Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10723

Dari Rp 8 Ribu Menjadi Rp 30 Ribu

0

batampos.co.id – Beberapa hari jelang hari raya Natal, harga sejumlah sayuran melonjak drastis. Pedagang beralasan, harga sayuran naik karena jumlahnya langka akibat pasokan terbatas.

Harga sayuran yang melonjak drastis adalah bayam. Harga sayur bayam biasanya dijual Rp 8 ribu per kilogram (kg), saat ini dijual antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kg.

Asnah, pedagang sayur di Pasar Botania 1, Batam Kota, mengatakan harga sayuran terus merangkak naik. Hampir setiap hari ada kenaikan harga sayuran.

”Bayam saja Rp 30 ribu per kg, memang naik drastis,” terangnya.

Karena tingginya harga ba-yam, ia tak berani menjual dengan jumlah banyak. Sebab, peminat sayur bayam pun berkurang seiring harga yang memang mahal.

”Paling ambil dua sampai tiga kg. Tak berani banyak, karena yang beli juga sedikit-sedikit,” jelas Asnah.

Menurut dia, naiknya harga sayuran diindikasi karena kondisi curah hujan yang tinggi. Sehingga, banyak petani yang tak memanen sayur.

”Katanya banyak sayur yang busuk karena hujan terus, makanya sayur langka dan mahal,” imbuhnya.

Sementara di Pasar Mustafa, Batam Center, harga bayam dijual Rp 22 ribu hingga 26 ribu per kg.

Tak hanya bayam, sayuran jenis lain juga turut naik seperti kangkung Rp 22 per kg, sawi Rp 25 ribu per kg dan kacang panjang Rp 30 ribu per kg.

”Untuk harga tomat naik lagi, dari Rp 20 ribu, naik Rp 23 ribu per kg,” kata Agung, penjual sayur di pasar tersebut.

Sejumlah warga memilih sayuran saat belanja di pasar Mega Legenda. Saat ini harga bayam mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Lonjakan harga sayur bayam juga terjadi di Pasar Tos 3000 Jodoh. Sayur hijau itu dijual hingga Rp 30 ribu per kg.

”Bayam harganya kayak ayam potong,” kata Siti, pedagang sayur di pasar tersebut.

Selain harga sayuran, harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya bawang merah dijual antara Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kg, kini harganya naik jadi Rp 34 ribu per kg.

”Itu bawang Jawa, kalau bawang Birma masih bisa Rp 20 ribu per kg,” kata Nani, pedagang bawang.

Hal serupa juga terjadi di Pasar Fanindo, Batuaji. Harga sayur segar melonjak sejak tiga hari belakangan ini.

Kenaikan mencapai tiga kali lipat, sebab stok sayur segar dari petani atau grosir berkurang jauh.

Sayur bayam yang semula Rp 12 ribu per kg naik jadi Rp 23 ribu per kg, sawi dari Rp 12 ribu jadi Rp 18 ribu per kg, dan kangkung dari Rp 10 ribu jadi Rp 16 ribu per kg.

Kenaikan paling siginifikan terjadi pada sayur kacang panjang yang mencapai Rp 32 ribu per kg. Padahal sebelumnya, hanya Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per kg.

Sejumlah pedagang sayur di pasar tersebut menyebutkan, kenaikan ini karena pasokan sayur dari petani ataupun grosir berkurang drastis sejak sepekan yang lalu.

”Pasokan sedikit, makanya mahal sekarang,” kata Irma, seorang pedagang, Jumat (20/12/2019).

Sementara dari petani sayur di Batam menuturkan, kenaikan harga sayur ini dipicu karena gagal panen.

Selama musim hujan ini, sayur tak bisa tumbuh dengan baik, termasuk kangkung.

”Air berlebihan makanya tak bagus buat perkembangan sayur. Jadi sih jadi, cuma tak banyak karena banyak yang rusak. Sawi sama bayam yang paling terdampak,” ujar Andi, petani sayur di Marina.

Lonjakan harga sayur menjelang Natal dan Tahun Baru menjadi keluhan serius para ibu rumah tangga.

Mereka merasa keberatan dan harus putar otak untuk tetap menjaga isi dompet. Jumlah sayuran segar yang dibeli dibatasi.

”Padahal sebentar lagi Natal dan Tahun Baru, mau tak mau tetap beli karena pasti dibutuhkan. Semoga ada solusi dari pemerintah,” harap Erni, seorang warga.(she/eja)

Dua Hari PNS Batam Libur

0

batampos.co.id – Pegawai negeri sipil (PNS) Pemko Batam hanya boleh libur dua hari di hari raya natal.

Yakni tanggal 24 dan 25 Desember 2019. Pemko juga telah menyiapkan sanksi bagi PNS yang melanggar.

Kabag Humas Pemko Batam, Efrius, mengatakan, hari raya natal jatuh pada Rabu (25/12/2019).

Artinya, seluruh PNS hanya dapat tambahan libur di cuti bersama Selasa (24/12/2019).

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Bata. Pemko Batam hanya memberikan libur dua hari untuk para PNS di kota Batam pada hari raya Natal. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Hari Senin (23/12) tetap masuk seperti biasa, karena tak masuk cuti bersama,” terang Efrius.

Diakuinya, hari Senin memang hari terjepit diantara hari Minggu dan cuti bersama hari Selasa. Meski begitu, PNS dilarang libur dan tetap beraktifitas seperti biasa.

“Tak boleh libur, tetap masuk. Kan sudah dikasih cuti bersama. Kalau melanggar, sudah ada sanksi bagi mereka,” ujar Efrius.

Menurut dia, aktivitas Pemko Batam hanya non aktif selama dua hari, Selasa dan Rabu. Pada hari Kamis, aktifitas sudah mulai normal lagi.

“Tak boleh ada yang tambah cuti, kecuali memang kondisi darurat,” pungkas Efrius.(she)

Begal Divonis 18 Bulan Penjara

0

batampos.co.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis pidana 18 bulan penjara kepada terdakwa pelaku begal SM.

Terdakwa diketahui membawa kabur satu unit ponsel dan uang tunai Rp 2,5 juta milik korbannya Harno alias Atak.

Menurut Ketua Majelis Hakim, terdakwa terbukti melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan divonis 1 tahun 6 bulan.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), dimana terdakwa semula dituntut dua tahun penjara.

“Saya menerima (vonis ini) yang mulia,” ujar Sahat Martumbur.

Dalam persidangan, majelis hakim menilai terdakwa mengakui perbuatannya di depan majelis hakim dan terdakwa bersikap sopan selama sidang.

Kemudian terdakwa masih mempunyai tanggungan yakni anak dan istri serta belum pernah dihukum.

Ilustrasi. JawaPos

Sementara jaksa pengganti Rizky juga menerima putusan dari majelis hakim.

Sementara dalam dakwaan JPU, terdakwa melakukan aksi perampokan terhadap Harno alias Atak yang saat itu tengah memarkirkan sepeda motornya dan hendak masuk ke rumahnya di Perumahan Nusa Jaya, Batamkota.

Melihat korban, selanjutnya terdakwa mendekati korban dan menodongkan pisau. Pisau tersebut ditodongkan terdakwa tepat didepan wajah korban sambil meminta korban untuk tidak bergerak dan berteriak.

Terdakwa kemudian meminta korban untuk menyerahkan tas dan dompet, akan tetapi korban sempat berusaha melawan dengan menahan pisau itu hingga membuat tangannya luka.

Tidak berhasil merebut pisau, kemudian terdakwa kembali mengarahkan pisau itu ke perut korban sehingga korban tidak bisa melawan lagi.

Merasa terpojok dan tidak bisa melawan lagi, korban kemudian menyerahkan ponsel merek OPPO F9 dan tas berisi uang Rp 2,1 juta sambil meminta terdakwa untuk tidak mengambil surat penting.

“Akan tetapi terdakwa saat itu tetap meminta korban untuk tidak berteriak dan mengejarnya sambil lari membawa barang-barang milik korban,” ujar Jaksa Rizky.

Adapun barang korban berupa ponsel OPPO milik korban digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Sementara uang tunai sebesar Rp 2,1 juta digunakan oleh terdakwa untuk membayar hutang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 7 juta.(gie)

Terkait UWT, Menteri ATR/BPN: Itu Sumber Pendapatan BP Batam 

0

batampos.co.id – Wacana pembebasan Uang Wajib Tahunan (UWT) untuk pemukiman dengan luas tanah maksimal 200 meter persegi belum ada perkembangan.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah masih akan merumuskan kebijakan terkait rencana tersebut.

“Nanti kami bicarakan. UWT ini kan kewajiban yang harus dibayar kepada otorita (BP Batam), itu tergantung kebijakan otorita,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil usai penyerahan sertifikat untuk rakyat di Aula Universitas Batam, Jumat (20/12/2019).

Ia mengaku, bahwa masyarakat kelas bawah dengan luasan tanah tersebut perlu dipertimbangkan untuk bebas dari UWT. Dalam hal ini perlu perumusan kebijakan.

“Tapi saya tak bisa buat keputusan, karena itu sumber pendapatan BP Batam,” katanya.

Perihal ini sejatinya berbeda dengan pernyataannya dalam lawatannya ke Batam Jumat (21/6/2019) lalu.

Saat itu Sofyan mengatakan, keputusan pembebasan UWT untuk lahan rumah dengan luas 200 meter ke bawah akan diambil tahun 2019 ini.

Ilustrasi perumahan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Hanya saja, lahan-lahan tersebut tidak menjadi hak milik melainkan hanya Hak Guna Bangunan (HGB).

“Enggak hak milik, itu (lahan untuk rumah 200 meter persegi) Hak Guna Bangunan (HGB),” katanya.

Bahkan, sejumlah rumah yang pernah diberikan hak milik, dengan berdasar pada persyaratan yang dikeluarkan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam akan diturunkan statusnya jadi HGB seandainya dijual.

“Akan turun jadi HGB, cuma UWT-nya nol (bebas UWT),” kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi mengaku perihal ini terus berproses.

Namun ia mengaku, dirinya tidak bisa mengambil keputusan sendiri perlu ada restu dari Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

“Ini memang tidak terkait saya sendiri tapi harus minta izin ke Menko dan Menkeu. Dalam proses, jika selesai kami akan sampaikan ke media. Tunggu perintah Menko dan Menkeu,” pungkas Rudi.(iza)

Pemesanan Kamar Hotel Hampir Penuh

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah pemesanan kamar hotel di Batam hampir sudah mulai padat.

“Alhamdulillah, semalam baru dapat informasi, kamar hotel sudah mulai penuh dipesan wisatawan yang akan berlibur di sini,” ujarnya, Jumat (20/12/2019).

Ardi memperkirakan ribuan wisatawan mancanegara (wisman) akan masuk ke Batam untuk menghabiskan waktu liburnya.

Wisatawan asal Singapura berfoto bersama dengan latar belakang landmark Welcome To Batam. Dinas Pariwisata Kota Batma menyatakan tingkat hunian hotel jelang perayaan Natal dan Tahun Baru mulai padat. Foto: Dalil Harahap/ batampos.co.id

Tidak saja hotel, restoran bahkan pusat perbelanjaan akan dipenuhi para wisman.

“Kami berharap ada perputaran ekonomi yang terjadi hingga akhir tahun ini,” katanya.

kata dia, semakin lama para wisman berada di Batam akan semakin baik. Terutama dari sisi ekonomi.

“Untuk itu pelaku usaha kita harap siap menyambut kedatangan wisman,” bebernya.(yui)

Wisman Asal Tiongkok Berbondong-bondong ke Batam

0

batampos.co.id – Mendekati akhir tahun 2019, ada 300 wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Batam melalui Pelabuhan Sekupang Ferry Terminal (SFT).

“Alhamduillah, jadi mereka datang ke Singapuran dan melanjutkan liburan di sini. Setiap hari ada satu kapal yang mengangkut wisman asal Tiongkok ke Batam,” kata Kepala Pengelola SFT, Jumarly, Jumat (20/12/2019).

Berdasarkan manifest, wisman asal Tiongkok menghabiskan waktu di Batam selama tiga hari.

Tentu saja ini memberikan dampak terhadap penyedia jasa travel seperti penginapan, restoran hingga pusat oleh-oleh.

“Sejauh ini mereka datang dan pulang sesuai dengan jadwal. Mudah-mudahan hingga akhir tahun dan tahun depan jumlah wisman bisa lebih banyak lagi,” sebutnya.

Selain wisman asal Tiongkok, lanjut Jumarly, wisman asal Singapura tahun ini mengalami peningkatan yang masuk melalui SFT.

Hal ini tidak lepas dari keamanan Batam. Sebab itu menjadi salah satu pertimbangan wisman ketika berkunjung.

Sejumlah turis asal Tiongkok saat Swafoto dengan landmark Welcome To Batam, Sabtu (2/9).Landmark Welcome To Batam menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi baik oleh wisatawan lokar maupun dari Mancanegara. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

“Batam terus membaik, kami berharap selalu ada peningkatan yang bisa membuat sektor pariwisata di sini maju dan menjadi daya tarik wisman berkunjung,” harapnya.

Sementara itu, hari ini jumlah kunjungan yang masuk cukup ramai. Wisman Singapura sudah mulai tiiba di SFT sejak pagi. Untuk hari libur, kunjungan meningkat hampir 2.500 orang.

“Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur Singapura memang kunjungan mengalami kenaikan. Mudah-mudahan terus seperti ini,” imbuhnya.(yui)

Hingga November, 5.925 Pasangan Menikah di Batam

0

batampos.co.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam mencatat hingga November 2019, 5.925 pasangan menikah.

Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu 5.716 pasangan.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Kantor Kemenag Batam, Budi Dermawan, mengatakan, rata-rata setiap bulan jumlah pasangan yang menikah di 12 Kantor Urusan Agam (KUA) mencapai 400 hingga 600 pasangan.

“Kalau melihat jumlah penduduknya, paling ramai itu perkotaan jika dibandingkan pesisir,” sebut dia, Jumat (20/12/2019).

Berdasarkan data 2018, sebanyak 6.319 pasangan menikah. Untuk tahun ini masih menunggu akhir tahun. Sebab totalnya baru didapatkan saat akhir Desember.

Budi menyebutkan saat ini rentan usia menikah berada di angka 20-30 tahun. Menurutnya usia ini sudah cukup matang untuk memasuki jenjang pernikahan.

Pasangan yang akan menikah harus mengikuti bimbingan pranikah di kantor Kemenag.

“Selama bimibingan calon suami-istri ini akan dibekali pendidikan untuk menghadapi pernikahan,” sebutnya.

Ilustrasi. Buku Nikah. Foto: JawaPos.

Lanjutnya, setiap pasangan wajib mengikuti bimbingan pranikah ini. Nantinya pasangan akan diberikan sertifikat karena sudah mengikuti bimbingan ini.

Pendidikan singkat ini tidak saja diisi pengenalan pernikahan melainkan juga tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.

“Intinya kami memberi tahu pasangan kalau pernikahan itu sakral. Jika ada permasalahan ada cara penyelesaianya. Kedua pasangan harus berkomitmen menjaga pernikahan sampai maut memisahkan,” terangnya.

Bimbingan pranikah ini diharapkan bisa menekan angka perceraian yang cukup tinggu di Batam.

Hampir 20 persen dari total pasangan yang menikah selama setahun memilih berpisah dengan berbagai alasan.

Ke depan Pemerintah juga tengah merancang sertifikasi menikah. Hal ini memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan pemahaman agar pasangan bisa bertahan dalam pernikahan mereka.

“Ini kami masih menunggu Juknisnya. Kalau sesuai rencana ada waktu tiga bulan bagi mereka yang ingin menikah untuk diberikan pendidikan dan pembekalan,” imbuhnya.

Menurutnya kematangan usia dan emosional sangat dibutuhkan dalam persiapan pernikahan. Kedua pasangan harus menahan ego dan saling mengalah agar penikahan bertahan.

“Yang paling penting saling memahami. Jangan sampai anak yang menjadi korban kalau orangtuanya berpisah,” ungkapnya.(yui)

Bripka Ralon Manurung Membangun SD Harapan di Pedalaman Riau

0

Berangkat ke sekolah, bagi anak Dusun Sialang Harapan, Kampar, Riau harus bertaruh nyawa. Hewan buas hingga medan yang sulit mengancam. Bripka Ralon membantu pembangunan SD Marjinal supaya siswa tak perlu menempuh perjalanan berbahaya sepanjang 6 km.

Bukan perkara mudah menuju Sekolah Dasar (SD) Marjinal, Dusun Sialang Harapan, Kampar Kiri Hilir, Kampar, Riau. Jalur ekstrem perbukitan dengan jalan tanah lumpur mengadang.

Akses menuju desa itu sebagian besar masih berupa tanah. Beberapa titik mulai dibangun dengan semen.

Namun, panjangnya hanya beberapa ratus meter. Kebun sawit terhampar sepanjang mata memandang.

Barulah terlihat hutan belantara ketika hampir sampai di Dusun Sialang Harapan. Tepat sebelum masuk ke dusun itulah SD Marjinal berada.

Jaraknya dari dusun sekitar 300 meter. Bangunannya belum selesai. Masih terlihat tembok bata tanpa polesan. Tak ada jendela. Begitu pula daun pintu.

Saat wartawan koran ini tiba di sekolah itu Selasa (17/12) siang, kegiatan belajar-mengajar hampir selesai.

Sebanyak 14 siswa belajar di sekolah itu. Mereka tampak bersemangat meski kondisi sekolah belum maksimal. Mengingat kondisi sebelumnya sekolah itu jauh lebih menye-dihkan.

Saat belum dibangun Bripka Ralon Manurung, sekolah itu hanya terbuat dari dinding kayu dan bambu beratap terpal.

Sawirman, kepala sekolah, menceritakan, sebelum 2006, anak di Dusun Sialang Harapan harus bersekolah ke SD 010 Batu Sasak.

Jaraknya sekitar enam kilometer dari dusun. Namun, dengan jalan tanah lumpur, kontur perbukitan sungguh tak aman bagi siswa.

“Apalagi, di sini banyak hewan buas,” tuturnya.

Bripka Ralon Manurung bersama murid-murid SD Marjinal di Dusun Sialang Harapan, Kampar, Riau. Foto: Ilham Dwi Wancoko/Jawa Pos

Para orangtua selalu dilanda kekhawatiran setiap anak mereka berangkat ke sekolah. Hingga pada 2006, mereka membangun sekolah darurat.

“Kekhawatiran itu wajar. Sering ada warga diserang hewan buas. Terakhir, warga bernama Anis diserang beruang. Kini dia memakai kursi roda,” ungkapnya.

Siswa SD 010 Batu Sasak, Yanda, 11, mengaku kerap melihat hewan buas saat berangkat dan pulang sekolah.

“Saya sering melihat ular. Besarnya segede tangan orang dewasa. Bahkan, ada yang sebesar paha,” ujarnya.

Yanda bersekolah di SD Marjinal mulai kelas I hingga kelas IV. Sekarang karena telah kelas V, dia bersekolah di SD 010 Batu Sasak.

Sebab, di SD Marjinal, hanya ada dua guru. Satu guru mengajar kelas I dan II. Seorang guru lagi mengajar kelas III dan IV.

Masuk kelas V, siswa dipindah ke Batu Sasak. Mereka dianggap sudah lumayan mampu menghadapi medan.

Untuk ke SD 010 Batu Sasak, siswa juga harus melewati Sungai Lipai yang saat musim hujan langganan banjir.

“Jembatan sedang proses pembangunan,” kata Sawirman.

Arosel, 37, guru SD 010 Batu Sasak, mengakui bahwa siswa dari Dusun Sialang Harapan beberapa kali tampak kelelahan dan lapar saat tiba di sekolah.

Mereka kehabisan tenaga setelah harus berjalan kaki sekitar satu jam.

“Coba saja jalan di sini, berat sekali,” ungkapnya.

Kami mencoba berjalan di sekeliling dusun. Memang payah. Kontur yang naik turun dengan permukaan tanah yang licin sungguh menyulitkan.

Peluh bercucuran walau hanya berjalan beberapa ratus meter. Sudut elevasi jalan bisa mencapai 70 derajat.

Arosel menyatakan, selain jalan yang belum dibangun, sinyal handphone dan listrik juga belum ada.

Berada di dusun itu bagaikan sedang terlempar dari peradaban. Seiring berjalannya waktu, kondisi SD Marjinal makin parah.

Bangunan sekolah harus segera diperbaiki. Kalau tidak, kasihan seluruh siswa jika harus kembali ke SD 010 Batu Sasak.

Bripka Ralon membangun asa baru untuk warga. Dia tidak tinggal di dusun tersebut. Bukan pula bhabinkamtibmas daerah itu.

Ralon adalah anggota Dirlantas Polda Riau. Menetap di Pekanbaru, sekitar 120 km dari wilayah yang warganya kini menganggapnya sebagai pahlawan.

Ralon bercerita, pada November 2017 saat dirinya bertugas di kantor Dirlantas Polda Riau, terdapat sekelompok orang yang meminta sumbangan untuk sekolah itu.

“Yang membuat saya tergerak itu, mereka membawa spanduk besar dengan foto gambar sekolah dan ada tulisan: “Pak Jokowi kami butuh ruang kelas,” jelasnya.

Ralon memberikan uangnya sebagai sumbangan. Keesokannya, dia bertemu lagi dengan orang yang meminta sumbangan itu di rumahnya.

“Ternyata, salah seorangnya teman kampus istri saya. Namanya Febri,” ujar suami Maria Farida Naibaho tersebut.

Saat itulah Ralon menyadari bahwa dirinya harus melakukan sesuatu yang lebih. Dia mendatangi sekolah beratap terpal tersebut.

Dia teringat sekolahnya saat SD 30 tahun lalu. Serupa. Berbagai cerita kesengsaraan warga membuat Ralon bersusah payah menahan air mata sedih.

“Saat itulah saya berjanji membantu sekuat tenaga membangun SD ini,” tutur ayah dua putri tersebut.

Ralon mengambil tabungannya belasan juta rupiah untuk perbaikan sekolah tersebut. Namun, belum cukup.

Dia dan istri juga menjual perhiasan untuk menutup kekurangan pembangunan. Ralon bilang dirinya bukan orang kaya. Tetapi, kesempatan membantu tidak datang dua kali.

“Pembangunan dimulai akhir 2017. Saya tetap sering ke dusun ini untuk memantau dan bahkan ikut mengajar,” paparnya.

Upaya Ralon didengar Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi. Kapolda pun turun membantu pembangunan sekolah tersebut.

Irjen Agung dan Bripka Ralon bersama meresmikan sekolah tersebut beberapa waktu lalu. Agung juga memiliki ide pengawasan untuk dana BOS bagi sekolah marginal di seluruh Riau.

Seluruh anggota Polres Riau dikerahkan untuk mendata jumlah sekolah marginal semacam itu dan memastikan dana BOS digunakan dengan tepat.

“Kebijakan itu, yang saya dengar, Kapolda ingin membantu agar sekolah marginal di seluruh Riau benar-benar mendapatkan haknya,” kata Ralon.

Berkat aksi Ralon itu, SD Marjinal kini juga dikenal sebagai SD Harapan. Selain karena memang terletak di Dusun Sialang Harapan, SD itu memberikan harapan bagi siswa untuk tak perlu bersekolah jauh-jauh.(*/c5/ayi/jpg)

Diprotes Ruko Pembuatan Alat Kapal Ditutup

0

batampos.co.id – Aktivitas pembuatan alat kapal khususnya untuk alat instalasi kelistrikan kapal di salah satu ruko di komplek pasar Fanindo dihentikan sementara waktu.

Penghentian ini menyusul adanya protes dari masyarakat sekitar sebab aktivitasnya mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Dari kelurahan suruh berhenti karena diprotes warga,” ujar pria paruh baya pemilik Ruko yang enggan namanya ditulis, Jumat (20/12/2019).

Sebelum diinstruksikan berhenti, masyarakat sekitar merasa sangat terganggu dengan aktifitas Ruko yang berada persis di samping pemukiman warga itu.

Ilsutrasi

Aktivitas pembuatan alat instalasi kelistrikan kapal dengan mesin, menyebabkan lingkungan udara di pemukiman warga tercemar. Selain itu, suara bising mesin produksi juga mengganggu kenyamanan warga.

Warga kemudian mendatangi kantor Kelurahan Tanjunguncang dan mendesak pihak kelurahan segera mengambil tindakan.

“Tadi warga datang ke kantor minta ditindaklanjuti. Sementara dihentikan karena permintaan warga,” ujar Lurah Tanjunguncang, Anwaruddin.

“Pemilik ruko disarankan untuk jumpai lagi dengan warga untuk solusi terbaiknya. Jika warga kembali mengizinkan ya boleh dibuka lagi. Kalau tak ya tak boleh,” ujarnya lagi.(eja)

Melintas di Jalan Berlubang, Pemotor Tewas 

0

batampos.co.id – Seorang pengendara becak motor (bentor) meninggal dunia karena terjatuh setelah ban kendaraannya terjerembab ke dalam lubang di Jalan Jenderal Sudirman, Batam Kota, tepat di depan Kongkow Golf Driving Range.

Kasatlantas Polresta Barelang, AKP Muchlis Nadjar, mengatakan, kejadian bermula pada pukul 23.00 WIB.

Saat itu korban mengendarai becak motor tanpa Nomor Polisi (Nopol) datang dari arah Perumahan Anggrek Mas menuju arah SPBU Plamo Garden, melewati jalan Jenderal Sudirman.

“Setibanya di depan Kongkow, akibat masuk lubang yang berada di jalan tersebut, becak motornya pun lepas kendali sehingga terbalik dan kepala korban terbentur ke aspal,” jelasnya.

Baca Juga: Melintas di Jalan Rusak, Ibu Hamil Keguguran

Saat itu kata dia, korban tidak mengenakan helm. Akibat kecelakaan tersebut, pengendara bentor tersebut mengalami cidera di kepala dan lecet di dahi kanan. Selain hidung dan teliga korban juga mengeluarkan darah.

Ilustrasi

“Korban dilarikan ke Rumah Sakit Elisabth Baloi, korban tewas di Rumah Sakit tersebut,” ujar Muchlis.

Sedangkan Becak Motor tersebut mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan kerugian materil, diperkirakan sampai jutaan rupiah.

Baca Juga: Ngeri, Ini Komentar Para Pengendara yang Melintas di Jalan Bukit Daeng

Muchlis mengimbau masyarakat Batam agar selalu mentaati tata tertib berlalu lintas, dan selalu memastikan kendaraan masing-masing juga memenuhi segala ketentuan yang ada, termasuk kelengkapan dokumen.

Ia menambahkan, pengendara motor harus selalu menggunakan helm SNI. Bahkan untuk tujuan jarak dekat sekalipun.

Demi keselamatan pribadi dan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan di jalan raya.(mib)