

Dalam rangka meningkatkan minat dan budaya membaca kepada para siswa, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bina Ummah Kota Batam melakukan kunjungan ke Perpustakaan Khusus Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Rabu (11/12/2019) pagi.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari siswa-siswi kelas 7 s.d. 9 serta beberapa guru pendamping MTs. Bina Ummah. Kunjungan ini disambut baik oleh pihak BP Batam yang dalam hal ini diwakili Pustakawan Perpustakaan BP Batam, Aan Andriana di Conference Room Gedung IT BP Batam, Batam Centre.

Aan mengungkapkan bahwa kunjungan ini bukanlah kunjungan pertama yang dilakukan peserta didik ke Perpustakaan BP Batam. Sebelumnya Perpustakaan BP Batam juga telah menerima kunjungan peserta didik mulai dari TK hingga Sekolah Menengah Atas.

Kepala Sekolah MTs. Bina Ummah, Ida Alia, mengaku kunjungan ini adalah kunjungan pertama siswa-siswi Bina Ummah ke Perpustakaan BP Batam sebagai pemanfaatan kegiatan class meeting yang biasanya dilakukan di lingkungan sekolah. Menurut Ida, kunjungan ini bertujuan agar para siswa dapat melihat secara langsung bagaimana bentuk fisik Perpustakaan yang diresmikan pada 22 Desember 2009 silam. Ida juga berharap untuk diadakannya program kunjungan rutin antara Perpustakaan BP Batam dan sekolah.

“Dengan adanya jadwal rutinitas ini diharapkan anak-anak juga dapat mengurangi penggunaan gawai. Sehingga, anak-anak dapat mengambil ilmu yang ada di Perpustakaan BP Batam,” Ida Alia.

Perpustakaan BP Batam saat ini terletak di gedung B Pusat Teknologi Informasi BP Batam, tepatnya di Lantai 1 dan 2 dengan luas 900 meter per segi. Saat ini Perpustakaan BP Batam memiliki koleksi sejumlah ±13.257 eksemplar. Koleksi ini terdiri dari beberapa klasifikasi, yaitu karya umum, filsafat dan psikologi, agama, sosial, bahasa, sains dan matematika, teknologi, seni dan rekreasi, literatur dan sastra, geografi dan sejarah.

Jenis koleksi yang dimiliki berbentuk tercetak dan noncetak di antaranya Buku, Majalah, Novel, Buletin, Koran, Peta, CD, DVD dan materi Audiovisual.
Leo Renaldo, salah satu siswa MTs Bina Ummah juga mengaku senang melakukan kunjungan ke perpustakaan yang dibentuk melalui kerja sama BP Batam dengan Perpustakaan Nasional republik Indonesia (PNRI) ini.

“Perpustakaannya nyaman, ada tempat duduknya, bisa nyari pakai komputer biar bisa mengetahui letak bukunya,” ujar siswa kelas 9 ini.

Leo berharap ke depannya agar gedung perpustakaan diperluas dan memiliki fasilitas yang jauh lebih baik lagi. Hal yang sama juga dituturkan oleh Aan Andriana, ia juga berharap agar Perpustakaan BP Batam memiliki gedung sendiri sehingga dapat menambah kenyamanan bagi orang yang berkunjung ke Perpustakaan BP Batam. (ap)

PGN Kembali Raih Penghargaan LHKPN Terbaik dari KPK

0

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kembali mendapatkan penghargaan dari KPK sebagai Instansi dengan Penerapan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Terbaik 2019 untuk kategori Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Penghargaan diberikan kepada Gigih Prakoso selaku Direktur Utama PGN, bersamaan dalam rangkaian acara Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Senin (09/12/2019). Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua KPK, Agus Rahardjo dan disaksikan pula oleh Wakil Presiden RI, Ma’aruf Amin.

Penghargaan LHKPN merupakan penghargaan untuk instansi dan lembaga yang secara rutin melaporkan kekayaannya ke KPK. Pemberian ini didasarkan pada beberapa kriteria penilaian yaitu jumlah total wajib lapor, tingkat kepatuhan pelaporan, ketepatan waktu pelaporan, dan jumlah wajib lapor online.

“Diraihnya pernghargaan ini membuktikan bahwa PGN memiliki tata kelola perusahaan yang baik, dan sebagai penyelenggara negara yang mampu transparan melaporkan kekayaan para pejabatnya,” ungkap Rachmat Hutama, Senin (09/12/2019).

Menurut Rachmat, bahwa PGN berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih. Penghargaan ini bisa dicapai berkat partisipasi dari seluruh insan PGN, mulai dari jajaran direksi, komisaris, hingga kepala satuan kerja beserta tim dalam penerapan pelaporan LHKPN.

Penghargaan ini merupakan yang ke ketiga kalinya diraih oleh PGN secara berturut-turut. Sebelumnya, PGN mendapatkan penghargaan yang sama pada tahun 2017 dan 2018.

“Selama ini, PGN melaksanakan mekanisme laporan kekayaan perusahaan dengan tegas dan disiplin. PGN memiliki komitmen terus menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap laporan dengan lengkap dan tepat waktu. Tanpa adanya ketegasan dan kedisiplinan, tata kelola laporan ini tidak akan bisa berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan,” jelas Gigih Prakoso.

Gigih juga menegaskan bahwa PGN tidak akan berpuas diri, justru akan terus konsisten untuk tetap memberikan laporan harta kekayaan perusahaan yang lengkap dan tepat waktu sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dengan adanya penghargaan ini, bagi PGN maupun instansi dan lembaga lain, semoga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pejabat dan lembaga publik. Serta dapat menjadi langkah awal pencegahan korupsi,” tutup Rachmat.

Semangat BUMN menyatu dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia kali ini. Tak hanya pada PGN, Penghargaan LHKPN terbaik pada Level BUMN juga diberikan kepada Perum Damri dan PT Bio Farma. Sedangkan untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), penghargaan diberikan kepada PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah serta PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo. (*)

Adukan Suami Lakukan KDRT, Istri: Saya Masih Butuh Dia yang Mulia

0

batampos.co.id – Eriana Susanti Siahaan tak dapat membendung kesedihannya setelah melihat suaminya Parulian Pakpahan duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (10/12/2019).

Eriana mengaku menyesal telah melaporkan sang suami ke polisi atas kekerasan yang dialaminya dari sang suami.

”Menyesal saya pak, tidak ada lagi yang mau menambal atap yang bocor di rumah. Saya menyesal (melapor) yang mulia. Saya masih butuh dia yang mulia,” ujar Eriana yang tak tahan menahan kesedihannya dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi korban kepada ketua majelis hakim, Taufik Nainggolan.

Usai mendengar tangisan dari Eriana, Taufik meminta kepada Parulian untuk meminta maaf secara langsung atas kekerasan yang telah dilakukannya kepada Eriana.

Saat momen permintaan maaf itu, tangisan dari Eriana semakin pecah.

”Saya meminta maaf dan menyesal atas perbuatan saya yang mulia. Entah ada iblis yang mana merasuki saya waktu itu hingga melakukan perbuatan itu,” ujar terdakwa Parulian.

Ilustrasi. Jawa Pos

Sementara itu, dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Frihesti Putri Gina, kejadian ini bermula dari Parulian meminta Eriana untuk mengoleskan minyak gosok ke dadanya.

Saat menggosokkan dada Parulian, Eriana mengatakan bahwa ia akan membawa adiknya bekerja di PT Lamongan Batam Jaya, tempat Eriana bekerja.

”Mendengar perkataan tersebut terdakwa langsung marah dan berkata kasar kepada saksi Eriana Susanti, lalu terdakwa melempar minyak GPU dan mengenai dada saksi Eriana Susanti,” ujar jaksa.

Tidak terima atas perlakuan Parulian, Eriana kemudian keluar rumah dan mengambil batu untuk dilemparkan ke arah Parulian.

Namun, tidak mengenai terdakwa. Parulian yang juga saat itu sedang emosi, mengambil batu yang dilemparkan Eriana dan memukulkan batu tersebut ke bagian mata Eriana hingga mengeluarkan darah.

”Lalu terdakwa mendorong saksi Eriana ke parit depan rumah sehingga terjatuh ke dalam parit dan terdakwa langsung menginjak-injak saksi Eriana tiga kali menggunakan kaki kiri terdakwa. Setelah itu saksi Eriana kabur mencari pertolongan ke rumah saksi Suryani dan melapor ke polisi,” tuturnya.

Dari hasil visum, didapatkan kesimpulan bengkak di kelopak mata kanan, luka lecet di kelopak mata kiri bawah, dan di kaki kiri, serta pendarahan sub konjungtiva di mata kanan disebabkan benturan keras benda tumpul.

”Bahwa akibat perbuatan terdakwa, saksi korban tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari untuk sementara waktu. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana berdasarkan Pasal 351 Ayat (1) KUHP,” imbuh Jaksa Frihesti.(gie)

Agustus 2020, Kartu Pra Kerja Diluncurkan

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa program Kartu Prakerja bukanlah program untuk menggaji pengangguran.

Presiden menilai, saat ini timbul salah persepsi di masyarakat mengenai program Kartu Pra Kerja.

”Ini penting saya sampaikan karena muncul narasi seolah-olah pemerintah akan menggaji pengangguran, tidak, itu keliru,” tegasnya.

Jokowi menjelaskan bahwa Kartu Pra Kerja merupakan bantuan biaya pelatihan vokasi bagi mereka yang membutuhkan.

Program ini menyasar tidak hanya para pencari kerja, tetapi juga para pekerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam program Kartu Pra Kerja sendiri, Presiden menyebut, pemerintah memiliki dua fokus yang ingin dicapai.

Selain untuk menyerap tenaga kerja, pemerintah hendak meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pekerja.

”Pertama mempersiapkan angkatan kerja dan terserap untuk bekerja atau menjadi entrepreneur. Kemudian yang kedua meningkatkan para pekerja dan korban PHK melalui reskilling dan upskilling,” ungkapnya.

Para pencari kerja memenuhhi Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Mukakuning. Foto: Yulitavia /batampos.co.id

Terkait itu, para pemburu pekerjaan yang ingin mendapat fasilitas Kartu Pra Kerja harus bersabar.

Pasalnya, program tersebut baru akan diluncurkan secara nasional pada Agustus 2020 mendatang.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan time schedule.

Di tahun ini, pihaknya masih fokus pada penyelesaian Peraturan Presiden yang menjadi dasar hukumnya.

”Perpres diharapkan Desember selesai,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Kemudian, pembentukan project manajemen office (PMO) pada Januari 2020 dan Februari mulai dilakukan sosialisasi.

Sebagai tahap awal, pemerintah akan melakukan uji coba di Jakarta dan Bandung pada bulan Maret.

”April perluasan implementasi di berbagai kota dan launching nation wide bulan agustus,” imbuhnya.

Untuk teknisnya, Airlangga menyebut program itu disiapkan untuk para pencari kerja maupun korban pemutusan kerja dengan usia minimal 18 tahun.

Nantinya, peserta akan mendapat pendidikan nonformal berupa pelatihan yang sepenuhnya dibiayai pemerintah.

”Pelatihannya mencakup teknik industri, digital life, perawatan, properti, pertanian, penjualan, kreatif, dan lain-lain,” tuturnya.

Itu kata dia, disesuaikan dengan kebutuhan industri. Baik memenuhi kebutuhan swasta maupun pemerintah dalam proyek strategis nasional. Dan usai menjalani pelatihan, peserta akan diberikan insentif.

Anggaran yang dialokasikan sendiri mencapai Rp 10 triliun di 2020. Dengan angka tersebut, diharapkan masing-masing peserta akan mendapat alokasi masing-masing sekitar Rp 3-7 juta.(jpg)

Gadis Malaysia Selundupkan Sabu ke Batam

0

batampos.co.id – Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Hang Nadim menangkap Chieng Wanikuin, 23, seorang perempuan warga negara Malaysia, saat hendak menyelun-dupkan narkotika jenis sabu dengan pesawat tujuan Palembang, Minggu (8/12/2019).

Hanya berselang beberapa jam di hari yang sama, Avsec juga mengamankan sepasang kekasih yang membawa sabu saat akan terbang ke Jakarta.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, menuturkan penangkapan pertama dilakukan di Security Check Poin (SCP) kedua, pukul 08.30 WIB.

”Kami amankan dua orang, perempuan dan laki-laki. Namun, narkoba tersebut kami dapati dari perempuannya saja. Namanya Chieng Wanikuin, 23 tahun, warga negara Malaysia,” kata Suwarso, Selasa (10/12/2019).

Ia mengatakan, penangkapan bermula dari kecurigaan petugas Avsec perempuan di SCP pertama.

Namun, banyaknya calon penumpang yang masuk, membuat petugas tak langsung mengamankan Chieng dan teman laki-lakinya, M Idris.

Upaya Chieng dan Idris menemui sandungan di SCP kedua, sebelum masuk ke ruang tunggu penerbangan.

CW, warga negara Malaysia diamankan Avsec Bandara Hang Nadim Batam saat mencoba menyelundupkan 45 gram sabu ke Palembang, Selasa (10/12/2019). Foto: Suwarso untuk Batam Pos

Petugas menggelandang keduanya ke ruang pemeriksaan. Setelah digeledah petugas menemukan dua bungkus sabu, dengan total berat 45 gram di tubuh Chieng.

Sedangkan Idris lolos. Petugas tak menemukan narkotika di tubuhnya.  Dari penuturan Chieng, kata Suwarso, ia hanya diminta mengantarkan sabu tersebut ke seseorang di Palembang.

Nantinya sesampai di ibu kota Sumatera Selatan itu, barulah diberikan uang sebagai upah pengiriman.

”Pengakuan yang laki-laki, tidak mengenal perempuan. Tapi kami tetap serahkan keduanya ke Bea Cukai, agar diselidiki lebih lanjut,” ungkap Suwarso.

Di hari yang sama, petugas Avsec juga menangkap sepasang kurir sabu bernama ET, 27, dan DPS, 20.

ET dan DPS, sepasang kekasih yang menyelundupkan 453 gram sabu diamankan Avsec Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (10/12). Foto: Suwarso untuk Batam Pos

Dari kartu identitas, keduanya merupakan warga kelahiran Kepri. Mereka mengaku diupah Rp 20 juta.

Namun, uang tersebut masih belum diterima keduanya, karena akan diberikan begitu sabu dikirimkan sampai ke tujuannya di Lombok.

Modus sepasang kekasih ini cukup simpel, hanya memasukkan delapan bungkus sabu ke dalam lipatan baju dengan berat total 453 gram. Sabu tersebut dibalut plastik dan kondom.

”Dia mau kirim barang ke Lombok via Jakarta menggunakan penerbangan JT 379 dan JT 650. Saat ini keduanya sudah kami kirimkan ke Bea Cukai juga untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ucap Suwarso.

Bulan lalu, Avsec juga mengamankan 1,1 kg sabu dan 1.621 butir ineks dalam dua hari, yakni 20 dan 21 November lalu.

Modus penyelundupan kedua kurir ini dengan memasukkan ke dalam ransel, sepatu, dan juga disembunyikan di area pinggul.

Dari tangkapan ini, Avsec mengamankan dua orang kurir, yakni Faisal dan Reza. Secara keseluruhan, sejak awal tahun hingga 8 Desember 2019, petugas Bandara Hang Nadim Batam mencegah penyelundupan narkoba sebanyak 27,772 kg sabu dan 2.303 butir ineks.

”Ke depan kami akan terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan. Sehingga tidak ada lagi kurir sabu yang lepas dari pengawasan,” terangnya.(ska)

Polisi Kejar Orangtua Pembuang Bayi, 2 Puskesmas dan 4 Klinik Ditelusuri

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Bengkong masih menyelidiki orangtua maupun pelaku pembuangan jasad bayi laki-laki yang ditemukan mengapung di Hulu Sungai Golden City, Bengkong, Senin (9/12/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

Hingga kini, polisi sudah menelusuri 2 puskesmas dan 4 klinik. Kapolsek Bengkong, AKP Yuhendri mengatakan, pihaknya menelusuri puskesmas dan rumah sakit di kawasan Bengkong untuk mendapatkan data ibu yang bersalin.

“Jadi kita telusuri dan sinkronkan datanya. Namun, sampai saat ini belum ada yang dicurigakan,” ujar Yuhendri, Selasa (10/12/2019).

Dia menjelaskan, selain menelusuri lokasi persalinan, pihaknya juga meminta keterangan dua saksi, yakni Arif dan Didin. Saksi ini merupakan pemancing sekaligus yang menemukan jasad bayi tersebut.

“Dari keterangan saksi juga tidak ada yang mencurigakan. Mereka hanya memancing dan menemukan bayi itu,” katanya.

Yuhendri juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memberikan informasi ke pihak kepolisian.

“Seperti ada tetangganya yang dicurigai. Sebelumnya hamil, namun tiba-tiba perutnya kempes,” katanya.

Jasad bayi laki-laki yang dievakuasi dari Hulu Sungai Golden City, Bengkong, kemarin. Jasad bayi ini ditemukan mengapung tanpa menggunakan alas dan pakaian. Foto: AKP Yuhendri untuk Batam Pos

Seperti diberitakan sebelumnya seorang bayi laki-laki yang diperkirakan berusia 24 jam ditemukan tewas di Hulu Sungai Golden City, Bengkong, Senin (9/12/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

Jasad bayi ini mengapung tanpa menggunakan alas dan pakaian. Jasad tersebut pertama kali ditemukan warga yang memancing, Arif dan Didin. Ke duanya melihat jasad bayi mengapung dan dalam kondisi tertelungkup.

Sementara itu, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) dan Komisi IV DPRD Kota Batam mengecam kasus pembuangan bayi ke sungai di Bengkong tersebut.

“Kita mengecam keras atas kejadian ini, padahal banyak orangtua di Batam yang mengadu kepada KPAAD ingin adopsi anak,” ujar Ketua KPPAD Batam, Abdillah, Selasa (10/12/2019).

Abdillah mengaku perlindungan terhadap anak adalah tanggung jawab semua bukan hanya pada orangtuanya masing-masing dan KPPAD sebagai instansi terkait.

“Kelompok-kelompok masyarakat, misalnya RW/RT setempat, pemuka agama, tokoh masyarakat hingga pemerintah pun punya andil dalam melindungi anak-anak,” ucapnya.

Ketua KPPAD Batam tersebut menyatakan bahwa kasus pembuangan bayi Senin (9/12) ini merupakan kasus pertama kalinya yang tercatat di tahun 2019.

“Selama 2019, dari catatan lembaga kami, yang di Bengkong inilah yang pertama untuk kasus pembuangan bayi selama 2019, mungkin sebenernya banyak, tapi tak melapor ke kami,” paparnya.

Abdillah menambahkan pihaknya akan terus giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kasus ini terulang kembali.

Hal senada disampaikan oleh Politikus PKB, Aman saat dihubungi oleh Batam Pos,

“Ini persoalan moralitas, nanti jika terungkap kasusnya, bagi saya pelakunya melakukan perbuatan yang sangat tidak manusiawi,” tuturnya.

Aman memaparkan perlunya pembinaan yang terus dilakukan sehingga terbentuklah moral masyarakat yang kuat sehingga tidak menyimpang dari ajaran agama masing-masing.

“Supaya tidak kejadian lagi, misalnya pemuda atau calon pasangan produktif perlu ditingkatkan pembinaannya,” papar anggota Komisi IV DPRD Batam tersebut.

Aman juga menambahkan jika ini merupakan kewajiban semua pihak untuk meningkatkan kepedulian bersama terhadap anak.

Karena dengan adanya kasus ini, bukan hanya melanggar hukum negara, hukum sosial pun akan ia dapatkan dan hanya merugikan para pelaku sendiri.

Aman dan Abdillah juga sama-sama mengimbau kepada masyarakat Kota Batam bahwasanya kepedulian dengan sekitar harus ditingkatkan lagi, jika ada potensi yang akan menyebabkan kejadian ini terulang dapat melapor kepada KPPAD.

Ia pun meminta kepada muda-mudi kalau rasanya sudah mampu untuk menikah segeralah menikah dengan aturan hukum dan syariat agama.(opi/mib)

Pak Kepala BP Batam,Warga Tagih Janji Pembangunan Jembatan di Sambau

0

batampos.co.id – Warga Batam Kota dan Nongsa menagih janji Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait rencana pembangunan jalan pintas berupa jembatan yang menghubungkan wilayah Nongsa dan Batam Center di dekat SMAN 3 Batam.

Pasalnya, jalan pintas ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk memperpendek jalur tempuh dari Batam Center ke Nongsa.

Jika melalui jalan utama, masyarakat harus mutar melalui jalan utama menuju Bandara Hang Nadim, Batam.

Namun, jika jalan pintas yang berada di dekat SMAN 3 dihubungkan dengan jembatan ke wilayah Sambau, Nongsa, maka jarak tempuh dari Batam Kota ke Nongsa bisa diperpendek.

”Kalau dari jalan besar itu bisa makan waktu sampai 30 menit karena harus memutar sesuai jalur jalan besar,” ujar Harsono, warga Kampung Teleh, Nongsa, Rabu (4/12/2019) lalu.

“Jalan pintas ini sebenarnya sudah ada, tinggal jembatan penghubung saja di sungai dekat SMAN 3,” kata dia lagi.

Ilustrasi jembatan. Foto: Dokumnetasi batampos.co.id

Menurutnya, jika sudah ada jembatan waktu tempuh Batam Centre-Nongsa dan sebaliknya hanya 10 sampai 15 menit.

Senada disampaikan Osin, warga Perumahan Grya Panorama Permai yang rumahnya dekat dengan pinggir sungai yang memisahkan lingkungan tempat tinggalnya dengan wilayah Sambau, Nongsa.

Jalan pintas yang diwacanakan BP Batam sebelumnya sangat dinantikan sebab memperpendek jarak tempuhnya jika hendak ke wilayah Sambau.

”Sebelumnya pak Lukita (mantan Kepala BP Batam) sudah janji mau bangun jembatan di sini, tapi sudah mau akhir tahun ini belum ada pergerakan apapun,” kata dia.

“Padahal, ini sangat dibutuhkan untuk mempersingkat jarak tempuh dan juga jalur alternatif jika jalan utama ada gangguan,” tuturnya lagi.

Permintaan dan harapan warga ini sangat beralasan sebab sebelumnya, BP Batam yang saat itu masih dipimpin oleh Lukita Dinarsyah Tuwo, berencana membangun jalan pintas yang menghubungkan wilayah Nongsa dan Batam Center, tahun ini.

Jalan pintas ini berupa jembatan sepanjang 50 meter, dengan bentang jalan 100 meter. Titik jembatan rencananya dibangun di daerah Sambau, Nongsa. Anggaran yang akan dikucurkan sekitar Rp 50 miliar.

Wacana pembangunan jalan pintas ini untuk meningkatkan infrastruktur di Kota Batam sehingga jarak tempuh dari Nongsa ke Batam Center ataupun sebaliknya lebih singkat.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, mengaku pihaknya belum bisa merealisasikan jembatan tersebut, tahun ini.

Sebab, proyek peningkatan jalan saat ini masih fokus untuk jalan jalur lain yang akan rampung akhir tahun nanti.

”Pekerjaan jalan kolektor Tanjungpiayu menuju Tembesi dan pembangunan Jembatan Sambau belum dilaksanakan ditahun 2019 ini. Mungkin tahun depan,” ujarnya.(leo)

BP Batam Tangguhkan Izin Cut and Fill dan Titik Reklame, Alasannya…

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memberlakukan moratorium atau penangguhan untuk pemberian izin pematangan lahan (cut and fill) serta izin titik reklame sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Alasannya, BP Batam tengah menggodok peraturan baru mengenai reklame. Pasalnya, banyak reklame tak berizin yang muncul di Batam sehingga merugikan negara. Sedangkan untuk pematangan lahan, BP tidak mengizinkan lagi tanah Batam untuk digali lagi.

”Di Batam, ada 293 reklame berizin. Ada juga reklame yang berizin tapi tak sesuai master plan,” kata Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana BP Batam, Purnomo Andiantono, Selasa (10/12/2019) di Gedung BP Batam.

“Jumlahnya 11. Dan terakhir, ada 723 reklame tak berizin. Total perusahaan ada 184,” kata dia lagi.

Lebih lanjut, Deputi III BP Batam, Sudirman Saad, menjelaskan, BP sebenarnya tak terlalu berharap pendatapan negara bukan pajak (PNBP) dari titik reklame.

Pembangunan perumahan di Bukit Kemuning, Mangsang, Seibeduk dengan mengeruk dan memotong bukit, Sabtu (21/9) lalu. BP Batam melakukan moratorium izin cut and fill di Kota Batam hingga batas waktu yang belum ditentukan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sebabnya. karena nilai PNBP-nya yang terlalu kecil.

”Kalau bisa di BP, tak ada izin titik reklame. Kecil PNBP-nya. Paling besar Rp 14 juta per titik, paling kecil Rp 2 juta per titik,” ungkapnya.

BP juga akan memprioritaskan titik reklame di lokasi strategis seperti di persimpangan untuk kepentingan publik.

”Nanti BP dan Pemerintah (Pemko) Batam akan buat pengumuman soal kebijakan di situ,” jelasnya.

Rencana ini akan dibahas bersama dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam.
Mengenai pematangan lahan, BP tidak ingin tanah Batam dikeruk untuk pemerataan lahan yang nantinya digunakan untuk pembangunan properti atau digunakan untuk menimbun lahan reklamasi.

”Tak ada lagi cut and fill. Kami tak ingin lagi lukai bumi Batam. Jadi kalau tanahnya kontur bukit, maka bangunlah rumah yang berkontur bukit juga,” harapnya.(leo)

BPJS Kesehatan Cabang Batam Gencar Sosialisasikan Penyesuaian Iuran JKN-KIS

0

batampos.co.id – Menyambut penyesuaian iuran JKN-KIS bagi peserta Pekerja Bukan
Penerima Upah (PBPU) 1 Januari 2020 mendatang, BPJS Kesehatan Cabang Batam
gencar melakukan berbagai sosialisasi ke masyarakat kota Batam dan Karimun baik secara langsung maupun lewat berbagai media.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Batam, Maihendra, mengatakan bahwa saat ini selain perlu memberikan informasi terkait
prosedur pendaftaran dan pelayanan program JKN-KIS, sangat penting memberikan
informasi kepada masyarakat betapa pentingnya menjadi peserta JKN-KIS.

“Perlu diinformasikan kepada peserta, kenapa setiap orang harus jadi peserta
JKN-KIS?,” ungkap Maihendra dalam Talkshow di Serumpun FM Kamis (5/12/2019).

Maihendra mengatakan, bahwa masyarakat yang belum menjadi peserta JKN harus
mengetahui dengan menjadi peserta ia sudah melakukan kewajiban sebagai warga
negara sesuai undang-undang.

Bagi yang sudah jadi peserta JKN-KIS, harus diinformasikan bahwa setiap peserta JKN-KIS yang sehat akan membantu peserta yang sakit.

BPJS KEsehatan saat melakukan talkshow di salah satu stasiun radio di Kota Batam. Foto: BPJS Kesehatan untuk batampos.co.id

Selain itu apabila peserta sakit, peserta dan anggota keluarganya akan terlindungi terutama ketika menderita sakit yang berbiaya mahal.

Dengan penyesuaian iuran yang diberlakukan Januari mendatang, Maihendra mengatakan
peserta mandiri dapat memilih iuran yang sesuai.

Dari mulai Rp 1.400/hari sampai dengan Rp 5.333/hari. Jika peserta tidak mampu membayar iuran, peserta dapat memilih kelas yang lebih rendah, agar tetap bisa menggunakan KIS-nya.

“Peserta bisa turun kelas, misalnya sekarang kelas I bisa pindah ke kelas II. Apabila masih tidak mampu, peserta dapat mendaftarkan diri sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) lewat perangkat desa masing-masing,” ungkapnya.

Dengan penyesuaian iuran yang dilakukan dan didukung dengan peserta yang rutin
membayar iuran tepat waktu, peserta sudah berkontribusi kepada keberlangsungan program JKN-KIS dan bukan tidak mungkin kedepannya pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta juga menjadi semakin baik.

Izzah Insyirah salah satu pegawai di Serumpun FM mengatakan bahwa dampak
penyesuaian iuran ini memang menimbulkan berbagai pro dan kontra. Namun bagi peserta JKN-KIS yang sudah merasakan bagaimana manfaatnya tentu tidak akan merasa terbebani.

“Bagi peserta JKN-KIS yang sudah merasakan bagaimana manfaat program JKN-KIS ini
seperti saya, pasti tidak akan menghiraukan penyesuaian iuran ini,” ungkap Izzah menutup pembicaraan.(*)